Sabtu, 01 September 2018

Savanna & Samudra by Ken Terate | Book Review, Blog Tour, Giveaway

Judul buku: Savanna & Samudra
Penulis: Ken Terate
Editor: Tri Saputra Sakti & Donna Widjajanto
Ilustrasi sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020379432
Cetakan pertama, 2018
352 halaman
Buntelan dari @bukugpu
Setelah papanya meninggal, Savanna—mahasiswi cemerlang yang terbiasa hidup serbamudah—dihantam masalah bertubi-tubi: kehilangan pacar, putus kuliah, dan berurusan dengan penagih utang. Namun, ujian terberatnya adalah bekerja sebagai pelayan kedai susu. 

Di kedai dia bertemu Alun, cowok norak, gaptek, dan tak bisa meng-update Facebook. Pemuda itu memang mencerahkan harinya, tapi juga memperumit masalahnya. Sava tersentak menyadari cinta ternyata bisa mengkhianati akal sehat. Masa sih dia jatuh cinta pada Alun, pemuda desa yang tak pernah kuliah dan melarat? Di sisi lain, Harris—mantan pacar Sava yang sempurna—muncul kembali. Hal itu membuatnya bingung mana yang harus dia pilih: cinta atau logika? 

Selain itu, Sava tidak mau menjadi pelayan seumur hidup, tapi juga tidak tahu apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Lantas, adakah jalan lain yang bisa dia tempuh? Dan… apa yang harus Sava lakukan?
Kerja jadi pelayan, apa kerennya? Itulah yang dikerjakan Bintang Savanna sekarang, penjadi pelayan di Inisusu, sebuah kedai yang tidak terlalu mencolok dan diisi orang-orang aneh. Miss Lani, pemilik sekaligus penjaga kasir yang hanya ingin tahu kerjaan beres dan pelanggan banyak, Koh Abeng yang Jawa banget, menjadi chef gadungan di sana. Terakhir, Alun Samudra, cowok desa yang hanya lulusan SMK, gaptek, melarat tapi rupawan. 

Terpaksa bekerja hanya salah satu masalah yang dihadapi oleh Savanna. Semanjak ayahnya meninggal, semua kenyamanan hilang. Sava harus cuti kuliah karena untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja susah, apalagi untuk membayar biaya kuliah yang mahal. Dia putus dengan pacarnya, Harris. Adiknya, Tyo, terancam putus sekolah karena ibunya tidak kunjung membayar uang SPP. Paling parah, Sava ikutan dikejar rentenir karena bukannya membayar hutang, ibunya malah foya-foya dan sering pergi dengan lelaki.

Untungnya, ketika Sava mengalami masalah yang tidak bisa dia tangani sendiri, Alun selalu datang membantu, misalkan saja memperbaiki atap genteng yang bocor, keran yang copot dan Alun juga membuat Sava aman ketika didatangi rentenir, dia siaga di depannya. Ketika dia merasa nyaman dengan kehadiran Alun yang menerima dia apa adanya, Harris muncul kembali, Harris yang kaya dan memberikan kenyamanan seperti dulu kala.
Kita dewasa saat kita mendadak tahu masalah orang-orang dewasa.
"Nduk, hidup itu rangkaian masalah. Kita cuma melompat dari masalah satu ke masalah yang lain. Tapi seenggaknya kita bakal melompat, ya kan? Tenang aja, badai pasti berlalu. Nggak ada badai yang nggak berhenti."
Mungkin kita cuma melompat dari satu kesalahan ke kesalahan yang lain. Tapi, di antara kesalahan-kesalahan itu ada hikmah dan pelajaran, kan? Malah kadang-kadang ada senangnya juga.
Savanna & Samudra bisa dibilang cukup berbeda dengan novel remaja kebanyakan, khususnya dari status sosial para tokohnya, jauh dari dunia gemerlap. Bisa dibilang Savanna & Samudra cerita yang merakyat, mengangkat masalah orang menengah ke bawah, masalah yang sangat realistis karena selalu ada di sekitar kita. Menceritakan bagaimana Sava harus menghadapi permasalahan hidup ketika dia dan keluarganya menjadi miskin.

Turun derajat, itulah yang dialami Sava dan penulis menceritakan dengan baik sekali. Mulai dari langkah pertama yang harus dilakukan, bekerja untuk mencari uang, itu pertahanan pertama. Seletah mencoba meminta tolong keluarga ayahnya, Sava jadi tahu permasalahan keluarga, bahwa keluarga dari pihak ayahnya hanya menghormati ayahnya dan membenci ibunya karena latar belakang yang dimiliki. Lebih dari itu, selama ini ibunya tidak bahagia dengan pernikahannya.

Ada satu hal yang sangat menarik bagi saya ketika penulis meyorot masa lalu ibu Sava. Berasal dari kelas sosial bawah, berbanding terbalik dengan ayah Sava yang cukup terpandang dan dari kalangan militer, membuat ayah Sava cukup otoriter. Ibu Sava menikah selepas SMA dan sejak saat itu dia tidak pernah bekerja. Dia disetir hanya menjadi ibu rumah tangga yang tidak pernah memegang uang lebih. Dampaknya ketika ayah Sava meninggal, mereka kehilangan satu-satunya sumber penghidupan.

Dulu ayah saya pernah berpesan, kalau sudah menikah nanti diharapkan tetap bekerja, karena kita tidak tahu kedepannya, misalkan saja bercerai dari suami atau ditinggal mati (semoga saja tidak pernah terjadi). Membaca Savanna dan Samudra ini, saya melihat perwujudan dari perkataan ayah saya, bahwa menjadi wanita mandiri itu penting. Tidak mudah mencari pekerjaan bagi wanita berusia empat puluhan, dan itu dirasakan sekali oleh ibu Sava, dia tidak pernah bekerja, dia tidak pernah hidup susah setelah menikah.

Tokoh favorit saya adalah Alun, dia karakter yang sangat menyenangkan, seperti hidup tanpa beban dan melakukan apa yang dia sukai. Dia tidak pernah merasa minder berasal dari keluarga miskin atau tidak pernah mengenyam bangku kuliah, dia hanya menjalani hidup apa adanya. Alun juga lah yang membuat Sava untuk menerima keadaan, bahwa tidak buruk menjadi orang miskin, asal kita bahagia dan bisa melakukan apa yang kita suka. Selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang.

Bagian yang saya suka ketika ada di kedai Inisusu, ketika Sava berkumpul dengan Koh Abeng dan Alun, lepas sekali hubungan mereka, serasa tanpa beban, tanpa memandang status sosial yang dimiliki. Apalagi ketika guyonan mereka muncul, seperti tipe-tipe pengunjung yang datang di kedai. Tipe satu mencakup gerombolan ABG atau mahasiswa yang berisik dan suka nyampah, sedangkan tipe dua bagi pasangan sejoli yang sedang dimabuk asmara.

Bagi kalian yang mencari cerita remaja tentang permasalahan hidup sehari-hari, Savanna & Samudra akan memberikan gambaran yang cukup nyata.




*Giveaway*

Hai hallo, ada giveaway lagi nih, kali ini dari Ken Terate, bagi pecinta teenlit pasti sudah nggak asing dengan namanya dong ya. Ken dengan baik hatinya akan membagikan satu buku Savanna & Samudra ke satu pembaca Kubikel Romance yang beruntung.
Syaratnya:
1. Follow blog Kubikel Romance via GFC (di sidebar sebelah kanan ada judul The Readers, klik aja tombol Sign in atau follow, asal punya akun google bisa kok)
2. Follow twitter atau instagram @peri_hutan dan instagram @ken_terate.
3. Share link postingan ini di media sosial yang kalian punya, cukup salah satu aja. Sertakan hastag #PeriHutanxKenTerate.
4. Di kolom komentar di bawah, tulis akun kalian ketika membagikan link postingan ini. Misal: @peri_hutan - twitter atau @peri_hutan - instagram.

Sudah itu saja, giveaway berlangsung 1-6 September 2018. Pengumuman pemenang di postingan ini saya usahan segera satu atau dua hari setelah batas waktu yang ditentukan. Semoga beruntung :)


*UPDATED*

Hai Hallo, maaf ya agak telat pengumuman dikarenakan ada acara keluarga dan habis itu tepar, baru sekarang deh. Selamat buat @yulianaselfia97 nanti akan aku hubungi untuk konfirmasi pengiriman hadiah. Buat yang belum beruntung nantikan giveaway selanjutnya, selalu follow biar nggak ketinggalan info 😉

31 komentar:

  1. @salsabilanrainnn - Instagram

    BalasHapus
  2. @Littlepaper93 - Twitter, @nisa.farikha_ - Instagran

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...