Tampilkan postingan dengan label Historical Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Historical Fiction. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2019

Perempuan Bersampur Merah by Intan Andaru | Book Review

Perempuan Bersampur Merah
Penulis: Intan Andaru
Penyunting: Dwi Ratih
Perancang sampul: @sukutangan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020621951
Cetakan pertama, 2019
216 halaman
Buntelan dari @dprihas
Tragedi tahun 1998 tidak akan pernah hilang dari ingatan Sari. Tak hanya kehilangan bapak yang tertuduh sebagai dukun santet, Sari juga kehilangan paman sekeluarga—yang seketika pergi meninggalkan kampung lantaran mendapat stigma.

Untuk mencari jawaban atas kematian bapaknya, Sari menuliskan daftar nama orang yang ikut mengarak pembantaian bapaknya pada selembar kertas. Karena mengharapkan bantuan, ia bagikan kertas tersebut kepada dua sahabatnya, Rama dan Ahmad.

Pencarian itu rupanya tidak hanya membawa Sari bergabung dalam sanggar tari gandrung yang penuh rahasia, tetapi juga mengubah persahabatan Sari-Rama-Ahmad menjadi kisah cinta yang rumit. Cinta yang akhirnya menuntun mereka bertiga kembali pada tragedi di tahun kelam itu.

Senin, 06 November 2017

Merekam Jejak Orang-Orang yang Dihilangkan | Laut Bercerita by Leila S. Chudori

Judul buku: Laut Bercerita
Penulis: Leila S. Chudori
Penyunting: Endah Sulwesi, Christina M. Udiani
Ilustrasi sampul dan isi: Widi Widiyatno
Penerbit: KPG
ISBN: 978-602-424-694-5
Cetakan pertama, Oktober 2017
379 halaman
Baca di Scoop
Jakarta, Maret 1998

Di sebuah senja, di sebuah rumah susun di Jakarta, mahasiswa bernama Biru Laut disergap empat lelaki tak dikenal. Bersama kawan-kawannya, Daniel Tumbuan, Sunu Dyantoro, Alex Perazon, dia dibawa ke sebuah tempat yang tak dikenal. Berbulan-bulan mereka disekap, diinterogasi, dipukul, ditendang, digantung, dan disetrum agar bersedia menjawab satu pertanyaan penting: siapakah yang berdiri di balik gerakan aktivis dan mahasiswa saat itu.

Jakarta, Juni 1998

Keluarga Arya Wibisono, seperti biasa, pada hari Minggu sore memasak bersama, menyediakan makanan kesukaan Biru Laut. Sang ayah akan meletakkan satu piring untuk dirinya, satu piring untuk sang ibu, satu piring untuk Biru Laut, dan satu piring untuk si bungsu Asmara Jati. Mereka duduk menanti dan menanti. Tapi Biru Laut tak kunjung muncul.

Jakarta, 2000

Asmara Jati, adik Biru Laut, beserta Tim Komisi Orang Hilang yang dipimpin Aswin Pradana mencoba mencari jejak mereka yang hilang serta merekam dan mempelajari testimoni mereka yang kembali. Anjani, kekasih Laut, para orangtua dan istri aktivis yang hilang menuntut kejelasan tentang anggota keluarga mereka. Sementara Biru Laut, dari dasar laut yang sunyi bercerita kepada kita, kepada dunia tentang apa yang terjadi pada dirinya dan kawan-kawannya.

Laut Bercerita, novel terbaru Leila S. Chudori, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan akan anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.

Senin, 31 Juli 2017

Erstwhile by Rio Haminoto | Book Review, Blog Tour, Giveaway

Judul buku: Erstwhile
Penulis: Rio Haminoto
Editor: Carolina Kartika Widyastuti
Desain sampul: Heru Lesmana
Ilustrasi sampul: Enrico Soekarno
Penerbit: Koloni
Cetakan pertama, 12 Juli 2017
ISBN: 9786024284855
368 halaman
Buntelan dari m&c!
Raphael Harijono (Rafa) adalah seorang pria asal Indonesia yang memiliki kegemaran yang begitu besar pada artefak. Dalam sebuah perburuannya, ia akhirnya terseret masuk ke dalam sebuah perjalanan waktu bersama Emma Watts, seorang ahli bahasa dan pengajar di King’s College, Unibersitas Cambridge, Inggris dan juga bersama seorang wanita pengusaha setengah baya asal Prancis bernama Magalie Vaillant.

Picaro Donevante seorang warga kota Paris dan pengungsi politik yang terbuang dari kotanya sendiri di Florence, berjumoa dengan Solence de Morency, seorang wanita kepada siapa ia dengan tulus bersedia menjadi mata dan hati untuk segala yang tak akan pernah dilihat dan diketahui wanita itu, dan juga kepada siapa ia memberikan sebuah janji setia untuk menjumpainya kembali di Notre Dame, Paris.

Perjalanan panjang Rafa dan Picaro tidak hanya membawa mereka memasuki masa kejayaan dan kebesaran Majapahit, tapi juga membawa mereka memasuki sebuah Persekutuan Waktu.

Jumat, 02 September 2016

8 Buku Historical Fiction Indonesia yang Ingin Dibaca


Haiii halooo, semoga saja masih bisa ikutan posting bareng BBI bulan Agustus yang bertema Historical Fiction dalam negeri, karena baru sempat nulis sekarang, jadi telat deh. Kalau pun nggak dihitung nggak pa-pa lah ya, hitung-hitung ngasih rekomendasi bagi yang lain siapa tahu ingin ikut baca juga :D. Jujur saja, genre historical fiction bukan genre favorit saya, jadi cukup sulit menentukan mana yang cocok nantinya. Namun, sejak membaca Pulang karya Leila S. Chudori, saya jadi melirik genre yang bermuatan sejarah ini. Jenis bacaan yang juga identik dengan sastra dan cukup memeras otak ini ternyata memiliki keasikan tersendiri, bahkan Pulang menjadi salah satu buku favorit saya. Jadi, kenapa nggak mencoba yang lain?

Selain Pulang, sejauh ini saya sudah membaca Amba, Gadis Kretek, Kei, Suti, dan Notasi. Tidak banyak memang, melihat saya cukup pemilih untuk genre yang satu ini jadi saya ingin membaca yang benar-benar recommended. 8 buku historical fiction Indonesia di bawah ini saya pilih berdasarkan rating dan review yang saya baca, yang membuat saya penasaran, apa sih bagusnya dan sejarah apa yang diangkat. Dan yang terpenting, saya merasa akan berjodoh dengan buku-buku dibawah ini, saya punya feeling yang bagus, dan biasanya kalau sudah seperti ini, tidak meleset :D.

Minggu, 13 Desember 2015

Suti by Sapardi Djoko Damono | Blog Tour, Book Review, Giveaway

Penulis: Sapardi Djoko Damono
Desain sampul: AN. Rahmawanta
Penerbit: Buku Kompas
ISBN: 978-979-709-986-2
Cetakan pertama, November 2015
192 halaman
Buntelan dari @BukuKOMPAS
Bisa dibeli di @bukupediacom
Suti adalah seorang perempuan yang dengan enteng tetapi tegar menyaksikan dan menghayati proses perubahan masyarakat pramodern ke modern yang dijalaninya ketika bergerak dari sebuah kampung pinggir kota ke tengah-tengah kota besar. Ia bergaul dengan gerombolan pemuda berandalan maupun keluarga priayi tanpa merasa kikuk, dan melaksanakan apa pun yang bisa mendewasakan dan mencerdaskan dirinya. Suti terlibat dalam masalah yang sangat rumit dalam keluarga Den Sastro, yang sulit dibayangkan ujung maupun pangkalnya.

Senin, 25 Mei 2015

Jembatan Musim Gugur (Samurai #2) by Takashi Matsuoka | Book Review

Jembatan Musim Gugur (Samurai #2)
Diterjemahkan dari Autumn Bridge
Penulis: Takashi Matsuoka
Penerjemah: Ary Nilandari
Penyunting: Maria M. Lubis
Desain sampul dan ilustrasi: Sweta Kartika
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-55-5
Edisi kedua: Cetakan I, Desember 2014
628 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Mengetahui masa depan dan mengetahui masa lampau
adalah dua hal yang bermakna sama.
Apa bedanya mengetahui hal yang wajar tak terelakkan

dengan mengetahui apa yang telah terjadi?



—Aku-no-Hashi (1434)

Sesosok wanita hadir, mengiris keheningan menara tertinggi Kastel Awan Burung Gereja. Kecantikannya memukau, kelembutannya menghanyutkan, dan keanggunannya menebarkan pesona. Tetapi, kemunculannya selalu berselubung misteri. Benarkah dia Lady Shizuka, sang putri sihir dari masa lampau? Benarkah dia penentu sejarah klan Okumichi? Dan, mengapa dia juga muncul di hadapan Emily Gibson, wanita asing yang bukan keturunannya?

Samurai: Jembatan Musim Gugur menguak kelanjutan kisah hidup Genji Okumichi, sang Daimyo Akaoka dalam Samurai: Kastel Awan Burung Gereja. Kisah ini pun menyibak kekuatan cinta yang mampu menjungkirbalikkan dunia, perpaduan kekuatan ragawi dan kehalusan pekerti, dan mengedepankan ketulusan sejati dalam menyikapi takdir, meskipun akhir hidup sudah di depan mata.

Minggu, 24 Mei 2015

Kastel Awan Burung Gereja (Samurai #1) by Takashi Matsuoka | Book Review

Kastel Awan Burung Gereja (Samurai #1)
Diterjemahkan dari Cloud of Sparrows: An Epic Novel of Japan
Penulis: Takashi Matsuoka
Penerjemah: Esti Ayu Budihabsari
Penyunting: Maria M. Lubis
Desain dan ilustrasi sampul: Sweta Kartika
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-54-8
Edisi kedua: Cetakan I, Desember 2014
624 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Pengetahuan bisa menghambat.
Ketidaktahuan justru membebaskan.
Tahu kapan untuk tahu dan kapan untuk tak tahu,
sama pentingnya dengan pedang yang tajam.

—Suzume-no-Kumo (1434)

Apakah kemampuan mengetahui masa depan bisa menguntungkan, atau justru membawa malapetaka? Mampukah pengetahuan seperti itu melahirkan seorang samurai sejati, yang tabu mengeluh ketika mengalami siksaan fisik paling hebat sekalipun, yang rela mati menjunjung tinggi kehormatan dan kesetiaan, namun tetap dianggap wajar untuk menangis tersedu saat merasakan keharuan dan kebahagiaan?

Samurai: Kastel Awan Burung Gereja adalah kisah hidup Daimyo Akaoka, Genji Okumichi—kisah tentang sebuah pergolakan zaman, perbenturan Timur dan Barat, budaya dan norma, agama dan dogma, kehormatan dan kemanusiaan. Kisah yang menyeruakkan kesadaran kita bahwa pengetahuan dan keyakinan manusia bukan merupakan kebenaran hakiki.

Jumat, 15 Mei 2015

Empat Puluh Kaidah Cinta by Elif Shafak | Book Review

Forty Rules of Love - Empat Puluh Kaidah Cinta
Penulis: Elif Shafak
Penerjemah: Indah Lestari
Penyunting; Maria Hartiningsih
Perancang sampul: Aldy Akbar
Penerbit: KPG
ISBN: 978-979-91-0687-2
Cetakan pertama, Mei 2014
492 halaman
Buntelan dari @IceCube_Publish
Dalam novel ini, Elif Shafak, novelis terkemuka Turki, merangkai dua jalinan cerita dengan latar berbeda: kehidupan Ella Rubinstein, seorang ibu tiga anak yang tak bahagia dengan pernikahannya, serta kisah perjumpaan dua tokoh dari abad ke-13, Jalaluddin Rumi dan Syams dari Tabriz, seorang darwis pengembara yang eksentrik. Berdua, mereka menjelmakan puisi-puisi cinta yang tak lekang oleh waktu.

Ella berusia empat puluh tahun ketika menerima tawaran sebagai pembaca naskah dari suatu agen di Boston. Naskah yang menjadi tugas pertamanya, Sweet Blasphemy, novel karya Aziz Zahara, membuat Ella hanyut dalam kisah perjumpaan Syams dan Rumi; suatu perjumpaan yang mengubah Rumi dari seorang ulama konvensional menjadi penyair mistik penuh semangat, penganjur cinta, dan perintis tarian ekstatis darwis yang berpusar-pusar. Empat puluh kaidah cinta yang dituturkan Syams menyadarkan Ella bahwa kisah Rumi tak lain merupakan cerminan dirinya, dan Aziz yang mirip Syams itu, memang datang untuk dia, untuk membebaskan Ella.

Selasa, 28 April 2015

The Girl You Left Behind by Jojo Moyes | Book Review

The Girl You Left Behind (Gadis yang Kautinggalkan)
Penulis: Jojo Moyes
Alih bahasa: Tanti Lesmana
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1549-2
Cetakan pertama, 2015
672 halaman
Harga: 138k (off 30% at @HobbyBuku)
Prancis, 1916. Edouard Lefévre, pelukis, meninggalkan istrinya yang masih muda, Sophie, untuk ikut berperang di garis depan. Ketika kota tempat tinggal mereka jatuh ke tangan Jerman, lukisan Edouard yang menggambarkan sosok Sophie menarik perhatian Kommandant Jerman yang baru. Makin lama sang Kommandant semakin terobsesi oleh lukisan itu, dan Sophie pun rela mempertaruhkan segalanya––keluarga, reputasi, dan hidupnya––demi bisa bertemu suaminya lagi.

Hampir seabad kemudian, Liv Halston mendapatkan lukisan Sophie dari suaminya, David, sebelum David meninggal. Ketika nilai lukisan itu terkuak, timbul konflik tentang siapa sesungguhnya pemilik sahnya––dan Liv harus menghadapi ujian berat demi mempertahankan lukisan itu.

Senin, 09 Maret 2015

The Kite Runner by Khaled Hosseini | Book Review

The Kite Runner
Penulis: Khaled Hosseini
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Pangestuningsih
Desain sampul: Windu Tampan
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-9225-95-2
Edisi Keempat: Cetakan II, Februari 2014
492 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan, untuk menentukan apa jadinya diriku. Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku.

Atau, aku bisa melarikan diri.
Akhirnya, aku melarikan diri.

Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya, saudaranya. Rasa bersalah menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit yang harus diambil Amir.

Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecil Amir. Seperti layang-layang putus, sebagian diri Amir terbawa terbang bersama angin. Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam, senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti rapuhnya layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.

The Kite Runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Di tengah belantara puing di Kota Kabul, akankah Amir menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya?

Rabu, 17 Desember 2014

[Book Review] The Ghost Bride by Yangsze Choo

The Ghost Bride
Penulis: Yangsze Choo
Penerjemah: Angelic Zai Zai
Penyunting: Dyah Agustine
Desainer sampul: Ozora Rahyu
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-35-7
Cetakan I, September 2014
488 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

"Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.


Jumat, 10 Oktober 2014

[Book Review] Deep Rooted Tree #2 by Lee Jung-myung

Deep Rooted Tree #2
Penulis: Lee Jung-myung
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penyunting: Dyah Agustine
Desain sampul: Agung Wulandana
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-11-1
Cetakan I, Maret 2014
412 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

Chae Yoon akhirnya berhasil menguak rahasia besar dibalik kasus pembunuhan para cendekiawan Jiphyeonjeon. Sebuah rahasia yang dapat menjungkirbalikkan Negeri Joseon dan mengundang amarah Negeri Myeong. 


Chae Yoon yang berusaha menyelamatkan nyawa Yang Mulia Raja Sejong malah ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Namun sebelum ia dihukum, Chae Yoon masih sempat mengungkap siapa dalang pembunuhan yang sebenarnya. Di tengah ketidakberdayaannya, Chae Yoon teringat Dayang So Yi, wanita yang diam-diam ia cintai … Akankah Chae Yoon meninggalkan dunia ini tanpa sempat menyampaikan perasaannya? 



Temukan akhir yang mencengangkan dan mengharukan dari kisah dibalik pembuatan Hangul, aksara Korea yang saat ini kita kenal. Novel Deep Rooted Tree telah diangkat menjadi drama dan mendapat berbagai penghargaan (SBS Drama Awards) di tahun 2011, diantaranya Best Drama dan Best Actor.

Kamis, 09 Oktober 2014

[Book Review] Deep Rooted Tree #1 by Lee Jung-myung

Deep Rooted Tree #1
Penulis: Lee Jung-myung
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penyunting: Dyah Agustine
Desain sampul: Agung Wulandana
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-11-1
Cetakan I, Februari 2014
400 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

Istana Gyeongbok digemparkan serangkaian peristiwa pembunuhan. Satu persatu, para cendekiawan Jiphyeonjeon tewas mengenaskan. Kang Chae Yoon, anggota Pasukan Patroli Kerajaan, ditugaskan menyelidiki kasus ini. Walaupun Chae Yoon cerdas dan bertekad kuat, pangkat rendahnya menghambat penyelidikan, karena ia tidak dapat sembarangan menyentuh orang-orang berpangkat tinggi yang ia curigai. 


Dalam penyelidikan, Chae Yoon dibantu oleh ahli autopsi Garion, dayang misterius So Yi, cendekiawan Seong Sam Moon, dan ahli astronomi Lee Sun Ji. Namun, setiap fakta baru yang Chae Yoon temukan memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Selain itu, ada kemungkinan keterlibatan Yang Mulia Raja Sejong. Apakah Chae Yoon akan melanjutkan penyelidikannya meski nyawa menjadi taruhan?



Novel ini telah diangkat menjadi drama dan mendapat berbagai penghargaan (SBS Drama Awards) di tahun 2011, diantaranya Best Drama dan Best Actor.

Kamis, 27 Februari 2014

Kei

Kei
Penulis: Erni Aladjai
Penyunting: Jia Effendie
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-649-9
Cetakan pertama, 2013
254 halaman
Buntelan dari @GagasMedia


Mari kuceritakan kisah sedih tentang kehilangan. Rasa sakit yang merupa serta perih yang menjejakkan duka. Namun, jangan terlalu bersedih, karena aku akan menceritakan pula tentang harapan. Tentang cinta yang tetap menyetia meski takdir hampir kehilangan pegangan.


Mari kuceritakan tentang orang-orang yang bertemu di bawah langit sewarna biru. Orang-orang yang memilih marah, lalu saling menorehkan luka. Juga kisah orang-orang yang memilih berjalan bersisian, dengan tangan tetap saling memegang.



Mari, mari kuceritakan tentang marah, tentang sedih, tentang langit dan senja yang tak searah, juga tentang cinta yang selalu ada dalam tiap cerita. 

***

“Kei dituturkan lewat penokohan yang dinamis dan mendalam, pengelolaan alur yang intens dan kompleks tanpa menjadikan jalan cerita hilang. Latar yang dipilih pengarang berpadu secara selaras dengan konflik utama dalam cerita.”
Pidato A.S. Laksana — Sastrawan dan Juri Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2012

Kamis, 11 Juli 2013

Amba

15995172Amba
Penulis: Laksmi Pamuntjak
Desain sampul dan isi: Ari Prameswari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-8879-2
Cetakan kedua, November 2012
494 halaman
Buntelan dari mbak @kenpetung


Sinopsis:

Dalam epik ini, kisah Amba dan Bhisma dalam Mahabharata bertaut (dan bertabrakan) dengan kisah hidup dua orang Indonesia dengan latar kekerasan tahun 1965.

Amba anak sulung seorang guru di Kadipura, Jawa Tengah. Ia meninggalkan kota kecilnya, belajar sastra Inggris di UGM dan bertunangan dengan Salwa Munir, seorang dosen ilmu pendidikan yang mencintainya. Pada suatu hari di Kediri, ia bertemu dengan Bhisma Rashad, seorang dokter muda lulusan Universitas Leipzig yang bekerja di sebuah rumah sakit.

Percintaan mereka yang intens terputus mendadak di tahun 1965, di tengah ketegangan dan kekerasan politik setelah Peristiwa G30S di Kediri dan Yogya.

Bhisma tiba-tiba hilang---ketika Amba hamil.

Beberapa tahun kemudian, setelah Amba menikah dengan seorang peneliti keturunan Jerman, datang kabar bahwa Bhisma meninggal. Ia meninggal di Pulau Buru.

Rupanya selama itu, sejak sebuah bentrokan di Yogya, Bhisma, dijebloskan dalam tahanan di Jawa, dan sejak akhir 1971 dibuang ke pulau itu, bersama 7000 orang yang dituduh 'komunis' oleh pemerintahan Suharto.

Amba, yang tak pernah berhenti mencintainya, datang ke pulau itu dengan ditemani seorang bekas tapol, seorang lelaki Ambon. Ia berhasil menemukan surat-surat Bhisma yang selama bertahun-tahun ditulisnya untuk dia—tetapi tak pernah dikirimkan, hanya disimpan di bawah sebatang pohon.

Dari surat-surat yang selama bertahun-tahun disembunyikan ini terungkap bukan saja kenangan kuat Bhisma tentang Amba, tetapi juga tentang pelbagai peristiwa—yang kejam dan yang mengharukan—dalam kehidupan para tahanan di kamp Pulau Buru.


Melalui penelitian bertahun-tahun, melalui puluhan interview dan kunjungan ke Pulau Buru, Laksmi menampilkan sejarah Indonesia yang bengis, tetapi justru dengan manusia-manusia yang mencintai. Dalam sepucuk suratnya kepada ayahnya Amba menulis:

Adalah Bapak yang menunjukkan bagaimana Centhini sirna pada malam pengantin... Adalah Bapak yang mengajariku untuk tidak mewarnai duniaku hanya Hitam dan Putih, juga untuk tidak serta-merta menilai dan menghakimi. Hitam adalah warna cahaya. Sirna adalah pertanda kelahiran kembali.


My Review:

Alasan kenapa pengen baca buku ini adalah tema yang sama dengan buku Pulang, tentang G30SPKI yang melatari cerita. Nggak sama plek, cukup berbeda sebenarnya kecuali peristiwa berdarah yan pernah terjadi di Indonesia. Kalau Pulang bercerita tentang orang-orang yang tidak bisa pulang buku ini lebih ke pencarian seseorang, tentang pulau Buru, tempat yang pernah menjadi pengasingan tapol.

Cerita diawali dengan ditemukannya dua perempuan yang sepertinya habis 'bertempur'. Perempuan pertama dilukai perempuan kedua dan tak sadarkan diri, tidak tahu siapa dia sebenarnya, darimana asal usulnya, sedangkan perempuan kedua yang mencoba membunuhnya adalah warga asli Waeapo, pulau Buru. Kejadian itu membuat geger seluruh kampung. Perempuan pertama ditemukan di tengah hutan dengan mendekap sebuah gundukan tanah. Baru setelah seorang laki-laki bernama Samuel datang, misteri demi misteri mulai terungkap. Perempuan pertama itu bernama Amba, dia datang ke pulau Buru untuk mencari suaminya yang hilang pada peristiwa 1965, empat puluh satu tahun yang lalu.

Sejak kecil Amba sudah terlihat feminis, dia berbeda dengan kabanyakan perempuan yang hanya selalu menurut, dia sulung dari tiga bersaudara, anak dari seorang bapak yang menjadi kepala sekolah dan ibu yang mengabdikan sepenuhnya untuk keluarga, mereka tinggal di Kadipura, Kediri. Bukannya cepat-cepat menikah dia malah ingin melanjutkan pendidikan ke universitas, Amba memang cerdas dan punya pendirian yang kuat, tak peduli pendapat orang lain, dia juga tidak percaya akan pernikahan. Di usianya yang kedelapan belas, orang tua Amba terlebih ibunya sangat mengkhawatirkan status putrinya itu, umur delapan belas belum menikah sudah memasuki gelar perawan tua, Amba pun tak kuasa menolak ketika orang tuanya mengenalkannya pada Salwa, pemuda yang mengambil hati kedua orang tua dan saudara  Amba, yang juga menyukainya. Mereka tidak langsung menikah karena Amba diterima di fakultas sastra Gadjah Mada, mereka bertunangan.

Pada pertengahan 1965 Salwa mendapatkan pelatihan guru di Universitas Airlangga selama setahun, di satu sisi Salwa tidak ingin berpisah dengan Amba di sisi lain Salwa tahu kalau Amba belum siap menikah, mereka pun menjalani hubungan jarak jauh dengan saling berkirim surat. Amba tidak ingin hanya berdiam diri menunggu Salwa menyelesaikan pelatihannya, sebuah iklan di surat kabar membawanya ke sebuah rumah sakit di Kediri, menjadi penerjemah dokumen medis seorang dokter lulusan luar negeri.



"Seorang lelaki harus dibikin jatuh cinta selamanya pada seorang perempuan agar ia tak pergi. Tapi, ia tak mengucapkannya: ini adalah rahasia terdalam.


Bhisma Rashad, dialah sang dokter, dialah yang akan memporak-porandakan kehidupan Amba. Cinta mereka membara di tengah panasnya politik saat itu, Bhisma dicurigai menjadi salah satu yang kiri dan perpisahan mereka pada malam itu, pada malam penyerbuan di Universitas Res Publica, menjadi perpisahan selama-lamanya.



"Tentu saja, ia amat akrab dengan cerita itu. Bagaiamana tidak, dengaan namanya. Sebagaimana adik-adiknya. Amba tumbuh bersama kisah Putri Amba yang pada suatu hari, bersama kedua adik kembarnya Ambika dan Ambalika, diculik oleh Bhisma dari sebuah sayembara. Mereka akan dikawinkan dengan Raja Wichitawirya dari Kerajaan Hastinapura. Amba menyaksikan bagaimana tunangannya, raja muda Salwa, dipermalukan setelah ia menantang Bhisma dan dikalahkan di tengah hutan, di hadapan pasukannya. Setelah itu, kegilaan. Amba menyaksikan begaimana rasa kehormatan laki-laki mengalahkan semua emosi di muka bumi -dan ia, putri kerajaan, dicampakkan setelah kekalahan itu, karena Salwa malu, karena Salwa punya harga diri yang lebih tinggi ketimbang cintanya. Tapi putri itu jga ditolak oleh penculiknya, karena Bhisma, ksatria luhur itu, ingin membuktikan rasa bakti yang tinggi, lebih tinggi ketimbang rasa kemanusiaannya. Para dalang kemudian bercerita bahwa Putri Amba menyimpan dendam kesumat sebesar samudra. Seluruh hidupnya adalah persiapan pembalasan terhadap kaum laki-laki."

"Amba." Ia tersenyum. "Dalam cerita wayang, nama itu nama tokoh wanita yang dicampakkan oleh dua lelaki."



Kalau Pulang terispirasi kisah nyata, sepertinya buku ini juga, terispirasi dari seorang dokter ahli bedah keturunan Tionghoa, Dr. Oey yang mengapdikan diri seumur hidupnya di Irian Jaya, setelah kembali dari Stuttart, di buku ini Bhisma juga mengabdikan diri di Pulau Buru, dan lulusan dari Leipzig. Untuk kisah pewayangannya, kalau Pulang mengambik Drupadi dan Bima sebagai inspirasinya, di buku ini Amba dan Bhisma, saya lupa Amba ini apakah pernah disebutkan di buku The Palace of Illution - Divakaruni yan pernah saya baca, yang jelas kisah cinta yang saya tahu adalah Srikandi dan Bhisma, apakah Srikandi reinkarnasi dari Amba? Saya lupa. Srikandi dibuku ini digambarkan adalah anak dari Amba dan Bhisma.

G30SPKI, terinspirasi dari kisah nyata, dan ada kisah pewayangan yang disisipkan, itulah sedikit kesamaan dengan Pulang. Mau nggak mau saya menyamakan dan membandingkannya, tapi seperti yang saya katakan di awal, kedua buku ini berbeda. Peristiwa '65 hanya 'tempelan' saja di Pulang, tema utama yang diusung penulis adalah kisah keluarga dan kisah cintanya pun sangat terasa, berbeda dengan Amba, bisa dibilang kebalikan dari Pulang, kisah cintanya hanya 'tempelan', buku ini banyak bercerita tentang keadaan sebelum dan sesudah '65 meledak, bercerita tentang orang-orang yang tidak tahu apa-apa namun menjadi tersangaka peristiwa '65, sedikit keadaan para tahanan di pulau Buru dan yang paling utama adalah pencarian untuk berdamai dengan masa lalu.

Jujur saja, saya sedikit bosan ketika membaca buku ini karena kisah cintanya tidak menonjol, hahahaha, saya emang mudah bosan baca buku sejarah, harus ada penyemangatnya dan buku ini sedikit sekali memberi dorongan, berbeda dengan Pulang yang alasannya bisa dibaca di reviewnya :p. Bukan berarti tidak menarik, melihat bagaimana penulis melakukan riset (sampai ke pulau Buru) tentu membuat buku ini wajib dikoleksi bagi pengumpul sejarah. Diksinya pun oke, kadang menyisipkan bahasa jawa atau asing yang pada tempatnya.




"Bukankah berpisah, mengucapkan selamat tinggal adalah salah satu kritis terhebat dalam kehidupan manusia?"


Saya sebenernya sebel banget sama Bhisma, sikapnya yang nggak tegas, mengantung perasaan Amba dan merasa tidak ada tempat tujuan pulang ketika sudah 'enak' di Buru sangat sangat menyebalkan. Yah, melihat kisah aslinya di buku Mahabharata, bukannya Bhisma memang diceritakan berjanji tidak akan menikah? Kadang kita harus menerima cerita yang memang semestinya berakhir adanya.

3 sayap untuk kisah cinta Amba dan Bhisma.

Kamis, 13 Juni 2013

Notasi

Notasi
Penulis: Morra Quatro
Editor: Aveline Agrippina & Jia Effendie
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Ilustrasi isi: Tyo
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-635-9
Cetakan pertama, 2013
294 halaman
Harga: 29k (Beli di SCB)

Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dia melihat pelangi di langit utara Pogung.
Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.

Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.

Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi.
Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dalam harap.
Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya.
Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu....


Senin, 10 Juni 2013

Les Miserables 2

17993486Les Miserables 2
Penulis: Victor Hugo
Penerjemah: Fahmy Yamani
Penerbit: Visimedia
ISBN: 979-065-170-8
Cetakan pertama, 2013
442 halaman
Buntelan dari @buku_visimedia
Sinopsis:
Setelah kehilangan kekayaan dan jabatan di Kota M. Sur M, Jean Valjean terpaksa kembali menjalani hukuman kerja paksa seumur hidup di Toulon. Saat bekerja di Kapal Orion, Valjean menyelamatkan nyawa seorang kelasi yang nyaris tewas terjatuh dari tiang kapal. Apa daya, Valjean harus membayarnya dengan kenyataan bahwa dirinyalah yang malah terjatuh ke dalam lautan. Valjean dinyatakan tewas secara resmi.
Tak lama setelah itu, seorang laki-laki paruh baya terlihat di Kota Montfermeil, tempat Cosette kecil menjalani kehidupan yang menyedihkan di rumah keluarga Thenardier setelah ditinggalkan ibunya, Fantine, sejak berusia balita. Valjean datang untuk menunaikan janjinya kepada mendiang Fantine. Janji untuk menyelamatkan Cosette dari cengkeraman pasangan Thenardier yang tamak.
Ternyata, tanpa disadarinya, Inspektur Javert yang sebelumnya sukses membongkar jati diri Valjean, menolak percaya begitu saja bahwa Valjean tewas ditelan lautan. Diam-diam, dia melakukan penyelidikan, mengendus Valjean hingga nyaris membuatnya kembali mengenakan rantai berbola besi di kaki.

My Review
Buku ini adalah sebuah drama, dengan tokoh terkemuka adalah Yang Mahakuasa. Manusia adalah tokoh kedua.
Sebenarnya mau saya ikutkan dalam posting bareng BBI bulan ini yang kategori sastra Eropa tapi karena akhir bulan bakalan sibuk banget dan udah lama banget dapat buntelan ini saya merasa bersalah kalau tidak cepat-cepat direview :p. Belum tahu pasti apakah visimedia akan menerjemahkan versi aslinya yaitu ada lima buku, yang jelas seri ketiga akan segera terbit. Nah seri kedua ini adalah lanjutan dari buku sebelumnya Les Miserables, di mana Jean Valjean tertangkap lagi oleh Javert, padahal dia udah berjanji kepada Fantine untuk menolong anaknya, Cosette.
Saya selalu suka dengan pengantar yang ditulis oleh Penghuni Rumah 57, memberikan gambaran tentang isi buku ini. Di seri kedua lebih banyak bercerita tentang Perang Waterloo, bahkan mengisi seperempat halaman dan ada sisipan tentang biara, maknanya, tentang iman dan hukum. Selain bercerita tentang sejarah Prancis, kali ini Victor Hugo menyentil aspek agama, juga diceritakan sedikit tentang asal usul Thenardier, kau-tahu-siapa.
Tapi saya tidak akan membahasnya, nanti reviewnya jadi sangat panjang XD. Langsung saja kita ke nasip Jean Valjean, bagian yang paling saya nanti-nantikan.
Jean Valjean ditangkap lagi dan dia dinyatakan mati ketika jatuh dari kapal Orion pada 17 November 1823, mayatnya tidak pernah ditemukan. Kemudian cerita beralih ke Montfermeil, ke Cosette dan keluarga Thenardier, di mana dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang-orang yang ditugaskan menjaganya, dia dijadikan budak, tidak ada tempat tidur yang layak, tidak ada pakaian yang pantas, selalu mendapatkan hukuman, dia hanya bisa iri ketika anak-anak dari pasangan Thenardier itu bermain boneka dan mendapatkan kemewahan yang seharusnya miliknya. Lalu pada suatu malam ketika dia disuruh mengambil air datang seorang laki-laki kumuh yang menolongnya, bisa ditebak siapa dia.
Anak-anak menerima kegembiraan dan kebahagiaan dengan spontan dan akrab, karena sifat asli mereka memang gembira dan bahagia.
Bagian saat Jean Valjean menjadi dewa penolong Cosette adalah bagian yang paling favorit di buku ini, terharu sekali. Jean Valjean selalu memberikan berapapun jika pasangan Thenaidier memerasnya, dia juga memberikan boneka yang awalnya hanya bisa dilihat Cosette di etalase sebuah toko. Dia berusaha memenuhi janjinya pada Fantine, dia tidak ingin kehilangan Cosette. Seumur hidupnya dia tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang, seumur hidupnya dia hanya merasakan kekosongan, dan ketika dia melihat Cosette, dia berjanji tidak akan pernah melepaskannya.

Apakah Jean Valjean akan lepas dari kejaran Javert? Lelaki yang terobsesi terhadap hukum itu tidak langsung percaya kalau Jean Valjean mati, dengan sembunyi-sembunyi dia menyusuri jejak Jean Valjean. Kejaran-kejaran mereka cukup menegangkan juga.

Walau lumayan sedikit kisah tentang Jean Valjean, buku ini tetap tidak bisa dilewatkan. Buku ini membawa kita kebagian di mana Jean Valjean menemukan sedikit kebahagiaan yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya, buku ini membawa pengejaran Javert tidak kenal lelah, dan buku ini membawa kehidupan baru untuk Cosette. Tidak sabar membaca buku ketiga di mana kalau tidak salah tebak, kita akan mendapatkan cerita baru tentang Cosette yang beranjak dewasa, can't wait!

Saya cukup puas dengan cover kedua ini, tidak banyak tulisan yang berceceran di cover depan, lebih suka lagi kalau kutipan dari Victor Hugo ditiadakan *banyak maunya* hehehe. Sekarang bisa memahami kenapa di buku pertama ada tulisan Jean Valjean dan Fantine, ya karena di buku pertama yang menjadi sorotan utama adalah mereka berdua, sedangkan di buku kedua ini sudah jelas dengan nama Cosette. Penasaran sama buku ketiga apakah covernya Javert? Kita tunggu saja :D. Seperti biasa, walau ada sedikit typo tapi tidak terlalu mengganggu, terjemahannya tidak perlu diragukan lagi :D.

4 sayap untuk si kecil Cosette.

Kamis, 30 Mei 2013

Pulang


Pulang
Penulis: Leila S. Chudori
Gambar Sampul dan Isi: Daniel "Timbul" Cahya Krisna
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
ISBN: 978-979-91-0515-8
Cetakan pertama, Desember 2012
464 halaman
Hadiah dari @bacaituseru

Sebelumnya tidak ada niat membaca buku ini, saya belum pernah membaca buku karya Leila S. Chudori sehingga saya tidak ingin mengambil keputusan yang salah, takut kecewa setelah membacanya. Tapi, membaca beberapa review di Goodreads, banyak yang berpendapat kalau buku ini adalah buku yang paling 'ngena' tentang tragedi 30 September 1965, saya pun langsung penasaran dan pengen baca. Terimakasih sekali kepada Goodreads Indonesia yang memberi saya kesempatan membaca salah satu Historical Fiction dalam negeri ini, yang akhirnya memperkenalkan saya akan tulisan Leila S. Chudori yang setelah selesai membaca buku ini saya langsung kepengen membabat semua karyanya. Tidak mudah bagi saya untuk tertarik membaca genre diluar romance dan fantasy, saya bisa langsung jatuh cinta sama To Kill A Mockingbird, The Boy in The Striped Pyjamas, Sarah's Key karena bisa membuat saya kembang kempis ketika membacanya, ikut terhanyut akan apa yang dialami tokohnya, saya berharap ada buku hisfic dalam negeri yang bisa membuat saya seperti itu, Gadis Kretek hampir, tapi tidak sampai berhari-hari saya memikirkan tokoh utamanya. Buku ini sukses membuat saya tidak bisa move on dari Segara Alam #abaikan :D.
"Rumah adalah tempat di mana aku merasa bisa pulang," jawab Dimas. Dingin. Datar.

Rabu, 01 Mei 2013

The Palace of Illutions

6591999

The Palace of Illutions

Penulis: Chitra Banerjee Divakaruni

Alih bahasa: Gita Yuliani K.

Desain dan ilustrasi cover: Satya Utama Jadi

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-4556-1

Cetakan pertama, Juli 2009

496 halaman

pinjem mbak Sanie B. Kuncoro

Pernahkah kamu ketika membaca sebuah buku dan buku itu bercerita tentang sebuah kisah lain kamu menjadi sangat tertarik untuk membacanya? Saya pernah, sekali ini. Saya sampai memikirkannya berhari-hari dan ingin segera membaca buku tersebut. Saya sangat terpesona akan sosok Bima dan Ekalaya yang pernah diceritakan mbak Leila S. Chudori di buku Pulang, sejak saat itu saya ingin sekali membaca cerita Mahabharata, tentu waktu kecil saya pernah mendengarnya tapi saya sudah lupa dan saya ingin mengulang dan merasakan sendiri kehebatan salah satu Pandawa Lima itu. Awalnya saya ingin meminjam buku Mahabharata yang super tebal dan hardcover milik mantan King of Galau (berharap dapat buntelan buku ini juga), tapi dia menyarankan agar saya membaca The Palace of Illutions, kisah Mahabharata yang lebih ringan, yang lebih cocok untuk otak bulat saya. Dan saya tahu siapa yang punya.

Biasanya kisah Mahabharata diceritakan melalui sudut pandang orang pertama yaitu Byasa -orang bijak yang tahu segala, penyusun Mahabharata yang juga muncul di dalamnya sebagai salah satu tokoh. Di buku ini sudut pandangnya dari Dropadi atau Panchali putri Raja Panchala, istri dari Pandawa Lima. Melalui sudut pandangnya kita akan mengetahui bagaimana perasaan sesungguhnya seorang perempuan yang lahir Tidak Diundang, titisan Dewi Agni yang lahir dari api -bersama kembarannya Drestadumnya, yang diramalkan akan mengubah sejarah.

Suatu hari dia mendatangi si petapa bijak untuk mengatahui masa depannya, dan ramalan itu membuat Dropadi sangat hati-hati menjalani hidupnya.



Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar pada masamu.

Kau akan menjadi ratu segala ratu, dicemburui semua dewi.

Kau akan menjadi pelayan. Kau akan menjadi penguasa istana paling hebat, lalu kehilangan itu.

Kau akan diingat karena menyebabkan perang terbesar pada masamu.

Kau akan menyebabkan kematian raja-raja jahat -dan anak-anakmu, dan kakakmu. Sejuta perempuan akan menjadi janda gara-gara kau. Ya, memamng, kau akan meninggalkan jejak pada sejarah.

Kau akan dicintai, meskipun kau tidak selalu tahu siapa yang mencintaimu. Meskipun kau mempunyai lima suami, kau akan mati sendirian, ditinggalkan pada akhirnya -sekaligus tidak ditinggalkan.


Si petapa juga berkata sifat Dropadi yang sombong, pemarah dan pendendam akan mempercepat proses takdir hidupnya, dan dia memberikan nasehat tentang tiga saat berbahaya yang akan menimpa Dropadi dan berharap mengurangi kedasyatan bencana yang akan datang. Yang pertama, tepat saat pernikahannya, pada saat itu Dropadi harus menahan pertanyaannya. Yang kedua, pada waktu suami-suaminya berada di puncak kekuasaan, pada saat itu Dropadi harus menahan tawanya. Yang ketiga akan datang waktu Drupadi dipermalukan begitu hebat dan dia harus menahan kutukannya.

Takdir Dropadi dimulai ketika turnamen besar di Hastinapura, ayahnya mengadakan ujian bagi siapa yang mampu menaklukkan tantangan yang ada dialah yang nantinya akan menjadi suami Dropadi. Salah satu Pandawa Lima hampir menempati posisi itu, dialah Arjuna sang pemanah handal. Lalu datanglah Karna, putra seorang kusir kereta yang sebenarnya mempunyai kemampuan lebih, yang membuat Dropadi selalu ingin memandang matanya. Karena statusnya itu dia tidak bisa mengikuti sayembara. Duryodana yang tidak ingin Pandawa selalu menang langsung mengangkat Karna sebagai penguasa Angga dan sahabatnya. Tetapi kehormatan lebih penting, Karna berasal dari kasta rendah dan dia akan menodai status Dropadi, Dre langsung siaga ketika Karna tidak mau menyerah mendapatkan Dropadi. Takut ramalan terjadi, kakak tersayangnya terbunuh, Dropadi melontarkan salah satu hal yang sebenarnya tidak boleh dia katakan, dia tidak bisa menahan pertanyaannya. Sejak saat itu Karna berjanji akan membalas dendam seratus kali lipat.

Awalnya Dropadi menikah dengan Arjuna, dia menolak semua fasilitas yang akan diberikan ayahnya dan memilih mengikuti Arjuna ke hutan belantara karena istana mereka habis dilalap api, di hutan itu tinggallah keempat saudara dan ibunya, Kunti. Kunti tidak senang dengan kehadiran Dropadi, membuat dia merasa mempunyai jarak dengan anak-anaknya, dia selalu memberikan ujian pada Dropadi, seperti memasak dengan bahan yang minim dan peralatan yang seadanya, untungnya Dropadi mempunyai aji-aji untuk mengatasinya. Karena tumbuh dan besar bersama baik susah maupun senang, Kunti mengajarkan kalau mereka harus selalu berbagi, tak terkecuali istri. Tidak mampu menolak permintaan ibunya, mereka kembali ke istana dan memberikan penawaran. Sang Byasa pun merancang bagaimana kehidupan pernikahan Dropadi. Dia akan menjadi istri untuk masing-masing saudara selama setahun penuh, mulai dari yang sulung sampai yang bungsu secara bergantian. Selama setahun itu saudara lainnya dilarang menyentuh, kalau berbicara harus menundukkan mata dan kalau melanggar dia akan dikucilkan selama setahun dari rumah tangga. Dropadi juga diberi aji-aji, setiap kali dia bersama saudara yang baru dia akan kembali perawan.



Meskipun Dhai Ma menghiburku dengan berkata akhirnya aku mempunyai kebebasan seperti yang dipunyai kaum laki-laki selama berabad-abad, keadaanku sangat berbeda dengan keadaan laki-laki yang mempunyai beberapa istri. Tidak seperti laki-laki, aku tidak punya pilihan dengan siapa aku akan tidur, dan kapan. Seperti gelas minum milik bersama, aku akan digilirkan dari tangan ke tangan, tidak peduli aku bersedia atau tidak.

Aku juga tidak begitu senang dengan aji-aji keperawanan itu, yang rupanya lebih dirancang demi keuntungan suami-suamiku daripada aku. Sepertinya begitulah selalu sifat aji-aji yang diberikan kepada kaum perempuan -diberikan kepada kami seperti hadiah yang tidak diinginkan.


Setelah menikah dengan para Pandawa Lima, Dropadi tinggal di istana baru yang megah dan indah, Istana Khayalan. Istana itu dibuat oleh Maya, yang mebangun istana-istana untuk para dewa, Arjuna pernah menyelamatkannya dari api, kini waktunya membalas budi. Istana itu akan membuat cemburu semua raja, Duryodana salah satunya. Untuk merayakannya sekaligus gelar Yudhistira sebagai raja, perta digelar selama berhari-hari, judi, minuman meraja lela, membutakan para Pandawa. Suatu waktu ketika semua tamu hampir pulang ke istananya masing-masing, hanya tinggal Duryodana, ia mencoba memasuki kawasan Dropadi tapi karena istana itu dirancang sedemikian rupa membuat Duryodana terjatuh ke telaga, membuat semua yang mlihatnya tertawa terbahak-bahak. Dropadi melupakan nasehat yang kedua.

Ketika gantian mereka yang diundang ke istana baru Duryodana, mereka berhasil terkena jebakan. Dulu sewaktu di Istana Khayalan Duryodana selalu kalah bermain judi dan sekarang Sengkuni berhasil mengalahkan Yudistira, membuat dia mengorbankan harta, istana, saudara bahkan istrinya. Justru Karna lah, laki-laki yang selalu diharapkan menjadi suami Drupadi berteriak kepada Duryodana agar semua Pandawa melepaskan pakaian dan perhiasan mereka dan berkata, "Kenapa Dropadi harus diperlakukan berbeda? Ambil pakaiannya juga." Membuat Dropadi melupakan nasehat yang ketiga, yang menyebabkan pecahnya perang Kurukshetra.

Sedih setelah selesai membaca buku ini, bukan karena perangnya, oke sedikit sih akrena melihat Gatotkaca (anak Bima) dan Abimanyu (anak Arjuna) mati, tapi akan kisah cintanya. Sungguh tepat kalau sudut pandangnya dari Dropadi, kita seakan merasakan apa yang dia rasakan. Terlahir tanpa cinta membuat dia selalu mencari cinta. Tidak banyak yang benar-benar mencintai Dropadi, dia hanya mengenal Dre, Krishna sahabatnya yang jauh dan ibunya, Dhai Ma yang setelah menikah Dru kehilangan mereka dan merasa sendirian, padahal dia mendambakan seseorang yang bisa diajak berbicara secara pribadi. Dia diam-diam mencintai Karna tapi karena status dia memendamnya. Dari semua Pandawa Lima, hanya Arjuna yang benar-benar mengambil hati Dru sayangnya Arjuna tidak pernah sekali pun memperhatikannya, bahkan ketika berjalan di hutan dia meninggalkan jauh Dropadi di belakangnya, tanpa mengandeng tangannya. Hanya Bima yang benar-benar tulus mencintai Dru, dia selalu menanyakan apa yang diinginkan Dru, dia rela membunuh Kicaka agar kehormatan Dru tidak ternoda, yang menyebabkan penyamaran mereka terungkap. Hanya Bima yang rela mati demi Dru. Awalnya ketika saya membaca buku-buku mbak Leila saya sangat mengidolakan Bima, masih, hanya saja ada rangking pertamanya, dialah Karna. Nyesek banget baca kisahnya, hidupnya benar-benar tidak adil. Kalau di rangking idola saya dalam cerita Mahabharata ini adalah:



  1. Karna

  2. Bima

  3. Ekalaya

  4. Krishna

  5. Dre

Membaca dari sudut pandang Dropadi membuat Pandawa Lima tidak sekeren sebelumnya, saya sebel banget dengan Yudistira yang karena kebodohannya membuat keluarganya hancur, dan lebih sebel lagi dengan Arjuna, dia benar-benar laki-laki yang tidak setia, punya banyak istri dan licik. Tidak banyak dikisahkan rumah tangga Dropadi dengan para Pandawa, sedikit ketika bersama Yudistira, Arjuna dan Bima, sedangkan dengan Nakula dan Sadewa tidak ada bagian khusus. Bersama Yudhistira, Dropadi seperti penasehat, teman bertukar pendapat tentang mengurus kerajaan. Bersama Arjuna hanya membuat Dropadi terluka. Bersama Bima, Dropadi mendapatkan cinta yang menyakitkan. Bersama Karna, Dropadi mendapatkan nyesek di dada.
Harapan adalah seperti batu-batu tersembunyi dijalanmu -hanya membuatmu tersandung.

Buku ini bercerita tentang perjuangan Dropadi untuk meraih kebahagiaan, meraih cinta dan menerangkan kalau takdir tidak bisa diubah.

Buku ini saya rekomendasikan bagi kamu yang ingin membaca kisah Mahabharata.

4 sayap untuk cowok yang saya rangking.

NB: Bonus cerita

Inilah kisahnya, secara sederhana: Karna, Raja Angga, mencintai putri cantik dari dunia lain bernama peri hutan. Waktu diadakan sayembara untuk mencari pasangan sang peri, datanglah seorang manusia yang dengan pedenya ingin mengikuti sayembara tersebut. Ayahnya, si penguasa hutan belantara terang-terangan menolak karena mereka tidak satu rumpun. Laki-laki gagah itu tidak menyerah, dia memperlihatkan semua kemampuannya dan mengalahkan semua tantangan yang ada, tapi semua itu percuma, dari golongan perilah yang dapat mempersunting si peri cantik. Sejak pertama melihat mata pemuda itu, peri hutan seperti terhipnotis, tanpa ragu dia menambatkan hatinya, dia bisa membaca kesedihan lewat matanya karena merasa gagal. Tanpa berpikir panjang lagi, si peri hutan berkata kepada ayahnya, dia ingin bersama Karna, dia tidak peduli akan status yang membedakan mereka, dia yakin bersama Karna dia akan menemukan kebahagiaan. Dia pergi meninggalkan semua kemewahan dari dunia peri dan bersama Karna yang menggandeng tangannya, mereka menyongsong hari yang baru.

Rabu, 27 Maret 2013

The Calligrapher's Daughter

15789948

The Calligrapher's Daughter

Penulis: Eugenia Kim

Penerjemah: Gema Mawardi

Cover: Jeffri Fernando

Penerbit: Gagasmedia

ISBN: 979-780-549-2

Cetakan pertama, 2012

602 halaman

pinjem mbak @sinta_nisfuanna

Sinopsis:

Pada abad kedua puluh di Korea, Najin Han, putri seorang kaligrafer, merindukan hak untuk menentukan pilihan atas nasib sendiri. Sadar putrinya seorang yang cerdas dan keras kepala, sang ibu membebaskan dirinya untuk mencari jati diri, namun sang ayah sangat keras dan teguh memegang tradisi. Terlebih, ada ancaman dari Jepang yang sedang berusaha mengontrol pemerintahan Negeri Gingseng tersebut.

Namun, ketika ayah Najin Han berusaha menikahkan putrinya dengan laki-laki dari keluarga bangsawan, ibunya malah menentang dan menyuruh Najin Han melayani di istana raja sebagai pendamping bagi seorang putri muda.

Sayangnya, tak lama kemudian kaisar Korea mati terbunuh. Budaya monarki yang berabad-abad dipelihara pun akhirnya menemui ajal bersama pimpinan tertinggi negeri itu. Dalam situasi yang serba tidak pasti, Najin Han memulai perjalanan hidupnya sendiri. Dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan -dan menemukan cinta du tengah perjalanan yang panjang itu...

***

Ini adalah pertama kalinya saya membaca Historical Fiction Korea, yang cukup jarang dilirik penerbit kecuali komedi romantis atau drama adaptasi televisi yang tahun lalu bahkan sampai sekarang masih marak di toko buku. Jujur saja saya lama-lama bosan dengan buku-buku yang berbau Korea tersebut, seperti tidak ada hal yang baru lagi karena sebagian besar tema ceritanya mirip bahkan karakter tokohnya satu buku dengan buku yang lain sama juga. Saya tertarik dengan buku ini karena tema ceritanya lain dari yang pernah ada dan juga menginggatkan saya akan drama kolosal Korea yang saya suka banget nget nget, Jewel In The Palace. Walau saya tahu ceritanya berbeda, kalau Jewel In The Palace tokoh utamanya adalah seorang wanita yang awalnya seorang koki istana akhirnya menjadi tabib perempuan pertama di Korea sedangkan di buku ini perjuangan seorang anak perempuan demi maraih pendidikan, kesamaannya adalah mereka sama-sama perempuan yang kuat, perempuan yang berjuang keras demi meraih impiannya.

Bersetting pada abad kedua puluh, tahun 1915-1945, masa ketika Korea dijajah Jepang sampai mendapatkan kemerdekaan. Kisah ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama, Najin Han, putri seorang seniman sarjana sastra, sang Kaligrafer Han yang sangat dihormati. Sarjana Han sangat ingin mempunyai seorang putra, seorang yang nantinya bisa mewarisi kekayaan dan mengikuti tradisi yang ada, sayangnya beberapa kali ibu Najin, Haejung keguguran, hanya Najin yang bertahan. Waktu kecil Haejung mempunyai impian memperoleh pendidikan seperti saudara laki-lakinya, yang tentu saja tradisi jaman dulu pendidikan hanya untuk laki-laki. Haejung senang ketika mendengar akan dibuka sekolah perempuan, sekolah Jepang. tidak mudah membujuk suaminya agar Najin Han dapat menempuh ilmu terlebih sekolah itu dibuat oleh orang Jepang, baginya tugas perempuan adalah di rumah bukan sekolah. Tapi Haejung memiliki tekat yang kuat, dia berusaha agar anak satu-satunya memperoleh pendidikan, dan berhasil.



Ayah mengatur beberapa perjodohan, anak laki-laki tertua berdoa agar diselamatkan dari dosa terbesar, yaitu tak memiliki keturunan laki--laki. Para istri berdoa agar memiliki putra untuk membuktikan dan menunjukkan kelayakan mereka. Lalu, anak perempuan, sepertiku, belajar tiga hukum penting dalam hidup seorang perempuan: patuhi ayahmu, patuhi suamimu dan patuhi anak lelakimu.


Najin akhirnya memiliki seorang adik laki-laki, Ilsun namanya. Tentu saja hal itu sangat membuat semua keluarganya bahagia, terlebih ayahnya. Ilsun langsung menjadi anak kesayangan ayahnya, dia terlalu dimanja, bahkan Najin juga suka memanjakannya. Kedekatan Najin dan Ilsun tidak terlalu disukai ayahnya, dia merasa Najin berpengaruh buruk pada adik laki-lakinya, ayahnya merasa Najin sulit diatur, tingkah lakunya kasar sehingga lebih baik menikahkannya saja. Perihal perjodohan ini tidak dirundingkan dulu dengan istrinya sehingga membuat Haejung marah besar, bahkan pertama kalinya dia manentang suaminya, dia pun tanpa meminta persetujuan sarjana Han mengirim surat kepada sepupunya di Seoul agar menerima Najin di kerajaan, melayani Yang Mulia Tuan Putri.

Kedekatan Najin dengan Putri Deokhye tidak lama karena Jepang dengan mudah menguasai Korea. Najin kembali ke kampung halaman. Najin juga berkesempatan melanjutkan pendidikannya di Ewha, mengumpulkan uang dari hasil mengajarnya yang sebagian besar dia gunakan untuk membantu sekolah Ilsun dan menutupi perbuatan bodohnya. Karena selalu di manja, Ilsun menjadi pemuda seenaknya sendiri, tanpa sepengetahuan orang tuanya dia sering melakukan taruhan dan kalah. Karena rasa sayangnya Najin pun terpaksa menutupinya. Najin juga berkenalan dengan seorang laki-laki yang dikenalkan oleh tetangganya, Hansu. Laki-lai itu adalah putra seorang pendeta, Calvin Cho yang juga mengikuti profesi ayahnya. Berbeda dengan perjodohan pertamanya, kali ini Najin sadar kalau sudah waktunya dia berkeluarga sehingga dia tidak menolak ketika dijodohkan lagi.

Kisah Najin Han tidak berhenti sampai di situ, bahkan setelah menikah pun dia tidak pernah berhenti berjuang. Berjuang melawan rindu katika tidak lama setelah menikah dia harus ditinggal suaminya belajar keluar negeri yang lama kelamaan tanpa kabar, menghadapi mertuanya, menghadapi ayahnya ditangkap bahkan nantinya dia juga merasakan hal tersebut, menghadapi adiknya yang semakin dewasa semakin mengecewakan ayahnya. Najin Han dengan tegar menhadapi semua permasalahan tersebut, dia sejak kecil ditempa oleh ibunya agar menjadi wanita yang kuat.

Buku ini bagus, mengambarkan kehidupan wanita yang pada masanya tidak memiliki hak untuk berpendidikan, tugasnya adalah patuh pada suami dan mengurus rumah. Sayangnya saya kurang merasakan bagaimana Najin Han menuntut ilmu, lebih ke sejarah hidupnya yang diwarnai dengan bangsa Jepang yang mulai mengontrol politik negeri gingseng tersebut, masa-masa ketika Jepang mengalami depresi sehingga rakyat Korea sulit mendapatkan pekerjaan karena semua dikontrol oleh Jepang, bahkan tanah dan semua harta keluarga Han ikut di sita yang menyebabkan Najin berusaha keras menghidupi keluarganya, dia tidak bisa mengandalkan adiknya karena dia mengurus diri sendiri saja susah. Bagian dia menuntut ilmu yang saya rasa tema utamanya malah tidak menonjol. Kisah cintanya tidak banyak dijelaskan justru sejarahnya sangat kental sekali, mungkin itu juga yang membuat saya sedikit bosan ketika membacanya :p

Tokoh favorit saya dibuku ini adalah Haejung, ibu Najin Han. Dia benar-benar sosok wanita yang kuat. Dia tidak ingin apa yang pernah dialaminya juga bakal dirasakan anaknya, tidak punya kesempatan mendapatkan pendidikan. Sehingga ketika ada peluang sedikit dia tidak menyia-nyiakannya bahkan dia rela menghiananti suaminya demi membuat anaknya merasakan bangku sekolah, dia juga mengajari semua hal tentang bagaimana menjadi seorang perempuan. Haejung sangat berpikiran maju, dia berpendapat bukan jamannya lagi perempuan bodoh, perempuan juga berhak mendapatkan pendidikan seperti laki-laki dan usahanya agar Najin bisa bersekolah sungguh pantas diacungin jempol. Dia melanggar prinsipnya untuk selalu patuh dan menghormati suaminya demi menyekolahkan anak perempuannya. Kehebatannya juga terlihat ketika melahirkan Ilsun.

Quote favorit saya:



Menyimpan rahasia itu salah dan tak perlu merasa khawatir tentang hal-hal yang tak kau pahami atau yang terkesan aneh. Terkadang, bertanya adalah cara terbaik untuk belajar.

"Laki-laki membutuhkan air untuk hidup, tetapi mereka tak bisa bergerak seperti air. Perempuan seperti air yang mengalir, menghidupi dan menjelajah dan berada di bawah kedua kaki laki-laki yang menancap dengan mantap di tanah. Kita cair. Dan, dari kitalah mereka muncul, minum dan tumbuh. Dan jadi," kata Ibu sambil mengusap rambutku yang mencuat liar dari kepangan dan sirkam perunggu. "Ketika ayahmu terlihat kasar, aku ingin kau menginggat hal ini. Perempuan dianugerahi secara istimewa dengan cara yang tak pernah dipahami laki-laki. Jagalah kasih Tuhan di dalam hatimu dan ingatlah hal ini selalu."

Terjemahannya bagus, tidak ada kalimat yang sulit dimengerti dan minim typo. Jangan khawatir dengan genrenya yang sedikit berat, buat yang sering migrain baca sejarah apalagi yang dibalut kisah perjalanan hidup seorang wanita Korea seperti buku ini, tenanggg, di belakangnya ada catatan sejarah yang akan mempermudah kita memahami isi cerita, selain itu juga ada daftar istilah, bahasa Korea yang sedikit banyak berseliweran di buku ini jadi bisa sekalian belajar bahasa asing juga, bahasa Korea yang sering digunakan di kehidupan sehari-hari, seperti panggilan ayah, ibu, kakak perempuan, dsb. Untuk covernya saya lebih suka versi terjemahannya, lebih mengambarkan seni yang dikuasai keluarga Han, kaligrafer.

The Calligrapher's Daughter adalah novel pertama dari Eugina Kim, putri dari imigran Korea yang datang ke Amerika tidak lama setelah perang pasifik. Walau baru pertama menulis novel buku ini langsung menyabet penghargaan Borders Original Voices Award for Fiction (2009), A Best Book of 2009, The Washington Post, Shortlisted for the 2010 Dayton Literary Peace Prize in Fiction.

Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi http://www.thecalligraphersdaughter.com



NB: Posting bareng BBI kategori penulis Asia


Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...