Rabu, 06 Mei 2015

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Ordo Buntelan? | How To


Hai hallo, ada kategori terbaru nih di Kubikel Romance, yaitu How To. Di postingan ini nantinya kalian akan mendapatkan tips dan trik ala saya, berbagi pengalaman apa saja yang pernah saya dapatkan di dunia buku, cara membuat blog buku, cara mereview buku, dll. Sebenernya sudah ada beberapa yang pernah saya tulis juga cuma ingin lebih terstruktur, nggak amburadul, belajar menulis yang baik. Tentu saja nggak bersifat menggurui, tujuannya adalah berbagi pengalaman, saya kan belum ekspert juga, masih harus banyak belajar lagi :D.

Postingan pertama adalah tips bagaimana menjadi seorang ordo buntelan. Apakah itu ordo buntelan? Dulu pertama kenal dengan istilah ini di twitter, ketika beberapa orang menyebut diri mereka sebagai ordo buntelan ketika berburu kuis buku. Kalau nggak salah sih tahunya dari mbak Truly dan Dion, hihihi. Lalu saya menobatkan diri juga sebagai ordo buntelan karena punya kesamaan visi dan misi, berburu buku gratis. Jadi, singkatnya ordo buntelan itu tidak lain tidak bukan adalah kuis hunter, hanya saja yang diburu adalah buku :D.

Nah, saya kerap sekali ditanya bagaimana caranya bisa dapet buntelan? Beruntung banget sih menang terus, dsb dsb. Well, nggak semudah itu gaez, ada peluh yang sering kali saya dapatkan, wakakaka lebay. Oke deh, ini cara saya berburu buntelan :D

1. Aktif di Sosial Media
Pertama yang harus kamu tahu adalah di mana ada buntelan, maka di sanalah kamu berada. Gudang kuis itu di sosial media, jadi kamu harus punya, minimal; twitter, facebook, dan blog. Ketiga tempat tersebut sering banget ngadain kuis, entah itu berhadiah buku, voucher belanja, bahkan gadged. Dulu pas awal-awal kenal twitter saya menjadi pemburu kuis apa saja, entah itu voucher makan gratis, produk kecantikan, buku dsb. Baru beberapa tahun belakangan ini saya hanya berfokus pada buku. Di Goodreads dan Instagram juga sering ada giveaway. Intinya, kamu harus aktif mencari mana yang sedang menyelenggarakan giveaway.

2. Follow 
Setelah kamu punya modal untuk berselancar, kamu follow twitter, facebook, instagram atau blog yang sering ngadain giveaway. Kalau yang kamu buru adalah buku maka kamu harus aktif pantengin akun penerbit, penulis atau blogger buku. Minimal follow akun penerbit karena biasanya mereka promo lewat kuis, atau meng-RT tweet penulisnya yang sedang berbagai buku baru mereka, dari sanalah kamu nggak akan ketinggalan info. Kemudian cara lain adalah mengikuti para blogger buku. Sebenarnya ini agak dimalesi terlebih untuk yang bukan blogger, mereka harus punya blog dulu. Dan biasanya syaratnya agak ribet. Bisa dimaklumi karena tujuan blogger mengadakan giveaway adalah salah satunya untuk meningkatkan traffic blog mereka, jadi mau nggak mau menjadi syarat wajib karena nantinya dengan otomatis postingan terbaru akan terlihat. Terlebih sekarang ini banyak penerbit mengaet para blogger untuk mengadakan blog tour, serangkaian acara untuk mempromosikan buku baru dari penerbit atau penulis tertentu. Jadi nggak bakalan rugi dong kalau follow para blogger buku :p.

3. Mengikuti Lomba Review Buku
Kalau kuis di twitter, facebook atau blog biasanya disuruh menjawab pertanyaan, nah inilah alasan kenapa kamu harus punya blog atau akun goodreads (kadang bisa lewat note facebook), yaitu dengan membuat review buku kita bisa mendapatkan buku secara gratis. Nggak jarang juga penerbit atau penulis mengadakan lomba review, di mana hadiahnya sangat mengiurkan sekali. Bahkan http://yes24.co.id seminggu sekali memilih dua pemenang yang akan mendapatkan buku seharga maksimal 100k dengan mereview buku pilihan mereka. Memang kadang harus sedikit berkorban dengan membeli buku yang sedang dilombakan, tapi ya namanya usaha apa pun harus ditempuh kan? Toh siapa tahu review kamu disukai penerbit atau penulis trus menang deh :D

4. Mengirim Review Buku ke Surat Kabar
Sebenarnya saya belum pernah mengalami, pernah sih dua kali mengirim resensi ke surat kabar tapi nggak dimuat, hehehehe. Saya dengar dari pengalaman teman dan baca pengalaman blogger yang sering sekali reviewnya dimuat di surat kabar, biasanya mereka akan mendapatkan fee dari surat kabar tersebut, ditambah kalau mengirimkan bukti review ke penerbit yang bersangkutan kita akan mendapatkan paket buku. Enak banget kan, sudah dapat uang, dapat buku lagi. Selain itu tandanya kamu sudah ekspert dalam menulis review buku. Pengin banget, salah satu cita-cita saya yang belum kesampaian dalam dunia buku adalah review saya dimuat di surat kabar :D

5. Banyak Berdoa dan Jangan Pantang Menyerah
Saya nggak hanya sekali dua kali berburu buntelan terus menang dan nggak pernah gagal. Nggak semudah itu, perlu berkali-kali baru menang, saya menjadi ordo buntelan sejak tahun 2011 dan nggak berhenti sampai sekarang, walau sekarang menjadi sedikit pemilih, dalam artian nggak semua ada giveaway buku saya ikuti, hanya yang ingin benar-benar akan saya baca saja. Saya melakukan hal tersebut di atas; mantengin sosial media; follow semua penerbit, penulis, dan blogger yang sering ngadain giveaway; sering mengikuti lomba review dan mencoba mengirim review ke surat kabar. Intinya adalah banyak berdoa dan jangan menyerah kalau belum berhasil, masih banyak kesempatan yang bisa kita dapatkan. Rejeki nggak akan kemana kok. Saya sering loh gagal mendapatkan buku yang dipengin banget, tapi dalam hati saya percaya, kalau jodoh dengan buku tersebut pasti suatu saat akan kesampaian punya juga, dan benar, saya selalu mendapatkan wishlist saya, walau secara bertahap. Jadi jangan menyerah dan berdoa terus ya :D.

Nah, itulah cara saya mendapatkan buku gratis. Ada tips tambahan kalau kamu adalah seorang blogger buku yaitu jangan lupa share review kamu ke penerbit atau penulis, rajin-rajin mereview buku mereka, siapa tahu suatu saat review kamu disukai mereka dan diajak kerja sama untuk mempromosikan buku mereka. Jadi nggak usah susah payah berburu buntelan, buntelan yang akan mendatangi kamu sendiri :D.

Saya anti banget meminta-minta buku dari penerbit atau penulis, lebih tepatnya nggak berani dan sungkan, terlebih yang belum kenal. Iya kalau mereka dengan senang hati memberikan, kadang ada yang nggak suka dan malah ngejudge, meremehkan. Nggak salah juga, penghasilan mereka dari menulis juga nggak seberapa jadi maklum kalau mereka marah, bukannya beli malah minta. Makanya saya lebih suka dengan cara di atas yaitu dengan berburu buntelan, mereka sendiri yang mengadakan tinggal kita mengikuti persyaratannya.

Semoga postingan ini bermanfaat, kalau kamu punya tips lain menjadi seorang ordo buntelan silahkan komen di bawah ya :D

25 komentar:

  1. Sulis sering dapet dari Mizan ya. ;) Aku seringnya dari kuis, hihi. Kadang iseng ikutnya, ternyata dapet. Yang penting memang jangan menyerah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya aku ikut kuis juga iseng, menang eh ketagihan, trus ikut terus XD. Alhamdulillah :)

      Hapus
  2. Ah gue gak pernah dapat kak :')

    BalasHapus
  3. Lho emang ada ya yang minta buku ke penulis gitu? :O #edisibarutau

    Ini tipsnya mirip sama jadi beauty blogger hihihi Nggak perlu ngemis2 ke brand lah buat dapet produk gratisan, kalo emang jodoh, nggak akan ke mana ;) #tsah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nggak tahu juga sih, kadang ada penulis yang curhat sering diminta gratisan. Sebenarnya bisa juga untuk blogger apa saja, hihihi.

      Hapus
  4. Kok bisa samaan sik? Aku juga pengin bikin artikel bagi-bagi tips soal dunia perkuisan. Tapi apalah daya, belum punya kesempatan buat merealisasikannya. x))

    Nambahin no. 6 mbak Peri: "Gabung di BBI", heheheh. BBI kan sering dapet tawaran untuk me-review buku buat membernya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, gpp buat aja, aku juga sering seperti itu, idenya keduluan orang lain XD
      Makasih ya tambahannya, iya nih, kok aku malah melupakan BBI *pentung* :p

      Hapus
  5. Aku termasuk jarang ikut kuis atau apapun yang gratisan karena selera bacaku terbatas dan aku cenderung picky. Cuma ikut untuk buku yang aku memang tertarik baca. Sebisa mungkin nggak nambahin timbunan, mengingat---ya Sulis tau laaah...--rak buku cuma segitu doang. Haha.

    Tapi mau berbagi pendapat soal "minta buku dari penerbit atau penulis". Sebenarnya, sebagai blogger buku, kalau memang blog kita udah punya pageview lumayan dan memang kita udah pengalaman bantu promosi buku (misalnya dalam bentuk Blog Tour atau giveaway-in buku pengarang tertentu) kita bisa. Apalagi kalo twitter kita banyak followernya. Penerbit welcome, karena bayangin aja, cuma modal 1 atau 2 buku, mereka bisa dapet publikasi lumayan luas. Cuma yaa.. kalo buatku pribadi, lagi2 karena selera yang terbatas, aku juga picky, pilih pengarang yang aku tau sesuai seleraku (seandainya aku propose kerja sama buat buku yang blm kubaca) atau aku udah baca duluan bukunya, suka, trus mau minta sponsorin 1 buku buat GA di blog. Karena kan tetep aja aneh rasanya promosiin buku yang kita nggak suka. Hehehe...
    Mungkin yang mengganggu itu orang yang ujug2 minta gratisan, tanpa penjelasan lebih dulu kenapa dan apa yang dia bisa kasih sebagai imbal balik buku yang diterima. Apalagi kalo bilangnya blogger buku tapi taunya blognya cuma ada 1-2 pos. Etapi Sulis sih ga usah pake minta juga udah suka dikirimin buku sama penerbit ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Nana pendapatnya :)
      Seperti yang aku jelaskan di atas, kalau masalah 'minta buku' aku nggak berani atau sungkan, nggak tahu juga caranya meminta yang baik, entah itu harus bikin proposal dulu atau sebagainya. Soalnya aku pernah baca beberapa pendapat penulis tentang orang yang meminta-minta ini, mereka nggak modal lah, mau enaknya aja lah, dan aku agak tersinggung. Nggak semua orang kan bisa beli buku dan lumrah sekali kalau mereka mencari gratisan, toh mereka juga harus ada usaha dalam mencari gratisan ini. Mungkin mereka menghadapi orang yang nggak bener-bener suka baca, modal 'kita kan teman', atau seperti yang kamu jelasin, entahlah, makanya aku nggak berani, takut melukai hati mereka aja. Mungkin ada penulis yang welcome sama berbagai bentuk promosi, ada juga yang harus membeli.
      Yang jelas, aku nggak berani kalau harus minta duluan, harus mereka yang menawarkan, hehehehe. Kasih tipsnya dong, Na, agar aku berani mengajukan kerja sama dengan penerbit atau penulis :D

      Hapus
  6. Yang paling penting tu jangan mudah menyerah ya mbak :))

    BalasHapus
  7. Jadi inget dulu awal-awal ikutan kuis nih kak. Dimulai pas akhir tahun 2013. Pertama kali ikutan kuis dari penulis Wulan Dewatra. Dia minta review novelnya dia ("Hujan dan Teduh" atau "Harmoni"). Untungnya waktu itu aku udah punya akun goodreads dan udah mulai nulis review walau cuma review ecek2. Hehehe. Eh taunya menang. Pas dicek, rupanya yg review Harmoni cuma aku doang. Pantesan aja menang. XD

    Berlanjut ikutan kuis kaos Taufik Hidayat dari akun fanbase badminton. Alhamdulillah dapet lagi. Ngikut kuis buku metropop BLACKJACK dari Gramedia juga dapet. Mulai di situ jadi ketagihan deh. Nyoba-nyoba fokus di kuis buku karena memang kebanyakan follow orang-orang dari dunia literatur. Awalnya kalahan mulu. Tapi yang penting nggak pantang menyerah. Mana yang ada ikutin aja. Lama-lama ngerasa tertantang mau sampe menang. Seru juga. Sampe ngikutin kuis yg berhadiah pulsa juga dijabanin deh, lumayan dapet berapa kali. :D

    Kalo soal ngirim review ke surat kabar, pengin juga sih kak. Tapinya aku masih nggak pede sama hasil review-ku sendiri. Terkadang aku ngerasa terlalu kritis untuk buku yang nggak terlalu 'menggugah' aku, sedangkan tujuan lain dimuat di surat kabar kan mau 'menjual' buku itu biar tambah laku. Tapi giliran ada buku yang aku suka, kayaknya bahasaku lebay sangat (dari cara aku ngungkapin apa yang aku suka). Heuheuheu, my bad.

    Ngomongin soal jodoh sama buku, itu juga beberapa kali terjadi sama aku kak. Contohnya nih, dulu mupeng novel Jodoh untuk Naina, ikut kuisnya sana sini kecul terus. Nah kemarin Intan ngadain giveaway-nya di blog, ikutan, eh rejeki rupanya. Mupeng ASOT juga, dulu ikutan kuisnya di fb pas baru terbit, kalah. Tapi alhamdulillah dapet rejeki dari giveaway voucher buku di blog Bang Opan. Dan masih ada beberapa lagi. :D asal banyakin usaha dan sering update di sosial media mah insya Allah wishlist bisa terkabul dari gratisan. Hehe.

    oh ya, tambahan tips dari aku nih. buat para newbie quiz hunter yang nggak punya blog atau belum mau komit untuk punya blog karena ngerasa belum mampu buat rutin ngurus dan ngapdetnya, mungkin pada banyak yang mikir kalo giveaway di blog itu cuma untuk pengguna blog. Padahal kan nggak. jangan langsung berkecil hati atau ogah ikutan pas ada yang ngadain giveaway di blog. Karena kalo pun ada syarat disuruh follow blog kan bisa follow melalui email sendiri, nggak harus punya blog dulu. Pas mau komen pun bisa untuk siapa aja, masih bisa select as something, kayak komen punyaku ini login dari akun google, atau ngisi sendiri data diri kita. Soalnya dulu aku pun belum (mau) punya blog tapi nekat aja ikutan dan ternyata masih bisa menang kok. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sekali Aya sudah mau berbagi pengalaman, seneng bacanya, semangat terus ya berburu buku gratisnya, hehehe

      Hapus
  8. pernah dapet, buntelan yang kalau dinominalin ada kali 1juta. itu sampe kasian lihat mas-mas kurir JNE nya pas bawa.
    okedeh..ternyata saya juga masuk ordo buntelan hahahahha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, hadiah apa itu sampai satu juta? Pengennnnn, hehehe.

      Hapus
  9. Kita beda angkatan setahun ya kak. Aku mulai ngekuis dari pertengahan tahun 2012. Waktu itu semua diikutin. Dapetnya macem-macem, dari voucher pulsa sampai voucher jajan di supermarket. Dapet buku malah pas udah sekian bulan ngekuis. Abis itu pindah ke giveaway yang diadakan di blog-blog. Terus vakum. Teris akhirnya baru 2 bulan ini mau fokus ke buku aja xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, dulu aku juga semangat ikut kuis apa aja, terus memutuskan jadi book hunter, makin ke sini makin pemilih juga soalnya waktunya yang nggak ada :D

      Hapus
  10. nyimak komen dari atas...wuiih kerren..ini udah expert semua. Saya baru anak bawang, kenal blog buku juga baru-baru ini...udah gitu punya blog jarang update #hadeuh
    Kapan ya..bisa kaya temen2 di atas...trs dapat julukan ordo buntelan ..hiks
    Thanks share nya ya...bermanfaat banget nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuncinya jangan patah semangat, ikut terus pasti suatu saat bakalan menang kok :D

      Hapus
  11. Wah sudah ordo buntelan sejak 2011. Aku masih di mana? Baru mulai aktif di sosmed itu 2014 dan mulai ikut jadi kuis hunter, mesti berdarah-darah belum pernah menang buku. Lebih suka menang pulsa. hheh. Untungnya nggak menyerah di akhir 2014 mulai suka menang dapat buku hingga sekarang. Ditambah mencoba melirik kirim ke media dan ternyata dapat juga. :D Tapi jujur kalau yang ikut GA Blog juga masih sering gagal, lebih suka menang di GA Fb, hehhh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jarang banget kirim ke media karena nggak pede, hehehe. Wah, aku malah jarang ikutan di fb, ikut beberapa kali seringnya apes XD

      Hapus
    2. Malah kebalikan kita, hheh. Mungkin ada jalan rezekinya masing-masing :D

      Hapus
    3. Malah kebalikan kita, hheh. Mungkin ada jalan rezekinya masing-masing :D

      Hapus
  12. trima kasih sharingnya kak, jd smngt :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...