Tampilkan postingan dengan label Bentang Belia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bentang Belia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2015

Fashion & Style Handbook by Tim Bentang Belia | Book Review

Fashion & Style Handbook
Penulis: Tim Bentang Belia
Penyunting: Starin Sani
Perancang sampul: D.A.A
Ilustrasi isi: Addina Faizati
Penerbit: Bentang Belia
ISBN: 978-602-7975-38-5
Cetakan pertama, Juli 2013
162 halaman
Beli di BukaBuku 10k
What is your favorite fashion item?
Little black dress, cape, ankle boots, you name it!


Tapi masih sering bingung membedakan jenis-jenis tas, dress, outerwear, sepatu, dan istilah fesyen lainnya?

Tenang aja, Girls!

Buku ini cocok buat kamu yang ingin menguasai seabrek kosakata tentang dunia fesyen. Buku ini punya semua hal yang kamu butuhkan. Dari ilustrasi busana cewek yang detail dan ringkas, dan semua artikel tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia cewek lainnya. Nggak ketinggalan daftar istilah dan cara mengeja fashion brand yang baik dan benar.

"Kamus Modis untuk Trendy Hunter!"
- Cindy Biantoro, Fashion Blogger

"INFORMATIF! Ilustrasinya bikin mengerti seperti apa fashion item yang dimaksud. Dan layout halamannya girly banget!
- Lulut Marganingtyas, Fashion Blogger & Fashion Stylist

Rabu, 06 Agustus 2014

[Book Review] Dear Prudence by @danniefaizal

Dear Prudence
Penulis: Dannie Faizal
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Ilustrasi isi: Dannie Faizal
Penerbit: Bentang Belia
ISBN: 978-602-7975-79-8
Cetakan pertama, 2014
252 halaman
Buntelan dari @danniefaizal

Astaga, rambut gue pitak! Senior gue memangkas jambul kebanggaan gue dengan asal. Demi Tuhan, di sini ada ratusan mahasiswi bening yang salah satunya mungkin bisa gue 'prospek' ke depannya. Dengan rambut pitak begini, paling cuma perawan tua penjaga kantin yang bisa gue pacarin.


“Lo kaya Klingon.”


Coba lo bayangin, itu tadi komentar salah satu mahasiswi cantik di kampus gue, Prue. Harga diri gue langsung terjun bebas ke jurang. Klingon, karakter absurd di film Startrek yang berjidat lebar dan jelek banget.

Tapi sejak saat itu gue jatuh cinta sama cewek yang ngatain gue dengan kejam itu. Setiap hari, selama hampir dua tahun gue terus mengejarnya. Teman-teman bilang gue bodoh karena rela nunggu terlalu lama. Nyokap gue malah bilang; bahwa arus hidup kadang membawa kita ke tikungan lain, dan menyarankan agar coba melihat cewek lain. Tapi gue kekeuh, gue nggak mau ikut tikungan lain itu. Dalam hal cita-cita pun begitu. Gue pengin jadi Motion Graphic Designer besar, pokoknya menghasilkan suatu karya besar yang bikin nama gue diingat orang banyak, nggak ada cita-cita lain.

Tapi gue nggak pernah tahu, gue ataukah nyokap gue yang benar….


Selasa, 07 Januari 2014

Revenge of the Girl with the Great Personality

Revenge of the Girl with the Great Personality
Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Mery Riansyah
Ilustrasi sampul & isi: Shutterstock, Rifqa Army, & 4drian
Penerbit: Bentang Belia
ISBN: 978-602-7975-15-6
Cetakan I, Juli 2013
314 halaman
Kado ultah dari Anissa M Zahro

Saatnya melakukan perubahan!

Hidupku dikelilingi putri-putri cantik. Adikku, Mac, ratu kecantikan cilik. Ini gara-gara Mom yang ketagihan mendaftarkannya ke semua kontes. Alyssa, pacar dari gebetanku juga bintang fashion show. Cantik dan populer tentu saja!

Mereka, selalu sempurna di mata banyak orang. Apa kabar orang-orang sepertiku? Di dunia itu, aku merasa ada yang salah. Semuanya tampak dipaksakan, dan … palsu. Seharusnya, orang merasa sempurna bukan hanya karena penampilan yang kece, melainkan juga punya kepribadian yang mengagumkan.

Aku harus melakukan ini, gerakan orang-orang berkepribadian mengagumkan! Lihat apa yang akan kulakukan. Mau ikut denganku?


Kamis, 11 Juli 2013

Prom and Prejudice


From the much-buzzed-about author of THE LONELY HEARTS CLUB (already blurbed by Stephenie Meyer, Lauren Myracle, and Jen Calonita), a prom-season delight of Jane Austen proportions.

It is a truth universally acknowledged, that a single girl of high standing at Longbourn Academy must be in want of a prom date.
After winter break, the girls at the very prestigious Longbourn A...more From the much-buzzed-about author of THE LONELY HEARTS CLUB (already blurbed by Stephenie Meyer, Lauren Myracle, and Jen Calonita), a prom-season delight of Jane Austen proportions.

It is a truth universally acknowledged, that a single girl of high standing at Longbourn Academy must be in want of a prom date.
After winter break, the girls at the very prestigious Longbourn Academy become obsessed with the prom. Lizzie Bennet, who attends Longbourn on a scholarship, isn't interested in designer dresses and expensive shoes, but her best friend, Jane, might be - especially now that Charles Bingley is back from a semester in London.
Lizzie is happy about her friend's burgeoning romance but less than impressed by Charles's friend, Will Darcy, who's snobby and pretentious. Darcy doesn't seem to like Lizzie either, but she assumes it's because her family doesn't have money. Clearly, Will Darcy is a pompous jerk - so why does Lizzie find herself drawn to him anyway?


Jumat, 14 Juni 2013

The Lonely Hearts Club


Mana yang lebih penting? Pacar atau sahabat?

Setelah dikhianati Nate, Penny Lane bersumpah nggak akan mau dekat-dekat apalagi sampai pacaran sama manusia berlabel cowok. Sohibnya, Diane meninggalkan Penny juga demi cowok. Gimana Penny nggak makin kebakaran?

Penny nggak sendiri. Banyak cewek di sekolah punya pengalaman sama: korban cowok nggak penting! Penny akhirnya mendirikan sebuah klub cewek jomblo The Lonely Heart Club.

Peraturan utamanya ekstrim: nggak boleh pacaran! Hufft…apa bisa aturan gila ini ditaati?

Masalah lalu muncul saat Ryan Bauer-cowok populer di sekolah mendekati Penny. Sementara itu ikatan diantara sohib cewek The Lonely Heart Club makin kuat.

Mampu nggak sih Penny Lane menahan godaan untuk nggak nge-datesama Ryan yang super cool? Siapa yang akan dipilih Penny? Cowok yang jadi rebutan cewek satu sekolah atau klub berisi sohib yang super asyik?


Kamis, 11 Oktober 2012

Take a Bow


Creative and Performing Arts (CPA) -Sekolah Seni Kreatif dan Pertunjukan, New York- merupakan salah satu sekolah seni pertunjukan paling bergengsi. Tempat di mana anak-anak muda memiliki bakat luar biasa, tempat di mana mereka menggapai impian. Ada empat kisah dalam buku ini, empat passion yang besar dalam diri mereka terhadap seni.

Ethan
Dia mempunyai bakat bermusik luar biasa, bisa memaninkan berbagai alat musik dan suaranya, jangan ditanya. Masalahnya, dia tidak PD tampil di depan umum, dia selalu gugup dan jarang memperhatikan penonton saat beraksi di atas panggung, tidak punya ikatan dengan penonton. Seperti kebanyakan musisi besar yang sukses, dia tampil dengan bau alkohol untuk melepas kegugupan dan menciptakan lirik lagu yang hebat ketika hidupnya sedang kacau. Dia berusia lima belas tahun, kebiasaan inilah yang membuatnya pernah membuat teguran dari Emme, orang yang diam-diam dicintainya.
"Sebenarnya, ada satu hal yang bisa kulakukan untuk menghentikan suara-suara itu. Satu-satunya keahlianku; bermain musik. Itu bisa aku lakukan dengan baik."

Emme
Dia bodoh dalam hal berteman, tidak bisa membedakan atau tidak mau tahu kalau dia hanya dimanfaatkan oleh sahabatnya sendiri. Dia adalah pencipta lagu yang hebat, dia masuk sekolah seni karena sahabatnya mendaftar di sana, karya-karya lagunya dia ciptakan khusus untuk Sophie. Setelah bertemu dengan Jack, Ben, Ethan -bandnya- Emme sedikit lebih percaya diri, dia tidak hanya sebagai pencipta lagu, dia mempunyai bakat terpendam di balik sifat pemalunya, mempunyai suara yang luar biasa indah.
"Sophie-lah yang jadi penyemangat terbesarku dari awal. Dialah orang yang menanamkan benih bertahun-tahun lalu mengenai CPA. Kami akan menjadi kekuatan yang tak terbendung, dinamik duo, tim penyanyi-dan-pencipta-lagu terhebat yang pernah dilihat CPA.

Sophie
Dia egois, dia ambisius, apa pun dia lakukan agar menjadi terkenal, hanya memanfaatkan Emme kalau ada acara atau audisi saja, selain itu dia melupakannya. Bahkan, dia memacari Carter karena dia terkenal, berharap ketenarannya akan menular padanya. Seeorang looser? centang.
"Aku tahu di mana salahnya. Saat ini seharusnya aku sudah jadi bintang terbesar di sekolah. Orang yang akan diikuti dan dipanuti seluruh anak baru yang masuk nanti."

Carter
Predikat artis cilik yang populer dan kaya raya tidak bertahan ketika dia beranjak dewasa, tidak ada lagi tawaran film bov office, dia sekarang hanya aktor opera sabun. Dia muak dengan hidupnya yang penuh dengan kepura-puraan, dia sudah bosan harus selalu berakting, dia ingin menjadi dirinya sendiri, melakukan sesuatu yang disukainya.
"Aku tak percaya beritaku sendiri ketika aku disebut sebagai calon bintang besar, tapi lebih sulit lagi saat mereka menyebutmu sebagai kegagalan."

Tantangan di Tahun Senior adalah akan ada audisi penyambutan murid baru, hanya ada sepuluh tempat di pentas. Selain itu semua kegiatan akan berpengaruh terhadap siapa yang berhak mendapat undangan untuk tampil di Pentas Senior. Sophie ingin sekali mendapat tempat utama di Pentas Senior, dia ingin menjadi terkenal, dan satu-satunya cara adalah menggunakan lagu ciptaan Emme. Sayangnya kali ini, bukan hanya dirinya saja yang unjuk gigi, berkat dukungan teman-teman band-nya, Teenage Kicks, Emme mampu tampil Solo, selain tampil bersama dengan band-nya, tentu saja, jadi dia tampil dua kali. Itu sangat membuat Sophie cemburu dan marah, dia pun berusaha sekuat tenaga agar bisa tampil di Pentas Senior. Lain lagi dengan Carter, dia sudah tidak berminat dengan CPA, dia memilih jalannya sendiri.

Buku ini berisi impian anak muda, bagaimana mereka berusaha dan berjuang mendapatkannya, bagaimana mereka mencoba tampil percaya diri dan menjadi diri sendiri.

Bagian favorit adalah ketika Carter bertemu dengan Sophie kembali, dan Carter mencurahkan perasaannya, bagaimana selama ini dia tertekan dengan suatu hal yang benar-benar tidak dia inginkan, tentang passion dia sesungguhnya.
"Aku hanya sedang mengatakan bahwa jika semua yang kamu inginkan dari karier adalah uang dan ketenaran, kamu nggak akan pernah bahagia. Nggak sekali kamu pernah menunjukkan tertarik pada seluk beluk rumitnya pekerjaanku -kamu hanya tertarik berada di dalam sorotan. Kamu hanya bahagia jika mendapat perhatian, tapi kamu nggak akan bisa mulai dari puncak. Beberapa orang memang berhasil, dan akulah bukti bahwa ketenaran nggak akan selamanya. Tapi, jika menghabiskan seluruh hidupmu mengejar ketenaran, kamu akan menjadi orang yang sangat nggak bahagia. Dengan segala yang telah kulalui, aku mempelajari satu hal ini: ketenaran dan uang nggak berharga jika kamu nggak punya hal lain dalam hidupmu."
Selain itu, menurutku dia sangat dewasa, tahu apa yang dia mau dan tidak ngoyo dengan impiannya.
"Menakjubkan bisa melihat mereka manggung. Jika melihat mereka menyusuri jalan atau bahkan berdesakan di ruang tunggu, kurasa kalian takkan berhenti dan berpikir bahkan empat orang ini memang ditakdirkan bersama. Jack: cowok bertubuh besar dengan rambut kribo. Ben: cowok sederhana berambut pirang kecoklatan, bermata biru dengan bahagian memetik basnya. Ethan: tinggi (dia pasti hampir 190 cm sekarang) dan kurus, rambut hitamnya agak gondrong dan ikal. Emme: dengan rambut merah terang, kulit pucat berbintik, mengenakan pakaian serba hitam dan menggangguk-angguk mengikuti irama musik saat ia memetik gitar.
Namun, meski terlihat berbeda, bersama di atas panggung, mereka adalah kesatuan yang lengtkap. Bukan persahabatan mereka yang membuatku iri; melainkan hasrat pada apa yang mereka lakukan saat ini. Jelas terlihat masing-masing dari mereka senang bermain musik. Itulah panggilan jiwa mereka. Itulah yang mereka inginkan."
Karakter favorit saya adalah: Ethan! Yeay, saya sangat ngefans dengan dia. Bagaimana dia tampil mengagumkan di atas panggung dengan suara indahnya, bagaimana dia selalu membela Emme dan mencoba menyadarkan kalau dia hanya dimanfaatkan oleh Sophie, bagaimana dia sangat memperhatikan dan melindungi Emme, bahkan semua orang tahu perasaannya pada Emme hanya gadis itu saja yang tidak menyadarinya. Kehebatannya adalah bermain musik, kelemahannya adalah ketika dia tidak percaya diri, malu di atas panggung dan cemburu ketika Emme dekat dengan laki-laki lain, maka dia akan melampiasnkannya ke alkohol, typical sekali dengan bebrapa musisi besar. Tapi pertengkarannya dengan Emme dulu selalu menginggatkannya agar menjadi pribadi yang lebih baik bukannya malah melukai diri sendiri. Oh ya, jadi ingat tentang Jack yang meramalkan kisah edan tentang kematian Emme dan Ethan, haha, Jack ini orangnya lucu banget, penghidup suasana. Mungkin Ethan sudah mencicipi apa yang diramalkan oleh Jack, tapi semoga saja itu hanya guyonan :D.
"Aku mungkin sang penyanyi utama, Jack sang karisma, Ben sang jiwa, tapi Emme adalah jantung band kami.
Di samping menjadi penyanyi utama, aku adalah cacat untuk band."
Sudut pandang yang dipakai orang pertama, tiap tokoh bergantian di tiap bab, membuat alurnya cepat sekali, tidak membutuhkan waktu yang lama membacanya. Dengan pribadi yang berbeda-beda kita seakan ikut menyelami apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan. Minim typo, terjemahannya lumayan asik, pada dialog bahasanya lebih nyantai, seperti kalau kita ngobrol biasa. Untuk cover, saya lebih suka dengan cover aslinya, lebih fabulous, walau cover terjemahannya nggak begitu buruk juga :D.

Merasa kamu seorang anak muda yang mempunyai impian yang sama dengan mereka? Well, kamu harus mencoba buku ini. Apakah buku ini menarik untuk dibaca? Centang.

4 sayap untuk Creative and Performing Arts.


Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Mery Riansyah
Penyunting: Dila Maretihaq Sari
Cover: Fahmi Ilmansyah
Penerbit: Bentang Belia
ISBN: 978-602-9397-42-0
Cetakan pertama, September 2012
315 halaman

NB:
Tentang Penulis
Elizabeth Eulberg mencintai musik selama yang bisa diingatnya. Walau tidak bersekolah di sekolah seni, dia belakangan ini sedang melatih bakat bernyanyinya di tempat-tempat karaoke seluruh wilayah terhebat New York. Dia adalah penulis The Lonely Heart Club dan Prom and Prejudice.
Kalian bisa menemukannya di

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...