Jumat, 29 April 2011

Bocah Penjinak Angin


286886464


Author: William Kamkwamba, Byan Maelar
Penerbit: literati
Situs: literati-books.com
Page: 396
ISBN:978-602-8740-17-3
April 2011
Judul asli: The Boy Who Harnessed The Wind
literary awards: CORINE Internationaler Buchpreis for FOCUS Zukunftspreis (2010), ALA Alex Award (2010)
url: http://www.williamkamkwamba.com



Kisah nyata dari William Trywell Kamkwamba yang ditulis bersama Bryan Mealer. Setting di Malawi, Negara kecil di sebelah tenggara Afrika, saat itu William berusia 14 tahun. Kalimat awal di BAB 1 sangat menarik, “ Sebelum aku menemukan keajaiban ilmu pengetahuan, ilmu sihir menguasai duniaku.” Karena pada saat itu warga sangat percaya sekali kepada Sing’anga atau dukun. Awal cerita sangat lambat kalau menurutku, menceritakan tentang keluarganya, bagaimana perkasanya ayahnya sebelum menikah dengan ibunya, adik-adiknya dan kedua teman akrabnya Geoffrey dan Gilbert, malaria, kolera, AIDS (yang dijelaskan dengan sangat jelas di sini) sampai masalah terbesar yang dialami hampir semua penduduk Afrika, kelaparan. Ayah William adalah seorang petani jagung dan tembakau, saat itu terjadi kekeringan dan gagal panen yang menyebabkan keluarga mereka harus sangat mengirit soal makan, sarapan pun ditiadakan. William baru saja lulus dari sekolah dasar dan berharap bias masuk sekolah menengah yang diinginkannya Chayamba atau Kasugu karena dia menjadi seorang ilmuan besar, tetapi dia malah ketrima sekolah menengah di Kachokolo yang mungkin merupakan sekolah terburuk, yang berjarak sekitar 5 kilometer atau 40 menit dari rumahnya. Tapi sayang semangatnya belajar harus kandas karena ayahnya tidak mampu membiayai sekolah, untuk makan saja susah, terpaksa dia putus sekolah, tapi karena ini jugalah yang merubah kehidupan William nantinya.
Keingintahuan William yang besar mulai terlihat saat dia bersama temannya, Geoffry membongkar radio yang sudah tua dan rusak untuk melihat isinya, melihat cara kerjanya supaya bisa memperbaiki radio itu lagi. Di Malawai dan banyak bagian Afrika yang tidak ada aliran listrik untuk menyalakan televisi, radio adalah satu-satunya penghubung dengan dunia di luar desa. Keluarganya menggunakan minyak tanah untuk untuk penerangan dimalam hari.
Walaupun tidak bisa sekolah, William biasa mendengar cerita pelajaran dari Gilbert dan pergi ke perpustakaan kecil di Sekolah Dasar Wimbe agar otaknya tidak menjadi tumpul. Di perpustakaan itu dia menemukan buku yang akan mengubah hidupnya, buku teks Amerika yang berjudul Using Energy atau penggunaan energy (dan juga Explianing Physics, Integrated Science), kincir angin. Kincir angin berfungsi sebagai pembangkit listrik dan memompa air untuk irigasi, karena sangat bermanfaat sekali untuk kehidupannya saat itu dia pun punya ide untuk membuatnya, untuk percobaan dia membuat yang lebih kecil daripada sampul buku itu. Dia mendapatkan bahan untuk membuat kincir angin itu dari rongsokan. Dan dia berencana membuat yang lebih besar lagi.
Awalnya dia sampai disebut gila oleh orang yang melihat membuat kincir angin tapi mulai tertarik ketika rumah mereka mati lampu tapi tidak dengan rumah William. Hingga suatu hari ada orang dari Melawai Teacher Training Activity yang melihat kincir angin itu dan tertarik untuk mencari orang yang membuatnya. Datanglah Dr. Hartford Mchazime ynag bertanya sekolah sampai kelas berapa, bagaimana William bias tahu tentang listrik, voltase dan memutuskan kalau dia harus melanjutkan sekolah. Berkat Dr. Mchazime juga banyak wartawan yang mewawancarinya sehingga hasil karyanya banyak diketahui orang dan dapat diterima warga lainnya yang sebelumnya menganggap itu sihir. Pengalaman seru lainnya adalah ketika William menghadiri TED (Technology, Entertainment and Desaign) dia bertemu orang-orang hebat Afrika lainnya. Corneille Ewango ahli botani dari Kongo, seorang pria dari Ethiopia menciptakan semacam kulkas yang bekerja menggunakan uap air dari pasir agar bias digunakan di desa-desa tanpa listrik. Bola Olabisi, warga Nigeria membentuk sebuah kelompok untuk menyatukan para ilmuan wanita di Afrika, dokter dan ilmuan yang menggunakan ide serta metode kreatif untuk melawan AIDS, malaria dan TBC. Ada juga Erik Hersman dan Mike Mckay, orang pertama yang menulis kisah William dalam blognya, ada kata Erik yang sangat aku suka, hal. 366 “Orang Afrika menggunakan semua keterbatasan yang mereka miliki untuk mencapai keinginannya. Dengan menggunakan kreativitas, mereka mengatasi tantangan-tantangan di Afrika. Kalau orang lain melihat suatu benda sebagai sampah, orang Afrika mendaur ulang benda itu. Kalau orang lain melihat suatu hal sebagai benda rongsokan, orang Afrika melihat kelahiran kembali benda itu.” Selain itu ada kalimat lain yang sangat dasyat, di hal. 43 saat ayah William bilang, “kalau memiliki rencana jahat terhadap teman kita, berhati-hatilah karena rencana jahat itu akan berbalik kepadamu. Kita harus selalu memiliki niat baik kepada orang lain.” Kemudia saat Presiden mereka melihat banyak orang meninggal karena TBC, kolera, malaria atau diare bukan karena kelaparan di hal. 192 dia bilang, “tidak ada orang mati karena kelaparan,” kemudian ayah William bilang “ada orang yang memang buta, tapi orang yang satu ini memilih untuk tidak melihat.” Di hal. 208 “kelaparan itu suatu bentuk ilmu pengetahuan yang kejam,” dan kalimat terakhir dibuku ini dan juga sangat dasyat adalah “kalau kau ingin berhasil mewujudkannya, yang harus kau lakukan adalah berusaha,” di hal. 386.
Aku suka ceritanya, menginspirasi kalau walaupun kita putus sekolah masih ada yang bisa kita lakukan, seperti yang dilakukan William, pergi ke perpustakaan, mendengarkan pelajaran yang tidak bisa dia peroleh lewat temannya, dan tidak pernah berhenti mencoba. Dia bisa menciptakan listrik sendiri bagi keluarganya dengan hanya membaca buku yang tidak pernah tersentuh di perpustakaan, bertekat untuk merubah keadaan keluarganya untuk menjadi lebih baik. Awalnya sangat bertele-tele, terlalu lambat jalan ceritanya, cerita yang aku tunggu-tunggu baru ada setelah setengah halaman lebih, minim typo (dalam artian tidak ada kalimat yang menggaguku, karena aku juga bukan ahlinya), covernya bagus, tiap bab ada gambar kincir angin, ada foto dari tokohnya sendiri mulai dari kecil, keadaan daerahnya, kincir angin yang dibuatnya, benar-benar komplit, dan juga penjelasan tentang penyakit kolera, radio dan pembuatan kincir angin yang sangat jelas. Sangat cocok untuk dibaca bagi yang suka cerita pembangkit semangat.
3 sayap untuk William yang putus sekolah tapi jenius :D

Note: Alhamdulillah dapet dari hasil menang kuis di @LiteratiBooks, kalau gak salah pertanyaanya waktu itu buku apa yang paling menginpirasimu :D


Selasa, 26 April 2011

Iseng-iseng Berhadiah


Image0525Image0526


281380178244110073247629892263705005271826769274698744


Awalnya sih iseng atau coba-coba eh gak taunya menang hehehe, pertama kali menang itu dari @terrantbooks terus disusul oleh @atriakeren yang waktu itu kalo gak salah pertannyaanya tentang buku terbitan Atria apa yang paling kamu suka, jujur aku jawab Loversus satu-satunya buku atria yang aku punya, trus gak sadar juga aku menang lagi dari Atria, waktu itu pertannyaanya adalah disuruh menjelaskan siapa itu Alessandra Giliani, pemenangnya akan di RT nah gak sengaja yang di RT itu twett aku, aku tanya langsung dan ternyata benar, 2x menang di penerbit yang sama hehehe. Sejak saat itu jadi keterusan ikut kuis dan sejauh ini aku menang di Terrant Books, Atria (2x), Goorme voucher makan 2x juga di Pringsewu dan esteller77 (yang dengan berat hati gak saya ambil karena lokasi di Jakarta, berat di ongkos) ), ColekMelek voucher 100k ke Excelso, Gagas Media, Literati Books, IDcerita, Bentang Pustaka, kuis yang diadain penulis Primadona Angela. Wow, gak kerasa udah menang 11 kali dan hadiahnya gak ada yang ngecewain, alhamdulillah :D

Senin, 25 April 2011

Alita @ Heart (Alita, #2)


Author: Dewie Sekar
Paperback, 448 pages
Published February 8th 2011 by PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN13: 9789792266993
characters: Alita, Yusa, Gading, Abel
goodreads:http://bit.ly/fMqCME
Awal baca agak lupa sama yang pertama, maklum sindrom lupa hinggap lagi karena sudah lama baca yang Alita @ First. Memang susah nglupain orang yang kita sayang banget, apalagi mereka meninggalkan kita karena kembali keharibaanNya. Inti cerita ini disitu. Alita yang susah melupakan Mas Erwin, cinta pertamanya gara-gara meninggal karena AIDS, Mas Yusa yang kadang mengingat Mbak Ava dan gagalnya pernikahan dengan Daya, Abel yang putus karena Juno, pacarnya lebih memilih Jerman sebagai "rumahnya" tapi Abel kadung cinta mati sama Indonesia jadi memilih putus, dan Mas Gading yang terpaksa menikahi orang yang dicintainya Delira karena hamil sama mantan pacarnya waktu di Italia. Ternyata diam-diam Yusa ada rasa sama Abel tapi waktu itu Abel lagi deket sama Gading jadi dia takut menggungkapkan isi hatinya karena dia punya motto pantang ngrebut pacar orang, padahal sebenernya mereka cuman temen curhat yang memiliki masalah yang sama, melupakan sang mantan. Karena gak mau merebut pacar orang, Yusa nyuruh Alit untuk menyelidiki hubungan mereka apakah beneran pacaran, si Alit merasa curiga sama Gading dan terus nempel sama Abel mencari info apakah mereka ada apa-apa. Karena merasa jengah akan tingkah laku Alit, Gading malah berusaha mendekatinya agar Alit gak jutek lagi dan mau berteman denganya. Yah seterusnya bisa ketebak kemana arah cerita.

Ceritanya simple, sederhana, khas mbak Dewi deh, kadang menyisipkan banyolan lucu disetiap kalimat. Manis sekali hubungan Alita dan Yusa, jadi pengen punya kakak seperti dia, saling menjaga dan melindungi (curcol). Sudut pandang ceritanya dari Alita, Yusa, dan Gading. Kenapa Abel gak sekalian ya? Awal sempet bingung ini siapa yang bercerita, gak ada pemisah kalau mau ganti si pencerita cuman tulisannya saja yang berbeda, tapi lama-lama juga ketauan sih. Ada benang merahnya juga dari novel terdahulunya mbak Dewi, seperti tokoh Daya dan Langit (Langit Penuh Daya), Nora yang punya butik (Zona @ Last). Suka buku kedua sekaligus seri terakhir Alita ini dari pada Alita @ First.
4 sayap untuk lika-liku cinta si Alita :D

22 Hari Bercerita #1

Cover-22-hari-bercerita

Kumpulan cerpen anak yang diprakarsai oleh @IDcerita yang bertujuan mendidik melalui cerita. Seperti kalimat di pengantarnya, “Cerita jadi media mendidik sekaligus hiburan. Telah lama cerita ditinggalkan hanya sebagai kesenangan, tanpa makna yang menjadi muatan. Padahal cerita adalah cara halus nan ampuh untuk menanamkan nilai, menasehati dan mengubah perilaku tanpa menyakiti.” Di ebook yang pertama ini ada 23 cerita pendek dengan tema yang berbeda-beda sesuai pohon karakter (sebagai personifikasi dari manusia yang mempunyai karakter).

Di cerpen yang pertama yang berjudulkan Loly Takut bertanya, mengajarkan kita bahwa malu bertanya itu sesat di jalan. Dreamland, negeri fantasy yang apa pun bias terjadi di sana. Normal, sebagai orang tua harus terbuka kepada anaknya, walaupun anak kita masih kecil mereka berhak mendapat pengetahuan tentang cinta, jenis kelamin, seks, peran laki-laki dan perempuan dalam pernikahan maupun kehidupan, dicontohkan dicerita ini Kevin sangat tergila-gila sama Catwoman, mengunduh gambarnya di internet (masih kecil udah bias aja hehe). Satu Huruf Yang Ku Benci, aku paling suka cerita ini, Dio yang cadel merasa malu akan kekurangannya, malu karena sering diolok-olok temannya dan kalimat yang aku suka adalah, “banyak kelebihan kamu yang tertutupi gara-gara kamu terlelu mikirin kekurangan kamu yang satu itu.” Kemudian ada cerita Lala Lada yang lucu sekali gaya berceritanya, menjelaskan tentang manfaat lada dengan tokoh yang unik, ada Lala si bubuk Lada, Gugu Gula, Gaga Garam (mirip Lady Gaga ya ;p) dan Dodo Sendok, mengajarkan kalau setiap bumbu itu punya manfaat masing-masing. 

Putri Yang Selalu Mengantuk, Putri Letargia karena terlalu memikirkan kecantikannya, baju apa yang mau di pake dan make up yang tebal membuat Putri tidak punya waktu untuk memperhatikan rakyatnya, kemudian ada pangeran tampan yang menyamar menjadi pelanyannya supaya tidak selalu mengutamakan penampilan, menyadarkan kalau kecantikan dalam hati akan lebih berharga daripada kecantikan di luar. 

Kamu Boleh, sebuah puisi yang berisi tentang kita boleh sekolah dimana saja, belajar dimana saja. Janji Pelangi, kenapa pelangi dating sehabis hujan? Dia menyediakan sesuatu yang indah seudai awan gelap. Monik Dan Kaos Kaki, menceritakan seorang anak yang kehilangan orang tuanya, rumahnya akibat badai dan yang tersisa hanya sebuah kaos kaki, kalimat favoritku adalah, “Kita tidak pernah akan tahu, kapan kita terjatuh dalam hidup. Menghadapi itu kita hanya cukup untuk ingin merasa sakit karena dengan itu kita akan cukup sadar bagaimana cara yang baik untuk menghadapinya,” dan “Sakit itu baik, sakitpun mampu untuk dipilih seperti Monik yang memilih kaos kaki.” 

Petualangan Fibouli, menceritakan seekor ikan yang terlempar ke lautan dalam akibat gempa bertemu dengan gurita laut, Befo. Si Befo buta tapi dia mempunyai mata hati, dia menyarankan kepada Fiboli untuk menggunakan mata hatinya agar bisa pulang, mengajarkan kalau setiap makhluk hidup punya mata hati. Penulis Itu Pintar, pasti sebagian besar anak kecil kalau ditanya cita-citanya apa pasti menjawab dokter, insinyur, polisi, ABRI. Tapi berbeda dengan Tisya, dia ingin menjadi seorang penulis. 

Ollo Si Beruang, yang bercerita tentang impian Ollo, dia akan membuat dongeng tentang impiannya, ia menuliskannya agar selalu dekat dengan mimpinya. Bumi dan Bulan, cerita lainnya yang paling aku suka, Komariyah, gadis kecil yang baru pindah dari kampong, sewaktu memperkenalkan diri dia diolok-olok temannya karena namanya kampungan, yang terparah adalah Ardi. Endingnya lucu, apalagi pas Ardi bilang kalau Komariyah itu artinya bulan dan Ardi itu bumi, kayak bumi dan bulan yang saling melengkapi, cieeeee. 

Si Bungsu Belajar Terbang yang bercerita tentang pengalaman pertamanya terbang yang awalnya malas-malasan, demi menjalankan amanah akhirnya dia berani mencoba. Balon, kita tidak boleh menyerah mencoba sebelum berhasil. Ada Mimpi Nirmala dan Dongeng Mimpi dimana sebelum tidur kita harus berdoa agar tidak mimpi buruk. Rumah Motivasi, kadang orang tua memancing kita sebuah hadiah agar kita rajin belajar, dan itu biasanya sangat membantu :D. 

Menggapai Bintang, yang berisi kita harus belajar agar bias meraih mimpi, untuk hidup yang lebih baik. Rumah untuk Kuki, dari pengarang favorit nih, kak Sitta Karina, serunya bermain dengan dua teman barunya Arya dan Jack bertemu dengan Kuki, seekor Kuskus. Salju Pertama Kia, serunya bermain dan melihat salju bersama kedua orang tua. Aku Sebal Sama Mama, kadang seorang Ibu memang menyebalkan karena kecerewetannya, tapi pernakah kau banyangkan bila tidak ada seorang Ibu? Cerita yang bagus sekali :). Dan yang terakhir cerpen die book ini adalah Aku Kehilangan, bercerita tentang pertama kali tidur sendirian.

Banyak pesan yang dapat diambil dari kumpulan cerita tersebut kan? Ceritanya sebagian besar gampang dipahami, cukup membingungkan di Monik dan Kaos Kaki, pada bagian awal kalimatnya susah dimengerti tapi makin ke belakang mulai jelas inti ceritanya. Lumayan banyak juga typonya, mudah-mudahan saja bukunya nanti jauh lebih baik.

Saya rasa Indonesia Bercerita ini sangat tepat dalam usahanya mendidik melalui cerita. Sekarang ini sudah jarang cerita anak-anak (yang saya tau cuman Clara Ng) dalam negeri. Komik pun kadang sangat keras, banyak perkelahian di isinya. Anak kecil itu meniru, lah kalau yang dibacanya aja cerita-cerita kayak begitu, bisa kebawa kepergaulannya kan. Belum lagi tontonan televisi yang tidak sangat mendidik, yang isinya jauh dari kehidupan nyata, anak kecil butuh cerita untuk membangun karakter, kalau sudah dari kecil diberi tontonan seperti itu besarnya manaketehek. Semoga lebih banyak lagi cerita untuk anak-anak J.

Sedikit bicara tentang Indonesia bercerita yang saya kutip di ebooknya, Indonesia Bercerita adalah sebuah bisnis social berbasis komunitas yang menawarkan karya cerita anak dan metode bercerita sebagai inovasi dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Karya utama Indonesia Bercerita adalah cerita anak dalam berbagai bentuk (buku cetak, buku-e dan podcast) serta pengetahuan tentang penggunaan metode bercerita dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Minggu, 24 April 2011

Firdaus Mimpi


Author: Agnes Jessica
Paperback, 448 pages
Published 2010 by Vania Books

ISBN: 9792480552

Kania anak dosen killer Abdullah tak sengaja bertemu dengan Erwin mahasiswa yang hampir kena Do karena ga lulus mata kuliah yang diajarkan oleh ayahnya. Dia sempat memohon-mohon agar diluluskan tapi ayah Kania tetap bersikeras menyuruh mengulang. Karena dendam, Erwin mulai mendekati Kania, membuatnya jatuh cinta lalu mencampakannya. Tapi Erwin merasa berbeda setelah bertemu Kania, dia suka mendengarkan ceritannya, kesukaannya akan melukis, dan dia juga merasa sudah jatuh hati padanya, karena itu dia mulai menghentikan rencanannya. Tapi Kania keburu tahu rahasiannya, sakit hati tapi terlanjur jatuh cinta sehingga dia meminta Erwin untuk menjadi pacarnya dan melanjutkan rencana awalnya. 



Sampai suatu ketika Abdullah memergoki Kania yang sedang di lukis bugil oleh Erwin, dia kalap, memukuli baik Kania maupun Erwin. Abdullah dipecat dari jabatan dosen, menjadi gila, dan Erwin bunuh diri dengan membakar kamarnya waktu dikurung oleh ayahnya karena tidak boleh bertemu dengan Kania. 




Hidup baru pun dimulai, Kania dan ayahnya pindah ke Serang ke tempat bibinya karena sudah tidak punya apa-apa lagi, dan disana dia bertemu dengan Tommy, pemilik danau yang akan dijadikan Resort. Tommy pun jatuh cinta pada Kania tapi ditentang oleh ibunya gara-gara masa lalu Kania yang suram (ceile). Kania pun minggat ke Paris ke tempatnya Kevin, sepupunya Freya (kalo gak salah) menjadi pembantunya Sharon, kekasih Kevin. Kania pun merasa si Kevin ini mirip dengan Erwin, mantanya, kecintaanya akan melukis tapi yang membuat beda adalah si Kevin ini judes, gak mau tau urusan orang lain, dan suka menyendiri kalo sedang melukis. Mereka pun lama-lama jatuh cinta. Tapi, suwaktu Kevin mau mengenalkannya kepada ibunya, dan dia melihat ibunya Erwin ada di Paris. Ada apa ini? ada apa?



Ceritanya gampang ditebak, mirip-mirip novelnya Mira W lah hehehe.


3 sayap untuk Kania yang tegar :)

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...