Tampilkan postingan dengan label Lea Agustina Citra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lea Agustina Citra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2018

Cerita Mamah Muda: Me Time | Book Review

Judul buku: Me Time (Cerita Mamah Muda #2)
Penulis: Lea Agustina Citra, Ken Terate, Ruwi Meita, Mia Arsjad, Donna Widjajanto
Penyunting: Donna Widjajanto
Perancang sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020387413
Cetakan pertama, 27 Agustus 2018
272 halaman
Buntelan dari editornya.
Anak yang menangis dan bertengkar satu sama lain. Suami yang cuek. Cucian baju dan piring yang menumpuk. Lantai rumah yang lengket karena belum dipel. Belum lagi pekerjaan demi sesuap berlian yang juga meminta perhatian.

Dilanda berbagai beban itu, apa lagi yang paling dibutuhkan para mama muda selain me time? Sejenak rehat dari hiruk pikuk rumah tangga dan kehidupan.

Namun, apakah me time dapat diperoleh dengan mudah? Bagaimana kalau me time malah menggiring para mama muda kepada kepanikan baru, eksplorasi jati diri, kenangan masa lalu, jodoh kedua, atau malah melontarkannya ke masa depan?

Nikmati kisah-kisah me time yang dirangkai lima pengarang yang juga mama muda dalam antologi ini.

Jumat, 21 September 2018

Cerita Mamah Muda: Resolusi | Book Review, Giveaway

Judul buku: Resolusi (Cerita Mamah Muda #1)
Penulis: Ken Terate, Christina Tirta, Lea Agustina Citra, Mia Arsjad, Donna Widjajanto
Penyunting: Donna Widjajanto
Desain sampul: Maryna Roesdy
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020395067
Cetakan pertama, 27 Agustus 2018
272 halaman
Buntelan dari editornya.
Resolusi. Banyak yang menjadikannya tradisi. Banyak yang menjadikannya acuan, target yang harus dikejar. Terutama para mama muda. Mereka yang masih penuh semangat membangun rumah tangga dan membentuk karakter anak yang masih kecil. Mereka yang masih penuh harapan dan impian demi masa depan.

Namun, bagaimana jika impian itu berhadapan dengan masalah? Bagaimana kalau harapan itu berhadapan dengan tembok yang begitu tinggi seolah tak bisa dilewati?

Saat kesempurnaan tak bisa diraih, apakah resolusi masih diperlukan?

Lima pengarang yang juga mama muda berbagi cerita tentang asa akan masa depan dalam badai rumah tangga.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Resensi: Alkisah Kasih Karya Lea Agustina Citra

Judul buku: Alkisah Kasih
Penulis: Lea Agustina Citra
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-3154-6
Cetakan pertama, 18 Juli 2016
304 halaman
Buntelan dari @cietsz
Andjani Safira nyaris memiliki segalanya: kecantikan, kecerdasan, karier, dan popularitas sebagai penyiar berita. Semua itu masih disempurnakan oleh kehadiran pria tampan blasteran Maroko bernama Radja yang pernah menjadi kekasihnya.

Tapi semua itu tak berarti dengan adanya ultimatum Eyang Putri: Andjani harus menikah di usia 25 tahun dengan pria yang belum pernah ia temui! Satu-satunya petunjuk tentang pria itu hanya selembar foto usang seorang anak SMP gemuk berkacamata. Dia menolak ultimatum itu keras-keras. Baginya pernikahan harus berlandaskan cinta dan cintanya hanya satu: Radja.

Sampai akhirnya ia bertemu Ardian, dokter anestesi dengan selera humor payah yang mengajarinya bahwa cinta saja tidak cukup membuat pernikahan bahagia. Dan hal itu yang membuat Andjani berpikir dua kali tentang ultimatum Eyang Putri.

Kamis, 11 September 2014

[Book Review] Relung Rasa Raisa by Lea Agustina Citra

Relung Rasa Raisa
Penulis: Lea Agustina Citra
Penyunting: Donna Widjajanto
Ilustrasi sampul: Diela Maharanie
Penerbit: Plot Point
ISBN: 978-602-9481-54-9
Cetakan pertama, Desember 2013
320 halaman
Harga: 49k (Beli di Festival Buku Indonesia di Jogja, off 30%)

Relung Rasa Raisa: Semua Butuh Kesempatan Kedua


Mimpi Raisa adalah pergi ke Jerman. Dikirim pergi ke Frankfurt Book Fair? Ini melebihi mimpinya. Tapi ini adalah mimpi yang bersyarat, karena Raisa harus mendapatkan hak terbit novel best seller agar bisa menyelamatkan kantornya, AhA Publishing dari kebangkrutan.



Raisa menemukan Cedar Incense, novel best seller berlatar kerusuhan Mei 1998 yang pengarangnya, Jan Marco, sama sekali tak mau novel tersebut terbit di Indonesia. Raisa berkeras mengejar Jan Marco hingga ke Aachen, kota tua di pinggiran Jerman.


Kini hati Raisa terus larut dalam kisah Cedar Incense dan pengejarannya ternyata juga membawanya kembali kepada cinta masa lalunya. Dia yang namanya tak layak disebut.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...