Tampilkan postingan dengan label dystopia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dystopia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2015

Allegiant (Divergent #3) by Veronica Roth | Book Review

Allegiant (Divergent #3)
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Nur Aini dan Indira Briantri Asni
Penyunting: Esti Budihabsari
Cover art & Design: Joel Tippie
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-837-7
Cetakan I, Mei 2014
496 halaman
Harga: 65k (off 25% di TogaMas Solo)
Bagaimana bila seluruh hidupmu adalah dusta? Dan satu kebenaran—seperti satu pilihan—mengubah semua yang kau percaya?



Tak ada lagi faksi, tak ada lagi panduan, hanya ingatan akan pengkhianatan. Tirani lain mengancam, para factionless yang selama ini terbuang mengambil alih kekuasaan.

Tris ingin ke luar batas kota dengan Tobias, bebas dari dusta dan prasangka. Tetapi realitas baru mengubah hati orang-orang yang dicintai Tris. Sekali lagi Tris harus berjuang untuk memenangkan hati mereka. Perjuangan yang menuntut semua keberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan cintanya.

Allegiant, pamungkas Trilogi Divergent yang dinanti-nanti oleh jutaan pembaca di dunia setelah Divergent dan Insurgent.

Selasa, 11 Agustus 2015

Four: A Divergent Collection by Veronica Roth | Book Review

Four: A Divergent Collection (Divergent 0.1-0.4)
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Esti Budihabsari
Cover art & Desain: Joel Tippie
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-859-9
Cetakan II, Januari 2015
288 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Dua tahun sebelum Beatrice Prior menentukan takdirnya, putra pemimpin Abnegation melakukan hal yang sama. Tobias Eaton berkhianat dari Abnegation, berpindah ke Dauntless, dan berubah menjadi Four. Mencari kebebasan dan kehidupan yang bebas dari masa lalu. Ternyata di Dauntless pun Four masih meragukan pilihannya. Apalagi secara tak sengaja dia mengetahui persekongkolan antara pemimpin Dauntless dan Erudite. Sementara, sang Ibu yang ternyata masih hidup menginginkannya bergabung dengan factionless.



Haruskah Four kembali berkhianat? Pantaskah faksi 'tanpa pamrih' yang ternyata menyembunyikan monster sekejam Marcus Eaton diselamatkan? Four dihadapkan pada pilihan sulit. Mungkinkah pengkhianatan memunculkan kebebasan?



Four: A Divergent Collection, mengisahkan perjalanan Divergent Trilogy dari sudut pandang Tobias Eaton. Dengan bonus tiga kisah ekslusif bersama Tris. Kisah pelengkap Divergent Trilogy yang romantis dan penuh aksi.

Jumat, 07 Agustus 2015

Ignite Me (Shatter Me #3) by Tahereh Mafi | Book Review

Ignite Me (Shatter Me #3)
Penulis: Tahereh Mafi
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: Dyah Agustine
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-857-5
Cetakan pertama. Februari 2015
504 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Suatu hari nanti aku akan hancur…

Suatu hari nanti aku akan hancurkan semua jeruji yang mengekangku.

Saat ini, aku tak tahu bagaimana nasib Omega Point dan semua penghuninya. Mungkin mereka sudah tewas. Mungkin perang sudah berakhir, sebelum benar-benar dimulai. Di mata Tatanan Baru, aku adalah pemberontak terakhir.

Namun, aku akan bertahan hidup dan terus berjuang untuk meruntuhkan pemerintahan yang sewenang-wenang ini, bagaimana pun caranya. Meskipun harus meminta bantuan orang yang paling tidak kupercaya: Warner. 

Seluruh dunia mungkin akan menyerangku, tapi aku tidak akan gentar. Tidak ada kata mundur atau menyerah dalam kamusku. Akan kupertaruhkan semuanya. Inilah puncak perjuanganku.

Sabtu, 07 Maret 2015

Requiem by Lauren Oliver | Book Review

Requiem (Delirium #3)
Penulis: Lauren Oliver
Penerjemah: Prisca Primasari
Penyunting: Dyah Agustine
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-856-8
Cetakan pertama, Desember 2014
488 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Masa lalu sudah mati, tidak pernah ada lagi.

Setelah menyelamatkan Julian dari hukuman mati, Lena dan para pemberontak melarikan diri ke Alam Liar. Namun pemerintah terang-terangan menyatakan perang dan Alam Liar bukan lagi tempat aman. Para Invalid diburu dan dibunuh. Hal terpenting sekarang adalah bertahan hidup, dan melawan… atau mati.

Sementara itu, Hana hidup nyaman tanpa cinta di Portland. Dia telah disembuhkan, dan akan menikahi gubernur muda. Namun bayangan Lena selalu menghantui. Jauh di dalam hati, Hana merasa bersalah atas pengkhianatan yang telah dia lakukan.

Requiem, puncak perjuangan melawan penguasa. Requiem, saksi pertemuan sepasang remaja yang pernah saling mencinta, pertemuan kembali seorang ibu dengan anak gadisnya, dan pertemuan kembali dua sahabat dari dua dunia berbeda. Tembok sudah dirobohkan, dunia harus siap menerima perubahan.

Jumat, 06 Maret 2015

Pandemonium by Lauren Oliver | Book Review

Pandemonium (Delirium #2)
Penulis: Lauren Oliver
Penerjemah: Vici Alfanani Purnomo
Penyunting: Selviya HPM
Desain sampul: Erin Fitzsimmons
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-772-1
Cetakan Pertama, Maret 2013
496 halaman
Harga: 25k

Lena Haloway bersumpah untuk mengubur masa lalunya dan Alex yang penuh kobaran api. Dia kini menjadi bagian dari Invalid dan pemberontak, berbaur dengan Alam Liar, menyusup dalam organisasi anti-deliria di New York. Misinya adalah mengacaukan organisasi tersebut dan mengembalikan perasaan cinta kepada orang-orang yang hidupnya sudah bagaikan mayat berjalan.


Dalam aksinya, Lena bertemu Julian, putra pemimpin organisasi yang masih rentan terkena deliria. Kebersamaan mereka menimbulkan kembali perasaan terlarang itu: cinta. Pada akhirnya, mampukah Lena memilih, antara membiarkan dirinya jatuh di pelukan Julian, mengkhianati cintanya kepada Alex ... atau terbunuh di tengah-tengah kebisingan dan ketidakpastian?

Minggu, 30 November 2014

[Book Review] Under the Never Sky by Veronica Rossi

Under the Never Sky (Under the Never Sky #1)
Penulis: Veronica Rossi
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: Nur Aini
Desain cover: Windu Tampan
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-826-1
Cetakan I, September 2014
492 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

Dunia berada di ambang kehancuran, langit bergejolak terus oleh badai Aether. Dalam dunia kacau balau ini, umat manusia terbagi menjadi dua kelompok yang saling memandang rendah: mereka yang berlindung di dalam Pod disebut Tikus Mondok, dan mereka yang sanggup bertahan di alam terbuka disebut Kaum Buas. 


Takdir mempertemukan Aria, si gadis Tikus Mondok, dengan Perry, pemuda dari Kaum Buas. Mereka saling benci, tapi juga saling membutuhkan. Aria memerlukan bantuan Perry untuk menemukan ibunya, sedangkan Perry memerlukan bantuan Aria untuk menemukan keponakannya. Perjalanan mereka penuh bahaya. Bukan hanya terpajan badai Aether, mereka juga dikejar-kejar oleh kaum kanibal. Akankah mereka berhasil menemukan apa yang dicari, apalagi keduanya kini sama-sama terbuang? Dapatkah mereka bertahan hidup di dunia yang ganas dan liar, di bawah langit yang menghunjamkan petir demi petir?

Kamis, 13 November 2014

[Book Review] The Darkest Minds by Alexandra Bracken

The Darkest Mind: Pikiran Terkelam
Penulis: Alexandra Bracken
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penyunting: Abduraafi Andrian
Pewajah sampul: Defi Lesmana
Penerbit: Fantasious
ISBN: 978-602-0900-05-6
Cetakan pertama, September 2014
586 halaman
Buntelan dari @FantasiousID

Ketika Ruby terbangun pada ulang tahunnya yang kesepuluh, sesuatu tentang dirinya telah berubah. Sesuatu yang cukup mengkhawatirkan untuk membuat orangtuanya mengunci dirinya di garasi dan menelepon polisi. Sesuatu yang membuat dirinya dikirim ke Thurmond, 'kamp rehabilitasi' milik pemerintah yang kejam. 


Dia mungkin telah selamat dari penyakit misterius yang membunuh sebagian besar anak-anak Amerika, tapi dia dan anak-anak lainnya harus berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih buruk: kemampuan menakutkan yang tidak dapat mereka kendalikan. Sekarang, saat berumur enam belas tahun, Ruby termasuk salah satu anak yang memiliki kemampuan paling berbahaya.Dan ketika kebenaran terungkap, Ruby pun berusaha mati-matian untuk meloloskan diri dari Thurmond.



Tapi, ada pihak lain yang bekerja, orang-orang yang tidak akan berhenti untuk menggunakan Ruby dalam perjuangan mereka melawan pemerintah. Ruby akan menghadapi pilihan demi pilihan yang buruk, yang mungkin akan berarti menyerahkan satu-satunya kesempatannya untuk hidup.

Jumat, 10 Oktober 2014

[Book Review] Insurgent by Veronica Roth

Insurgent (Divergent #2)
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Nur Aini
Penyunting: Esti Budihabsari
Desain sampul: Joel Tippie
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-737-0
Cetakan I, Desember 2012
551 halaman

"Satu pilihan bisa mengubahmu, atau justru menghancurkanmu."


Konsekuensi pilihan yang diambilnya membuat Tris terjebak dalam faksi pengkhianat yang membunuh keluarganya. Kini, Tris harus mencoba menyelamatkan orang-orang yang disayanginya, juga dirinya sendiri, sementara benaknya dikacaukan oleh berbagai pertanyaan tentang kesetiaan, identitas, dan pengampunan.



Ketika ancaman perang dan perpecahan faksi semakin mengancam, Tris harus memutuskan, tetap pada identitasnya sebagai Dauntless atau memunculkan dirinya yang sejati. Sebagai Divergent. Sebuah identitas yang dianggap berbahaya dan dihindari semua faksi.



Lanjutan seri Divergent yang menjadi Best Fantasy Book di Goodreads Choice Award ini tak mengecewakan pembaca. Seru, menegangkan, namun juga dibumbui dengan kisah cinta, patah hati, dan filosofi menggugah tentang manusia dan kehidupan.

Selasa, 19 Agustus 2014

[Book Review] Unravel Me by Tahereh Mafi

Unravel Me (Shatter Me #2)
Penulis: Tahereh Mafi
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: Dyah Agustine
Desain sampul: Windu Tampan
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-828-5
Cetakan 1, Maret 2014
565 halaman
Harga: 69k (off 30%, beli di TM Solo)

tik tok
tik tok

sudah hampir

tiba waktunya perang.



Aku berhasil melarikan diri ke Omega Point, markas dari gerakan pemberontak dan tempat berkumpulnya orang-orang sepertiku yang memiliki kutukan anugerah, kekuatan supernatural berupa sentuhan mematikan. Kupikir akhirnya aku terbebas dari Tatanan baru, bebas dari rencana mereka untuk menjadikanku senjata pemusnah, bebas untuk mencintai Adam. Tidak kusangka ternyata Warner lebih keras kepala, mengagumkan, gigih dari yang kukira. Dia terus mencariku, apalagi setelah tahu dirinya kebal dari sentuhanku.



Masa lalu mengerikan masih menghantuiku, dan masa depanku penuh kehancuran ketidakpastian. Sedangkan masa kini … mengharuskanku untuk memilih antara cinta atau nyawa Adam atau pergi bersama Warner.

Kamis, 14 Agustus 2014

[Book Review] Shatter Me by Tahereh Mafi

Shatter Me (Shatter Me #1))
Penulis: Tahereh Mafi
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: Prisca Primasari
Desain sampul: Windu Tampan
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-705-9
Cetakan I, Oktober 2012
445 halaman
Harga: 20k (Beli di @RereBookShop)

Negara melihat betapa menguntungkan betapa berbahayanya aku, dan mereka pun memutuskan untuk menyekapku di sebuah penjara menjauhkanku dari manusia normal. Mereka ingin menjadikanku senjata pemusnah menciptakan kedamaian yang sempurna di dunia ini.


Datanglah Adam. Tampan, memikat, memesona, baik hati. Di matanya, aku cantik aku tidak berbahaya. Lalu, kami pun bersekongkol berdiskusi. Adam akan membantuku keluar dari kurungan pengasingan ini, dan kami akan hidup bahagia nun jauh di sana. Itu janjinya.



Tapi, apakah dia bisa menepatinya? Tidakkah dia sadar bahwa suatu saat nanti aku bisa saja mengubah dan menghancurkannya menjadi serpihan abu?



Minggu, 13 Juli 2014

[Book Review] Champion by Marie Lu

Champion (Legend #3)
Penulis: Marie Lu
Penerjemah: Lelita Primadani
Penyunting: Dyah Agustine
Desain cover: Windu Tampan
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-827-8
Cetakan 1, Maret 2014
457 halaman
Buntelan dari Dyah Agustine

Perang kembali pecah. Pihak Republik dan Koloni saling mencurigai satu sama lain sebagai dalang di balik penyebaran virus baru yang mematikan. Kali ini, Koloni berada di atas angin karena bersekutu dengan Afrika. Untuk bertahan, Republik harus menemukan vaksin dari virus tersebut, dan jawabannya ada dalam diri Eden, adik Day. Atas perintah Elector, June harus membujuk Day untuk menyerahkan satu-satunya keluarga yang dimiliki pemuda itu.


Setelah semua penderitaan dan kehilangan yang mereka alami karena Republik, sanggupkah Day dan June memberikan pengorbanan yang lebih besar lagi untuk negara ini? Dan masih adakah secercah harapan bagi keduanya untuk menjalani hidup bahagia bersama?




Jangan lewatkan akhir yang mengejutkan dan mengharukan dari trilogi bestseller karya Marie Lu ini!

Sabtu, 12 Juli 2014

[Book Review] Prodigy by Marie Lu

Prodigy (Legend #2)
Penulis: Marie Lu
Penerjemah: Lelita Primadani
Penyunting: Dyah Agustine
Desain sampul: Windu Tampan
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-806-3
Cetakan 1, Agustus 2013
468 halaman
Buntelan dari Dyah Agustine

Setelah berhasil meloloskan diri dari eksekusi publik, Day yang ditemani oleh June lari ke Las Vegas. Mereka memerlukan bantuan Kelompok Patriot untuk menyembuhkan luka tembak di kaki Day, menemukan Eden, serta menyelundup ke Koloni. Sebagai balas budi, Day dan June harus membantu menyulut pemberontakan rakyat Republik dan membunuh Elector yang baru, Anden. June bersedia melakukan apa pun demi Day, namun instingnya mengatakan bahwa Anden tidaklah sekejam Elector sebelumnya dan rencana pembunuhan ini adalah sesuatu yang salah. Selain itu, ada yang mencurigakan dalam diri Razor, pemimpin Kelompok Patriot. June berusaha membuat Day sepaham dengannya, tapi Day sudah terlanjur digelapkan oleh amarah pada pemerintahan Republik.


Dalam dunia yang kacau balau ini, masing-masing pihak berpegang teguh pada apa yang mereka yakini. Pihak manakah yang pada akhirnya akan menang? Berhasilkah June meyakinkan Day untuk menyabotase rencana pembunuhan Elector? Dan setelah semua ini berakhir, dapatkah June dan Day tetap bersama?



PRODIGY adalah sekuel dari novel LEGEND yang telah berhasil menjadi New York Times bestseller.

Jumat, 11 Juli 2014

[Book Review] Legend by Marie Lu


Legend
Penulis: Marie Lu
Penerjemah: Lelita Primadani
Penyunting: Prisca Primasari
Desain sampul: Windu Tampan
Penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-724-0
Cetakan pertama, 2012
382 halaman
Harga: 20k (Beli di @RereBookShop)

Tahun 2130. Amerika Serikat telah terbagi menjadi dua wilayah: Republik di Barat dan Koloni di Timur. Keduanya menghadapi perang saudara yang tak ada habisnya. Seakan itu belum cukup, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.


Day, warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.



June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta. Bagaimana hubungan keduanya berlanjut? Dan apakah yang akan dilakukan June untuk menghadapi intrik dengan Day serta negaranya?

Rabu, 13 Juni 2012

Divergent




Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Anggun Prameswari
Penerbit: Mizan Fantasy
ISBN: 978-979-433-697-7
Cetakan I, April 2012
540 halaman       

Selamat datang di Upacara Pemilihan. Selamat datang di hari di mana kita menghormati filosofi demokratis para leluhur kita, yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk memilih caranya menjalani hidup di dunia ini. Pera penerus kita sekarang telah berusia enam belas tahun. Mereka berdiri di tebing kedewasaan dan sekarang mereka yang menentukan sendiri akan menjadi apa mereka nantinya. Para leluhur membagi dunia dalam lima faksi yang bertujuan untuk menghapus sifat-sifat yang dianggap bertanggung jawab atas kekacauan di dunia.
Amity: mereka yang tidak menyukai peperangan, memberikan  para konselor dan perawat yang penuh pengertian. Lambangnya adalah pohon.
Erudite: mereka yang tidak menyukai ketidaktahuan, menyediakan guru-guru dan para peneliti yang pandai. Lambangnya adalah mata.
Candor: mereka yang tidak menyukai kepalsuan atau menghargai kejujuran, memberikan pemimpin vocal dan bisa dipercaya di dunia hukum. Lambangnya adalah timbangan.
Abnegation: mereka yang tidak menyukai pamrih dan egoism atau tidak mementingkan diri sendiri, memenuhi kebutuhan akan pemimpin tanpa pamrih di pemerintahan. Lambangnya adalah sepasang tangan menengadah terbuka seakan hendak menolong orang berdiri dan dihiasi lingkaran.
Dauntless: mereka yang membenci kepengecutan, mereka memberikan perlindungan. Lambangnya adalah lingkaran dengan nyala api di dalamnya.
Di faksi, kita menentukan makna, menentukan tujuan, menentukan hidup.

Jumat, 10 Februari 2012

Mockingjay

Katniss Everdeen selamat dari Hunger Games, dua kali. Tapi dia belum sepenuhnya aman dari ancaman Capitol meskipun kini ia dalam lindungan Distrik 13.

Pemberontakan makin merajalela di distrik-distrik untuk menjatuhkan Capitol. Kini tak ada seorang pun orang-orang yang dicintai Katniss aman karena Presiden Snow ingin menumpas revolusi dengan menghancurkan Mockingjay... bagaimanapun caranya.


"Buku terakhir dari trilogi Hunger Games ini adalah yang terbaik. Novel yang dirancang indah dan cerdas pada setiap tingkat.." —Publishers Weekly

"Memesona, memukau, dan mengerikan." —Los Angeles Times

"Plot cerita ini menegangkan, dramatis, dan seru." —School Library Journal

"Menegangkan... bahkan orang dewasa ingin buru-buru membacanya hingga tamat." —USA Today

"Trilogi ini merangkum gerakan politik dari novel 1984, kekerasan yang tak terlupakan dari buku A Clockwork Orange, nuansa imajinasi The Chronicles of Narnia and daya cipta nan cerdas dari Harry Potter." —New York Times Book Review


Penghargaan:
#1 New York Times Bestseller
#1 Publishers Weekly Bestseller
A 2010 Booklist Editors' Choice
A 2010 Kirkus Best Book of the Year
A Publishers Weekly Best Book of 2010
#1 USA Today Bestseller

Selasa, 17 Januari 2012

Delirium


Delirium




Gejala-Gejala Amor Deliria Nervorsa
STADIUM SATU
kegirangan; sulit berkonsentrasi
mulut kering
banyak berkeringat, telapak tangan berkeringat
pusing dan bingung
berkurangnya kesadaran mental; pikiran yang berpacu; hilangnya kemampuan menalar

STADIUM DUA
periode euforia; tertawa histeris dan energi yang meluap-luap
periode putus asa; lesu
perubahan nafsu makan; penurunan atau penambahan berat badan yang cepat
keterpakuan terhadap satu hal; kehilangan minat terhadap hal-hal lain
kerusakan kemampuan logika; penolakan realitas
kacaunya pola tidur; insomnia atau kelelahan terus-menerus
pikiran dan tindakan yang obsesif
ketakutan berlebihan, cemas

STADIUM TIGA (KRITIS)
sulit bernapas
nyeri di dada, tenggorokan, atau perut
sulit menelan; tidak mau makan
kehilangan akal sehat; tingkah laku yang tidak konsisten; pikiran dan fantasy yang bengis; halusinasi dan delusi

STADIUM EMPAT (FATAL)
kelumpuhan emosi atau fisik (sebagian atau total)
kematian

Jika Anda takut diri Anda atau orang
yang Anda kenal mungkin telah terjangkit deliria,
silakan menghubungi layanan telepon bebas pulsa
1-800-PENCEGAHAN untuk mendiskusikan obat-obatan
dan perawatan yang harus segera diberikan.

Apa jadinya dunia kalau cinta merupakan sebuah penyakit yang berbahaya?
Menikah adalah Keteraturan dan Keseimbangan, dan merupakan ciri masyarakat yang Sehat "Asas-Asas dalam Mayarakat," Kitab Psst.
Sastra dan puisi masuk dalam "Kompilasi Lengkap Kata-Kata dan Ide-Ide Berbahaya".
Keluarga hanya sebuah ikatan tanpa kasih sayang.
Tertawa bahagia dianggap melanggar hukum.
Binatang. Orang yang jatuh cinta dianggap binatang.
Amor deliria nervosa. Hal yang mematikan dari semua yang mematikan.
Hal yang mematikan dari yang mematikan: cinta akan tetap membunuhmu, tak peduli apakah kau memilikinya atau tidak.
Bersetting di Portland, Amerika Serikat di mana sudah enam puluh empat tahun cinta dianggap sebagai penyakit dan empat puluh tiga tahun para ilmuwan sudah menemukan penawarnya.
Magdalena Ella Haloway, namanya diambil dari Maria Magdalena, wanita yang hampir saja terbunuh oleh cinta. "Tubuhnya terinfeksi deliria cukup parah. Dia juga melanggar perjanjian-perjanjian dalam masyarakat, jatuh cinta dengan laki-laki yang takkan pernah bisa memilikinya dan takkan mampu menjaganya." (Kitab Ratapan, Maria 13:1). Dan dia adalah orang pertama yang disembuhkan dari deliria (penyakit cinta). Kurang dari sembilan puluh lima hari lagi Lena akan berusia delapan belas tahun, usia wajib melakukan prosedur penyembuhan, penawar akan bekerja dengan benar.

Anggota keluarganya telah melakukan prosedur penyembuhan termasuk ibunya yang mati bunuh diri ketika Lena berusia enam tahun, dia tidak sanggup menghadapi infeksi deliria, tiga kali melakukan prosedur penyembuhan tetap gagal. Tapi kakaknya Rachel berhasil melaluinya, walaupun awalnya dia divonis mengidap deliria tapi berhasil disembuhkan dan menikah dengan orang yang terpilih. Sangat miris ketika membaca pacar yang dicintainya itu menikah dengan sahabatnya sendiri, dan setelah disembuhkan itu mereka biasa saja, duduk bersama dan mengobrol, benar-benar tidak ada perasaan cinta yang tertinggal. Ayahnya meninggal saat Lena berusia delapan bulan. Sekarang dia tinggal bersama bibi dan pamannya yang sangat menantikan proses penyembuhan Lena serta keponakannya Jenny dan Gracie. Banyak yang takut menjalani prosedur, orang yang sudah di sembuhkan akan mempunyai tiga bekas luka kecil di leher, tapi tidak dengan Lena. Dia tidak takut sama sekali dan sudah tidak sabar, dia ingin terlahir kembali, dengan wujud yang lebih baru, lebih segar dan lebih baik.

Tapi harapannya hancur ketika dia bertemu dengan Alex, seorang pemuda dengan kulit berwarna karamel dan rambut coklat keemasan seperti dedaunan di musim gugur. Seseorang yang mengenalkannya pada keindahan, kebebasan, kebahagiaan, dan cinta.

Awalnya Lena mengira kalau Alex adalah orang yang sudah disembuhkan karena memiliki tiga bekas luka kecil di lehernya, sehingga merasa aman jika bersamanya, tapi ternyata Lena salah. Alex adalah seorang invalid, dia membuat luka itu sendiri dan yang lebih mengagetkan adalah dia berasal dari Alam Liar, dunia penuh penyakit dan tidak ada yang bisa pergi ke sana karena ada tembok yang memisahkan dan dipenuhi dengan aliran listrik. Rencana hidupnya pun kacau balau ketika Alex mengatakan kalau dia suka pada Lena. Lena menyangkal, itu semua salah, tidak lama lagi dia akan menjalani prosedur, yang sudah sangat dinantikannya dan dia pun juga sudah memiliki pasangan hidup. Setelah lulus kuliah dia akan menikah dengan orang yang terpilih tersebut. Tapi, sewaktu ada razia para Regulator dan kakinya digigit anjing, Alex datang menolong, membawanya ke tempat yang aman, mengobati lukanya, kedekatan mereka pada malam itu membuka mata Lena.

"Kenapa?" Dia nyaris berbisik. Tangannya menemukan wajahku, ujung jarinya membelai kening dan pipiku, "Apa yang kau takutkan?"
"Kau harus mengerti. Aku hanya ingin bahagia." Aku nyaris tak bisa mengeluarkan kata-kata. Pikiranku dipenuhi kabut. "Aku hanya ingin hidup normal, seperti orang lain."
"Apa kau yakin menjadi orang lain akan membuatmu bahagia?" bisiknya serasa mendekat.
....
"Aku tak tahu apa lagi yang bisa membuatku bahagia." Tak bisa kurasakan bibirku yang terbuka, dan tak bisa kurasakan kata-kata yang keluar dan mengambang di kegelapan.
"Biar kutunjukkan padamu,"
katanya.
Dia menciumku.

Setelahnya, Lena mendapati dirinya terkena deliria fase awal, bingung dan susah berkonsentrasi, rasa antusias untuk melihat Alex sehingga membuat nafsu makannya bertambah, dan muncul gejala yang tak pernah dijelaskan sebelumnya: menjadikan Lena pembohong. Ini akan membunuhku, ini akan membunuhku, ini akan membunuhku, dan aku takkan peduli.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku telah melakukan sesuatu dengan kemauan dan pilihanku sendiri, bukan karena seseorang mengatakan bahwa itu baik atau buruk.

Pertama tahu buku ini sudah sangat penasaran pengen baca, sejak membaca salah satu buku yang bergenre dystopia dan sangat menikmatinya, saya menjadi ketagihan, ingin mencari buku-buku lain bergenre sama, apalagi buku ini versi dystopia Romeo and Juliet, dystopia romance. Jadi buat pecinta romance pasti sangat menikmati buku ini. Dan lebih seneng lagi sewaktu tahu kalau Penerbit Mizan akan menerjemahkannya apalagi saya dikasih secara gratis :D.

Saya sangat menyukai ide penulis di mana menganggap cinta itu sebuah penyakit. Selain itu dia juga menciptakan Kitab Ratapan yang berisi semua penjelasan tentang bahaya deliria. Bukan itu saja, menciptakan aturan-aturan sendiri, membuat Undang-Undang, pedoman, membuat tatanan negara semau imaginasinya, yang bisa kita temui di tiap awal bab atau di ceritanya sendiri. Sungguh ide yang baru saya temui kali ini.

Untuk karakter tiap tokoh, saya jatuh cinta sama Alex, dia tipe orang yang bebas, berani, dan mampu membawa Lena keluar dari aturan-aturan, menerjang tembok yang selama ini memenjarakan Lena, membuat dia percaya diri, tidak pernah berhenti mendukung, membuatnya nyaman, selalu mendengarkan, mengenalkannya pada kebahagiaan, pada cinta. Penampilannya juga terkesan cuek, dia juga sangat misterius dan penuh rahasia. Lena sendiri cenderung tertutup, mungkin karena masa lalu ibunya yang membuat dia mendapatkan imange jelek di masyarakat kalau keluarga yang mengidap deliria itu biasanya menurun sehingga membuat dia tak banyak bergaul, tidak bisa lepas seperti sahabatnya, Hana yang lebih cuek dan ceria.

Awalnya agak bosan, alurnya cenderung lambat, cerita berkisar tentang keluarga Lena dan persiapan penyembuhannya. Kemunculan Alex samar. Tapi setelah bertemu dengan sang Romeo, niscaya akan mengalir lancar membacanya. Apalagi di bagian ketika Alex membawa Lena ke Alam Liar yang membuat saya ikut deg-degan seperti Lena, menyusuri penjara bawah tanah, Kriptus, untuk menyusuri masa lalu Lena dan Alex sendiri, serta endingnya yang membuat mata saya berkaca-kaca, huhuhu pengen cepet baca Pandemonium lanjutannya, tapi kayaknya masih lama lawong di amrik saja bukunya baru rencana terbit bulan Februari tahun ini :((. Selain itu banyak teka teki yang belum terpecahkan, masih banyak misterius, seperti Alam Liar, siapa saja para Simpatisan dan invalid, dan keberadaan ibunya Lena yang ternyata masih hidup. Adegan heroiknya tidak terlalu banyak, inti ceritanya saja tentang cinta tentu lebih main ke perasaan :D. Tapi percaya deh, kalau sudah baca bagian Lena dan Alex sangat menghibur dan mengharukan, bagaimana penjuangan Alex, pengorbanan Alex tidak bisa dilewatkan.

Bagian yang menjadi favorit saya selain Alex bilang "Biarkan kutunjukkan padamu" adalah ketika dia berhasil membawa Lena ke Alam Liar beberapa jam, menunjukkan 'rumahnya', berbaring berdampingan di kasur yang sempit, lengan Alex berada di bawah leher Lena, sambil menatap atap yang penuh dengan bintang, Alex membacakan puisi cinta, di mana sebelumnya Lena tidak tahu apa itu puisi. Romantis bangetttt, ikut senang membacanya.

Terjemahannya juga sangat suka, tidak ada kalimat yang membuat saya bingung, luwes dan tidak kaku, sangat pas dan minim typo. Untuk cover, sebenarnya saya lebih suka yang asli, entah ya, simpel saja.

Quote fave saya adalah:
Aku mencintaimu. Ingat itu. Mereka tak bisa mengambilnya."
Kebencian bukanlah hal yang paling berbahaya, kata Alex. Ketidakpedulian, ya.
Cinta: satu kata, suatu hal tipis, sebuah kata tak lebih panjang daripada sebuah garis. Itulah cinta: sebuah garis, sebilah pisau cukur. Dia menelusuri pusat kehidupanmu, memotong semuanya menjadi dua. Sebelum dan sesudah. Seluruh dunia terbelah dan jatuh ke dalam dua sisi.
Sebelum dan sesudah--dan di antara itu, momen yang tak lebih besar atau lebih panjang daripada sebuah garis.
Cinta, hal yang paling mematikan dari semua yang mematikan.
Cinta akan membunuhmu, baik ketika kau memilikinya atau tidak.
...
Cinta akan membunuh sekaligus menyelamatkanmu.
Sebenarnya ada satu quote lagi tapi ada di akhir cerita, takut spoiler jadi kalau pengen tahu baca sendiri saja :p

Buku ini pernah mendapatkan penghargaan Amazon Best Book of The Month in February 2011, The Nomination of 2011 Goodreads Awards dan rencana akan difilmnkan oleh Fox 2000.
Kalau kau suka kisah Romeo and Juliet, maka kau akan menyukai kisah Alex and Lena ini, dan hati-hati, Amor deliria nervosa akan menjangkitimu.

5 sayap untuk Kitab Psst.

Delirium
penulis: Lauren Oliver
penerjemah: Vici Alfanani Purnomo
penerbit: Mizan
ISBN: 978-979-433-646-5
cetakan I, Desember 2011
515 halaman

NB: Sebenarnya pengen menyertakan twit tentang Delirium versi saya yang membuahkan hasil buku ini, sayang setelah mengubek-ubek tidak ditemukan, di telan oleh deliria :(


Senin, 14 November 2011

Catching Fire

Catching Fire (The Hunger Games #2)
by Suzanne Collins
Alih bahasa: Hetih Rusli
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I: Juli, 2010
ISBN: 978-979-22-5981-0
428 halaman


Api pemberontakan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam.

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan-nya. Satu-satunya cara untuk meredakan kegelisahan penduduk adalah membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluarga dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya....


Minggu, 13 November 2011

The Hunger Games

Hunger Games
by Suzanne Collins
alih bahasa: Hetih Rusli
penerbit: Gramedia Pustaka Utama
cetakan I: Oktober 2009
ISBN: 978-979-22-5075-6
408 halaman


Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah : membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.


Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...