Selasa, 01 November 2016

The Perks of Being a Book Blogger: Goals | Episode 2


Hai haloooo, akhirnya bisa posting lagi, saya sudah sering mengatakan ini di setiap kesempatan, sempat curhat juga di channel booktube, bahwa beberapa bulan ini saya benar-benar nggak mood untuk kegiatan blogging maupun membaca, masa di mana saya merasa muak akan hal yang berkaitan dengan buku. Alhasil saya mencurahkan perhatian ke kegiatan favorit saya yang lain yaitu menonton, saat ini saya lagi kena demam drama Korea. Sebenarnya banyak sekali ide yang berdatangan untuk saya tuliskan di blog, bahkan saking malasnya ngeblog, agar ide itu tidak hilang saya mencatatnya di notebook, hal yang sangat jarang sekali saya lakukan. 

Karena bulan November ini cukup spesial bagi saya, bulan di mana saya lahir (bagi yang ingin memberi buntelan/ kado ultah ke saya boleh banget loh :p), saya ingin menantang diri sendiri untuk membayar ketidakproduktifan selama beberapa bulan terakhir dengan memposting setiap hari, khususnya membayar hutang review dan bacaan beberapa penerbit maupun penulis. Dan sebagai target untuk mendapatkan satu juta page views dalam sebulan ini, hehehe. Sebagai permulaan, saya memilih topik tentang The Perks of Being a Book Blogger, tempat di mana saya bercerita tentang lika liku kehidupan seorang blogger buku, curahan hati apa saja yang pernah saya alami selama menjadi seorang blogger buku + sebagai pembaca buku. Di episode kedua ini saya akan membahas tentang Goals atau tujuan saya menjadi seorang blogger buku.

Goals atau Tujuan menjadi seorang blogger buku
Ingin mendapatkan buntelan 
Siapa sih yang nggak mau mendapatkan buku gratis? Kalau syaratnya harus punya blog pasti mau nggak mau akan membuat juga. Walau awalnya terpaksa, karena ada keinginan tersebut lama-lama bisa menjadi kebiasaan. Jadi, bisa saja awalnya 'dipaksa' menulis review tapi lama kelamaan menyadari keasikan sehingga tidak bisa berhenti melakukannya, menjadi salah satu goals.

Menjadi anggota BBI
Mungkin salah satu goals utama bagi para blogger buku. Bergabung dengan komunitas tersebut tentu banyak mendapatkan manfaat; mendapatkan teman baru yang sama-sama mencintai buku, mendapatkan informasi terbaru dan macam-macam tentang dunia buku, sampai mendapatkan tawaran untuk mereview. Pengetahuan kita tentang dunia buku dijamin bertambah kalau bergabung dengan komunitas ini.

Mencari penghasilan tambahan
Mungkin alasan ini paling duniawi, hahaha, siapa sih yang nggak ingin apa yang kita kerjakan mendapatkan hasil secara fisik? Bagi blogger buku mungkin bagian ini terbilang cukup sulit karena jarang dilirik untuk mendapatkan job review atau paid review, di mana kebanyakan sasarannya adalah para lifestyle, fashion atau beauty blogger. Karena cakupan yang bisa dibahas oleh blogger buku terbilang sempit, harus berhubungan dengan buku, melihat minat dan daya baca kita masih kurang, tidak banyak job review yang ditawarkan kecuali dari penulis atau penerbit. Jadi, kalau tujuan utama ingin mendapatkan penghasilan dari menjadi seorang blogger buku, lebih baik lupakan saja.

Menyalurkan hobby
Bagi sebagian pembaca buku, menulis review buku dianggap cukup penting, selain sebagai penginggat, bisa juga sebagai arsip buku apa saja yang sudah dibaca. Menulis review buku tidaklah mudah, tidak hanya sekadar menceritakan kembali secara singkat isi buku tersebut, tapi membahas apa yang ada di dalamnya. Hal ini kadang menjadi kesenangan, tidak ada tujuan materiil, goals-nya murni karena menyukai kegiatan tersebut.

Lalu, apa goals saya?

Tujuan utama saya menjadi seorang blogger buku karena saya memang menyukainya, blogger buku hanya sebagai hobby, dan kalau bisa mendapatkan keuntungan juga, tapi tidak 'ngoyo' atau menjadikan prioritas utama. Dalam artian semua macam-macam tujuan di atas pernah saya targetkan, hahahaha. Namun, dari awal saya membuat blog buku, tujuannya hanya ada tiga, tujuan di atas datang seiring saya menjadi blogger buku.

Goals Utama
1. Dokumentasi
Saya orangnya pelupa banget, maka penting bagi saya untuk menuliskan kembali apa yang telah saya baca. Memang tidak semuanya melihat keterbatasan waktu dan pikiran yang saya miliki, menjadi blogger bukan prioritas utama dalam hidup saya, sehingga ada hal lain yang lebih penting saya kerjakan. Namun, sebisanya saya selalu menuangkan pikiran akan buku yang telah saya baca dengan menuliskannya, sebagai pengingat, sebagai jejak saya pernah berhubungan dengan buku tersebut. Maka tidak heran kalau kadang review saya sangat panjang bahkan ada yang bilang sedikit mengandung spoiler, yah karena alasan yang cukup egois tadi, saya tidak ingin melupakan apa yang menurut saya penting dari buku tersebut, dan tanpa saya sadari saya menuliskannya terlalu banyak.

2. Rekomendasi
Saya ingin berbagi bacaan dengan pembaca yang lain. Bisa dibilang genre bacaan utama saya adalah romance, dan genre romance adalah genre yang paling banyak dibaca serta bisa dengan mudah menyusup ke genre lain sehingga bila ada pembaca yang ingin mengetahui review buku tertentu bisa mencarinya ke blog saya. Selain itu saya ingin berbagi bacaan favorit saya dan ingin meracuni orang lain agar ikut membacanya juga, bahwa buku bagus itu harusnya disebarluaskan agar banyak orang tahu, agar banyak orang membacanya. Dan bisa juga menampilkan rekomendasi buku yang kurang menarik agar pembaca lain yang bingung apakah ingin membeli bisa menilai dari review yang saya buat.

3. Informasi
Saya sering sekali mencari informasi seputar buku atau review buku yang sangat ingin saya baca sebagai pertimbangan untuk membelinya, tapi tidak menemukannya, tidak ada orang yang membahasnya. Maka menjadi tekat kuat saya untuk membuatnya sendiri! Hahahaha, saya biasanya terpacu pada hal-hal seperti itu, makanya isi blog saya tidak hanya tentang review buku, tapi berbagai informasi tentang buku yang kadang saya cari tapi nihil. Saya ingin berbagi informasi dengan pembaca yang lain, atau pembaca yang bernasib sama seperti saya, agar mereka tidak menemukan jalan buntu.

Itulah ketiga tujuan utama saya menjadi seorang blogger buku, dan tanpa saya rencanakan, tujuan yang saya kemukakan di awal datang tanpa saya duga. Saya sering mendapatkan buntelan karena sering menulis review buku di blog, bisa terdaftar sebagai member BBI, beberapa kali mendapatkan job review, dan menjadikan hobby paling favorit sekarang ini selain menonton film/serial dan mendengarkan lagu. Semua bukan tanpa usaha, perlu komitmen dan konsistensi untuk mencapai semua itu. 

Saya banyak membaca maka saya banyak menulis, hal itulah yang mungkin dilirik penulis atau penerbit yang bertujuan mengenalkan atau mempromosikan buku mereka. Tentu sangat menyenangkan mendapatkan buntelan alias buku gratis, terlebih buku yang memang kita inginkan atau wishlist. Bukan berarti tidak ada dukanya, sering kali saya berhadapan dengan deadline, lama sekali mereviewnya, kadang isi bukunya tidak cocok dengan selera saya, sampai saya tidak memiliki waktu untuk membaca buku-buku saya sendiri, alhasil menjadi penimbun buku. Jujur saja, saya sempat stress memikirkan hal ini, membuat saya depresi, membuat saya muak dan berakhir dengan ketagihan nonton drama Korea, hahaha. Mungkin saya hanya perlu rehat sejenak, membaca apa yang benar-benar ingin saya baca dan suka.

Saya sampai membeli domain blog, bergabung dengar berbagai komunitas lain, belajar apa itu niche, DA, PA, alexa range, google analytics, sampai dasar-dasar SEO agar page views blog saya tinggi. Ya, awalnya sederhana sekali, saya tidak berharap dapat job review karena saya menyadari blogger buku jarang dilirik dan kalaupun menerima akan menyalahi salah satu aturan dari BBI bahwa dilarang memposting sesuatu yang non buku, biasanya job review tidak tentang dunia buku. Awalnya saya hanya ingin blog tercinta ini pengunjungnya tembus sampai satu juta, salah satu goals yang lain, itu saja. Dan siapa yang mengira kalau saya bisa ditawari job review mulai dari membuat artikelnya sendiri, tinggal posting, dapat uang yang nantinya bisa dibelikan buku lagi, hahaha, tidak jauh-jauh dari buku juga. 

Sedikit materialistis memang, namanya juga kutu bokek, wakakaka. Saya sampai pernah disemprit BBI karena menyalahi aturan ini, saya sadar kok, dan saya juga punya aturan sendiri, biasanya kalau bisa saya gabungin tentang dunia buku maka akan saya posting secara permanen, sedangkan yang bersifat non buku maka ada jangka tayangnya, bahkan saya sampai berniat ingin keluar dari anggota BBI loh kalau tetap tidak boleh, bukan karena masalah ini saja sih, ada masalah lain yang cukup mengganggu saya. Saya hanya tidak ingin membatasi diri, kalau blog ini bisa berkembang dengan sendirinya, maka biarlah, saya tidak akan menutup kesempatan yang datang pada blog ini. Itu saja. Dan saya tetap menyayangi BBI dan selamanya Kubikel Romance akan menjadi blog buku, dan tetap memiliki tiga tujuan utama; dokumentasi, rekomendasi dan informasi.

Nah, itu goals utama saya menjadi seorang blogger buku dan sedikit cerita yang mengiringinya. Saya pernah mendengar kalau blog saya terlalu jauh untuk dikejar, sasaran iri, dan sangat enak sering mendapatkan buntelan. Saya bersyukur, karena sampai ke tahap ini prosesnya juga tidak mudah, kadang ada cerita pahit yang mengiringinya. Namun, yakinlah dengan goals utama, maka manfaat lain tanpa terduga akan mendatangimu dengan sendirinya.

Terakhir, apa goals-mu membuat blog? :D

7 komentar:

  1. wah makasih sharingnya sulis :D setuju soal buntelan..
    Soal dokumentasi hana juga setuju, tapi selama ini Hana ngerasa goals tersebut udah terpenuhi dengan ngereview di goodreads..
    makanya hana bilang di jawaban pertanyaan sulis kemarin , hana ngeblog dengan tujuan ditemukan.. Soalnya review Hana tenggelam (jarang masuk review populer yang nonggol di atas)... Hahahaha.. Jadi memilih buat blog buku.. Dengan nulis di blog, ada kesempatan review Hana masuk page 1 google.. Terus siapa tahu yang berkunjung ternyata selera bacanya sama dan kemudian kami berteman.. Ngga membatasi teman yang beda selera sih.. Tapi di dunia nyata, Hana punya banyak teman yang suka baca, sayangnya selera bacanya beda.. Jadi kadang cerita ke mereka jadi ngga nyambung atau ngga seru. Hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mauk page one google salah satu goals juga selain page views tembus satu juga, wakakakaka. Aku kalo di goodreads semacam untuk cadangan biar kalo kenapa-kenapa dengan blog ku, review yang aku buat tidak hilang. Aku pernah mengalami soalnya ketika pindah platform. Di blog aku merasa lebih bebas dan karakter kalimat nggak dibatasi, dibatasi pun tetap bisa menampung apa yang ingin aku utarakan, di goodreads pernah nggak cukup soalnya, wakakaka

      Hapus
    2. Ya di blog lebih bebas berekspresi.. Di goodreads agak ribet formatnya,harus diketik.. Oooh.. Gue blm pindah platform sih dan blm pernah nulis panjang bangey sampai ngga cukup. Makasih infonya :)

      Hapus
    3. Btw, kalau soal page 1 google kayaknya blog loe udah sering masuk page 1 google :D selamat ya :D keep up the good work :D tadi Hana coba search the girl on paper resensi dan loe ada di page 1.. Tapi kalau carinya the girl on paper review, gue yang ada di page one..hahaha..ternyata selama ini gue bisa masuk page 1 karena ngetagnya review.. Kalau ngetag atau ngelabelnya resensi,kalah sama loe kayaknya 😂😂

      Hapus
  2. Suka sekali ada postingan seperti ini ... :D
    bisa nambah semangat buat ngurusi blog buku. Alhamdulillah dari awal buat blog buku, kubikelromance yang jadi kiblatnya, tapi gak plagiat kok sist :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih seki, senang bisa bermanfaat blognya, terus nulis ya 😁

      Hapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...