Tampilkan postingan dengan label Prisca Primasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prisca Primasari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2020

Hope by Prisca Primasari | Book Review

Judul buku: Hope
Penulis: Prisca Primasari
Penyunting: Yuli Pritania
Desain sampul: @platypo
Penerbit: Noura
ISBN: 9786232420540
Cetakan pertama, Januari 2020
204 halaman
Buntelan dari Noura Books
Apa pun akan Anna lakukan demi Bintang, mantan tunangannya yang sekarat. Bahkan meski dia harus berhadapan dengan Herr Gregoire yang galak dan arogan, satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Bintang. Anna berhenti dari pekerjaan, menguras tabungan, dan jauh-jauh datang ke Austria bukan untuk gagal.

Perjalanannya berawal dan berakhir di Luftschloss Hostel, yang berarti istana di atas awan. Nama yang ironis, karena penginapan klasik yang cantik itu kini sudah bobrok dan tidak terawat. Sama kontradiktifnya dengan kemungkinan akhir yang akan dia dapatkan dari perjalanannya ke Vienna: keindahan romansa atau malah harapan yang muluk dan mustahil terwujud.

Berhasilkah perjuangan Anna demi mendapatkan kembali Bintang-nya?

Rabu, 20 Juni 2018

Lovely Heist by Prisca Primasari | Book Review

Judul buku: Lovely Heist (Love Theft #2)
Penulis: Prisca Primasari
Penyunting: Nur Aini, Adelaine
Desainer sampul: Diwasasri Branitasandhini
Penerbit: Inari
ISBN: 978-602-6682-21-5
Cetakan pertama, April 2018
432 halaman
Buntelan dari @penerbitinari
“Kalau satu-satuya cara untuk menyelamatkan Frea adalah dengan cara mencuri, saya akan melakukannya.”

Padahal Liquor sedang berulang tahun, tetapi dia malah mendapat ‘kado’ yang sangat mengerikan. Kado yang mengancam nyawa Frea, gadis yang teramat dicintai Liquor dan akan segera dinikahi olehnya.

Maka, dimulailah misi Liquor untuk menyelamatkan Frea. Bersama Night – yang sialnya juga mendapat ‘kado’ serupa – Liquor dan Frea bertolak ke Inggris demi misi tersebut.

Di Startfort-Upon-Apon, Bibury dan London, mereka menemui rangkaian kejadian yang gelap manis, lucu, menegangkan, menyakitkan serta berhadapan dengan masa lalu yang tak henti-hentinya menghantui Liquor.

Berhasilkan mereka menyelesaikan misi itu?

Selasa, 31 Oktober 2017

Love Theft by Prisca Primasari | Book Review + Ask Author

Judul buku: Love Theft
Penulis: Prisca Primasari
Penyunting: Nur Aini, Elly Putri Pradani, Adelaine
Desainer sampul: Diwasandhi
Penerbit: Inari
ISBN: 978-602-6682-07-9
Cetakan pertama, September 2017
406 halaman
Buntelan dari @penerbitinari
Frea Rinata memutuskan untuk cuti dari kuliah musik dan mengistirahatkan biola Stadivarius-nya. 

Untunglah dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, melibatkan seorang pemuda yang dipanggil ‘Liquor’, yang dicintai Frea tanpa sadar. Pemuda itu tergabung dalam perkumpulan pencuri, tapi yang dia curi bukan benda-benda biasa.

Saat Liquor mencuri sebuah kalung mewah milik seorang gadis terkenal, masalah demi masalah pun terjadi.

Ketika keadaan semakin runyam, apakah Frea masih berpikir bahwa kehidupan keduanya bersama Liquor ini semenarik yang dia pikirkan?

Rabu, 20 April 2016

Resensi: Purple Eyes Karya Prisca Primasari

Judul buku: Purple Eyes
Penulis: Prisca Primasari
Penyunting: Cerberus404
Proofreader: Seplia
Design cover: Cynthia Yanetha
Penerbit: Inari
ISBN: 978-602-74322-0-8
Cetakan pertama, Mei 2016
144 Halaman
"Karena terkadang,
tidak merasakan itu lebih baik daripada menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi."

Ivarr Amundsen kehilangan kemampuannya untuk merasa. Orang yang sangat dia sayangi meninggal dengan cara yang keji, dan dia memilih untuk tidak merasakan apa-apa lagi, menjadi seperti sebongkah patung lilin.

Namun, saat Ivarr bertemu Solveig, perlahan dia bisa merasakan lagi percikan-percikan emosi dalam dirinya. Solveig, gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Solveig, gadis yang misterius dan aneh.

Berlatar di Trondheim, Norwegia, kisah ini akan membawamu ke suatu masa yang muram dan bersalju. Namun, cinta akan selalu ada, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.

Kamis, 31 Maret 2016

Resensi: Love Theft #2 Karya Prisca Primasari

Judul buku: Love Theft #2 (Frea Rinata Series)
Penulis: Prisca Primasari
Editor: Nur Aini dan Elly Putri Pradani
Desainer sampul: Nisa Nafisah
Penerbit: Self-Publised
Cetakan pertama, Februari 2016
242 halaman
Buntelan dari @priscaprimasari
Permasalahan yang dihadapi Frea, Liquor, dan Night semakin rumit saja. Ketiganya harus membenahi kekeliruan yang mereka lakukan, sekaligus bertarung dengan perasaan masing-masing.

Di lain sisi, Frea semakin mengenal Liquor, sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya.

Namun, tepat saat Frea menyadari betapa dia mencintai Liquor, sesuatu terjadi. Masalah baru yang luput dari perhitungannya.

Minggu, 20 Desember 2015

Love Theft #1 by Prisca Primasari | Book Review

Love Theft #1 (Frea Rinata Series)
Penulis: Prisca Primasari
Editor: Nur Aini & Elly Putri Pradani
Desainer sampul: Nisa Nafisah
Penerbit: Self-Published
Cetakan pertama, Desember 2015
192 halaman
Buntelan dari @priscaprimasari
Frea Rinata gadis yang sangat payah di kampus. Sementara teman-temannya sudah melangkah jauh ke depan, dia tetap saja berjalan di tempat, minim prestasi, dan dipandang sebelah mata. Benar-benar menyebalkan.

Untunglah, dia punya kehidupan kedua yang lebih menarik, yang melibatkan seorang pemuda bernama Liquor. Atau setidaknya, pemuda yang "dipanggil" Liquor. Frea nyaris tidak tahu apa-apa tentangnya, kecuali bahwa pemuda itu sangat menarik, memiliki profesi yang tidak biasa, dan penuh misteri. Namun, jauh di dalam hati, Frea jatuh cinta padanya, meskipun tidak pernah mengakuinya.

Sampai kapan Frea akan menyangkal perasaannya? Dan benarkah kehidupan keduanya semenarik yang dia pikirkan? Karena semakin lama, segala hal tentang Liquor semakin membuat dirinya frustrasi. Dan sangat khawatir.

Rabu, 24 April 2013

Paris

Paris
Penulis: Prisca Primasari
Editor: eNHa
Desain sampul: Jeffri Fernando
Ilustrasi isi: Diani Apsari
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-577-8
214 halaman
Harga: 42k (disc 10% di Pesta Buku Jogja)


Pembaca tersayang,

Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir, merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Éclair, Beautiful Mistake, dan Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa.

Ini tentang sebuah pertemuan takdir Aline dan seorang laki-laki bernama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena menyimpan misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul 12 malam pula? Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Père Lachaise yang konon berhantu?

Setiap tempat punya cerita. Dan inilah sepotong kisah cinta yang kami kirimkan dari Paris dengan prangko yang berbau harum.

Enjoy the journey,

EDITOR

Selasa, 13 Maret 2012

Beautiful Mistake


"Beautiful Mistake adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis kebanggaan GagasMedia: Prisca Primasari dan Sefryana Khairil. Keduanya masing-masing mempersembahkan cerita cinta tentang pentingnya sebuah kesempatan kedua bagi mimpi dan cita-cita. Biarkanlah cinta yang menunjukkan arah bagi hatimu."

Duet dari dua penulis favorit saya.
Ada dua cerita yang berdiri sendiri namun memiliki kesamaan, yaitu Dreamland dan Chokoreto.

Dreamland

Untuk menyembuhkan sakit hatinya, Nadine melarikan diri ke One Love Bar, sebuah kelab di daerah Kuta, Bali. Bersama dua orang temannya, Nadine ingin melepas masa lalunya, memulai kehidupan baru. Mata Nadine tertarik oleh sebuah kerumunan di mana ada aksi seorang bartender. Mata Nadine tak bisa berkedip ketika pandangan mereka berpapasan. Nadine pun ikut memesan coctail spesial, Dreamland, campuran vodca, cherry juice, dan cherry syrup.
"Kenapa? Kamu takut berharap?"
"Semua orang seharusnya punya harapan. Punya mimpi. Soalnya, saat nggak ada lagi yang bisa diperjuangkan, kita masih punya harapan, kan?"
Merasa sangat tertarik sikap tertutupnya ditambah dengan adanya beda pemikiran, Nadine ingin lebih mengenal bartender itu.

Fajar Ananta, laki-laki yang sangat tertutup, pendiam, pandai surfing dan memasak, sangat berlawanan dengan Nadine Almira Kamil yang namanya mempunyai arti harapan yang indah dan sempurna. Sesuai namanya, Nadine orang yang penuh mimpi, ceria, sangat menyukai fotografi, banyak bicara dan tidak mudah menyerah, terlebih menghadapi Fajar. Fajar tidak percaya akan harapan, dia tidak mempunyai mimpi lagi, semua impiannya sudah terkubur oleh masa lalu.
"Tuhan membiarkan kita kalah supaya kita tahu di mana letak kita salah. Supaya kita belajar berbuat benar."
 "Dalam Hidup, nggak ada yang mudah, tapi segala sesuatu pasti ada jalannya - kalau kita mau berusaha."
Nadine ingin membawa Fajar keluar dari masa lalunya, dan dia ingin mempunyai arti dalam kehidupan Fajar, sekecil apa pun itu. Tapi Fajar tetap tidak mau beranjak, bahkan Nadine sampai membuang mimpinya.
Jika cinta dan bahagia itu sederhana, mengapa yang terjadi sebaliknya? Semua berakhir sama, luka. 

Chokoreto

Bersetting di Jepang, lebih tepatnya di distrik Jiyugaoka, Akai Fukue atau biasa dipanggil Kai anak pemilik kafe minuman coklat: Chokoreto, akhir-akhir ini dia sering melakukan kesalahan, yaitu memecahkan cangkir. Alasannya adalah dia terusik oleh tetangga barunya, Yuki Akihara, gadis yang jarang tersenyum, cangung, kaku, jarang terlihat, seorang yang anti sosial, dia seorang yang introvert, sangat berbanding terbalik dengan kepribadian Kai yang ramah, ceria, sangat luwes, punya banyak teman dan penuh semangat. Kai pun mengunjungi gadis tersebut karena dia mendengar alunan piano, suara yang tidak mau hilang dari telinganya. Tapi niatnya diurungkan karena dia melihat Yuki terpekik senang ketika bertemu temannya. Gayung bersambut, Yuki dan temannya yang bernama Eri berkunjung ke Chokoreto dan memesan Stravinsky berrychoco, cokelat instan hangat bercampur cokelat padat dengan irisan buah-buahan berry.

Kai agak tersinggung ketika dia memergoki Yuki memiliki foto-fotonya, dari situlah kedekatan mereka bermula. Kai tahu Yuki mempelajari piano untuk mendalami karakter novel yang dia tulis yang (ngakunya) ciri-ciri fisiknya sama dengan Kai. Yuki tidak pede dengan hasil karyanya, tidak pernah ada yang mau menerbitkannya. Tapi Kai tetap optimis dan ingin membantu Yuki mewujudkan mimpinya.

Dari Revel-sensei, guru piano Yuki yang berkebangsaan Prancis, Yuki tahu kalau Kai adalah alumni N.A. Rimsky-Korsakov Saint Peterburg State Conservatory, sekolah para musik musisi klasik dunia, Kai mempunyai talenta yang amat besar dalam bermain piano. Sayangnya, Kai harus meninggalkan Rusia dan mimpinya ketika tahu ayahnya mengidap kanker, dia ingin merawat ayahnya dan menjalankan kafe minuman coklat yang sudah lama dirintis oleh ayahnya, melupakan mimpinya. Dan Yuki mencoba untuk memotivasi Kai untuk bermain piano lagi.
Tadinya, kukira Fukue-san dan aku begitu bertolak belakang. Dia gula dan aku merica.
Tapi sekarang, untuk beberapa alasan aku merasa bahwa kami sangat sama.
Setelah bertemu dengan Revel-sensai, Kai teringat akan masa lalunya ketika dia mengambil keputusan untuk meninggalkan St. Petersburg tanpa ragu-ragu, bahkan ketika ditawari mengikuti audisi sebagai pianis tetap Moskow Philharmonic Orchestra. Dia kembali ke Tokyo dengan fokus pada pengobatan ayahnya, dia menjual pianonya, CD-CD, biografi komposer, partitur, agar tidak dibayangi oleh yang tentang piano. Menyibukkan diri dengan meracik resep-resep cokelat panas, mengelola kafe, memikirkan agar ayahnya sembuh. Dia atas semua masalahnya sendiri, dia berkemauan keras untuk membantu Yuki mengatasi masalah yang tidak pernah lepas dari masa lalunya, tidak bisa tampil di depan orang banyak. Mereka saling membantu walau tidak saling mengharapkan. Mereka sama-sama punya impian, tapi tak punya keberanian untuk mewujudkannya.
"Anak bodoh, " gumam Fukue-san. "Dia mau bersusah payah mewujudkan mimpi orang lain, tapi menyerah bila menyangkut mimpinya sendiri."
Ketika kau menjadi orangtua..." ujarnya. "Tak ada yang bisa lebih melegakanmu selain kebahagiaan anakmu. tak ada yang lebih kau inginkan. Cita-cita anakmu adalah cita-citamu juga. Bila cita-cita mereka tidak tercapai, bagaimana perasaanmu? Bisakah kau meninggalkan mereka dengan tenang...?"
Aku percaya pada pepatah bahwa kita akan selalu bersama dengan yang benar-benar kita cinta, sekeras apa pun kita menghindar.

Dua cerita yang berbeda tapi memiliki kesamaan.
Pertama, setting. One Love Bar dan Chokoreto, tempat asik untuk melegakan rasa haus kita, tempat di mana cerita dimulai.
Kedua, minuman yang khas. Dreamland dan Stravinsky berrychoco.
Ketiga, tentang masa lalu, tentang kehilangan. Kedua cerita memiliki masa lalu yang ingin sekali dilupakan. Nadine yang dikhianati pacarnya, Fajar yang kehilangan istrinya. Yuki yang sewaktu kecil mempunyai kenangan buruk dengan gurunya sehingga membuat dia tidak pernah merasa percaya diri. Kai yang harus melupakan passion terbesarnya, bermain piano.
Keempat, tentang mimpi. Nadine yang sangat mencintai fotografer dan bermimpi untuk mengadakan sebuah pameran, Fajar yang bermimpi mempunyai kehidupan baru, Yuki yang bermimpi menerbitkan novelnya dan Kai yang bermimpi memainkan tuts piano lagi.
Kelima, karakter. Saya merasa karakter Nadine dan Kai mirip, begitu pula dengan Fajar dan Yuki, sama-sama berkebalikan. Nadine dan Kai yang ceria dan penuh semangat sedangkan Fajar dan Yuki yang mempunyai sifat tertutup.
Keenam, tema. Yak buku ini tentang meraih mimpi, selalu percaya akan sebuah kata "harapan".


Bagian yang paling saya suka dari kedua cerita tersebut adalah:
Dreamland: Ketika Fajar meninggalkan Nadine agar dia meraih mimpinya. Padahal Nadine udah rela dan dia ingin sekali memulai hidup baru bersama Fajar. Nyesek banget.

"Apa aku punya arti buat kamu, Jar?"
Fajar membalas gengaman tangannya. "Kamu berarti buat aku, Nadine. Karena itu aku nggak mau hancurin mimpi kamu."
Terkadang melepaskan bukan untuk menyakiti, melainkan merelakan orang yang dicintai mendapatkan sesuatu yang lebih pasti.

Chokoreto: Ketika Yuki mengadakan acara pre-release novelnya Lyubov diiringi dentingan piano dari Kai. Rasanya ikut lega ketika membacanya, lega karena Yuki berhasil mengatasi masalahnya dengan Kai yang selalu mendukungnya.

Entah apa yang menggerakkanku, tapi setelah menatapnya lama, aku melangkah mendekatinya, dan perlahan memeluknya begitu saja.


Dan covernya, cantik banget! Alurnya cepet jadi bisa dibaca dalam sehari. Dreamland diambil dari sudut pandang orang ketika, sedangkan Chokoreto dari masing-masing tokoh utama, bagian Yuki dipaparkan lewat sebuah buku diary, tampilan isinya pun cantik, manis banget deh tampilan buku ini. Ada satu hal yang mengganjal ketika saya membaca buku ini, terlalu cepat. Ada bagian yang terlalu singkat, contohnya pada cerita Dreamland saya merasa hubungan Fajar dan Nadine cepat sekali terjalin. Yah namanya juga novella, jumlah kata yang tidak lebih dari 40.000, mungkin membuat penulis lebih memadatkan ceritanya. Tapi tetap bisa dinikmati kok, terlebih kita akan merasakan tulisan khas dari kedua penulis tersebut. Sefry dengan kalimat yang indah, cuplikan lagu di tiap bab dan adegan romantisnya sedangkan Prisca dengan para musisi klasik dunia yang dia sisipkan, membuat cerita ini mudah diterima dan terasa familier. Kalau dalam Dreamland emosi kita sedikit terkuras akan pengorbanan Nadine sedangkan di Chokoreto kita akan dibawa ke suasana yang hangat akan pertemanan Yuki dan Kai, ceritanya pun juga ringan. Dua kombinasi cerita yang nikmat.


Lihat juga Book Trailernya sebelum membaca buku ini :D



Mungkin membaca buku ini lebih lengkap kalau ditemani dengan Stravinsky berrychoco (kalau mau yang ada alkoholnya mungkin bisa mencoba Dreamland :p)

4 sayap untuk mimpi dan harapan

Beautiful Mistake
penulis: Sefryana Khairil dan Prisca Primasari
editor: Ayuning
cover: Dwi Anissa Anindhika
penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-539-5
cetakan pertama, 2012
257 halaman

Minggu, 22 Mei 2011

Éclair



Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I, 2011
ISNB13: 978-979-780-472-5
236 halaman

Cerita tentang persahabatan, kesedihan, cinta, dan sedikit misteri.
Diawali dengan prolog dua minggu sebelum pernikahan Ekaterina ‘Katya’ Fyodorovna dan Sergei Valentinich Snegov, mereka berjanji kepada adik laki-laki Sergei yang sedang sakit parah, Stepanych Snegov untuk mempertemukannya kembali dengan dua sahabat mereka lainnya Kay dan Lhiver. Rahasia kelam mereka pun terurai satu persatu.

Dilain pihak, Kay Oliver sedang mengalami masalah gaswat, dia dituduh sebagai pembunuh koki terkenal Tatiana Andreyeva. Dia tidak punya alibi yang kuat, bukti garnishing knife yang ada di saku kemejanya memberatkan tuduhannya. Untung tidak lama kemudian Katya datang membantu, dengan keahliannya yang mewarisi darah detektif ayahnya dia berhasil memecahkan kasus itu, cukup lancar juga sih pencariannya, walaupun awalnya dia harus mendatangi satu persatu tempat dimana saja yang jual pisau itu dan siapa saja pembelinya kemudian mendatangi rumah mereka satu persatu ditemani dengan istrinya Kay, Claudia, mereka sukses membebaskan Kay. Kejadian dua tahun lalu, yang tak pernah mereka lupakan, dimana setiap orang saling menyalahkan diri sendiri, saling membenci, Katya membenci Kay karena tidak pernah pulang ke Paris, tidak pernah mengunjungi mereka padahal Stepanych sangat membutuhkan keberadaan sahabatnya. Katya berjanji akan menyeret Kay untuk ke Rusia, dan dia bersedia.

Lhiver Oliver, penyuka sastra, sangat menbenci para sahabatnya, dia menggangap kematian anak angkatnya, Aoife dan kedua orang tuanya adalah kesalahan mereka. Kalau saja Stepanych tidak dating ke Paris, kalau saja Kay tidak menemani Stepanych untuk membeli bahan enclair untuk gadis kecil itu, andai saja musuh Katya tidak mengincar orang terdekatnya, maka semua kesedihan itu tidak akan terjadi. Dia pun meninggalkan segalanya, pergi ke Negara yang tidak pernah dia pikirkan sama sekali, ke Indonesia, memilih kota Surabaya dan bekerja sebagai seorang dosen. Sergei, yang tanpa sepengetahuan Katya datang membantunya, dengan cara yang sering dilakukan oleh kakanya dulu, Kay, Sergei mencontoh memberikan teka teki kepada Lhiver, menyelipkan surat yang berisi pengalan puisi-puisi terkenal, kemudian memberikan petunjuk untuk menemukan surat selanjutnya. Dia sebenernya merindukan mereka semua, merindukan kakaknya Kay, tapi karena egonya, rasa itu kalah. Kemudia datanglah foto berukuran 10R, bergambar setangkai gulali merah muda yang diletakkan di rerumputan hijau dan dedaunan musim gugur, selembar foto yang ceria, dibaliknya Kay menuliskan surat yang intinya kalau foto itu adalah foto terakhir yang akan dikirimkannya kepada Lhiver, yang berarti dia tidak akan pernah berhubungan lagi dengan kakaknya. Dia pun pergi ke Paris untuk menemukan jawaban semuanya. Ada percakapan yang aku suka dari kedua kakak beradik itu, di hal. 107,
“Aku ingin menjadi seorang fotografer…….. kalau kau? Kau bermimpi menjadi apa?
Lhiver menjawab,”Aku bermimpi untuk terus menjadi adikmu.”
Kay tertawa. “Tentu saja kau akan terus menjadi adikku! Lhiver, impian itu harus tinggi. Kalau kau hanya mengingginkan uang 600 franc, kau tidak akan pernah bisa mendapatkan 600.000 franc.”
“Tapi aku hanya ingin menjadi adikmu, bagiku itu sudah lebih dari 600.000 franc.”
Dan bagian yang membuat saya mewek adalah ketika bercerita tentang Stepanych, Geez beneran mrebes! Dia seorang pembuat éclair yang terkenal, memasak karena ingin membahagiakan orang yang memakan masakannya, mengganggap sahabatnya sebagai saudaranya, kemudia dia divonis mengidap penyakit Wilson, zat tembaga mekanan yang mengendap di hati, liver akut. Dia tidak menceritakan penyakitnya kepada sahabatnya karena tidak ingin membuat mereka khawatir, dia mengunakan sisa hidupnya untuk membahagiakan mereka, memberikan kado yang selalu lupa dia berikan waktu ultah sahabatnya, membuat berbagai jenis éclair. Kejadian itu juga malapetaka baginya, karena menyalahkan diri sendiri akibat kebakaran itu, dia meminum alcohol yang seharusnya dilarang dan akhirnya berakibat fatal bagi kondisi sakitnya.

Menurutku ceritannya agak unik, bersetting di Rusia, Paris, New York dan Indonesia, ada adegan detektif dan kriminalnya, karakter ke lima tokoh yang unik dimana yang sangat menarik di cerita ini. Katya yang selalu tegar, kuat, detail, apalaigi ketika memesan makanan, Sergei yang pendiam menyembunyikan kesedihannya dengan memainkan piano, memainkan gubahan Rachmaninoff yang suram,  Stepanych yang penuh semangat, ingin membahagiakan orang terdekatnya dengan éclair,  Kay fotografer yang suka berburu  the Golden Hour dan Lhiver yang serius, yang sangat meyukai sastra, Leo Tolstoy, Wuthering Heights juga dibahas sedikit disini. Persahabatnnya sangat kental sekali, kerasa banget waktu Stepanych bertemu dengan Kay dan Lhiver dimana mereka merindukan satu sama lain, saling menyayangi contohnya dihal. 124-124, ketika Lhiver bertannya kepada Stepanych, “William Wordsworth membayangkan bunga daffodil di tepi danau ketika menulis I wandered lonely as a clud….. apa yang kau bayangkan ketika memasak, stepanych?” lalu dia menjawab, “Kalian berempat,” ujarnya tulus.

Éclair, kalau kalian membaca ini, kalian tidak akan asing dengan makanan yang awalnya berasal dari Prancis ini, Eclair adalah kue kering yang berbentuk panjang, berisi krim pasta. Kalau kau tahu apa itu kue sus, bisalah kusebut Eclair ini adalah jelmaan versi panjangnya. Namun tak seperti kue sus, Eclair lebih garing untuk tekstur luarnya. Isinya bisa berupa buah kaleng, saus vla, whipped cream, atau es krim. Eclair berasal dari abad kesembilan-belas yang menjadi salah satu ciri khas dari Prancis. Eclair pertama kali diciptakan oleh Marie-Antonin Careme, seorang koki terkenal dari Prancis, untuk royalti Prancis. ‘Eclair’ dalam bahasa Prancis sendiri berarti ‘petir’. Dinamakan demikian karena eclair selalu terlihat berkilau, terutama pertama kali dijual. (sumber Eclair: Avelin, klik http://bit.ly/myJKv5)

4 sayap untuk éclair yang kelihatannya sangat enak.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...