Tampilkan postingan dengan label ebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ebook. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2015

The Wuggly Ump by Edward Gorey | Book Review

The Wuggly Ump
Penulis: Edward Gorey
Ebook, 17 halaman.
Edward Gorey's mordant masterpiece The Wuggly Ump charts the fate of three wholesome children whose happy days weaving chains of flowers are cut short when the mysterious Wuggly Ump hurtles from its den in search of tasty tots. Set to deceptively pleasant rhymes and illustrated in Gorey's inimitable style, this lighthearted and mildly unsettling cautionary tale has delighted legions of Gorey fans since its first publication in 1963. This brand-new edition is a faithful reproduction for old and new fans alike to treasure.

Sabtu, 09 Mei 2015

The Gashlycrumb Tinies by Edward Gorey | Book Review

The Gashlycrumb Tinies (The Vinegar Works #1)
Penulis: Edward Gorey
Ebook, 31 halaman.
The Gashlycrumb Tinies: or, After the Outing is an abecedarian book written by Edward Gorey that was first published in 1963. Gorey tells the tale of 26 children (each representing a letter of the alphabet) and their untimely deaths in rhyming dactylic couplets, accompanied by the author's distinctive black and white illustrations. It is one of Edward Gorey's best-known books, and is the most notorious amongst his roughly half-dozen mock alphabets. It has been described as a "sarcastic rebellion against a view of childhood that is sunny, idyllic, and instructive". The morbid humor of the book comes in part from the mundane ways in which children die, such as falling down the stairs or choking on a peach. Far from illustrating the dramatic and fantastical childhood nightmares, these scenarios instead poke fun at the banal paranoias that come as a part of parenting.

The Giving Tree by Shel Silverstein | Book Review

The Giving Tree
Penulis: Shel Silverstein
Ebook, 30 halaman.
"Once there was a tree...and she loved a little boy."



So begins a story of unforgettable perception, beautifully written and illustrated by the gifted and versatile Shel Silverstein.


Every day the boy would come to the tree to eat her apples, swing from her branches, or slide down her trunk...and the tree was happy. But as the boy grew older he began to want more from the tree, and the tree gave and gave and gave.

This is a tender story, touched with sadness, aglow with consolation. Shel Silverstein has created a moving parable for readers of all ages that offers an affecting interpretation of the gift of giving and a serene acceptance of another's capacity to love in return.

Senin, 25 April 2011

22 Hari Bercerita #1

Cover-22-hari-bercerita

Kumpulan cerpen anak yang diprakarsai oleh @IDcerita yang bertujuan mendidik melalui cerita. Seperti kalimat di pengantarnya, “Cerita jadi media mendidik sekaligus hiburan. Telah lama cerita ditinggalkan hanya sebagai kesenangan, tanpa makna yang menjadi muatan. Padahal cerita adalah cara halus nan ampuh untuk menanamkan nilai, menasehati dan mengubah perilaku tanpa menyakiti.” Di ebook yang pertama ini ada 23 cerita pendek dengan tema yang berbeda-beda sesuai pohon karakter (sebagai personifikasi dari manusia yang mempunyai karakter).

Di cerpen yang pertama yang berjudulkan Loly Takut bertanya, mengajarkan kita bahwa malu bertanya itu sesat di jalan. Dreamland, negeri fantasy yang apa pun bias terjadi di sana. Normal, sebagai orang tua harus terbuka kepada anaknya, walaupun anak kita masih kecil mereka berhak mendapat pengetahuan tentang cinta, jenis kelamin, seks, peran laki-laki dan perempuan dalam pernikahan maupun kehidupan, dicontohkan dicerita ini Kevin sangat tergila-gila sama Catwoman, mengunduh gambarnya di internet (masih kecil udah bias aja hehe). Satu Huruf Yang Ku Benci, aku paling suka cerita ini, Dio yang cadel merasa malu akan kekurangannya, malu karena sering diolok-olok temannya dan kalimat yang aku suka adalah, “banyak kelebihan kamu yang tertutupi gara-gara kamu terlelu mikirin kekurangan kamu yang satu itu.” Kemudian ada cerita Lala Lada yang lucu sekali gaya berceritanya, menjelaskan tentang manfaat lada dengan tokoh yang unik, ada Lala si bubuk Lada, Gugu Gula, Gaga Garam (mirip Lady Gaga ya ;p) dan Dodo Sendok, mengajarkan kalau setiap bumbu itu punya manfaat masing-masing. 

Putri Yang Selalu Mengantuk, Putri Letargia karena terlalu memikirkan kecantikannya, baju apa yang mau di pake dan make up yang tebal membuat Putri tidak punya waktu untuk memperhatikan rakyatnya, kemudian ada pangeran tampan yang menyamar menjadi pelanyannya supaya tidak selalu mengutamakan penampilan, menyadarkan kalau kecantikan dalam hati akan lebih berharga daripada kecantikan di luar. 

Kamu Boleh, sebuah puisi yang berisi tentang kita boleh sekolah dimana saja, belajar dimana saja. Janji Pelangi, kenapa pelangi dating sehabis hujan? Dia menyediakan sesuatu yang indah seudai awan gelap. Monik Dan Kaos Kaki, menceritakan seorang anak yang kehilangan orang tuanya, rumahnya akibat badai dan yang tersisa hanya sebuah kaos kaki, kalimat favoritku adalah, “Kita tidak pernah akan tahu, kapan kita terjatuh dalam hidup. Menghadapi itu kita hanya cukup untuk ingin merasa sakit karena dengan itu kita akan cukup sadar bagaimana cara yang baik untuk menghadapinya,” dan “Sakit itu baik, sakitpun mampu untuk dipilih seperti Monik yang memilih kaos kaki.” 

Petualangan Fibouli, menceritakan seekor ikan yang terlempar ke lautan dalam akibat gempa bertemu dengan gurita laut, Befo. Si Befo buta tapi dia mempunyai mata hati, dia menyarankan kepada Fiboli untuk menggunakan mata hatinya agar bisa pulang, mengajarkan kalau setiap makhluk hidup punya mata hati. Penulis Itu Pintar, pasti sebagian besar anak kecil kalau ditanya cita-citanya apa pasti menjawab dokter, insinyur, polisi, ABRI. Tapi berbeda dengan Tisya, dia ingin menjadi seorang penulis. 

Ollo Si Beruang, yang bercerita tentang impian Ollo, dia akan membuat dongeng tentang impiannya, ia menuliskannya agar selalu dekat dengan mimpinya. Bumi dan Bulan, cerita lainnya yang paling aku suka, Komariyah, gadis kecil yang baru pindah dari kampong, sewaktu memperkenalkan diri dia diolok-olok temannya karena namanya kampungan, yang terparah adalah Ardi. Endingnya lucu, apalagi pas Ardi bilang kalau Komariyah itu artinya bulan dan Ardi itu bumi, kayak bumi dan bulan yang saling melengkapi, cieeeee. 

Si Bungsu Belajar Terbang yang bercerita tentang pengalaman pertamanya terbang yang awalnya malas-malasan, demi menjalankan amanah akhirnya dia berani mencoba. Balon, kita tidak boleh menyerah mencoba sebelum berhasil. Ada Mimpi Nirmala dan Dongeng Mimpi dimana sebelum tidur kita harus berdoa agar tidak mimpi buruk. Rumah Motivasi, kadang orang tua memancing kita sebuah hadiah agar kita rajin belajar, dan itu biasanya sangat membantu :D. 

Menggapai Bintang, yang berisi kita harus belajar agar bias meraih mimpi, untuk hidup yang lebih baik. Rumah untuk Kuki, dari pengarang favorit nih, kak Sitta Karina, serunya bermain dengan dua teman barunya Arya dan Jack bertemu dengan Kuki, seekor Kuskus. Salju Pertama Kia, serunya bermain dan melihat salju bersama kedua orang tua. Aku Sebal Sama Mama, kadang seorang Ibu memang menyebalkan karena kecerewetannya, tapi pernakah kau banyangkan bila tidak ada seorang Ibu? Cerita yang bagus sekali :). Dan yang terakhir cerpen die book ini adalah Aku Kehilangan, bercerita tentang pertama kali tidur sendirian.

Banyak pesan yang dapat diambil dari kumpulan cerita tersebut kan? Ceritanya sebagian besar gampang dipahami, cukup membingungkan di Monik dan Kaos Kaki, pada bagian awal kalimatnya susah dimengerti tapi makin ke belakang mulai jelas inti ceritanya. Lumayan banyak juga typonya, mudah-mudahan saja bukunya nanti jauh lebih baik.

Saya rasa Indonesia Bercerita ini sangat tepat dalam usahanya mendidik melalui cerita. Sekarang ini sudah jarang cerita anak-anak (yang saya tau cuman Clara Ng) dalam negeri. Komik pun kadang sangat keras, banyak perkelahian di isinya. Anak kecil itu meniru, lah kalau yang dibacanya aja cerita-cerita kayak begitu, bisa kebawa kepergaulannya kan. Belum lagi tontonan televisi yang tidak sangat mendidik, yang isinya jauh dari kehidupan nyata, anak kecil butuh cerita untuk membangun karakter, kalau sudah dari kecil diberi tontonan seperti itu besarnya manaketehek. Semoga lebih banyak lagi cerita untuk anak-anak J.

Sedikit bicara tentang Indonesia bercerita yang saya kutip di ebooknya, Indonesia Bercerita adalah sebuah bisnis social berbasis komunitas yang menawarkan karya cerita anak dan metode bercerita sebagai inovasi dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Karya utama Indonesia Bercerita adalah cerita anak dalam berbagai bentuk (buku cetak, buku-e dan podcast) serta pengetahuan tentang penggunaan metode bercerita dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...