Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2021

24 Jam Bersama Gaspar by Sabda Armandio | Book Review

Judul buku: 24 Jam Bersama Gaspar
Penulis: Sabda Armandio
Penerbit: Buku Mojok
ISBN: 9786021318485
Cetakan pertama, 28 April 2017
228 halaman
Pernah terbit di jurnalruang.com
Tiga lelaki, tiga perempuan, dan satu motor berencana merampok toko emas. Semua karena sebuah kotak hitam.

“Ringan dan menyenangkan. Ia menghadirkan individu-individu yang sepintas tampak sepele namun sesungguhnya kaya dan mengayakan: mengandung kesadaran, sekaligus kritik atas konvensi cerita detektif. Dialog tokoh-tokohnya tampak berbobot, mengena, dengan alusi yang mengarah ke semesta dunia.” (Dewan Juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016)

Kamis, 21 Februari 2019

Perempuan Bersampur Merah by Intan Andaru | Book Review

Perempuan Bersampur Merah
Penulis: Intan Andaru
Penyunting: Dwi Ratih
Perancang sampul: @sukutangan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020621951
Cetakan pertama, 2019
216 halaman
Buntelan dari @dprihas
Tragedi tahun 1998 tidak akan pernah hilang dari ingatan Sari. Tak hanya kehilangan bapak yang tertuduh sebagai dukun santet, Sari juga kehilangan paman sekeluarga—yang seketika pergi meninggalkan kampung lantaran mendapat stigma.

Untuk mencari jawaban atas kematian bapaknya, Sari menuliskan daftar nama orang yang ikut mengarak pembantaian bapaknya pada selembar kertas. Karena mengharapkan bantuan, ia bagikan kertas tersebut kepada dua sahabatnya, Rama dan Ahmad.

Pencarian itu rupanya tidak hanya membawa Sari bergabung dalam sanggar tari gandrung yang penuh rahasia, tetapi juga mengubah persahabatan Sari-Rama-Ahmad menjadi kisah cinta yang rumit. Cinta yang akhirnya menuntun mereka bertiga kembali pada tragedi di tahun kelam itu.

Senin, 06 November 2017

Merekam Jejak Orang-Orang yang Dihilangkan | Laut Bercerita by Leila S. Chudori

Judul buku: Laut Bercerita
Penulis: Leila S. Chudori
Penyunting: Endah Sulwesi, Christina M. Udiani
Ilustrasi sampul dan isi: Widi Widiyatno
Penerbit: KPG
ISBN: 978-602-424-694-5
Cetakan pertama, Oktober 2017
379 halaman
Baca di Scoop
Jakarta, Maret 1998

Di sebuah senja, di sebuah rumah susun di Jakarta, mahasiswa bernama Biru Laut disergap empat lelaki tak dikenal. Bersama kawan-kawannya, Daniel Tumbuan, Sunu Dyantoro, Alex Perazon, dia dibawa ke sebuah tempat yang tak dikenal. Berbulan-bulan mereka disekap, diinterogasi, dipukul, ditendang, digantung, dan disetrum agar bersedia menjawab satu pertanyaan penting: siapakah yang berdiri di balik gerakan aktivis dan mahasiswa saat itu.

Jakarta, Juni 1998

Keluarga Arya Wibisono, seperti biasa, pada hari Minggu sore memasak bersama, menyediakan makanan kesukaan Biru Laut. Sang ayah akan meletakkan satu piring untuk dirinya, satu piring untuk sang ibu, satu piring untuk Biru Laut, dan satu piring untuk si bungsu Asmara Jati. Mereka duduk menanti dan menanti. Tapi Biru Laut tak kunjung muncul.

Jakarta, 2000

Asmara Jati, adik Biru Laut, beserta Tim Komisi Orang Hilang yang dipimpin Aswin Pradana mencoba mencari jejak mereka yang hilang serta merekam dan mempelajari testimoni mereka yang kembali. Anjani, kekasih Laut, para orangtua dan istri aktivis yang hilang menuntut kejelasan tentang anggota keluarga mereka. Sementara Biru Laut, dari dasar laut yang sunyi bercerita kepada kita, kepada dunia tentang apa yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya.

Laut Bercerita, novel terbaru Leila S. Chudori, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan akan anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.

Sabtu, 09 September 2017

Resensi: Para Bajingan yang Menyenangkan Karya Puthut EA

Para Bajingan yang Menyenangkan
Penulis: Puthut EA
Penyunting: Prima S. Wardhani
Desainer sampul: R.E. Hartanto
Penerbit: Buku Mojok
ISBN: 978-602-1318-44-7
Cetakan pertama, Desember 2016
178 halaman
Beli di @bukuakik IDR 55k 
Sekelompok anak muda yang merasa hampir tidak punya masa depan karena nyaris gagal dalam studi tiba-tiba seperti menemukan sesuatu yang dianggap bisa menyelamatkan kehidupan mereka: bermain judi.

Selasa, 25 Oktober 2016

Resensi: Corat-Coret di Toilet Karya Eka Kurniawan

Judul buku: Corat-Coret di Toilet
Penulis: Eka Kurniawan
Desain sampul: Eka Kurniawan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-0386-4
Cetakan pertama, April 2014
132 halaman
Baca di Ijakarta
"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."

"Nada komedi-satirnya cukup kuat dalam Corat-coret di Toilet. Cerdas juga usahanya mengangkat hal kecil yang remeh temeh menjadi problem kemanusiaan."
- Maman S. Mahayana, Media Indonesia

"I decide to translate Corat-coret di Toilet not only because it is one of Eka's best-known short stories, but because it is very blackly funny. It catches perfectly the atmosphere of student life in Indonesia at the start of the new century, as the brief promise of Reformasi was being extinguished by gangsterism, cynicism, greed, corruption, stupidity, and mediocrity. It also mirrors beautifully the bizarre lingo shared by ex-radicals,  sexual opportunists, young inheritors of the debased culter of the New-Order era, and anarchists avan la lettre. Finnaly, it shows Eka's gift for starling imagery, sharp and unex-pected changes of tone, and his 'extra-dry' sympathy for the fellow-members of his late-Suharto generation."
- Benedict R. O'G. Anderson, Indonesia

Kamis, 30 Juli 2015

Hujan Bulan Juni: Novel by Sapardi Djoko Damono | Book Review

Hujan Bulan Juni: Novel
Penulis: Sapardi Djoko Damono
Editor: Mirna Yulistianti
Desainer cover: Iwan Gunawan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1843-1
Cetakan pertama, Juni 2015
144 halaman
Buntelan dari @sastragpu
Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi diselembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin.



Dari puisi, menjadi lagu, kemudian komik, dan nanti film, kini puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono beralih wahana menjadi novel.

Selasa, 30 April 2013

9 dari Nadira


9 dari Nadira
Penulis: Leila S. Chudori
Perancang sampul: Wendie Artswenda
Ilustrator sampul dan isi: Ario Anindito
Penerbit: KPG
ISBN: 978-979-91-0209-6
Cetakan kedua, Oktober 2010
270 halaman
Pinjem Mas @tezarnet

9 dari Nadira adalah buku ketiga yang saya baca dari penulis yang mempunyai nama lengkap Leila Salikha Chudori, sebelumnya ada Pulang dan Malam Terakhir. Berbeda dengan Malam Terakhir yang sama-sama merupakan kumpulan cerpen, buku ini ada benang merah yang kuat antara cerita satu dengan lainnya, sedangkan Malam Terakhir berdiri sendiri, tidak terkait. Benang merah yang kuat itu adalah Nadira. Kita akan melihat kehidupan dan kompleknya keluarga Nadira dari berbagai sisi. Seperti yang pernah dijelaskan mbak Leila pada reriuangan yang pernah saya hadiri, semua novelnya bertema keluarga dan buku ini bercerita tentang keluarga Suwandi.

Senin, 29 April 2013

Malam Terakhir


Malam Terakhir
Penulis: Leila S. Chudori
Perancang sampul: Wendie Artswenda
Ilustrator sampul: Maryanto
Penerbit: Kepustakaan Populer Graedia (KPG)
ISBN: 978-979-91-0215-7
Cetakan pertama, November 2009
117 halaman
Harga: 20k (titip Bang @tezarnet di Gramedia Semarang)

Sejak membaca Pulang, saya sudah mentasbihkan kalau Leila S. Chudori adalah salah satu penulis favorit saya tahun ini. Saya sangat terpesona dengan cerita yang dia buat. Pulang mudah saya terima walau memiliki tema yang berat, berbeda dengan buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1989 ini, tepat sebelum Leila menjadi wartawan Tempo, ada beberapa cerpen yang perlu saya baca berulang-ulang agar mengerti maksudnya. Berikut kesembilan cerpen yang ada di buku Malam Terakhir:


Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...