Tampilkan postingan dengan label Alexander Thian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alexander Thian. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2015

Somewhere Only We Know by Alexander Thian | Book Review

Somewhere Only We Know
Penulis: Alexander Thian
Editor: Mita M. Supardi & Tesara Rafiantika
Desainer sampul: Agung Nugroho
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-830-0
Cetakan pertama, 2015
338 halaman
Pinjam @alvina13
Bisa dibeli di @bukupediacom
"You don't define love. You just...love."

Kenzo
Menyusuri jalanan Hanoi yang basah, menerobos hujan yang masih turun dengan deras. Gue melangkah tanpa peduli ke mana kaki membawa gue pergi. Lampu kuning jalanan membuat jejak-jejak rintik hujan tampak jelas. Entah karena gue yang delusional atau terlalu romantis menjijikan, gue setengah berharap dia akan muncul di ujung jalan, bersandar pada tiang lampu, membawa payung, lalu tersenyum melihat gue.

Ririn
Kenangan itu masih sejelas dan sebening film yang berformat blu-ray. Gue tertawa kecil ketika membuka pintu taksi, membayangkan wajah aneh Arik sore itu. Dalam perjalanan pulang, gue bermimpi tentang berdansa di awan, sementara kembang api meledak-ledak di sekitar gue dan Arik.

Arik, can we be infinite?
Most of all, is this the love we think deserve?

Bagi Kenzo, cinta ibarat secangkir kopi.
Terkadang terasa pahit, tetapi tetap memiliki banyak lapis rasa.
Bagi Ririn, kakak Kenzo, cinta hanya memiliki duia rasa: pahit dan manis.
Meski Kenzo meyakinkan selalu ada ruang untuk dongeng cinta, Ririn berusaha melupakan cinta karena pahitlah yang mendominasi kisahnya.

Ketika cinta benar-benar ada di hadapan keduanya, mampukah mereka menerima dan memperjuangkannya?

Selasa, 15 Januari 2013

The Not So Amazing Life of @aMrazing

15836357

The Not So Amazing Life of @aMrazing
Penulis: Alexander Thian
Editor: Alit Tisna Palupi
Desain Cover: Jeffri Fernando
Ilustrasi Isi & Komik: Thoma Prayaga
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-586-7
Cetakan pertama, 2012
218 halaman
Harga: pinjem mbak @destynugrainy

Siapa sih yang nggak kenal @aMrazing? Yang suka maen twitter dan suka ngefollow para selebtwit pasti nggak asing sama akun yang satu ini, akun yang terkenal dengan kenyiyiranya. Tahun kemaren bisa dibilang tahun kejayaan para selebtwit, kenapa? Hitung deh buku-buku jebolan dari para selebtwit. Saya nggak skeptis, kalau saya biasanya akan lebih memilih pinjem atau beli seken, atau kalau kumcer saya akan membeli buku dari penulis yang saya pernah baca karyanya, nggak mau beli kucing dalam karung, baru deh dalam proses ini saya bisa menemukan penulis yang tulisannya saya sukai, contohnya di buku Cerita Sahabat dan Cerita Sahabat 2 (reviewnya nyusul :p) saya menemukan dua penulis newbi yang ceritanya saya suka banget. Dan saya setuju sama perkataan dedek @ndarow, walau aji mumpung, setidaknya mereka membangkitkan semangat baca anak muda jaman sekarang, di mulai dari bacaan ringan kayak Pocooong siapa tahu mereka ngak sengaja kenalan sama bukunya Gabriel Garzia Marquez, sebut saja Seratus Tahun Kesunyian (yang dua tahun tetep nggak ada progesnya *mukok-mukok*).

Kalau lihat review di goodreads dan teman BBI yang lain, rating buku ini cukup bagus, bahkan si empunya buku ini memberikan nilai penuh. Sebelumnya saya pernah membaca tulisan @aMrazing di buku The Journeys dan Cerita Sahabat, menurut saya masih biasa, belum bisa mengambil hati saya sehingga belum bisa memaksa saya untuk membeli buku ‘egois’nya ini.

Buku ini berkisah tentang pemgalaman penulis ketika masih mempunyai konter Handphone yang sekarang malah kesasar menjadi penulis scenario (pernah nonton Putih Abu-Abu?). Ada 14 cerita dan kalau benar semuanya kisah nyata, penulis benar-benar sangat beruntung bertemu dengan orang-orang yang LUAR BIASA.

1. Maria Kere Vs Selin Dion
Pengalaman penulis bertemu dengan seorang bapak yang ngotot kalo yang nyanyiin My Heart Will Go On itu adalah Maryah Carey.
2. Kondom Ona Sutra
Pengalaman penulis bertemu seorang ababil yang dandanannya kayak girl band Korea tapi selera musiknya dangdut Pantura. Yang heboh adalah ketika si ababil gagal ngrayu biar dapet gratisan, ketika dia membuka dompetnya untuk mengambil uang ada sesuatu yang jatuh dan dipunggut oleh penulis yang ternyata ….. *bergidik jijik*

3. Fesbuk Oh Fesbuk
“Status social seseorang dilambangkan dengan handphone yang dia punya.”
Pengalaman penulis bertemu dengan orang gaptek, ndeso! Ndeso! Ndeso! *muncrat ala Tukul*
“Terkadang manusia memang hanya memandang penampilan luar. Menghakimi bahwa sebuah buku pasti jelek isinya hanya karena cover yang buruk.”

4. Dummy Seharga Dua Juta
Pengalaman penulis bertemu dengan seorang bapak yang ditipu sampai dua juta yang ternyata handphone yang ingin diservis itu adalah HP Dummy. Replika dari handphone asli yang kalau dijual hanya laku 50k. yang mengharukan adalah bapak itu ingin memberikan handphone tersebut sebagai hadiah ulang tahun untuk anaknya yang autis.
“Namanya juga hidup, Dek. Ditipu adalah bagian dari kehidupan supaya kita bisa belajar. Berhati-hati, nggak gampang langsung percaya sama orang.”

5. Nggak Canggih, Nggak Gaya? Nggak Gaul!
Pengalaman penulis bertemu dengan seorang ibu dan anak yang maksa ingin punya HP paling mahal dan keluaran terbaru. Padahal uang ibunya nggak cukup dan si anak tanpa pri kemanusiaan, lebih mementingkan rasa malu di depan teman-temannya tanpa mengindahkan kondisi keuangan ibunya.
“Tak habis pikir, tak habis mengerti. Kasih seorang ibu kepada anaknya memang terkadang tak masuk akal.”
Membaca bagian ini jadi mengingatkan saya jaman SMA dulu, sejak kelas satu temen-temen udah pada ‘megang hp’, bahkan udah ada yang dari SMP, dulu HP masih WAH, sedangkan saya? Kelas tiga SMA, mau lulus baru dibelikan Hp, waktu pulang les kesorean, kendaraan umum udah nggak ada, nunggu jemputan lama banget, nagis sesegukan di jalan lagi, baru deh ada rencana mau dibelikan hp –“ Rasa iri, pengen pasti ada, ada sedikit rasa ingin ngeyel kayak ababil di cerita ini tapi ketika mendengar penjelasan ibu saya jadi maklum, waktu itu saya masih belum memerlukan hp, masih satu rumah dengan ortu, masih deket dengan ortu, sedangkan kalau ingin ngobrol sama temen bisa dilakukan di sekolah. Tuh kan, saya jadi kangen sama ibu.

6. Amnesia Mendadak
Pengalaman penulis bertemu dengan seorang penyanyi yang terkenal dengan dandanan menor dan busana hebohnya, sayangnya kekhasan penyanyi itu malah membutakan penulis sehingga tidak mengenali dia siapa.

7. Napas Dari Neraka
“Hobi mengamati manusia adalah hobi yang paling menyenangkan dan paling murah. Dan manusia adalah gudang tawa, sekaligus tempat untuk bercermin.”
Pengalaman penulis bertemu dengan anak SMP yang bau mulutnya kayak bangkai binatang, nggak cumin itu, penulis berhasil dikadalin dan berhasil melarikan diri tanpa membayar.

8. That Awkward Moment
Pengalaman penulis bertemu dengan orang-orang aneh (dari tadi kali). Bertemu komplotan lima laki-laki yang membeli hp, ibu-ibu yang softwarenya harus di flash ulang dan ngotot bertanya kenapa mesti nginep dua hari dan terakhir bertemu dengan pasangan suami istri yang protes agar penulis mengembalikan uang dari komplotan tadi yang ternyata hasil curian.

9. Don’t Judge The Heart By The Look
“Mungkin salah satu kerjaan yang paling enak adalah nge-judge orang lain. Everbody judges everybody.”
Pengalaman penulis bertemu dengan orang yang dikiranya nggak punya duit, hp-nya jadul, memori hp-nya 256MB, dan mau donlot lagu dangdut/melayu. Kenyataannnya, penulis bertemu dengan seorang agen Koran besar, hp-nya N70 Black (yang sekarang setara dengan iPhone 4), lagu-lagu yang di donlotnya Frank Sinatra, Alan Parsons Project, Pink Floyd, pokoknya yang anti mainstreams, dia juga mempunyai istri yangs angat cantik, mantan pembantu yang bacaannya The Jakarta Post.
“Ada satu pepatah bahasa Latin yang artinya dalem, Lex. Homo homini lupus. Manusia adalah serigala untuk manusia lain. Kita sudah terbiasa menilai orang berdasarkan penampilan luar. Kalau pada pandangan pertama ndak bikin efek ‘wah’, kita akan mengganggap rendah orang tersebut. Kita akan bertindak superior, mendakwa orang itu pasti lemah. Lingkungan mengajarkan dogma tersebut. Padahal, menilai orang dari kulit luar sebenernya kan jahat. Kita nggak member kesempatan ke diri kita untuk mengenal lebih jauh. Kita cuma melihat apa yang seharusnya kita lihat, kita lupa, beauty is only skin deep.”
“Prinsip saya, kalau mau pasti bisa, ndak ada itu istilah ndak bisa. Adanya, mau atau ndak? Gitu…”
“Belajar melihat dengan mata hati, Lex. Dunia akan lebih berwarna kalau kamu bisa.”
Kalau bagian ini menjadi salah satu kisah hidup favorit penulis, bagian ini menjadi favorit saya di buku ini.

10. Dangdut Halitosis
Pengalaman penulis bertemu dengan pemuda yang nggak bisa bedain mana iPhone, mana iPod Touch dan bapak-bapak dengan penampilan perlente. Mobilnya aja Marcedes, ketika donlot lagu pake nawar (konter Alex menjual lima lagu sepuluh ribu, mahal juga ya XD)

11. Manager Masturbasi
Pengalaman penulis bertemu dengan manager mesum di mall di amna konter penulis bermukim. Yang hobinya nonton bokep selalu mengacuhkan protes kalau di suruh menghidupkan AC, baru deh ketika dipergoki sama Alex dia menuruti ancamannya, sayangnya nggak bertahan lama.

12. Saya Anggota Dewan Y U Know?!
Pengalaman penulis bertemu dengan orang yang sok tahu, sok berkuasa, orang kaya baru yang belagu, orang yang hobi ngeyel, dan orang yang super sombong.
Nah, kalau ketemu orang macam ini saya pernah, beberapa kali di tempat kerja, ngakunya berpendidikan tapi nggak tahu caranya bersikap. Kalau ingin dihargai orang lain kita juga harus mengahargai orang lain, kalau nggak menginggat keluarganya yang sakit, behhhhh.

13. Preman Jadi-jadian
Pengalaman penulis bertemu dengan palang parkiran.

14. Jujur Itu Mahal
Pengalaman penulis bertemu dengan perempuan yang nggak menyadari kalau calon suaminya gay.
“Buat gue, apa pun orientasi seksual elo, nggak akan jadi masalah, asal jangan merugikan orang lain. Bahkan jika elo nafsunya sama taplak meja atau kotak rokok, silahkan aja. Yang penting jangan mencari status dengan menikahi perempuan yang nggak tau apa-apa.”
Pengalaman penulis bertemu dengan….. udah abis ceritanya woi!
Saya bahas cover dan tampilannya dulu. Simple, hanya berisi tulisan aja, kalau menurut pemikiran awam saya, karena judulnya terlalu panjang dan akan penuh kalau di kasih gambar macem-macem jadinya cukup tulisan aja, kalau masalah warna mungkin itu warna favorit penulis *meringis*

Untuk tampilan dalemnya, karena buku ini bercerita tentang handphone, tampilan daftar isinya pun serupa dengan tampilan handphone versi nyata, jenius deh yang buat, cocok banget. Selain itu, ada ilustrasi komik yang kocak, yang mewakili beberapa cerita.

Nah, untuk tulisannya. Jujur, saya jauh lebih suka buku non fiksi ini dari pada cerpen fiksi Alex yang pernah saya baca sebelumnya. Tulisan lebay-nya sanggup membuat saya tertawa, cerita tentang Dummy Seharga Dua Juta dan Don’t Judge The Heart by The Look sanggup membuat saya terharu, dalam hal ini saya rasa Alex berhasil menggungkapkan apa yang pernah dia rasa ke pembacanya. Bahkan, mungkin Alex lebih berbakat menulis non fiksi dari pada fiksi, atau buku komedi mungkin? hehehe ini menurut saya loh.

Setelah membaca buku ini (yang sebenernya udah tahun lalu) saya memberikan nilai 3,5 sayap. Entah kerasukan apa ketika membuat review ini penilaian saya berubah, saya menginggat kembali masa-masa ketika pertama kali mempunyai hp sampai sekarang, kalau menuruti teknologi  yang makin hari makin maju mah….. nggak akan ada habisnya XD.
Mumpung lagi baik hati, tidak sombong dan selalu bokek, saya kasih buku ini….

4 sayap untuk TOREROREJING.


Senin, 16 Januari 2012

Cerita Sahabat


  1. Aku Mau Putus - Alexander Thian, hal. 7
  2. Aurora - Alexander Thian, hal. 21
  3. Cateutan Akika Jilid Dua, Yuk Mari... - Dillon Gintings, hal. 41
  4. Djodoh, Wu Bu Ai Ni - Faye Yolody, hal. 51
  5. Cinta di Batas Angan - Alexander Thian, hal. 67
  6. Hilang - Faye Yolody, hal. 81
  7. Kontak Jodoh - Verry Barus, hal. 93
  8. Perawan Dusun - Faye Yolody, hal. 109
  9. Anak Laki-Laki yang Belum Mengenal Cinta - Tjhai Edwin, hal. 131
  10. Tentang Hujan - Tjhai Edwin, hal. 141
  11. Tidak di Sini, Mungkin Nanti - Dillon Gintings, hal. 151
  12. Untung Ada Tyas! - Faye Yolody, hal. 159
  13. Kita dan Angkasa - Rahne Putri, hal. 171
  14. Vendetta - Alexander Thian, hal. 179
  15. Jawaban - Rahne Putri, hal. 197
  16. Sihir Hujan - Rahne Putri, hal. 203
  17. Telephone - Chicko Handoyo Soe, hal. 207
  18. Jejak Pelangi - Ollie, hal. 217
  19. Saat Shinichi Kudo Berpamitan Kepada Ran Mouri dan Tidak Kembali Lagi - Faizal Reza, hal. 225
  20. Sangat Sederhana - Faizal Reza, hal. 229
  21. Malam di Moko - Jia Effendie, hal. 235
  22. Langit Jeruk - Jia Effendie, hal. 245
  23. Rendezvous - Ollie, hal. 255
  24. Bintang, Mentari, dan Hujan - Rendy Doroii, hal. 267
  25. Kisah Aku - Rendy Doroii, hal. 271
  26. Pelangi Malam Hari - Rendi Doroii, hal. 275
  27. Permainan Hati - Rendi Doroii, hal. 281
  28. Pengakuan - Alberthiene Endah, hal. 285
  29. Blok D Nomor 16 - Alberthiene Endah, hal. 307

Yub, itulah daftar 29 cerita pendek (semoga tidak ada yang kelewat) yang ditulis oleh 12 penulis di buku Cerita Sahabat ini. Ada beberapa nama penulis yang tidak asing lagi seperti Alberthiene Endah, Ollie dan Jia Effendie yang cerpen-cerpennya lalu lalang di berbagai media. Ada juga beberapa nama yang sebelumnya karya mereka pernah saya baca di Empat Elemen dan tulisan Alexander Thian di The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita

Cerpen favorite saya adalah semua tulisan Faye Yolody kecuali yang Untung Ada Tyas!, Langit Jeruk karya Jia Effendie dan Pengakuan karya Alberthiene Endah. Saya akan menuliskan sedikit sinopsis dari cerita fave saya tersebut:

Djodoh, Wo Bu Ai Ni
Danise Oey, gadis keturunan Cina ini sejak kecil sudah dijodohkan dengan Ahan, karena sewaktu Danise mau lahir, orangtuanya tidak mempunyai biaya sehingga harus berhutang dan bayarannya adalah kalau anaknya perempuan maka dewasa nanti harus menikah dengan Ahan. Setelah dewasa, Denise mengetahui kalau Ahan bukan laki-laki yang baik dan sewaktu dia berhasil mencapai mimpinya kemudian bekerja di Pusat Kebudayaan Belanda dan bertemu dengan laki-laki yang menarik hatinya, Jaroen, seorang berdarah Belanda campur Jerman. Denise dilema antara ingin berbakti dengan kedua orangtuanya dan mengikuti isi hatinya.

Hilang
Yoris terbangun dari kecelakaan yang menyebabkan ingatannya terganggu, sewaktu membuka mata dia menemukan wajah seorang cewek yang sangat peduli dan mencintainya, Kay. Tapi, masa lalunya menerobos masuk, hadirlah Bunga, pacar yang amat dicintainya.

Perawan Dusun
Nuti selalu menginggat pesan ibunya ketika dia hijrah ke ibukota, tetap menjaga keperawanannya. Karena membutuhkan uang untuk membiayai kuliahnya, dia terpaksa menjadi wanita malam namun tetap berpegang teguh akan amanat ibunya. Banyak teman yang bergosip akan pekerjaannya tapi tidak ia gubris. Berita itu juga terdengar oleh cowok yang disukai Nuti, Char. Karena penasaran Char menyelidiki ke tempat kerja Nuti, di sana dia memergoki kalau Nuti mau diperkosa oleh kliennya. Char pun membawa Nuti ke rumahnya demi memberi perlindungan, tapi di sana Nuti bertemu kakak Char di mana dia adalah mantan klien Nuti.

Langit Jeruk
Bertemu stranger waktu langit berwarna orange, Gaia, ibu bumi, gadis yang sangat membuat penasaran Rio, dia pun memburunya agar bisa bertemu lagi.

Pengakuan
Adakah kesempatan kedua? Bagaimana perasaanmu ketika melihat istrimu memasuki hotel dengan pria lain? Hagi, penyuka jaket kulit itu tak kuasa menahan air matanya.

Saya baru pertama kali ini membaca karya Faye Yolody dan langsung suka, tulisannya sederhana, tidak lebay, kalimatnya tidak puitis atau pun mengandung makna terselubung, mengalir apa adanya, tapi terlihat indah dan romantis. Saya suka Langit Jeruk karna sewaktu membacanya saya juga bertanya-tanya seperti Rio, siapa sih Gaia dan ada masalah apa dengannya, saya ikut memburu. Pengakuan, geezzz saya suka sekali dengan karakter Hagi, jatuh cinta padanya, ikut terluka ketika dia menganggap biasa saja apa yang telah dilakukan istrinya, betapa dia sangat mencintai Dina, istrinya.

Ceritanya bermacam-macam, ada kangen, galau, kehilangan, penyesalan, dsb. Kita akan bertemu dengan cewek playgirl di Aku Mau Putus, Diary seorang banci di Cateutan Akika Jilid Dua, Yuk Mari... yang menambah pengetahuan saya tentang bahasa mereka, putus asa karena sulitnya mencari jodoh sehingga memutuskan untuk mengikuti Kontak Jodoh, cerita sedih tapi diceritakan dengan senyum dan sangat romantis di Tentang Hujan. Semua ada, campur aduk, tinggal selera kita ingin memilih cerita mana yang disukai. Ada beberapa tema yang sama yang diambil oleh beberapa penulis, cinta sejenis. Saya nggak keberatan, ada baiknya kita memahami perasaan mereka dan mereka juga manusia, hak mereka untuk menentukan pilihan hidup. Hanya saja terlalu banyak dan ceritanya gampang sekali ditebak. Ada Aurora, Anak Lelaki yang Belum Mengenal Cinta, Untung Ada Tyas!, Telephone, dan Tidak di Sini, Mungkin Nanti. Yang agak menarik buat saya adalah cerita Anak Lelaki yang Belum Mengenal Cinta, seorang anak kecil yang bingung akan dirinya, perasaannya, bingung kenapa dia tertarik dengan lelaki dewasa, mengagumi lelaki itu dan hatinya berdebar-debar jika berdekatan dengannya.

Masih ada beberapa typo tanda baca. Di cerita Djodoh, Wu Bu Ai Ni penulis tidak konsisten, menggunakan kata SMA dan SMU, seharusnya satu saja yang dipilih. Kemudian di cerita Perawan Dusun penulis mengatakan kalau lagu i'm single and very happy dinyanyikan oleh Ussy, setahu saya lagu itu dinyanyikan oleh Oppie Andaresta, nggak tahu kalau dinyanyikan ulang oleh Ussy :D. Yang sangat disayangkan adalah tidak adanya daftar isi, saya lebih suka kalau kumcer ada daftar isinya karena kita lebih bebas untuk membaca yang mana dulu. Kalau ada benang merah antara cerita yang satu dengan yang lainnya tidak masalah, hanya saja menurut saya cerita-cerita di buku ini berdiri sendiri. Ada dua cerita yang mempunyai hubungan karena ditulis oleh penulis yang sama, yaitu Saat Sinichi Kudou Berpamitan Kepada Ran Mouri dan Tidak Kembali Lagi dan cerita Sangat Sederhana. Jadinya saya membuat pembatas sendiri di tiap pergantian cerita.

Covernya bagus, ceritanya memang ringan dan cocok sebagai teman minum kopi atau bisa juga ditemani minuman fave-mu sendiri, sesuai selera masing-masing. Teh hangat atau coklat panas misalnya? :D

3 sayap untuk cerita-cerita yang merdeka dan menggelitik. 


Cerita Sahabat
penulis: Alberthiene Endah & Friends
cover: J. Henk Winiarti
penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-7696-1
cetakan I, Januari 2012
322 halaman

Minggu, 22 Mei 2011

The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita


11078643




Penulis: Adhitya Mulya, Alexander Thian, Farida Susanty, Gama harjono, Ferdiriva Hamzah, Oktarina Prasetyowati (Okke ‘sepetumerah’), Raditya Dika, Trinity, Valian Budy, Ve Handojo, Windy Ariestanty, Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I, 2011
ISBN13: 978-979-780-481-7
246 halaman         

Dari daftar pustakanya saja sudah sangat menarik, dimana ada peta dunia kemudian ada titik-titik dimana para pencerita menuliskan ceritannya, yang pertama kita akan dibawa ke Spanyol oleh Gama Harjono (Mengejar Mimpi, Kereta Pagi, dan Tapas Andalasia) mendapatkan pesan dari temannya kalau dia mempunyai tiket menuju ke tempat impiannya, dimulaialah pada pukul 5 pagi dia udah nongkrong di Stasiun Tiburtina menuju ke kota granada, yang selanjutkan kita akan menikmati kawasan Albaicin zona arab yang dibangun bangsa Moor dari Afrika Utara, disini terdapat ratusan took souvenir, kain sutra, karpet, lampu mozaik, pipa sheesha, dll. Ada juga la Plaza de Toros, arena matador, dan Benteng Alhambra. Setelah Granada kita akan dibawa ke Cordoba, menikmati churros (sejenis cakwe yang dimasukkan ke coklat panas terlebih dahulu), menuju Mezquita dimana terdapat masjid-gereja kebanggaan kota Kordoba. Dan diakhir perjalanannya, dia menyaksikan gebang katedral dibuka dimana ada 6 laki-laki berjas yang memandu Patung Bunda Maria.

Cerita kedua kita akan menikmati Dari Desa Kecil Bernama Air oleh Winna Effendi. Cara beceritannya kayak kita ngirim email ke temen dan menjelaskan apa saja kegiatan waktu liburan ke Shuili, Taiwan. Kita diajak menikmati Sup daging jahe, tradisi munum teh, ke Sitou yang terkenal dengan bambunya, menikmati danau terbesar di Taiwan, Sun Moon Lake. Ada juga Guanshanlo, menara observatory yang dibangun 900 meter dari laut dan kuil tertua dan paling populer, kuil Wenwu.

Selanjutnya kita menuju ke Lucerne (The City of Light), Swiss yang diajak oleh Windy Ariestanty, paginya mendapatkan ciuman jauh dari bule cakep ;p gak salah judulnya A Morning Kiss Bye from Stranger. Yang saya suka dia menuliskan Top 6 Thing to see in Lucerne, jadi gak bingung memilih tempat yang wajib di kujungi kalau kita ke Lucerne. 6 hal tersebut adalah Chapel Bridge dan Wassertum yaitu jembatan kayu tertua di Eropa, Museggs Wall dan Sembilan Menara: bentemg kota terpanjang di Swiss (800 meter), The Dying Lion Monument: ada pahatan singa sekarat sepanjang 10 m di batu alam yang di pahat oleh Bertel Thorvalden asal Denmark. Berikutnya adalah gereja abad 17, Jesuit Church. Gunung Titlis untuk para pecinta ski, yang terakhir adalah Rathausquai dan Mr. pickwick Pub, katanya birnya enak.

Di ceritannya Farida Susanty (Menyingkap Peta Gelap)kita akan belajar sedikit, karena tenpat yang dikunjunginya adalah Institute of Mental Health, di tempat ini gak kayak rumah sakit jiwa, fasilitasnya lengkap, menemukan galeri seni, menyicipi naik MRT, bahasa Singlish yang susah dipahami, kehilangan temannya dimana kalau mau membuat pengumuman orang hilang harus membayar 5 dolar alias 35 ribu perak.

Kemudian kita terbang ke Arab untuk menemukan Parfum Impiannya Valiant Budi. Motret secara sembunyi-sembunyi yang hasilnya jadi kayak menara Piza, ditawari pedagang arab di sekitaran Masjidil Haram yang tidak pernah menyerah dan sering kena tipu. Lebih menceritakan pengalaman lucu dan konyol kalau menurutku dan cerita yang paling favorit itu waktu dia ditanya seorang bapak, “apa sih keyakinan bagimu?” lalu dia menjawab,
“keyakinan bagi saya…seperti wewangian. Kita benar-benar bisa merasakannya; mencium aromanya, tapi susah untuk mendefinisikan terutama kepada orang yang belum pernah, belum bisa atau memang tidak mau mencium aroma wewangian tersebut.”
Menjadi cerita paling favorit :D

Sompral, pernah dengar? Mari kita Tanya kepada Okke’Sepatumerah’ yang mengajak kita ke Nusa Tenggara Timur. Ditemani oleh Oris dan Dody, kita dibawa ke Desa Bena, menikmati indahnya pantai Kolbano yang katanya sering ngambek dan dilarang sompral (kayak larangan” kalau kita mengunjungi tempat magis),dan  menikmati sunset di Pantai Oetune.

Masih kurang puas akan pantainya? yuk kita menuju ke Jepara, tepatnya di Karimunjawa-Surga Indonesia ditemani oleh Alexander Thian, gara-gara putus cinta dia memutuskan untuk move-on ke tempat ini ;p. menginap di Wisma Apung, ketemu ikan hiu, snorkeling.

Perjalanan selanjutnya kita menuju ke Amerika Serikat dengan Ferdiriva Hamzah yang ditemani oleh mertuanya, jadilah Amerika Amertua ;p. lucu juga gaya berceritanya, ngakak waktu dia nahan kentuk di pesawat yang kelepasan eh mertuanya malah bilang kalu kentut orang bule bau banget, padahal….. dia mengajak mertuannya keliling Boston, foto dengan pose megang sepatunya John Harvard (katanya bikin mujur), ke New York  menonton teater Brodway-nya A Musical Tribute to Frank Sinatra, dan menuju ke Staten Island untuk foto sama patung Liberty.

Kalau di The Truth Behind Free Traveling yang disuguhkan oleh Trinity lebih menjelaskan perbedaan wartawan, pengalaman bekerja sama dengan wartawan yang mengupas tentang Travelling, kayak travel blogger, wartawan dari berbagai majalah baik travel maupun non-travel.

Selanjutnya kita Melipir ke Tel Aviv (Israel) ditemani oleh Ve Handojo, dimana dia harus berterima kasih sama Kuntilanak, karena dialah yang membiayai perjalanan mahal yang mencapai lebih dari 20 juta rupiah. Awalnya dia hanya mengunjungi gereja-gereja di tanah suci tersebut, seperti di Betlehem, Kapernaum, Tiberias, Yerusalem, Via Dolorosa, hingga Bukit Golgota. Atas bantuan temannya dan mengelabui sang tour leader yang sangar, dia berhasil melipir ke Tel Aviv, kota yang damai, tenang, tidak peduli masalah politik, agama dan jauh dari konflik. Jalan-jalan ke Old Jaffa melihat menara Jam Jaffa, pasar seni di jalan Nahaiat Bunyamin, di sebelahnya kita bisa ke pasar tradisional Hakarmel Market.

Siapa bilang kalau Afrika itu Benua Hitam? Adhitya Mulya menceritakan bagaimana Afrika Berwarna. Seperti biasanya, kisah lucu mewarnai perjalanannya, ngakak waktu dia godain patung tentara, konyol XD. Perjalanannya ke Senegal guna memperpanjang paspor, trus ke Dakar, pulau Goree. Dia juga menuliskan kayak panduan Negara dan tempat yang layak kunjung di Afrika Putih atau Afrika Utara, semua layak kunjung kecuali Libya dan yang sangat layak kunjung adalah Mesir dan Maroko. Kalau Negara yang layak kunjung di Afrika Barat adalah Senegal dan Conte d’Ivoire.

Dan perjalanan terakhir kita berhenti di Amsterdam dalam Kasih Ibu Sepanjang Belanda, ceritanya Raditya Dika yang mendapat beasiswa selama 2 minggu untuk menghadiri summer course disana. Khasnya dia kalau berceruta, kelebayaian keluarnganya, terutama Ibunya hehehe. Gak banyak tempat yang dikunjungi sih, lebih banyak cerita tentang teman barunya di kampus. Tapi ada kalimat favoritku di paragraph terakhir, bunyinya gini,
“Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orangtua kita adalah gangguan terindah yang pernah bisa kita terima.”
Perjalanan selesai.

Yang paling aku suka adalah ceritanya Valian Budi dan Adhitya Mulya. Suka caranya Valian menggambarkan perilaku orang arab, para penjualnya. Kalau Adhitya Mulya selain gaya kocaknya bercerita juga tips atau info Negara yang layak kunjung itu. Karena keroyokan, penulisannya pun juga beda-beda, ada yang lebih menceritakan tempat-tempat wisatanya, kisah perjalanan menuju ke tempat tersebut dan lebih bercerita tentang orang yang ada di sekitar mereka. Cukup menghibur dan bisa menjadi acuan kita kalau ingin pergi ke tempat tersebut. Oh ya di bagian ceritanya Windy Ariestanty ada halaman yang dobel-dobel, awalnya sempet binggung pas baca, perasaan ini tadi udah dibaca kok jadi aneh gini lanjutannya, eh waktu di cek halamannya ternyata ngulang yaitu halaman 46-48 dan di halaman 228-229 kayak kehabisan tinta, apa itu memang disengaja ya???

3 sayap untuk kisah perjalanan mereka.

Note: kata Adhitya Mulya negara yang cocok untuk bulan madu adalah Maroko ;p

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...