
Pembunuh berantai yang
memiliki keahlian sekelas ahli bedah nomor satu kini berkeliaran untuk
memangsa orang-orang yang dianggapnya sebagai sampah masyarakat. Korban
pertama: gelandangan yang ditemukan mati di gubuk kardusnya. Tidak ada
memar, tidak ada tanda-tanda pergulatan. Hanya lubang bulat sempurna
sebesar kepalan tangan di dada yang tadinya berisi jantung. Setelah
jatuh korban berikutnya, penyelidikan yang dikepalai Detektif Eve Dallas
mendadak mendapat tekanan dari seorang senator untuk dipetieskan, dan
kemudian dialihkan kepada penyelidik swasta. Ketika Eve tidak
menghiraukan ancaman itu, karena merasa telah berada di jalur yang
benar, giliran dirinya yang menjadi korban birokrasi. Dia dituduh
mengancam dan membunuh salah seorang polisi yang berseteru dengannya,
sehingga departemen kepolisian mencabut sementara lencananya. Kini
dihadapkan pada pilihan yang pelik: terus memperjuangkan keadilan bagi
para korban, namun dengan risiko mengorbankan kariernya...
