Tampilkan postingan dengan label adhikapustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adhikapustaka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2012

Xar & Vichattan #3: Empat Tubuh Statera


13506643


Penulis: Bonmedo Tambunan
Penerbit: Adhika Pustaka
ISBN: 978-979-19991-6-8
Cetakan I, Januari 2012
415 halaman

Diawali dengan dengan bangkitnya kembali Kuil Kegelapan yang menjadi momok segenap rakyat Xar dan Vichattan, Tiarawan Barli dan Biarawati Terra berusaha melawan sosok hitan yang telah membantai habis pasukan Xar dan Vichanttan yang  menjaga kuil hitam itu.

Merasakan Kuil Kegelapan telah bangkit dan ada sesuatu yang tidak beres, Biarawati Agung Mirell dmengadakan rapat darurat dengan para ahli waris Cahaya, para pemimpin Xar dan Vichattan untuk memberitahu berita buruk dan menyelidiki keanehan tersebut. Antessa bertugas mengimbuhi kembali Kristal Utama yang berada di Mata Air Para Peri dengan cahaya dengan dibantu oleh lima pimpinan peri masa lalu: Niteo Lucis dari singgasana cahaya, Exuro Flamma dari api, Solum Humus dari tanah, Arbustus Plantoria dari tanaman, Flumen Aqua dari air, dan Ventosus Flaman dari udara. Kara bertugas melakukan penyelidikan di Vesmir, sedangkan Darlin akan pergi ke Vichanttan membantu pertahanan disana.

Setelah Dalrin tiba di Vichanttan, bersama Kara, Gerome, Biarawi Corry dan Tiarawan Keltus mereka menjelajah Vesmir bersama Tiarawati Lisbet, tiarawati gila yang mempunyai kemampuan khusus untuk menjelajah dimensi. Di sana mereka menemukan sebuah retakan yang menuju suatu tempat di mana Kegelapan berkumpul.

Nah, retakan apa itu dan kenapa Antessa merasa tidak puas setelah mengimbuhi Kristal Utama dan masih merasakan sesuatu yang salah?
Awalnya semesta ini adalah kosong. Lalu kemudian datanglah Waktu, dan kemudian gelap dan terang. Kemudian dengan adanya gelap dan terang, lahirlah dunia, yang adalah kombinasi dari alam dan spirit.
Tapi, sebelum dunia terbentuk, sebelum datangnya gelap dan terang, ada Chao, suatu kekuatan besar yang hidup dari kekacauan. Hanya kekuatan Statera yang dapat melawannya, yang hidup dari keteraturan.
Masalah nggak sampai disitu aja, Antessa berkerjasama dengan Kekuatan Gelap, Kara, Gerome dan Dalrin harus melawan sekutu mereka sendiri, mereka harus bisa membedakan siapa teman dan lawan yang sebenarnya. Belum lagi kita akan dibuat penasaran dengan wujud asli Chao. Selain itu mereka juga harus menemukan Pisau Belati (pertanda alam), Perisai Baja (pertanda spirit), dan kedua simbol gelap dan terang, empat elemen Statera yang digunakan untuk menyegel Chao, apakah itu?

Pokoknya, kita serasa dikejar misteri dan ada aja masalah yang muncul ketika satu masalah sudah terselesaikan, seperti tidak ada jeda kelegaan ketika membaca buku ini. Dari awal saja kita sudah disuguhi dengan konflik.

Agak keteteran sebenarnya membaca buku ini, karena buku ini adalah seri terakhir dari seri Ahli Waris Cahaya, dimana saya belum membaca buku sebelumnya yaitu Tahta Cahaya dan Prahara. Sehingga banyak sekali yang 'bolong' ketika saya mengikuti cerita mereka, terlebih tokoh-tokohnya yang membuat saya bingung karena begitu banyaknya. Saya mengakalinya dengan membaca Glosarium terlebih dahulu, sedikit membantu sih tapi tetap saja rasanya akan beda kalau kita mengikuti ceritanya dari seri pertama. Baru dipertengahan cerita saya ngeh dengan inti cerita ini, tokoh-tokohnya dan para antagonisnya. Bahkan, awalnya saya bingung ini siapa sih tokoh utamanya? Hahaha parah emang lemot saya ini. Setidaknya saya cukup menikmati cerita ini dengan banyaknya konflik yang bermunculan, saya juga suka pemilihan nama-nama peri masa lalunya, sayangnya nggak ada tokoh Peri Hutan #abaikan :D.

Romancenya nggak banyak, sekedar menjadi penyedap rasa aja, tapi lucu melihat cara Kara dan Dalrin mengungkapkan perasaan mereka, dengan telepati, hehehe unik, coba beneran bisa itu, dunia serasa milik berdua saja :)). Nah, yang membuat saya bingung adalah Gerome, saya sampai bingung dengan jenis kelaminnya, perasaan dia cowok tapi kok diawal dia seperti menyukai Dalrin dan kebelakangnya dia mendukung hubungan Dalrin dengan Kara, entah ada hubungan sejenis atau sebatas kecemburuan seorang teman yang lama tidak bertemu tapi ketika bertemu malah mencari orang lain. Saya agak gimana gitu dengan nama Biarawati, Tiarawati/wan dalam buku ini, entah ya kayaknya enak aja kalau embel-embel itu tidak ada, kepanjangan kalau kita melafalkannya dan aneh. Kalau dari segi keaslian, cerita Xar dan Vichanttan ini mempunyai ciri khas sendiri, dunianya, Kuilnya, nama-nama tokoh dan karakternya, nggak banyak binatang aneh dibuku ini, paling yang mencolok Nolacerta, naga kepala dua dari dalam Void yang dicoba dipanggil Corbus, mungkin memang difokuskan ke para ksatrianya kali ya. Kalau empat elemen tubuh Statera yang dicari para ksatria cahaya, mengginggatkan saya akan Hocrux-nya Harry Potter :p. Selain itu, saya masih penasaran dengan akhir cerita Tiarawan Barli dan Biarawati Terra, mereka menjadi pembuka dan langsung menciptakan ketegangan dibuku ini, tapi nasip mereka kenapa menjadi nggak jelas, nggak pernah disebutin lagi.

Buat yang suka fantasy dan suka banyak aksi, coba ke toko buku dan cari buku ini :D
3 sayap untuk para Ahli Waris Cahaya

Senin, 13 Februari 2012

Fantasy Fiesta 2011

13322562

  1. Bentala-Imaji by Fredrik Nael
  2. Bhupendra Gagan (Juara 3) by Salvirius Sandy
  3. Dongeng Kanvas (Juara 2) by Luz Balthasaar
  4. E [Epsilon] by Klaudiani
  5. Enam Belas Menit (Juara 5) by Shao An
  6. Hari Terakhir Ishan by Cloverwitch
  7. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan (Juara 1) by F.A Purawan
  8. Kembali ke Morova by R.D Villam
  9. Kisah Sang Kerudung Merah by Serpentwitch
  10. Leyl – Hasrat Bebas by Elbintang
  11. Menuju Akhir Masa by Shienny M.S
  12. Misteri Pulau Goudian by Rickman Roedavan
  13. Neil/Lien by Magdalena M. Amanda
  14. Noel by Feby Anggra
  15. Oris (Juara 4) by I.B.G Wiraga
  16. Petra by Bonmedo Tambunan
  17. Selamanya Bersamamu by Fachrul R.U.N
  18. Selamat Datang di Wonderland by Kristy S. Tjong
  19. Tukang Sapu by Erwin Ardiansyah
  20. Wanita Pembisik by Xeno

Itulah daftar 20 cerpen terbaik yang terkumpul dalam buku Fantasy Fiesta, di mana sebelumnya telah melalui proses pemilihan yang panjang, 500 cerpen  masuk kemudian disaring lagi menjadi  332 cerpen lolos menjadi peserta lomba. Belum banyak cerita fantasy dalam negeri yang saya baca, bisa dibilang agak pemilih. Ada rasa takut kalau cerita itu kebanyakan berkiblat pada fantasy luar, yah namanya fantasy dalam negri tentunya saya ingin mendapatkan cerita yang khas, belum pernah ada sebelumnnya, dan kalau bisa menyenggol sedikit tentang kebudayaan kita.
Saya agak lama mencerna cerita fantasy karena mau tidak mau saya akan berimajinasi, membayangkan seperti apa yang ingin disuguhkan penulis, kecuali kalau cerita itu memang benar-benar asik, bahkan kadang saya mendapatkan feel dari buku fantasy setelah membaca sampai setengah halaman buku. Beda dengan membaca romance, hanya membutuhkan perasaaan agar dapat mencernanya :p. Apalagi buku ini adalah kumpulan cerpen, 20 cerita berbeda, konsentrasi saya pun benar-benar terkuras, hehe. Jujur saja tidak semua cerita saya mengerti, ada beberapa cerpen yang saya ulang baca karena tidak tahu apa maksudnya, ada juga yang setelah bolak balik dibaca tidak ngerti juga. Bukan berarti jelek, yah mungkin karna saya yang terlalu lemot, penulisan berbelit-belit atau waktu membaca buku ini saya tidak terlalu mood, bisa jadi itulah yang membuat saya tidak bisa terlalu berkonsentrasi pada buku ini. Oh ya, cerpen dibuku ini termasuk panjang-panjang, hehehe, tidak ada cerpen yang sangat singkat. Ada beberapa cerpen yang ketika saya baca saya langsung suka dan setelah selesai masih membekas, inilah cerpen favorit saya:
Bhupendra Gagan
Ceritanya unik ditambah ada peta lokasi Negeri Gagandra, cerpen pertama yang saya suka.  Seorang raja dari Negeri Gagandra memerintahkan semua orang untuk mengharamkan kata ‘aku’ lalu menggantinya dengan Brahman (Tuhan), siapa yang menggucapkan kata ‘aku’ maka kepalanya akan dipenggal. Sial bagi salah seorang Letnan yang bernama Mehal (namanya berarti Awan, panggilannya Me, di mana Me sendiri berarti aku, sebuah kata yang harus dimusnahkan), semua orang yang memanggilnya dibunuh, bahkan keluarganya mati semua, dengan penuh dendam dia melarikan diri ke gunung terpencil untuk merencanakan balas dendam. Tapi, perintah dari Bhupendra tidak sejelek yang dibayang orang-orang.
Quote fave-ku
“Dalam perdamaian, semua orang menjadi pemenangnya.”
Enam Belas Menit
“Apa yang kau perbuat, andai maut memberi waktu enam belas menit bersama orang yang kau sayangi?”
Langsung suka, sebenarnya serasa dejavu membaca cerpen ini, kita akan berulang-ulang mendapatkan alur yang sama, mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan orang yang kita cintai, setiap kita mengulang peristiwa yang akan membunuh orang yang kita cintai itu, maka rasa tidak ingin kehilanganpun akan bertambah besar. Kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya dan selalu menjaganya.
Kisah Sang Kerudung Merah
Bisa dibilang ini adalah fanfic dari cerita yang sudah tidak asing lagi itu. Milly Anne demi ingin menyembuhkan neneknya yang sekarat, tidak ada obat yang bisa mengobatinya. Tapi, dengan kerudung merahnya, Anne melangkahkan kaki ke Hutan Elderoot, hutan yang sangat dilarang, di mana ada serigala pemakan ingatan tapi di sana ada rumput merah yang akarnya berduri, Rumput Emil, obat untuk penyakit neneknya.
Suka ceritanya, apalagi dengan datangnya serigala Walfreid dan Gromfelt :D.
Menuju Akhir Masa
Awalnya cerita ini membuat saya bingung, tapi saya suka endingnya ada efek kejut, jadinya saya membaca ulang agar lebih memahami. Gimana ya ceritanya, haha bingung mau menulisnya, intinya sih kayak kita ketemu sama iblis yang membangkitkan sang Amarah, nah iblis yang bernama Anom ini akan memberi kita kesempatan kedua kepada Ray di mana dia mati karena kecelakaan yang dilakukan oleh segerombolan orang, dia ingin merekalah yang mati, tapi ada Azrael, sang malaikat kematian dan kehancuran yang melarang Ray untuk membuat pilihan yang akan disesalinya nanti. Nah, apakah dengan menghindari takdir akan berujung baik?
Misteri Pulau Goudian
Dmitri ingin melakukan ekspedisi ke pulau Goudian, pulau yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang, hanya orang terkutuk yang dapat melihatnya, pulau itu hanya bisa dilihat orang yang berlumuran darah. Setelah menemukan pulau yang dicarinya dengan susah payah, Dmitri tahu sebutan apa lagi untuk pulau itu, Pulau Serakah. Yak, adik-adik, yang namanya serakah, tamak itu tidak baik, hanya akan membutakan mata kita, jangan ditiru yah.
Selamanya Bersamamu
Sadis, inilah yang saya dapatkan dari buku ini. Kita bisa sangat mencintai seseorang sekaligus berbuat jahat padanya. Suka sama cara penulis menggambarkan tokoh Margarita, psicopat .
Yak. Itulah cerpen fave saya, ternyata ada enam :), bukan berarti yang lain jelek, cuman masalah selera saja. Lalu, mana sinopsis untuk cerpen lainnya? Baca aja sendiri XDD.
Kalau ditinjau dari keaslian, rata-rata kumcer ini bisa dibilang masih asing, jarang saya menemui cerita yang sama sebelumnya kecuali Kisah Sang Kerudung Merah dan Hikayat Pungguk Merindukan Bulan, mungkin dari judulnya saja kita tidak akan asing tapi hebatnya penulis memberikan bumbu yang berbeda. Ada beberapa cerpen yang mungkin penulisannya kurang luwes sehingga itu tadi, yang menyebabkan saya tidak cepat mencerna inti cerita. Typo masih ada beberapa, kalau masalah cover saya hanya bisa menebak beberapa tokoh dalam cerpen apa, haha imajinasi saya memang tidak terlalu tinggi. Salah satu cerpen yang ingin sekali saya baca sebagai novel adalah Enam Belas Menit, saya sangat penasaran bagaimana kalau cerita itu dibuat sangat panjang, gimana akhirnya :D. Buat yang suka fantasy, boleh kok buku ini menjadi koleksi, apalagi karya dalam negeri yang pantas diacungin jempol. Semoga setiap tahun aka nada terus, dan makin banyak cerita fantasy yang bermutu dan beda :D.
3.5 sayap untuk 6 cerpen favorit
Fantasy Fiesta 2011: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011
Penulis: Villam, Klaudiani, Bonmedo, dkk
Penerbit: Adhika pustaka
ISBN: 978-979-19991-5-1
Cetakan I, Desember 2011
325 halaman

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...