Tampilkan postingan dengan label Aqessa Aninda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqessa Aninda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2020

Back To You by Aqessa Aninda | Book Review

Judul: Back To You
Penulis: Aqessa Aninda
Editor: Dion Rahman
Desainer sampul: Garisinau
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-623-00-1405-5
Cetakan pertama, 9 Maret 2020
304 halaman
Buntelan dari @fairywoodpaperink
Setelah empat tahun berusaha mengetuk pintu hati Adrie, Emir akhirnya memiliki gadis itu.

Setelah menjalani hubungan selama tiga tahun, Adrie mengakhiri hubungan itu.

Setelah dua tahun berpisah, Adrie bertemu kembali dengan Emir.

Ketika Adrie menyadari apa yang telah dia sia-siakan, Emir benar-benar sudah merasa lelah. Adrie pun mengambil langkah yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya. Kali ini, saatnya Adrie yang berjuang.

Minggu, 20 Oktober 2019

Dua Jejak by Aqessa Aninda | Book Review

Judul buku: Dua Jejak (Satu Ruang #2)
Penulis: Aqessa Aninda
Penyunting: Dion Rahman
Desainer sampul: @Hayharits
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-623-00-0612-8
Cetakan pertama, September 2019
440 halaman
Butelan dari @fairywoodpprink
Katanya, untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan kadang perlu dibantu orang lain.

“Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu...”

Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat.

“Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras....”

Tapi bukankah kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri?

“Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain. Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti.”

Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan?

“Gue pengin memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapa pun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengin punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali? Does he love you better than I do?”

Ini adalah bagian akhir dari kisah empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain. Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apa pun yang mampu menghapusnya begitu saja.

Rabu, 16 Agustus 2017

Resensi: Satu Ruang Karya Aqessa Aninda | Blog Tour + Giveaway

Judul buku: Satu Ruang
Penulis: Aqessa Aninda
Editor: Pradita Seti Rahayu
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-04-3355-4
Cetakan pertama, 10 Juli 2017
448 halaman
Buntelan dari @mungilo
Kinan mungkin sedikit berbeda dengan tipe perempuan kesukaan Satrya. Gadis itu terlalu lembut, terlihat rapuh, dan sedikit tertutup. Mata kenarinya yang senantiasa menghipnotis sering kali dirundung awan kelabu.

Sementara Sabrina mengingatkan Satrya pada sebuah sosok dari masa lalu. Gadis itu penuh semangat, humoris, dan baik hati. Matanya begitu hidup setiap kali ia menceritakan hal yang ia sukai.

Dengan Kinan, Satrya seperti bercermin. Dengan Sabrina, rasanya hari-harinya menjadi lebih cerah.

Ini adalah bagian pertama dari kisah klasik di antara 4 orang yang saling mencari, ada 3 pintu yang terketuk, 2 orang yang kehilangan dan terjebak dengan bayangan masa lalu, serta 1 pertanyaan tentang berbagi ruang.

"Kalau memang benar perasaan ini namanya sayang, kenapa menyayangimu rasanya begitu menyesakkan?"

Selasa, 26 Juli 2016

Resensi: Secangkir Kopi dan Pencakar Langit Karya Aqessa Aninda

Judul buku: Secangkir Kopi dan Pencakar Langit
Penulis: Aqessa Aninda
Editor: Pradita Seti Rahayu
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-02-8759-1
Cetakan pertama, 13 Juni 2016
352 halaman
Buntelan dari @mungilo
Satrya nggak munafik, first impression seorang laki-laki terhadap perempuan pasti tampilan fisik dulu sebelum inner beauty. Namun teori itu terbantahkan ketika Satrya tanpa sengaja meminta bantuan Athaya, seorang IT system analyst yang begitu passionate dengan profesinya, dan juga dijaga habis-habisan sama cowok-cowok IT yang pada sayang sama 'dedek' mereka ini. Satrya bisa memilih cewek cantik mana saja untuk didekati—penampilan Satrya memang mampu bikin cewek-cewek melirik sekilas kepadanya. Tapi, ia memilih Athaya. Sedangkan Athaya diam-diam sudah lama memendam rasa pada Ghilman. Masalahnya... Ghilman sudah punya pacar.

Di tengah-tengah business district nomor satunya Jakarta, kopi, rokok, meeting, report, after office hour, cowok-cowok rapi dengan kemeja slim fit, kaki jenjang cewek-cewek dengan heels tujuh sentimeter, ada sepotong kisah cinta segitiga antara Athaya, Satrya, dan Ghilman. Siapakah yang akan Athaya pilih? Satrya yang menarik dan fun atau Ghilman yang baik hati serta gesture-nya yang selalu bikin jantung Athaya deg-degan? Benarkan dicintai rasanya lebih menyenangkan daripada mencintai?

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...