Tampilkan postingan dengan label Sick Lit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sick Lit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2018

Regretful by Asyifashi | Blog Tour, Book Review

Judul buku: Regretful
Penulis: Asyifashi
Penyunting: Herliana Isdianti
Desain sampul: @riannon_unicorn
Penerbit: Inari
ISBN: 978-602-6682-36-9
Cetakan pertama, November 2018
356 halaman
Buntelan dari @penerbitinari
"Jika aku bisa memutar waktu, aku ingin menyadari kehadiranmu lebih cepat..."

Tawa Deeka itu menular.
Kalian tidak mungkin bisa menahan tawa juga. Begitupun Nara, si cewek pintar penyuka kucing. Dunianya mendadak penuh tawa, sejak Deeka masuk ke dalam hidupnya.

Nara berani menghadapi trauma masa lalunya, hingga kemudian mengejar cita-citanya lagi sebagai penulis. Diam-diam Nara mulai melihat Deeka dengan cara berbeda.

Yang tidak Nara tahu, ada sebuah rahasia pahit yang tersembunyi di balik senyum hangat cowok itu. Rahasia pahit yang awalnya tak mampu Deeka ungkapkan, lantaran cowok itu tak ingin Nara sedih karenanya.

Tapi ...
Serapat apapun sesuatu hal disembunyikan, pasti akan ketahuan juga, kan?

Sabtu, 19 Desember 2015

When the Star Falls by Andry Setiawan | Book Review

When the Star Falls
Penulis: Andry Setiawan
Penyunting: Yooki
Ilustrasi isi: @teguhra
Desaign cover: Bambang 'Bambi' Gunawan
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7742-58-1
Cetakan pertama, Oktober 2015
204 halaman
Buntelan dari @penerbitharu
Tahu tidak, bintang itu cahaya masa lalu?
Bintang itu, adalah orang yang mati yang meninggalkan seseorang yang ia cintai di bumi.

Lynn, boleh kan aku mengingatkanmu sekali lagi tentang kita?
Tentang bagaimana kita bertemu.
Juga tentang bagaimana kita bertengkar dan berbaikan.
Lalu tentang ciuman pertama kita, dan juga tentang perjalanan kita selama ini.

Aku hanya berharap, besok kau tidak melupakannya lagi.
Karena itu, aku tulis semuanya di buku ini.
Agar saat kau lupa, kau bisa membukanya lagi dan membacanya.
Tentang kita.

Sampai salah satu dari kita menjadi bintang.
Sampai bintang itu jatuh dan menjemput salah satunya.

Bintang terjatuh karena ia mengejar orang yang dicintainya, yang sudah menyusul dirinya.

Rabu, 29 Januari 2014

Tentang Cinta

Tentang Cinta
Penulis: Riri Sardjono
Penyunting: Resita Wahyu Febiratri
Desain sampul: Star Vision
Penulis skenario: Sony Gaokasak & T.W Krama
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-191-8
Cetakan pertama, 2007
188 halaman
Harga: Rp 5.060 (Beli di BukaBuku)

Sheren masih belum mampu melupakan Ray, kekasihnya yang telah meninggal. Ia larut dalam kesedihan setiap hari. Sampai suatu waktu, Evan muncul di kehidupannya. Ia menceritakan kembali hari-hari sedih Sheren.

Bagi Evan, kehadiran Sheren seperti memberi harapan baru-cinta. Cinta yang sudah lama tak dirasakannya. Dulu, Evan pernah mencintai Audy, tapi dia memilih meninggalkannya tanpa alasan.

Kebersamaan mereka menimbulkan rasa saling memiliki. Saling membutuhkan satu sama lain. Yang satu harus melanjutkan hidup, yang lain harus belajar memaafkan.

Tapi kini, Audy datang kembali di kehidupan cinta Evan dan Sheren. Evan harus menetapkan pilihan, karena cinta tak mengizinkan memiliki keduanya.


Jumat, 17 Januari 2014

One More Chance

One More Chance
Penulis: Ninna Rosmina
Penyunting: Mita M. Supardi
Desain sampul: Dwi Annisa Anindhika
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-642-1
Cetakan pertama, April 2013
313 halaman
Buntelan dari @GagasMedia

Cintaku tak bisa habis untuknya.

Naif, tapi itulah cinta yang kurasa. Tak sepadan dengan waktu yang selalu tepat waktu.

Tapi tahukah kamu di mana letak ironisnya situasi ini, ketika menyadari cintaku ternyata berbanding terbalik dengan perjalanan waktu.

Pintaku ini nyaris mustahil. Tapi, jika memang bisa, sudikah waktu berhenti sejenak untuk mengabulkan inginku, agar bersamanya lebih lama lagi? Karena bersama dia selamanya pun sebenarnya tidaklah cukup….


Rabu, 10 Oktober 2012

Before I Die


Apa yang akan kamu lakukan jika umurmu ditargetkan tidak akan lama lagi? Berserah diri? Tetap semangat menjalani sisa hidup? Bunuh diri aja langsung? Menyerah dan menunggu waktu tanpa melakukan apa pun? Semua ada pilihannya, tergantung kita ingin menggunakan waktu sebaik mungkin atau membiarkannya berlalu tanpa arti. Pilihan yang dipilih oleh Tessa adalah membuat daftar yang inggin diwujudkannya sebelum mati.

Sepuluh hal yang inggin Tessa wujudkan sebelum ia mati:
  1. Bercinta
  2. Mengatakan 'ya' pada apa pun selama sehari penuh
  3. Obat-obatan
  4. Melanggar hukum
  5. Mengemudi
  6. Ketenaran
  7. Membuat Ibu dan Ayah rujuk
  8. Cinta 
  9. Adam tinggal bersama Tessa
  10. Lauren Tessa Walker
.....
11. Secangkir teh
12. Pedoman untuk ayah
13. Memeluk adiknya saat senja hinggap di birai jendela
....

Sepuluh tidaklah cukup, tidak akan pernah cukup. Masih banyak yang ingin Tessa lakukan dalam hidupnya.
"Berapa lama aku bisa bertahan? Aku tidak tahu. Yang kutahu hanyalah aku punya dua pilihan. Terus berlindung di bawah selimut dan melanjutkan hidup sebagai orang yang sekarat, atau kembali melaksanakan daftar keingginan dan melanjutkan hidupku."
Sejak berumur dua belas tahun Tessa divonis menderita limfoblastik leukimia (jenis kanker darah yang tumbuh cepat dimana limfoblast/sel darah putih yang belum matang terlalu yang banyak di dalam darah dan sumsung tulang) membuat dia putus sekolah dan setiap minggu harus melakukan penggobatan yang sangat menyiksa. Di umur enam belas tahun ini, dia ingin sisa hidupnya tidak sia-sia, bersama Zoey -teman yang tidak peduli dengan penyakit Tess, Tessa ingin membuat daftar dan mewujudkannya, daftar yang tidak biasa.
"Kau menggingginkan hal-hal yang manis dan indah, Tessa, tapi berhati-hatilah. Orang lain tidak selalu memberi apa yang kau ingginkan."
Salah satu buku yang membuat saya mbrebes mili. Gimana ya, sebenernya karakter Tessa tidak membuat saya bersimpati, dia cenderung memaksakan kehendak dan kadang sinis dengan dirinya sendiri, bandel dan susah diatur. Yang lebih membuat saya terharu adalah perlakuan orang-orang disekitarnya. Ayahnya, satu-satunya orang yang percaya Tessa akan sembuh. Cal, adik Tessa yang sanggat polos dan lugu, yang bertanyya tanpa basa basi "apakah kau akan segera mati?" Zoey, dia tidak peduli Tess sakit, kamu ingin melakukan sesuatu yang gila yang kamu inginkan? ayo aja, aku akan berusaha memfasilitasinya. Begitulah dia, berharap semua orang seperti dirinya, tidak mengasihinya. Ibunya, dia tidak tahu sama sekali tentang teori penyakit Tess, berkebalikan dengan ayahnya. Tapi, ketika dia bersama denggan Tessa, dia akan melakukan apa pun agar dia menjadi nyaman. Adam, salah satu yang tak pernah dipikirkan Tessa dari awal, dia laki-laki yang sangat mencintai Tessa tanpa mau tau keadaaannya. Semua perhatian orang-orang terdekatnya lah yang membuat saya terharu. Bagaimana mereka berusaha menyembuhkan Tessa, bagaimana mereka berusaha selalu ada untuk Tessa.

Bagian yang paling nyesek:
Aku hanya bercanda, tapi Ayah tidak tersenyum.
"Adam masih terlalu muda, Tessa. Kau tidak bisa bergantung kepadanya dalam segala hal. Dia mungkin membuatmu kecewa."
"Tidak akan."
"Bagaimana kalau dia membuatmu kecewa?"
"Yah, aku masih punya Ayah."
Rasanya aneh memeluk Ayah di bordes dalam kegelapan. Kami saling berpelukan lebih erat daripada yang dapat kuingat. Akhirnya ayah mengendurkan dekapannya dan menatapku dengan sangat serius.
"Ayah akan selalu hadir untukmu, Tessa. Terlepas dari apa pun yang kau lakukan, terlepas dari hal apa pun yang masih tersisa yang akan kau lakukan, terlepas dari hal konyol apa pun dalam daftar keinginanmu yang harus kau wujudkan. Kau harus tahu itu."

Tissue mana tissue.

Quote paling disukai:
"Andai aku memiliki seorang pacar. Andai dia tinggal di lemari mantel. Kapanpun aku menginginkannya, aku dapat mengeluarkannya dari lemari dan dia akan menatapku seperti yang dilakukan para pemuda dalam film, seolah-olah aku ini cantik."
Sudut pandangnya adalah orang pertama, Tessa. Membuat kita mengetahui apa yang dia rasakan, apa yang dia inginkan. Alurnya lumayan cepat, yang paling menarik tentu bagaimana Tessa mewujudkan keingginannya, membuat kita akan cepat-cepat mengetahui cara Tessa mewujudkannya. Covernya not bad lah, nggak jauh beda dari cover aslinya. Sayangnya kualitas kertasnya nggak bagus, terlalu tipis dan tulisannya agak kecil. Entah kenapa saya merasa ada yang kurang dengan terjemahannya, bukannya jelek, saya hanya merasa tidak lepas ketika membaca, ok, saya menangis di saat-saat terakhir, tapi saya rasa itu tidak cukup, saya merasa seharusnya lebih wah lagi.

Beberapa penghargaan untuk buku ini:
ALA Teens' Top Ten (2008), Branford Boase Award (2008), ALA's Top Ten Best Books for Young Adults (2008), The Inky Awards for Silver Inky (2008), Abraham Lincoln Award Nominee (2012).

Buku ini sudah difilmkan dengan judul Now Is Good yang tayang pada tahun 2012 ini. Tessa diperankan oleh Dakota Fanning dan Adam diperankan oleh Jeremy Irvine. Lita tunggu saja filmnya, semoga saja semengharukan bukunya. Berikut trailer filmnya:


4 sayap untuk mantra penolak-kematian.


Penulis: Jenny Downham
Penerjemah: Indriani Grantika
Cover: Indriani Grantika
Penerbit: Grantika Publishing
ISBN: 978-602-18147-0-3
Cetakan kedua, Juli 2012
303 halaman

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...