Jumat, 30 September 2011

Letters to Sam


Penulis: Daniel Gottlieb
Penerjemah: Windy Ariestanty
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I, 2011
ISBN: 979-780-510-7
218 halaman

Aku tak sanggup memikirkan hal ini, tetapi aku tahu, suatu hari nanti, kau akan mendengar seseorang berkata, 'Dia Autis.' Kalau hal itu terjadi, aku khawatir, kau akan menyadari bahwa ketika orang melihatmu, mereka tak melihat seorang Sam. Mereka melihat sebuah diagnosis. Sebuah masalah. Sebuah pengelompokan. Bukan seorang manusia. -- hal. 65
Buku ini bercerita tentang surat-surat yang dikirim oleh seorang laki-laki berumur 53 tahun yang menderita kelumpuhan selama 20 tahun karena kecelakaan kepada cucunya, Sam yang lahir pada 25 Mei 2000 dimana ketika dia berusia kurang dari 2 tahun, keluarga menemukan bahwa Sam menunjukkan gejala autisme, setelah melakukan tes kecerdasan, penilaian perilaku, dan ujian fisik, hasilnya menyatakan kalau Sam menderita PDD -- Pervasive Deveplomental Disorder, (Gangguan Perkembangan Pervasif). Dia berhenti berceloteh dan sepenuhnya membisu, menghantamkan kepalanya ke lantai bilamana merasa frustasi, berteriak ketika mendengar suara-suara tertentu. Dengan mengabaikan kekuranngan yang diderita cucunya, Gottlieb percaya kalau pesan yang penuh cinta itu akan tersampaikan. Dia ingin cucunya belajar memahami artinya 'berbeda' dari orang lain, memberitahu Sam tentang cinta, dimana memberikan cinta adalah jauh lebih penting daripada menerimanya, dan memberitahu apa artinya menjadi manusia.
Surat-surat yang ditulis lebih banyak menceritakan tentang pengalaman penulis. Walaupun begitu, ada kalanya dia menceritakan orang-orang terdekatnya, seperti di bagian kedua yang berisi "Tentang Keluargamu." Kita juga dikenalkan dengan Sam, 'kesempurnaannya' sampai masa depannya, bagaimana dia harus menghadapi perbedaan. Penulis ingin mempersiapkan semuanya, menghadapi masa depan, berjuang menghadapi ketidakadilan. Sayangnya, menurutku cerita tentang Sam terlalu sedikit, saya ingin lebih mengenal dia bukan hanya garis besarnya saja, bagaimana dia tumbuh, bagaimana dia menjalani terapi, saya ingin tahu perjuangannya. Tapi, rasa sayang seorang kakek kepada cucunya terasa jelas melalui surat-surat tersebut, selain itu banyak kata-kata Gottlieb yang saya suka, filosofinya tentang hidup, disetiap bab selalu bermakna, covernya cantik. Berikut adalah bagian yang paling saya suka.
Ayahmu dan Ayahku, menceritakan kehebatan para ayah. Sam pasti bangga sekali dengan laki-laki yang ada di keluarganya :)
Kemudian, ketika ayahmu tahu tentang autisme yang kau derita, dia mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah aku lupakan. 'Kalau Sam tidak bisa belajar di sekolah,' katanya kepadaku, 'aku akan berhenti kerja dua tahun, kami akan berlayar berkeliling dunia. Aku akan mengajarinya segala sesuatu yang perlu dia ketahui dalam dua tahun itu.'
Berikan Kesempatan untuk Berbuat Baik, dibagian ini kita mengenal sisi lain dari kerapuhan. Kerapuhan, kelemahan justru mendorong keluarnya kebaikan orang lain. Nggak ada salahnya kalau kita tak berdaya :)
Terkadang, keadaan memaksa kita untuk berpura-pura kuat dan berani, padahal sebenarnya kita merasakan yang sebaliknya. Tapi itu jarang sekali. Pada umumnya, akan lebih baik kalau kita tak usah berpura-pura kuat ketika sedang merasa lemah, atau berpura-pura berani padahal merasa takut. Aku percaya, dunia akan menjadi tempat yang lebih aman kalau setiap orang merasa lemah menggunakan flasher dan berkata, 'Aku punya masalah. Aku lemah dan sedang berusaha semaksimal mungkin.'
Bagian yang paling saya suka adalah Melihat Seorang Manusia, di bagian ini penulis menceritakan perempuan bernama Norma, sahabatnya, seseorang yang mengidap skizofrenia.
Akankah aku menyerahkan anak perempuanku yang masih bayi kepada 'seorang skizofrenik'? Tentu saja tidak. Namun aku mempercayakannya kepada Norma. Penyakit yang diderita Norma menyerang otaknya, tetapi jiwanya tetap utuh.

Sam, selama bertahun-tahun aku mendapati bahwa aku bukanlah seorang tunadaksa. Aku memang memiliki kelumpuhan. Kau bukan penderita autis. Kau memiliki autisme. karena label yang diletakkan pada kita, beberapa orang takut mendekati kita. Beberapa yang lain menjadi berhati-hati ketika berbicara atau memberikan kepercayaan kepada kita. Dengan cedera tulang belakangku dan autisme yang kau miliki, kita terlihat berbeda dan bertindak berbeda. tapi, kita juga bisa mengajari orang lain, sebagaimana Norma telah mengajariku, bahwa apa pun yang terjadi dengan tubuh atau pikiran kita, jiwa kita tetap untuh.
Di bagian Menyembuhkan Luka, kita dikenalkan cara penyembuhan yang ampuh, bahwa penyembuhan terjadi dengan cara dan waktunya sendiri.
Bagaimana penyembuhan terjadi? Luka sembuh dengan cara yang ajaib. Secara tak terelakan, dia sembuh dengan caranya sendiri. Apa yang harus kita lakukan hanyalah tidak membiarkan ego kita kelaparan menuntut rasa sakit agar segera lenyap dalam jangka waktu tertentu. kita membutuhkan keyakinan bahwa kelak rasa sakit itu akan pergi. Bagaimanapun, rasa sakit hanyalah sebuah emosi. tak ada satupun emosi yang abadi.
Buku ini penuh cinta, penuh makna hidup. Mungkin masih banyak lagi kalimat pamungkas di buku ini, temukan sendiri :))
Sedikit cerita, DULU saya sangat bodoh, DULU saya termasuk golongan orang yang membeda-bedakan 'si lumpuh' atau 'si autis', sempat menganggap kekurangan orang menjadi bahan olok-olokan. Setelah saya membaca beberapa blog tentang STOP menggunakan kata autis untuk bahan ejekan saya SADAR, saya membayangkan bagaimana saya menjadi orang tua tersebut, tidak mudah, pasti, kita harus mempunyai pasokan sabar yang amat besar, karena autis bukan penyakit sehingga tidak ada obatnya. Salah satu link yang 'menyadarkan' saya adalah http://sillystupidlife.com/2009/04/time-to-speak-out/ yang ditulis oleh   seorang ibu yang memiliki dua anak dengan autis. Melalui twitnya juga, saya belajar banyak tentang autisme. Ada twit beliau yang sangat jleb, kalau nggak salah begini bunyinnya: Dia nanya, "Am I autistic mom?".. I said, "No dear, you're just different, but you're special. One day you gonna make everybody proud of u."
Ahhhh, anaknya pasti bangga banget punya ibu yang hebat seperti beliau :))
Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif (Baron-Cohen, 1993). Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang:
  1. interaksi sosial,
  2. komunikasi (bahasa dan bicara),
  3. perilaku-emosi,
  4. pola bermain,
  5. gangguan sensorik dan motorik
  6. perkembangan terlambat atau tidak normal.
Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil, biasanya sebelum anak berusia 3 tahun (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Autisme untuk lebih jelasnya).
3 sayap untuk cinta kakek kepada cucunya :)

NB: Tentang Penulis
Daniel Gottlieb, psikolog dan terapis keluarga yang menjadi pembawa acara di Voice in the Family di radio WHYY, afiliasi dari Philadelphia's National Public Radio. Seorang kolumnis untuk Philadelphia Inquirer, penulis tiga buku, Learning from the Heart, Voice in the Family, dan kompilasi kolom Voices of Conflict; Voices of Healing. Dia adalah ayah dari dua putri, dan Sam adalah cucu satu-satunya. Royalti penulis akan disumbangkan untuk kepentingan organisasi kesehatan anak-anak dan amal. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi http://www.drdangottlieb.com/ :))

Sabtu, 17 September 2011

-Bubble Love-


12394500


Penulis: Fei & Lia Indra Andriana
Editor: Benedicta Rini W
Penerbit: Sheila, Andi Publisher
Cetakan: I, 2011
ISBN: 978-979-29-2612-5
158 halaman

Sebenernya baca ini duluan daripada Khokkiri tapi nulis reviewnya belakangan. hehehehe. Terimakasih banyak kepada mbak @artikamaya yang udah ngasih #buntelan ini dan saya suka! :))
Masih berbau Korea, cerita dimulai dari perubahan drastis seorang Vivian, si gadis lugu dan pemalu menjadi seorang wanita dewasa yang seksi dalam balutan baju mini. Dia melakukan semua itu untuk balas dendam kepada Seon-Ho, pacar yang berdarah Korea yang tiba-tiba saja memutuskannya secara sepihak dan mlah pacara sama gadis SMA. Vivian juga berpacara dengan Andros Riviera, playboy paling cakep dan tajir. Dia melakukan semua perubahan itu untuk menarik perhatian Seon-Ho, ingin membuat mantannya itu cemburu, ingin tahu kenapa dia memutuskannya karena sebernarnya dia masih sangat mencintai Seon-Ho. Perubahan Vivian juga berdampak buruk bagi persahabatannya dengan Sinae, seorang guru Bahasa Korea. Sinae tidak suka akan perubahan Vivian yang berdandan menor dan berbaju minim, apalagi waktu datang kerumahnya pada tengah malam Vivian mabuk berat, tidak Vivian yang biasanya, selain itu, yang membuat Sinae marah besar adalah dia sekarang berpacaran dengan Andros, laki-laki yang diam-diam dicintainya.
Dilain pihak, sebenarnya Seon-Ho masih sangat mencintai Vivian juga, tapi dia harus wajib militer, dia tidak ingin Vivian terus memikirkannya, menunggu untuk waktu yang sangat lama, jadi dia berpikir lebih baik kalau mereka berpisah dan Vivian mencari penggantinya, mendampingi dan menjaganya setiap saat. Awalnya dia menolak tawaran Minnie untuk menjadi pacar gadungannya, gadis SMA itu ingin membuat cemburu adik sepupunya, Park Tae-Sik yang cuek, tapi dia malah membuat alasan tersebut untuk putus dengan Vivian. Pada waktu Vivian menunjukkan perubahannya pertama kali, Seon-Ho kena batunya sendiri, dia shock dan sadar kalau tidak bisa kehilangan Vivian, tapi Andros tidak mau melepaskan cewek yang sudah diincarnya dari dulu itu, dia sudah terlanjur cinta mati. Nah lo, siapa yang bakal dipilih Vivian? :))
Covernya keren, lucu imut, walaupun banyak banget kebetulan, dimana hubungan tokoh satu dengan yang lainnya, tapi nggak membuat bingung kok, malah bisa ketebak. Sebenarnya suka banget sama karakter Andros, tipikal playboy yang tobat, katanya sih meraka malah jauh lebih setia kalau udah nemu cinta sejatinya, nggak tau yang bener yang mana, wakakaka, sayangnya di cerita dia dibuat menjadi jahat. Eh tapi Tae-Sik boleh juga loh ;p. Dari segi cerita udah biasa, bedanya disini disisipin unsur Korea, bahasa Korea yang berseliweran, dikenalkan dengan sedikit budaya Korea yaitu wajib militer yang harus dilakukan selama dua tahun bagi laki-laki dan lock of love di Namsam yang lebih tepatnya terletak di Seoul Tower, dimana dipagari banyak sekali gembok yang dipasang di pinggiran teras sebagai lambang cinta abadi bagi pengunjung Seoul Tower. Ini gambarnya:

455-locks-of-love-at-n-seoul-towerTumblr_l1hzssrzmn1qzgc8bo1_500
Ahhh jadi pengen kesana, romantis banget yah :))
Ngomong-ngomong soal romantis, ada bagian yang aku suka dan menurutku romantis abis, di halaman 104 waktu Tae-Sik nembak Minnie :))
I Love You (Love You)
I Want You (Want You)
I Need You (Need You)
'Cause I choose you (Choose you)
Minnie mendengarkan reff lagu I Love You sambil menatap Tae-Sik dengan bingung. Tae-Sik menarik napas dan mendekat, ia berbisik, tepat ditelinga Minnie. Ia mengucapkan satu kalimat lanjutan dari lagu, "ijeya gaseumeseo haneunmal, neoreul mannagoya paenmal."
Satu tarikan napas panjang lagi, Minnie bisa merasakan telinganya terbelai desahan napas Tae-Sik. "I love you, Minnie. Be my girlfriend.."
Bisa ditiru tuh untuk yang mau nembak :))
Quote favorit:
Cinta itu seperti gelembung sabun, cinta itu ringkih sehingga kita harus menjaganya baik-baik. Dan yang terpenting, cinta itu harus transparan karena jika kamu perhatikan baik-baik, di permukaan transparan gelembung sabun itu terdapat percikan warna pelangi yang sangat indah.

Let's make our love just like a bubble love. Let's make it transparent so that we can see the rainbows in our love. And i swear that this bubble love in the most precious love that i will never pop.
3 sayap untuk si gelembung cinta :))

Bubble Love


Penulis: Fei & Lia Indra Andriana

Editor: Benedicta Rini W

Penerbit: Sheila, Andi Publisher

Cetakan: I, 2011

ISBN: 978-979-29-2612-5

158 halaman



Sebenernya baca ini duluan daripada Khokkiri tapi nulis reviewnya belakangan. hehehehe. Terimakasih banyak kepada mbak @artikamaya yang udah ngasih #buntelan ini dan saya suka! :))

Masih berbau Korea, cerita dimulai dari perubahan drastis seorang Vivian, si gadis lugu dan pemalu menjadi seorang wanita dewasa yang seksi dalam balutan baju mini. Dia melakukan semua itu untuk balas dendam kepada Seon-Ho, pacar yang berdarah Korea yang tiba-tiba saja memutuskannya secara sepihak dan mlah pacara sama gadis SMA. Vivian juga berpacara dengan Andros Riviera, playboy paling cakep dan tajir. Dia melakukan semua perubahan itu untuk menarik perhatian Seon-Ho, ingin membuat mantannya itu cemburu, ingin tahu kenapa dia memutuskannya karena sebernarnya dia masih sangat mencintai Seon-Ho. Perubahan Vivian juga berdampak buruk bagi persahabatannya dengan Sinae, seorang guru Bahasa Korea. Sinae tidak suka akan perubahan Vivian yang berdandan menor dan berbaju minim, apalagi waktu datang kerumahnya pada tengah malam Vivian mabuk berat, tidak Vivian yang biasanya, selain itu, yang membuat Sinae marah besar adalah dia sekarang berpacaran dengan Andros, laki-laki yang diam-diam dicintainya.

Dilain pihak, sebenarnya Seon-Ho masih sangat mencintai Vivian juga, tapi dia harus wajib militer, dia tidak ingin Vivian terus memikirkannya, menunggu untuk waktu yang sangat lama, jadi dia berpikir lebih baik kalau mereka berpisah dan Vivian mencari penggantinya, mendampingi dan menjaganya setiap saat. Awalnya dia menolak tawaran Minnie untuk menjadi pacar gadungannya, gadis SMA itu ingin membuat cemburu adik sepupunya, Park Tae-Sik yang cuek, tapi dia malah membuat alasan tersebut untuk putus dengan Vivian. Pada waktu Vivian menunjukkan perubahannya pertama kali, Seon-Ho kena batunya sendiri, dia shock dan sadar kalau tidak bisa kehilangan Vivian, tapi Andros tidak mau melepaskan cewek yang sudah diincarnya dari dulu itu, dia sudah terlanjur cinta mati. Nah lo, siapa yang bakal dipilih Vivian? :))

Covernya keren, lucu imut, walaupun banyak banget kebetulan, dimana hubungan tokoh satu dengan yang lainnya, tapi nggak membuat bingung kok, malah bisa ketebak. Sebenarnya suka banget sama karakter Andros, tipikal playboy yang tobat, katanya sih meraka malah jauh lebih setia kalau udah nemu cinta sejatinya, nggak tau yang bener yang mana, wakakaka, sayangnya di cerita dia dibuat menjadi jahat. Eh tapi Tae-Sik boleh juga loh ;p. Dari segi cerita udah biasa, bedanya disini disisipin unsur Korea, bahasa Korea yang berseliweran, dikenalkan dengan sedikit budaya Korea yaitu wajib militer yang harus dilakukan selama dua tahun bagi laki-laki dan lock of love di Namsam yang lebih tepatnya terletak di Seoul Tower, dimana dipagari banyak sekali gembok yang dipasang di pinggiran teras sebagai lambang cinta abadi bagi pengunjung Seoul Tower. Ini gambarnya:


Ahhh jadi pengen kesana, romantis banget yah :))

Ngomong-ngomong soal romantis, ada bagian yang aku suka dan menurutku romantis abis, di halaman 104 waktu Tae-Sik nembak Minnie :))

I Love You (Love You)

I Want You (Want You)

I Need You (Need You)

'Cause I choose you (Choose you)

Minnie mendengarkan reff lagu I Love You sambil menatap Tae-Sik dengan bingung. Tae-Sik menarik napas dan mendekat, ia berbisik, tepat ditelinga Minnie. Ia mengucapkan satu kalimat lanjutan dari lagu, "ijeya gaseumeseo haneunmal, neoreul mannagoya paenmal."

Satu tarikan napas panjang lagi, Minnie bisa merasakan telinganya terbelai desahan napas Tae-Sik. "I love you, Minnie. Be my girlfriend.."

Bisa ditiru tuh untuk yang mau nembak :))

Quote favorit:


Cinta itu seperti gelembung sabun, cinta itu ringkih sehingga kita harus menjaganya baik-baik. Dan yang terpenting, cinta itu harus transparan karena jika kamu perhatikan baik-baik, di permukaan transparan gelembung sabun itu terdapat percikan warna pelangi yang sangat indah.




Let's make our love just like a bubble love. Let's make it transparent so that we can see the rainbows in our love. And i swear that this bubble love in the most precious love that i will never pop.

3 sayap untuk si gelembung cinta :))

Tic Toc Tic Toc: Quarter Life's Tale


Penulis: Bunga Mega

Editor: Benedicta Rini W

Penerbit: Sheila, Andi Publisher

Cetakan: Maret, 2011

ISBN: 978-979-29-1714-7

280 halaman



3 cerita tantang 3 sahabat dengan jalan yang berbeda untuk menemukan kehahagiaan sejati.

Ilya, si pencari komitmen.

Seorang fashion & lifestyle editor majalah metropolitan terkenal di Jakarta. Mempunyai pacar putus-nyambung seorang anak basket dan si Womanizer, Wahyu. Hubungan mereka sebenarnya tidak disetujui para sahabatnya karena Wahyu terkenal playboy, Ilya pun sebenarnya juga menyadari kalau dia sering dibohongi dan diselingkuhi tapi mau bagaimana, dia sudah terlanjur cinta sama Wahyu. Ada juga Adam yang datang membawa angin sejuk di kehidupannya, pemilik sebuah cafe yang dulu pernah di liput Ilya, sejak saat itu Adam tertarik dan berusaha untuk bertemu dengan Ilya lagi. Ilya butuh komitmen, Ilya ingin segera menikah, siapa yang mampu memberikannya?

Donna, si tak peduli komitmen.

Seorang Pramugari yang mempunyai jam terbang tinggi dan juga pengalaman percintaan yang tak diragukan lagi, waktu kecil diadopsi oleh orang tua yang gay membuat dia tidak peduli dengan pernikahan. Tapi waktu Galih menawarkan komitmen Donna langsung menyetujuinya, padahal mereka baru berpacaran beberapa minggu. Para sahabat pun heran, seorang Donna memutuskan untuk menikah, Donna merasa capek dengan hidup yang dijalaninya selama ini, dia ingin ada kisah yang seru dihidupnya. Setelah menikah, dia tahu sisi lain Galih, suka memandangi baju-baju dan make-up Donna, dia freak. Apakah Donna mendapatkan pernikahan yang seru?

Shiva, si takut komitmen.

Berprofesi sebagai MC dan penyiar radio membuat pandangan dia tentang dunia entertainment itu semu sehingga dia tidak bisa memutuskan akan berjalan kmana hubungannya dengan Rasha, seorang anak band yang sedang tenal. Shiva juga fobia pernikahan, dia mengganggap pernikahan adalah judi terbesar dalam hidupnya. Dia takut kalau nanti menikah membuatnya bertanggung jawab, dia ingin bersenang-senang, takut salah pilih pasangan, takut kalau ada laki-laki di luar sana yang sedang menunggunya tapi dia terlanjur dengan laki-laki lain, dia ingin bebas. Tapi Rasya rajin sekali menghubunginya, sangat perhatian, dia juga sering memberikan tanda kalau serius dan ingin berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu pernikahan. Lalu datanglah Ernesto Kavy Rayendaz, seorang Program Director Musikita yang baru di tempat kerjanya, laki-laki yang sangat tampan, yang berhasil membuat Shiva bingung akan perasaannya sendiri, kadang Ernes bersifat baik dan menunjukkan rasa tertarik, kadang dia bersifat judes. Shiva pun tambah bingung dengan dua laki-laki yang menghampiri hatinya itu, siapa yang akan menjadi pangeran berkuda putih yang selama ini dimimpikannya itu?

30 tahun, usia kritis, jam biologis, masalah yang biasanya dihadapi oleh para wanita (terutama di kota besar) untuk segera mencari jodoh, itulah yang sedang dicari ketiga sahabat tersebut. Mengharuskan mereka bersaing dengan cewek bertubuh Barbie yang wara wiri disejitar mereka. Walaupun sekses dengan karier tapi mereka tidak mudah menemukan pasangan yang tepat, sewaktu mau mendapatkannya, masalah pun dating sebagai ujian, demi mendapatkan kebahagiaan yang diharapkan, mereka terus mencari.

Udah pernah baca tema yang serupa, wanita yang memasuki usia krisis yang mengharuskannya cepat-cepat cari jodoh, bedanya adalah penulis mencoba mengenalkan makna cinta dari sudut pandang yang berbeda. Ilya dengan Wahyu yang psiko, bertindak kekerasan kalau keinginannya tidak dipenuhi, orang tua Donna yang gay, dan Donna sendiri yang menikah dengan laki-laki yang kepengen menjadi perempuan, membuat pandangan akan cinta menjadi luas. Sayangnya yang nggak aku suka dari buku ini adalah ending dari cerita Ilya, padahal berharap banget dia sama yang itu (ups, nggak mau spoiler :D) dan bagian Shiva dengan pangeran punggungnya, menurutku bagian itu nggak realistis aja. Porsi Shiva disini juga lebih banyak daripada Ilya dan Donna. Yang aku suka dari buku ini adalah gaya bahasanya yang enak, kadang ada joke yang diselipin, karakter ketiga tokoh yang berbeda dan mempunyai khas sendiri yang ditulis dari sudut pandang mereka masing-masing, pandangan tentang cinta yang luas, selain itu covernya suka! :D

Bagian yang membuat terharu itu ketika Galih minta Donna untuk kembali, di halaman 263:

"Maafin aku, sayang... maafin aku... maafin aku... Pleaseeee... I love you, much.. Aku.. tahu aku salah.. tapi aku bakalan lebih salah lagi kalau aku sampai kehilangan kamu," suara Galih bergetar, matanya merah dan berkaca-kaca.

Dannnn, quote yang paling aku sukai adalah yang ini :))


Sejelek-jeleknya sandal jepit kiri, pasti diciptakan berpasangan dengan sandal jepit kanan.

3 sayap untuk mereka yang mengalami Quarter life's crisis.



NB: Tentang Penulis
Bunga Mega, lahir di Jakarta 27 tahun lalu, tepatnya 19 Agustus 1983. Hobinya travelling dan bercita-cita menjadi backpaker berkeliling dunia. Anak kedua dari tiga bersaudara ini, mulai menyukai dunia menulis sejak duduk di SMP, namun baru ditekuni dengan serius ketika lulus kuliah. Cerpen-cerpennya sempat dimuat di beberapa majalah.

Prestasi yang pernah diraih penulis yang sangat menyukai warna hijau dan coklat ini cukup banyak:


  • finalis gosh dancing girl 2002

  • semifinalis miss point break 2003

  • the winner VJ urban campuss 2002

Untuk bidang menulis:


  • Sempat masuk dalam jajaran 50 ide cerita terbaik LA Light Indifest Movie 2007 regional Jakarta

  • Kumpulan Cerpen Terbaik Escaeva-BukuKita.Com “Antologi Bukit Tembang Kapur” dengan cerpen berjudul “Aku Seorang Junkie Kasih Sayang” , Desember 2007

  • Kumpulan Cerpen KitadanKata, melalui Nulisbuku.com (Self-Publishing), dalam rangka pemecahan Rekor MURI #99writers , November 2010

  • Kumpulan Cerpen “Be Strong Indonesia” #Buku 1, dalam rangka Penulis Peduli Bencana Indonesia, Januari 2011

  • Novel “Tic Toc Tic Toc : Quarter Life’s Tale” ,  penerbit Andi Publisher (Maret,2011)  yang telah diterima dengan baik  oleh masyarakat , terbukti dengan menjadi local best seller di beberapa  toko buku. 

Dia juga pendiri komunitas www.cewequat.com (@cewequat) dan GengsIndonesia (@gengsindonesia)

Twitternya: @bungamega





Senin, 12 September 2011

Hairless



Penulis: Ranti Hannah
Editor: Resita Wahyu Febiratri
Penerbit: Gagasmedia
Cetakan: I. 2011
ISBN: 979-780-488-7
298 halaman

Ranti Astria Hannah. 24. Doctor. Wife. Mother. Daughter. Cancer Patient.
Kita boleh merencanakan segala sesuatu sesuai dengan harapan kita, tapi tetap saja Tuhan yang memutuskan.
Di buku ini kita akan membaca memoar atau kisah nyata dari pengalaman penulis menghadapi kanker payudara, dimana sewaktu dia didiagnosa penyakit tersebut, perempuan yang berprofesi sebagai dokter itu sedang hamil 7 bulan. Tentu menjadi berita yang sangat kejam, baru berusia 24 tahun, setahun menikah, dan sebentar lagi memiliki momongan, kebahagian yang awalnya tak terkira tiba-tiba saja hancur. Walaupun awalnya shock, penulis tidak menyerah, tetap tegar, dia berjuang demi anak, suami, keluarga dan teman-temannya untuk memerangi penyakit yang menjadi momok bagi seorang wanita. Karena hamil, penulis hanya bisa melakukan USG, padahal yang dibutuhkan adalah Mammografi (pemeriksaan payudara menggunakan sinar-x yang berbahaya bagi janin). Disamping kesedihan yang mendera, ketakutan tidak bisa memberikan ASI Eksklusif, ada kebahagiaan yang membuncah ketika Rania Aiesha Budhiman. 3200 gr. 49 cm, lahir dengan sehat sempurna.
Setelah sang "kakak" lahir, penulis tidak buang waktu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Singapura. Mulai dari USG sampai mammografi. Pemeriksaan mammografi dilakukan untuk melihat adanya mikrokalsifikasi, pemeriksaan ini cukup akurat untuk mendeteksi adanya kanker payudara stadium dini. Penulis menyebut the pancake machine karena pada pemeriksaan jaringan payudara harus dibuat menyebar supaya masa asing di payudara bisa jelas terlihat karakteristiknya. Untuk menyebarkan jaringan payudara, caranya adalah dengan menekan dan memipihkan payudara tadi antara dua pelat tersebut. Payudara menjadi gepeng sekitar lima sentimeter tebalnya, lalu, di potret dengan sinar-X. Setelah melakukan berbagai pemeriksaan, penulis positif terkena kanker payudara stadium II. Mastectomy (pengangkatan seluruh payudara) pun segera dilakukan agar sel kanker tidak menyebar. Selanjutnya, penulis melakukan pengobatan yang menjadi momok penyakit kanker, Kemoterapi. Cairan yang dimasukkan lewat selang infus, cara kerjanya membunuh sel-sel yang membelah cepat. Salah satu efek sampingnya adalah menghambat pembelahan sel-sel folikel rambut, sekarang jelaskan kenapa buku ini diberi judul Hairless?
Selain menceritakan suka dukanya, yang saya suka dari buku ini adalah penulis juga menuliskan informasi kanker payudara dengan detail, mulai dari sejarah timbulnya penyakit sampai pengobatannya. Karena saya juga lulusan di bidang kesehatan (ehem), saya tertarik dan penjelasan dr. Ranti Hannah (hehehe, soalnya suka pusing kalau baca sendiri dari buku literatur yang ada di perpus) benar-benar mudah dimengerti dan tidak njlimet, apalagi waktu dia melakukan presentasi sendiri ke keluarganya tentang kanker payudara, benar kata penulis, penyakit ini bukan hanya miliknya tapi seluruh keluarganya. Langkah awal yang dilakukan juga begitu cerdas, berbekal pengetahuan, berbekal tahu, sepele tapi sangat penting. Keluarga atau orang terdekat kita jadi tidak "buta" tentang kanker karena merekalah yang selalu ada bersama kita, jadi penting bagi mereka untuk mengetahui kondisi kita. Tidak hanya itu, support dari orang-orang terdekat pun bisa membuat kita menjadi lebih kuat, yang paling mengharukan tentu saja di buku ini adalah pengertian suami penulis, Pandu Surya Budiman. Walaupun dari penampilan kocak, ada beberapa bagian yang membuat saya ikut teriris, di halaman 52,
"Ssshh...," bisik Pandu sambil membenamkan mukanya dileherku. Pelukannya semakin erat. Pikiran saya terasa kosong. rasa tidak enak itu menjelma menjadi awan hitam yang menyelimuti dada dan perut, mengimpitnya, membuat saya sulit bernapas.
Lama kami terdiam dari posisi itu. Saya biarkan awan hitam menguasai saya. Tidak berdaya rasanya mencoba melawan. Setelah beberapa saat isakan tangis saya berangsur-angsur surut. Napas saya perlahan-lahan kembali normal. Saya merasa sendirian.
Saat itu saya baru menyadari bahwa leher saya basah. Merasakan air mata Pandu di leher dan pundak saya. Anehnya, justru membuat saya merasa jauh lebih lega. Akhirnya ia mengerti. Awan hitam itu sedikit menipis. And I'm longer alone in it."
kemudian, waktu membaca halaman 224 ini, menjadikan saya Anggota fanclub Pandu-si-suami-teladan, saya beneran terharu dan mrebes,
But then the horror strarted. Berjumput-jumput rambut saya berjatuhan begitu tangan saya membasuh kepala. Setiap kali saya menyentuh kepala, rambut-rambut menempel di telapak tangan. Rambut saya terus berjatuhan hinga lantai shower kami terlihat seperti dilapisi karpet hitam. Dan ini tak kunjung berakhir.
.....
"Pap, ternyata banyak banget, ya," ujar saya sambil sibuk membersihkan rambut yang menempel di leher sambil membelakanginya.
Pandu tidak menjawab.
Saya menoleh tepat saat Pandu mengangkat mukanya untuk memandang saya. matanya merah. Keceriaan yang biasanya selalu menghiasi mukanya lenyap sama sekali. Ia akhirnya tidak kuat lagi. Pandu memandang saya dan menagis sejadi-jadinya. Tangisannya yang meraung-raung membuat saya serasa beku. hati saya remuk jadinya. Benarkah saya semenyedihkan itu?
Betapa beruntungnya mbak Ranti memiliki suami seperti Om Pandu, keluarga dan teman-teman yang selalu mendukungnya berjuang agar tetap sehat. Selain mendapatkan pengalaman yang berharga dari mbak Ranti, kita juga bisa belajar melalui buku ini, mengenal lebih dekat dengan kanker.
3 sayap untuk Ranti Astria Hannah. Doctor. Wife. Mother. Daughter. Cancer Survivor.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...