Tampilkan postingan dengan label Classic Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Classic Romance. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Januari 2015

Emma by Jane Austen | Book Review

Emma
Penulis: Jane Austen
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penyunting: Tim Redaksi Qanita
Desainer sampul: Windu Tampan
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-44-9
Cetakan II, September 2014
740 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Bisa dibeli di @bukupediacom
Cantik, pintar, kaya—dan lajang—Emma Woodhouse begitu puas dengan kehidupannya, sampai-sampai dia merasa tidak membutuhkan cinta maupun pernikahan. Satu-satunya hal yang menyenangkan dirinya adalah mencampuri kehidupan cinta orang lain.

Namun, ketika dia mengabaikan peringatan teman baiknya, Mr. Knightley, dan berusaha mengatur perjodohan Harriet Smith, anak didiknya, semuanya menjadi kacau-balau. Ternyata Emma dan Harriet menyukai pria yang sama, hanya saja Emma terlambat menyadari perasaannya sendiri… Haruskah dia mengalah? Atau mengejar kebahagiaan tanpa memedulikan perasaan Harriet?

Berlatar belakang di Desa Highbury, Inggris tahun 1815, dengan karakter yang tidak sempurna tapi menarik, dan penggambaran yang jenaka serta tajam, Emma seringkali dianggap sebagai karya terbaik Jane Austen. Novel ini juga telah diangkat ke layar lebar pada tahun 1996, dibintangi oleh Gwyneth Paltrow.

Senin, 10 Juni 2013

The Great Gatsby

The Great Gatsby
Penulis: F. Scott Fitzgerald
Penerjemah: Sri Noor Verawaty
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
ISBN: 978-979-024-210-4
Cetakan pertama, Oktober 2010
288 halaman
Pinjem @fanda_a


Inilah kisah uniknya pergaulan manusia antarkelas sosial dengan berbagai karakter yang tak kalah menarik.

Nick, pendatang baru di New York. Dia dipercaya orang-orang di sekitarnya untuk menyimpan rahasia mereka. Daisy, meski bermulut pedas, ditaksir banyak laki-laki. Di balik itu, dia selalu berusaha sedemikian rupa menutupi sakit hati karena pengkhianatan suaminya. Tom, suami Daisy sekaligus teman kuliah Nick, lelaki berpendidikan tinggi, kaya, dan berperangai kasar. Dia suka selingkuh, tapi tak suka diselingkuhi. Jordan, perempuan muda yang cantik dan sinis. Dia berpacaran dengan Nick. Darinya, Nick mengetahui perselingkuhan yang dilakukan Daisy dan Tom dengan pasangan masing-masing.

Seperti planet-planet yang mengorbit matahari, dalam pesta-pesta mewah setiap malam Minggu, pergaulan mereka berpusat pada seorang lelaki muda”orang kaya baru”misterius bernama Gatsby.

Novel ini merupakan potret kehidupan sosial masyarakat New York pada tahun 20-an. Setelah Perang Dunia I, di sana bermunculan orang kaya baru yang menunjukkan lunturnya nilai sosial dan moral dalam sinisme, keserakahan, dan pemenuhan hasrat akan kesenangan.

Minggu, 22 Juli 2012

Pengantin Surga


Bila Layla taman melati di musim semi, Majnun padang rumput di musim gugur. Bila dari balik rambutnya Layla memikat dunia dengan sekali kerlingan, Majnun menjadi pengembara yang menari dalam kegilaan. Layla memegang secawan anggur, Majnun mabuk oleh aromanya, bahkan sebelum mencecap isinya. Layla menamam serumpun mawar, Majnun menyiraminya dengan air mata. Bila kau tahu hakikat seorang pecinta, kau tentu menyadari, cinta akan meleburkan jiwamu ke dalam jiwa kekasihmu.

Layla dan Majnun adalah pengantin dari surga. Ketika terlahir ke dunia, mereka saling mencinta dan setia walau terus terpisah, walau Majnun kehilangan unsur kemanusiaannya dan berkawan dengan binatang rimba, walau Layla menjalani kawin paksa dengan Ibnu Salam, seorang lelaki yang tak pernah mampu menjamah keperawanannya. Hingga akhirnya, Tuhan menyatukan mereka kembali dalam dekap kematian. Dan seluruh penghuni surga, melalui tangan Nizami, mengabadikan cinta mereka dalam sebuah kisah paling menggetarkan yang pernah terlahir di dunia.

***

Ada yang pernah bilang kepada saya, "Jangan pernah mencintai orang terlalu berlebih, karena suatu waktu itu akan menyakitimu." Saya belum pernah merasakan cinta yang berlebih, tapi saya pernah melihatnya. Dulu pas SMP ada teman saya yang menyilet-nyilet tangganya karena kasih tak sampai, dia menyukai orang dengan sangat tapi malangnya gayung tak bersambut. Lalu beberapa waktu yang lalu ada seorang pasien laki-laki yang lemas, tidak mau berbicara, tidak mau makan, pandangannya kosong, berbaring di ranjang terus menerus. Tidak tahu diagnosa yang pasti akan penyakitnya, tetapi dapat info dari keluarganya ini semua gara-gara seorang cewek. Cinta memang buta. Banyak orang dibuat gila karenanya, karena mencinta terlalu berlebih itu. Pun dengan kisah Layla dan Majnun ini, siapa yang tidak tahu? Kisah cinta tragis dari Timur Tengah, Romeo and Juliet versi lebih klasik lagi.

Qays, putra satu-satunya penguasa Badui dari Bani Amir, Syed Omri jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Layla. Sayangnya orangtua Layla tidak meyetujui hubungan itu, Qays dan Layla terpaksa berpisah. Qays kehilangan akal karena cintanya, dia pergi dari rumah, menggembara tak tentu arah dan melafalkan syair cinta untuk kekasihnya. Sedangkan Layla terkurung di rumah merindukan kekasihnya.
Bila Layla hanya menangis diam-diam, lelaki gagah itu menunjukkan duka laranya kepada setiap orang.
Qays gila karena cinta, orang-orang pun menyebutnya Majnun. Di pikirannya tidak ada yang waras kecuali Layla, dia melupakan dirinya sendiri, melupakan orang tuanya. Pernah suatu ketika ada pemuda tangguh bernama Nawfal, dia begitu penasaran dengan keberadaan Majnun, dia begitu mengaguminya karena begitu besarnya perjuangan demi cinta dan dia ingin menjadikannya sahabat dan menyembuhkannya. Nawfar menantang ayah Layla bertempur, demi orang yang dianggap sahabatnya, sayangnya ketika mendapatkan hasil akhir keputusan tetap tidak berpihak pada Majnun, dia pun menjadi semakin gila, hidup di hutan rimba dan berkawan dengan binatang. Tidak sampai disitu penderitaan mereka, Layla dipaksa menikah dengan orang pilihan ayahnya. Dia tak bisa menolaknya, yang bisa dia pertahankan untuk Majnun adalah keperawanannya, cintanya.
Hidup ini bagaikan hembusan angin yang masuk ke dalam keabadian. Sejak awal, kehidupan memperlihatkan tanda tangan kematian. Mati dan hidup adalah saudara kembar dalam sebuah permainan rahasia. Maka, berapa lama kau mau menipu dirimu sendiri? Berapa lama lagi kau akan menolak melihat dirimu sebagaimana adanya saat ini dan kemudian? Setiap butir pasir menerima kekuatan dan napasnya sesuai dengan rangkaian gunung, ia bukanlah apa-apa. Kau sendiri adalah butiran pasir. Kau adalah tahanan dari dirimu sendiri. Pecahkan sangkarmu, lepaslah dari dirimu, lepaslah dari kemanusiaan. Belajarlah bahwa apa yang kau anggap nyata tidaklah demikian dalam kenyataan. Ikutilah saran Nizami: bakarlah nafsumu sepeti lilin yang membakar tubuhnya sendiri, sehingga dunia tak lagi mempu memperbudakmu.
Kalau saya bertemu dengan Majnun, ingin mengatakan kalau dia bodoh! bodoh! bodoh! Cinta benar-benar membutakan matanya, bahkan kasih sayang orangtua yang diberikan selama ini sama sekali tidak membantu. Ayahnya susah payah mencari dia kesana kemari, memohon agar dia pulang kerumah, melupakan cintanya itu, menjadi pewarisnya, bahkan sampai sakit dan meninggal karena memikirkannya, Majnun tak sembuh juga. Sedangkan Layla, dia tidak hanya menyakiti dirinya sendiri tapi juga suaminya, bagaimanapun suaminya sangat mencintainya bahkan mati juga karnanya. Sungguh, cinta mereka tidak hanya menyakiti diri mereka sendiri, tapi juga orang-orang yang mnenyayangi mereka.

Baru kali ini saya membaca kisah Layla dan Majnun, sebelumnya hanya mendegar selentingan saja. Sewaktu pertama kali membacanya, waduh bahasanya puitis banget. Saya bukan orang yang puitis, saya tidak menyukai puisi karena saya agak kesulitan mencernanya, saya suka bahasa yang ceplas ceplos, ngepop, apa adanya. Terjemahannya oke, pas dan tidak menambah bingung dengan kepuitisan bahasanya, pasti tidak mudah menerjemahkan karya sastra klasik yang bahsanya 'buset deh ribet banget'.Covernya saya kurang suka, hehe. Walaupun begitu, saking penasarannya dengan kisah mereka tidak menghentikan saya untuk membaca sampai akhir. Salah satu kisah yang tidak bisa dilewatkan.

3 sayap untuk pasangan gila.



Pengantin Surga (The Story of Layla and Majnun)
Penulis: Nizami Ganjavi
Penerjemah: Ali Nur Zaman
Penyunting: Salahuddien Gz
Cover: Yudi Irawan
Penerbit: Dolphin
ISBN: 978-979-17998-3-6
Cetakan pertama, Juli 2012
243 halaman

Rabu, 04 Januari 2012

The Painted Veil


by W. Somerset Maugham
alih bahasa: Tanti Lesmana dan Rosi L. Simamora
cover: Satya Utama Jadi
penerbit: Gramedia
cetakan I: Oktober 2011
ISBN: 978-979-22-7750
304 halaman

Sinopsis

Apa yang kau lakukan jika istri yang sangat kau cintai ternyata menjalin hubungan gelap? Walter Fane, ahli bakteri yang bekerja di Hong-Kong yang ketika itu masih menjadi koloni Inggris, memberikan dua pilihan kepada Kitty, istrinya: diceraikan dan menanggung malu, atau ikut dengannya ke Cina Selatan, ke sebuah wilayah yang sedang terjangkit wabah kolera dan sedikit sekali orang yang pulang dalam keadaan hidup.
Karena tak sanggup menanggung malu, Kitty pun bersedia ikut dengan suaminya. Dia yakin sekali Walter mengajaknya ke sana dengan harapan perjalanan dan wabah penyakit tersebut akan membunuhnya. tetapi benarkah demikian?

My Review

Clasic Romance kedua setelah Wuthering Height yang saya baca, nggak terlalu suram sih tapi sama-sama mengharukan dan sama-sama saya sukai. Kitty, cewek ambisius, merasa paling cantik di masanya sangat pemilih dalam menentukan jodoh. Hingga usianya memasuki dua puluh lima tahun, dia merasa ada lampu kuning, karena adiknya Doris yang awalnya dipandang sebelah mata karena dia tidak cantik, mau menikah dengan putra tunggal seorang dokter bedah kaya raya yang telah dianugerahi gelar baronet semasa perang. Dia juga didesak oleh ibunya, Mrs. Grstin untuk cepat-cepat mengambil peluang yang ada. Kitty panik, dia akhirnya menikah dengan Walter Fane.

Kitty tidak pernah menaruh perhatian pada Walter, tidak merasa pernah berdansa dengannya. Walter pemalu, terlalu banyak diam, sangat kikuk dan canggung, tidak kaya raya, tidak menguasai olah raga yang disukai Kitty, tidak ada yang spesial dengannya. Tapi dia adalah satu-satunya kandidat yang terbaik, seorang dokter ahli bakteri. Walter sangat tertutup, terlalu sopan, penuh perhatian, dan sangat mencintai Kitty, namun, itu saja ternyata tidak cukup untuk Kitty. Setelah pindah ke Hong-Kong, Kitty menemukan pria idamannya, Charles Townsend yang sangat dicintainya.

Sampai suatu ketika Kitty mendengar ada orang yang mencoba membuka pintu kamar tidur dimana dia sedang bersama dengan Chalie di dalamnya, dia merasa Walter telah mengetahui affair yang selama ini dilakukannya. Beberapa hari sikap Walter biasa saja, dia tidak mengatakan apa-apa. Kitty sudah muak dengan sikap pemalu Walter. Kesokan harinya, Walter ingin bicara dengan Kitty, dia ingin mengajak Kitty pindak ke Mei-tan-fu, daerah yang sedang terkena wabah kolera dan hampir semua penduduknya meninggal. Tentu Kitty tidak mau, itu adalah perbuatan bodoh, Walter memberi pilihan kalau Kitty tidak ikut, dia akan segera mengajukan gugatan cerai yang akan mempermalukan Kitty atau kalau Mrs. Townsend mau menceraikan suaminya dan suaminya mau membuat surat tertulis kalau dia akan menikahi Kitty dalam waktu seminggu, maka Kitty boleh menceraikanya. Walter tahu apa jawaban Townsend.

Saya tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran Walter, sama halnya dengan Kitty yang tidak memahami suaminya. Dia sangat tertutup dan baru tahu aslinya waktu Walter yang marah karena Kitty menghianatinya tapi alih-alih bersikap tenang, dia sangat emosional, tenang tapi mencekam. Jelas dia sangat mencintai Kitty dan betapa terluka hatinya. Bahkan kalau Kitty menggugatnya, dia ingin kehidupan Kitty tetap terjamin. Nyesek bangat waktu Kitty bilang gini ke Walter setelah dia menemui Townsend:
"Kurasa aku hanya perlu membawa beberapa pakaian musim panas dan kain kafan, bukan begitu?
Dia mengamat-amati wajah suaminya, dan dia tahu bahwa sindirannya yang tajam itu membuat suaminya marah.
Walau dia terlihat marah, sebenarnya Walter merasa terluka dengan perkataanya itu. Dia sangat mencintai Kitty, terasa sekali. Dan juga patah hati.

Lebih nyesek lagi waktu Walter bilang:
"Aku tidak punya ilusi apa pun tentang dirimu," kata Walter.
"Aku tahu kau bodoh, dangkal, dan berkepala kosong. Tapi aku mencintaimu. Aku tahu tujuan-tujuan dan cita-citamu vulgar dan norak. Tapi aku mencintaimu. Aku tahu kau tidak bermutu. Tapi aku mencintaimu. Konyol kalau kupikir-pikir betapa kerasnya aku berusaha merasa terhibur dengan hal-hal yang kau sukai, dan betapa inginnya aku menyembunyikan darimu bahwa aku tidaklah bebal, vulgar, suka bergosip, dan tolol. Aku tahu betapa takutnya kau pada kecerdasan, dan aku berusaha sebisa mungkin untuk membuatmu mengira bahwa aku sama tololnya seperti laki-laki yang kau kenal. Aku tahu kau mau menikah denganku hanya supaya tidak kehilangan muka. tapi aku sangat mencintaimu, jadi aku tidak peduli. Kebanyakan orang, sejauh yang kulihat, kalau mereka mencintai seseorang dan cinta mereka tidak berbalas, mereka akan merasa sangat sedih. Mereka menjadi marah dan getir. Aku tidak seperti itu. Aku tidak pernah mengharapkan kau mencintaiku, aku tidak melihat alasan apa pun yang membuatmu bisa mencintaiku, aku tidak pernah menganggap diriku layak dicintai. Aku bersyukur sudah diperbolehkan mencintaimu, dan aku sangat bahagia kalau sesekali kupikir kau merasa senang padaku, atau kalau kulihat di matamu ada sedikit saja binar-binar rasa sayang. Aku mencoba tidak membuatmu bosan dengan cintaku, aku tahu itu tidak boleh terjadi, dan aku selalu waspada memperhatikan kalau ada tanda-tanda kau mulai tidak sabar dengan kasih sayangku. Apa yang sebagian besar suami dianggap sebagai hak mereka, rela kuterima sebagai sesuatu yang diberikan karena belas kasihan."
Terasa banget kan gimana perasaan Walter?

Saya tidak suka karakter Kitty, terlalu ambisius dan seenaknya sendiri, tidak memikirkan perasaan orang lain, sifat dia tidak jauh beda dengan ibunya yang juga sangat mendominan dalam rumah tangga, yang menyetir keputusan-keputusan suaminya. Di Mei-tan-fu dia mulai berubah, tahu kalau Townsend tidak benar-benar mencintainya dan tahu kalau cinta Walter padanya mulai pudar.

Alurnya lumayan cepat, terjemahannya enak dibaca, minim typo, tulisannya agak kecil tapi tidak terlalu mengganggu. Covernya bagus, kayak versi filmnya. Oh ya, buku ini sudah dibuat film pada tahun 2006 dengan pemain Naomi Watts sebagai Kitty dan Edward Norton sebagai Walter. Saya rasa mereka berdua cocok memerankan suami istri yang sama-sama terluka ini.
poster film-nya
Lalu bagaimana akhirnya? Apakah Kitty akan sadar dan akhirnya mencintai Walter? Apakah Walter benar-benar membawa ke daerah yang berbahaya itu untuk membunuh Kitty secara perlahan? Baca aja, buku ini akan menguras perasaanmu.

3.5 sayap untuk Walter yang patah hati



NB: Tentang Pengarang

William Somerset Maugham lagir pada tahun 1874 dan tinggal di Paris sampai ia berumur sepuluh tahun. Ia menuntut ilmu di King's School, Canterbury, dan di Heidelberg University. Ia pernah menghabiskan waktu di St. Thomas's Hospital untuk mempelajari ilmu kedokteran, namun kesuksesan novel pertamanya, Liza of Lambeth, yang diterbitkan pada tahun 1897, membuatnya memilih untuk menulis. Of Human Bondage, karya besarnya yang pertama, diterbitkan pada tahun1915, dan dengan dikeluarkannya The Moon and Sixpence pada tahun 1919, reputasinya sebagai penulis pun semakin mantap. Dan pada saat yang sama posisinya sebagai penulis naskah drama juga terkonsolidasi. Dramanya yang pertama, A Man of Honour, diikuti dengan serangkaian sukses tepat sebelum dan sesudah Perang Dunia Pertama pecah, dan kariernya di teater baru berakhir pada tahun 1933 dengan Sheepy.

Ketenarannya sebagai penulis  cerita pendek dimulai dengan The Trembling of a Leaf, dengan subjudul Little Stories of the South Sea Islands, pada tahun1921, setelah ia mempublikasikan lebih dari sepuluh kumpulan. Karya-karyanya yang lain mencakup travel book seperti On a Chinese Screen dan Don Fernando, esai, kritik, dan authobiografi The Summing Up dan A Writer's Notebook.


Pada tahun 1927, Somerset Maugham menetap di Prancis Selatan dan tinggal di sana sampai meninggal dunia pada tahun 1965.

Rabu, 02 November 2011

Cinta Pertama


Selain Non Fiksi untuk baca bareng bulan November, para BBI-er juga mengusung tema #SavePustakaJaya, buku yang saya baca adalah Cinta Pertama karya penulis dari Rusia, Ivan Turgenev. Awal dapet buku ini, weh tipis kaleee, makanya disebut novelet, hehe. Sebenarnya berharap banyak sama buku ini, mengacu pada Wuthering Heights yang sama-sama klasik, saya berharap sebagus buku yang suram itu, yah, memang buku ini suram tapi kurang.

Jujur saja saya bingung sama isi ceritanya, dikarenakan terjemahannya yang sulit dicerna. Saya maklum kalau ini terbitan lawas, cetakan pertama saja tahun 1972, lah saya belum lahir itu. Pertama kali terbit tahun 1860, diterjemahkan oleh Rusman Sutiasumarga ke bahasa Indonesia memalui bahasa Belanda. Cinta Pertama juga pernah diterjemahkan ke bahasa Sunda, dimuat bersambung dalam Majalah Sunda tahun 1965 (dengan judul Baleg Tampele) Tapi buku yang saya beli ini terbitan tahun 2009 dan cetakan keempat, apakah tidak bisa diterjemahkan ulang sebelum dicetak lagi? Mungkin buat beberapa orang tidak masalah, tapi saya tidak dapat menikmatinya, tidak mendapatkan 'feel' ceritanya, alhasil saya berulang-ulang mencernanya sampai capek.

Inti yang saya dapat adalah cerita ini bersetting di Moskow pada tahun 1833, ada seorang laki-laki berusia 16 tahun, Vladimir Petrovitsy, yang jatuh cinta kepada tetangganya yang cantik jelita, perempuan itu lebih tua darinya, berusia 21 tahun, putri Zinaida Alexandrovna. Walaupun berdarah bangsawan, keluarga Zazekina termasuk miskin, rumah yang disewanya pun hampir roboh. Namun berkad kecantikannya banyak pemuda lain yang mengejar-ngejar demi mendapatkan hatinya. Vladimir pun memberanikan diri bertemu dengan Zinaida. Gadis yang terlihat angkuh itu tahu kalau pemuda yang malu-malu datang itu suka padanya, diapun memanfaatkannya sebagai pengawal. Apakah Vladimir akan mendapatkan cinta pertama yang tak terlupakan?

Selain terjemahannya, kisah ceritanya pun tidak banyak konflik, saya merasa Zinaida itu lebih menyukai ayah Vladimir (ini pemahaman saya waktu membacanya loh), Vladimir yang tidak dekat dengan ayahnya dan dia itu lembek, tidak gentle, tidak bisa membuat saya jatuh cinta pada karakternya. Tapi saya suka covernya, mencerminkan isi cerita. Ada perkataan ayah Vladimir yang saya suka walaupun saya bingung akan artinya:
"Hati-hatilah memelihara kecintaan seorang perempuan, hati-hatilah menjaga kebahagiaan yang beracun."
2 sayap untuk kebingunggan saya.

NB:

Tentang Penulis
Ivan Turgenev adalah pengarang Rusia pertama yang memberi gambaran gamblang tentang keadaan Rusia pada abad ke-19. Penulis prosa Rusia ini dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1818 di Oryol, rusia, sebagai anak seorang tuan tanah. Ia belajar di universitas Petersburg, kemudian di Berlin (1838-1844), tempat ia menetap seterusnya. Karyanya lebih mudah dipahami daripada Tolstoy dan Dostoyevsky. Pada mulanya ia menulis sejak 1834. Namun ia menjadi terkenal baru setelah menulis novelet Chorji dan Kalinstj tahun (1847) yang melukiskan dua tipe petani dengan segala kebebasan individunya. A Sportsman's Sketches (1852), merupakan dakwaan atas perbudakan. Kemudian terbit buku-buku romannya yang lain, berjudul Rudin (1855), A Nest of Gentlefolk (1858), On The Eve (1860), Father and Son (1861) yang pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Noer St. Iskandar dengan judul Peredaran Zaman, melukiskan pertentangan antara dua generasi. Turgenev meninggal tahun 1883 di Bougival dekat Paris, dan setelah ia meninggal barulah bukunya yng berjudul Sajak-sajak dalam Prosa terbit, berisi tinjauan tentang rakyat Rusia yang ditulis dalam gaya yang indah serta sempurna.

Cinta Pertama
by I.S Turgenev
Diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Rusman Sutiasumarga
Penerbit: PT Dunia Pustaka Jaya
Desain Sampul: Muhammad Roniyadi
ISBN: 978-979-419-354-9
Cetakan keempat, 2009
173 halaman

Selasa, 31 Mei 2011

-Wuthering Heights-



Penulis: Emily Bronte
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, April 2011
ISBN: 978-979-22-6278-9
488 halaman

Sebenernya genre klasik bukan menu favorit saya, gak tau juga sih alasannya. Klasik, gak asik ah, hehehe. Tapi karena buku ini menjadi baca bareng sama teman-teman mau gak mau saya harus ngikut. Saya bacanya pun di akhir-akhir bulan, alias tidak terlalu antusias. Yang membuat saya sangat penasaran itu, ini buku sering menjadi acuan buku lain, maksudnya waktu saya baca Eclipse, Éclair, Mc Gregors (seri keberapa lupa) juga menyinggung sedikit tentang Wuthering Heights, kenapa buku ini sangat melegenda????
Sebenernya simple, kalau saja Mr. Earnshaw tua tidak memungut seorang gipsi kecil di pinggir jalan, maka kemelut keluarga yang sangat ruwet di buku ini tidak akan terjadi.

Awal baca bingung sama si pencerita. Diawali dengan kunjungan Mr. Lockwood ke Wuthering Heights sehubungan dengan Thrushcross Grage, rumah yang akan disewanya. Dia sangat penasaran akan penghuni rumah yang kelihatan suram dan kelam itu, mereka sama sekali tidak ramah, dia pun mengorek masa lalu mereka melalui Mrs. Dean,pelayan yang sudah 20 tahun melayani keluarga tersebut. Si pencerita pun beralih ke Mrs. Dean, kembali ke masa lalu.

Mr. Earnshaw, ayah Hindley dan Cathy pulang dari Liverpool membawa seorang bocah gipsi yang kotor, compang-camping dan diberi nama Heathcliff. Hindley sangat membenci Heathcliff karena merasa dia telah merebut kasih sayang orang tuanya, sedangkan Catherine, dia awalnya juga membenci tapi lama kelamaan menjadi akrab karena merasa cocok, mereka hiperaktif dan nakal. Kebahagian Heathcliff tidak bertahan lama, setelah Earnshaw tua meninggal, Hidley pun menjadi ahli waris dan menjadikan Heathcliff sebagai pelayan dan penjaga kuda dirumahnya sendiri, Catherine tetap berteman dengannya, semakin akrab, saling menyayangi. Sampai suatu ketika karena kenakalan mereka Catherine cedera di rumah keluarga Linton dan dia harus menginap disana selama lima minggu. Heathciff merasa marah dan merasa Catherine telah melupakannya, menganggap kalau sekarang dia lebih memilih Edgar Linton. Catherine pun punya rencana sendiri, dia akan menikah dengan Edgar karena keluarganya kaya raya sehingga nanti dia bisa membantu Heathcliff berubah menjadi terpandang juga, tapi Heathciff malah menganggap kalau Catherine menghinanya, tidak mencintainya, dia pun kabur dari rumah dan berjanji akan menjadi lebih kaya.

2 tahun berlalu dan Heathciff pun kembali dengan penampilan yang sangat berbeda, lebih santun, kaya raya dan terlihat terpelajar, Catherine juga sudah menikah dengan Edgar. Sebenernya Edgar tidak suka dengan kehadiran Heathciff tetapi karena istrinya sangat bahagia melihat teman kecilnya kembali dia pun memperbolehkan orang yang dibencinya itu menjadi tamu tetap di Thrushcross Grage. Kalau Heathcliff menjadi kaya raya, lain lagi dengan Hindley, sejak istrinya meninggal hidupnya hancur, anaknya, Hereton sama sekali terlupakan, bodoh, menjadi pelayan di rumahnya sendiri. Dia kecanduan judi dan terpaksa berhutang kepada Heathcliff. Dengan otaknya yang licik, Heathcliff mulai melancarkan balas dendam, dia menjadi pemilik Wuthering Heights setelan Hindley meninggak karena overdosis alcohol, menjadikan Hareton yang seharusnya menjadi ahli waris sebagai budak di rumahnya sendiri, dia kawin lari dengan Isabella Linton yang tergila-gila padanya walaupun sudah diperingatkan kakaknya dan Catherine kalau Heathcliff bukanlah pria yang seperti dibayangkannya, dia kejam, licik, kasar. Edgar Linton pun mengganggap Isabella bukan adiknya lagi dan melarang mereka menginjak Thrushcross Grage. Setelah menikah, Isabella menyadari bila ucapan kakanya ternyata benar, dia diperlakukan dengan kasar oleh penghuni Wuthering Heights, disuruh melayani dirinya sendiri. Dia pun berhasil melarikan diri dan melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Linton, ingin membuang kenangan Heathcliff dari kehidupannya. Catherine meninggal sewaktu melahirkan anaknya, Edgar sangat terpukul karena dia sangat mencintai istrinya, awalnya dia mengabaikan buah hatinya tapi sadar kalau dialah satu-satunya yang peninggalan istrinya, dia menamai anaknya itu seperti nama Ibunya dan dipanggil Cathy.

Isabella meninggal karena sakit dan meminta Linton agar diasuh oleh kakaknya. Edgar pun menjemput Linton dan Cathy sangat antusias karena dia akan mempunyai teman baru. Tapi kematian Isabella juga di dengar oleh Heathcliff, dia menuntut haknya atas perwalian Linton. Wuthering Heights sangat terlarang untuk Cathy, ayahnya dan Mrs. Dean selalu menyembunyikan keberadaanya, tapi Heathcliff punya cara lain untuk menarik Cathy agar pergi ke Wuthering Heights, dengan mengiming-iming kalau sepupunya yang sewaktu kecil ingin ditemuinya ada di rumah itu. Rencana Heathcliff adalah membuat dua sepupu itu jatuh cinta dan menguasai kekayaan dua keluarga itu.

Perasaan sewaktu membaca ini adalah kasihan dan jengkel. Bagaimana tidak? Sepanjang cerita isinya hanya dendam, dendam, dendam. Oh kisah cinta tentu ada walaupun juga diceritakan sangat tragis. Cinta Heathcliff kepada Catherine, sebenernya mereka saling mencintai tapi karena Heatchliff yang tidak mau bersabar dan merasa terhina karena miskin, ingin melancarkan balas dendam kepada Edgar yang sangat mencintai Catherine. Catherine kalau menurutku sangat egois, kalau sejak awal dia sudah mencintai Heathcliff seharusnya dia mengatakannya bukan malah menikahi orang lain demi meningkatkan derajadnya yang nantinya bisa merubah Heathcliff. Kalimat yang menurutku menunjukkan keegoisan Catherine ada di hal. 120, “Cintaku kepada Linton seperti dedaunan di hutan: waktu akan mengubahnya, aku sadar sekali itu, sebagaimana musim dingin mengubah pepohonan. Cintaku kepada Heathcliff menyerupai karang-karang abadi di bawah – sumber dari sedikit saja kesenangan yang terlihat, tetapi perlu….” Tokoh favoritku adalah Hareton, orang yang paling sial kalau menurut ku, sebenarnya Hidley juga sangat menyayanginya tapi caranya salah, dia tidak dididik dengan baik, tidak ada pelayan perempuan seperti Mrs. Dean yang mengajarinya, dia menjadi bodoh dan sangat penurut kepada Heathcliff tapi aku mulai sangat menyukainya pada saat cerita akan berakhir, bagaimana dia mulai membuka hatinya untuk Cathy dan dia adalah orang yang paling berduka ketika kematian Heathcliff, tokoh paling saya sebali adalah Joseph, dia itu pelayan tapi omongannya kepada orang lain, terlebih lagi majikannya sangat tidak mencerminkan kesopanan, kata-katanya begitu kasar. Cathy sangat tegar, bagaimana dia menerima perlakuan Heathcliff sewaktu berusaha menemui ayahnya yang sedang sekarat, dia tidak pantang menyerah. Linton, dia sangat lemah dan sangat pengecut. Dan yang terakhir adalah Heathcliff, walaupun dia sangat kejam, tapi aku merasa kasihan padanya, ya kasihan, dia memang berhasil membalas dendam kepada keluarga Linton dan Earnshaw tapi lalu apa yang dia dapat setelahnya??? Tetap kesepian.
Adegan paling favorit adalah ketika Cathy mulai mendekati Hareton, dia cerdik, mengupayakan segala cara agar Hareton mau untuk memafkannya karena dia sering menyebut Hareton bodoh, memandanganya, untuk memberitahu kalau dia itu adalah sepupunya.

Kalimat yang paling kasar, kejam, kasihan, rasa cinta yang diutarakan Heathcliff adalah di hal. 415, “Akan kuceritakan kepadamu apa yang aku perbuat kemarin! Aku menyuruh penjaga kuburan yang sedang mengali kuburan Linton, untuk mengali timbunan tanah diatas peti mati Catherine, dan aku membukannya. Aku berpikir dulu aku pasti sudah tak mau berpindah dari situ: sewaktu aku melihat wajahnya lagi—masih tetap sama seperti dulu! – si penjaga kuburan harus bersusah payah menyuruhku pergi; tapi dia berkata mayatnya akan berubah kalau terkena udara, jadi aku memukul peti mati sampai terlepas, dan menutupinya: bukan sisi tempat makam Linton, persetan dia!  Andai saja dia dipatri dengan timah. Dan aku menyogok si penjaga kuburan untuk mengeluarkan mayatnya kalau aku sudah dikuburkan disana, dan mengeluarkan mayatku juga; akan kuatur demikian. Jadi, pada waktu Linton menemukan kami, dia takkan tahu yang mana aku, dan yang mana Catherine!” Singkat kata, dia dimakamkan ditengah-tengah makam Catherine dan Edgar.

Yang membuat cerita ini melegenda adalah banyak orang melihat hantu Heathcliff dan Catherine bergentayangan di dekat gereja, di padang rumput, dan tentu saja di Wuthering Heights. Mungkin mereka tidak berbahagia di dunia yang fana ini, tapi berbahagia di dunia entah apa itu, hehehe. Untuk pemula pembaca klasik, Wuthering Heights ternyata asik :D
4 sayap untuk kuda poni Cathy :D

Note: hati-hati ya kalau melewati Wuthering Heights, cocok untuk uji nyali rumah itu ;p

[Book Review] Wuthering Heights by Emily Bronte




Penulis: Emily Bronte
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, April 2011
ISBN: 978-979-22-6278-9
488 halaman

Sebenernya genre klasik bukan menu favorit saya, gak tau juga sih alasannya. Klasik, gak asik ah, hehehe. Tapi karena buku ini menjadi baca bareng sama teman-teman mau gak mau saya harus ngikut. Saya bacanya pun di akhir-akhir bulan, alias tidak terlalu antusias. Yang membuat saya sangat penasaran itu, ini buku sering menjadi acuan buku lain, maksudnya waktu saya baca Eclipse, Éclair, Mc Gregors (seri keberapa lupa) juga menyinggung sedikit tentang Wuthering Heights, kenapa buku ini sangat melegenda????

Sebenernya simple, kalau saja Mr. Earnshaw tua tidak memungut seorang gipsi kecil di pinggir jalan, maka kemelut keluarga yang sangat ruwet di buku ini tidak akan terjadi.

Awal baca bingung sama si pencerita. Diawali dengan kunjungan Mr. Lockwood ke Wuthering Heights sehubungan dengan Thrushcross Grage, rumah yang akan disewanya. Dia sangat penasaran akan penghuni rumah yang kelihatan suram dan kelam itu, mereka sama sekali tidak ramah, dia pun mengorek masa lalu mereka melalui Mrs. Dean,pelayan yang sudah 20 tahun melayani keluarga tersebut. Si pencerita pun beralih ke Mrs. Dean, kembali ke masa lalu.

Mr. Earnshaw, ayah Hindley dan Cathy pulang dari Liverpool membawa seorang bocah gipsi yang kotor, compang-camping dan diberi nama Heathcliff. Hindley sangat membenci Heathcliff karena merasa dia telah merebut kasih sayang orang tuanya, sedangkan Catherine, dia awalnya juga membenci tapi lama kelamaan menjadi akrab karena merasa cocok, mereka hiperaktif dan nakal. Kebahagian Heathcliff tidak bertahan lama, setelah Earnshaw tua meninggal, Hidley pun menjadi ahli waris dan menjadikan Heathcliff sebagai pelayan dan penjaga kuda dirumahnya sendiri, Catherine tetap berteman dengannya, semakin akrab, saling menyayangi. Sampai suatu ketika karena kenakalan mereka Catherine cedera di rumah keluarga Linton dan dia harus menginap disana selama lima minggu. Heathciff merasa marah dan merasa Catherine telah melupakannya, menganggap kalau sekarang dia lebih memilih Edgar Linton. Catherine pun punya rencana sendiri, dia akan menikah dengan Edgar karena keluarganya kaya raya sehingga nanti dia bisa membantu Heathcliff berubah menjadi terpandang juga, tapi Heathciff malah menganggap kalau Catherine menghinanya, tidak mencintainya, dia pun kabur dari rumah dan berjanji akan menjadi lebih kaya.

2 tahun berlalu dan Heathciff pun kembali dengan penampilan yang sangat berbeda, lebih santun, kaya raya dan terlihat terpelajar, Catherine juga sudah menikah dengan Edgar. Sebenernya Edgar tidak suka dengan kehadiran Heathciff tetapi karena istrinya sangat bahagia melihat teman kecilnya kembali dia pun memperbolehkan orang yang dibencinya itu menjadi tamu tetap di Thrushcross Grage. Kalau Heathcliff menjadi kaya raya, lain lagi dengan Hindley, sejak istrinya meninggal hidupnya hancur, anaknya, Hereton sama sekali terlupakan, bodoh, menjadi pelayan di rumahnya sendiri. Dia kecanduan judi dan terpaksa berhutang kepada Heathcliff. Dengan otaknya yang licik, Heathcliff mulai melancarkan balas dendam, dia menjadi pemilik Wuthering Heights setelan Hindley meninggak karena overdosis alcohol, menjadikan Hareton yang seharusnya menjadi ahli waris sebagai budak di rumahnya sendiri, dia kawin lari dengan Isabella Linton yang tergila-gila padanya walaupun sudah diperingatkan kakaknya dan Catherine kalau Heathcliff bukanlah pria yang seperti dibayangkannya, dia kejam, licik, kasar. Edgar Linton pun mengganggap Isabella bukan adiknya lagi dan melarang mereka menginjak Thrushcross Grage. Setelah menikah, Isabella menyadari bila ucapan kakanya ternyata benar, dia diperlakukan dengan kasar oleh penghuni Wuthering Heights, disuruh melayani dirinya sendiri. Dia pun berhasil melarikan diri dan melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Linton, ingin membuang kenangan Heathcliff dari kehidupannya. Catherine meninggal sewaktu melahirkan anaknya, Edgar sangat terpukul karena dia sangat mencintai istrinya, awalnya dia mengabaikan buah hatinya tapi sadar kalau dialah satu-satunya yang peninggalan istrinya, dia menamai anaknya itu seperti nama Ibunya dan dipanggil Cathy.

Isabella meninggal karena sakit dan meminta Linton agar diasuh oleh kakaknya. Edgar pun menjemput Linton dan Cathy sangat antusias karena dia akan mempunyai teman baru. Tapi kematian Isabella juga di dengar oleh Heathcliff, dia menuntut haknya atas perwalian Linton. Wuthering Heights sangat terlarang untuk Cathy, ayahnya dan Mrs. Dean selalu menyembunyikan keberadaanya, tapi Heathcliff punya cara lain untuk menarik Cathy agar pergi ke Wuthering Heights, dengan mengiming-iming kalau sepupunya yang sewaktu kecil ingin ditemuinya ada di rumah itu. Rencana Heathcliff adalah membuat dua sepupu itu jatuh cinta dan menguasai kekayaan dua keluarga itu.

Perasaan sewaktu membaca ini adalah kasihan dan jengkel. Bagaimana tidak? Sepanjang cerita isinya hanya dendam, dendam, dendam. Oh kisah cinta tentu ada walaupun juga diceritakan sangat tragis. Cinta Heathcliff kepada Catherine, sebenernya mereka saling mencintai tapi karena Heatchliff yang tidak mau bersabar dan merasa terhina karena miskin, ingin melancarkan balas dendam kepada Edgar yang sangat mencintai Catherine. Catherine kalau menurutku sangat egois, kalau sejak awal dia sudah mencintai Heathcliff seharusnya dia mengatakannya bukan malah menikahi orang lain demi meningkatkan derajadnya yang nantinya bisa merubah Heathcliff. Kalimat yang menurutku menunjukkan keegoisan Catherine ada di hal. 120, “Cintaku kepada Linton seperti dedaunan di hutan: waktu akan mengubahnya, aku sadar sekali itu, sebagaimana musim dingin mengubah pepohonan. Cintaku kepada Heathcliff menyerupai karang-karang abadi di bawah – sumber dari sedikit saja kesenangan yang terlihat, tetapi perlu….” Tokoh favoritku adalah Hareton, orang yang paling sial kalau menurut ku, sebenarnya Hidley juga sangat menyayanginya tapi caranya salah, dia tidak dididik dengan baik, tidak ada pelayan perempuan seperti Mrs. Dean yang mengajarinya, dia menjadi bodoh dan sangat penurut kepada Heathcliff tapi aku mulai sangat menyukainya pada saat cerita akan berakhir, bagaimana dia mulai membuka hatinya untuk Cathy dan dia adalah orang yang paling berduka ketika kematian Heathcliff, tokoh paling saya sebali adalah Joseph, dia itu pelayan tapi omongannya kepada orang lain, terlebih lagi majikannya sangat tidak mencerminkan kesopanan, kata-katanya begitu kasar. Cathy sangat tegar, bagaimana dia menerima perlakuan Heathcliff sewaktu berusaha menemui ayahnya yang sedang sekarat, dia tidak pantang menyerah. Linton, dia sangat lemah dan sangat pengecut. Dan yang terakhir adalah Heathcliff, walaupun dia sangat kejam, tapi aku merasa kasihan padanya, ya kasihan, dia memang berhasil membalas dendam kepada keluarga Linton dan Earnshaw tapi lalu apa yang dia dapat setelahnya??? Tetap kesepian.

Adegan paling favorit adalah ketika Cathy mulai mendekati Hareton, dia cerdik, mengupayakan segala cara agar Hareton mau untuk memafkannya karena dia sering menyebut Hareton bodoh, memandanganya, untuk memberitahu kalau dia itu adalah sepupunya.

Kalimat yang paling kasar, kejam, kasihan, rasa cinta yang diutarakan Heathcliff adalah di hal. 415, “Akan kuceritakan kepadamu apa yang aku perbuat kemarin! Aku menyuruh penjaga kuburan yang sedang mengali kuburan Linton, untuk mengali timbunan tanah diatas peti mati Catherine, dan aku membukannya. Aku berpikir dulu aku pasti sudah tak mau berpindah dari situ: sewaktu aku melihat wajahnya lagi—masih tetap sama seperti dulu! – si penjaga kuburan harus bersusah payah menyuruhku pergi; tapi dia berkata mayatnya akan berubah kalau terkena udara, jadi aku memukul peti mati sampai terlepas, dan menutupinya: bukan sisi tempat makam Linton, persetan dia!  Andai saja dia dipatri dengan timah. Dan aku menyogok si penjaga kuburan untuk mengeluarkan mayatnya kalau aku sudah dikuburkan disana, dan mengeluarkan mayatku juga; akan kuatur demikian. Jadi, pada waktu Linton menemukan kami, dia takkan tahu yang mana aku, dan yang mana Catherine!” Singkat kata, dia dimakamkan ditengah-tengah makam Catherine dan Edgar.

Yang membuat cerita ini melegenda adalah banyak orang melihat hantu Heathcliff dan Catherine bergentayangan di dekat gereja, di padang rumput, dan tentu saja di Wuthering Heights. Mungkin mereka tidak berbahagia di dunia yang fana ini, tapi berbahagia di dunia entah apa itu, hehehe. Untuk pemula pembaca klasik, Wuthering Heights ternyata asik :D
4 sayap untuk kuda poni Cathy :D

Note: hati-hati ya kalau melewati Wuthering Heights, cocok untuk uji nyali rumah itu ;p

Jumat, 06 Mei 2011

Last Tango In Paris


Pengarang: Robert Alley
Judul asli: Last Tango In Paris, terbitan Pan Books, London 1973
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: I, Januari 2011
Karakter: Paul, Jeanne
256 halaman
goodreads: http://bit.ly/hMTvtU

Akhirnya beli juga kemaren. Apa yang mesti saya resensi dari buku ini?
“tampak dua orang melintasi jembatan, menuju arah yang sama, terjerembab dalam irama yang saling berbalas, mesti mereka tak pernah menduganya. Mereka sebelumnya tak pernah bertemu dan tak bisa menjelaskan momen aneh yang secara kebetulan mempertemukan mereka. Bagi keduanya, jembatan, hari itu, pemandangan kota Paris, serta kondisi keberadaan mereka memiliki makna yang sungguh berbeda.” Hal. 6.
Mereka pertama kali bertemu di jembatan itu kemudian saling melirik di sebuah apartemen yang dicari Jeanne untuk dirinya dan tunagannya. Ketika dia membuka sebuah kamar untuk melihatnya ternyata dia ada disana, Paul, pria berusia 45 tahun yang mempunyai wajah tampan tapi terkesan dingin, yang sangat menarik dimata Jeanne. Dengan pertemuan singkat mereka, kata yang sedikit terucap, mereka langsung melakukan “bobok bareng.” Di apartemen itu, telah menjadi saksi sejarah dua beban berat yang ingin dilepas oleh diri masing-masing, Paul yang tidak mengerti kenapa istrinya bunuh diri dan Jeanne dengan tunangannya yang terobsesi menjadi sutradara, dimana dia harus menjadi artisnya, dua kekecewaan menjadi satu, berusaha saling melepaskan.
Mungkin itu saja yang bisa saya katakan.
Tertarik baca ini karena pernah menjadi salah satu bacaan yang dipilih program baca bareng di goodreads tapi baru kesampaian baca kemarin. Melirik para review yang sudah ada, mereka menjelaskan kalau isi buku ini melulu soal sex. Memeng sih, Paul dan Jeanne selalu “bobok bareng” ketika mereka dengan sengaja ataupun tanpa sengaja pergi ke apartemen itu, tapi kalau menurutku tidak terlalu gimana ya, sedikit vulgar lah, soalnya masih banyak juga harlequin ataupun historical romance yang jauh lebih parah. Selain itu,kata-kata Paul disini juga sangat kejam dan kotor, gak habis pikir si Jeanne mau aja digituin apalagi di adegan itu (tidak mau menjelaskan ah), hmm dia memang sebenernya menolak sih hihihihi.
Berbicara sedikit tentang filmnya yang saya dapat dari lembar terakhir di buku ini, novel Robert Alley ini ditulis berdasarkan sebuah film drama romantic (yang seharusnya tragis) legendaris, Last Tango in Paris (1972—Ultimo Tango A Parigi). Film yang diproduseri oleh Alberto Grimaldi dan di sutradarai oleh sineas terkemuka Bernado Bertolucci berdasarkan scenario yang ditulisnya sendiri bersama Franco Arcalli dan Agnes Varda. Tokoh Paul di film ini diperankan oleh actor top saat itu, Marlon Brando. Sementara, Jeanne diperankan oleh Maria Schneider. Atas perannya di film ini, Brando dinominasikan meraih Oscar sebagai actor terbaik, sedangkan Bertolucci dicalonkan sebagai sutradara terbaik dalam ajang Academy Award 1973. Film ini juga menyulut kontroversi karena muatan seksualitasnya yang dianggap sangat eksplisit dan sempat berurusan dengan lembaga sensor diberbagai Negara. Namun, para kritikus mengganggapnya sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Hmmmm, cuman mikir tahun 1972 dan 2011 apakah kadar sensornya masih sama???? =))

3 sayap untuk akhir yang tragis.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...