Tampilkan postingan dengan label Francisca Todi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Francisca Todi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juli 2017

Resensi: The Princess & The Bodyguard Karya Francisca Todi

Judul buku: The Princess & The Bodyguard (Alerva #2)
Penulis: Francisca Todi
Editor: Tri Saputra Sakti
Ilustrator: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-3878-1
Cetakan pertama, 2017
344 halaman
Buntelan dari @tsaputrasakti
“Aku sudah kembali, Adele.”

Putri Adele, pewaris takhta ketiga dari Kerajaan Alerva, tak pernah membayangkan Julien, sahabat masa kecilnya, menjadi pengawal pribadinya. Setelah ditinggal Julien tanpa kabar selama lima tahun, Adele tak bisa memungkiri dia merindukan pria itu. Namun, status putri dan pengawal hanya memperbesar jurang di antara mereka.

Adele ragu akan perasaannya kepada Julien. Kenapa dulu Julien pergi? Apa yang membuatnya kembali? Mampukah Adele mempertahankan perasaan mereka? Bukan hanya harus menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi, Adele juga harus menemukan dirinya.

“Kamu tidak usah takut. Mulai saat ini, aku akan menjagamu.”

Resensi: Mission D'Amour Karya Francisca Todi

Judul buku: Mission D'Amour (Alerva #1)
Penulis: Francisca Todi
Editor: Ruth Priscilia Angelina
Sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-2487-6
Cetakan pertama, 2015
368 halaman
Buntelan dari @tsaputrasakti
Kehidupan Tara Asten sebagai asisten pribadi Putri Viola—Putri Mahkota Kerajaan Alerva yang supersibuk—selalu penuh tantangan. Namun, Tara tidak pernah menyangka Badan Intelijen Alerva (BIA) akan menjadikannya tersangka utama dalam rencana penyerangan keluarga kerajaan. Dia dimasukkan ke masa percobaan tiga bulan, pekerjaannya terancam tamat!

BIA menugaskan salah satu agen rahasianya, Bastian von Staudt, alias Sebastian Marschall, untuk menyamar menjadi calon pengganti Tara dan menyelidiki wanita itu. Tapi di tengah perjalanan misinya, dia malah jatuh hati pada kepribadian lugu Tara. Bukannya mencari kesalahan Tara, Sebastian malah beberapa kali menolongnya.

Tara yang awalnya membenci pria itu, mulai bimbang dengan perasaannya. Sebastian pun mulai kesulitan mempertahankan penyamarannya.

Tapi, itu sebelum Sebastian mendengar percakapan mencurigakan Tara di telepon. Yang membawa Sebastian pada dua pilihan sulit: misi atau hatinya

Rabu, 13 Maret 2013

Mafia Espresso



Sinopsis:
Dentuman suara Lady Gaga dari radio tetangga lantai atas, lamat-lamat tenggelam dalam otakku, lalu mengirim sinyal panik ke seluruh tubuh. Aku terduduk di ranjang. Jam berapa ini? Tanganku meraih telepon genggam di atas meja. Angka yang tertera di layar membuat rasa panik kembali mencengkeram.

Jam delapan? bagaimana mungkin?

Sophie Pieters mengira masalah terbesarnya pagi itu adalah datang tepat waktu ke kantor, memberi presentasi memukau, dan memenangkan hati kliennya agar dia dan timnya tidak kehilangan pekerjaan. Ternyata, salah besar! Masalah sebenarnya dimulai ketika mobilnya ditabrak dalam perjalanan ke kantor. Setelah menumpahkan kejengkelannya dan mengebut ke kantor, Sophie dibuat terkejut menemukan pria penabraknya itu ternyata adalah calon kliennya dari Italia, Antonio Azzaro. Situasi semakin diperburuk ketika Patricia, bos Sophie, membuka sesi presentasi dengan tanpa sadar mengutip ucapan Sophie bahwa dia baru saja ditabrak oleh "seorang idiot yang menjengkelkan."
Maka, Musim gugur di negeri Belanda yang berangin dan berhujan tidaklah lebih buruk dari hari-hari Sophie selanjutnya. Kepungan masalah datang beruntun di tengah aroma espresso yang menemani hari-harinya. Krisis ekonomi keluarga, Ray yang bertingkah, dan yang paling parah adalah jebakan masalah yang dibenamkan Antonio Azzaro. Siapa lelaki Italia perlente, bos perusahaan Eco Green yang gemar mengaduk-aduk hatinya itu?

Kepada siapa selayaknya Sophie melabuhkan hatinya?

Meh. Itulah tanggapan saya setelah membaca buku ini. Oke, reviewnya nggak akan panjang kali lebar seperti akhir-akhir ini, utang review saya masih banyak jadi saya akan langsung saja. Dari coverya dulu ya, oke deh, nggak terlalu masalah walau saya kurang suka dengan 'orang' sebagai cover sebuah buku, lebih suka gambar ilustrasi tapi cocok menggambarkan sosok Sophie yang sedikit galau dengan kehidupan pribadinya dan kesukaan dia pada espresso. Untuk jenis kertas dan tulisan nggak ada masalah juga, sedikit typo masih ada.

Tema utamanya adalah salah paham, gara-gara Antonio bilang dia dari Sisilia yang terkenal dengan sarang mafia, dan meng iyakan aja tuduhan Sophie kalau dia adalah keluarga mafia sehigga cap mafia langsung disandang Antonio tanpa terlebih dahulu Sophie mengkonfirmasi. Iya, kemungkinan kecil kalau ngaku tapi dari lagatnya aja udah ketauan kalu bercanda, lagian percaya aja. Akibat kecerobohan Sophie yang bilang Antonio seorang idiot yang menjengkelkan, laki-laki itu menghukum Sophie untuk menemani jalan-jalan selama di Belanda, bila menolak maka dia akan membatalkan kontrak kerja. Entah ya, sampai menutup buku ini pun saya tidak mendapatkan jalan-jalan yang harus dilakukan Sophie dan Antonio, yang ada malah disuguhi konflik keluarga Sophie, kakaknya yang mengabaikan kesehatannya demi memenuhi kebutuhan hidupnya karena suaminya selingkuh dan sekarang menjadi single parent, Ray, teman tapi mesranya, yang ternyata selingkuh dan hanya memanfatkan kebaikan Sophie, Sophie ternyata selama ini hanya dianggap sebagai 'babu' dannnnn Antonio sering sekali menghilang tanpa kabar gara-gara keluarganya dapet ancaman karena dulu Antonio pernah menggagalkan perusahaan kopi yang mempekerjakan anak kecil secara ilegal, katanya mau jalan-jalan, cuman naik speedboat doang >.<

Yang sara rasakan dari buku ini adalah serba nanggung, nggak ada chemistry dari kedua tokoh utamanya, terlalu banyak masalah yang sekadar tempelan saja. Hubungan Sophie dan kakaknya seharusnya lebih dalam, nggak hanya selalu titip anaknya ketika sibuk, kemudian pingsan karena kelelehan kerja, trus baikan setelah sadar. Hubungan dengan Ray pun juga klise, yang sangat jadi masalah adalah hubungan Sophie dengan Antonio, seharusnya Antonio jadi mafia beneran aja, ceritanya mungkin lebih menarik. Penggambaran karakternya juga kurang matang, saya masih belum bisa menggambarkan Antonio itu seperti apa, kalao Sophie bisa dilihat dari cover. Ini tokoh dan setting ceritanya di luar negeri, nggak ada unsur Indonesianya, tapi anehnya saya mendapatkan novel aura Indonesia, ehhhh gimana ya ngejelasinnya, yang jelas saya nggak ngrasain kalo novel ini berserita tentang bule, settingnya pun menurut saya hanya 'tempelan' aja, nggak kerasa juga aura Belandanya.

2 sayap untuk mafia gadungan.

Mafia Espresso
Penulis: Francisca Todi
Desain sampul" greenLight
Penerbit: Gradien Mediatama
ISBN: 978-602-208-041-1
Cetakan pertama, 2012
320 halaman
Harga: pinjem @okeyzz

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...