Tampilkan postingan dengan label Sujiwo Tejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sujiwo Tejo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2012

Jiwo J#ncuk


Jiwo_jancuk


Penulis: Sujiwo Tejo
Editor: Resita Wahyu Febriantri
Cover: Jeffri Fernando
Ilustrasi isi/lukisan: Sujiwo Tejo
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-572-7
Cetakan pertama, 2012
196 halaman

"Membaca tulisan Sujiwo Tejo tentang cinta di buku ini rasanya... jancuk!"
-Moammar Emka, penulis Dear You.

Ketika membaca endorsemen penulis di atas, saya pikir buku ini adalah buku romance, ternyata... jancuk! lebih dari itu. Buku dibagi menjadi empat bab: Amor, Metropolitan, Ceplas Ceplos, dan Twit Wayang. Mari kita tenggok satu per satu.

Amor, di bab pertama ini, budayawan yang berpenampilan nyentrik dan tidak jarang bicara ceplas ceplos ternyata bisa menulis bahasa yang biasa, nyantai tapi romantis. Sewaktu kuliah dulu, penulis bekerja sebagai penyiar radio, tiap kali dia siaran dia menceritakan orang yang disukainya, bagaimana perasaanya, bagaimana rupa di wanita tersebut, juga salah seorang teman laki-lakinya. Puncaknya ada di cerpen Retno Kusumawardani :).
Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelepon
tak saling sms
bbm-an
dan lain-lain tak saling
namun diam-diam keduanya saling mendoakan
Selain itu, dalang edan ini juga bercerita tentang perempuan lewat prosa dan puisi, hahaha menyentil sekali :). Bahwa perempuan suka es krim dan coklat, tapi lebih suka kepastian, alasan seorang istri tiba-tiba meminta cerai kepada suaminya, seorang perempuan yang pertama kali pisah dengan anak-anaknya, melihat cinta dari sorot mata seorang perempuan.
Bahwa perempuan lebih canggih dari makhluk angkasa luar. UFO cuma bisa naik piring terbang, perempuan bisa menyebabkan piring-piring berterbangan ke para suami yang nyebelin. Lebih dari itu, perempuan bisa mengajukan gugatan cerai.
Perempuan bagai belut, meski telah kau kenali segala lukuk liku tubuhnya, sukmanya selalu luput dari genggaman.
Bagi saya, kalau sampeyan ditanya kenapa mencintai seseorang, apa alasannya, dan sampeyan bisa menjawab tuntas, berarti sampeyan bukan sedang jatuh cinta.
Bukan itu namanya. Itu itung-itungan. Cinta tak pakai alasan-alasan.
Metropolitan, berbicara tentang Jakarta tidak akan ada habisnya, macetnya lah, banjirnya lah, sumpeknya lah, semua ada. Di sini penulis menyentil tentang pelecehan seksual yang ada di angkutan umun, banyaknya Mal yang ada di Jakarta, kebiasaan baca koran saat di WC, merenung tentang angka kendaraan roda empat yang membludak, silaturahmi, dan dunia otomotif.

Ceplas ceplos, berisi pendapat-pendapat dia, pemikirannya tentang masa lalu dan sekarang. Dulu para artis hampir tidak mempunyai privasi, beda dengan artis sekarang kita bisa cuek ketika dia berada di samping kita. Ucapan selamat lebaran yang dikirim lewat SMS atau BBM broadcast, di mana dulunya lewat katu pos, walau pun sama-sama copas yang paling membedakan adalah di kartu pos ada nama orang yang dituju. Para orang tua yang berlomba-lomba memasukkan putra-putrinya ke sekolah internasional,
Padahal, menurut Einstein, logika cuma sanggup mengantarmu dari A ke B. Sementara imajinasi sanggup membawamu dari A ke tak terhingga...
makna seorang guru, perempuan dan multitasking, komodo dan intra penciumannya, demokrasi, agama, pentingnya bernyanyi, dendam dan membalas dendam, mudik, kesehatan, komunikasi merubah banyak hal, ujian nasional, dan yang terakhir, salah satu pertanyaan besar ketika saya membaca twitnya @sudjiwotedjo yaitu pengertian Jancuk!
#JANCUK tuh ungkapan beragam dari kemarahan sampai keakraban, tergantung sikon seperti FUCK. tapi orang munafik langsung nyensor.
#jancuk ketika kita disuruh bangga jadi Indonesia tapi buku sejarah gak direvisi. Sejak SD dibilang Indonesia dijajah 350 tahun, mestinya berperang!
#jancuk tuh ketika teroris boleh ditembak tanpa sidang, tapi koruptor harus disidang dulu berbelit-belit dan abis itu gak jadi di-dor pula.
#jancuk itu asli kosakata Surabaya. Artinya Jaran Ngencuk. Dulu pernah dibuatkan seminar di Surabaya, bukan umpatan, cuma salam. Contoh: #Jancuk! Nang endi ae koe? (ke mana aja loe?) Muatan emosinya bukan jorok, tapi terkejut ketemu teman. Kalo bahasa Inggris: where the fuck have you been man? Bukan jorok, tapi suprised.
Twit wayang, nah, bagian yang saya suka nih, ingin tahu si dalang edan berbicara tentang filosofi hidup lewat wayang? di sinilah jawabannya. Kita akan tahu kenapa penulis sangat mengidolakan #Semar, bercerita tentang #DewaRuci, #Wisanggeni, #Yudistira, #Panakawan, #Petruk.
Gareng itu lambang keintelektualan dalam dirimu. Ketika kamu kritis mempertanyakan berbagai hal, kamu sedang meng-Gareng.
Ketika kamu sedang easy going dan take easy terhadap apa pun, kamu sedang mem-Petruk.
Ketika kamu sedang ingin memberontak terhadap apa pun, maka kamu sedang mem-Bagong.
Namun, biarlah #Semar dalam dirimu yang akan memoderatori kemunculan Panakawan dalam batinmu secara situsional.
Petruk: lambang kehendak, berhati-hati dalam menentukan keinginan, harus tetap rendah hati, dan waspada.
Bagian yang saya suka adalah bercerita tentang Yudistira :)

Ketika kita membaca pemikiran Sujiwo Tejo dengan berbagai hal di sekitar kehidupannya, kesehariannya, kita akan mikir: ternyata benar juga ya pendapatnya, terlebih tentang perempuan itu dan tentang lainnya :p. Lalu kita juga akan merasakan bagaimana seorang Sujiwo Tejo sangat membenci korupsi, berbicara sinis tentang pemerintahan tapi juga bisa romantis soal cinta. Saya juga suka pemikirannya tentang tidak ada aturan untuk tiap pagi sarapan, makan sehari tiga kali yang benar ya makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang, pemikirannya sederhana tapi bermakna. Buku ini menarik, seperti yang tertulis di belakang sampul buku: observasinya terhadap detail kehidupan disampaikan dengan bahasa yang santai, namun tetap sarat nilai dan kerap "menyentil".
Padahal, kalau saya nggak salah ingat, setiap agama punya semangat sosial. Malah ada yang bilang, sembahyang yang sebenarnya ialah berbuat kebajikan buat orang banyak. Sebaik-baiknya umat adalah yang paling bermanfaat buat orang lain. Saya sering ngetwit seperti ini: "Sujud tertinggi adalah membahagiakan orang lain.
Itu nggak ada jadwalnya. Itu sepanjang waktu. Ajaran ini juga kerap dibilang dalam wayang.
Sembahyang formal yang ada jadwal-jadwalnya terhadap Tuhan baru punya dilai di depan-Nya kalau sembahyang itu makin kuat menggerakkan orang untuk melakukan perbuatan bagi sesama. Sembahyang individual menjadi laksana generator yang membangkitkan energi sosial.
Baru kali ini saya membaca karya full dari budayawan nyentrik ini, sebelumnya pernah membaca salah satu cerpennya di  kumcer 1 Perempuan 14 Laki-Laki, belum mengenal gaya penulisannya dan kali ini saya suka, bagaimana dia bercerita dengan 'halus', mengalir, dan mengena, ada beberapa bagian di endingnya ada efek kejutnya, eksekusinya pas sekali. Ada juga sisipan lukisan karya penulis yang nyleneh, saya nggak pinter mengintepretasikan sebuah lukisan yang jelas lukisan Sudjiwo Tejo ini nggak jauh-jauh dari wayang dan Semar :). Minim typo. Suka banget sama covernya, kayak sebuah permainan apa itu namanya? Boneka yang ada talinya trus digerak-gerakkan dengan tangan. Buku ini tidak hanya berisi kisah cinta tapi pemikiran-pemikiran dan perasaannya terhadap kehidupan sekitarnya.

Buku itu ditujukan kepada para Jancukers.

3.5 sayap untuk Jancuk!

Senin, 06 Juni 2011

1 Perempuan 14 Laki-Laki



Penulis: Djenar Maesa Ayu, dll
Penerbit: Gramediaterstock.com
Editor: Mirna Yulistianti
Desain Cover: Shut
Cetakan: I, 14 Januari 2011
ISBN: 978-979-22-6608-5
124 Halaman

Kedua kali ini baca bukunya mbak Djenar, yang pertama adalah Nayla, saya sedikit memahami gaya penulisannya yaitu apa adanya alias vulgar hehe. Bagus sih kalimatnya, kalau orang biasa bilang prosa ya? Ada banyak kalimat yang berima dan indah, ada kalimat yang tanpa sensor, banyak juga yang saya tidak mengerti. Entahlah, saya merasa sepanjang cerita di buku ini intinya sama. Mari kita ulas satu per satu (tentunya menurut pemahaman saya, hehe).

#1 Kunang-Kunang Dalam Bir bersama Agus Noor
Menemui? Apakah arti kata ini? Yang sangat sederhana, menemui adalah berjumpa. Tapi untuk apa? hanya untuk sebuah kenangan atau adakah yang masih berharga dari ciuman-ciuman masa lalu itu? Masa yang seharusnya mereka jangkau dulu. Dulu, ketika ia masih mengenakan seragam putih abu-abu. Saatnya senyumnya masih seranum mangga muda. Dengan rambut tergerai hingga di atas buah dada. Ketika ia yakin, ia tak mungkin bahagia tanpa dia."
Seorang laki-laki sedang menunggu cinta SMAnya di sebuah cafe sambil menikmati bergelas-gelas bir.Mereka dulu berjanji untuk bersama tapi si kunang- kunang (si cewek) malah menikah dengan orang lain.
#2 Cat Hitam Berjari Enam bersama Enrico Soekarno
Jujur, saya agak bingung dengan cerpen ini, membaca berkali-kalipun masih tetap bingung, saya hanya menyimpulkan tokoh dalam cerita ini dulunya mempunyai kenangan yang buruk, yang membuat dia terluka kemudian dia mencurahkan perasaannya itu di dalam kanvas.
#3 Menyeruput Kopi Di Wajah Tampan bersama Indra Herlambang
Si cewek dalam tokoh ini merasa casting yang dijalaninya seperti kehidupannya, terluka karena laki-laki, ayahnya yang gigolo, pembantunya yang dihamili supir tetangganya.
Waktu. Haruskah saya menyalahkan waktu? Mengapa saya tidak menyalahkan ia yang sedang berkhianat dan berubah laknat? Padahal sebelum piring keramik itu menghantam jidat, apa yang dilakukannya adalah tindakan bejat. Karena, bagaimana ia mampu membuka ruang yang selama ini saya jaga rapat-rapat, dan menghuninya hanya sesaat, lalu dengan mudahnya ia minggat.
#4 Ramaraib bersama Sardono W. Kusumo
Penonton adalah panggung bagi seorang penari. Setiap penonton, lewat tubuh penari itu menciptakan tokoh imajinasi. Dan ketika penonton menikmati tubuh penari, sebenarnya ia sedang menikmati tubuhnya sendiri.
Inti cerita yang saya dapat adalah guru tari yang menjalin affair dengan muridnya.
#5 Kupunyakupu bersama Totot Indrarto
Di paragraf terahir ada kalimat yang jalas "Kafe Homo Haram" saya jadi mengerti sedikit cerita ini, ya , hubungan sesama jenis yang tabu, yang seharsnya tidak boleh dilakukan.
#6 Kulkas.Dari.Langit bersama JRX
Saya tidak mengerti cerita ini, yang saya mengerti hanya uhuk-uhuk.
#7 Matahari Di Klab Malam bersama Arya Yudistira Syuman
Seorang laki-laki yang menyewa pelacur tapi dia tidak ingin berpisah dengan wanita tersebut.
#8 Rembulan Ungun Kurusetra bersama Sujiwo Tedjo
Ada sentuhan khasnya sang dalang nih, yub, kayak pewayangan gitu. Raditya punya affair dengan wanita yang jauh lebih tua darinya yaitu Prita, padahal Prita sudah punya pacar Tedjo.
#9 Napas Dalam Balon Karet bersama Richard Oh
Aku suka pas adegan Antonio memberi balon untuk kepada Roselyn ditiup yang kemudian diserahkan lagi ke Antonia, begitu seterusnya. "Antonio menghisap dalam-dalam napas Roselyn di dalam balon karet." Menurut saya ceritanya tentang Antonio yang mengenang Roselyn karena baru saja meninggal, dia kembali kemasa dimana pertama kali bertemu dengan Roselyn.
#10 Bukumuka bersama Nugroho Suksmanto
Lewat situs jejaring sosial, Kusmanto bertemu dengan Ayu yang lama kelamaan menjadi sebuah affair. Tapi beberapa waktu berselang Ayu menghilang, kemudian tiba-tiba saya Ayu menelepon kalau dia hamil dan memberitahu kalau suaminya sedang mencarinya. Suami Ayu meminta bertemu di tempat dimana biasanya Kusmanto dan Ayu menjalin affair dengan ancaman dia akan membeberkan semua kebusukannya kekeluarganya, endingnya gak bisa ditebak ;p
#11 Ra Kuadrat bersama Lukman Sardi
Kayak cerita SMA kebanyakan, Rani menemukan buku harian suaminya Ranu waktu SMA, ternyata dulu dia mencintai Azhra tapi sudah keduluan sama temennya Ganesha.
#12 Dijerat Saklar bersama Robertus Robet
Aku mencintaimu maka aku ada! Aku mencintaimu maka aku membunuhmu.
Menurutku bercerita tentang seseorang yang posesif atau psico yang membunuh pacarnya, mungkin saking cintanya kali ya.
#13 Polos bersama Mudji Sutrisno, Sj
Bingung sama cerita ini, kelahiran seorang manusia yang awalnya terlahir suci?
#14 Balsem Lavender bersama Butet Kartaradjasa
Intinya juga tentang uhuk-uhuk.

Itulah inti cerita menurut pemahaman saya, mungkin tiap orang bisa mencerna lain, hanya segitu kemampuan saya untuk mencerna ke-14 cerpen kolaborasi ini, saya tidak suka membaca buku yang menguras pikiran, saya membaca untuk kesenangan bukan menambah beban pikiran saya, ada cerpen yang saya baca berulang kali agar mengerti apa sih maksudnya cerita ini? Ceritanya hampir sama saja, selalu ada uhuk-uhuknya. Penulisannya unik, mbak Djenar memulai dulu kemudian partnernya melanjutkan, begitu seterusnya. Orang yang diajak berkolaborasi pun para seniman yang sudah mempunyai nama jadi kayaknya seru nih waktu awal membaca, tapi ya itu, menurut saya terlalu njimet hehehe. Cerpen yang paling favorit adalah Napas Dalam Balon Karet, romantis euy waktu saling menghisap napas itu :D

2 sayap untuk mbak Djenar yang dikeroyok 14 Laki-laki

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...