Tampilkan postingan dengan label Manga-Comics-Graphic Novels. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manga-Comics-Graphic Novels. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juli 2021

Tokyo Revengers | Manga & Anime Review


Hai hallo! Akhirnya setelah sekian tahun saya bisa mereview manga dan anime lagi! Untuk anime, terakhir dan satu-satunya yeng pernah saya ulas ialah Hunter X Hunter, dan itu tahun 2015 silam. Saya sempat ingin mengulas Bleach, tapi di tengah jalan saya kehilangan minat untuk melanjutkan karena endingnya nggak sesuai harapan. Pernah ada keinginan juga mau bahas Fullmetal Alchemist: Brotherhood, tapi saking ditunda-tunda jadi lupa sama detailnya, nggak jadi lagi deh. Setelah itu saya hampir nggak pernah lagi nonton anime, mau lanjut One Piece nggak kuat dengan episodenya, sudah terlalu banyak ketinggalan. Sedangkan untuk manga atau komik Jepang, terakhir kalau nggak salah ingat baca The Wedding Eve.

Nah, dua bulan terakhir ini saya lagi kesemsem lagi dengan dorama dan film live-action asal negeri samurai, saya maraton cukup banyak, salah satu live-action yang sangat saya tunggu ialah Tokyo Revengers, gara-garanya bertabur bintang, karena ada Ryo Yoshizawa. Awalnya saya nggak tahu apa-apa, dari ceritanya sebenarnya bukan favorit saya yaitu tentang time leap atau time travel. Namun, setelah saya baca-baca, cari info sana sini, time leap ini emang bisa dibilang genre utama, tapi ada satu genre turunan yang merupakan favorit saya, tentang geng berandalan atau action-crime, LOL. Salahkan Mario Puzo dengan The Godfather-nya yang membuat saya tertarik dengan cerita semacam ini.

Senin, 10 April 2017

Love is... 2 by Puuung | Blog Tour, Book Review, Giveaway


Judul buku: Love Is... 2
Penulis: Puuung (Demi Park)
Pengalih bahasa: Lovelyta Panggabean
Penyunting Ani Nuraini Syahara
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (Bhuana Sastra)
ISBN: 978-602-394-416-3
Cetakan pertama, 23 Januari 2017
224 halaman
"Hidup memang tak bisa selalu bahagia, seperti yang ditunjukkan oleh dua tokoh di dalam gambarku. Seringkali aku merasa sangat lelah dan ingin menangis. Namun, dalam kehidupan yang tidak sempurna itu, aku bisa merasakan suka cita dan kebahagian. Aku mensyukuri momen-momen kecil yang berharga itu, kemudian menuangkannya ke dalam gambar-gambarku."

Selasa, 19 April 2016

Resensi: Welcome To 305 Karya Wanan

Judul buku: Welcome to 305
Penulis: Wanan
Penerjemah: Achie Linda
Penyunting: Nona Aubree
Proofreader: Selsa Chintya
Layout: Vanessa F.T
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7742-59-8
Cetakan pertama, Januari 2016
244 halaman
Buntelan @penerbitharu
Namaku Kim Junghyun.
Melalui seorang teman, akhirnya aku mendapatkan teman sekamar.
Karena terburu-buru, aku jadi tidak mencaritahu info tentang calon teman sekamarku, tapi sepertinya dia orang baik.
Akhirnya, kehidupan tanpa orangtua yang kuidam-idamkan!
Hari pertama bertemu teman sekamarku, aku baru menyadari... dia penyuka sesama jenis!

Bagaimana nasib hidupku selanjutnya?

Kamis, 31 Desember 2015

Cat and Dog by Park Hee-Jung | Book Review


Cat and Dog
Penulis: Park Hee-Jung
Penerjemah: Silvanissa
Penyunting: Novianita
Penerbit: Haru
Cetakan pertama, 2016
195 halaman

Sinopsis Cat & Dog
Joo Yeong Woo
Meski hanya bertemu sekali saat masih balita, perlahan aku mulai jatuh cinta pada Mo Seul Woo, tunanganku yang tampan dan juga seorang artis. Akhirnya, hari pernikahanku tiba!

Mo Seul Woo
Aku cuma bertemu dengannya sekali sepuluh tahun yang lalu saat dia masih bayi, dan cewek itu buang air besar di depanku. Aku tidak akan pernah menikahinya.

Rabu, 30 Desember 2015

The Bird King by Shaun Tan | Book Review

The Bird King and other sketches
Penulis: Shaun Tan
Penerbit: Templar Books
ISBN: 9781848770508
Cetakan pertama, April 2011
128 halaman
Pinjam @casualreader4
What do the bird king, the thing in the bathroom and the paraffin-oil koala have in common? They all inhabit the unique world of renowned artist, author and illustrator Shaun Tan. Collected from his working sketchbooks, with commentary by the artist, these ideas, studies and doodles offer a special insight into the imagination of this internationally acclaimed storyteller.


Selasa, 29 Desember 2015

Tales from Outer Suburbia by Shaun Tan | Book Review

Tales from Outer Suburbia
Penulis: Shaun Tan
Penerbit: Arthur A. Levine Books
Cetakan pertama, Februari 2009
96 halaman
Pinjam @casualreader4
You thought you knew suburbia.

Then you meet an exchange student from another world, discover a secret room that lets you escape to a place of perfect beauty, find a neighborhood where brightly painted missiles decorate every yard, and wait for a blind reindeer who demands a very special offering... These are the odd, magical details of everyday suburban life that might forever go unnoticed, were they not finally brought to light by Shaun Tan, author and illustrator of award-winning New York Times bestseller The Arrival.

Senin, 28 Desember 2015

Memorial by Gary Crew, Shaun Tan | Book Review

Memorial
Penulis: Gary Crew, Shaun Tan
Penerbit: Simply Read Books
ISBN: 9781894965088
Cetakan pertama, Juni 2004
32 halaman
Pinjam @casualreader4
A Moreton Bay Fig tree, planted as a memorial to Australian soldiers killed in World War I, is slated to be cut down by the local council. A young boy tells the moving story of the tree, as related by his great grandfather, grandfather, and father, each of whom has participated in wars over the years. Interweaving themes of war, memory, and conservation, this book blends a sensitive text with brilliantly original collage art by Shaun Tan to bring an important lesson to young readers.

Minggu, 27 Desember 2015

The Red Tree by Shaun Tan | Book Review

The Red Tree
Penulis: Shaun Tan
Penerbit: Hodder Children's Books
ISBN: 9780734411372
Cetakan pertama, Agustus 2010
32 halaman
Pinjam @casualreader4
When a child awakens with dark leaves drifting into her bedroom, she feels that "sometimes the day begins with nothing to look forward to, and things go from bad to worse." Feelings too complex for words are rendered into an imaginary landscape where the child wanders, oblivious to the glimmer of promise in the shape of a tiny red leaf. Everything seems hopeless until the child returns to her room and sees the red tree. At that perfect moment of beauty and purity, the child smiles and her world stirs anew. 

Shaun Tan's illustrations are remarkable for the way they combine and react upon each other. He creates an otherworldly labyrinth of visual ideas joined with the familiar immediacy of the little child, and condenses them into scenes of extraordinary depth and insight. Every child will appreciate the book's life-affirming message but it will be equally successful with all readers. With sensitivity and wonder, the evocative images in The Red Tree open a window to our inexplicable emotions and tell a story about the power of hope, renewal and inspiration.

Sabtu, 26 Desember 2015

The Arrival by Shaun Tan | Book Review

The Arrival
Penulis: Shaun Tan
Penerbit: Arthur A. Levine Books
ISBN: 9780439895293
Cetakan pertama, 2007
124 halaman
Pinjam @casualreader4
A man gives his wife and daughter a last kiss and boards a steamship to cross the ocean. He's embarking on the most painful yet important journey of his life--he's leaving home to build a better future for his family.

Shaun Tan evokes universal aspects of an immigrant's experience through a singular work of the imagination. He does so using brilliantly clear and mesmerizing images. Because the main character can't communicate in words, the book forgoes them too. But while the reader experiences the main character's isolation, he also shares his ultimate joy.

Selasa, 23 Juni 2015

Grey & Jingga by Sweta Kartika | Comics Review

Grey & Jingga
Cerita & gambar: Sweta Kartika
Penyunting: Gupta Mahendra s.
Desainer grafis: Heru Lesmana
Penerbit: m&c!
Cetakan pertama, 11 Juni 2014
200 halaman
Buntelan dari @bukupediacom

Grey & Jingga adalah komik online yang berkisah tentang lika-liku romansa kampus antara Grey dan Jingga, serta teman-teman mereka.



Kisah mereka ibarat langit sore, the twilight. Jingga serupa kanvas oranye yang membentang di nirwana senja, sementara Grey adalah sekumpulan awan kelabu yang mengantar ia pulang.


Jika cinta itu mudah terucap, maka takkan ada kisah cinta yang berliku. Grey dan Jingga adalah bukti bahwa cinta adalah rasa yang sulit tersamar.

Minggu, 21 Juni 2015

The Wedding Eve by Hozumi | Manga Review

The Wedding Eve
Penulis: Hozumi
Alih bahasa: Gie
Editor: Niken
Desain sampul: Theresia Debby
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-02-5430-2
Cetakan pertama, Desember 2014
200 halaman
Buntelan dari @bukupediacom
Esok adalah hari pernikahan kakak perempuan angkat Toshiaki.

Namun sang kakak justru memilih untuk menghabiskan hari itu untuk menginap di rumah Toshiaki. 



Itulah hari terakhir mereka bisa bersama. Perasaan yang tak terucap selama bertahun-tahun pun harus berakhir hari itu pula. 

Diiringi isak tangis sang kakak, Toshiaki mengantarnya menuju pernikahan.

Senin, 11 Mei 2015

The Wuggly Ump by Edward Gorey | Book Review

The Wuggly Ump
Penulis: Edward Gorey
Ebook, 17 halaman.
Edward Gorey's mordant masterpiece The Wuggly Ump charts the fate of three wholesome children whose happy days weaving chains of flowers are cut short when the mysterious Wuggly Ump hurtles from its den in search of tasty tots. Set to deceptively pleasant rhymes and illustrated in Gorey's inimitable style, this lighthearted and mildly unsettling cautionary tale has delighted legions of Gorey fans since its first publication in 1963. This brand-new edition is a faithful reproduction for old and new fans alike to treasure.

Sabtu, 09 Mei 2015

The Gashlycrumb Tinies by Edward Gorey | Book Review

The Gashlycrumb Tinies (The Vinegar Works #1)
Penulis: Edward Gorey
Ebook, 31 halaman.
The Gashlycrumb Tinies: or, After the Outing is an abecedarian book written by Edward Gorey that was first published in 1963. Gorey tells the tale of 26 children (each representing a letter of the alphabet) and their untimely deaths in rhyming dactylic couplets, accompanied by the author's distinctive black and white illustrations. It is one of Edward Gorey's best-known books, and is the most notorious amongst his roughly half-dozen mock alphabets. It has been described as a "sarcastic rebellion against a view of childhood that is sunny, idyllic, and instructive". The morbid humor of the book comes in part from the mundane ways in which children die, such as falling down the stairs or choking on a peach. Far from illustrating the dramatic and fantastical childhood nightmares, these scenarios instead poke fun at the banal paranoias that come as a part of parenting.

The Giving Tree by Shel Silverstein | Book Review

The Giving Tree
Penulis: Shel Silverstein
Ebook, 30 halaman.
"Once there was a tree...and she loved a little boy."



So begins a story of unforgettable perception, beautifully written and illustrated by the gifted and versatile Shel Silverstein.


Every day the boy would come to the tree to eat her apples, swing from her branches, or slide down her trunk...and the tree was happy. But as the boy grew older he began to want more from the tree, and the tree gave and gave and gave.

This is a tender story, touched with sadness, aglow with consolation. Shel Silverstein has created a moving parable for readers of all ages that offers an affecting interpretation of the gift of giving and a serene acceptance of another's capacity to love in return.

Selasa, 29 November 2011

Petualangan Naif dan Mesin Waktu #4: Jerat-Jerat Waktu


Cover-komiknaif-4

by Franki Indrasmoro
story board & tinta: Suryo Nugroho & Joko Purwanto
penerbit: KPG
cetakan I: Oktober 2011
ISBN: 978-979-97-0388-8

Siapa sih yang nggak tahu sama grub band Naif? Band yang mengusung tema retro baik penampilan atau pun lagu-lagunya ini sudah tidak perlu lagi disangsingkan kalau di atas panggung. Nah, kalau di atas kertas bagaimana kiprah mereka? Saya baru tahu kalau Naif, atau lebih tepatnya Franki atau lebih dikenal dengan nama Pepeng, sang drummer, otak dibalik komik berseri ini yang tau-taunya udah seri keempat aja, hehe. Seneng banget waktu dikasih tau sama penerbit KPG kalau saya memenangkan buku ini, apalagi dipilih langsung sama penulisnya (lebih seneng lagi kalau ada tanda tanggannya) XD. Walau langsung lonjat ke komik keempat tidak membuat saya bingung, komik ini bisa berjalan sendiri walaupun lebih baik kalau membacanya secara urut. Cerita ini hanya fiksi belaka, jadi kalau ada kesamaan nama, tempat, waktu, abaikan saja :))

Cerita berawal dari Buya, manager Naif yang kelimpungan mencari anak asuhan mereka yang tiba-tiba menghilang, padahal konser mau segera dimulai. Akhirnya dia mencari naif gadungan, orang-orang yang mirip sama personel band Naif. Kocaknya, Naif gadungan ini tidak mengerti sama sekali tentang musik, yah walaupun tampangnya mirip XD. Lalu dimana Naif berada?

Jakarta, tahun 2024, David sang vocalis terlempar ke masa yang akan datang. Tau-taunya dia sudah berada di Heaven Devil Bar, tempat nongkrong anak Jakarta jaman besok, di sana dia mendapati keributan yang dilakukan oleh Jason, anaknya yang juga telah membuat sebuah band dengan nama Jasaon and The Ribs. Jason marah karena sang ayah melarangnya membentuk sebuah band, terjadilah konflik antara anak dan ayah. Setelah masalah selesai, David terlempar lagi di jaman bahulak.

Tahun 1933, David terlempar di masa penjajahan VOC. Di sana dia kembali bergabung dengan personil lainnya, Emil, Pepeng, dan Jarwo. Nggak taunya, Emil terlibat kisah cinta dengan Roekiyah, tapi sayang cinta tak terbalas. Setelah anggota band terkumpul semua mereka berencana pulang dengan radio antik yang membawa mereka melalang buana. Tapi, Emil tidak mau pulang karena ingin mengejar cintanya, terjadilah perkelahian antara Emil dan Pepeng, karena mereka harus pulang bersama-sama. Sewaktu bertengkar mereka tak sengaja menabrak radio antik dan tersedot ke masa jamannya Saung Kampret. Ada apa di sana? Baca deh :)

Seru, seru dan kocak. Selain disuguhkan dengan ilustrasi yang color full dan apik, kita juga dibawa ke masa yang bersejarah. Selain mendatangkan tokoh di masa itu, penulis juga memberi keterangan siapa mereka. Contohnya tentang Roekiyah dan Komik Saung Kampret (komik favorit penulis, buah tangan Dwi Koen). Lucunya lagi, waktu terlempar ke tempo doelu itu, bahasanya juga menggunakan ejaan van Ophuijsen, haha kocak deh pokoknya (tentu ada keterangan juga apa itu ejaan di buku). Kita nggak akan binggung waktu baca, selain bisa bikin ketawa, komik ini juga nambah pengetahuan juga, kan?

Kekurangannya? Terlalu tipis bukunya, hahaha. Nggak sampai setenggah jam saya sudah selesai bacanya. Selain itu konfliknya jadi cepet selesai, jadi yah berasa kurang, kurang tebel =))
Kita tunggu aja kelanjutannya, mau di bawa kemana lagi Naif menjelajahi waktu, baca-baca sih bakalan ada 5 seri. So, semoga lanjutannya lebih tebel dan cepet terbit :p
3 sayap untuk Jerat-jerat waktoe :)

NB: Tentang Penulis

Pepeng_naif
Franki Indrasmoro Sumbodo, lahir di Kudus 15 Januari 1976, ia lulusan D3 Fakultas Seni Rupa/Desain Grafis IKJ (1994-1999). Ketika berusia 17 tahun, pengoleksi action figure dan komik ini berhasil meraih Juara Harapan I Lomba Menggambar Kobo-Chan (Elex Media Komputindo). Setelah itu Franki digaet majalah Hai sebagai Freelance Illustrator selama dua tahun (1993-1995).
Tahun 1995 ia banting setir ke dunia musik. Selain menjadi main talent video klip band Netral, "Walah", bersama David, Jarwo, Chandra, dan Emil, Franki mendirikan Band Naif yang masih eksis sampai sekarang (walau Chandra sudah mengundurkan diri pada tahun 2003). Di band tersebut, yang mempunyai panggilan akrab Pepeng, berperan sebagai drummer. Selain penulis lagu (Posesif), ia juga yang mendesain sampul kaset/CD beberapa album Naif dan memproduseri beberapa video klip Naif.
Franki juga membuat gebrakan baru dengan menjadi konseptor dan penulis komik Petualangan Naif dan Mesin Waktu. Bisa mengenal lebih dekat lagi dengan Franki di www.frankiindrasmoro.com
Hmmm, dari sejarah dia dulu emang nggak jau-jauh dari nggambar ya :)

Smile


11928863


by Raina Telgemeir
penerjemah: Indah S. Pratidina
editor: Dini Pandia
penerbit: Gramedia
cetakan I: Juni, 2011
ISBN: 978-979-22-7093-8
224 halaman

Pernah punya pengalaman seru dengan gigi? Gigi bolong, karatan, behelan mungkin? XD. Kalo iya, berarti kamu punya kesaman dengan Raina, gadis kelas enam ini hari-harinya selalu diidi tentang gigi, gigi, dan gigi. Keinget, dulu ada temen yang juga make kawat gigi, kepengen dan minta gigi dikawat juga tapi dulu ibu bilang, "untuk apa? Gigi kamu rata, udah bagus juga" XDD *pamer gigi*. Kalo di luar sana sih pake kawat gigi itu aib, kalo di sini kebanyakan buat gaya aja, hihihi *peace*.

Ok, beralih kecerita. Pada suatu malam, ketika Raina pulang dari perkumpulan pramuka dia diantar oleh teman-temannya, sewaktu mau menuju rumah dia membuat permainan siapa yang terakhir berarti telur busuk :p. Nah, waktu lari-lari untuk menjadi yang pertama, tiba-tiba Raina terjatuh dan dia mendapati giginya copot dua. Ibunya langsung membawa dia ke Orthodontis dan sang dokter menyuruh untuk merendam gigi yang copot tadi ke dalam susu selama 20 menit.

dr. Golden memasang kembali gigi yang copot tadi dengan gips untuk membantu gigi tetap di tempat selama masa penyembuhan. Tapi waktu diperiksa lagi, ternyata waktu giginya copot tulang atasnya juga rusak sehingga posisi dua gigi terdepan lebih tinggi (ngeri lihat rontgen-nya). dr. Golden pun meminta bantuan Endodontis untuk mencabut gigi, membersihkannya sampai ke akar, di bor, diisi semen lalu ditutup dengan alat yang panas membara. Lalu si dokter mencetak gigi Raina untuk mulai dipasang Bracket pada gigi depan lalu mengikatnya dengan geraham. Bebrapa hari kemudian, Rania disuruh memakai Headgear, kawat yang diikiat ke kepala guna mempercepat perbaikan overbite. Awalnya kawat menggunakan tekanan perlahan lalu sedikit-demi sedikit tekanan ditambah supaya gigi bergerak.

Smile2Smilegear

Sayangnya, setelah beberapa bulan memakai dua kawat tidak membuahkan hasil, gigi Raina tidak terlalu merespon perawatan karena gigi depan Raina melesak ke tulang rahang sehingga tidak dapat digerakkan dengan perawatan Orthodontik. Dokter pun menyarankan untuk ekstraksi atau mencabut kemudian membuat retainer dengan tempelan gigi bagus untuk mengisi celah. Dengan kawat penuh, bisa mengerakkan seluruh geligi atas ke bawah, proses ini membutuhkan waktu dua tahun.

Smile

Yah, setidaknya seperti itulah prosesnya sampai gigi asli berdekatan, selain itu Raina juga harus sering membawa karet gelang untuk mengoreksi rahang atas dan bawah yang tidak sejajar. Kait kecil ditempelkan ke kawat tertentu di gigi atas dan bawah, lalu karet gelang di rentangkan di antaranya. Merepotkan sekali, hehehe.

Bird-t_ca0-articlelarge

Apakah cuman tentang gigi saja? tentu tidak, saya perjelas tentang gigi ini karena saya suka tentang segi kesehatannya, soalnya dulu pas kuliah tidak terlalu mempelajari lebih dalam soal gigi, hehe. Masalah gigi ini juga berefek pada kondisi psikis Raina yang sedang beranjak remaja. Dia menjadi tidak pede, tidak boleh makan sembarangan, diolok-olok sahabatnya, mengalami gempa bumi sampai ke masalah percintaan. Dia takut dengan memakai kawat gigi dia disangka kutu buku dan tidak ada cowok yang akan meliriknya. Kawat gigi sudah menjadi bagian dari diri Raina.

Promo_smile_flatSmile1

Aku berhenti mengasihani diri dan memusatkan pada hal-hal yang ku gemari. Aku sadar telah membiarkan penampilan luarku mempengaruhi perasaan di dalam. Semakin aku fokus pada hal-hal yang kuminati, semakin banyak hal yang kusuka pada dirimku. Dan itu mempengaruhi cara orang lain memandangiku!
Seru, kita dimanjakan akan ilustrasinya yang full colour, tidak hanya itu, ilustrasinya pun kadang ada yang kocak, sedih sesuai sekali deh dengan ceritanya. Sayangnya, penjelasan tentang seluk beluk gigi tidak terlalu jelas, contohnya perbedaan Orthodontis dan Endodontis, Headgear, Blacket, dsb. Konfliknya sederhana, khas remaja. Awalnya ingin memberikan 3 sayap tapi setelah bukunya dibolak balik, menikmati lagi ilustrasinya, covernya yang simpel dan saya suka dengan karakter ibu Raina, di cepat tanggap, dan dia selalu memberi dukungan pada anaknya ketika mengalami kesusahan, salah satunya dia menghadiahi Raina ketika giginya luka parah, sebuah dukungan yang kadang sangat perlu. Penilaian pun berubah.
4 sayap untuk si kawat gigi :)

NB:
Tentang Penulis

5671304034_0730b47610
Raina Telgemeire tumbuh di San Fransisco, lalu pindah ke New York City, tempat dia memperoleh gelar sarjana ilustrasi di School of Visual Arts. Komiknya pernah mendapatkan nominasi Ignatz, Cybil, serta Eisner Award, dan muncul di Web, majalah, dan berbagai antologi. Dia mengadaptasi dan menggambar grafik novel The Baby-sitters Club, yang kemudian masuk daftar YALSA's Great Graphic Novels for Youth pada 2007. Karya terbarunya X-Men: Misfits, yang ditulisnya bersama suaminya, Dave Roman, diilustrasikan oleh Anzu dan masuk daftar bestseller New York Times. Untuk mengenal Raine lebih jauh, kunjungi websitenya di www.goRaina.com (website-nya keren banget loh).

Selasa, 06 September 2011

Komik 5 cm


12416280

Penulis: Donny Dhirgantoro, Is Yuniarto
Penerbit: Grasindo
cetakan: I, 15 Agustus 2011
ISBN13: 9789790815926
176 halaman

Numpang baca di gramed solo hihihi.
Waktu di Gramedia awalnya saya cuman bolak-balik isi buku nggak niat beli karena nggak suka sama novelnya, karena penasaran kenapa sampai dibuat komiknya dan kabarnya akan ada filmnya saya pun membaca versi lain dari novel 5 cm. Yang paling bikin penasaran lagi saya lupa artinya 5 cm itu sendiri, saya tidak ingin langsung membaca di bagian belakang, ceritanya saja saya sudah lupa. Ok, karena komik dan biasanya cepat di baca saya pun nangkring di tempat duduk yang disediakan toko buku tersebut (Thank God! nggak perlu berdiri kesemutan).

Nggak begitu suka sama novelnya, nggak selesai bacanya, terlalu berbelit-belit, waktu mau tamat saya langsung ilfil karena Riani ternyata sukanya sama Zafran, hahaha, egois memang. Dari awal saya sudah berharap Genta bisa meraih tujuannya, salah satu tercapai tapi tidak dalam urusan cinta.
Komentar pertama saya waktu membolak-balik halaman adalah Keren! saya suka sekali ilustrasinya, saya benar-benar dimanjakan, banyak yang benar-benar kocak, inti ceritanya pun dengan jelas tergambar. Jauh lebih suka dari bukunya, nggak berbelit-belit. Nggak sabar dong untuk melihar gambar masing-masing tokoh, saya pun langsung melahap nggak sampai satu jam.

Inti ceritanya tentang lima sahabat yang bertahun-tahun bersama, salah satu dari mereka, Genta, mengusulkan agar mereka tidak bertemu selama tiga bulan agar tidak jenuh dan dia akan merencanakan pertemuan yang tidak akan terlupakan.Kehidupan pribadi mereka pun terurai satu per satu.
Sebuah kehormatan bagiku, Genta, mendaki Mahameru bersama sahabat di tanah air tercinta ini.
Aku Riani, hari ini aku sekali lagi jatuh cinta pada negeri ini.
Saya Arial, Seseorang yang sangat mencintai tanah ini. Saya berjanji akan melindunginya dengan segenap kekuatanku.
Gue Ian, yang berani nyela Indonesia, rubut sama gue!!!
Aku Zahfran, kebanggaan ini akan terpatri di hati ini sampai kapan pun.
Bagian yang paling bikin ngakak adalah waktu Ian lagi konsul skripsi BAB 1 kalau nggak salah sama dosennya, kira-kira begini dialognya:
"Ian, kamu SD berapa tahun?"
"Yaa enam tahun Pak! Emang kenapa?"
"Kalau kamu nylesein kuliah enam tahun juga, berarti otakmu... Otak anak enam SD"
LOL saya mringas mringis baca di tobuk.

Dan quote favoritku tentu saja arti dari 5 cm tersebut,
"Dan setiap kali impian dan cita-cita muncul, letakkan di depan kening kita. Jangan menempel, biarkan menggantung 5 cm di depan kening, supaya dia tidak terlepas dari mata kita."
3 sayap untuk ilustrasi yang keren










Minggu, 22 Mei 2011

Warna Langit




Penulis: Kim Dong Hwa
Penerbit: gramedia
Judul asli: The Story Of Life On The Golden Fields VOL. 3
First published in Korea in 2003
Cetakan: I, 2011
328 halaman.
goodreads: http://bit.ly/kOc6Ub

Belum baca Warna Air dan Warna Tanah, untung gak bingung. Ceritanya Ehwa ngantar Duksam pergi ke laut untuk mencari peruntungan. Ibunya juga sedang menunggu kekasihnya si tukang gambar. Intinya sih itu hehehe. Masa –masa penantian bagi Ehwa sih lama, selalu mengira kalau ada pak pos itu berarti akan ada kabar dari Duksam. Hari-harinya pun diisi bersama temannya yang lucu si Bongsoon dan pelajaran hidup dari Ibunya. Seperti, Waktu Ehwa pergi mengantar Duksam dia tidak ijin sama ibunya dan pulang sampai fajar, awalnya ibunya member hukuman cambuk tapi tidak meneruskannya karena Ehwa sudah besar, sudah bisa mengambil keputusan sendiri, alasannya menghukum adalah untuk mencegah terjadinya sesuatu dimasa depan, dan sejak itu ibunya tidak akan menghukumannya lagi. Trus waktu ibunya Ehwa kehilangan uang, dia sempat berpikir kalau Ehwa lah pencurinya tapi ternyata dia lupa meletakkannya, kita memang dilarang menuduh kalau belum ada buktinya. Kemudian ada gelandangan yang mencurigakan di desa Ehwa yang harus dihukum mati karena perbuatannya yang menguntit orang yang dicintainya padahal orang tersebut sudah menikah. Adat pernikahan Korea juga diterangkan disini, ternyata kalau bebek mandarin itu dilempar dan mendarat dengan benar, itu pertanda bahwa anak pertama adalah laki-laki, sedangkan kalau mendarat miring, maka anak pertama adalah perembuan, ayo dicoba dicoba :D. Cerita Malam Pertama itu lucu, perumpamaannya itu loh wakakakaka, “Beginikah rasanya kehidupan perkawinan itu? Buga-bunga bermekaran, dan lentera-lentera kertas aneka warna bergoyang-goyang dalam embusan angin?”
Oh ya ada percakapan Ehwa dan Ibunya yang sangat aku sukai, di halaman 48
“kalau kau sudah selesai menyapu, letakkan dedaunan itu di dalam tungku dan bakarlah. Bersama setiap helai daun yang kautambahkan ke tungku, masukkan secuil kepedihanmu ke dalamnya. Kalau kau melakukannya, akan kau lihat betapa hatimu jadi lebih ringan. Itu sebabnya ketika seorang wanita menyalakan api, apinya selalu besar dan bertahan lama. Ia menghabiskan sepanjang malam dengan melemparkan segenap keprihatinannya ke dalam api, dan tidak tidur barang sekejap saja.”
“aku tidak akan melakukan itu. Meskipun kekhawatiranku bertambah jadi ribuan atau bahkan puluhan ribu, aku takkan membakarnya. Aku akan menyimpan setiap kecemasanku dengan hati-hati di dalam hati, tak peduli betapa sulit keadaanya. Kalau saja dedaunan ini adalah pesan dari Duksan. Bersama setiap helai daun yang kumaksukkan ke tungku,aku akan membaca sebuah kata. Kalau saja semua ini adalah kata-kata yang dilutiskan Duksam, maka surat ini akan sangat panjang hingga butuh waktu semalaman untuk membacanya.”
Sungguh deh, selain gambarnya bagus sekali, tulisannya puitis dan penuh makna, ditambah lagi di akhir-akhir halaman terakhir ada jawaban dari penulis yang ditannyakan pengemarnya seputar trilogy warna ini dan ada panduan membaca novel grafis, jadi nambah pengetahuan tentang perkomikan:D.

3 sayap untuk Ehwa yang setia menanti :D.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...