Tampilkan postingan dengan label Ice Cube. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ice Cube. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juli 2017

Resensi: What I Wish I Had Known (And Other Lessons You Learned In Your 20s) Karya Marcella Purnama

Judul buku: What I Wish I Had Khown (And Other Lessons You Learned In Your 20s)
Penulis: Marcella Purnama
Editor: Anida Nurrahmi
Ilustrator & cover artist: Nabila Adani
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-602-424-357-9
Cetakan pertama, 2017
208 halaman
Buntelan dari @icecube_publish
I’ve lived my whole life following people and taking their choices as mine. I will dream a new dream, a dream that’s totally my own, and I will work hard to get it.

Ever since her acceptance letter to study abroad arrived at her inbox, nothing in Marcella Purnama’s life has gone according to plan. Instead of choosing Science, like her two older sisters did before her, she steered path to study Arts—a degree so alien to both her families and friends. But as she traveled thousands miles away, struggled with English, had her first byline and went back home to apply for her first job, Marcella realized that plans are meant to be changed. Full of relatable tales of horrific group work, falling in love, first job interview and quarter-life crisis, this illuminating account follows how a young adult grapples with life’s small and big questions, and the lessons learned along the way.

Jumat, 04 November 2016

Resensi: Haru no Sora Karya Laili Muttamimah

Judul buku: Haru no Sora (YARN #2)
Penulis: Laili Muttamimah
Penyunting: Anida Nurrahmi
Perancang sampul dan isi: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0817-3
Cetakan pertama, Februari 2015
298 halaman
Buntelan dari @Laails
“Aku berharap musim dingin dapat membekukan rasa sakitku,” ujarku lirih.

“Begitu?” tanya laki-laki itu, asap putih yang hangat keluar dari mulutnya. “Kau pikir, ketika rasa sakit itu membeku, kau tidak akan merasakan sakit lagi?”

“Mungkin begitu.”

“Kurasa kau tidak akan bisa membekukan rasa sakitmu.”

“Kenapa?”

“Karena rasa sakitmu akan mencair ketika musim semi tiba.”


Tiap tahun, Miyazaki Sora selalu menantikan kedatangan musim dingin. Titik-titik putih yang jatuh dari langit berarti tiba waktunya untuk bermain di halaman bersama sang ayah, sementara si ibu akan menyiapkan hidangan lezat di meja makan. Di balik gunungan salju yang menumpuk di halaman, Sora menemukan kehangatan kasih sayang kedua orangtuanya. Namun itu dulu. Sebelum suatu rahasia yang terbongkar di musim dingin tiga tahun lalu merenggut nyawa ibunya. Sebelum judi dan alkohol menjerat perhatian ayahnya. Sebelum Sora memilih melanjutkan hidupnya dengan menapaki jalan yang salah.

Minggu, 05 Juni 2016

Resensi: Buku Tantangan Dash & Lily Karya Rachel Cohn dan David Levithan

Judul buku: Dash & Lily's Book of Dares - Buku Tantangan Dash & Lily (Dash & Lily #1)
Penulis: Rachel Cohn dan David Levithan
Penerjemah: Karen Priyanka
Penyunting: Anida Nurrahmi
Penata letak dan perancang sampul: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Pop
ISBN: 978-602-6208-00-2
Cetakan pertama, April 2016
306 halaman
Buntelan dari @IceCube_Publish
Aku telah meninggalkan beberapa petunjuk untukmu.
Jika kau mau tahu, balik halaman ini.
Jika tidak, tolong kembalikan buku ini ke raknya.


Liburan kali ini Lily sendirian dan tidak punya teman untuk diajak bersenang-senang. Atas saran kakaknya, Lily meninggalkan sebuah jurnal merah di rak toko buku favoritnya, menanti seseorang untuk memecahkan teka teki di dalamnya.

Liburan kali ini Dash sendirian dan terlalu masa bodoh untuk diajak bersenang-senang. Namun jurnal merah yang Dash temukan di rak toko buku favoritnya berhasil membuat pemuda itu penasaran akan tantangan-tantangan yang Lily ajukan.

Liburan kali ini Dash dan Lily saling oper jurnal merah tempat mereka bertukar tantangan, mimpi, dan rahasia masing-masing tanpa pernah bertemu. Lalu apa yang terjadi berikutnya? Akankah permainan mereka berlanjut di dunia nyata? Atau haruskah keduanya menerima kenyataan bahwa jurnal merah telah mempermainkan nasib mereka?

Selasa, 23 Februari 2016

Resensi: Reva's Tale Karya Ruby Astari

Judul buku: Reva's Tale
Penulis: Ruby Astari
Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
Perancang sampul dan isi: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0870-8
Cetakan pertama, Mei 2015
202 halaman
Hasil swap di IRF
Alkisah, di sebuah kastil di daerah pinggiran kota, hiduplah Sang Raja beserta Sri Ratu dan kedua putri mereka, yang masing-masing bergelar Tuan Putri dan Penjaga Kastil.

Selain mereka, di dalam kastil itu tinggal pula Pangeran Kecil, bocah tampan, baik hati, dan polos, putra semata wayang Tuan Putri.

Siapa ayahnya?

Sang Monster.


Setelah tiga tahun tidak bertemu. Jenar tidak menemukan ada perubahan dalam diri Reva, sahabatnya. Reva masih suka menulis cerita, bicaranya selalu ceplas-ceplos, dan hubungan cewek itu dengan kakaknya tetap buruk. Namun sejak kecelakaan yang menimpa keponakan kesayangannya dan disusul oleh kematian sang ayah, Reva menutup diri, kabur dari rumah, dan menolak berkomunikasi dengan siapa pun. Jenar berusaha menghubungi sahabatnya itu dengan berbagai cara, termasuk lewat Facebook, media sosial yang paling sering digunakan Reva. Dari situ Jenar menemukan kumpulan dongeng yang ditulis Reva, tentang Kastil Sunyi dan para penghuninya. Tapi… kenapa intrik dalam dongeng itu sangat mirip dengan apa yang terjadi dengan keluarga Reva? Apa ada hubungannya dengan alasan Reva kabur dari rumah?

Senin, 22 Februari 2016

Resensi: Singapore Begins Karya Agata Barbara

Judul buku: Singapore Begins
Penulis: Agata Barbara
Penyunting: Anida Nurrahmi
Perancang sampul dan isi: Teguh Tri Erdyan
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0843-2
Cetakan pertama, April 2015
229 halaman
Hasil swap di IRF
“Tepparapol Goptanisagorn.”

“Hah?” ujar Kanna spontan tanpa dia sadari.

“Namaku. Tepparapol Goptanisagorn,” sang cowok mengulangi, kali ini dengan sedikit lebih lambat.

Kanna mengerjap.
Tep… teppa… Gopta… “Apa?”

Kanna tahu dia bukan anak kesayangan Mama-Papa, tapi dibuang ke Singapura tidak pernah ada dalam rencana hidupnya. Namun apa boleh buat, hasil tes kepribadiannya yang minus membuat keputusan orangtuanya tak dapat diganggu gugat. Dan di sinilah Kanna akan tinggal sekarang, di sebuah rumah kos bersama empat orang lainnya dari empat negara berbeda pula. Baru saja menginjakkan kaki di sana, Kanna sudah disambut oleh ibu kos superheboh. Dia juga harus berbagi kamar dengan gadis bule yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengannya. Oh, dan suara tangisan siapa itu dari lantai dua? Cuma setahun, sih, tapi bagaimana cara Kanna bertahan kalau menyebutkan nama salah satu housemate-nya saja sudah begitu sulit?

Jumat, 19 Februari 2016

Resensi: Sebelas Karya Dya Ragil

Judul buku: Sebelas
Penulis: Dya Ragil
Penyunting: Rina Fatiha
Perancang sampul dan isi: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0858-6
Cetakan pertama, Mei 2015
277 halaman
Hasil swap di IRF
“Boleh berapa pertanyaan?”

“Satu.”

Aku mencibir. “Pelit.”

“Pelit gimana? Aturan main kita kan dari dulu begitu.”

Aku bersedekap dan menatapnya lekat. “Simpel kok, kenapa Mas Bara berhenti main bola?”


Kembali ke Jogja, Rania tak habis pikir mengapa Mas Bara berhenti main bola. Penasaran dengan keputusan Mas Bara, Rania tergerak untuk mengorek informasi dari teman-teman terdekat Mas Bara. Penyelidikan Rania ternyata berujung pada perkenalannya dengan dua senior yang paling berpengaruh di ekskul sepakbola: Mas Danang yang berlagak sebagai pelatih dan Mas Bayu, kapten tim ekskul yang begitu membenci Rania dan Mas Bara. Ternyata mencari tahu alasan Mas Bara berhenti main memang tidak semudah membalikkan telapak tangan—sama dengan tidak mudahnya menjadi pesepak bola perempuan.

Kamis, 18 Februari 2016

Resensi: Summit Karya Peringga Ancala

Judul buku: Summit
Penulis: Peringga Ancala
Penyuting: Anida Nurrahmi
Perancang sampul dan isi: Teguh Tri Erdyan
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0871-5
Cetakan pertama, Mei 2015
193 halaman
Hasil swap di IRF
“Gue mau mendaki Rinjani. Seperti yang lo tahu, gue udah tertipu habis-habisan. Jadi, gue butuh pemandu dan—”

“Mendaki? Kau tidak salah? Mendaki sampai puncak Mahabiru?”

“Dengar, ya, gue ini punya misi penting. Lo nggak perlu tahu alasannya, yang pasti gue harus mendaki Rinjani. Terserah lo mau bilang apa!”

“Dan misimu itu lebih penting dari nyawamu?”


Bagi Lika si gadis suku Sasak asli, Rinjani adalah taman bermainnya sejak kecil. Berjam-jam mendaki jalur terjal menuju Danau Segara Anak, ia sudah ahli. Puncak Mahabiru pun sudah berkali-kali ia sambangi. Dan ia tak main-main saat mengatakan kalau mimpinya adalah menjadi trekking guide perempuan berlisensi. Sayangnya, Lika harus puas menjadi pemandu wisata keliling desa karena para pendaki lebih percaya trekking guide laki-laki. Kesempatan langka untuknya datang lewat Idan, pemuda kota yang sama sekali tak punya pengalaman mendaki tapi ngotot ingin menyentuh puncak Rinjani. Keduanya saling membutuhkan, namun keduanya sama-sama meragukan kemampuan masing-masing. Akankah pendakian ini berhasil, jika dari awal saja keduanya selalu berselisih?

Rabu, 17 Februari 2016

Resensi: Ocean Breeze Karya Cepi R. Dini

Judul buku: Ocean Breeze
Penulis: Cepi R. Dini
Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
Perancang sampul: Teguh Tri Erdyan
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0883-8
Cetakan pertama, Juni 2015
254 halaman
Hasil swap di IRF
“Jadi nama panjangmu….”

“Ocean Alamanda.”

“Walker.”

Ocean menggeleng. “Hanya Ocean Alamanda.”

“Akan menjadi Walker. Segera.” Brian berjanji.


Seumur hidup, Ocean hanya tinggal berdua dengan ibunya di Anchorage, Alaska, tanpa satu orang pun kerabat. Dan ketika ibunya meninggal dunia, Ocean sudah pasrah kalau harus tinggal di panti asuhan. Namun pengacaranya justru membawa kabar mengejutkan bahwa Ocean akan pindah ke Miami untuk tinggal dengan ayah kandungnya, Brian Walker. Meskipun Brian orang yang baik hati dan penyayang, sulit bagi Ocean untuk menerima dan mengakui pria asing itu sebagai ayahnya. Apalagi Brian ternyata sudah berkeluarga dan istrinya tidak menunjukkan tanda-tanda kesediaan menerima Ocean. Mau tidak mau, Ocean harus beradaptasi dengan keluarga, teman-teman, dan lingkungan barunya. Jauh dari kampung halamannya yang nyaman. Jauh dari pusara sang ibu.

Senin, 06 Juli 2015

Above The Stars by D. Wijaya | Book Review

Above The Stars (YARN #13)
Penulis: D. Wijaya
Penyunting: Anida Nurrahmi
Perancang sampul dan isi: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0884-5
Cetakan pertama, Juni 2015
248 halaman
Buntelan dari @authorde
“Kau tidak takut jatuh?” tanya Mia.



Danny menggeleng.



“Aku takut jatuh,” aku Mia dengan polos. “Kalau kau takut apa?”


Danny tidak langsung menjawab. Ia juga tidak menolakkan kaki ke tanah lagi untuk menambah kecepatan ayunan. Senyuman di wajahnya perlahan-lahan memudar. “Aku takut tidak bisa melihat selamanya.”

Menurut Danny Jameson, hidupnya tidak pernah mudah. Ia punya orangtua yang protektif, mesin tik Braille yang tidak dimiliki teman-temannya, dan semacam magnet yang menarik John Schueller untuk terus mengganggunya. Namun, yang paling buruk adalah ia punya sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Ketika Danny berpikir Mia Berry akan menjadi satu-satunya teman yang ia punya, Will Anderson datang dan mengubah hidupnya. Will memperlihatkan kepadanya dunia yang ingin ia lihat. Will juga membuat Danny mempertanyakan sesuatu tentang dirinya. Tapi, sebelum Danny sempat menemukan jawabannya, Will menghilang.

Rabu, 06 Mei 2015

Remedy by Biondy Alfian | Book Review

Remedy (Young Adult Realistic Novel #3)
Penulis: Biondy Alfian
Penyunting: Katrine Gabby Kusuma
Perancang sampul dan isi: Deborah Amadis Mawa
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0818-0
Cetakan pertama, Februari 2015
209 halaman
Buntelan dari @biondyalfian
"Lo yang nemuin dompet gue, kan?" tanya Navin.



"Ya," jawabku.



"Berarti lo sudah lihat semua isinya?"


"Ya," jawabku lagi.

"Berarti lo sudah-"

"Melihat kedua KTP-mu?" tanyaku. "Sudah."

Navin menarik napas panjang. Kedua matanya melotot padaku. Rahangnya tampak mengeras.

Ada yang aneh dalam diri Navin, si anak baru itu. Tania tidak sengaja menemukan dompetnya di tangga sekolah dan melihat di dalamnya ada dua KTP dengan data-data yang sama, hanya berbeda nama. Satunya tertera nama Navin Naftali, satunya lagi tertera nama Budi Sanjaya. Selain itu, ternyata Navin sudah berumur 20 tahun. Apa yang dilakukan seorang pria berumur 20 tahun di SMA? Sebagai seorang murid pula. Tania memutuskan untuk mencari tahu kebenaran tentang identitas ganda Navin. Sementara itu, Navin juga penasaran dengan sosok Tania yang kini mengetahui rahasianya. Karena sepertinya gadis itu punya rahasia yang lebih besar darinya.

Kamis, 16 April 2015

Almost 10 Years Ago by Trini | Book Review

Almost 10 Years Ago
Penulis: Trini
Penyunting: Anida Nurrahmi
Perancang sampul: dtchn
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0725-1
Cetakan pertama, Juni 2014
328 halaman
Buntelan dari @IceCube_Publish
Bisa dibeli di @bukupediacom
“Mana mungkin aku tertarik padanya? Dia membuatku takut.”

“Itulah masalahmu. Kau jarang telihat bahagia. Karena saat kau menyesapnya, kau langsung menguburnya secepat perasaan itu datang.”

“Kau sepertinya sangat ahli tentangku,” kataku datar.

“Jika kau tidak mau terlihat mendung sepanjang waktu, mulailah dengan hal kecil seperti berterima kasih saat orang memujimu, bukan malah menatapnya curiga.”



Jangan salahkan Anna Mollan yang selalu memandang sinis kehidupan. Sepuluh tahun lalu, umurnya baru sembilan. Di musim panas yang seharusnya menyenangkan, ibu dan kakaknya meninggal dalam kecelakaan. Ayahnya memang selamat, tapi mengalami gangguan kejiwaan. Itu sebabnya Anna tidak percaya lagi pada kebahagiaan, termasuk yang hadir dalam bentuk cinta. Tidak pada Joshua Madison—psikiater tampan yang menangani ayahnya, tidak juga pada Nolan Vervain—bassist keren yang tergila-gila padanya. Tidak pada siapa pun sampai pria misterius itu datang memberinya bunga setiap hari, lalu tiba-tiba menghilang saat Anna mulai membuka diri, dan kembali hanya untuk membuat hidup Anna terhempas sekali lagi.

Senin, 01 September 2014

[Book Review] Diary Princesa by Swistien Kustantyana

Diary Princesa
Penulis: Swistien Kustantyana
Penyunting: Laras Sukmaningtyas
Perancang sampul: Neelam Naden, Aldy Akbar
Penerbit: Ice Cube
ISBN: 978-979-91-0679-7
Cetakan pertama, 2014
260 halalaman
Buntelan dari @swistien

"Menurutmu kenapa Aksel menyukaiku?" aku melemparkan pertanyaan cheesy kepada Sisil. Sisil tertawa. "Kamu ingin mendengarkan pujian terus ya hari ini? Tentu saja karena Princesa itu cantik, pintar, dan baik hati."


Aku tertawa mendengar jawabannya. Seandainya saja Sisil tahu, aku mengharapkan jawaban lain kenapa Aksel menyukaiku. Jawaban yang tidak standar. Seperti jawaban milik Nathan.




Princesa atau akrab dipanggil Cesa adalah cewek yang penuh percaya diri. Dia tahu kalau dia itu cantik, pintar, populer, dan banyak yang naksir. Cesa bisa saja memilih cowok mana pun untuk dijadikan pacar, enggak bakal ada yang nolak deh! Kecuali cowok yang satu itu. Cowok yang menjadi sahabat kakaknya, Jinan. cowok yang Cesa tahu menyimpan rasa hanya untuk kakaknya.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...