Tampilkan postingan dengan label Raditya Dika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raditya Dika. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2012

Manusia Setengah Salmon



Penulis: Raditya Dika
Editor: Windy Ariestanty
Desain cover & ilustrasi: Adriano Rudiman
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-531-x
Cetakan ketiga, 2011
258 halaman

Sebelumnya mau ngucapin selamat berpuasa bagi yang merayakan :)
Lumayan lama juga nggak baca tulisannya Raditya Dika baik buku ataupun blognya, kemaren sempet ngintip sebentar blognya dan menemukan tulisan yang cukup memotivasi, bulan puasa buat dia adalah bulan yang produktif buat nulis, dan saya ingin mengikuti jejaknya, hahaha. Kebetulan banyak sekali buku yang belum saya review karena ngebut baca, hampir 30an buku yang belum saya review dan cukup bingung mau memulai yang mana, maka dari itu saya mengikuti jejak Radit untuk produktif baik membaca ataupun menulis review di bulan yang penuh berkah ini, itung-itung nunggu buka puasa, terlebih yang menulis review. Karena jadwal kerja saya yang tak beraturan, saya berencana menulis kalau libur, biasanya sih juga gitu, untuk memaksimalkan waktu luang saya akan usahakan kalau nggak bisa onlen kompi saya akan menulis di kertas dulu, buat penggemar Kutu Bokek dan Kubikel Romance nantikan ya, ngabuburit baca review buku :)
Buku terakhir Raditya yang saya baca adalah Marmut Merah Jambu, buku komedi yang berisi tentang cinta, kalau buku ini bertema dengan pindah.
Manusia Setengah Salmon adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sebilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Simak juga bab berisi tulisan galau, observasi ngawur, dan lelucon singkat khas Raditya Dika.
Saya suka temannya, pindah. Kebetulan saya agak mempunyai masalah dengan kata itu. Dulu waktu kecil pas pindah rumah saya sempet sakit berhari-hari. Kemudian pas pindah dari SD ke SMP saya juga sakit, untungnya sudah bisa menyesuaikan ketika pindah ke SMA dan perguruan tinggi, hehe, mau nggak mau umur yang bekerja. Kemudian pas saya dapet panggilan kerja di Jakarta saya nggak krasan, padahal baru satu hari saya sudah homesick, nggak cocok jauh dari rumah.
Di buku ini kita akan menemui bentuk-bentuk pindah, walaupun nggak semuanya berisi tentang kepindahan. Di bab Sepotong Hati Di Dalam Kardus Coklat kita mendapatkan cerita ketika Radit putus cinta, pindah hati pada pertengahan 2009 dengan alasan tidak ada lagi kecocokan.
Di kehidupan nyata, pada umumnya ketika cowok diputusin sama ceweknya, dia pasti akan setengah mati berusaha untuk gak nangis. Si cowok akan sedapat mungkin stay cool, supaya gak kelihatan cemen. Harga diri lebih penting daripada sakit hati.
Hahaha, putusnya lempem aja gitu, nggak ada banyak kata, yah mungkin meminimalisir sakit hati kali ya. Tapi sakitnya setelah itu, kita akan kepikiran terus sama si mantan, apa-apa yang kita lakukan pasti teringan sama mantan, betul itu?
PUTUS cinta seperti disengat lebah. Awalnya, tidak terlalu berasa, tetapi lama-kelamaan bengkaknya mulai terlihat.
Di bab itu juga, ibunya Radit juga mengusulkan untuk pindah rumah karena rumah yang mereka tempati sepuluh tahun terakhir itu tidak cukup besar untuk saudara-saudara Radith yang sudah mulai dewasa.
Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan.
Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.
Cerita pindah selanjutnya saya temukan di bab Kasih Ibu Sepanjang Belanda. Bagian ini sebelumnya sudah pernah saya baca di novel The Journeys. Kalau sebelumnya tentang pindah hati dan pindah rumah, kali ini kita mendapatkan cerita tentang pindah hubungan keluarga. Semakin kita dewasa, seharusnya kita lebih mendekatkan diri ke orang tua kita, itulah pesan yang saya tanggap. Ceritanya ketika Radit umur 22 tahun mendapatkan beasiswa summer course ke Belanda selama dua minggu. Nyokapnya radit terkenal punya perhatian yang terlalu besar kepada anak-anaknya, dan itu cukup menganggu Radit, awalnya. Kemudian dia sadar, seharusnya bersyukur karena ada orang yang selalu mengkhawatirkannya.
Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orangtua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.
Di bab Ledakan Paling Merdu kita juga mendapatkan pindahnya hubungan dengan bokapnya Radit, dulu mereka sering olahraga bareng untuk mengeluarkan kentut di pagi hari, tapi semenjak Radit mulai tenar, kebiasaan itu jarang mereka lakukan bersama. Cukup membuat saya ngakak.
Di bab Mencari Rumah Sempurna isninya nggak jauh beda dengan bab Sepotong Hati Di Dalam Kardus Coklat, bercerita tentang pindah rumah dan pindah hati. Akhirnya nyokap Radit menemukan rumah idaman namun Radit belum begitu nyaman dengan rumah barunya itu, dia masih nyaman dengan rumah lamanya.
Saat ini, gue jadi berpikir, proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang, kita masih membanding-bandingkan siapa pun yang kita temui dengan mantan pacar. Ketika kenalan sama seseorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Kita membandingkan secara sadar ataupun tidak, cara mereka berjalan, cara mereka berbicara, bahkan cara mereka mengakhiri pembicaraan di telepon. Seperti lazimnya orang yang masih terjebak di dalam masa lalu. Orang yang lebih baru pasti kalah sama mantan pacar kita yang sudah lama itu.
Ini mungkin alasan kenapa susah banget buat gue untuk menemukan yang baru, karena perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan.
Sebenernya bab di atas yang terasa sekali aura kepindahannya dan juga bagian terakhir dari review ini, bab lainnya lebih banyak bercerita tentang kacaunya hidup Radith, haha. Ada tulisan-tulisan singkat, contohnya di bab Akibat Bertanya ke Orang yang Salah Tentang Ujian, bab yang berisi pertanyaan-pertannyaan followers @radityadika pas musim ujian, tentu dijawab dengan ngasal. Hal-Hal yang Tidak Seharusnya Dipikirkan Tapi Entah Kenapa Kepikiran, hal absurb yang kok bisa-bisanya kepikiran? contohnya: Jika saya memasukkan Kalpanax ke dalam sup jamur, apakah sup tersebut akan lenyap? Trus ada percakapan yang lebih absurb lagi di bab Interview With The Hantus, hahaha saya suka tokoh Genderuwo atau biasa dipanggil Uwo, sekarang dia udah nggak gimbal lagi rambutnya, cocok untuk menjadi duta shampo selanjutnya XDD. Bab Emo...Emo...Emo...Emoticon! pasti udah nggak asing lagi bagi para alay. Terlentang Melihat Bintang adalah bab dimana kamu bisa menjadi atlet gulat internasional, tipsnya dijamin tokcer :D. Dan untuk yang suka galau pasti suka baca bab: Penggalauan. Kasih contoh lagi bagian yang saya suka:
"Jatuh cinta itu musuh akal sehat."
"Naksir diam-diam itu komedi putar. Seakan berjalan, tetapi sebenernya tidak kemana-mana."
Ada satu bab lagi bab yang mungkin nggak asing bagi yang suka twitteran: Serupa tapi Emang Beda.
Pacaran: beli baju sama pacarnya. LDR: dikirimin baju sama pacarnya. Jomblo: minjem baju tetangga.
Pacaran: pelukan pas nonton konser. LDR: telepon-teleponan pas nonton konser. Jomblo: jadi calo tiket.
Ngomongin soal jomblo, ada dua bab yang berkaitan dengan tema itu: Tarian Musim Kawin dan Jomblonology. Di t
arian Musim Kawin kita akan mendapat tips gimana caranya menarik perhatian orang.
Inilah sesungguhnya tujuan dari PDKT: agar kita bisa membedakan antara orang yang kita mau dengan orang yang kita butuhkan.
Prof. Dr. Raditya Dika, MBA., Msc., McD Delivery Service akan memperkenalkan Jomblonology, sebuah bidang keilmuan yang mempelajari segala sesuatu tentang jomblo. jadi untuk fakir asmara, jangan patah semangat dulu, kalian masih mempunyai harapan dengan adanya paper yang dibuat Prof. Dr. Raditya Dika, MBA., Msc., McD Delivery Service di buku ini. Semangat!
Dan bagian yang membuat saya terpingkal-pingkal adalah Bakar Saja Keteknya dan Lebih Baik Sakit Gigi.
'Pak...'
'Ya, kenapa, bang?' tanya dia, sambil mengecilkan suara radio.
'Bapak tahu bunga bangkai nggak?'
'Bunga yang bau itu? Tahu.'
'Nah, gimana, sih caranya caranya supaya bunga itu enggak bau lagi?'
Gue berharap Pak Sugiman akan berkata bahwa harusnya bunganya disemprot dengan zat penghilang bau. Gak taunya, Pak Sugiman malah berkata mantap, 'Dibakar aja, Bang.!'
Kita sama-sama diam.
Ini berbeda sekali dengan jawaban yang sudah gue siapkan. Sekarang gimana? Masak gue harus bilang, 'Nah, bayangkan bunga bangkai itu ketek Bapak, sekarang silahkan bakar ketek Bapak.'
***
Gue mulai panik. Gue nyuruh pembantu nyariin dokter gigi di sekitar rumah yang masih buka, dia malah bilang, 'Bang, kalau aku dulu pas masih kecil, giginya akut iket benang trus aku tarik di pintu.'
'Mbak, itu kan gigi susu, yang gampang copot. Ini gigi bungsu, geraham pula. Pasti susah banget copotnya.'
Pembantu gue mikir sebentar, lalu entah becanda entah hilang akal. dia bilang, 'Kalau giginya keras dan susah, gini aja Bang... Iket pake benang terus ditarik aja pake mobil.'
'Mbak,' kata gue sambil menggeleng. 'Itu, sih giginya mungkin copot, tapi rahangnya juga ikutan copot.'
Gue jadi berpikir, tumbuh dewasa memang menyenangkan, tetapi tumbuh dewasa juga harus melalui rasa sakit-sakit ini. The pains of growing up. 'Pindah' menjadi dewasa berarti siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan itu sendiri: hadir di pemakaman nenek-kakek, rasa sakit karena gagal masuk ke sekolah yang kita mau, atau rasa sakit lantaram geraham bungsu yang tumbuh.
Atau kalau kata nyokap gue: salah satu tanda orang sudah dewasa adalah ketika dia sudah pernah patah hati.
Selain banyolannya yang khas, yang saya tunggu-tunggu dari karyanya Radit adalah ketika dia bercerita tentang keluarganya, tentang bagaimana dia berbuat semena-mena terhadap adik-adiknya, terlebih pada Edgar, adik yang pangkatnya paling rendah di rumah, haha. Satu hal yang paling seru dari karya-karyanya. Kita bisa mendapatkan semua itu di bab Pesan Moral Dari Sepiring Makanan.
The Power of Pindah kita temukan di bab terakhir: Manusia Setengah Salmon.
Setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Beberapa species, seperti Snake River Salmon bahkan berenang sepanjang 1148 kilometer lebih, dua kali lipat jarak Jakarta-Surabaya. Perjalanan salmon-salmon ini tidak gampang. Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan. banyak juga yang menjadi santapan beruang yang nunggu di daerah-daerah dangkal. Namun, salmon-salmon ini tetap pergi, tetap pindah, apa pun yang terjadi.
Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah.
Di bab itu, kita akan dibawa ke suasana perubahan hidup Radit, merasakan tahap apa saja yang sudah dilaluinya, mulai dari pindah dari rahim ibunya, pindah sekolah, pindah pekerjaan, pindah cita-cita, pindah rumah, pindah hati, pindah hubungan dengan nyokapnya, walau nggak detail, kita serasa memahami perubahan tersebut karena kita juga mengalaminya, kita semua.
Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup diantaranya.
Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu yang pasti.

3,5 sayap untuk ikan salmon.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Kepada Cinta: True Love Keeps No Secret




Penulis: 25 Pemenang Sayembara Surat Cinta dan Penulis Gagasmedia

Penerbit: Gagasmedia

Editor: Gita Romadhona & Widyawati Oktavia

Cetakan: II, 2009

ISBN: 979-780-296-5

230 halaman



Surat Si Ganteng

by Aditya Mulya



Surat 1

Dian Tersayang,

Aku menulis surat ini sesaat setelah pertemuan kita. aku menulis surat ini untuk meyakinkan dirimu bahwa aku mengerti.

Aku mengerti,

Aku mengerti kenapa kamu menolak diriku.

Untuk yang ke-7 kalinya.

Aku sadar, aku terlalu ganteng untukmu.

.........



Surat 2

Cintaku. Dian...

Kudengar dikau sedah memiliki pacar sekarang.

Sungguh kasihan pacarmu itu.

Dia hanya kau jadikan pelarian untuk melupakanku.

.......

Dan, bahwa dia adalah pria paling sial sedunia.

Sayang, hubungi aku kapan saja.



Surat 3

Sayangku, Dian...

Pernikahanmu dengan dia sungguh mengejutkan.

Aku tak menyangka kau akan pergi sejauh itu

untuk menyangkal dirimu akan adanya cinta kita yang nyata ini.

.........

Aku tidak ingin hari itu datang.

Hari saat engkau tidak dapat membohongi diriku lagi dan lari ke dalam pelukanku - meninggalkan dia

........



Tertanda

Si Ganteng- Cinta Abadimu



Masikah, Fei?

by Riri Sardjono



.........

Tapi, ternyata, dalam perjalanannya, aku menemukan sesuatu yang menakjubkan telah terjadi Fei.

Bahwa:

I'm in love with my husband... saat menyadari kalau beberapa kali dia telah ngebiarin aku tetap tidur saat dia sudah bangun pagi. Dia cuci muka, terus bikinin aku teh hangat.

.......

I'm in love with my husband... saat pagi sebelum berangkat kerja dia bilang, "Biarin aku yang nyuci jeans dan semua pakaian berat. kamu nyuci yang ringan-ringan saja, ya"

I'm in love with my husband... karena setiap akhir bulan dia transfer semua gajinya ke rekeningku dab bilang, "Aku, tuh, boros banget, Makanya, kamu yang ngatur keuangan kita, ya." Dan, saat aku tunjukin jumlah uang tabungan di bank, dia langsung tertegun dan bertanya, "kamu nabung sebanyak ini?" Raut mukanya terlihat sedih saat bilang, "kamu boleh, kok, belanja, beli baju atau melakukan sesuatu. Jangan hanya dipakai buat kebutuhan sehari-hari dan sisanya ditabung. aku, kan, senang kalau bisa ngebeliin kamu barang-barang yang kamu suka."

........

I'm ini love with my husband... saat aku melihat hasil test pack-ku yang sejuta kalinya dan berkata, "Aku gagal hamil lagi." Dia ketawa sambil ngejitak kepalaku, kemudian bilang, "Kita coba buat anak lagi, yuk?"

I'm ini love with my husband... and i want to continue in love with him in many ways.

Aw aw aw romantis banget yah. Aku selalu mengunggu karya-karya dari Riri Sardjono, dia itu kalau nulis nyablak tapi romantis banget, seperti surat cinta diatas, sebenernya suratnya adalah surat yang lumayan panjang bahkan salah satu yang terpanjang di buku ini, tapi aku potong beberapa biar pada penasaran hehehe, isinya romantis abis deh. Tulisannya masih khasnya dia, tentang pernikahan, yang awalnya benci jadi cinta, dimana cowoknya pasti sabar banget dan super duper perhatian. Untung saja surat cinta yang dia buat cukup panjang, cukup untuk mengobati rasa kangen akan tulisannya. Kalau Aditya Mulya tentu saja nggak jauh dari banyolan khasnya, di surat cinta sekalipun, dia masih tetap memakai nama "si Ganteng" XD. Sebenernya ada tiga surat cinta favoritku, yaitu Untuk Seseorang yang Pernah Ada yang ditulis oleh Smita Prathita Sjahputri, nggak mau nulis cuplikannya, baca sendiri biar tambah penasaran ^^

Buku yang berisi 35 surat cinta ini ditulis oleh 25 pemenang Sayembara Surat Cinta dan penulis Gagasmedia yang sudah tidak asing lagi. Surat cintanya pun ditulis dengan konsep yang berbeda-beda juga, ditunjukkan kepada orang-orang yang mereka sayang seperti ibu, ayah, pacar mantan, idola, dll. Suratnya pun ada yang romantis, lucu, haru, puitis, bahkan ada yang menulis dengan unik, menulis dengan mengikutkan jajaran tata surya yang membuat tulisannya semakin indah. Buat yang ingin menulis surat untuk orang yang kita sayang, bisa juga buku ini menjadi referensi paling recomended, mari menggombal :))

3 sayap untuk 3 surat cinta favoritku

Minggu, 22 Mei 2011

The Journeys: Kisah Perjalanan Para Pencerita


11078643




Penulis: Adhitya Mulya, Alexander Thian, Farida Susanty, Gama harjono, Ferdiriva Hamzah, Oktarina Prasetyowati (Okke ‘sepetumerah’), Raditya Dika, Trinity, Valian Budy, Ve Handojo, Windy Ariestanty, Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I, 2011
ISBN13: 978-979-780-481-7
246 halaman         

Dari daftar pustakanya saja sudah sangat menarik, dimana ada peta dunia kemudian ada titik-titik dimana para pencerita menuliskan ceritannya, yang pertama kita akan dibawa ke Spanyol oleh Gama Harjono (Mengejar Mimpi, Kereta Pagi, dan Tapas Andalasia) mendapatkan pesan dari temannya kalau dia mempunyai tiket menuju ke tempat impiannya, dimulaialah pada pukul 5 pagi dia udah nongkrong di Stasiun Tiburtina menuju ke kota granada, yang selanjutkan kita akan menikmati kawasan Albaicin zona arab yang dibangun bangsa Moor dari Afrika Utara, disini terdapat ratusan took souvenir, kain sutra, karpet, lampu mozaik, pipa sheesha, dll. Ada juga la Plaza de Toros, arena matador, dan Benteng Alhambra. Setelah Granada kita akan dibawa ke Cordoba, menikmati churros (sejenis cakwe yang dimasukkan ke coklat panas terlebih dahulu), menuju Mezquita dimana terdapat masjid-gereja kebanggaan kota Kordoba. Dan diakhir perjalanannya, dia menyaksikan gebang katedral dibuka dimana ada 6 laki-laki berjas yang memandu Patung Bunda Maria.

Cerita kedua kita akan menikmati Dari Desa Kecil Bernama Air oleh Winna Effendi. Cara beceritannya kayak kita ngirim email ke temen dan menjelaskan apa saja kegiatan waktu liburan ke Shuili, Taiwan. Kita diajak menikmati Sup daging jahe, tradisi munum teh, ke Sitou yang terkenal dengan bambunya, menikmati danau terbesar di Taiwan, Sun Moon Lake. Ada juga Guanshanlo, menara observatory yang dibangun 900 meter dari laut dan kuil tertua dan paling populer, kuil Wenwu.

Selanjutnya kita menuju ke Lucerne (The City of Light), Swiss yang diajak oleh Windy Ariestanty, paginya mendapatkan ciuman jauh dari bule cakep ;p gak salah judulnya A Morning Kiss Bye from Stranger. Yang saya suka dia menuliskan Top 6 Thing to see in Lucerne, jadi gak bingung memilih tempat yang wajib di kujungi kalau kita ke Lucerne. 6 hal tersebut adalah Chapel Bridge dan Wassertum yaitu jembatan kayu tertua di Eropa, Museggs Wall dan Sembilan Menara: bentemg kota terpanjang di Swiss (800 meter), The Dying Lion Monument: ada pahatan singa sekarat sepanjang 10 m di batu alam yang di pahat oleh Bertel Thorvalden asal Denmark. Berikutnya adalah gereja abad 17, Jesuit Church. Gunung Titlis untuk para pecinta ski, yang terakhir adalah Rathausquai dan Mr. pickwick Pub, katanya birnya enak.

Di ceritannya Farida Susanty (Menyingkap Peta Gelap)kita akan belajar sedikit, karena tenpat yang dikunjunginya adalah Institute of Mental Health, di tempat ini gak kayak rumah sakit jiwa, fasilitasnya lengkap, menemukan galeri seni, menyicipi naik MRT, bahasa Singlish yang susah dipahami, kehilangan temannya dimana kalau mau membuat pengumuman orang hilang harus membayar 5 dolar alias 35 ribu perak.

Kemudian kita terbang ke Arab untuk menemukan Parfum Impiannya Valiant Budi. Motret secara sembunyi-sembunyi yang hasilnya jadi kayak menara Piza, ditawari pedagang arab di sekitaran Masjidil Haram yang tidak pernah menyerah dan sering kena tipu. Lebih menceritakan pengalaman lucu dan konyol kalau menurutku dan cerita yang paling favorit itu waktu dia ditanya seorang bapak, “apa sih keyakinan bagimu?” lalu dia menjawab,
“keyakinan bagi saya…seperti wewangian. Kita benar-benar bisa merasakannya; mencium aromanya, tapi susah untuk mendefinisikan terutama kepada orang yang belum pernah, belum bisa atau memang tidak mau mencium aroma wewangian tersebut.”
Menjadi cerita paling favorit :D

Sompral, pernah dengar? Mari kita Tanya kepada Okke’Sepatumerah’ yang mengajak kita ke Nusa Tenggara Timur. Ditemani oleh Oris dan Dody, kita dibawa ke Desa Bena, menikmati indahnya pantai Kolbano yang katanya sering ngambek dan dilarang sompral (kayak larangan” kalau kita mengunjungi tempat magis),dan  menikmati sunset di Pantai Oetune.

Masih kurang puas akan pantainya? yuk kita menuju ke Jepara, tepatnya di Karimunjawa-Surga Indonesia ditemani oleh Alexander Thian, gara-gara putus cinta dia memutuskan untuk move-on ke tempat ini ;p. menginap di Wisma Apung, ketemu ikan hiu, snorkeling.

Perjalanan selanjutnya kita menuju ke Amerika Serikat dengan Ferdiriva Hamzah yang ditemani oleh mertuanya, jadilah Amerika Amertua ;p. lucu juga gaya berceritanya, ngakak waktu dia nahan kentuk di pesawat yang kelepasan eh mertuanya malah bilang kalu kentut orang bule bau banget, padahal….. dia mengajak mertuannya keliling Boston, foto dengan pose megang sepatunya John Harvard (katanya bikin mujur), ke New York  menonton teater Brodway-nya A Musical Tribute to Frank Sinatra, dan menuju ke Staten Island untuk foto sama patung Liberty.

Kalau di The Truth Behind Free Traveling yang disuguhkan oleh Trinity lebih menjelaskan perbedaan wartawan, pengalaman bekerja sama dengan wartawan yang mengupas tentang Travelling, kayak travel blogger, wartawan dari berbagai majalah baik travel maupun non-travel.

Selanjutnya kita Melipir ke Tel Aviv (Israel) ditemani oleh Ve Handojo, dimana dia harus berterima kasih sama Kuntilanak, karena dialah yang membiayai perjalanan mahal yang mencapai lebih dari 20 juta rupiah. Awalnya dia hanya mengunjungi gereja-gereja di tanah suci tersebut, seperti di Betlehem, Kapernaum, Tiberias, Yerusalem, Via Dolorosa, hingga Bukit Golgota. Atas bantuan temannya dan mengelabui sang tour leader yang sangar, dia berhasil melipir ke Tel Aviv, kota yang damai, tenang, tidak peduli masalah politik, agama dan jauh dari konflik. Jalan-jalan ke Old Jaffa melihat menara Jam Jaffa, pasar seni di jalan Nahaiat Bunyamin, di sebelahnya kita bisa ke pasar tradisional Hakarmel Market.

Siapa bilang kalau Afrika itu Benua Hitam? Adhitya Mulya menceritakan bagaimana Afrika Berwarna. Seperti biasanya, kisah lucu mewarnai perjalanannya, ngakak waktu dia godain patung tentara, konyol XD. Perjalanannya ke Senegal guna memperpanjang paspor, trus ke Dakar, pulau Goree. Dia juga menuliskan kayak panduan Negara dan tempat yang layak kunjung di Afrika Putih atau Afrika Utara, semua layak kunjung kecuali Libya dan yang sangat layak kunjung adalah Mesir dan Maroko. Kalau Negara yang layak kunjung di Afrika Barat adalah Senegal dan Conte d’Ivoire.

Dan perjalanan terakhir kita berhenti di Amsterdam dalam Kasih Ibu Sepanjang Belanda, ceritanya Raditya Dika yang mendapat beasiswa selama 2 minggu untuk menghadiri summer course disana. Khasnya dia kalau berceruta, kelebayaian keluarnganya, terutama Ibunya hehehe. Gak banyak tempat yang dikunjungi sih, lebih banyak cerita tentang teman barunya di kampus. Tapi ada kalimat favoritku di paragraph terakhir, bunyinya gini,
“Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orangtua kita adalah gangguan terindah yang pernah bisa kita terima.”
Perjalanan selesai.

Yang paling aku suka adalah ceritanya Valian Budi dan Adhitya Mulya. Suka caranya Valian menggambarkan perilaku orang arab, para penjualnya. Kalau Adhitya Mulya selain gaya kocaknya bercerita juga tips atau info Negara yang layak kunjung itu. Karena keroyokan, penulisannya pun juga beda-beda, ada yang lebih menceritakan tempat-tempat wisatanya, kisah perjalanan menuju ke tempat tersebut dan lebih bercerita tentang orang yang ada di sekitar mereka. Cukup menghibur dan bisa menjadi acuan kita kalau ingin pergi ke tempat tersebut. Oh ya di bagian ceritanya Windy Ariestanty ada halaman yang dobel-dobel, awalnya sempet binggung pas baca, perasaan ini tadi udah dibaca kok jadi aneh gini lanjutannya, eh waktu di cek halamannya ternyata ngulang yaitu halaman 46-48 dan di halaman 228-229 kayak kehabisan tinta, apa itu memang disengaja ya???

3 sayap untuk kisah perjalanan mereka.

Note: kata Adhitya Mulya negara yang cocok untuk bulan madu adalah Maroko ;p

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...