By Frederick Forsyth
Penerjemah: Ranina B. Kunto
Penerbit: Serambi
Cetakan: I, Juni 2011
ISBN: 978-979-024-356-9
609 halaman
Sebenarnya saya bingung mau menulis review ini, ceritanya terlalu mbulet dan saya tidak benar-benar menyelesaikannya. Membaca buku ini seperti seorang vegetarian yang disuguhi daging dan saya harus memakannya (memasuki bagian lebay). Tidak usah bertele-tele lagi nanti reviewnya malah mbulet, langsung saja ke inti cerita.
Diawali dengan kematian pemimpin geng pembunuh dari OAS (Organisation L’Armee Secrete), Jean Marie Bastien-Thiry yang telah berusaha menembak Presiden Prancis saat itu, Charles de Gaulle karena dia meyakini kalau Gaulle telah menghianati Prancis dan orang-orang yang pada tahun 1958 telah memilihnya kembali menjadi presiden, atas kebijakannya menyerahkan Aljazair kepada kaum nasionalis Aljazair. Namun, kematiannya justru menjadi permulaan. Colonel Marc Rodi, kepala operasi OAS yang baru juga merasa dihianati dan kebenciannya kepada Gaulle semakin menjadi, dia pun melaksanakan kudeta besar-besaran untuk menggulingkan pemerintah pada bulan April 1961 namun kudeta tersebut gagal, kemudian bersama dua temannya di OAS, Rene Montclair, bendahara OAS dan Andre Lasson, coordinator gerakan bawah tanah OAS-CNR di Prancis Metropolitan, mereka membutuhkan seorang professional , orang luar yang pandai dalam pembunuhan politik karena organisasi mereka telah banyak disusupi oleh agen-agen Dinas rahasia Prancis sehingga tidak banyak lagi keputusan yang menjadi rahasia dan wajah mereka juga familier di kalangan polisi Prancis. Mereka membutuhkan orang luar yang didak diketahui identitasnya, pembunuh bayaran dengan harga setengah juta dolar, dia berinisial Jackal.
Jackal pun memulai strateginya dengan membuat identitas atau paspor palsu, merancang sendiri senjatanya agar benar-benar cocok dengan strategi pembunuhannya nanti yang akan dilaksanakan pada waktu kemerdekaan Prancis. Intinya, segalanya terencana dengan baik dan detail. Tentu saja pemerintah Prancis tidak diam begitu saja, mereka mengetahui kalau ada bahaya yang akan mengencam keselamatan presiden, tapi mereka tidak tahu siapa bahkan OAS, DST, Dinas Aksi, RG, tidak ada yang mengetahui identitas sang Jackal. Mereka membutuhkan nama, wajah, paspor agara bisa menahannya, untuk menemukan namanya secara rahasia, mereka membutuhkan seorang detektif. Cerita pun berlanjut akan pengejaran detektif terbaik Prancis, Komisaris Claude Lebel akan keberadaan Jackal. Seperti judul film, Catch Me If You Can.
Buku tebal dan kertasnya tipis ini dibagi menjadi tiga bagian: Anatomi Perencanaan, Anatomi Perburuan Manusia, Anatomi Pembunuhan. Sebenarnya buku ini lumayan apalagi bagi penyuka serial detektif, pemeran antagonis sebagai tokoh utama yang jarang dipakai oleh penulis lain menjadikan buku ini cukup penasaran untuk dibaca, isinya pun benar-benar detail, baik latar belakang terjadinya kudeta, agen-agen militer dan rahasia Prancis, pengejaran Jackal, cara pembunuhannya sangat terencana, penulis begitu pandai menjabarkannya. Sayangnya dari awal saya sudah bingung dan tidak konsen membaca buku ini, hal sepele pun juga dijelaskan dengan detail, ceritanya terlalu mbulet dengan banyaknya tokoh sehingga saya terpaksa melewati atau membaca sekilas saja beberapa halaman. Mungkin karena “Bukan ukuran baju saya,” kebesaran, sehingga saya tidak nyaman membacanya. Mungkin saya lebih cocok dengan filmnya ^^
2 sayap untuk sang penjagal.
Tentang penulis
Frederick Forsyth lahir di Inggris pada 25 Agustus 1938. Pada 1956, ia menjalani Wajib Militer sampai 1958, dan pada usia 19 tahun menjadi pilot termuda di Angkatan Udara. Pada 1969, ia mulai menulis buku pertamanya, The Biafra Story, setelah keluar dari BBC pada 1968. Kini ia bermukim bersama isterinya di Hertfortshire, Inggris.
The Day of The Jackal, pertama kali terbit tahun 1971, menjadi buku laris dan mendapatkan penghargaan novel terbaik Edgar Allan Poe Award 1972. Novel-novel Forsyth bercerita seputar peperangan, intrik internasional, intrik politik, spionase dan kriminalitas lintas Negara, mungkin terinspirasi dari latar belakangnya mengikuti Wajib Militer kali ya, hehehe. Karya-karya lainnya yang juga mendapat pengakuan luas diantaranya adalah The Dogs of War, The Odessa File, The Devil’s Alternative, The Fourth Protocol, The Negotiator, The Deceiver, The Fist of God, Icon, Avenger, The Afghan, dan The Cobra.
The Day of The Jackal ini juga pernah dibuat film bahkan sampai dua kali pada tahun 1973 dan 1997. Pada film pertamanya mendapatkan penghargaan BAFTA Award, 1974 sebagai Best Film Editing dan remake filmnya dibintangi oleh Richard Gere dan Bruce Willis.