Snowfall at Willow Lake - Salju di Danau Willow (Lakeshore Chronicles #4)
Penulis: Susan Wiggs
Alih Bahasa: Mery Riansyah
Editor: Rini Nurul Badariah
Penerbit: Gramedia Putaka Utama
ISBN: 978-979-22-9072-1
528 halaman
Pinjam di rental terdekat
Pengacara internasional
Sophie Bellamy mendedikasikan hidupnya untuk membantu banyak orang di
negara-negara berkonflik. Namun ketika berhasil selamat dari situasi
genting, Sophie menyadari yang paling bermakna dalam hidup adalah
anak-anaknya. Dihantui rasa bersalah, Sophie kembali ke Avalon, di tepi
Danau Willow, dengan tekad memperbaiki ikatan keluarganya. Di
sana, Sophie mendapati kehidupan kota kecil penuh kejutan, termasuk
ketertarikan tak terduganya terhadap Noah Shepherd, dokter hewan
setempat. Noah memiliki sentuhan ajaib untuk menyembuhkan binatang,
sayang tak pernah beruntung dengan kaum wanita, hingga ia bertemu
Sophie. Ini kisah tentang cinta yang mengisi kehidupan, juga
berbagai hal yang menguji cinta itu dan membuatnya tumbuh. Kisah tentang
penyintas yang menemukan kembali jalan pulang untuk menyembuhkan diri,
memenuhi janji, serta meraih kesempatan berbahagia.
Sinopsis: Setelah anaknya besar,
mantan wali kota Avalon sekaligus orangtua tunggal, Nina Romano,
menyadari impiannya akan segera terwujud: Memiliki dan mengelola
Penginapan di Danau Willow. Sampai ia menyadari penginapan tersebut
ternyata sudah dibeli Greg Bellamy.
Usai pernikahan yang sangat
menguras emosi dan berujung pada perceraian, Greg bertekad memulai
lembaran baru. Penginapan yang baru dibelinya akan menjadi awal
menjanjikan bagi Greg dan anak-anaknya untuk menikmati hidup nyaman dan
stabil. Dan siapa lagi orang yang paling tepat untuk membantu Greg
mengatur penginapan tersebut kalau bukan Nina Romano?
Greg dan
Nina memang tidak dapat dikatakan teman lama, namun di sela rentang
waktu kehidupan, takdir kerap mempertemukan mereka dalam momen-momen
terpenting. Dan tanpa mereka sadari, hidup mereka saling memengaruhi.
Kini Greg dan Nina harus mencari jalan agar bisa tetap bekerja sama
meski ketertarikan di antara mereka semakin kuat. Dan kali ini, akankah
cinta berpihak pada mereka? Setelah melepas jabatannya sebagai Wali Kota Avalon karena kasus koruptur pada masa jabatannya, Nina berencana beralih haluan menjadi pembisnis. Dia ingin memiliki penginapan di Danau Willow, tempat yang sangat berarti banginya dulu, tempat di mana dia berusaha bangkit dari kesalahannya. Waktu kecil ia pernah bekerja di sana sehingga dia tahu seluk beluk tentang penginapan itu. Sampai-sampai dia rela pdkt sama pimpinan bank yang berencana melelang tempat itu. Dari orang yang didekati itulah dia juga mendengar kalau pengina[pan itu sudah dibeli oleh Greg Bellamy. Hahaha, ngakak waktu Nina menyerang gebetannya lupa lagi siapa namanya sehingga mereka terjatuh dari perahu. Nina jadi sangat membenci Greg.
Greg meminta Nina
menjadi manager penginapan karena dia tahu Nina sangat mengenal seluk beluk
tempat itu. Nina tidak mau karena tempat itu seharusnya menjadi miliknya. Berbagai tawaran menggiurkan tetap diacuhkan Nina, sampai ketika Nina boleh tinggal di penginapan itu dan boleh melakukan apa saja untuk tempat itu. Waktu Greg menolong Nina ketika jatuh dari perahu, itu bukanlah pertemuan pertama mereka, jauh sebelumnya ketika Nina masih duduk di bangku SMA sedangkan Greg di universitas mereka mempunyai ikatan yang tak kasat mata, tidak disadari mereka, sama-sama memendam dan mengganggap perasaan itu tidak mungkin. Selain usia, status sosial mereka juga berbeda. Nina pertama kali melihat Greg di perkemahan Kamp Kioga, dia sangat mengagumi Greg yang tampan lalu ketika ada teman Greg yang berkata kalau dia anak salah satu pengurus Kanp Kioga dan respon Greg terlihat kaget, Nina beranggapan kalau dia merendahkannya, Sejak saat itu Nina tidak ingin berurusan dengan Greg. Greg melihat Nina sebagai remaja yang ceroboh, bertindak tanpa berpikir, dia memergoki Nina 'berkencan' dengan orang yang seharusnya tidak dia ganggu padahal usia Nina belum cukup. Greg diam-diam mengawasi tingkah laku Nina karena dia sedikit liar. Greg heran kenapa perempuan itu cenderung menghindarinya, Nina mengenal dirinya sebagai anak orang kaya raya yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang orang tuanya. Saat itu Greg mempunyai pacar (ibu Desy) sehingga ada pembatas ketika dia mulai tertarik pada Nina. Sekarang, mereka tidak bisa lagi mengelak akan perasaan masing-masing, konflik-konflik yang mereka hadapi justru membuat hubungan mereka semakin dekat.
Masih lebih
emosional baca buku kedua. Kali ini yang jadi 'pengikatnya' adalah penginapan
di danau Willow. Seperti di buku sebelumnya ada tokoh lain yang diceritakan, anak Greg yang
belia hamil dan mau melahirkan, bagaimana sangat mempengaruhi psikisnya
dan beban berat yang harus ditanggung baik Desy ataupun Greg, juga masalah
Max yang sedang tumbuh baik secara fisik maupun mental, tentang masa lalu di mana
Greg dan Nina punya hubungan tak kasat mata, ikatan yang tanpa disadari
keduanya. Sebuah buku tentang drama keluarga yang komplek, coba ya agak hot
dikit pasti sukaaaa banget #dikeplak. Masih sama, alurnya flash back, kita akan di bawa ke masa Nina remaja yang hamil ketika dia mau lulus, masa Greg pertama kali terpesona pada Nina. Tidak banyak tokoh lain yang diceritakan, sedikit tentang sahabatnya Nina, Jenny Masjeski, Olivia yang akan menikah, paling banyak adalah tentang Desy dengan kehamilannya.
"Nina berusaha tidak mendengarkan gosip yang berkembang dan mengabaikan spekulasi yang tersebar tentang siapa ayah bayinya. Ia tidak percaya pada orang-orang pesimistis yang gemar menjelaskan betapa sulitnya membesarkan seorang anak, bahkan bagi orang dewasa yang sudah menikah. Apalagi remaja, pasti mustahil atau berpindah yang dilakukan orang-orang.
Tetapi bagi Nina, bayi ini menjadi semacam cita-cita, semacam misi, sesuatu yang dapat memberikan bentuk dan tujuan bagi hidupnya. Tentu saja ia merasa pedih, ketika teman-temannya menghadiri pesta dansa sekolah atau pergi menonton, tetapi ia memperoleh kekuatan melalui masa-masa penmyesalan itu dengan mengajari dirinya sesuatu yang berguna, seperti membuat kartu jadwal imunisasi bayi. Ia memasang sendiri ranjang bayinya. ia belajar memasang tempat duduk bayi di mobil bahkan sebelum ia memperoleh SIM. ia belajar keuangan dan kebijakan sosial karena tiba-tiba semua itu menjadi penting baginya. Ia akan melahirkan bayi ke dunia."
You great Nina! Suka sekali dengan karakter Nina yang mandiri, pekerja
keras dan ceplas ceplos, dia wanita yang kuat, sangat kuat. Hamil ketika masih muda
juga seperti Desy jadi dia bisa memahami apa yang dialami anak Greg itu, di mana
Greg belum rela melepaskannya sebagai anaknya, anaknya yg masih kecil. Nina tidak malu dengan kehamilannya, dia memberitahu ayah bayinya itu setelah cukup usia karena dia tidak ingin merusak masa depan mantan pacarnya itu. Dia bertanggung jawab, dia tahu kalau dia melakukan kesalahan sehingga sebaik mungkin agar kesalahan itu tidak berdampak buruk. Tahu kalau dia memiliki saudara banyak dan tidak ingin menambah beban orang tuanya dengan kemunculan satu bayi lagi, dia memilih meninggalkan rumah, membuang cita-citanya kuliah, bekerja demi memenuhi kebutuhan dirinya dan anaknya, sebuah langkah yang harus ditiru oleh gadis muda yang mempunyai nasip yang sama dengan Nina.
Kalau di buku pertama drama keluarganya tentang perceraian, buku kedua tentang tidak adanya sosok orang tua di dalam diri seorang anak, di buku ketiga ini tentang anak yang hamil di usia belia. Nina tahu bagaimana menghadapi Desy karena dia pernah ada di posisi Desy, yang sayangnya tidak disetuji Greg, yang memicu retaknya hubungan baru mereka. Di buku ini kita akan tahu bagaimana perasaan orang tua yang anaknya bermasalah, kita akan dapat merasakan bagaimana si anak bermasalah itu menanggung kesalahannya dan mencoba memperbaikinya.
Buku ini cocok sekali untuk para remaja dan orang tua.
3.5 sayap untuk Nina yang tangguh.
Dockside - Di Tepi Dermaga (Lakeshore Chronicles #3) Penulis: Susan Wiggs Penerbit: Gramedia Pustaka Utama ISBN: 9789792288186 Cetakan pertama, 2012 504 halaman
Sinopsis: Alih-alih melewatkan
musim panas di Manhattan, Olivia Bellamy justru akan menjalaninya di
resor perkemahan lama milik keluarganya. Di sanalah ia akan merenovasi
deretan bungalo dan kebun yang akan digunakan kakek-neneknya merayakan
ulang tahun emas pernikahan mereka.
Merupakan resor mewah pada
masa jayanya, Camp Kioga kini terbengkalai. Olivia pun terpaksa
mempekerjalan Connor Davis - lelaki idamannya saat mereka menjadi
peserta perkemahan musim panas di Camp Kioga. Namun, seiring hari-hari
musim panas yang menghangat, air sejuk Danau Willow bahkan tak mampu
meredam cinta lama yang bersemi kembali dan keterkejutan Olivia saat
rahasia keluarganya terkuak.
Nostalgia dari musim panas masa lalu
memang mengembuskan harapan baru ke perkemahan dengan tempat dan
orang-orang yang istimewa... Dan keinginan Olivia hanya satu: Harapan
itu tidak menguap saat musim panas berakhir.
Olivia Bellamy datang kembali ke Camp Kioga dengan tujuan merenovasi perkemahan yang sangat berarti bagi dirinya dulu, tempat yang penuh kenangan, tempat di mana dia pertemu pertama kali dengan Connor Davis, laki-laki yang membuatnya jatuh cinta pertama kali. Tempat di mana dia ingin melupakan prmasalahan di keluarganya, tempat di mana dia memulai hal yang baru.
Sembilan tahun kemudian mereka bertemu kembali di Camp Kioga, Lolly, panggilan kecilnya berusaha memperbaiki Camp Kioga yang akan menjadi tempat pesta ulang tahun pernikahan kakek neneknya. Sebagai perencana dia bertangung jawab membuat tempat itu kembali hidup dengan bantuan para sepupunya dan omnya yang seorang arsitek, Greg Bellamy. Semuanya itu tidak akan berjalan tanpa seorang kontraktor, dia pun menyewa satu-satunya agen kontraktor yang ada di Avalon, Davis Contracting and Construction di Avalon, yang ternyata milik teman masa kecilnya, Connor Davis.
Reuni itu membuat mereka kembali teringgat saat-saat bersama dulu, saat di mana Lolly jatuh cinta pertama kali pada Connor yang akhirnya membuat dia patah hati. Kali ini Connor ingin menebus kesalahannya dengan menawarkan sebuah pernikahan. Lolly ragu, karena beberapa kali dia berencana menikah selalu gagal, selain itu dia takut terluka lagi. Perbedaan status sosial mereka tidak mempengaruhi hubungan mereka, Lolly tidak ingin seperti kedua orang tuanya yang menikah tanpa cinta hanya karena perjodohan, dia ingin menikah karena hatinya. Selain lika-liku kisah cinta mereka, di buku ini juga menyimpan beberapa misteri, rahasia tentang keluarga Bellamy. Beda, itulah yang pertama kali saya rasakan akan seri Lakeshore Chonicles ini. Saya kelewat seri pertama, saya baca buku keduanya dulu, di mana sangat berkesan, sangat nyesek. Seri ini bercerita tentang orang-orang yang tinggal di kota kecil Avalon, selalu berhubungan dengan danau Willow, perkemahan Camp Kioga. Menitik beratkan akan konflik keluarga, kisah masa lalu, dan bagaimana masa lalu itu akan sangat berdampak pada masa depan tiap tokoh. Jangan mengaharapkan adegan yang hot, buku ini lebih menawarkan rasa emosional ketika kita membacanya. Di seri pertama ini, kita akan disuguhkan kisah cinta antara Olivia dan Connor. Olivia yang masa kecilnya rapuh karena tidak kuat akan perceraian kedua orang tuanya, sehingga dia melampiaskan pada makanan, membuat dia tidak percaya diri dan merasa kalau dirinya jelek, berbeda ketika dia sudah dewasa, dia bangkit dari keterpurukan, mempunyai usaha yang sangat sukses, dan dia menjadi sangat cantik dan tentu saja kurus. Sampai-sampai ketika bertemu pertama kali, Connor tidak mengenali Lolly. Connor adalah laki-laki yang bebas, dia bermimpi berkeliling dunia, Lolly tidak menyangkan kalau Connor masih berada di Avalon menginggat akan mimpi masa kecilnya. Alasan kenapa dia menetap dan membuka usaha adalah ayahnya. Dia tidak bisa meninggalkan ayahnya, seburuk apa pun tingkah lakunya, dia tidak bisa membiarkan ayahnya sendirian, dia berjuang agar ayahnya lepas dari pengaruh alkohol. Itulah yang saya suka dari Connor, walaupun tampak luar dia terlihat playboy, brengsek, dia sangat menyayangi keluarganya. Dia juga menyanggupi permintaan ibunya untu merawat adik tirinya selama musim panas.
Diantara
ketiga seri yang sudah saya baca, di buku ini saya tidak mendapatkan chemistry
tokoh utamanya, mungkin karena buku pertama lebih banyak bercerita tentang
pengenalan beberapa tokoh yang akan muncul di seri selanjutnya, jadi ceritanya tidak melulu antara Olivia dan Connor. Ciri
khas seri ini adalah settingnya yang berhubungan dengan danau Willow, Camp Kioga. Seperti halnya di buku kedua yang menyorot toko roti milik keluarga Masjeski, kali ini yang disorot adalah Camp Kioga, setiap pergantian bab akan dijelaskan tentang
sejarah, aturan, pokoknya tetek bengek tentang Camp itu, trus flash back,
kedua tokoh utama sewaktu kecil memiliki moment yang sangat penting yang
nantinya berujung sampai dewasa, sedikit konflik tokoh lain. Selain tentang
Olivia dan Connor, buku ini menceritakan tentang masa lalu ayahnya, Philip Bellamy di mana dia jatuh cinta pada anak pemilik toko roti di Avalon padahal waktu itu dia dalam posisi bertunangan dengan ibunya Olivia, Desy yg terluka akibat
perceraian kedua ortunya yang pernah dialami Olivia juga, jadi dia tahu gimana perasaan Desy yang mulai bandel, pelarian Ollivia mungkin tidak terlalu buruk, dia hanya menjadi gendut, sedangkan Desy, ayahnya, Greg, sangat mengkhawatirkan dirinya karena dia berlari ke hal negatif, merokok, mabuk-mabukan, memakai narkoba. Sehingga Greg memutuskan pindah ke Avalon. Lalu ada sekelumit tentang Jenny Masjeski
yang ternyata mempunyai hubungan dengan keluarga Bellamy, kisahnya bisa kita baca di buku kedua: The Winter Lodge.
Buat yang menyukai drama keluarga, buku ini sangat recomended banget. 3 sayap untuk, "Aku teman baikmu yang baru."
Summer at Willow Lake - Musim Panas di Danau Willow (Lakeshore Chronicles #1) Penulis: Susan Wiggs Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Cetakan pertama, 2012 ISBN: 9789792279009 568 halaman
Jenny Majesky, pemilik Sky River Bakery, bercita-cita membukukan semua resep warisan neneknya, tapi tiba-tiba kebakaran besar melahap rumahnya hingga tak menyisakan banyak hal.
Rourke McKnight, sang kepala polisi Avalon, menawari Jenny untuk tinggal di rumahnya, dan Jenny menerima tawaran tersebut, berkata bahwa itu hanya untuk sementara waktu. Tak disangka, kedekatan mereka membangkitkan masa lalu yang selama ini berusaha mereka hindari. Perasaan yang mereka simpan terhadap satu sama lain sejak pertemuan pertama di Camp Kioga, kini muncul kembali.
Jadi, begitu mendapat kesempatan untuk mengejar mimpinya ke New York, Jenny memutuskan untuk meninggalkan Rourke lagi beserta masa lalu mereka. Apakah kali ini Rourke akan membiarkan Jenny pergi?
Perasaan membaca buku ini adalah ngilu, menyentuh sekali. Ceritanya simpel, dua manusia yang saling mencintai tetapi berusaha menghindari perasaan masing-masing. Saya akan menceritakannya dari masa lalu, ya, buku ini ada kilas balik tentang bagaimana cerita bermula, bagaimana perasaan itu muncul, dan bagaimana semuanya hancur.
Rourke McKnight dan Joey Santini bersahabat sejak kecil, Rourke adalah putra Senator Drayton McKnight dan Joey adalah anak dari sopir ayah Rourke. Berkat didikan keras ayahnya, Rourke menjadi pribadi yang keras, pendiam dan tidak mampu mengeluarkan isi hatinya, hanya Joey yang dapat memahaminya. Pada musim panas itu, saat usia Rourke dua belas tahun, keluarga Bellamy memberi dukungan untuk sang senator dalam menjadi komite persetujuan dagang dan karena waktu kecil ibu Rourke pernah menghadiri perkemahan Camp Kioga di hutan belantara Catskill selama musim panas milik keluarga Bellamy, dia berpendapat kalau anaknya juga harus mengikutinya, demi kerjasama itu juga.
Rourke sangat senang, terlebih dia bisa melakukan apa yang dia suka dan tidak dalam jangkauan pengaruh ayahnya, dan dia juga ditemani sahabatnya, Joey yang katanya mendapat beasiswa padahal ayah Rourke yang membiayai untuk menemani anaknya. Suatu ketika dia melihat beberapa temannya mencuri makanan di mobil yang bertuliskan Sky River Bakery, dia hampir mengacuhkannya tapi ketika salah satu anak bandel tersebut memaksa mencium seorang gadis berkepang dua, Jenny Majesky, dia tidak dapat membiarkannya, dia berkelahi demi gadis itu dan mendapatkan luka seperti bulan sabit di pipinya, gadis kecil itu kagum padanya dan tidak berbeda juga dengan Rourke, mereka merasakan hal yang sama. Kemudian Joey datang, dengan pembawaannya yang riang dan mudah bergaul membuat suasanya pertemanan baru mereka semakin erat, sejak saat itu, setiap musim panas, mereka bertemu di Camp Kioga, saling menutupi perasaan masing-masing.
"Dan hati Rourke mencelos. Karena kini sudah terlambat. Joey juga tertarik pada gadis itu. Dan Rourke tahu ketika dua kawan akrab menginginkan hal yang sama, itu hanya akan menimbulkan masalah."
Bertahun-tahun kemudian, semua kisah indah di masa kecil itu kini berbeda, Jenny selalu menghindari Rourke, dan Rourke selalu mengganggap Jenny tidak ada ketika mereka berdekatan. Kenangan manis musim panas di Camp Kioga sudah tidak ada, ikut terkubur bersama Joey Santini.
Bisa dibilang ini adalah harlequin yang berbeda dari biasanya, sebelumnya ada juga Rainwater-nya Sandra Brown, emosional sekali ceritanya, mengaduk-aduk perasaan kita, tidak seperti harlequin kebanyakan, kisah cinta si kaya dan si miskin dengan romantika yang panas di atas ranjang, kali ini berbeda. Tidak hanya kisah cinta segitiga yang disuguhkan penulis tapi dia menambahkan bumbu sebuah drama keluarga yang menambah perasaan kita ikut kacau sewaktu menyelaminya.
Selain rasa cintanya yang tak terucap untuk Rourke, kita juga akan merasakan perasaan Jenny yang kehilangan kenangan akan neneknya, kakeknya, ibunya yang menghilang dan sosok seorang ayah yang selalu diimpikannya, terlebih kehilangan rumahnya. Dan untuk Rourke, kita akan ikut gregetan dengan bagaimana dia mengalah demi sahabatnya, dan menentukan nasip cintanya sendiri yang dia kira akan memiliki ending yang paling pas, tapi dia salah, ketika mengalah, dia menjadi hancur, meihat sahabatnya dan orang yang dicintainya bersama, melampiaskan kepada orang asing yang tetap tidak bisa menyembuhkan luka hatinya.
Buku ini menyimpan banyak cerita, banyak kenangan yang memilukan, banyak tokoh pembantu yang perannya mugkin tidak terlalu dominan tapi akan memiliki kisah sendiri di seri lainnya, tapi ada juga peran pmbantu yang akan menyingkap teka-teki di buku ini, semua tokoh yang diciptakan penulis tidak ada yang mubazir. Salah satu contoh adalah Olivia, saudara tiri Jenny, dia menjadi tokoh utama di buku pertama-Summer at Willow Lake. Dan saya harus membacanya, saya melewatkan buku pertamanya, karena di buku ini Olivia banyak muncul dan cukup berperan penting, terlebih dalam keputusan Jenny dalam menggapai impiannya.
Berikut ke-sembilan serinya, baru dua yang sudah diterjemahkan oleh Gramedia :D
"Kau tidak selalu bisa memilih jatuh cinta pada siapa. Terkadang cinta yang memilihmu."
Banyak sekali adegan yang saya suka, yaitu ketika mata Rourke dan Jenny bersitatap, tersirat bahwa mereka memiliki perasaan yang sama, dan mereka mengetahuinya, tapi sama-sama masa bodoh. Dan puncak adegan yang mungkin juga tak terlupakan oleh mereka berdua, ketika Jenny menelepon Rourke dan mengatakan keadaan Joey, Rourke langsung memacu mobilnya demi menenangkan orang yang sangat dicintainya, dan melakukan hal yang disesali setelah itu, sambai bertahun-tahun kemudian. Untuk adegan hot-nya saya kasih dua kipas, dan untuk ceritanya...
4 sayap untuk Camp Kioga.
The Winter Lodge - Pondok Musim Dingin (The Lakeshore #2)
Penulis: Susan Winggs
Alih bahasa: Gita Marliza
Cover: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-8728-8
Cetakan pertama, Agustus 2012
567 halaman