Senin, 31 Oktober 2011

Hati Memilih

Hati Memilih
Penulis: Riawani Elyta
Editor: Dewi Fita & Syafial Rustama
Penerbit: Bukune
ISBN: 602-220-009-1
Cetakan pertama, Agustus 2011
258 halaman

"Benarkah kita bisa membuka hati pada cinta yang nggak terduga?"

Merasa  berhutang budi pada bibinya, Salma, Icha pun menyanggupi untuk merawat Camelia, keponakannya. Gadis kecil yang bersenyum manis dan polos, bocah cantik dan masih dini harus menanggung akibat dari kegagalan dan bobrok orangtuanya. Bibi Salma menyuruh Icha untuk memjemput Camelia sepulang sekolah sampai supir menjemputnya dan membawa pulang ke rumah bibi Salma. Ibunya, Aida, terjerat razia narkoba. Lalu, dimana ayahnya?

Keesokan harinya, ada laki-laki yang sudah menunggu mereka berdua di rumah Icha, Camelia menyebutkan namanya paman Haz, Hazri, yang ternyata adalah ayah Camelia? Kenapa gadis kecil itu memanggilnya paman? Kemana selama ini dia pergi? Anaknya kok nggak pernah diurusin. Mereka pun jadi sering bertemu, hampir setiap hari Hazri menenggok Camelia, tanpa sepengetahuan bibi Salma. Semakin membuat Icha bertanya-tanya, apakah dia tidak pernah bekerja? Sebenarnya ada apa dengan keluarga mereka? Dibalik sikap ketus dan memerintah, ternyata Hazri memiliki sikap yang lembut juga. Contohnya waktu ada butiran kacang di pipi Icha, Hazri dengan lembut mengusapnya dengan sapu tangan, lalu menaruh tangganya di punggung Icha #eaaaaa. Selain itu Hazri juga gampang banget cemas kalau Camelia kenapa-kenapa, waktu kesandung batu aja pengen cepet-cepet bawa dia ke rumah sakit #pffft.

Lalu ketika Erry, teman kantor Icha yang akhir-akhir ini ngebet banget pengen jadi pacarnya Icha bilang kalau ada chemistry diantara mereka berdua, ada sesuatu yang tersirat. Icha tidak menggubrisnya malah menjadi marah waktu erry menghina Hazri kalau dia adalah lelaki yang tak sudi merawat anaknya sendiri. Masalah itu menjadi pikiran Icha, dia juga kerap melihat Camelia yang sering menyendiri dan menagis waktu ada tugas menggambar kedua orang tuanya. Dia pun bicara pada hazri untuk berkata yang sebenarnya pada Camelia, mengaku kalau dia adalah ayahnya. Tanggapan Hazri malah sengit dan mereka malah marahan, tidak bertemu beberapa hari dan kun jungan Hazri menurun drastis.

Merasa hidupnya semrawut dengan berbagai masalah Hazri, yang setelah baikan Icha malah mendapati kalau ada laki-laki yang berwajah sangat mirip dengannya yang sering bolak-balik di sebuah club malam bersama cewek-cewek nggak bener dan setelah bertemu dengan Aida, ibu Camelia, rahasia yang selama ini tersimpan pun mleber terkuak. Icaha membawa Camelia untuk berlibur di kota kelahirannya, Tanjung Pinang. Sebelum berangkat, Hazri datang dan bilang kalau dia akan menjelaskan semuanya dan berkata, “Jangan kira kamu nggak berarti apa-apa buat aku! Bahkan, jauh lebih berarti daripada apa yang saat ini kamu pikirkan.”

Merasa damai setelah pulang? Hmmm selain tidak bisa mengenyahkan paerkataan Hazri dan binggung dengan pilihannya sendiri, di kampong halamannya dia malah bernostalgia dengan Azizi, teman kecilnya yang juga menaruh hati pada Icha. Hayo siapa yang nanti dipilih Icha? :D.
"Cinta bisa mengakar dari tunas yang mana saja dan kita tak pernah tahu kemana ia akan menjalar."
"Cinta... apa pun bentuknya, dan seperti apa wujud jalinannya, tak pernah memaksakan kehendaknya. Seperti air yang mengalir, maka ia akan menuju muaranya. Dan muara itu adalah keikhlasan. Jadi, jika ada dua orang yang mencintai, tapi merasa terpaksa, berarti itu bukan cinta, tetapi emosi, atau bahkan nafsu."
Bahasanya halus, sopan dan mengalir apa adanya. Walaupun banyak teka-teki cerita di sini mudah ketebak kok, hehe. Minim typo, enggak lo-gue ;p, dan suka banget sama karakter Camelia, kerasa banget betapa dia merindukan sosok orang tua, Icha pun begitu menyayanginya sampai mau kalau bibinya meminta bantuan lebih padanya. Hazri yang dari luar tampak sinis, garang dan cakep pun luluh kalau bersama Camelia. Fontnya  berbeda antara POV Icha dan Hazri, jadi nggak bingung, tapi diawal kayaknya ada yang kelewat deh :D. Eniwe, lumayan bukunya dan bagi yang binggung akan perasaannya, coba baca deh :D.
 "Benarkah kita bisa membuka hati pada cinta yang nggak terduga?"
"Kenapa enggak? Cinta bukan sesuatu yang lahir dari rencana. Justru cinta yang kemudian menjadi alasan bagi manusia jadi munyusun berbagai rencana. Rencana untuk menikah, punya anak, mengubah penampilan, berperilaku lebih baik, dan sebagainya. Semua itu baru bisa bergerak dengan antusias saat cinta menjadi akar sebabnya."
3 sayap untuk sebuah cerita tentang rasa.

NB:
Tentang Penulis
Riawani Elyta lahir dan berdomisili di kota kecil Tanjungpinang. Kompetesi yang pernah diikuti dan sukses menorehkan senyum bahagianya adalah:
  1. Pemenang I Resensi Buku Indiva (2008)
  2. Pemenang II Sayembara Cerber Femina (2008)
  3. Pemenang harapan  Sayembara Cerber Femina (2009)
  4. Pemenang Favorit Lomba Menulis Cerpen Remaja Rohti-Lip Ice (2010)
  5. Pemenang II Sayembara Novel Inspiratif Indiva (2010)
Karyanya terekam dalam novel duet berjudul (2009) dan 14 antalogi. Novel Hati Memilih ini adalah novel keduanya.
facebook: Riawani Elyta
email: tarapuccinogroup@yahoo.com
blog: tarapuccino.multiply.com

Minggu, 30 Oktober 2011

Dead Until Dark


7726018


Sinopsis belakang sampul:

Sookie Stackhouse menikmati pekerjaannya sebagai seorang pramusaji di Merlotte, Bon Temps - Lousiana, kota yang memercayai vampir bukan sekedar legenda dan mereka membaur ditengah manusia. Dia cantik dan lucu, tetapi hanya segelintir orang yang menghargai kemampuan membaca pikiran-nya. Lalu datang vampir yang selalu dia impikan, Bill, dengan pikiran yang tidak bisa dibacanya. Dialah tipe pria yang ia nantikan selama ini.

Tetapi Bill adalah vampir dengan reputasi buruk dan lingkungan pergaulan yang menakutkan. Ketika Bon Temps dikejutkan dengan kasus pembunuhan, dan salah satu rekan kerja Sookie menjadi korban, Bill dan vampir lain yang ada di Bon Temps menjadi tersangka, dan dia takut dia adalah korban berikutnya.


Review:
Gara-gara banyak buku yang belum direview dan lupa apa aja  yang mau ditulis, gaya mereview saya pun agak mirip @miapras, hehehe. Ceritanya agak kebalikan dari Twilihgt, dimana kalau dibuku itu Edward yang bisa membaca isi hati orang lain, nah di sini Sookie yang mempunyai kemampuan itu. Sebenarnya nggak terlalu tertarik juga membaca buku ini karena membaca review dari goodreads mengatakan kalau buku ini di sensor habis, hanya saja penasaran seektrims apa sih? yah setelah membuktikan sendiri banyak sekali yang saya skip. Kalau dari segi ceritan sih menurut saya biasa, hanya saja karakter Sookie lebih berani, kuat dan cuek. Dia melawan sendiri "pasangan Tikus" waktu mencoba menguras habis darah Bill (di sini dijelaskan kalau darah vampir itu berkhasiat meringankan gejala penyakit dan meningkatkan gairah). Nggak bisa suka sama Bill karena saya sudah mengitip review buku-buku lanjutannya dan ternyata nantinya Sookie akan berpacaran dengan Eric, ya, kalau di buku ini dia sedikit disinggung, vampire yang lebih tua dari Bill dan lebih tampan, otomatis saya pilih dia dong =)).
Berikut seri The Southern Vampire Mysteries:
  1. Dead Until Dark (Sookie Stackhouse, #1)
  2. Living Dead in Dallas (Sookie Stackhouse, #2)
  3. Club Dead (Sookie Stackhouse, #3)
  4. Dead to the World (Sookie Stackhouse, #4)
  5. Dead as a Doornail (Sookie Stackhouse, #5)
  6. Definitely Dead (Sookie Stackhouse, #6)
  7. All Together Dead (Sookie Stackhouse, #7)
  8. From Dead to Worse (Sookie Stackhouse, #8)
  9. Dead and Gone (Sookie Stackhouse, #9)
  10. Dead in the Family (Sookie Stackhouse, #10)
  11. Dead Reckoning (Sookie Stackhouse, #11)
Nah, banyak kalee serinya. Saya lebih tertarik untuk menonton serialnya True Blood daripada bukunya (jangan dicontoh), lebih suka cover aslinya :))
2 sayap cukup (kayak iklan KB aja) :).

Dead Until Dark
by Charlaine Harris
Penerbit: Kantera
Penerjemah: Pujia Pernami
ISDN: 978-979-1924-04-7
Cetakan I, 2010
400 halaman

Celebrity Wedding



Pernah nonton Full House? Yub, drama Korea yang dibintangi Rain dan Song Hye Kyo itu, metropop ini mengambil tema yang sama, kawin kontrak. Kalau korama itu bisa memikat hatimu, percaya deh kamu akan menemukan hal yang sama dalam novel ini :)

Inara, akuntan public yang tiba-tiba “dipaksa” untuk mengurusi keuangan Revelino Darby,musisi paling berbakat saat ini, Mr. Playboy of the year, and the most eligible bachelor in town, intinya cewe-cewek bakalan ngiler deh kalau lihat dia *usap* =)). Otomatis Inara jadi sebel sama Revel, kerjaan dia kan udah banyak lah ini malah ditambah lagi, anehnya Revel nggak mau kalau nggak Ina yang ngurusin duit perusahaanya, MRAM. Revel juga seenaknya sendiri kalau mau meeting, nentuin jam dan tempat tanpa berkrompomi dulu, padahal waktu meeting itu Ina harus menghadiri ultah keponakkannya. Revel tahu trus menebus kesalahannya dengan membuat kartu ucapan + tanda tangan (tentu Gaby, keponakan Ina girang banget idolanya ngucapin ultah). 

Setelah berbulan-bulan bekerja sama dengan hasil yang lancar tanpa saling mencampuri urusan pribadi, tidak sengaja Inara mendengar kalau Luna, mantan pacar Revel, hamil. Nah geger dong satu Indonesia, soalnya Luna ngaku sendiri kalau sudah hamil empat bulan. Revel tidak menggubris berita tersebut otomatis dia menjadi incaran para wartawan untuk dimintai kepastian. Selain image dan karir Revel hancur gara-gara gossip itu, rencana tur 18 kota di Indonesia dan peluncuran sigle terbarunya pun terancam batal. Davina, ibunya Revel, mempunyai satu-satunya cara untuk menyelamatkan karir Revel yang sedang menanjak yaitu Revel harus menikah, secepatnya.

Yang menjadi pahlawan untuk Revel? Tentu saja Inara. Revel terus membujuk Ina yang tentu saja tidak mau, Revel menjelaskan nikah mereka hanya pura-pura untuk meredakan gossip akan kehamilan Luna. Paling lama satu tahun, sigle terbaru launch, dan tur delapan belas kota selesai. Lucunya, permintaan Revel ke Ina itu nggak ada romantic-romantisnya, malah cenderung menghina Ina =)). Karena nggak tahan akan revel yang ngemis-ngemis, setujulah Ina, tapi dengan syarat mereka harus menandatangani pre-nup. Mau tahu serunya Revel dan Ina menyiapkan pernikahan mereka dan kehidupan mereka setelah menikah? 

Coba deh baca, kamu akan ikutan jatuh cinta sama Revel =))

Sukaaaa banget, setelah Crash Into You saya menjadi penggemar aliaZalea. Tema ceritanya sih sudah pasaran, tapi karakter Revel dan Ina menjadi magnet dari buku ini. Revel yang slegean, sok playboy, sok keren (emang keren ;p) dan Ina yang ingin mandiri, keras kepala, trus waktu mereka bertengkar, mulai saling jatuh cinta benar-benar tidak bisa dilewatkan. Mereka pun lebih mengenal satu sama lain setelah satu atap, dalam artian masalah yang tidak diketahui oleh orang lain. Revel yang tahu kalau Ina ingin menunjukkan bahwa dia mampu mengambil keputusan sendiri, mandiri di mata keluarganya. Ina yang tahu kalau Revel sebenarnya membenci ibunya, kenapa orang tua mereka bercerai, bahwa dia sangat menyayangi ayahnya, mereka saling menyembuhkan. Cuma itu masalahnya? Hmmm, nggak segampang itu karena Luna hadir kembali di kehidupan Revel dan mereka melupakan kontrak.

4 sayap untuk Revel yang rewel :D

Kamis, 27 Oktober 2011

Curhat Isi Buku

Ehmmm sebelum memulai #berkatngeblog atau sejarah awal mula saya ngeblog (ceileh) mau mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional yang biasa kita peringati pada tanggal 27 Oktober, ya hari ini :))


Tumblr_ltfns5rten1qzdiqvo1_500

Sejarah Ngeblog
Agak nggak pantas juga sih kalo dibilang sejarah, haha, karena saya bukan sejarahwati. Mungkin lebih tepatnya kapan saya mulai ngeblog kali ya? Nggak hapal juga tanggal lahirnya, dulu sih cuman coba-coba buat, nyoba situs ini situs itulah, bahkan ada yang nggak mudeng cara kerjanya sampe sekarang, hehe. Setelah memilah-milah, saya lebih aktif di kutubokek ini dan mabok baca. Seperti sudah menemukan dambaan hati lah =)).

Awalnya blog ini saya buat cuman iseng, terispirasi dari penulis favorit saya yang menulis khusus di blog yang dia buat untuk apa yang dia suka. Ikut-ikutlah saya. Menulis tentang musik, film, kesehatan, cerhat-curhat nggak penting, writingsession, dan yang terakhir review buku. Untuk yang terakhir itu awalnya saya sempet bingung, gimana caranya ya? Jujur saya bukan penulis review yang aktif, saya lebih suka membaca maraton, dalam artian selesai baca satu buku berlanjut ke buku berikutnya. Nglirik Goodreads sebentar untuk memasukkan buku yang sudah pernah saya baca, kalau sempet memberi komentar singkat tentang buku yang barusan saya baca itu. Kerap sekali saya mencari info tentang buku yang ingin saya baca atau yang mau saya beli, tapi tidak banyak yang menulis lengkap tentang isi buku tersebut. Bukan dalam artian mengingginkan spoiler, saya ingin tahu isi ceritanya tentang apa, apa sih keunggulan dan kelemahan menurut orang yang sudah membacanya terlebih dahulu, kadang sinopsis belakang sampul buku itu mengecoh, tentu tidak mau membeli kucing dalam karung dong.

Nah, kemudian suatu hari yang cerah (jiahhh), tidak sengaja di twitter saya berkenalan dengan orang-orang yang suka mereview buku (banyak sekaliiii, coba intin blog mereka di bagian sidebar sebelah kiri :D). Mereka mempunyai blog buku masing-masing. Kemudian ada beberapa teman yang menyarankan untuk menjadikan "rumah" saya ini sebagai book blogger. Agak ragu-ragu sih, soalnya ide awal membuat blog ini adalah tentang apa yang saya suka dan kalo buku saja nanti nggak banyak yang minat dong. Ternyata saya salah, blog buku kerap sekali menjadi acuan orang untuk "membeli kucing dengan mata telanjang," wah berarti itu yang saya cari-cari bukan? Saya penggemar berat romace, fantasy dan young adult, nyrempet-nyrempet genre itu lah. Saya sering kesusahan untuk mencari review buku yang saya inginkan, kemudian saya memikirkan tawaran teman-teman dan kenapa saya tidak membuat blog buku sendiri yang sering saya cari-cari itu? Bingung karena nggak terbiasa mereview, saya belajar dari mereka yang sudah ahli (Hei Blogger Buku Indonesia :D), intinya sering-sering blogwalking untuk memberi gambaran gimana sih caranya ngereview? Pengen yang paling mudah? Jadi diri sendiri. Ya, dengan menuliskan apa perasaan sewaktu membaca, apa yang kamu dapatkan, apa yang kamu suka, apa yang tidak kamu 'sreg,' apa pun yang ingin kamu bagi, tuliskan, curhatkan, itu saja intinya. Walaupun saya belum rajin nulis review, karna penyakit lama itu tadi, selesai satu buku lari ke buku lainnya, penyakit malas yang sampe sekarang nggak ada obatnya dan rata-rata kalo membuat review itu saya agak lama nulisnya, mulai dari mana nih enaknya? Hehehe. Karena masih baru, dinikmati sajalah, toh lama-lama nanti juga terbiasa. Oh ya, bagi saya mereview itu sama dengan pengingat, ya, saya sering banget lupa sama buku yang sudah lama tidak saya baca, jadi saya berusaha untuk rajin, hehehe.


Tumblr_lti3syo8jp1r4jfmjo1_400
#BerkatNgeblog
  1. saya 'bertemu' dengan orang-orang yang mempunyai hobi yang sama
  2. wawasan tentang berbagai genre buku bertambah (terlebih klasik ;p)
  3. setiap bulan sekali mereview buku yang dibaca bareng (Hello @BBI_2011)
  4. sering mendapat buntelan, swap buku, atau saling pinjam buku
  5. seperti ada alarm yang menginggatkan saya untuk terus menulis, mereview buku-buku yang jarang di'sentuh' orang lain
  6. dan masih banyak lagi sampe bingung saya memikirkan dan mau menulisnya :)
Hal yang belum kesampaian untuk saat ini adalah bertemu langsung dengan mereka para blogger buku :D
Mungkin itu saja curhatan saya tentang blogger buku dan hari blogger, agak telat sih karena seharusnya jam sembilan pagi tadi posting bareng bersama @BBI_2011
keep writing, keep reviewing and keep reading
xoxo

Jumat, 21 Oktober 2011

Talkshow 99 Cahaya di Langit Eropa

Biar blog ini nggak monoton tentang review buku terus, aku mau nambahin postingan di luar itu. Masih tetap tentang buku kok tapi agak beda dikit, contohnya adalah kali ini saya akan membahas tentang talkshow yang hari ini saya datangi yaitu talkshow membahas buku non fiksi 99 Cahaya di langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra yang diterbitkan oleh Gramedia.

12252878


Awalnya saya ragu untuk ikut, pertama nggak ada temannya karena semua pada pulang kampung dan yang kedua saya belum membaca bukunya, ya, dateng ke talkshow dengan modal nekat. Bukannya tidak ingin baca, cukup penasaran juga sebenarnya karena ceritanya nggak biasa, berhubung non fiksi dan menurut saya cukup menguras pikiran, nanti dulu deh, ditambah lagi hutang baca saya masih banyak. Dari dulu saya sudah penasaran gimana sih ikut talkshow, bedah buku itu? Nggak tau apa emang jarang di Solo atau sayanya nggak tahu kalo ada. Demi mendapatkan pengalaman pertama kali, saya pun menawarkan kepada mbak @alvina13 kalo saya mau dateng ke talkshow tersebut dan mau minta tanda tangan nggak, mumpung ketemu penulisnya nih, hehehehe. Acaranya pukul 16.00 dan saya datang agak awal dikit, belum banyak yang datang tapi mb Hanumnya terlihat saling bertegur sapa dengan para pengunjung, Dia cantik dan ramah hehehe. Saya nyari tempat duduk yang sekiranya ada satu orang, biar ngobrol dan bisa kenalan juga, dapet temen baru juga nih namanya Susi, jadi nggak garing sendiian, sama-sama kesepian gitu :D. Ketika saya melihat ada orang yang minta tanda tangan, wah kesempatan nih sekalian aja. Lucunya dalam hati saya pengen ngakak ke diri sendiri, waktu minta mbak Hanumnya tanya namanya siapa, aku bilang Sulis tapi ini saya mau minta tanda tangan untuk teman saya, Alvina namanya, hahaha, mungkin biasanya yang minta itu untuk dirinya sendiri dan kalo ada yang nitip, sekalian, lah ini saya nggak minta untuk diri sendiri. Sebenarnya kesempatan besar tadi, di Togamas diskon 20%, yah apa daya namanya juga lagi bokek, duit yang saya bawa aja cuman 50rb dan denger-denger tadi ada yang bilang harga setelah diskon 55rb, nggak cukup kan, gak apalah pinjem namanya juga #kutubokek hehehe (malah curhat).

Acara pun nggak lama dimulai, dengan moderator bernama Sari (ya saya hafal namanya karena dibuat untuk pertanyaan kuis, dan saya gak menang, hiks) yang ternyata seangkatan sama mbak Hanum dan sama-sama sekolah di Muhammadiyah Yogja. Mbak Hanum pun mulai menceritakan awanya membuat buku ini, bermula dari suaminya yang mendapatkan beasiswa studi S3 di Austria (yang sayangnya nggak bisa datang, kata mbak hanum lagi nyari nafkah, hehe) trus kepikiran kenapa nggak jalan-jajan sekalian. Mereka pun terbesit untuk membuat sebuah buku travelling, tapi nggak sama pada umumnya, mereka ingin menceritakan Islam di negara-negara Eropa yang tentunya kita tahu kalau Islam menjadi minoritas di sana. Berbagai pertanyaan pun dilontarkan oleh moderator, dia juga sudah membacanya dan tertarik dengan salah satu tokoh yang bernama Fatma, begitu banyak mukjizat waktu di Eropa, tiap kali kesusahan pasti ada yang membantu, suka dukanya menjadi kaum minoritas di sana, yang biasanya tiap hari dengar adzan dan di depan rumahnya saja ada masjid, lah ini kalo mau sholat 5 waktu atau sholat jumat agak susah. Selain itu mbak Hanum juga menceritakan ketika dia pertama kali memakai jilbab. Seru deh. Sesi tanya jawab pun dimulai, dan banyak sekali yang bertannya, pada antusias, saya saja sampe nggak kebagian. Ada yang tanya apakah buku ini mau difilmnkan dan mbak hanum menjawab belum kepikiran karena dia ingin memperkenalkan bukunya terlebih dahulu, bahkan ada yang menawarkan diri kalo semisal difilmnkan dia mau deh yang jadi Rangganya, LOL. Selain itu ada juga pertannyaan berapa lama membuat buku ini, ada rencana membuat buku lagi nggak, punya rencana membuat buku 99 Cahaya di Langit Indonesia (judulnya saya buat sendiri tapi intinya keliling di Indonesia, hehehe), buku apa saja yang pernah dibuat, bagaimana menjadi penulis atau cara untuk memulainya nah aku suka jawaban mbak Hanum yaitu menjadi diri sendiri, apa yang mau ditulis yaudah ditulis aja. Dan masih banyak lagi. Setengah jam tidak terasa. Sebenarnya pertanyaan yang ingin saya tanyakan adalah, "Buku ini kan nulisnya berdua, nah porsi pembagiannya gimana/ apakah ttiap bab, saling bergantian, atau gimana?" Sayang waktunya sudah habis, nggak pa-pa lah udah seneng karena pengelaman hidup saya bertambah #tsahhh.

Nggak cuman itu aja, setelah selesai mbak Hanum ngadain kuis berhadia dua bukunya, pertanyaan pertama siapa yang nama yang menjadi moderator dan pertanyaan kedua dimana suaminya sekolah. Saya ngacung untuk pertanyaan kedua, sayangnya saya nggak terpilih, padahal pengen banget punya bukunya dan bertanda tangan, ketemu langsung juga. Nggak pa-pa sekali lagi, ada dua teman saya yang punya buku 99 Cahaya di Langit Eropa, puas dengan modal "cumi" deh. Bukan orang Indonesia namanya kalo nggak narsis, foto-foto dulu dong ;p

Foto0409
Nggak cuma itu, setelah acara selesai pihak togamas dan Gramedia juga memberikan gift berupa buku, gimana nggak enak coba, udah acaranya gratis dapet buku gratis pula. Jujur sebenarnya saya nggak tahu berapa buku yang diberikan, kerena ada dua mas-mas yang menawarkan saya buku ya udah saya ambil, hehehe.

Yang jelas, saya nggak kapok dateng ke talkshow sebuah buku, kalo ada lagi saya pengen dateng :D

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...