Tampilkan postingan dengan label Morra Quatro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Morra Quatro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 November 2017

The Second Best by Morra Quatro | Book Review

Judul buku: The Second Best
Penulis: Morra Quatro
Editor: Alaine Any
Desainer sampul: Agung Nurnugroho
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 978-979-780-900-3
Cetakan pertama, 2017
218 halaman
Beli di Gramedia Slamet Riyadi
Tanyakan hatimu bila kau bimbang.
Mengapa sang cinta pertama,
sosok yang kau kenal dekat, tak mampu kau raih?
Lalu, apakah hati ini siap untuk pilihan cinta yang lain?


Bagi Gwen, jatuh hati kepada Aidan terasa mudah. Hatinya selalu tertuju kepada dirinya. Namun, hati Aidan sulit dijangkau olehnya.

Lalu, Edgar hadir menawarkan rasa yang sehangat lagu cinta. Bersamanya, yang Gwen tahu adalah ia tak terlalu merasa sakit--karena hati Edgar selalu terbuka untuk dirinya.

Namun, cobalah tanya hati sekali lagi. Benarkah Edgar adalah sosok pilihan kedua terbaiknya? Atau... diam-diam Aidan masih ia rindukan?

Jumat, 12 Februari 2016

Resensi: Forgiven Karya Morra Quatro

Judul buku: Forgiven
Penulis: Morra Quatro
Editor: Kinanti Atmarandy
Desainer cover: Jeffri Fernando
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-432-1
Cetakan kedua, 2010
266 halaman, hardcover
Buntelan dari @GagasMedia
DIALAH YANG PERTAMA.

Maniak Fisika. Pengagum Albert Einstein. Setia kawan. Si iseng dan suka usil, kalau sisi kekanak-kanakannya sedang kumat. Karla bisa menyebutkan sederet lagi hal unik tentang Will. Betapa tidak, selama bertahun-tahun, laki-laki itu adalah sahabat terbaiknya. Dan bagi Will, dia adalah tempat berbagi rahasia dan mimpi-mimpi yang tak sembarang orang tahu. Namun, siapa sangka, ternyata itu tak cukup untuk membuatnya merasa mengenal laki-laki itu.

DIALAH SATU-SATUNYA.

Takada yang bisa menggantikan Will. Ke mana pun dia pergi, dengan siapa pun diaakrab, Will tetap yang paling spesial. Seperti bintang Polaris yang selalu berada di utara Bumi, demikianlah keberadaan Will di hati Karla. Selamanya.

DIA, YANG TAK TERLUPAKAN.

Kepergian Will tak ubahnya bagaikan El Nino—memporakporandakan hati Karla habis-habisan.Jarak membuat rindu Karla merajalela. Dia kehilangan bagian terbaik dalam hidupnya. Tapi perasaan kehilangan itu tak seberapa dibanding rasa kaget saat mendengar berita buruk tentang Will. Karla mendengarkan suara hatinya sekali ini—dia tak akan membiarkan Will menghadapi semua itu seorang diri....

FORGIVEN, sebuah kisah tentang lelaki pemuja Champagne Supernova dan perempuan yang selalu menanti bintang itu.

Senin, 28 September 2015

What If by Morra Quatro | Book Review

Penulis: Morra Quatro
Editor: Idha Umamah
Desainer sampul: Amanta Nathania
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-833-5
Cetakan pertama, 2015
280 halaman
Harga: IDR 50.400 (off 10% PO di @miss_morra)
Kamila.

Si Anal. Pengagum Sigmund Freud. Asisten dosen ilmu sosial yang sangat detail, yang selalu menjawab tiap pertanyaan di kelas. Menurut Kamila, orang-orang, terutama pada usia muda mereka, sesungguhnya punya kehausan alami akan ilmu. Baginya, hubungannya dengan Jupiter kemarin terasa seperti mimpi, sisanya tak benar-benar nyata. 



Jupiter.
Mahasiswa tingkat dua. Penyuka basket, pemain gitar, perayu ulung. Ia telah menghadirkan Kamila di dalam hatinya sejak kali pertama pertemuan mereka di bawah langit siang. Baginya, ada sekelumit cerita yang harus ia ungkap. Tentang gadis yang ingin selalu ia antar pulang; tentang kisah yang datang bersamanya. Namun, ketika mereka tak lagi berjarak, ia menyadari ada sesuatu yang membuat segala hal di bawah langit siang itu terasa tak sama. 

WHAT IF, tentang harapan yang terhalang. Tentang kenyataan yang tak mungkin dimungkiri. Tentang hidup yang tak selalu berpihak—hingga memaksa Jupiter dan Kamila menjadi lebih kuat daripada yang mereka sadari.

Kamis, 13 Juni 2013

Notasi

Notasi
Penulis: Morra Quatro
Editor: Aveline Agrippina & Jia Effendie
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Ilustrasi isi: Tyo
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-635-9
Cetakan pertama, 2013
294 halaman
Harga: 29k (Beli di SCB)

Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dia melihat pelangi di langit utara Pogung.
Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.

Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.

Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi.
Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dalam harap.
Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya.
Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu....


Senin, 12 Maret 2012

Believe


"Kalau..., kalau doa kepada Tuhan itu diamini dengan tulus oleh empat puluh orang saja, insyaAllah akan diijabahkan kan? Karena itu orang mengadakan istigasah, kan.. berdoa bersama-sama?
"Semakin banyak amin untuk sebuah doa, semakin besar kemungkinan doa itu terkabul, kan...?
"Tuhan mengabulkan doa just when He feels like it, Biru, you know what i mean. Ada doa-doa yang pasti terkabul, memang, seperti doa para mujahid atau doa orang yang teraniaya. Empat puluh memang angka yang istimewa... Tapi, kamu tahu, untuk sebuah doa satu amin aja cukup kalau Dia menghendaki..."
"Aku akan mengumpulkan amin dari empat puluh orang."
"Forty amens from forty people," kataku. "I don't know it's gonna work or not. But i'm gonna do it. That's all i'm wishing for my life now." 
Ceritapun dimulai, proses mengumpulkan amin.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...