Tampilkan postingan dengan label Ruwi Meita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruwi Meita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2019

Carmine by Ruwi Meita | Book Review, Blog Tour, Giveaway

Carmine (Red #2)
Penulis: Ruwi Meita
Penyunting: Jia Effendie, Teguh Afandi, & Yuli Pritania
Desainer Sampul: Dilidita
Penerbit: Noura
ISBN: 978-602-385-380-9
Cetakan 1, Desember 2018
342 halaman
Buntelan dari @ruwimeita

Rasa sakit itu seperti hantu.
Semu.
Tidak nyata.
Tapi ada.


“Datanglah, Carmine. Jemput anak-anakmu.” 

Anak-anaknya dalam bahaya. Dia harus bergegas, sebelum wanita itu “menidurkan” mereka.


“Aku akan menolongmu, Carmine. Aku akan memperbaikimu.”

Selasa, 25 September 2018

Cerita Mamah Muda: Me Time | Book Review

Judul buku: Me Time (Cerita Mamah Muda #2)
Penulis: Lea Agustina Citra, Ken Terate, Ruwi Meita, Mia Arsjad, Donna Widjajanto
Penyunting: Donna Widjajanto
Perancang sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020387413
Cetakan pertama, 27 Agustus 2018
272 halaman
Buntelan dari editornya.
Anak yang menangis dan bertengkar satu sama lain. Suami yang cuek. Cucian baju dan piring yang menumpuk. Lantai rumah yang lengket karena belum dipel. Belum lagi pekerjaan demi sesuap berlian yang juga meminta perhatian.

Dilanda berbagai beban itu, apa lagi yang paling dibutuhkan para mama muda selain me time? Sejenak rehat dari hiruk pikuk rumah tangga dan kehidupan.

Namun, apakah me time dapat diperoleh dengan mudah? Bagaimana kalau me time malah menggiring para mama muda kepada kepanikan baru, eksplorasi jati diri, kenangan masa lalu, jodoh kedua, atau malah melontarkannya ke masa depan?

Nikmati kisah-kisah me time yang dirangkai lima pengarang yang juga mama muda dalam antologi ini.

Rabu, 27 Januari 2016

Alias by Ruwi Meita | Book Review + Giveaway

Alias
Penulis: Ruwi Meita
Editor: Mahir Pradana
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: Rak Buku
ISBN: 9786027323018
Cetakan pertama, Januari 2016
236 halaman
Buntelan dari @RuwiMeita25
"Pernahkah pelangi menangis karena hujan dan langit tak mau mewarnainya? Jika sempat, tolong katakan pada hujan untuk menitik satu kali pada tiga puluh tahun kesunyian di ujung pelangi yang tak berbatas. Mungkin saja asa yang tersesat menemukan jalan pulang dan darah tak harus tercurah pada telapak tangan yang beku."

Sebuah liontin menuntun Jeruk pada sebuah nama, Rinai. Sebuah nama yang digunakannya untuk memulai kiprahnya sebagai penulis misteri. Namun, misteri ternyata tidak hanya terjadi di novel fiksi buatan Rinai. Satu per satu korban mulai berjatuhan sesuai dengan kisah di dalamnya. Kini, Jeruk harus berpacu dengan waktu, sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Ataukah kali ini, Jeruk sendiri korbannya?

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...