Sabtu, 01 Agustus 2026

The Dry by Jane Harper | Book Review

The Dry (Aaron Falk #1)
Penulis: Jane Harper
Alih Bahasa: Dharmawati
Editor: Siska Yuanita & Hetih Rusli
Desain sampul: Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-7623-3
Cetakan pertama, 13 November 2017
440 halaman
Baca di Gramedia Digital
SIAPA YANG SEBENARNYA MENGHABISI KELUARGA HADLER?

Semua orang yakin Luke Hadler telah mengacungkan senjata ke arah istri dan anaknya, lalu membaliknya dan menembak diri sendiri. Penduduk Kiewarra berhadapan dengan persoalan hidup dan mati pada musim kekeringan ini, tapi peristiwa itu tetap saja mengguncang seluruh kota. 

Penyelidik Federal Aaron Falk kembali ke Kiewarra untuk menghadiri pemakaman walau harus berhadapan dengan masyarakat yang telah menolaknya dua puluh tahun silam. Mau tak mau Falk terseret dalam penyelidikan kasus tersebut dan, ketika kecurigaan makin menggunung, dia pun mulai meragukan tuduhan terhadap Luke, sahabat masa kecilnya. 

Semakin jauh Falk menyelidik, semakin banyak luka lama yang tersingkap. Bagaimanapun, Luke dan Falk pernah menyimpan rahasia… rahasia yang terkubur dalam-dalam tapi terancam akan terbongkar dengan kematian Luke.

Bagus banget, huhuhu.

Ketika bingung mau baca apa, ketika minat baca udah nyungsep banget, iseng nyoba baca buku ini. Nggak baca sinopsisnya, pokoknya nyoba bab 1 atau prolog untuk menentukan lanjut atau nggaknya, sama seperti buku lain yang kebanyakan berakhir kapan-kapan mood lanjut lagi deh. Saya baca buku ini pada tahun 2022, yap, sudah lama sekali, langsung bikin draft reviewnya (percayalah, banyak draft review yang sudah saya tulis T.T) saat itu dan untung ada sedikit penjelasan di goodreads, jadi bisa dipindah di sini deh :)

Singkat cerita karena jujur saya sedikit lupa dengan detail ceritanya, tapi secara garis besar inget lah dan siapa yang sebenarnya pelaku di buku ini. Aaron Falk harus kembali ke kampung halamannya yang sudah menorehkan luka di masa remaja dan menghancurkan keluarganya, di mana seluruh penduduk percaya dia adalah seorang pembunuh. Berpuluh-puluh tahun kemudian dia harus berhadapan kembali dengan mereka ketika menghadiri pemakaman sahabatnya Luke Hadler, di mana dia membunuh keluarganya secara sadis dan dipercaya bunuh diri, hanya menyisakan anaknya yang masih bayi.

Sejak saat itu instingnya sebagai polisi menemukan berbagai hal janggal, ayah Luke meminta untuk menyelidiki karena tidak percaya kalau anaknya bunuh diri. Falk mulai menyusuri apa yang sebenarnya terjadi dan karena hal itu juga dia mulai menemukan kebenaran kasus yang menimpanya dua puluh tahun yang lalu, kebohongan yang hanya dia kira dirinya dan Luke yang tahu ternyata ada orang lain yang mengetahui rahasia mereka.

Lalat di bagian pembuka sangat menarik minat saya untuk terus lanjut, deskripsi yang cukup detail membuat saya melanjutkan lembar demi lembar sampai menemukan jawaban kalau buku ini bisa dibilang crime, thriller. Pacenya saya akui sangat lambat sekali, memunculkan dugaan dugaan tak tentu ujungnya, beneran ikutan frustasi kayak Falk yang menemui jalan buntu di tengah-tengah. Paham sih karena untuk membangun atmospher dan tentu saja membangun kepingan-kepingan yang nantinya bisa disusun di akhir. 

Cukup lama menamatkan, hampir sebulan tapi sangat menikmati. Menduga-duga siapa? Ada apa? Apakah berkaitan dengan luka masa lalu? Ketika mendekati bagian akhir, plot twistnya benar-benar nggak ketebak. Untuk sebuah debut, buku ini sangat menakjubkan, mengembalikan rasa apa kenikmatan di balik membaca buku.

4.5 sayap untuk luka masa lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...