Tampilkan postingan dengan label Review 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review 2012. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2012

Un Soir du Paris

“Sejak Agustus 2007, situs lesbian online www.sepocikopi.com mulai memajang cerpen-cerpen bertema LGBT yang pernah dimuat di media massa. Dalam pencarian cerita bertema LGBT, terdapat beragam cerpen baru dan cerpen lama yang dipublikasikan lebih dari sepuluh tahun lalu, hingga cerpen-cerpen “tersembunyi” yang hanya dipublikasikan di buku kumpulan cerpen.
Dua belas cerita pendek terpilih dalam Un Soir du Paris (Satu Petang di Paris) ini hanyalah embrio, jejalin mungil untuk merentas jalan sastra lesbian di Indonesia. Rangkaian ini mungkin bisa menjadi pendorong momen bagi para penulis lainnya untuk berani menghasilkan banyak karya sastra LGBT di wajah literature masa depan.”




Bukan pertama kali ini saya membaca cerita bertema LGBT (Gay, Lesbian, Bisexual, Transgender), untuk cerita bertama Gay, Lelaki Terindah dan beberapa cerpen pernah saya cicipi, sedangkan untuk lesbi saya pernah membaca Dicintai Jo sayangnya tidak ada yang menyentuh saya. Sedangkan untuk Transgender, saya pernah membaca Luna by Julie Anne Peters dan sangat tersentuh sekali. Jujur, saya bukan orang yang mendukung “cinta terlarang” seperti ini, bukan juga sok suci karena agama saya melarang perilaku seperti ini, saya hanya menganggap itu urusan mereka kalau emang mereka mau begitu, itu hidup mereka, hak mereka, hanya saja jangan sampai menyakiti orang lain dan bagi saya pribadi memang sedikit tabu, terlebih saya belum pernah menjumpai keadaan ini disekitar saya. Tapi ketika dulu (entah waktu masih SMA atau awal kuliah) saya membaca buku Luna, perasaan saya sangat-sangat tersentuh, saya seperti menjadi adik Luna, memahami bagaimana perasaannya dan apa yang sebenernya diinginkan oleh kakaknya itu. Yang coba saya temukan dalam membaca cerita bergenre seperti ini adalah memahami perasaan mereka, merasakan kembali perasaan saya tersentuh akan apa yang mereka inginkan, alur kisah mereka dan bagaimana mereka mengatasi semua issue yang masih dianggap tabu oleh sebagian besar masyarakat.

“Kenapa perempuan bisa jatuh cinta pada perempuan? Kenapa Tuhan menciptakan perempuan yang jatuh cinta juga pada perempuan? Kenapa ada orang-orang yang begitu membenci perempuan-perempuan yang mencintai perempuan? Benarkah Tuhan marah pada perempuan yang bergairah pada perempuan? Kalau manusia bisa berbuat salah, mungkinkah Tuhan juga bisa berbuat salah? Kenapa manusia yang mencintai sesame jenis kelamin tidak dapat tempat? Cukuplah beragam upacara yang dililitkan pada tubuh perempuan-perempuan itu bisa mengantar mereka pulang dan “kembali ke jalan benar” menjadi manusia hetero? Manusia yang benar dan “tidak salah jalan” dan tersesat” (Oka Rusmini).”

Biasanya saya lebih sering menemukan cerita bertema gay daripada lesbian, entah karena emang kaum cowok lebih berani atau kaum cewek yang terkesan lebih baik diam-diam dalam menunjukkan hubungan mereka atau karena kalau sepasang cewek bersama itu udah umum, emang kebiasan mereka saling kumpul, beda dengan cowok yang kalau berduaan saja pikiran orang udah macem-macem. Dan udah saya katakana juga di awal tadi, beberapa kali baca cerita bertema seperti ini respon saya hanya biasa, contohnya dalam kumcer Cerita Sahabat yang lumayan banyak mengangkat cerita tentang orientasi seksual manusia,  tidak ada cerita yang menarik, tidak ada cerita yang membuat saya trenyuh akan apa yang mereka alami, intinya biasa aja. Bahkan saya cenderung bosan karena alurnya tidak ada yang special.
Nggak sengaja juga beli buku ini, waktu itu saya habis baca buku Perkara Mengirim Senja, yang membuat saya penasaran akan karya Seno Gumira Ajidarma lainnya, sayangnya waktu berkunjung  ke sebuah toko buku saya tidak menemukan buku-buku beliau. Kemudian saya melihat namanya bersanding dengan nama berbagai penulis yang turut berkontribusi dalam buku ini. Waktu baca sinopsisnya, wuih, bisa puas nih bagi orang yang ingin mendapatkan cerita yang nggak biasa, apalagi khusus cerita tentang lesbian. Saya harap bisa menemukan cerita yang nggak biasa, terlebih dalam alurnya, menemukan cerita seemosi Luna. Berikut ringkasan ke dua belas cerpen dalam Un Soir du Paris ini:

Cahaya Sunyi Ibu by Triyanto Triwikromo
Sudut pandangnya dari seorang anak yang mengatahui kalau ibunya mempunyai hubungan gelap dengan sahabatnya, terlebih ketika sahabat ibunya itu meninggal. Sang anak itu juga mendapatkan fakta dari orang-orang yang dekat degan ibunya di panti wreda, tempat di mana ibu dan sahabatnya itu tinggal.

Danau by Linda Christanty
“Aku bahkan berpikir  bahwa pembuat rumus segitiga sama sisi adalah seseorang yang terlibat cinta sama besarnya dengan dua kekasih. Danau itu bukan kekasihku, tapi ia menjadi jembatan rahasiaku untuk menjumpai seseorang, yang juga bukan kekasihku.”
Agak susah memahami cerpen ini, hehe. Sepenangkapanku, bercerita tentang seorang perempuan yang mengagumi seorang perempuan yang lain, mereka malu-malu dan kadang-kadang bertemu secara kebetulan di sebuah taman. Mereka masih tidak bisa mengungkapkan perasaan masing-masing sampai mereka menikah. Perempuan yang dikagumi itu akhirnya bercerai karena dia merasa tidak bergairah pada suaminya.

Dua Perempuan dengan HP-nya by Seno Gumira Ajidarma
Ada dua perempuan yang sedang memadu kasih di sebuah pantai, HP mereka sama-sama berbunyi dengan berbagai permasalah di kehidupan pribadi mereka.

Hari Ini, Esok, dan Kemarin by Maggie Tiojakin
Seorang perempuan yang menikah berselingkuh dengan seorang perempuan, dan si selingkuhan sudah capek menyembunyikan hubungan mereka dan meminta untuk dia jujur pada suaminya. Seorang istri yang tidak tega meninggalkan suaminya dan di sisi lain dia ingin bersama orang yang dicintainya.

Lelaki yang Menetas di Tubuhku by Ucu Agustin
“Mengapa kalian member kata depan ‘jenis’ , untuk kelamin? Mengapa bukan ‘macam’ atau ‘tipe’ saja? Siapakah yang mula-mula menyebut pembedaan itu dengan jenis kelamin? Kenapa kalian hanya membaginya Cuma menjadi dua? Kenapa kata itu hanya untuk lelaki dan perempuan saja? Jawablah!
Seorang gadis berumur delapan tahun melihat adegan sepasang wanita sedang saling berbagi kesedihan, sejak itu membangkitkan pribadi dirinya yang lebih menyukai perempuan daripada laki-laki.

Mata Indah by Clara Ng
Bercerita tentang seorang kakak yang sangat membenci adiknya karena kecantikannya, dia iri karena semua orang memujanya, padahal adiknya itu tidak pernah tertarik dengan pengagumnya.

Menulis Langit by Abmi Handayani
Seorang gadis yang dari kecil sangat ‘mengagumi’ guru-guru wanitanya hingga dia sampai dewasa rasa itu tetap ada.

Potongan-Potongan Cerita di Kartu Pos by Agus Noor
Saya bingung sama cerita ini, ehehe.

Saga by Shantined
Seorang istri yang tidak bahagia dengan suaminya, sering mendapatkan perilaku kasar. Hidupnya mulai bahagia ketika berkenalan dengan Aini. Mereka pun mengkamuflasekan hubungan pertemanan di mata semua orang.

Sebilah Pisau Roti by Cok Sawitri
Seorang perempuan yang cemburu dengan perempuan yang dicintainya karena memiliki pacar ‘sungguhan’. Dia berharap perempuan itu mau memutuskan pacarnya dan menjadi miliknya seorang.

Tahi Lalat di Punggung Istriku by Ratih Kumala
Seorang suami sangat mengagumi tahi lalat yang ada di punggung istrinya, dia sangat memujanya. Kemudian suatu hari karena sang istri merasa hanya tahi lalat itulah yang selalu dipedulikan suaminya, dia menghilangkannya. Sejak saat itu sang suami tidak pernah bergairah lagi.

Un Soir du Paris by Stefanny Irawan
Dua perempuan asing bertemu di suatu malam di kota Paris, mereka saling tertarik pada pandangan pertama dan tidak butuh lama untuk memadu kasih.

Dari kedua belas cerpen di atas, ada beberapa alur yang mirip hanya saja diracik dengan bumbu berbeda, sebut saja kegalauan seorang istri yang merasa salah ketika menikah dengan seorang pria, lalu dia mendapatkan kebahagiaan dengan secara sembunyi-sembunyi berhubungan dengan orang lain, dengan sahabatnya, dalam cerpen: Danau. Dua Perempuan dengan HP-nya. Hari Ini, Esok, dan Kemarin. Saga. Tahi Lalat di Punggung Istriku.

Ada juga beberapa cerita yang sangat jarang saya temui, seperti Cahaya Sunyi Ibu diambil dari sudut pandang seorang anak yang mengetahui kalau ibunya memiliki orientasi seksual yang berbeda, yang selama ini tidak pernah disadarinya. Mata Indah, berbau dark seperti dongeng si cantik dan si buruk rupa, kebencian sang kakak sangat terasa, bagaimana semua orang sangat mengagumi adiknya, bahkan ibunya lebih menyayanginya daripada dirinya sehingga dia ingin menghancurkan keindahan yang dimiliki adiknya. Menulis Langit di mana seorang gadis dari kecil hingga dewasa selalu mengagumi guru perempuannya dan yang terakhir Tahi Lalat di Punggung Istriku, seorang suami yang sangat terobsesi pada sesuatu yang dimiliki istrinya sehingga dia sangat memujanya bahkan bisa membuatnya bergairah.

Ada juga cerita yang berbau psikologis cukup kental seperti cerita Saga dimana karena sering mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya, sang istri berlari ke seorang yang sangat menyayanginya, yang tidak pernah membuat dia terluka lagi. Lelaki yang Menetas di Tubuhku, dimana katika gadis itu berusia delapan tahun menjumpai sepasang kekasih yang saling berbagi suka dan duka membuat pikiran dia tercetak kalau sesama perempuan bila bersama bisa bahagia dan tidak salah. Dan Menulis Langit di mana dari yang awalnya mengagumi kebaikan gurunya bisa berkembang menjadi obsesi.

Walau ada beberapa cerpen yang membuat saya berpikir keras dan ada yang tidak saya mengerti, ada beberapa cerpen yang menjadi favorit saya, yaitu: Dua Perempuan dengan HP-nya Seno Gumira Ajidarma, simple banget ceritanya tapi ngena, mereka berjalan bersama menerima telpon dari dunia mereka sesungguhnya dengan berbagai permasalahan yang ingin mereka hindari ketika sedang berduaan, di dominasi dengan dialog membuat cerpen ini tidak terasa membingungkan berbeda dengan sebagain besar penulis dengan permainan kata yang membuat saya sulit mencernanya, terlalu berbelit-belit, tidak ada efek kejut di akhir cerita karena mayoritas berending sama dan mudah ditebak. Kedua adalah Mata Indah-nya Clara Ng, lain daripada yang lain, kita seperti membaca dongeng Grim bersaudara, aroma horornya kerasa sekali. Dan yang terakhir yang menjadi favorit saya adalah Tahi Lalat di Punggung Istriku punyanya Ratih Kumala, saya sangat suka bagaimana sang suami memuja istrinya, bahkan dalam cerpen ini dan Mata Indah saya hanya sedikit mendapatkan aroma ‘lesbinya’ tapi saya mendapatkan karakter tokoh yang kuat sehingga tidak membuat saya bosan ketika membacanya. Si buruk rupa yang sangat membenci adiknya dan sang suami yang sangat terobsesi dengan tahi lalat istrinya.

Apakah saya puas dengan buku ini? Apakah menjawab penasaran saya akan cerita bertema LGBT yang tidak biasa? Walau sebagaian besar masih sama saja, tidak banyak cerita yang berani ‘jujur’ dan menyuguhkan ending yang tidak menyelesaikan masalah, saya cukup puas dengan ketiga cerpen favorit di buku ini.

Buat kamu yang pengen mencoba mencicipi cerita bergenre LGBT, buku ini bisa menjadi pilihan karena semua ceritanya bertema sama yang disuguhkan dari sudut pandang berbagai penulis.
3 sayap untuk sepoci kopi :D


Penulis: Cok Sawitri, Shantined, Abmi Handayani, Ucu Agustin, Stefanny Irawan, Linda Christanty, Clara Ng, Triyanto Triwikromo, Ratih Kumala, Agus Noor, Seno Gumira Ajidarma, Maggie Tiojakin
Editor: Ratih Kumala
Cover: Mulyono
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-6208-7
Cetakan pertama, September 2010
127 halaman


NB: baca bareng BBI untuk buku bergenre LGBT

Selasa, 04 Desember 2012

Goodbye Happiness


Sinopsis:
Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.
Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.
Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.


Senin, 03 Desember 2012

Silang Hati




Gagas Duet ke-empat yang saya baca setelah Beautiful Mistake, With You dan Fly To The Sky. Sama seperti sebelumnya, perasaan puas saya dapatkan ketika selesai membacanya. Waktu ketemu Mbak Sanie kemaren, beliau sempat bercerita sedikit tentang buku ini. Awalnya pihak Gagas meminta Mbak Sanie untuk ikut dalam proyek Gagas Duet, karena baru saja meluncurkan beberapa buku baru beberapa bulan yang lalu dan masih dalam proses ‘membangkitkan diri’ sehingga tidak sanggup kalau di forsir harus cepat selesai, beliau juga berkata kalau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menulis. Kemudian ingatlah novella ini, bahwa sebenarnya cerita di dalam buku ini adalah naskah lama, dirombak kembali, disesuaikan dengan selera pembaca saat ini. Kemudian mencari pasangan duetnya, cukup susah juga karena mereka mencari penulis yang ‘senada’ dengan tulisan Mbak Sanie. Lalu terpilihlah Mbak Widyawati Oktavia, editor penerbit Bukune. Ketika membaca naskah punyanya Mbak Sanie, katanya beliau serasa terkorbar semangat, banyak ide yang terlintas dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan novella Persimpangan. Walau tersaji dua cerita berbeda, keduanya mempunyai benang merah, mempunyai setting yang sama: Gunung.

Senandung Hujan
By Sanie B. Kuncoro


“Baginya, perempuan yang menenangkan hati adalah seseorang yang serupa bunga edelweiss. Sederhana, dengan warna putih yang tidak terlalu bersih. Atau bunga perdu yang tabah menghadapi cuaca apa pun, yang bertahan sepanjang musim entah kemarau atau penghujan, tanpa meranggas.”

Rajesh bertemu gadis itu ketika sedang berteduh di sebuah halte untuk menunggu hujan reda. Gadis itu tahu kalau Rajesh sedang flu, dia menyarankan untuk menganggatkan diri dengan korek apai. Gadis Korek Api, itulah sebutan Rajesh untuk gadis asing itu.

“Namun, kenangan acapkali memiliki mekanisme geraknya sendiri. Datang dan pergi tak selalu terduga. Kadang pula hilang tiba-tiba.”

“Apakah kau percaya bahwa cinta akan menemukan jalannya sendiri?”

Gadis itu menyerap konsentrasi Rajesh, bahkan ketika Rajesh menjadi instruktur pendakian dalam rangka pendidikan dasar pengenalan alam untuk menempa para anggota baru di klubnya, membuat dia sering disindir, digoda teman-temannya karena dia sering melamun memikirkan Gadis Korek Api itu. Rajesh ingin bertemu lagi, mengatahui namanya, mengetahui seluk beluk dirinya.

“Hidup acapkali menghadapkan seseorang pada berbagai arah. Ada kalanya beberapa orang akan memilih arah yang sama, menjadikan mereka berjalan beriringan dan saling mendukung satu sama lain demi menuju pada sesuatu. Ada yang terus bertahan dalam kebersamaan itu hingga tujuan akhir. Beberapa yang lain, oleh karena berbagai sebab dan alasan, sangat mungkin memilih berpisah demi arah yang berbeda. Mereka menjadi dua orang yang saling meninggalkan. Namun, tidak selalu perpisahan itu adalah kesepakatan bersama. Banyak terjadi perpisahan oleh karena keinginan sepihak. Seseorang memilih pergi, menjadikan seseorang yang lain ditinggalkan.”

Doanya terkabul ketika ada salah satu anggota terluka pada trekking itu, namun lukanya sudah tertangani dengan baik, dan penolong itu adalah Lotus, sang Gadis Korek Api. Lotus adalah gadis yang sangat pendiam, tenang, tanpa emosi dan dingin, dia selalu menyendiri dan terkesan menghindari Rajesh. Tapi Rajesh tahu, inilah kesempatan besar untuk mengenal gadis itu, gadis yang dia anggap unik dan berbeda.

“Sering kali kesendirian itu  memberi ruang untuk merasa tenteram, untuk berdamai dengan banyak hal.”

“Disadarinya satu hal, bahwa ketika hati seseorang sudah berpaling sesungguhnya tak ada lagi yang bisa dipertahankan. Hanya akan menghadapkannya pada sesuatu yang sia-sia. Meski seolah seseorang itu tetap tinggal, hatinya tidak lagi berada dalam genggaman. Hati itu telah berjarak, dan akan menjauh kemudian.”

Ketika Rajesh ingin memulai mendekati Lotus, ada gadis di masa lalunya, yang dulu pernah melukai hatinya dengan alasan mereka sangat berbeda, kini hadir kembali. Dialah Magni, Magnolia. Dia hadir untuk memulai lagi hubungan dengan Rajesh, rela berubah demi mendapatkan hati Rajesh kembali.

“Ternyata keberadaan seseorang justru lebih berarti sesudah  seseorang itu tidak berada di dekat kita lagi. Kehilangan justru memperlihatkan arti seseorang.”


Persimpangan
By Widyawati Oktavia


“Seperti berjalan, kita tak sempat menghitung langkah
Seperti jatuh cinta, kita tak sempat menentukan arah.”

Alasan utama Rubina mengikuti pendakian pertamanya ini adalah karena ada laki-laki yang sangat dipujanya. Tak tanggung-tanggung, pendakian pertamanya adalah Gunung Ciremai, Gunung tertinggi di Jawa Barat. Dengan pengetahuan yang awam, persiapan yang minim, sebagai pemula Rubi terhitung gadis yang tangguh, dengan penuh semangat dia ingin menaklukkan Gunung Ciremai, gunung yang mempunyai ketinggian lebih dari tiga ribu meter di atas permukaan laut, dan juga menaklukkan hati Aria Smarapradhipa.

“Kadang, satu-dua kenangan terkecil pun menjadi sesuatu yang sangat berharga –membuat kita merasa bahwa jalan kita pernah bersilangan pada masa lalu. Bukan hanya dua orang asing yang kebetulan bertemu dalam sebuah persimpangan. Dan. Merekatkan keeping-keping kenangan kecil itu menjadi kegiatan yang begitu menyenangkan. Tentu akan lebih menyenangkan ketika bisa melihat wujud kepingan itu. Kau seorang diberi potongan-potongan puzzle yang tak pernah kau tahu apa bentuknya, tetapi entah kenapa kau merasa  itu adalah  sesuatu yang menyenangkan.”

Rubina adalah satu-satunya perempuan yang ikut dalam pendakian itu, selain Aria, ada juga Danu, Rino, Athar dan Rajesh. Mereka sangat perhatian pada Rubina, selain seorang perempuan ini adalah pendakian pertamanya. Orang yang sangat dekat dengan Rubina pada pendakian itu adalah Aria, dia sangat memperhatikan Rubina, dia juga mengagumi Rubina akan ketangguhannya, mereka sering mengobrol bersama, saling bercerita tentang masa lalu mereka, impian mereka dan ketika momen yang sangat ditungu Rubina datang, meilihat bintang jatuh, apalagi ditemani orang yang diam-diam dicintainya, Rubina sangat senang. Namun, kesenagannya tidak bertahan lama, madam omen yang indah itu Aria merusaknya dengan menyebutkan kata “dia”. Ternyata, selama ini Rubina tidak tahu kalau ada orang yang dicintai Aria. Sejak saat itu, Rubina selalu menghindari Aria, lebih banyak diam dan ketus bisa menjawab pertanyaan Aria.

“Aku menyadari bahwa cinta bukanlah sesuatu yang rumit, hanya sesuatu yang membuatmu tenang-membuatmu nyaman. Dan, yang terpenting, tak membuatmu hilang harapan.”

Sejak saat itu Rubina kehilangan semangat, dia ingin segera menyelesaikan pendakian. Aria semakin bingung dengan sikap Rubina. Sampai mereka selesai medaki pun Rubina masih menghindarinya, sudah tidak lagi mencari-cari sosok Aria. Namun, kini Aria lah yang selalu mencari sosok Rubina, gadis itu tak pernah lepas dari pikirannya. Bahkan, ketika dia berkunjung ke toko peralatan kue yang pernah diceritakan Rubina bersama pujaan hatinya, yang ada di pikirannya hanyalah Rubina. Aria jatuh cinta pada Rubina, tak tahu kapan dan mengapa dia suka padanya.

“Ketika jatuh cinta, ada sesuatu yang perlu kita ingat: cinta akan selalu bermuara pada keikhlasan.”


Suka, suka, suka. Kita akan disuguhi cerita yang sangat romantis, penuh kata-kata mutiara, beraroma sendu dari tulisan mbak Sanie B. Kuncoro dan kita akan menjumpai cerita yang sedikit lebih ringan, riang dan tak kalah romantis juga dari mbak Widyawati Octavia. Selain covernya yang manis banget, saya suka pemilihan judul di tiap bab yang dipilih Mbak Sanie, pas banget dengan apa yang ingin diceritakannya. Kalau punyanya Mbak Widya, kita akan terlena dengan kalimat-malimat puitis di bawah bab-nya. Oh ya, nama para tokohnya indah banget :D. Alurnya maju mundur, di cerita Senandung Hujan, kita akan dipertemukan langsung dengan Rajesh dan Lotus, bab berikutnya kembali ke masa lalu Rajesh bersama Magni, begitu seterusnya walau porsi bagian masa lalu lebih sedikit dan kita harus jeli, karena saya sempat bingung dengan cara selang seling itu. Kalau di Persimpangan, alurnya flashback. Diawali dengan keberhasilan Aria menemukan Rubia, kemudian terlempar di masa mereka pertama kali bertemu.

Kekurangannya, kalau punyanya Mbak Sanie masih banyak typonya, sedangkan punyanya Mbak Widya, walau hampir bersih, ada bagian yang secara logic perlu dipertanyakan, yap, masalah perpustakaan itu, mana ada perpustakaan yang membolehkan peminjamnya meminjam sampai dua tahun? Lewat seminggu aja udah diubur-uber, apalagi ini universitas ternama di ibu kota.

Cerita favorit, jujur, saya lebih suka cerita punyanya mbak Widya Octavia, karena menginggatkan saya pada seseorang yang mirip dengan Rubina, dia akan langsung menghindar bila orang yang dicintainya itu sudah memiliki tambatan hati, takut terluka lebih dalam, hehe, jadinya familier aja. Bahasa yang digunakan Mbak Widya lebih ringan, kekinian.  Sedangkan punyanya mbak Sanie, walau temanya nggak jarang juga dan tokoh Magni benar-benar membuat saya sebel dan paling antagonis di buku ini, kalimat-kalimat di cerita Mbak Sanie puitis banget, quoteable banget.
Bagian favorit, kalau punyanya Mbak Sanie, yang romantis banget itu waktu Lotus menyarankan Rajesh menghangatkan diri dengan korek api. Sedangkan punyanya Mbak Widya, waktu Aria membelikan perlengkapan membuat kue, yang udah lama banget Rubia pengen tapi nggak punya duit untuk membelinya. Paling yahud deh adegan itu.

Benang merah, nggak asik dong kalau yang namanya duet nggak ada benang merahnya. Disebutkan di ceritanya Mbak Sanie kalau waktu Rajesh patah hati ditolak Magni dia melakukan pendakian sendiri. Nah, waktu sudah sampai di gunung rajesh ketemu rombongannya Aria, tahu kan ceritanya lari kemana? Selain latar yang sama, bahwa para lelaki pernah dicampakan oleh sang wanita juga menambah kesamaan dua cerita ini.

Riset, kemaren saya lupa menanyakan pada Mbak Sanie apakah beliau pernah naik gunung. Membaca buku ini, kita akan merasakan kentalnya aroma pegunungan #jiah. Persiapannya seperti apa, kita harus mengenali medannya dulu, pertolongan pertama, tanda-tanda kalau infeksi, dsb. Dulu, waktu ‘pesta piama’ di  rumahnya Mbak Sanie, beliau pernah berkata kalau waktu muda suka banget jalan-jalan, bahkan sampai ke luar jawa, berkunjung ke rumah temannya. Jadi penasaran apakah gunung juga pernah dijajakinya sehingga sangat mengenal seluk beluknya atau hanya dengan melakukan riset. Bagiannya Mbak Widya kita akan mengenal sedikit lebih dalam tentang Gunung Ciremai, geografisnya.

Bembaca buku ini serasa dejavu, bukan soal kisah cintanya (ngarep juga sih kalau ketemu Rajesh atau Aria :p), tapi mendaki gunungnya. Dulu waktu SMA saya pernah menjijal mendaki gunung ke Gunung Lawu. Sebelumnya saya belum pernah ikut kegiatan pecinta alam. Hanya karena diajak teman yang emang suka naik gunung dan ingin mencoba sesuatu yang baru (maklum anak muda) saya pun memberanikan diri. Apakah saya sukses? Boro-boro sampai ke puncak, belum sampai pos pertama saja saya sudah mengalami hipotermi dan terpaksa turun gunung karena minimnya persiapan (tanpa kaos kaki dan hanya satu jaket!) dan shock dengan medannya, saya pun ogah kalau naik gunung lagi, tauma, kapok :D.

Buat kamu yang pengen baca kisah cinta beraroma pegunungan, buku ini pilihannya :D.

4 sayap untuk Cintaku bersemi di puncak Gunung :D



Penulis Sanie B. Kuncoro & Widyawati Oktavia
Editor: Ayuning
Cover: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-479-8
Cetakan pertama, 2012
324 halaman

NB: Sempat gagal mendapatkan buku ini karena g menang kuis *padahal ngarep banget dapet tanta tangannya kedua penulis*. Akhirnya saya bisa juga menikmati buku ini, makasih sekali buat Mbak Sanie karena telah memberi saya kesempatan membaca dan mereview buku ini, maaf agak lama, biasa banyak order #alesan :P
Review ini saya ikutkan dalam Annual Contest yang diadakan oleh Oky, dengan syarat: ada nuansa"sendu" di dalam cover bukunya.  

Jumat, 30 November 2012

Gadis Kretek


 “Romo sekarat. Berhari-hari dia mengigau-igau sebuah nama: Jeng Yah.”

Demi mengabulkan permintaan terakhir ayahnya, Lebas, Karim dan Tegar mencari orang yang sering diigaukan ayahnya itu. Selain mencoba menguak kisah cinta masa lalu ayahnya, tanpa sengaja mereka juga  menyusuri sejarah Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia.

“Gadis Kretek tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industry kretek di Indonesia. Kaya akan wangi tembakau. Sarat dengan aroma cinta.”

Idroes Moeria awalnya adalah pelinting klobot, hingga dia bertemu seorang gadis yang membuatnya jatuh cinta, Roemaisa anak sang Juru Tulis, membuat dia bertekad memilikinya dan pantas untuknya. Kesempatan datang ketika ia mengambil alih usaha klobot dari majikannya, dia juga meminta Pak Trisno mengajarinya baca tulis. Dengan bekal kemampuan barunya dan usaha yang baru dirintisnya yaitu klobot produksinya sendiri: Klobot Djojoboyo, dia melamar Roemaisa, gayung pun bersambut, gadis pemalu itu juga jatuh cinta padanya. Sayangnya, ada orang yang tidak suka dengan hubungan mereka, Soedjagad, yang juga teman Idroes dari kecil, sangat mengagumi Roemaisa, dia patah hati ketika tahu mereka akan menikah, sejak saat itu Soudjagad menjadi saingan Idroes, terlebih dalam usaha kretek, dia pun juga memiliki usaha klobot dengan nama: Klobot Djagad.

Jepang menyerang Indonesia, sebagian besar pemuda dibawanya, tak ketinggalan Indroes Moeria. Roemaisa ketika itu sedang hamil karena kesedihannya kehilangan Idroes Moeria tanpa kabar membuat dia tak semangat hidup, janinnya keguguran. Lalu, ketika dia menganang suaminya dan mengepulkan kesedihannya lewat klobot yang dihisapnya, semangatnya bangkit, dia kembali merintis usaha yang telah susah payah suaminya bangun. Hilangnya Idroes Moeria menjadi kesempatan besar buat Soedjagat untuk mendekati Roemaisa, sayanganya tetap saja ditolak mentah-mentah karena Roemaisa sangat mencintai istrinya. Ketika Indonesia merdeka, para pemuda kembali ke kota kelahirannya, begitu pula dengan Idroes Moeria.

Ketika menjadi tawanan di Soerabaia, Idroes seperti mendapat inspirasi, ia melihat rokok-rokok yang beredar memiliki selubung kemasan yang bermacam-macam, dia ingin merubah bungkus kemasan Djojoboyo yang dia anggap bukan nama dagang yang baik. Karena masih dalam suasana kemerdekaan, Idroes Moria pun menganti klobotnya dengan nama ‘Roko Kretek Merdeka!’ dengan gambar seorang pejuang setengah badan dan kepalanya diikat dengan bendera merah putih dan membawa bambu runcing. Dengan kemasan yang baru ini, usaha klobot Idroes mulai melonjak tajam, dia juga memasarkan klobotnya tidak hanya Kota M yang kecil tapi juga kota disekitarnya. Usaha Idroes tidak semulus yang dia bayangkan, mantan temannya, Soedjagad juga memproduksi klobot baru: ‘Roko Kretek Proklamasi’.
Setelah sempat keguguran, Roemaisa hamil lagi. Proses lahirannya lancar hanya saja ada tragedi yang membuat Idroes dan Roemaisa berhati-hati karena ari-ari anaknya dicuri orang, dengan peuah dukun desan, Idroes mencari Kretek Mendak untuk menangkal semua hal yang tidak diinginkan pada anaknya, yang dia beri nama Dasiyah.

Kebahagiaan Idroes dan Roemaisa dirasakan juga oleh Soedjagad yang baru menikah dengan Lilis, perempuan kaya raya asal Madura. Dari pernikahannya, Soedjagad mendapatkan lima orang anak, yang pertama bernama Purwanti. Dasiyah juga mempunyai adik yang diberi nama oleh orangtuanya, Rukiyah.
Kretek Merdeka! dan Proklamasi kini menjadi dua merek dagang yang bersaing di kota M. Dari dulu sampai sekarang Idroes dan Soedjagat tidak lelah bersaing.

Semakin dewasa Dasiyah semakin kelihatan ‘bakat kreteknya’ dia bisa membuat kretek yang sangat enak, tingwe, yang isinya sari kretek yang hanya bisa didapat dari sisa melinting sehari kemudian mengelemnya dengan jilatan ludahnya yang seperti Roro Mendhut, ludahnya manis sehingga tingwe bikinannya lebih manis daripada tingwe yang lain.

Idroes gatal ingin mengembangkan usahanya lagi, setelah Roko Merdeka! dia memang membuat berbagai macam kretek tapi tidak ada yang sesukses Merdeka! Dia pun pergi untuk mencari wangsit dan tercetuslah ide itu: Kretek Gadis, salah satu inspirasinya adalah anak gadisnya yang suka membuatkannya tingwe. Tidak ketinggalan, Soedjagad selalu mengekor jika Idroes punya produk baru, dia pun menciptakan kretek: Garwo Kulo.

Dasiyah menjadi tangan kanan ayahnya, dia gencar mempromosikan kreteknya itu, tidak ketinggalan ke acara pasar malam yang sering didatangi pengunjung, di sanalah dia pertama kali bertemu dengan Soeraja.

“Gurih itu rasa puas yang membuat orang lain merasa cukup dengan yang itu saja, tak perlu mencoba yang lain, sehingga nantinya akan kembali lagi untuk mencicipi rasa gurih itu.”

Saya ngebut seharian untuk menuntaskan buku ini karena penasaran dengan masa lalu Soeraja dan Dasiyah atau sering disebut Jeng Yah. Penulis begitu runtut menceritakan sejarahnya sehingga mau tidak mau saya harus bersabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Dan endingnya begitu tak terduga.

Asing. Beda. Begitulah perasaan saya ketika membaca buku ini, nuansa tradisionalnya kental banget, Jawa banget. Saya jarang baca hisfic dalam negeri, bisa dibilang ini buku pertama yang saya cicipi dan aromanya benar-benar bikin nagih.

Alurnya  maju mundur, pertama kita akan dikenalkan oleh anak-anak dari Soeraja, sudut pandangnya pun dari Lebas, anak terakhir. Lebas digambarkan sebagai seorang lelaki yang bebas, memilih murtad dari usaha ayahnya yang malah menjadi sutradara film kacangan. Karim, anak kedua, tidak banyak disebutkan, peran dia adalah sebagai penengah antara adiknya yang sering cekcek dengan sang kakak. Tegar, anak tertua, dari kecil dia udah tercetak sebagai pewaris pabrik kretek ayahnya, meninggalkan masa bermain dengan mengigilingi pabrik dan belajar seluk beluknya, membuat dia menjadi pribadi yang serius.
Pencarian masa lalu orang tua mereka berbuah sejarah kretek dari masa ke masa. Kadang ngikik sendiri dengan tingkah laku Lebas, apalagi pas dia kesurupan Bob Marley, hahaha, ada-ada aja, dan juga ketika dia iseng berhenti di sebuah kota dia akan membeli kretek khas daerah tersebut untuk membuktikan kalau rata-rata menjiplak Kretek Djagad Raja milik keluargnya.

Yang agak menganjal dari buku ini adalah tidak adanya pemisah antara masa sekarang dan masa lalu. Karena, pas lagi seru-serunya ingin mengikuti pencarian Lebas, Karim, dan Tegar, tiba-tiba saya dilempar ke masa lalu tanpa aba-aba dulu. Bisa sih membedakan, terasa sekali kok nuasanya. Di awal pun ada tulisan [Lebas:] yang menandakan kalau dialah pov-nya, saya kira yang lainnya bakalan ikut bersuara juga, ternyata hanya dia dan sudut pandang orang ketiga untuk masa lalunya. Untuk pemisahnya, bisa saja menggunakan tahun kejadian :D.

Untuk cover, suka banget! Saya juga suka berbagai ilustrasi tentang kemasan kreteknya, tiap kali membaca tentang sejarah kreteknya, saya mencari-cari gambarnya yang mana ya? Dan semuanya ada, jadi saya tidak kesusahan membayangkan kemasannya, nyatanya ada.
Buat kamu yang pengen mencicipi Historical Fiction dalam negeri untuk pertama kalinya seperi saya, buku ini patut dibaca, nggak membuat bosan dengan sejarahnya malah bikin penasaran. Selain itu ada bumbu romancenya juga jadi ada penyemangat yang lain ketika membacanya :D.

4 sayap untuk Kretek Djagad Raja.


Penulis: Ratih Kumala
Editor: Mirna Yulistianti
Cover: Iksana Banu
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-8141-5
Cetakan pertama, Maret 2012
275 halaman


NB: karena terburu-buru, niatnya mau saya cantumin gambar kemasan-kemasan yang ada di buku, lain kali aja yah :)
Posting bareng BBI dalam rangka membaca buku-buku yang pernah masuk nominasi KLA (Khatulistiwa Literary Award) 

Rabu, 28 November 2012

Fly To The Sky





Buku ketiga gagasduet yang saya baca setelah Beautiful Mistake dan With You, sama seperti kedua buku sebelumnya, perasaan saya sama buku ini adalah saya sangat sukaaaaaaa :D. Belinya barengan sama With You tapi kelarnya agak berjeda karena ngabisin timbunan yang lain. Agak dilemma sebenernya, banyak buku gagas yang pengen saya beli apalagi gagas duet, tapi karena seperti biasa pilihan saya terbatas, saya asal ambil buku ini, radar buku bagus saya mengatakan buku ini memiliki ‘sesuatu’ #jiah dan nggak salah dong, akhirnya saya menutup buku ini dengan perasaan puas.

Kedua ‘pasangan duet’ ini sebenernya udah nggak asing lagi, dulu banget pernah baca Simple Lie-nya Nina Ardianti tapi nggak begitu suka, saya juga udah lupa ceritanya gimana. Beda dengan Moemoe Rizal, pertama kali ‘kecantol’ sama tulisannya yaitu pada buku Satu Cinta Sejuta Repot, saya gemes banget sama bocah kembar yang saya lupa namanya adik dari pemeran utamanya (iya, lupa juga namanya), sampai-sampai saya nyaranin temen saya buat beli bukunya trus saya bisa pinjem dan baca lagi deh *muncul tanduk setan* XD. Terus ngikutin lagi bukunya yang berjudul Outrageous dan suka juga sama Jump (reviewnya antri yah). Nggak banyak penulis cowok yang pinter banget meranin dirinya sebagai cewek di buku ciptaannya, dan Moemoe ini salah satu yang jenius, coba deh tanya merk atau branded apa yang lagi hib pasti tau, habis baca Outrageous dan Jump saya merasa gagal sebagai seorang cewek XDD.

Sama seperti duet sebelumnya, berisi dua cerita yang memiliki benang merah. Pernah baca Unlucky Loser? Alurnya agak mirip, PoV dari masing-masing tokoh utamanya, menceritakan dari kacamata mereka masing-masing gimana sih awal mula mereka bertemu.

Edyta
By Nina Ardianti

“Padahal, seperti semua kita ketahui, aku ini seperti Midas. Hanya saja, bagi Midas, segala sesuatu yang disentuhnya jadi emas. Kalau aku, segala sesuatu yang aku sentuh biasanya jadi bencana. Sengaja atau nggak sengaja.
That’s why I need a man who can sweep away the mess I made.”
Edyta, 26 tahun, jomblo dan sedang mengalami quarter life crisis. Semua orang mempermasalahkan statusnya, menyarankan agar dia cepat-cepat menemukan pasangan yang tepat dan bisa mengatasi semua dirty little thing akibat sifatnya yang slebor abis. Editya emang terkenal ceroboh, makanya para ‘bodyguarnya’ selalu sedia membantu dan mereka mengharapkan ada orang yang tepat buat adik kesayangannya itu, jadi, tiap ada cowok yang mendekati Edyta pasti langsung di investigasi sama mereka, Ihsan, sahabat abangnya, Ilham dan juga tetangganya, dan tentu saja kedua abangnya Ilham dan Ferro, problemsolver untuk semua masalah yang diperbuat Edyta. Edyta pun menyambut dengan tangan terbuka ketika sahabatnya, Syiana mengenalkannya pada sahabat pacarnya, Radit yang kelihatan juga tertarik pada Edyta. Nggak putus sampai di situ, abangnya, Ferro juga ingin mencomblangkan adik kesayangannya itu dengan temannya. Karena dalam proses mencari Mr. Take-my-breath-away, Edyta juga menerima tawaran itu dengan tangan terbuka.

Janjian ketemuan udah dibuat dengan Bara, teman kakaknya itu. Tapi, berjam-jam nungguin dia nggak daeing-dateng, dihubungin nggak, dan setelah jemu nungguin dia ngasih kabar dan nggak bisa dateng dnegan alesan yang nggak banget, Bara pun langsung dicoret dari daftar a knight in shining armor. Dengan perasaan yang emosi dan perut keroncongan, Edyta menyerobot sebuah meja di CandraKirana resto yang sebelumnya udah di pesan oleh seorang cowok. Dengan ngototnya Edyta bersikeras duduk dan ingin makan bebek pangang utuh, lalu si cowok itu pun dengan pasrah menerima kehadiran gadis tanpa diundang dimeja yang udah dipesannya itu. Nggak cuman itu aja, si cowok apes itu juga terpaksa mengikuti saran Edyta tentang makanan apa yang harus dia pesan. Sambil menunggu pesanan datang, Edyta malah curhat tentang bad day-nya, mulai dari hari pertama dapet sampai janjian dengan Bara yang membuat dia nunggu dua jam tanpa kepastian. Ardian, nama cowok itu, dengan setia mendengarkan curhatan Edyta, dia pun rela menukar lemon tea-nya dengan bir jawa pesenan Edyta yang tak disadarinya. Udah selesai kesialan Edyta atau malah Ardian? Ban pipi tembam punya Edyta bocor dan siapa lagi dengan baik hati menggantinya? Yap, si sial Ardian :D.
“Someday my prince will come. It is as certain as sunrise.”
Pertemuan pertama mereka berlanjut pada BBM-an, Edyta juga mulai sering jalan bareng Radit. Sayangnya, semua nggak berjalan sesuai dengan keinginan Edyta, blackberrynya hancur dan nggak ada yang bisa diselamatnya, dia kehilangan kontak dengan Ardian. Lalu, ketika dia ingin serius dengan Radit, laki-laki itu keberatan dengan kehadiran bodyguard Edyta, dia merasa nggak bebas pacaran dengan Edyta, selain itu dia nggak suka sifat Edyta yang ceroboh. Edyta pun teringat dengan Ardian, dia kangen dan pengen ketemu lagi, dia pun berusaha di setiap kesempatan mencari info tentang dirinya.
“Kalau kamu nggak bisa tertawa berulang-ulang untuk hal yang sama, lalu mengapa kamu terus menangis berulang-ulang untuk masalah yang sama?”

Ardian
By Moemoe Rizal

“Aku masih belum menemukan gadis yang sesuai dengan checklist-ku.”
Ardian, ganteng, seorang Pilot, jomblo, mempunyai OCD (Obsesive Compulsive Disorder) ringan, dan jomblo. Mau? :D

Walau tampak dari luar pendiam, ternyata dia playboy juga, banyak pramugari yang jadi mantannya dan dia jarang bergaul sama cowok, malah seringnya sama pramugari-pramugari centil. Nggak jarang menemani para cewek itu belanja. Ardian sangat pemilih, terlebih dalam urusan memilih cewek, harus sesuai dengan Girl Checklist-nya dulu, antara lain: Independent, Polite, Self-controled, speaking frequency, dan money saver. Ketika ada teman pramugarinya memperkenalkan dirinya pada seorang pramugari baru, Mawar, Ardian merasa kalau mungkin gadis itu sesuai dengan checklist-nya.

Malam itu adalah hari yang ditunggu-tunggu Ardian setiap tahun, ritual untuk mengenang ibunya yang meninggal tujuh tahun silam dengan makan malam di restoran Candrakirana, tempat terakhir Ardian makan malam berdua bersama ibunya, tempat favorit ibunya. Sayangnya, kesendirian yang dia inginkan diganggu oleh seorang cewek yang tiba-tiba menyerobot meja yang sudah dipesannya dari tadi. Ardian terpaksa menerima kedatangan tamu tak diundang, seorang cewek yang sedang mengalami PMS, Edyta.

Ardian merasa kasian dengan cewek itu, seharian dilimpahi kesialan, setelah menganti ban Edyta yang bocor, mereka saling bertukan nomer BBM dan telepon. Esok harinya mereka berBBM ria, saling canda dan saling menggoda, sayangnya ketika Ardian menggoda Edyta di BBM terakhir, cewek itu tak ujung membalasnya, sejak hari ini Ardian merasa kehilangan gadis penuh kesialan itu, mencari keberadaannya di mana mungkin gadis itu ada di sana. Ardian sempat berpacaran dengan Mawar dan merasa ada sesuatu yang disembunyikan pramugari itu. Hanya saja, sosok Edyta tidak pernah lepas dari ingatannya.
“Dia semacam… mess maker. Dan, aku the cleaner.”

Sukaaaaaa banget nget nget, tipe buku habis baca sekali berbaring, nggak butuh waktu yang lama untuk baca buku ini karena seru banget. Kalau di Unlucky Loser sang tokoh utamanya ketemu di akhir cerita, di buku ini kedua tokoh utamanya ketemu di tengah cerita, kemudian saling mencari satu sama lain. Bisa ditebak dong ending semacam ini, kalau saya sih menggaanggapnya open ending, dan PENGEN BANGET ADA LANJUTANNYA!

Saya lebih suka cerita Edyta daripada Ardian karena ada bodyguardnya, ehehehe, menambah cerita ini lebih menarik. Dari dulu kepengen punya kakak cowok secara di keluarga besar saya mayoritas di huni kaum hawa, rasanya pengen jadi Edyta karena kakaknya sangat sayang dan perhatian padanya, bahkan sahabat kakaknya pun ikutan jadi bodyguardnya, tapi si pacar harus tahan banting juga biar bisa menghadapi lirikan maut kakak-kakaknya, itu yang nggak bisa dilakuin Radit dan kayaknya cocok untuk Ardian di mana dia kan problemsolver-nya Edyta juga XD. Suka gaya tulisannya mbak Nina Ardianti ini, chicklit banget, nyantai, mengalir, terlebih dengan karakter tokoh yang dia buat, selain kesemsem sama kakak-kakaknya Edyta, saya juga suka sifat Edyta yang slebor, kelemahannya itu menjadi daya tarik cerita ini.

Suka juga dengan bagiannya Moemoe Rizal, hanya saja saya merasakan agak berbeda Ardian di bagian Nina dan Ardian di bagian Moemoe. Kalau di cerita pertama, Ardian ini terkesan pendiam, nrimo, suka mengalah, dan suka membantu, di cerita kedua ternyata dia diam-diam menghanyutkan XD, playboy, mantan pacarnya banyak. Sempat di singgung lewat BBM di cerita Edyta kalau Ardian ini jago gombal, ternyata di kehidupan nyatanya lebih parah, tapi nggak menyimpang terlalu banyak lah, saya rasa kedua penulis sukses membangun chemistry antara Edyta dan Ardian. Selain itu tokoh lainnya di cerita ini tidak menarik buat saya, konflik yang dialami Mawar pun klise banget, sinetron abis. Tapi saya suka kok dengan Ardian :D. Oh ya, sama ketika membaca Jump saya mendapatkan banyak sekali info mengenai Cheerleaders, Moemoe Rizal menguasai apa yang ditulisnya, di buku ini saya mendapatkan sedikit info tentang dunia penerbangan. Salut buat risetnya.

Bagian yang paling di sukai? Tentu saja waktu mereka ketemu di Candrakirana, mangnet buat mereka berdua, kocak abis, apalagi waktu Ardian nrimo aja dengan kedatangan Erdyta padahal dia ingin mengenang ibunya. Terus sama ketika mereka saling mencari, seru dan bikin gemes :D.
Covernya pas, gambar langit dan awan, seperti yang sering ditemui Ardian setiap kali dia mengemudikan pesawat, dan bisa bikin Edyta melayang :D, minim typo :D.

4 sayap untuk India Mike India Sierra Sierra Yankee Oscar Uniform…


Fly To The Sky
Penulis: Nina Ardianti dan Moemoe Rizal
Editor: eNHa
Cover: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-555-7
Cetakan pertama, 2012
360 halaman

With You

 
Gagas Duet kedua yang saya baca setelah Beautiful Mistake. Bisa dibilang ini buku yang membuat saya nyebut, “LAGIIII???” Bukan dalam artian negatif, saya sangat suka buku ini dan alesannya apa nanti bisa dibaca di reviewnya. Nggak semua gagas duet udah saya baca, penggennya sih beli dan koleksi semua tapi apa daya pasti semua udah tahu dong, bokek. Makanya, saya hanya membeli buku dari penulis yang udah saya kenal tulisannya dan saya suka. Beli buku ini pun dari voucher menang kuis resensi Vandaria Saga, hehehe. Jadinya, ada dua buku gagas duet yang saya beli yaitu buku ini dan Fly To The Sky. Sebelum beli buku ini, saya iseng ikut kuis yang ada di Goodreads yang berhadiah buku ini. Saya nggak ngarep banyak karena sebelumnya belum pernah menang dan kayaknya nggak hoki di sana, mumpung punya voucher gratis dimanfaatkanlah. Eh, nggak taunya tiba-tiba saya dapet kiriman paket dari gagasmedia yang berisi buku ini, double deh, yang dibeli aja belum dibaca. Yaudah deh, karena dapet buntelan, yang masih ‘segel” saya simpen dulu buat modal swap atau giveaway. Lucunya, beberapa bulan kemudian saya dapet buku ini LAGI, iya, jadi punya tiga deh, pengennya sih dapet buku gagas yang lain atau gagasduet yang belum saya punya, tapi nggak pa-pa deh, syukuri apa yang di dapet :D. Terimakasih gagasmedia, you know me so well pokoknya :D.

Demikianlah cerita unik mengenai buku ini, mau tau kedua bukunya buat apa? Satu buat modal swap dan satunya lagi buat hadiah giveaway kemaren :D.


Kamis, 08 November 2012

Gone With The Wind


Menyambung postingan kemaren, di mana kali ini saya akan membuat reviewnya. Untuk sedikit cerita dan kesan saya akan Scarlet bisa di lihat di Gone With The Wind Part 1-4. Saya akan mengulang sedikit cerita dari awal, here we go...

Scarlett O'Hara gadis berumur 16 tahun berasal dari Tara, Georgia, anak tertua dari Gerald O'Hara yang keturunan Irlandia dan Ellen O'Hara yang dari Prancis. Scarlett mewarisi sifat keras kepalanya dari ayahnya dan kecantikan dari ibunya. Karena sering dimanja Scarlet menjadi seorang gadis yang keinginannya harus di penuhi. Scarlett merasa mempunyai kelebihan, dia memikat banyak lelaki muda dan dia berangapan tidak ada laki-laki yang bisa menolak pesonanya. Dia juga berbeda dari gadis lainnya yang tunduk akan norma dan adat di mana setiap gadis harus bersikap manis, malu-malu dan patuh pada laki-laki. Namun, ada satu laki-laki yang cuek pada Scarlet, yang selalu menghindarinya, yang tidak mempan akan pesona Scarlett, dia adalah Ashley Wilkes.

Scarlett seperti kebakaran jenggot ketika mendengar kabar Ashley akan bertunangan dengan sepupunya Melanie Hamilton, seharusnya dialah yang dinikahi Ashley dan dia percaya kalau Ashley juga mencintainya. Ketika petunangan berlangsung, Scarlett mendekati Ashley dan berbicara secara pribadi, Scarlett menggungkapkan perasaannya dan memohon agar Ashley membatalkan pertunangannya. Namun, walaupun mengakui kalau Ashley mengagumi Scarlett, dengan banyaknya perbedaan diantara mereka, dia tetap tidak bisa meninggalkan Melanie.

Marah akan penolakannya itu Scarlett melancarkan balas dendam dengan menikahi Charles Hamilton, saudara kandung Melanie. Pernikahan Scarlett hanya bertahan dua bulan, Charles meninggal karena campak di camp Konfederasi. Sekarang dia seorang janda beranak satu. Pernikahan Melanie dan Ashley pun berlangsung bahagia sampai ketika perang semakin berkobar, Ashley pergi ikut berperang.

Untuk mengobati luka hatinya, Scarlett pindah ke Atlanta, tempat kelahiran Charles bersama Malanie dan Bibi Patty. Di sana dia memulai kehidupan yang baru dengan suasana kota yang ramai. Scarlett sudah bosan dengan masa berkabungnya, dia ingin kembali tampil memesona dan memikat seperti dulu, puncaknya ketika akan ada pesta dansa. Dia sudah gatel ingin berdansa lagi, dengan berbagai cara akhirnya dia bisa menghadiri pesta tersebut dengan Melanie dan di sana dia bertemu kembali dengan orang yang pernah memergokinya memohon cinta kepada Ashley dulu.

Rhett dan Scarlett mempunyai sifat yang mirip, ambisius dan penuh tekad. Hal itulah yang membuat Rhett tertarik dengan Scarlett. Di Atlanta Rhett memberikan kemewahan pada Scarlett dengan berbagai hadiah mahal, tapi hubungan mereka tak selalu manis, Rhett tahu kalau Scarlett tidak bisa melupakan Ashleykarena itu dia meminta Scarlett menjadi wanitanya saja, bukan menikahinya seperti yang diharapkan Scarlett.

Perang antara pihak Konfederasi dan para Yankee (Tentara Union) semakin memanas dan sampai juga di Atlanta, semua orang mengungsi dan dia tidak bisa ikut karena 'harus' menjaga Melanie yang sedang hamil. Bahkan, karena kurangnya tenaga kesehatan dan tidak ada yang bisa membantu Melanie melahirkan, Scarlett melakukan semuanya, meantu proses melahirkan Melanie yang membuat Melanie sangat berhutang pada Scarlett. Kemudian datang kabar dari Tara, ibunya meninggal dunia. Scarlett langsung pergi meninggalkan Atlanta, membawa Melanie yang baru melahirkan tanpa mengindahkan perang yang sedang meletus.

Di Tara semuanya berubah, ayahnya menjadi gila karena kematian ibunya, kekayaannya dirampas para Yankee, para budak melarikan diri, Scarlett harus menanggung semua itu sendirian, dia bertekad untuk membangun Tara kembali. Tidak hanya itu, Scarlett juga harus menghadapi dampak rekontruksi, adanya pajak yang melambung tinggi. Scarlett membutuhkan uang dan dia tahu siapa yang mempunyai banyak uang, Rhett Butler.

Sayangnya Rhett tidak bisa memberikan uangnya, dia punya banyak uang tapi tersembunyi dan dia tidak ingin harta bendanya diketahui pihak Yankee. Bahkan dia menolak tawaran Scarllet untuk menikah dengannya. Hal itu membuat Scarlett merasa terhina lagi dengan semua perlakuan Buttler, dia pun menikahi Frank Kennedy yang juga mempunyai uang, laki-laki yang jauh lebih tua darinya. Setelah menikah dengan Frank ekonomi Scarlett mengalami kemajuan pesat, tidak hanya kembali membangun perkebunan di Tara dia juga membeli pabrik penggergajian. Naasnya lagi, tidak lama setelah melahirkan anak keduanya, Scarlett kembali menjadi janda.

Part 5 (Buku keempat, Bab XLVIII-LXIII)

Scarlett akhirnya menerima pinangan Rhett, dia hidup bahagia dengan kemewahan yang diberikan Rhett. Menikah dengan Rhett sangat jauh berbeda ketika menikah dengan Charles atau Frank. Mereka berdua terlalu tunduk dengan Scarlett sedangkan Rhett tidak takut dengannya, dia sudah tahu akan sifat Scarlett dan jika sedang marah Rhett akan membiarkannya saja.

Rhett tahu kalau sampai sekarang pun Scarlett masih terobsesi dengannya, dia akan memberikan semua hartanya untuk Scarlett tapi kalau sampai memberikan hadiah untuk Ashley dia akan langsung menjadi peringatan. Rhett juga membuat sibuk Scarlett agar tidak sering bertemu dengan Ashley, membuatkan rumah yang sangat indah sampai lupa dengan pabrik dan tokonya. Hidup dengan kemewahan membuat Scarlett sangat bahagia, dia juga sangat memperhatikan penampilannya dan dia tidak ingin hamil lagi. Namun, suatu sore ketika dia berkonsultasi dengan dr. Meade akan gangguang pencernaannya, dia mengatahui kalau dia hamil lagi. Scarlett marah pada Rhett dan dia hendak menggugurkannya tapi Rhett melarang keras karena dapat menimbulkan kematian bagi Scarlett.

Bonnie Blue Butler adalah anak ketiga Scarlett. Rhett tidak peduli kalau dia tidak mendapatkan anak laki-laki, dia sangat menyayangi dan memuja Bonnie. Bonnie menjadi anak emas mereka, walau lebih menyayangi Bonnie, Rhett tetap memperhatikan Wade dan Ella, bahkan dia lebih perhatian daripada Scarlett.

Pertengakaran panas mereka pun terjadi ketika Scarlett menolak tidur dengan Rhett lagi dengan alasan dia tidak ingin hamil dan badannya membengkak. Rhett menanggapi dengan sinis dan mengabulkan permintaannya, mereka pisah ranjang dan ketika Bonnie bisa berjalan Rhett sering mengajaknya berpergian dan tidur sekamar dengannya.

Kemudian desas desus hubungan Scarlett dan Ashley mulai tercium pihak luar, Scarlett sangat malu sampai-sampai dia tidak ingin hadir di ulang tahun Ashley. Dia tidak sanggup berhadapan dengan Melanie. Tapi, sesampainya di sana Melanie masih sangat bersikap hangat, dia tidak percaya akan perasaan Melanie kepada Ashley, dia percaya kalau Scarlett mencintai Rhett Butler.

Ketika Bonnie berusia empat tahun, ketika dia bisa menunggangi kuda, semuanya mulai berubah.

"Pernahkak terpikir olehmu bahwa aku amat mencintaimu? Mencintaimu selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya berhasil mendapatkanmu? Pada masa perang, aku mencoba pergi jauh agar dapat melupakannmu, tapi tak bisa. Pada akhirnya, aku selalu kembali lagi. Sesudah perang, aku menggambil resiko ditangkap, ahnya untuk pulang menjumpaimu. Begitu bgesar cintaku padamu, hingga ingin rasanya aku membunuh Frank Kennedy kalau dia tidak meninggal juga waktu itu. Aku mencintaimu, tapi aku tak ingin kau tahu. Kau sangat brutal pada orang-orang yang mencintaimu, Scarlett. Kaugunakan cinta itu untuk menyiksa mereka."
"Aku tahu kau tidak mencintaiku ketika kita menikah. Aku sudah tahu tentang Ashley. Tapi, tololnya aku mengira bisa membuatmu mencintaiku. Tertawalah kalau mau, tapi yang jelas aku ingin menjagamu, menyayangimu, memberimu apa saja yang kauinginkan. Aku ingin menikahimu, melindungimu dan memberimu kebebasan dalam apa saja, agar kau bahagia -seperti yang kulakukan untuk Bonnie. Kau telah mengalami perjuangan berat, Scarlett. Tak ada yang lebih tau tentang hal itu selain diriku. Dan aku ingin kau berhenti bekerja keras. Biar aku yang bekerja untukmu. Aku ingin kau bersenang-senang seperti anak kecil -sebab kau memang anak kecil. Anak kecil yang ketakutan dan keras kepala. Kurasa kau masih tetap seperti anak kecil. Hanya anak kecil yang begitu keras kepala serta tidak sensitif."
Oh, Rhett Butler.
Lega banget rasanya menyelesaikan buku ini, buku tertebal yang saya baca, hahaha. Sampai akhir pun saya sangat jengkel pada Scarlett, keegoisannya benar-benar membuat saya muak. Dia adalah seorang manipulatif handal, lihat saja apa yang dilakukannya pada Charles dan Frank, hanya memanfaatkannya saja. Dia juga tidak memikirkan perasaan orang lain ketika dia merebut kekasih mereka, demi egonya. Ketika ia ingin membangun Tara kembali, bagian itu membuat saya salut akan tekad Scarlett, ada untungnya sikap keras kepala, pemberontaknya mempunyai manfaat dan dia terlihat tangguh. Sayangnya lagi-lagi saya dibuat enek dengan kelakuannya, gantian ingin memanfaatkan Rhett Butler. Untung saja Rhett sangat pintar dan sama liciknya dengan Scarlett sehingga dia bisa mengendalikan Scarlett.

Scarlett juga bukan ibu yang baik, tidak pernah memperhatikan anak-anaknya, hanya dirinya sendiri. Justru Rhett berperan menjadi seorang ayah yang sangat baik dibalik tampilan luarnya yang keras. Dia bisa menerima Wade dan Ella, emamanjakan mereka walau bukan anak kandungnya sendiri. Yang paling membuat saya terharu adalah saat-saat terakhir, saat-saat ketika Rhett jujur akan perasaan yang selama ini dipendamnya.

Cintanya pada Ashley pun hanya obsesi semata karena ego masa mudanya, yang tidak mau ditolak sehingga sebelum Ashely tunduk padanya dia tidak akan menyerah. Satu-satunya karakter yang menurut saya paling bodoh adalah Melanie Hamilton. Entah harus kasihan atau menjunjung rasa kepercayaannya pada Scarlett, sikap dia yang selalu mempercayai Scarlett dan sampai akhir pun tidak tahu kalau dibalik semua siap baiknya itu, Scarlett mencintai suaminya dan berusaha merebutnya, ironis sekali.

Cerita ini berseting pada tahun 1861 ketika perang belum dimulai sampai perang sudah usai (1865). Tidak hanya disuguhi lik liku kehidupan Scarlett O'Hara, kita juga akan diperkenalkan akan perang saudara di Amerika Serikat, perang antara pihak Konfederasi (Sebelas negara bagian Amerika Serikat bagian selatan memisahkan diri) dan Union. Yankee atau Union tidak bisa membiarkan negara-negara tersebut berdiri sendiri kemudian terjadilah perang. Konfederasi masih memberlakukan perbudakan, dan presiden Amerika saat itu, Abraham Lincoln ingin membebaskan para budak.

Poster film GWTW

Gone With The Wind diterbitkan pertama kali pada tahun 1936 dan mendapatkan penghargaan Pulitzer pada tahun 1937. Kisah Scarlett O'Hara menjadi kisah terpopuler sepanjang masa, pernah juga difilmkan pada tahun 1939. Dibintangi oleh Clark Gable sebagai Rhett Butler dan Vivien Leight segabai Scarlett O'Hara. Film ini mendapatkan 13 nominasi Oscar dan memenangkan delapan diantaranya.

Clark Gable
Vivien Leight

3 sayap untu kisah Bittersweet ini.

Gone With The Wind (Lalu Bersama Angin)
Penulis: Margaret Mitchell
Alih bahasa: Sutanty Lesmana
Cover: David
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 979-511-685-1

Buku 1: 584 halaman.
Buku 2: 448 halaman
Cetakan pertama, Maret 1993
Buku 3: 658 halaman
Cetakan pertama, Juni 1993
Buku 4: 368 halaman
Cetakan pertama, September 1993
Total halaman: 2058 halaman *mukok-mukok*


NB: Dalam rangka posting bersama buku Gone With The Wind untuk merayakan kelahiran Margaret Michell yang ke 112 tahun.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...