Tampilkan postingan dengan label Qanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qanita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2015

And The Mountains Echoed by Khaled Hosseini | Book Review

And The Mountains Echoed: Dan Gunung-Gunung Pun Bergema
Penulis: Khaled Hosseini
Penerjemah: Berliani Mantili Nugrahani
Penyunting: Esti A. Budihabsari
Desainer sampul: Windu Tampan
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-9225-93-8
Cetakan I, Juli 2013
516 halaman
Pinjam @diyahmuawiiyah
Kulihat peri kecil muram,
Di keteduhan pohon kertas.
Kumengenal peri kecil muram,
Yang tertiup angin suatu malam.

Abdullah sangat menyayangi Pari, adik satu-satunya. Sejak ibu meninggal dan ayah mereka menikah lagi dengan Parwana, Abdullah menjadi ayah, sekaligus ibu bagi Pari. Bagi Abdullah, Pari adalah bumi, langit sekaligus seluruh semestanya. Dalam kehidupan pedesaan Afganistan yang keras dan kejam, Pari adalah seberkas cahaya matahari bagi Abdullah.

Lalu, ayahnya menjual Pari ke pasangan kaya di Kabul, demi kelangsungan hidup keluarga mereka di musim dingin. Abdullah limbung, dunianya hancur. Tak ada lagi Pari, tak ada lagi kehidupan.

And The Mountains Echoed, novel ketiga Khaled Hosseini yang menggemakan kehidupan keras di Afganistan. Lewat novel ini, Hosseini berkisah bagaimana pilihan yang kita ambil akan bergaung hingga ke generasi selanjutnya. Bagaimana cinta yang tulus akan bergema ke seluruh semesta, memanggil jiwa-jiwa yang kehilangan belahannya.

Senin, 25 Mei 2015

Jembatan Musim Gugur (Samurai #2) by Takashi Matsuoka | Book Review

Jembatan Musim Gugur (Samurai #2)
Diterjemahkan dari Autumn Bridge
Penulis: Takashi Matsuoka
Penerjemah: Ary Nilandari
Penyunting: Maria M. Lubis
Desain sampul dan ilustrasi: Sweta Kartika
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-55-5
Edisi kedua: Cetakan I, Desember 2014
628 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Mengetahui masa depan dan mengetahui masa lampau
adalah dua hal yang bermakna sama.
Apa bedanya mengetahui hal yang wajar tak terelakkan

dengan mengetahui apa yang telah terjadi?



—Aku-no-Hashi (1434)

Sesosok wanita hadir, mengiris keheningan menara tertinggi Kastel Awan Burung Gereja. Kecantikannya memukau, kelembutannya menghanyutkan, dan keanggunannya menebarkan pesona. Tetapi, kemunculannya selalu berselubung misteri. Benarkah dia Lady Shizuka, sang putri sihir dari masa lampau? Benarkah dia penentu sejarah klan Okumichi? Dan, mengapa dia juga muncul di hadapan Emily Gibson, wanita asing yang bukan keturunannya?

Samurai: Jembatan Musim Gugur menguak kelanjutan kisah hidup Genji Okumichi, sang Daimyo Akaoka dalam Samurai: Kastel Awan Burung Gereja. Kisah ini pun menyibak kekuatan cinta yang mampu menjungkirbalikkan dunia, perpaduan kekuatan ragawi dan kehalusan pekerti, dan mengedepankan ketulusan sejati dalam menyikapi takdir, meskipun akhir hidup sudah di depan mata.

Minggu, 24 Mei 2015

Kastel Awan Burung Gereja (Samurai #1) by Takashi Matsuoka | Book Review

Kastel Awan Burung Gereja (Samurai #1)
Diterjemahkan dari Cloud of Sparrows: An Epic Novel of Japan
Penulis: Takashi Matsuoka
Penerjemah: Esti Ayu Budihabsari
Penyunting: Maria M. Lubis
Desain dan ilustrasi sampul: Sweta Kartika
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-54-8
Edisi kedua: Cetakan I, Desember 2014
624 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Pengetahuan bisa menghambat.
Ketidaktahuan justru membebaskan.
Tahu kapan untuk tahu dan kapan untuk tak tahu,
sama pentingnya dengan pedang yang tajam.

—Suzume-no-Kumo (1434)

Apakah kemampuan mengetahui masa depan bisa menguntungkan, atau justru membawa malapetaka? Mampukah pengetahuan seperti itu melahirkan seorang samurai sejati, yang tabu mengeluh ketika mengalami siksaan fisik paling hebat sekalipun, yang rela mati menjunjung tinggi kehormatan dan kesetiaan, namun tetap dianggap wajar untuk menangis tersedu saat merasakan keharuan dan kebahagiaan?

Samurai: Kastel Awan Burung Gereja adalah kisah hidup Daimyo Akaoka, Genji Okumichi—kisah tentang sebuah pergolakan zaman, perbenturan Timur dan Barat, budaya dan norma, agama dan dogma, kehormatan dan kemanusiaan. Kisah yang menyeruakkan kesadaran kita bahwa pengetahuan dan keyakinan manusia bukan merupakan kebenaran hakiki.

Sabtu, 09 Mei 2015

Anne of Green Gables by Lucy M. Montgomery | Book Review

Anne of Green Gables
Penulis: Lucy M. Montgomery
Penerjemah: Maria M. Lubis
Ilustrasi isi: Sweeta Kartika
Desain sampul: A.M. Wantoro
Penerbit: Qanita
Edisi kedua: Cetakan pertama, Januari 2015
ISBN: 978-602-1637-51-7
512 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Anne, gadis yatim piatu berusia 11 tahun, datang ke Desa Avonlea karena kekeliruan. Marilla dan Matthew Cuthbert ingin mengadopsi anak untuk membantu mengurus Green Gables. Tapi bukannya anak lelaki, panti asuhan malah mengirim gadis kecil berambut merah, Anne. Awalnya, Marilla dan Matthew ingin mengembalikan Anne. Namun, sikap gadis itu yang ceria, blak-blakan, dan kepolosannya yang kadang konyol, meluluhkan hati Marilla dan Matthew.



Anne, gadis penuh imajinasi, setiap hari dia lewati penuh pengalaman seru. Menjelajahi Kanopi Kekasih, Danau Air Riak Berkilau, Permadani Violet, Hutan Berhantu, dan Ratu Salju. Berpetualang dengan sahabat-sahabatnya, Diana, Jane, dan Ruby. Berseteru dengan Pye bersaudara dan Gilbert, musuh bebuyutannya. Gilbert yang memanggilnya dengan sebutan Wortel!


Anne, kisah menyentuh gadis berambut merah, karya legendaris Lucy Maud Montgomery yang dicintai para gadis di seluruh dunia hingga kini.

Senin, 09 Maret 2015

The Kite Runner by Khaled Hosseini | Book Review

The Kite Runner
Penulis: Khaled Hosseini
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Penyunting: Pangestuningsih
Desain sampul: Windu Tampan
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-9225-95-2
Edisi Keempat: Cetakan II, Februari 2014
492 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan, untuk menentukan apa jadinya diriku. Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku.

Atau, aku bisa melarikan diri.
Akhirnya, aku melarikan diri.

Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya, saudaranya. Rasa bersalah menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit yang harus diambil Amir.

Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecil Amir. Seperti layang-layang putus, sebagian diri Amir terbawa terbang bersama angin. Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam, senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti rapuhnya layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.

The Kite Runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Di tengah belantara puing di Kota Kabul, akankah Amir menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya?

Kamis, 05 Maret 2015

Pride and Prejudice by Jane Austen | Book Review

Pride and Prejudice
Penulis: Jane Austen
Penerjemah: Berliani Mantili Nugrahani
Penyunting: Prisca Primasari
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-7870-84-0
Edisi Kedua: Cetakan I, Desember 2014
588 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy sama sekali tidak cocok. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang sok, angkuh, dan mengesalkan, sementara Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka.

Mereka saling bermusuhan, bahkan sering kali saling melontarkan sindiran pedas. Tapi kebencian mereka berangsur menjadi ketertarikan. Seiring berjalannya waktu, Elizabeth melihat sisi lain Fitzwilliam Darcy, bahwa dia bukanlah sekadar pria arogan seperti yang selama ini dia sangka.

Dalam Pride and Prejudice, Jane Austen menuangkan detail yang memikat tentang kisah kaum menengah ke atas pada abad ke-19. Kisah dan karakternya yang memukau membuat novel ini menjadi salah satu roman paling populer dan dicinta sepanjang masa.

Selasa, 13 Januari 2015

Emma by Jane Austen | Book Review

Emma
Penulis: Jane Austen
Penerjemah: Istiani Prajoko
Penyunting: Tim Redaksi Qanita
Desainer sampul: Windu Tampan
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-44-9
Cetakan II, September 2014
740 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan
Bisa dibeli di @bukupediacom
Cantik, pintar, kaya—dan lajang—Emma Woodhouse begitu puas dengan kehidupannya, sampai-sampai dia merasa tidak membutuhkan cinta maupun pernikahan. Satu-satunya hal yang menyenangkan dirinya adalah mencampuri kehidupan cinta orang lain.

Namun, ketika dia mengabaikan peringatan teman baiknya, Mr. Knightley, dan berusaha mengatur perjodohan Harriet Smith, anak didiknya, semuanya menjadi kacau-balau. Ternyata Emma dan Harriet menyukai pria yang sama, hanya saja Emma terlambat menyadari perasaannya sendiri… Haruskah dia mengalah? Atau mengejar kebahagiaan tanpa memedulikan perasaan Harriet?

Berlatar belakang di Desa Highbury, Inggris tahun 1815, dengan karakter yang tidak sempurna tapi menarik, dan penggambaran yang jenaka serta tajam, Emma seringkali dianggap sebagai karya terbaik Jane Austen. Novel ini juga telah diangkat ke layar lebar pada tahun 1996, dibintangi oleh Gwyneth Paltrow.

Rabu, 17 Desember 2014

[Book Review] The Ghost Bride by Yangsze Choo

The Ghost Bride
Penulis: Yangsze Choo
Penerjemah: Angelic Zai Zai
Penyunting: Dyah Agustine
Desainer sampul: Ozora Rahyu
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-35-7
Cetakan I, September 2014
488 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

"Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.


Kamis, 20 November 2014

[Book Review] Mermaid Melody by Ayuwidya

Mermaid Melody
Penulis: Ayuwidya
Penyunting: HP Melati
Desainer sampul: A.M. Wantoro
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-53-1
Cetakan pertama, September 2014
292 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

Pangeran terdampar itu terbangun dan melihat gadis yang berada di sampingnya. Dia bersumpah akan membahagiakan sang Gadis. Sementara itu, sang Mermaid hanya bisa menatap dari balik karang, mendesah lirih, "Akulah yang menolongmu."

Alea Kei: sarjana Bahasa Korea dan pengangguran.
Cha Jung Woo: aktor dan penyanyi

Keduanya bertemu secara kebetulan dan terpaksa saling bergantung. Alea pun mendadak menjadi asisten pribadi si Selebriti Korea dengan misi rahasia: membuat seorang gadis jatuh cinta kepada Cha Jung Woo.

Tapi, ah, kenapa hati ini terasa perih saat melihat mereka bersama?

Jumat, 10 Oktober 2014

[Book Review] Deep Rooted Tree #2 by Lee Jung-myung

Deep Rooted Tree #2
Penulis: Lee Jung-myung
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penyunting: Dyah Agustine
Desain sampul: Agung Wulandana
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-11-1
Cetakan I, Maret 2014
412 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

Chae Yoon akhirnya berhasil menguak rahasia besar dibalik kasus pembunuhan para cendekiawan Jiphyeonjeon. Sebuah rahasia yang dapat menjungkirbalikkan Negeri Joseon dan mengundang amarah Negeri Myeong. 


Chae Yoon yang berusaha menyelamatkan nyawa Yang Mulia Raja Sejong malah ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Namun sebelum ia dihukum, Chae Yoon masih sempat mengungkap siapa dalang pembunuhan yang sebenarnya. Di tengah ketidakberdayaannya, Chae Yoon teringat Dayang So Yi, wanita yang diam-diam ia cintai … Akankah Chae Yoon meninggalkan dunia ini tanpa sempat menyampaikan perasaannya? 



Temukan akhir yang mencengangkan dan mengharukan dari kisah dibalik pembuatan Hangul, aksara Korea yang saat ini kita kenal. Novel Deep Rooted Tree telah diangkat menjadi drama dan mendapat berbagai penghargaan (SBS Drama Awards) di tahun 2011, diantaranya Best Drama dan Best Actor.

Kamis, 09 Oktober 2014

[Book Review] Deep Rooted Tree #1 by Lee Jung-myung

Deep Rooted Tree #1
Penulis: Lee Jung-myung
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penyunting: Dyah Agustine
Desain sampul: Agung Wulandana
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-11-1
Cetakan I, Februari 2014
400 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

Istana Gyeongbok digemparkan serangkaian peristiwa pembunuhan. Satu persatu, para cendekiawan Jiphyeonjeon tewas mengenaskan. Kang Chae Yoon, anggota Pasukan Patroli Kerajaan, ditugaskan menyelidiki kasus ini. Walaupun Chae Yoon cerdas dan bertekad kuat, pangkat rendahnya menghambat penyelidikan, karena ia tidak dapat sembarangan menyentuh orang-orang berpangkat tinggi yang ia curigai. 


Dalam penyelidikan, Chae Yoon dibantu oleh ahli autopsi Garion, dayang misterius So Yi, cendekiawan Seong Sam Moon, dan ahli astronomi Lee Sun Ji. Namun, setiap fakta baru yang Chae Yoon temukan memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Selain itu, ada kemungkinan keterlibatan Yang Mulia Raja Sejong. Apakah Chae Yoon akan melanjutkan penyelidikannya meski nyawa menjadi taruhan?



Novel ini telah diangkat menjadi drama dan mendapat berbagai penghargaan (SBS Drama Awards) di tahun 2011, diantaranya Best Drama dan Best Actor.

Rabu, 13 Agustus 2014

[Book Review] Daisuki Da Yo, Fani-chan by Winda Krisnadefa

Daisuki Da Yo, Fani-chan: Cinta Akan Indah pada Waktunya
Penulis: Winda Krisnadefa
Penyunting: Rini Nurul Badariah
Desainer sampul: Windu Tampan
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-36-4
Cetakan I, Juni 2014
300 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

Fani


Aku sama sekali tak punya keinginan untuk kembali bekerja di hotel, sejak job training-ku di masa kuliah dulu. Ada sesuatu yang membuatku tak pernah ingin kembali ke hotel, sebagai tamu, apalagi sebagai pekerjanya. Terlalu sakit untuk mengingatnya kembali. Nama Lana dan Ogi kembali mengangguku. Kupikir aku sudah bisa melupakan kejadian itu. Yang jelas, untuk sekarang ini dan entah sampai kapan, aku tidak mau terlibat hubungan cinta, whatsoever! Lho? Kok jadi ngomongin cinta? Argh! Lupakan!



Tanabe

Saya suka Fani-chan. Dia cantik dan pintar. Tapi entah kenapa, sulit sekali membuatnya terbuka tentang perasaannya pada saya. Dia seperti menahan sesuatu dalam hatinya. Saya tahu dia juga menyukai saya, tapi mengapa begitu berat mengungkapkan itu pada saya? Padahal saya sudah begitu jujur dan terbuka. Ini membuat saya terus bertanya-tanya. Ada apa dengan kamu, Fani-chan?

Rabu, 10 April 2013

The Final Note

The Final Note
Penulis: Kevin Alan Milne
Penerjemah: Riana Irawati
Penyunting: Prisca Primasari
Cover: A. M. Wantoro
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-9225-47-1
Cetakan I, Juni 2012
484 halaman
Pinjem mbak Saptorini


Sinopsis:
Bagi Ethan Bright, Wina adalah kota kesayangannya. Di sanalah dia menempuh pendidikan musik yang dia cita-citakan, bertualang di Schonbrunn Palace, The Basilisk House, rumah Mozart, dan menikmati es krim gelato yang lezat. Lebih dari itu, di sanalah dia bertemu Annaliese, wanita cantik yang akhirnya menjadi istrinya.

Namun, cinta yang bersemi di Wina itu memudar setelah Ethan dan Annaliese menikah. Cobaan yang datang silih berganti membuat Ethan tanpa sadar berpaling. Dia menjadi sangat sibuk bekerja dan nyaris melupakan Annaliese, mengabaikan janji-janjinya, termasuk janji menciptakan sebuah lagu untuknya. Pertengkaran demi pertengkaran muncul, rumah tangga mereka pun semakin berantakan.

Sampai akhirnya terjadi sebuah kecelakaan yang mengancam nyawa Annaliese. Akankah peristiwa itu menyadarkan Ethan tentang cinta antara dirinya dan Annaliese? Dan apakah masih mungkin bagi Ethan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahannya, juga untuk menepati janjinya, menciptakan lagu untuk Annaliese, sebelum semuanya terlambat...?


Senin, 28 Januari 2013

The Fault In Our Stars

Dear Mr. John Green yang baik



Perkenalkan saya peri_hutan. Dan apabila anda tidak bisa membaca review surat ini tanyakan saja kepada alien yang anda kenal kemudian mintalah dia untuk menerjemahkannya. Saya melihat rating untuk buku ini sangat bagus sekali, bahkan ada beberapa teman saya yang mengidolakan anda. Ketika tahu buku ini akan diterjemahkan di negara saya, saya sangat senang sekali, saya ingin membuktikan sendiri apakah buku ini memang pantas mendapatkan rating yang bagus.



Jujur saja saya lebih suka cover aslinya, simple tapi tampak indah. Sedangkan untuk versi terjemahannya..... sebenernya tidak terlalu mengecewakan, bagus malah tapi kalau bukunya untuk buku anak-anak. Buku ini bisa dibilang bukan buku anak-anak jadi saya kira covernya tidak tepat. Untuk terjemahannya, bagus, saya bisa mengerti apa yang anda tuliskan dalam bahasa saya, hanya saja seperti ada yang kurang, saya tidak bisa 'lepas' ketika membacanya, sedihnya terasa nangung. Dan yang paling saya sesali, kata teman saya yang sudah membaca buku versi asli dan terjemahannya mengatakan kalau banyak sekali bagian yang disensor, terlebih bagian 'ciuman' SANGAT DISAYANGKAN SEKALI. Saya tidak tahu apakah mengurangi esensi dari ceritanya, yang jelas kalau sebuah buku diterjemahkan saya ingin semua bagian dari yang asli itu juga turut diterjemahkan, bukannya dipotong banyak sekali. Tapi saya tetap berterima kasih karena buku ini cepat diterbitkan, yang jelas saya mengutamakan ceritanya.


Rabu, 17 Oktober 2012

After The Wedding


"Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com"
Sinopsis:
Aku tidak tahu sejak kapan aku merasa sangat ketakutan ketika berada di dekatmu. Bukankah dulu kita menikah karena cinta? Tapi, kenapa perasaan yang sangat menggebu itu kini lenyap begitu saja? Sebegini menyakitkankah jika cinta menjadi sebuah rutinitas? Aku benar-benar tidak mengerti .... Dan disinilah aku, mengasingkan diri di Pulau Jeju, semua demi menghindar darimu .... Aku berharap embusan angin yang dingin, ombak yang bergelung di laut pasang, dan suasana yang hening dapat mengalihkan perhatianku dari kepedihan. Tapi, hati memang tak bisa dibohongi. Aku tetap merindukanmu, sekalipun kita terpisah begitu jauh. Dan sebagian kecil dari hatiku berharap untuk kembali, ke sisimu, ke kediaman kita. Kuharap kau bahagia selalu. Jangan lupa makan yang teratur, gantilah tirai ruang tamu saat cuaca mulai dingin, dengarkan musik Aria yang menenangkan saat hatimu kalut. Dan ingat .... Nan eonjena neol saranghaeyo…. Istrimu, Min Jung
"Mana mungkin seorang gadis muda dapat menghadapi lelaki yang jatuh hati pada pandangan pertama dan mendekati gadis tersebut dengan agresif? Jujur saja, tidak. Sang Gadis seketika akan terhipnotis oleh lelaki itu. Gadis itu akan mengira bahagia."
Impian terbesar setiap wanita adalah menikah dengan orang yang dicintainya dan hidup bahagia, begitu juga dengan Min Jung, dia gadis yang cantik, setia, dan menyukai seni, dia rela meninggalkan impiannya demi orang yang dicintainya. Hyung Sung, lelaki kaya raya itu sudah menghipnotis Min Jung pada pandangan pertama, jelas lelaki itu sejak pertama pun sangat mengincar Min Jung, tidak butuh waktu lama, lelaki itu menikahinya dan Min Jung putus sekolah. Lalu apa yang dia dapat ketika menjadi istri pengusaha kaya raya, mempunyai rumah megah, baju, tas, sepatu bermerk? Dia sengsara.

Kehidupan pernikahan yang indah yang dulu pernah diimpikannya tidaklah sama, berbanding terbalik, dia tertekan, takut pada suami sendiri, tidak mampu mengeluarkan pendapat, dan parahnya suaminya kini suka bertindak kasar padanya. Awal-awal pernikahan berjalan semestinya, tapi ibu Hyung Sung semakin lama semakin mengekangnya. Ibu Hyung Sung tidak pernah suka dengan Min Jung karena dia berasal dari kelas bawah, Ibu Hyung Sung berharap anaknya akan mendapatkan seorang istri yang setara, sekelas dengan keluarganya, maka ketika pertama kali Min Jung hamil dia meminta jangan memberi tahu Hyung Sung dan menggugurkannya. Hal itu sangat membuat hati Min Jung terluka, dia tidak ingin menggugurkannya tapi kecelakaan di tangga merubah segalanya. Sejak itu Min Jung menjadi pendiam, selalu diliputi kesedihan, dia tidak bisa memberitahu perlakuan mertuannya kepada suaminya, tidak ada tempat berlindung padanya. Selama tiga tahun pernikahannya dia selalu tertekan, baik oleh mertuanya dan sikap temperamental suaminya yang diketahuinya setelah menikah.

Dan, ketika Min Jung diberitahukan hamil lagi, dia memilih pergi dari rumah, dari suaminya.

Saya nggak menyangka kalau isi buku ini begitu 'dalam', saya kira berisi permasalahan sepele yang dihadapi pasangan yang baru saja menikah, entah itu kebiasaan-kebiasaan baru yang dihadapi kedua mempelai sampai ke masalah perbedaan selera berbagai hal, ternyata lebih emosional. Alurnya flsh back dan lumayan lambat, kadang kta dibawa ke masa sebelum Min Jung menikah dan menceritakan bagaimana pertama kali mereka bertemu dulu, masa-masa indah yang penuh keceriaan, kemudian di masa sekarang kita akan dibawa ke masa-masa yang suasanya gelap. Kesedihan Min Jung terasa, bagaimana dia benar-benar ingin lepas dari suaminya, dari mertuanya, hidup bahagia bersama dengan anaknya. Hyung Sung bukan peran antagonis, dia merasa istrinya berubah, tidak sebahagia atau seceria dulu, dia melihat istrinya banyak diam, murung tanpa tahu kenapa. Dia sangat mencintai istrinya, dia tidak tahu harus berbuat apa agar istrinya kembali ceria lagi, masa lalunya membuat dia menjadi lelaki yang keras. Seperti kebayakan sebuah hubungan, komunikasi menjadi pilar yang sangat penting, dan ini masalah utama yang dihadapi kedua tokoh utamanya. Min Jung terlalu takut dengan mertuanya, hamil pun dia tidak memberitahu Hyung Sung dan ketika kehamilan yang sangat ditunggu Hyung Sung tiba, istrinya malah ingin meninggalkan dirinya,jelas kalau Hyung Sung tidak akan melepaskan Min Jung, dan ini yang ditakutkan Min Jung.

Buku terjemahan Korea yang saya baca setelah Please Look After Mom (Ibu Tercinta). Suka dengan covernya, warnanya cerah walau nggak secerah isi buku ini. Saya suka temanya, tema pernikahan selalu menarik buat saya. Sayangnya, entah terjemahannya yang kurang luwes atau emang cara berceritanya yang bertele-tele dan membingungkan membuat saya beberapa kali mengulangi membaca karena bingung. Selain itu masa gelap Hyung Sung tidak dikupas habis, bagaimana kehidupannya waktu kecil yang sangat sengsara kemudian dia diadopsi oleh orang tua yang kaya raya, mengajarinya menjadi orang yang berkelas dan mermartabat tetap masa yang kelam itu akan meninggalkan bekas, sifat kerasnya itu muncul ketika dia marah dan itu sebenarnya cukup menarik buat saya. Buku ini lebih banyak membahas konflik menuju perpisahan, masa lalu hanya sebagai faktor pendukung saja. Walau terjemahannya kurang begitu memuaskan, saya masih dapat merasakan emosi Min Jung, miris ketika membaca bagian dia kehilangan anaknya dan bertekat dia tidak akan kehilangan lagi, dan bagaimana usaha Hyung Sung agar Min Jung tidak meninggalkannya. Begitu besarnya Hyung Jung mencintai Min Jung membuat saya ingin berkata pada Min Jung, "Kamu nggak salah pilih suami."

Oh, ya, di tiap bab, di bawah judul ada quote-quote tentang sebuah hubungan dan cinta yang kata-katanya sangat indah. Berikut yang menjadi favorit saya:
"Jika cinta menjadi sebuah rutinitas yang monoton, pasangan hanyalah dua orang kesepian."
"Anak yang dipukuli akan memukuli anaknya juga. Anak yang disirami dengan cinta akan menjadi seseorang yang tahu bagaimana caranya mencintai."
 "Hal yang bisa membuat seorang penipu mengeluarkan air mata sejati, kekuatan yang bisa membuat seorang pembunuh memegang bunga di tangannya. Itu adalah cinta."
"Tidak ada kata 'sudah terlambat' jika kita ingin mencoba memulai sesuatu. Sekarang adalah waktu yang paling tepat."
"Ada satu yang membedakan novel dan kenyataan: Tidak ada sedikit pun kebaikan yang muncul jika sepasang suami istri hidup terpisah dalam jangka waktu yang lama. Jangan jadikan novel sebagai panutan hidup. Novel hanyalah novel, bukan buku wajib dalam jurusan percintaan, jalanilah 'hidupmu sendiri'."
"Cinta adalah kebebasan! Hanya cinta yang merupakan subuah kebebasan."
Buat yang suka baca novel bertema pernikahan dan berbau Korea, buku ini bisa masuk ke kantong belanjaanmu :D

3 sayap untuk Hyung Jung yang tempramental tapi perhatian :D.


After The Wedding
Penulis: Kim Ji-Oh
Penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Penyunting: Prisca Primasari
Cover: Agung Wulandana
Penerbit: Penerbit Qanita
ISBN: 978-602-9225-48-8
Cetakan I, April 2012
296 halaman
Readingwalk: http://www.readingwalk.com/book/after-the-wedding

NB: makasih buat mbak Prisca Primasari atas recomendasi bukunya, ternyata menarik juga dan sukses membuat mata aku berkaca-kaca :).

Sabtu, 01 September 2012

Akatsuki


Sinopsis:
Semburat cahaya terang di kegelapan langit timur membungkus diriku dengan daya pesona. Itu benar-benar pemandangan yang sempurna, meskipun aku tahu tidak ada yang sempurna di dunia ini. Aku tidak tahu mesti menyebutnya bagaimana. Ini sungguh mengagumkan! Meskipun yatim piatu sejak kecil, Mayumi tetap bahagia. Dia menjadi anak angkat pasangan Nakano yang menyayanginya seperti mereka menyayangi, Shun, putra kandung mereka. Namun, kebahagiaan Mayumi mulai terkoyak saat Shun yang dianggapnya seperti kakak sendiri mencoba memaksakan cinta. Pelarian Mayumi hanyalah saat fajar. Dia selalu menunggu-nunggu semburat cahaya kemerahan muncul di timur. Cahaya misterius. cahaya yang menjadi tumpahan kesepian dan kegundahannya. Mayumi akhirnya memilih meninggalkan keluarga Nakado, menempuh hidup sendiri. Untunglah, dia berjumpa sahabat-sahabat yang selalu membantu dan menemaninya. Henry yang ceria, yang selalu membuatnya tertawa saat keadaan sulit, dan Satoshi, cowok pendiam dan misterius, tapi selalu siap menolong saat Mayumi dalam kesulitan. Kemanakah hati Mayumi harus berlabuh?

Temanya sama seperti review sebelumnya, seorang kakak yang menyukai adiknya sendiri, sayangnya, lagi-lagi tidak sesuai harapan saya akan mempunyai kisah yang mengharu biru seperti Endless Love. Di sini sang kakak sangat terobsesi dan sanggup berbuat apa saja demi memiliki orang yang dicintainya, yaitu adiknya. Bukan itu saja, selain berbau Jepang, buku ini juga berbau islami.

Mayumi menaruh perhatian besar terhadap teman sekelasnya, Satoshi yang pendiam dan sering menghilang tiba-tiba. Dia pun memata-matainya. Tidak pernah makan di kantin dan melakukan gerakan aneh di ruang olah raga. Kegiatannya itu terpergok Satoshi, lalu dia membawa Mayumi ke kakaknya untuk menjelaskan semuanya. Satoshi adalah pribadi yang pendiam dan sangat taat pada agama, tidak mau bersentuhan dengan wanita, sholat tepat waktu dan menghargai sesamanya yang mempunyai keyakinan berbeda, itu yang membuat Mayumi sangat penasaran dengan Satoshi terlebih dengan agamanya.

Saya baru tahu ketika membaca profil penulis ternyata Mayumi Ichiyo adalah nama pena dan novel bersetting di Jepang ini ditulis oleh penulis asli Indonesia. Benar-benar nggak kerasa karena setting Jepangnya sangat kuat, kerasa, kebudayaan-kebudayaannya pun dijelaskan mengalir seiring cerita, kalau saja tidak ada profil penulis mungkin saya kira ini novel terjemahan. Mungkin anehnya ketika kita membaca adalah menemukan unsur islami tadi, hah novel Jepang kok ada islam-islamnya, kalau melihat jurusan yang diambil penulis saya jadi ngangguk-ngangguk kenapa ada dasar ajaran seorang muslim di sini.

Saya suka karakter Satoshi, pendiam, cuek. Yang nggak saya suka adalah kejadian dimasa kecil itu, terlalu kebetulan sekali.

Buat yang ingin mencoba sebuah dorama lain dari yang lain, buku ini pilihannya, apalagi buat seorang mualaf dan ingin mengenal islam, tidak mengurui tapi menceritakan sebuah proses memeluk islam, Kisah cinta? jangan ditanya :D.

3 sayap untuk sang fajar.



Penulis: Miyazaki Ichiyo
Penyunting: Irfan Hidayatullah
Cover: BLUEgarden
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-9225-49-5
Cetakan pertama, Mei 2012
321 halaman

Selasa, 06 Maret 2012

My Princess


Apa sih impian setiap gadis kecil? Kalau dilakukan survei pasti terbanyak adalah menjadi seorang putri raja yang nantinya akan bertemu dengan pangeran berkuda putih, setidaknya dulu itu impian saya :p. Sampai sekarang pun, saya masih menunggu datangnya seorang pangeran beneran, hahaha. Dari dulu kisah kerajaan sangat menarik buat saya, baik yang versi lawas maupun versi sekarang, mulai dari Historical Romance, Princess Diary, Royal Wedding sampe Barbie pun saya nikmati. Buku, film, serial yang bertema kerajaan tidak bisa saya lewatkan. Terakhir kali saya kecanduan serial bertema putri-putrian adalah Princess Hours, dan saya kembali disegarkan dengan serial My Princess yang tayang di Korea pada tahun 2011 kemaren. Oh, saya tidak akan membahas serialnya, saya belum menonton dan waktu browsing katanya tahun lalu sudah disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta di sini, mirisnya saya ketinggalan T.T

Biasanya saya paling males kalau membaca buku kalau sudah terlebih dahulu mengetahui versi visualnya, para tokohnya, imaginasi saya menjadi buyar. Tapi berbeda dengan serial yang dibukukan ini, pertama, saya suka pemainnya, hehe. Untung saja, pernah menonton korama (Korea Drama) Endless Love? Kalau belum kebangeten, salah satu korama favorit saya sepanjang masa. Tokoh laki-laki dibuku ini diperankan oleh pemain utama di Endless Love, Song Seong-hun, udah lama banget nggak melihat dia berakting, berkat aktingnya yang menye-menye di EL dimana dia mencintai adiknya sendiri menjadikannya aktor favorit saya, kali ini perannya sedikit beda dia agak songgong :)). Kedua, dewasa ini saya mulai jenuh dengan korama, entah karena faktor usia atau memang jarang sekali korama sekarang yang mampu memikat mata saya, padahal dulu saya termasuk orang yang kecanduan sama drama Asia. Buku ini memberikan warna yang berbeda, sebelumnya saya jarang sekali membaca serial yang dibukukan, terlebih Korea. Kalau melihat korama sudah sering, bahkan sekarang ini banyak penulis dalam negeri yang ramai membuat cerita 'berbau' Korea, kalau penulis asli Korea? Jarang, kecuali komik :)).

Lee Seol, seorang mahasiswi jurusan Antiquities Study of Art History berusia 24 tahun. Seorang gadis periang, yatim piatu yang kemudian diadopsi oleh orang tua yang baik hati dan mempunyai saudara yang membencinya, yang sebelumnya serumah di panti asuhan. Dia adalah gadis yang menjadi Putri Kerajaan Korea untuk menemani Putri Stella (Putri Inggris) berfoto. Dia pun gadis yang mengikuti Hae Young sampai lift demi meminta bon yang akan ditukarkannya dengan kupon hadiah. Dia juga seorang gadis yang rela datang ke museum untuk mencari tahu cinta pertama lelaki yang disukainya, Nam Jung Woo, dosen muda dan dosen idola Jurusan Antiqueities Study of Art History Universitas Seorim.
Ketika Seol bekerja paruh waktu di Istana Deoksu sebagai model dan berfoto bersama pengunjung, dimana dia sangat menikmati pekerjaan tersebut karena hanya dengan bermodalkan senyum dia mendapatkan bayaran yang lumayan besar. Sayangnya, senyumnya tidak bertahan lama karena dia 'dipaksa' lembur oleh seorang pria yang membuka pintu ruang ganti perempuan tanpa mengetuk sama sekali. Kehidupan Seol mulai berubah total.

Hae Young, pangeran zaman modern, berusia 30-an, seorang diplomat, cucu satu-satunya pemilik grup bisnis terbesar di Korea, Grip Daehan. Hae Young terlahir kaya dan hampir sempurna, tampan, memiliki prestasi akademik yang membangakan. Dia lulusan Ivy League, lulus ujian Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan dengan nilai tertinggi. Ayahnya hilang tanpa kabar, ibunya meninggal sewaktu melahirkannya, hanya tersisa satu-satunya keluarga yang sangat berarti buat Hae Young, Dong Jae, kakeknya yang penuh misteri. Dia bercita-cita untuk menikah dengan Oh Yoon Joo, teman Hae Young sejak kecil dan seorang kurator museum Hae Young.

Seol tidak menyangka kalau dirinya adalah seorang putri sungguhan. Kakek Hae Young menguak kenyataan kalau dia adalah cicit dari Raja Soon Jong, cucu pangeran Lee Young dan anak dari ayah yang tidak pernah memberi kabar, sosok yang hanya berani muncul dalam mimpi waktu Seol berumur 6 tahun. Presiden ingin menghidupkan sistem Kerajaan Korea, bukan untuk mengulang masa lalu melainkan menyambung kembali sejarah yang saat ini terputus. Masa lalu Park Dong Jae sedikit demi sedikit pun terbuka, merasa berhutang budi dan bersalah, Dong Jae berencana menyerahkan seluruh kekayaan Grup Daehan kepada masyarakat Korea, kepada Kerajaan. Hae Young bertekad mencegah hal itu. Dia merasa dikhianati, bukan tentang pemulihan sistem kerajaan atau harta Grup Daehan, tapi dia merasa tidak 'dianggap' oleh kakeknya, dia ingin diakui keberadaannya, membahasnya bersama-sama namun itu tidak pernah terjadi, dia hanya mendapat perintah. Rencananya, dia akan menyingkirkan Seol, mengecewakan rakyat, mencoba menghentikan pemulihan sistem kerajaan, dan mencegah penyerahan harta Grup Daehan dengan posisinya sebagai pendamping Tuan Putri, sebagai penanggung jawab pelatihan yang akan dijalani Tuan Putri, menjadi instruktur pribadi Tuan Putri. Apakah rencanya akan berhasil? Lalu ketika Seol mendapat masalah kenapa Hae Young ingin sekali membantunya? Baca deh, bukunya kocak abeeess :p

Quote favorit:

"Selembar surat cinta akan memiliki arti yang lebih pasti daripada 100 tatapan panas saat jatuh cinta." hal. 22

"Kalau wanita bisa buta karena cemburu, darah pria akan mendidih karena insting melindungi." hal. 95

Buku ini alurnya cepet dan kocak banget, bisa selesai dalam waktu satu atau dua hari (kalau nggak sok sibuk :p). Suka banget sama karakter Hae Young dan Seol, pas, chemistrynya pun kerasa banget. Seol yang periang, tegar, dan mata duitan (bayangkan punya pekerjaan paruh waktu sampe 5 sekaligus) sedangkan Hae Young yang sombong, sok, tak mau dibantah, agak posesif, tipikal orang kaya yang suka pamer, hehe. Mereka berdua saling melengkapi sehingga menimbulkan perpaduan yang kocak banget, apalagi kalau bertengkar, tawar- menawar, kartu kredit atau uang tunai, haha bagian yang tidak bisa dilewatkan.

Mereka juga mempunyai kesamaan, merindukan kasih sayang kedua orang tua. Seol yang yatim piatu dan hidup di panti asuhan dan akhirnya menemukan keluarga yang sangat menyayanginya walau mendapatkan saudara yang membencinya tanpa sebab menjadikannya gadis yang kuat dan tabah. Hae Young yang dari kecil hanya mengenal kakeknya, membuat dia bersikeras menjadi orang yang sempurna, agar kakek memandangnya, bangga padanya, mengganggap Hae Young ada.

Cinta segi empat juga mewarnai buku ini, Seol --> Jung Woo --> Yoon Joo <--> Hae Young. Jung Woo dan Yoon Joo sebenarnya saling mencintai, hanya saja Yoon Joo ingin menjadi 'putri' sungguhan, dia ingin melepas gelar putri pelayan keluarga Daehan. Dia terobsesi memiliki Hae Young dan Grup Daehan. Tanpa sepengetahuan Yoon Joo, Hae Young juga terobsesi untuk menikahinya, tapi rencana itu berantakan ketika dia bertemu dengan Seol. Kisah cinta Seol dengan profesor idolanya bagaimana? haha kocak banget, apalagi waktu Seol merencanakan akan bertemu tanpa sengaja dengan Jung Woo di Mesir, cinta butuh pengorbanan :))

Bagian favorit saya adalah ketika Hae Young tiba-tiba mencium Seol yang tak rela kalau Seol masih punya perasaan pada Jung Woo lalu berkata, "Dengarkan baik-baik. Saat kau diresmikan menjadi seorang putri, saat itu adalah hari pernikahan kita. Jadi, jangan tersenyum sembarangan kepada pria lain, karena itu hal yang dilakukan perempuan murahan. Jangan jatuhkan harga diriku." Muncul deh egois, cemburu dan posesifnya Hae Young :D. Walaupun seenaknya sendiri, Hae Young akan langsung mengikuti Seol terus ketika perempuan itu sedang sedih, dia akan menemani dan menghiburnya.

Walau berbau kerajaan, buku ini minim info tentang Kerajaan Korea atau sejarah dan kebudayaannya. Lebih bercerita tentang kisah cinta Hae Young dan Seol. Kejadian-kejadian yang tanpa sengaja mempertemukan mereka berdua, ketika Hae Young melatih Seol menjadi putri, buku ini lebih memfokuskan pada tokoh utama, kedekatan mereka berdua. Konfliknya pun biasa, ringan, tidak terlalu menonjol. Khas korama dan pantas kalau dibilang komedi romantis karena memang Hae Young dan Seol kocak banget, romancenya pun kerasa sekali. Kekurangan buku ini mungkin alurnya yang terlalu cepat, banyak yang serasa tiba-tiba. Sayangnya saya belum menonton serialnya jadi tidak tahu perbedaannya. Mungkin di serialnya lebih komplit, lebih tergambar, terperinci dan konfliknya lebih banyak, beda dengan yang di buku ini, dipadatkan dan lebih disorot hubungan Hae Young dan Seol. Tapi setidaknya apa yang ingin disampaikan penulis tertuang dalam buku ini.
Novel ini adalah novel yang bercerita tentang tiga macam cinta. Cinta pertama adalah cinta tanpa pamrih Seol dan Dan kepada orang tua mereka. Cinta kedua adalah tentang Hae Young, dia haus akan cinta kakek dan ayahnya. Terakhir adalah cinta Hae Young dan Seol yang tidak dapat dihindari. Cinta yang muncul dan menjadi bertambah besar karena pertengkaran-pertengkaran kecil yang sering terjadi.
Terjemahannya tidak kaku, serasa menonton serial di tipi :p. Minim typo, covernya manis banget, apalagi di sampul bagian dalam masing-masing sisi ada foto close up pemeran utamanya. Sayangnya tidak ada pembatas bukunya tapi mendapat ganti sebuah poster asli dari Korea, hehehe. Oh ya, diakhir halaman ada pengenalan para tokoh, disarankan membaca bagian itu terlebih dahulu agar mempermudah mengenali karakter para tokoh.
posternya seperti ini
Buat yang masih demam Korea buku ini sangat cocok untukmu. Buat yang agak jenuh dengan serial Korea, mungkin buku ini bisa menjadi penyegar :D

4 sayap untuk satu juta won :))

My Princess
penulis: Hyun-Kyung Sohn
penerjemah: Dwita Rizki Nientyas
Cover: BLUEgarden
penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-9225-44-0
cetakan pertama, 2012
336 halaman


Drama My Princess


Pertama kali tayang di Korea pada tanggal 5 Januari 2011 melalui stasiun MBC. Ada 16 episode dan memiliki rating yang cukup tinggi. Di sutradarai oleh Kwon Suk Jang (Pasta) dan pemainnya adalah Song Seung Hun as Park Hae Young, Kim Tae Hee as Lee Seol, Park Yee Jin as Oh Yoon Joo, Ryu Soo Young as Nam Jung Woo, dan Lee Soon Jae as Presiden Park. Untuk info lengkapnya bisa dilihat di sini dan bisa juga menonton seri lengkapnya di sini.

Foto Gallery

Hae Young
Seol


Yoon Joo

Jung Woo
 

















Sumber: klik di sini

Rabu, 18 Januari 2012

Clara's Medal


Cm


Saya punya masa lalu yang buruk dengan Fisika, coba bayangkan, kelas satu SMA kalau ulangan nggak pernah yang namanya nggak remidi, sampai-sampai saya les Fisika di dua tempat, itu pun hasilnya hanya membuat nilai saya nyaris remidi, yang jelas Fisika bukan jam pelajaran favorite saya, jam pelajaran favorite saya adalah jam kosong dan jam istirahat *malah curhat*.


Kenapa saya ngomongin Fisika? Karena di buku ini bercerita tentang anak-anak yang digodok untuk mengikuti Olimpiade Fisika di Singapura. Mereka di tempatkan di FUSI (Fisika untuk Siswa Indonesia) sebuah lembaga pelatihan, kegiatan utama FUSI adalah membina tim Indonesia untuk berlaga di kompetisi-kompetisi fisika Internasional. Tim ini diambil dari siswa-siswa seluruh Indonesia yang sudah melewati proses panjang, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. 30 siswa terbaik masuk final, disaring lagi menjadi 16 peserta dengan nilai tertinggi. Tahap akhirnya adalah memilih 12 peserta dengan nilai terbaik setelah menjalani pelatihan selama lima bulan di FUSI. Tutor mereka adalah Prasetyo, atau biasa dipanggil Pak Tyo, salah satu pendiri FUSI. Dia ingin membuat ledakan fusi di angkatan ini.
Ledakan fusi adalah ledakan yang dihasilkan dari reaksi bergabungnya inti-inti ringan menjadi inti yang lebih berat. Pada proses ini, inti-inti penyusun inti baru akan melepaskan energi yang sangat besar dan menyebabkan inti barunya mengalami kehilangan massa. Seperti yang terjadi pada matahari, yang menghasilkan energi panas yang dasyat dan menjadi sumber kehidupan mahkluk hidup di muka bumi.
16 peserta yang berotak encer itu adalah: Clara, satu-satunya peserta perempuan yang lolos dalam seleksi FUSI, dia adalah anak dari Bram Wibisono, salah satu pendiri FUSI bersama dengan Prasetyo, seorang fisikawan Indonesia. Angga peserta dari Jakarta yang juga teman Clara, dia seorang yang ambisius, optimis, sombong tapi berprestasi, tujuannya mengikuti olimpiade adalah menjadi pemenang. Erik yang berasal dari Medan, dia orang yang pemalu dan pendiam, cenderung menyembunyikan diri dan irit sekali kalo ngomong. Made, dari namanya bisa ditebak kalau dia berasal dari Bali, anak muda yang kayak jerapah ini adalah fans berat MU, konyol, suka ngasih teka-teki ke teman-temannya, dan dia suka maen game padahal teman yang lain sibuk belajar. Dimas asal dari mBoyolali, bahasa tubuhnya kemayu, sering dibully sebagai banci sama Angga tapi dia tetap tersenyum dan memamerkan lesung pipitnya. Irvan berasal dari Pangkalan Bun, nggak tahu kan? Sama!! Pasti kalau baru awal kenalan pada tanya di mana tuh? Trus Irvan dengan sabar akan menjelaskan ke tiap orang yang bertanya. Reno dari Manado, orangnya polos. Ada si rajin Arief dari Pamekasan, rajin sholat dan dia sering menjuarai kompetisi Fisika di tingkat Kabupaten dan kota. Bambang, berasal dari Tulung Agung, bertubuh pendek dan gempal, dia juga lugu sekali. Khrisna, dari namanya saja sudah ketauan kalau dia cakep, asal dari Malang. Dia punya bakat menggombal terutama ke Clara, pervaya diri tinggi, cuek dan ceplas ceplos, dia juga suka mengadakan eksperimen yang nantinya akan diperlihatkan ke anak yatim. George, asal dari Papua, punya masa lalu yang buruk karena tidak suka sepak bola, tapi dia menunjukkan kehebatannya dengan prestasi yang gemilang. Sandy dari Bukit Tinggi, kalau suntuk dan capek belajar dia akan olahraga kecil sebentar, contohnya sit up. Meddy berasal dari Ambon, berwajah sendu dan suka merendah, kalau ngantuk tapi masih pengen belajar dia akan merendam kakinya di ember yang berisi air dingin, maka akan segar kembali. Alam dari Ujung Pandang, kaku dan canggung. Robby berasal dari Jawa Barat, suka narsis kalau dia mirip sama aktor jaman dulu, dia suka iseng dan sama seperti Made suka ngasih tebak-tebakan ke temennya. Dan yang terakhir adalah Bagas, dia paling tidak disukai teman-teman, posturnya kayak atlet basket, terkenal sangat sombong, cuek, angkuh, tidak peduli dengan sekitar, dia menjadi favoriteku :p. Mereka semua tinggal satu atap di asrama 'Kawah Candradimuka".
Gatotkaca, saat keluar dari Kawah Candradimuka, memiliki kekuatan luar biasa, bak berototkan kawat dan bertulang besi. Jadi, ini adalah tempat kalian digodok dan digembleng menjadi orang-orang yang benar-benar berkualitas juara."
Masalah datang ketika bagas meng-hack situs pemerintah, dia terpaksa di penjara dan FUSI terancam gagal mengirimkan wakilnya untuk Olimpiade, selain itu prestasi FUSI yang merosot dua tahun terakhir membuat banyak pendonor mengundurkan diri bahkan pemerintahpun abu abu dalam membantu. Jadi ikut sebel waktu bacanya, buat WC milyaran rupiah aja bisa sedangkan disuruh membantu kegiatan yang mengharumkan nama bangsa saja dipikir-pikir dulu, kadang saya merasa mereka itu tidak punya otak *emosi*. Yah itulah lemahnya negara kita, jadi ilmuwan di Indonesia juga siap-siap mlarat.

Saya enjoy sekali membaca buku ini, apalagi membaca bagian keseharian para peserta, walau pun mereka saingan tapi mereka bisa juga sangat dekat, saling bersahabat. Kocak banget waktu mereka saling memberi tebak-tebakan, saling menguatkan ketika dini hari masih belajar dan mengantuk, membuat eksperimen seru, saling menggoda teman di mana Clara yang menjadi sasarannya karena cewek sendiri, seru pokoknya, dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya, karena kita akan selalu penasaran apa yang akan selanjutnya mereka lakukan. Ternyata orang jenius itu sama aja kayak orang biasa, mereka bisa bergurau dan bercanda, gombal tapi tetap sewaktu berhadapan dengan soal mereka akan sangat serius, mungkin itu bedanya :p. Bagian yang mebuat saya tertawa terpingkal-pingkal adalah waktu Khrisna memberikan surat kaleng yang berisi rayuan gombal kepada Clara, dan teman-teman yang lain merekamnya hanya ingin melihat ekspresi Clara sewaktu membacanya, hahaha Khrisna, sumpah ya, gombal banget =))
Proses pengaturan diri secara bersama-sama itu yang saya namakan Mestakung: se(mesta) mendu(kung).
Salut sama penulisnya, kalau dia nggak jago Fisika berarti dia melakukan riset. Membaca catatan penulis, memang buku ini terinspirasi dari Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) dan pembuatannya cukup panjang, saya merasa ayahnya Clara, Bram itu perwujutan dari Bapak Yohanes Surya, pendiri TOFI, dan dengan membaca buku ini kita tahu keseharian orang yang akan melakukan Olimpiade itu seperti apa. Di buku ini juga ada beberapa pengetahuan yang kita dapat tentang Fisika, contohnya ada hukum Newton, bagaimana caranya balon yang ditusuk tidak meledak, balon yang terisi air tidak akan terbakar, membuat gunung berapi, membuat sebatang lilin bisa terus menyala di bawah air, asik sekali membacanya. Saya sangat setuju dengan ajaran papanya Clara, kebanyak kalau kita belajar Fisika itu disuruh menghafal rumus padahal Fisika tidak sesulit itu kalau saja dipelajari dengan fun, melakukan eksperimen contohnya. Itulah yang tidak saya dapat di sekolah dulu, saya hanya menghafal rumus, ketika lupa, ya sudah tidak bersisa. Kita akan senang mempelajari sesuatu kalau sesuatu itu dipelajari dengan asik.

Ada beberapa peserta yang kehidupannya disorot lebih oleh penulis, Clara, Arief, George, dan Meddy. Sebenarnya tidak masalah, bagus malah, kita lebih memahami mereka dan tahu latar belakang mereka, bagaimana mereka akhirnya bisa ikut FUSI, hanya saja apa tidak menimbulkan kecemburuan sama tokoh yang lain? Kalau Clara tidak masalah soalnya dia pemeran utamanya dan latar belakang dia juga berkaitan dengan FUSI, hanya saja saya inginnya semua diulas, haha akan sangat membuat tebal buku ini. Setidaknya mereka mempunyai porsi yang sama. Sandy latar belakangnya juga mengharukan, dari keluarga miskin dan berjuang demi menda

pat beasiswa, Bagas yang yatim, ayahnya selalu berpergian, dan meeka selalu berpindah-pindah tempat tinggal sehingga membuat karakter Bagas lebih suka menyendiri dan terkesan tidak membutuhkan orang lain. Dimas dimana sejak dulu dia sering diolok-olok temannya karena kayak banci, Khrisna yang sering mengunjungi panti asuhan di dekat rumahnya dan menghibur mereka dengan eksperimen-eksperimen sederhana. Irvan dari kampung tak dikenal bisa sampai menembus FUSI, Angga yang moto hidupnya hanya untuk menang, yah saya ingin mengenal mereka semua lebih dekat. Selain itu, saya merasa endingnya terlalu menggantung. Untuk cover, kenapa nggak 16 orang ya? hahaha. Saya hanya bisa menebak-nebak, kalau yang cewek jelas Clara trus yang sinis itu Bagas, lainnya nggak tahu. Minim typo.
Buku ini cocok untuk dibaca siapa saja, orang yang tidak menyukai fisika sama seperti saya pun pasti sangat menikmatinya. Buku ini bercerita tentang mimpi, semangat, persahabatan, dan perjuangan.
Albert Einstein saja yang dulu dianggap anak terbodoh di sekolahnya tapi kemudian dia malah menjadi fisikawan ternama sepanjang zaman, tidak ada yang tidak mungkin, kita juga pasti bisa.
Yakinlah, seperti biji sawi yang ditanam di tanah. Dia tak pernah ragu, tak pernah bertanya apakah dia akan tumbuh atau tidak. Apakah dia berada di tanah yang benar? Tak pernah ada yang tahu. Dia hanya memegang teguh keyakinannya.

Tidak akan ada perjuangan yang sia-sia. Tidak akan ada.
4 sayap untuk mestakung


Clara's Medal
penulis: Feby Indirani
cover: Fahmi Ilmansyah
penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-9225-04-4
cetakan I, September 2011
474 halaman

Jumat, 16 Desember 2011

To Kill a Mockingbird


To_kill_a_mockingbird


penulis: Harper Lee
penerjemah: Femmy Syahrani
penerbit: Qanita
cetakan I: Oktober 2010 (Edisi Gold)
ISBN: 978-602-8579-34-6
536 halaman

Sinopsis
Kehidupan Scout dan Jem Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang kulit hitam. Ketika Atticus membela seorang yang dianggap sampah masyarakat, kecaman pun datang dari seluruh penjuru kota. Di tengah terpaan masalah yang menimpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tidak melulu hitam dan putih.
Dikisahkan dari sudut pandang gadis delapan tahun dari Maycomb, Alabama, novel ini menunjukkan betapa prasangka sering kali membutakan manusia. Dan sebuah keadilan hanya dapat dilahirkan dari rasa cinta yang tak membedakan apa pun latar belakang seseorang. Harper Lee telah berhasil menyuguhkan sebuah novel menawan yang amat berkesan dan tak lekang oleh zaman.

My Review
Saya sangat penasaran sekali dengan buku ini karena banyak sekali yang bilang bagus dan wajib baca. Setelah selesai saya tahu alasannya. Awalnya agak binggung, buku ini kan bercerita tentang ketidakadilan, rasis, tapi kenapa hanya ada tingkah beberapa anak kecil yang selalu menganggu para tetangganya?
Scout dan Jem, dua bersaudara yang sangat usil, bersama teman musim panasnya, Dill, mereka sangat penasaran dengan salah satu tetangganya, Boo Radley, yang tidak pernah keluar rumah seumur hidupnya. Mereka beramsumsi tentang Boo dengan pikiran anak-anak yang akhirnya membuahkan beberapa tantangan untuk memancing dia keluar. Di bab awal cerita ini, si kecil Scout banyak menceritakan tentang tetangga, perilaku, kebiasaannya, dsb.

Konflik buku ini adalah tentang rasis, perjuangan seorang ayah, seorang pengacara dalam membela orang yang tidak bersalah. Tom Robinson, orang kulit hitam yang dituduh melakukan pelecehan pada orang kulit putih. Atticus mencurahkan segala waktu, pikiran, tenaga untuk membelanya, menuntuk keadilan, menghadirkan saksi dan menggunakan kejeniusannya untuk membebaskan Tom. Tapi semua orang tahu, itu adalah perbuatan yang sia-sia, di mata semua orang, orang kulit hitam tak akan bisa berada di atas kulit putih. Percuma saja, Atticusa malah mendapat cemooh dai warga Maycomb.
...Ada sesuatu di dunia kita yang membuat orang kehilangan akal -- mereka tak bisa adil meskipun sudah berusaha. Dalam pengadilan kita, ketika kesaksian orang kulit putih di pertentangkan dengan kesaksian orang kulit hitam, orang kulit putih selalu menang. Ini buruk, tetapi inilah fakta kehidupan.
Mungkin bagian yang paling menengangkan dari buku ini adalah ketika Tom mulai diadili, saya sangat bersabar sekali untuk sampai pada bagian itu karena kasus tersebut berada pada bagian dua, hampir dari setengah halaman lebih baru muncul. Tapi setelah menemukan apa yang saya cari-cari, biasa saja. Saya tidak mendapatkan perasaan seperti ketika membaca After saya tidak ikut deg-degan ketika Atticus mendatangkan para saksi. Saya lebih menyukai tentang keluarga Finch, karakter Scout, Jem, dan Atticus. Mereka adalah magnet yang membuat saya betah membaca buku ini.

Scout, gadis kecil dengan rasa tahu sangat tinggi, polos, rela berperilaku seperti laki-laki agar bisa bermain dengan kakaknya. Walaupun polos, kadang pemikirannya lebih dewasa daripada dengan orang yang merasa telah dewasa, dia sangat mencontoh kakaknya.

Jem, dia keras kepala, selalu mencoba untuk dewasa, dia ingin seperti ayahnya. Dia selalu berusaha untuk melindungi adik dan ayahnya, terlebih ketika ayahnya menghadapi kasus yang sulit, dia ingin tahu apa saja yang dilakukannya, dia tidak ingin ada orang yang menyakiti ayahnya.
Atticus, harus bilang apa lagi? Dia adalah sosok ayah yang sangat bijaksana, dia tidak pernah melihat orang dari luarnya saja, dia adalah orang yang sangat adil dan bertanggung jawab. Kalau kata ikal, "ayah juara satu seluruh dunia."

Ada bagian dimana aku terkagum-kagum akan sosok Atticus, contohnya adalah ketika Scout dihukum oleh pamannya, Jack. Dia bilang kalau Jack tidak adil, pamannya tidak memberi kesempatan pada Scout untuk membela diri ketika bertengkar dengan sepupunya, bercerita dari sisinya. Kata Scout, ketika dia dan Jem bertengkar maka Atticus tak pernah hanya mendengar cerita Jem, tapi mendengarkan ceritanya juga. Saya sangat suka sekali cara Atticus mendidik anaknya yang bandel, dia selalu berusaha untuk jujur dan terbuka. Contohnya, ketika Scout bertanya dengan polosnya apa itu wanita jalang, memerkosa,
Kalau seseorang anak bertanya sesuatu, jawablah, demi Tuhan. Jangan berlebihan. Anak-anak adalah anak-anak, tetapi mereka tahu kalau kau menghindar, mereka tahu lebih cepat daripada orang dewasa, dan menghindar hanya akan membingungkan mereka.
Walaupun single parent, Atticus sangat sukses membesarkan kedua anaknya, dia tidak pernah memberi aturan-aturan, dia membebaskan anak-anaknya dengan kebebasan, kebebasan berpikir, bertindak, kebebasan untuk menjadi dewasa sesuai apa yang diinginkan mereka. Tapi, ketika mereka melakukan kesalahan, sesuatu yang tidak baik dan merugikan orang lain maka Atticus akan tegas menghukum. Bukan sesuatu yang buruk, contohnya ketika Jem geram ketika setiam melewati rumah Mrs. Dubose dia mendengar teriakan-teriakan yang tidak mengenakkan kuping, bilang kalau Jem dan Scout adalah anak yang bengil, dan tidak akan menjadi siapa-siapa ketika besar nanti. Atticus menghibur dan bilang, "Tenanglah, nak. Dia sudah tua dan sakit-sakitan. Angkatlah kepalamu dan jadilah lelaki terhormat. Apa pun yang dikatakannya kepadamu, tetangmu adalah tidak membiarkan dia membuatmu marah." Tapi kesabarannya habis ketika wanita yang selalu membawa senapa itu menghina Atticus tak lebih baik daripada nigger dan sampah yang dibelanya. Jem dengan marhnya membabat habis tanaman Mrs. Dubose, Apa yang dilakukan Atticus akan pembelaan anaknya? Dia tetap menghukum karena bagaimanapun perbuatan itu salah. Cara dia menghukum? Meminta Jem kembali ke rumah wanita tua itu dan meminta maaf, menyanggupi apa saja permintaanya, membersihkan perbuatannya dan menyanggupi ketika Mrs. Dubose untuk mengurus halaman sampai tumbuh kuncup lagi dan membaca keras-keras selama dua jam.

Banyak sekali point yang bisa diambil dari cara Atticus mendidik anak-anaknya. Selain itu saya sangat sangat sangat menyukai hubungan mereka, bagaimana saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain. Kita juga akan mempelajari apa itu arti keadilan, perbedaan-perbedaan yang dibuat manusia dan mengintip pemikiran-pemikiran mereka. Ada kalimat yang sangat menohok sekali yang diucapkan Scout,
Tidak, Jem, kukira hanya ada satu jenis manusia. Manusia."
Buku ini wajib dibaca oleh semua orang tua, semua pengacara, semua kulit hitam, semua kulit putih, semua anak-anak, semua orang.
Kau tak akan pernah mengenal seseorang sampai kau berada dalam posisinya dan mencoba menjalani hidupnya - Atticus.
4,5 sayap untuk burung Mockingbird

NB: Tentang Pengarang

1825
Harper Lee lahir di Monroeville, Alabama, pada 28 April 1926. Dia adalah putri bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya seorang pengacara dan editor surat kabar setempat. Semasa kecil dia sangat akrab dengan teman
sekolah yang juga tetangganya, Truman Capote. Pernah sekolah di Huntington College of Montgomery, dia kemudian meneruskan kuliah hukum di University of Alabama. Di kampus itulah, dia mengasah bakat menulisnya dengan bergabung menjadi editor di majalah humor kampus, Ramma-Jamma.
Harper Lee adalah salah satu penulis yang paling membuat penasaran dalam sejarah kepenulisan pada abad ke-20. To Kill a Mockingbird adalah satu-satunya novel yang ditulisnya. Berkat kisah indah tersebut yang memenangi Pulitzer Award 1961, Harper Lee dianugerahi Presidential Medal of Freedom 2007, The Hingest Civilian Honor USA. Sekarang dia tinggal di New York, dia cenderung menutup diri dan tidak mau menulis novel lagi.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...