Tampilkan postingan dengan label Authorized Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Authorized Books. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2012

Fate




Sinopsis:
Jang Min Ho dan Jang Min Hwan.
Dua putra Keluarga Jang yang terpisah selama bertahun-tahun, sekarang harus bertemu kembali untuk mendengarkan wasiat ayah mereka yang telah meninggal dunia.
Jang Min Ho, terlahir sebagai anak dari istri yang sah, hidup serba berkecukupan di Indonesia. Sementara itu, Jang Min Hwan terlahir sebagai anak dari seorang pelacur, hidup susah di Korea.
Demi mendapat segala kekayaan Keluarga jang di Indonesia, dua putra Keluarga Jang harus memenuhi segala permintaan ayah mereka di dalam surat wasiat, termasuk tinggal bersama di rumah keluarga Jang. Rasa dendam, sakit hati, dan masa lalu yang pedih membuat kedua kakak beradik ini lebih mirip seperti orang asing.
Kehadiran Dena, anak gadis kepala pelayan yang juga adalah teman masa kecil mereka, berhasil membuat mereka kembali bersatu. Tapi di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, ternyata nasip berkata lain.
Nasib.
Ketetapan Tuhan.
Sesuatu yang tidak bisa diubah dengan tangan manusia.
Bagaimana Jang Min Ho dan Jang Min Hwan menghadapi nasib mereka? Sanggupkah mereka mengubahknya?

Review:
Entah kenapa makin lama membaca karya Orizuka makin gampang sekali ditebak, terutama para tokohnya. Membaca buku ini serasa membaca Summer Brezze dan Oppa & I. Konfliknya juga terasa biasa, amarah yang melingkupi Jang Min Hwan karena diusir dan hidup susah di Korea sedangkan saudaranya hidup enak membuat dia cuek, sinis, dan gampang marah, berbeda dengan Jang Min Ho yang baik hati, dan Dena yang perhatian, ingin mengembalikan hubungan yang harmonis sewaktu masih kecil menginggatkan saya akan tokoh-tokoh di Sumer Brezze. Sedangkan hubungan Min Hwan dan Min Ho yang memburuk, di mana Min Hwan sangat membenci Min Ho dan sebaliknya, menginggatkan saya akan tokoh kakak beradik Jae di Oppa & I, alasan rengangnya hubungan mereka pun sama sepelenya juga, salah paham. Rahasia keluarga yang disembunyikan ayah mereka dan isi wasiat agak terlalu aneh, terlebih harus mengulang kuliah padahal Min Ho sudah lulus S2. Belum lagi banyak sekali catatan kakinya, membuat saya bolak balik menatap ke atas dan kebawah untuk mencari arti dari bahasa Korea yang sangat banyak dibuku ini. Memang ada manfaatnya sih kita bisa menambah kosa kata bahasa Korea hanya saya terlalu banyak, membacanya jadi nggak nyaman. Yang sangat saya sesali adalah kenapa nasip akhir Min Ho harus seperti itu? Terlalu dipaksakan. Minim typo, tahu arti covernya ketika Dena membuat gantungan kunci untuk mereka bertiga, yang melambangkan shio masing-masing para tokoh, oh ya cover kedua di atas adalah cover buku terbaru, bagusan mana coba? :D. Diakhir cerita ada kamus mini dan info tentang kuliner khas Korea, nambah pengetahuan sedikit tentang Korea, nah kenapa ada catatan kaki juga kalau dibelakang ada kamusnya? Walau gampang ditebak sifat para tokohnya, tetap si cuek, sinis yang menjadi favorite saya, Min Hwan. Bagi yang belum bosan membaca karya Orizuka, buku Korea pertama yang ditulisnya ini mungkin bisa menjadi koleksi.

Fate
Penulis: Orizuka
Penerbit: Authorized Book
ISBN: 978-602-96894-0-2
Cetakan pertama, 2010
288 halaman

Jumat, 06 Mei 2011

Our Story


Penulis: Orizuka
Penerbit: Autorized Books
Cetakan: I, 2010
Karakter: Yasmine, Nino, Ferris
240 halaman

Pernah nggak kalian menemui sekolah yang isinya preman, pengacau, pembangkang, pembuli, pelacur, guru yang ngrokok dan tidur di kelas? Aku pernah, di sekolah Budi Bangsa.

Sungguh sial bagi Yasmine, anak SMA pindahan dari Amerika harus terdampar di sekolah yang bobrok, sekolah yang gerbangnya saja hanya ceruk sempit, lapangan yang gersang, tembok yang sekujur tubuhnya penuh coretan, papan nama sekolah yang terpasang miring dan termakan karat. Dia seharusnya bersekolah yang berstandar internasional, yang seharusnya nama sekolahnya adalah Bukti Bangsa, bukan Budi Bagsa. Ini bukan sekolahan, dia ingin membatalkan pendaftarannya tapi gagal karena ayahnya sudah terlanjur membayar 30 juta untuk uang masuk. Sewaktu diperkenalkan kepada teman barunya dia kaget, di kelas itu terdapat gerombolan anak laki-laki yang mencegat dia sewaktu datang tadi, beberapa anak perempuan yang menatapnya dengan sinis dan seorang laki-laki yang terlihat “normal” dengan pensil ditangan dan buku di meja,dia juga melihat meja yang penuh dengan peralatan make-up, kaleng cat semprot, atau tongkat baseball, dia ingin pindah kelas, tapi kepala sekolah bilang kalau kelas ini adalah satu-satunya kelas XII. Sekolah macam apa ini???? Karena sudah terlanjur membayar dan tidak ingin mengecewakan ibunya yang sedang sakit dan selalu bertannya tentang sekolahnya, yasmine pun dengan tegar menuntut ilmu di sekolah bobrok itu, sewaktu dia berangkat dengan taksi, dia malah ditawar oleh si sopir, Yasmine binggung maksudnya apa, setelah jelas kalau dia dikira pelacur, dia pun pergi dari taksi itu lalu tidak sengaja bertemu dengan Ferris, dia pun menjelaskan kalau tidak hanya dia saja yang dianggap lacur tapi perempuan yang bersekolah di situ. Itu dikarenakan kalau sekolah Budi Bangsa adalah sekolah buangan, sekolah sampah. Makin lama keadaan sekolahnya terlihat jelas, Ferris yang sebenarnya juara dan anak anggota DPRD, Nino yang sering ongkang-ongkang diluar kelas yang suka menghukum adik kelasnya dengan lari mengelilingi lapangan sebanyak 100x tapi pandai membuat sketsa wajah Yasmine, Mei yang terpaksa melacur demi mengobati ibunya yang sakit tumor, Sisca yang membenci Yasmine karena telah merebut Nino yang juga mengungkap kalau sewaktu di Amereki dulu Yasmine sering dibuli dan menderita anoreksia, Ferris dan Nino yang ternyata dulu teman SMP tapi sekarang bagaikan musuh, guru yang jarang masuk karena digaji rendah. Tapi Ferris punya mimpi, dia ingin lulus bersama teman sekelasnya, ingin membayar kesalahannya kepada Nino.

Suka banget sama cerita ini, ditambah lagi dikasih langsung sama penulisanya dan ada hadiah tambahan yang bagus banget. Sudah lama ingin membacanya, ikut kuisnya gak pernah menang eh gak nyangka saya menjadi pemenangnya di kuis yang diadakannya karena Our Story telah cetak ulang. Ketika saya mendapat kirimannya saya langsung membacanya dan HARUS menyelesaikan pada hari itu juga. Waktu baca prolognya agak takut soalnya si penulis ini gemar sekali membuat ending yang tidak saya sukai, kalau pernah baca Summer Brezze, aku benci sekali dimana Ares harus mati, kalian akan mengerti, aku penyuka happy ending. Suka sekali tokoh Nino, ini juga khasnya Orizuka, ada bad boy sebagai tokoh utama, menginggatkanku akan Ares hehehe. Walaupun dia preman, suka berantem dan gak tanggung-tanggung kalau menghukum anak buahnya yang berkhianat, dia sangat membenci Narkoba, kalian boleh melakukan apa saja tapi jangan pernah menyentuh barang haram itu kalau tidak ingin disebut sebagai penghianat, begitulah.

Ahhh tentu saja saya suka adegan romantic di buku ini, walaupun kayaknya sepele tapi buat saya berarti sekali, kayak di hal. 92 waktu Nino bilang kalau bokapnya napi karena kasus narkoba, kalau anak napi itu pasti mewarisi kejahatan orangtuanya, normalnya gak mau deket-deket sama anak napi, dia minta Yasmine ngomong soal itu dan menjawab,” Hah? Kenapa harus gitu? Lo anak napi bukan berarti lo juga napi, kan?”

Trus adegan waktu Nino gak pulang dan harus nginep di sekolah karena bokapnya udah bebas, ketemu Yasmine dan paginya dia buatin sarapan buat Nino, dan ketika Yasmine ketauan kalau dia menderita anoreksia lalu Nino memaksa memakan roti yang dibelikannya dan dia harus liat Yasmine makan, “Lo….mau liat gue gendut?” lalu Nino menjawab, “Asal lo hidup.” Klepek-klepek deh ;p.

Selain itu ada kata Ferris yang saya suka di hal. 121, “Jangan pikir lo bakal jadi apa, pikir lo mau jadi apa,” dan adegan lucu waktu Ferris disuruh membuat kunci jawaban untuk teman sekelas tapi teman-temannya malah bilang kalo Ferris ngremehin lah,  mengganggap dirinya sendiri dewa malah yang paling ngakak itu waktu ada yang bilang, “ kita semua harus nyerahin nasip kelulusan kita sama lo, gitu? Kalo lo mendadak sakit atau hilang ingatan, terus kita semua harus nggak lulus, gitu?” dan waktu Harris bilang, “ buat apa gue capek-capek belajar kalau pada akhirnya cuma nunggu jawaban dari lo? Mending kalau lo jujur, kalau lo mau nyesatin gimana? Anak pinter kan suka gitu!” LOL, ada benernya juga, anak pinter biasanya pelit hehehehe. Tentu ada adegan mengharukan juga, pas bagian akhir, lebih baik baca sendiri deh, dijamin puas sama buku ini.
Harus mengumpulkan receh ni karena pengen banget baca Fate, karya Orizuka sebelum ini :D

5 sayap dong untuk cerita mereka :)

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...