Selasa, 23 Agustus 2011

Perfect Chemistry



Penulis: Simone Elkeles

Penerjemah: Angelic Zaizai

Penerbit: Terakota

Cetakan: I, 2011

ISBN: 978-602-969-878

448 halaman

literaty award:




Brittany: cantik, pirang, kapten cheerleader, kaya, mempunyai pacar seorang kapten team football, pakaian bermerk, mobil mewah, keluarganya sempurna, hidupnya sempurna. Itu yang dilihat orang luar, Brit mencoba mempertahankan citranya, tidak ingin orang lain mengetahui kalau kakak perempuannya, Shelly "cacat." Ibunya yang sering marah-marah, ayahnya yang lebih mementingkan pekerjaan, dan pacarnya yang sering menuntut agar mereka bisa "bobo bareng." Tidak hanya itu, di tahun terakhirnya di Fairfield dimana dia menjadi senior, di kelas kimia, dia dipasangkan oleh laki-laki yang ingin sekali dijauhinya, Alejandro Fuentes.

Alex: rupa tanpa cela, berkilit gelap, bertubuh atletis, miskin, berdarah Mexico, salah satu anggota genk latino Blood, hidupnya tidak sempurna. Dia mempunyai kenangan yang buruk akan ayahnya, dimana sewaktu masih kecil dia melihat dengan mata kepala sendiri ayahnya dibunuh, sejak itu dia mulai terjerumus, terpaksa menjadi anggota Latino Blood agar ibu dan  kedua adiknya aman, berharap hanya dia saja yang menjadi genk tersebut karena kalau sudah terjerumus maka tidak akan pernah bisa keluar lagi. Dia berharap tahun terakhirnya menjadi senior di Fairfield aman dan tanpa hukuman, dia ingin lulus dan melanjutkan ke universitas walaupun kecil kemungkinannya.Sayangnya, hari pertamanya sekolah tidak "seaman" yang dikiranya, dia mendapatkan peringatan oleh kepala sekolah Firefield High, Dr. Aguirre dengan tuduhan melecehkan murid perempuan di lapangan parkir, di tampab lagi di kelas kimia dia dipasangkan dengan perempuan itu, Brittany Ellis. Sepertinya tidak mudah bagi Alex untuk lulus.

Pertemuan pertama mereka di lapangan parkir itu nantinya akan berbuah dari benci jadi cinta. Brit nyaris menabrak motor yang ditumpangi oleh Alex Fuents dan Carmen Sanchez (mantan pacar Alex), gangster cewek dan cowok yang paling ditakuti. Brit tidak ingin berurusan dengan Alex, sedangkan Alex selalu menghindarinya. Takdir berkata lain, ketika di kelas kimia yang di ampu oleh guru terkenal galak, Mrs. Peterson, yang membuat pengaturan tempat duduk sesuai alfabet, mau tidak mau Brittany harus sebangku dengan Alex, melepas kursi di sebelah pacarnya, Colin. Mereka harus bersama selama sepuluh bulan, kebencian mereka sudah terjalin sejak awal, ketika mereka disuruh memperkenalkan patner masing-masing, mereka malah saling melecehkan, kocak sekali, mereka saling mengarang identitas karena Alex tidak mau menulis di kertas yang diberikan Brit untuk menuliskan tentang dirinya, mereka mendapat ganjaran ancaman detensi. Brittany bilang dia tidak akan berkencan dengan anak genk, Alex pun juga tidak tertarik dengan dia (ngomongnya sih, tapi hatinya #eaa) sehingga memicu Lucky, teman Alex untuk memberikan tantangan kalau selama dua bulan dia bisa mendapatkan Brittany maka Alex akan mendapatkan mobil RX 7 miliknya, sedangkan kalau Alex kalah, Honda Nighthwak harus lepas dari cengkraman Alex. Alex suka tantangan, dia pun melancarkan aksi dengan melakukan pendekatan tidak bisa yang dilakukan orang-orang, terus mengganggu hingga hanya ada Alex di dalam pikiran Brittany. Mereka berdua ke makan omongan sendiri, kedekatan mereka membuahkan chemistry yang tidak akan pernah hilang.

Temanya munkin sudah pasaran, dari benci jadi cinta, cinta dua manusia berbeda latar belakang tapi tetap saja masih asik untuk dinikmati apalagi dengan karakter Alex yang slengekan, ceplas ceplos, rupawan lagi, sayang keluarga, sahabatnya, tipikal badboy lah, kami para hawa tentu tidak ingin melewatkannya :)). Begitu juga dengan Brittany, walaupun dari luar dia sempurna, di dalammnya dia sangat rapuh dan tertekan, selalu memikirkan kakaknya dan berusaha mendapatkan nilai yang baik agar bisa kuliah di perguruan tinggi yang baik dan dekat dengan rumahnya sehingga dia bisa merawat kakaknya, perasaan sayang sangat jelas tergambar di b uku ini. Awalnya Alez dan Brit seperti orang yang sangat membenci, lama kelamaan mereka saling mengerti, memahami satu sama lain. Mereka saling menceritakan masalah terpendam yang menjadi akar pemikiran mereka, mereka merasa bebas setelah saling bercerita. Alex yang kacau akan masa lalu tentang ayahnya, dan Brit yang tidak ingin keluarga tidak sempurnanya diketahui orang lain. Benih-benih cinta pun mulai tumbuh.

Adegan paling lucu itu waktu Alex ngajak Brit taruhan, kalau jawaban Brit benar akan proyek kimia yang sedang mereka kerjakan maka Alex harus berhenti menggoda atau berkomentar yang aneh-aneh, sedangkan kalau Alex yang menang Brit harus menciumnya. Alex yang menang, lucu banget waktu dia gugup, Brit mencoba menggodanya dengan meletakkan tangannya di pipi Alex, trus.... baca sendiri hehehe.

Adegan paling romantis itu waktu Brit ogah-ogahan mengerjakan ujian Mrs. P, Alex menukar jawaban mereka sehingga Brit mendapatkan nilai A+ sedangkan Alex mendapatkan F. Selain itu, adegan yang paling aku suka adalah waktu mereka berduaan di mobil berkendaraan menuju rumah sepupu Alex yang akan menikah, di mobil Alex menyalakan rokok, kemudian Brit membuka jendela dan menahan batuk.

"Kalau kau tidak suka melihatku merokok, katakan saja."

"Oke, aku tidak suka melihatmu merokok."

"Kenapa nggak bilang dari tadi?"

Hahahah, romantis yang aneh ya, itu lah khasnya Alex, blak-blakan. Simple tapi romantis.

Perbedaan latar belakang kedua tokoh utama sangat terasa disini, contohnya waktu Brit mengajak Alex ke galeri, Alex benar-benar tidak nyaman. Tempat tinggal mereka pun harus dipisah wilayahnya, disekolah pun mereka seperti menciptakan blok sendiri, untuk si kulit putih dan ras campuran. Adegan actionnya tidak banyak dan menurutku tidak terlalu terasa, penulis lebih memfokuskan kisah cinta meraka berdua, munglin bisa dikatakan hanya sebagai bumbu saja. Terjemahannya enak, ada catatan kaki bahasa Mexico yang sering berseliweran sehingga kita tidak bingung dan menambah kosa kata kita akan bahasa asing itu. Typo ada sedikit, penggunaan tanda " dan Shelly yang ditulis Shely. Cerita yang diambil dari sudut ke dua tokoh sangat aku suka, memudahkan kita menyelami pikiran dan perasaan masing-masing, jadinya kita bisa lebih "mengenal" mereka. Fontnya pun berbeda antara bagian Brit dan Alex, lucu dan unik. Jangan tanya covernya, juara!!!

Oh ya, Perfect Chemistry ini trilogi, semoga lanjutannya cepet diterjemahkan ya ^^, berikut serinya:


  1. Perfect Chemistry (Perfect Chemistry, #1)

  2. Rules of Attraction (Perfect Chemistry, #2)

  3. Chain Reaction (Perfect Chemistry, #3)


4 sayap untuk dua dunia, satu cinta



-Rainwater-


11142972
Penulis: Sandra Brown
Alih Bahasa: Tantri Lesmana
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, April 2011
ISBN: 978-979-22-6892-8

Diawali dengan prolog sepasang suami istri berusia empat puluhan yang mencoba menawar jam saku dari emas dari laki-laki tua pemilik toko antik. Tapi laki-laki tersebut mengatakan jam itu sangat penting dan istimewa karena mempunyai kenangan yang amat dalam, dia pun mulai menceritakan asal mula jam tersebut.
Sewaktu Ella Barron sibuk melakukan aktivitas harian di pondok yang disewakannya, dia mendapat kunjungan dari Dr. Kincaid. Dia tidak datang sendirian, melainkan bersama dengan David Rainwater yang bertujuan ingin menyewa salah satu kamar di pondoknya. Untung saja pondok tersebut masih kosong satu, David pun menjadi penhuni baru melengkapi kekosongan dan meramaikan pondok Ella bersama dengan Miss Pear dan Miss Violet Dunee, Mr. Chester Hestings, pengurus rumah Margaret, dan anaknya yang mengidap idiot sarvant. Namun, hal yang mengejutkan terjadi ketika Dr Kincaid sebelum meninggalkan pondoknya bilang kalau David sedang menunggu ajal.
Tak ayal Ella pun semakin penasaran dengan penghuni barunya, dia menjadi berhati-hati dan tidak ingin kondisi David semakin memburuk, sebaliknya David ingin Ella mengganggapnya "sehat." Untuk mengisi hari-harinya, David banyak membantu Ella di pondoknya yang sebelumnya mendapat larangan keras, selain itu David juga sangat tertarik dengan kondisi anak Ella, Solly, dia yakin anak kecil itu mempunyai kelebihan apalagi sewaktu bermain kartu, Solly berhasil menjejerkan kartu domino sesuai urutan angkanya, padahal sebelumnya kartu-kartu tersebut diacak. Ella jadi bersemangat kalau Solly akan mempunyai masa depan.
Masalah muncul ketika  Brother Calvin, pendeta kulit hitam yang sering membantu Ella, datang ke pondoknya dengan tubuh babak belur. Dia bercerita kalau pemerintah dari Layanan Bantuan Kekeringan baru saja pergi meninggalkan kediaman keluarga George Pritchett, yang artinya keluarga tersebut kehilangan banyak ternak. Depresi ekonomi, kemiskinan, kelaparan sedang melanda wilayah mereka. Pada awal tahun, pemerintah federal membuat program untuk melindungi para petani, pemilik sapi perah, dan peternak dari kebangkrutan total. Kongres menyediakan dana  jutaan dolar untuk membeli ternak dari para pemilik dapi perah dan sapi pedaging yang kawanan-kawanan ternaknya sudah nyaris mati kelaparan. Agen-agen pemerintah diberi wewenang untuk membiayai maxsimal dua puluh dolar per kepala, dimana harga jauh lebih murah dari harga normal. Program ini kelihatannya cukup lumayan, ternak yang dianggap cukup sehat untuk dimakan dipotong dan diproses kemudian daging-daging kalengan itu didistribusikan kepada para tunawisma, orang yang tidak mampu. Para petani dan peternak memperoleh sedikit penghasilan, orang-orang yang kelaparan mendapatkan makanan. Sisi buruknya, ternak yang tidak terpilih untuk dijadikan daging kalengan langsung dumusnahkan dan dikuburkan dalam lubang-lubang sesudah dibeli, jumlahnya bisa keseluruhan halaman. memang benar program ini dirancang untuk menyelamatkan keluarga-keluarga yang mengalami efek ganda kekeringan serta depresi ekonomi, namun tetap saja hati ini tercabik-cabik kalau melihat hasil kerja seumur hidup dimusnahkan dengan cara sedemikian brutal. Tidak sampai itu saja penderitaan, setelah orang-orang pemerintah pergi, beberapa orang lokal datang untuk memastikan sapi-sapi yang sudah mati itu tidak diambil dagingnya oleh orang-orang di pemukiman kumuh, mereka dipimpin oleh orang kulit putih yang membawa senapan, mempunyai tanda lahir berwarna ungu di wajahnya, Conrad Ellis, ayahnya memiliki pabrik pengolahan daging, usahanya bisa merugi kalau orang-orang mendapatkan daging gratis, sehingga dia menyuruh anaknya untuk memastikan orang-orang miskin itu tidak mendapatkan daging gratis. Itulah alasan kenapa pendeta Brother Calvin babak belur.
Kejadian itu baru permulaan, ketika kedua sahabat Ella mengalami hal yang sama, David tidak bisa tinggal diam, dia bersama beberapa orang yang merasa senasip merencanakan sebuah perlawanan. Ellis mencium rencana tersebut, dia mulai meneror dan kembali mengusik kehidupan Ella.
Adegan paling mengharukan adalah ketika David berkorban untuk Solly dan waktu bilang:
Jangan meminta satu-satunya hal yang tidak bisa kuberikan padamu, Ella. Andai bisa, pasti kuberikan. Tapi, satu-satunya yang tidak bisa kuberikan padamu adalah waktu.
#peresairmata
Mungkin ini adalah satu-satunya buku Sandra Brown yang paling emosional dan sangat jauh dari cerita yang biasa dia buat. Dari awal sudah terasa sekali kesedihan baik itu dari sisi David ataupun Ella. David yang berjuang akan penyakitnya dan Ella akan kondisi anaknya. Bagaimana mereka saling mengisi kekosongan, David yang sangat memperhatikan Solly, pokoknya ceritannya sangat mengharukan, apalagi endingnya. Ahhhh mending tulisan Sandra Brown yang kayak biasanya aja deh, agak hot (hihihi), benci jadi cinta, seperti itulah, cerita ini terlalu tragis dan sedih, nggak tahan melihat kesedihan Ella dan Solly. Typo ada sedikit yang agak mengganggu yaitu Mr. Hestings ditulis Mrs. Hestings, selebihnya nyaman dibaca. Oh ya, penasaran dengan buku A Farewell to Arms yang diberikan David kepada Ella, apakah kisah di buku tersebut sama dengan kisah buku ini? Yang jelas, aku merasa ada kesamaan, apalagi waktu David bilang gini ke Ella:
Walaupun tahu akhir ceritanya sedih, itu tidak akan menghalangi keinginanku untuk menikmati keindahan ceritanya.
Seperti buku A Farewell to Arms, buku ini sedih tapi indah.
3 sayap untuk Mr. Rainwater

Senin, 22 Agustus 2011

-Angel Creek-


12149531
Penulis: Linda Howard
Alih Bahasa: Pepi Smith
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, Juli 2011
ISBN: 978-979-22-7256-7
400 halaman

Udah lama nggak baca bukunya Linda Howard, tahu ada bukunya yang baru nggak sabar untuk melepas kangen.
Lucas Cochran kembali ke Prosper, Colorado dengan tujuan ingin menjadikan ranc-nya Double C lebih besar dan terbaik dari sekarang, masalahnya adalah kebutuhan akan sumber air yang minim. Lebih tepatnya masalah ada di Angel Creek. Angel Creek dan anak sungai yang mengalir di Double C datang dari sumber air yang sama, aliran air lebih besar yang terbagi dua dan mengalir ke sisi gunung yang berlawanan. Tapi ada satu titik tempat sungai itu terpecah, palung Angel Creek lebih rendah daripada palung anak sungai yang mengaliri Double C. Dengan demikian air yang turun dari gunung tersebut sepanjang musim kering akan mengalir ke Angel Creek dan membuat anak sungai yang lain kering hingga ketinggian airnya naik lagi dan tumpah ke palung yang lebih tinggi. Lucas hanya ingin mengklaim lembah Angel Creek yang sempit hanya untuk airnya, begitu juga dengan peternak-peternak lainnya.
Setelah kematian orang tuanya di umur yang masih muda, Dee Swan menjadikan Angel Creek sebagai jantungnya, satu-satunya peninggalan orang tuanya. Tidak hanya sebagai rumah, Angel Creek menjadi pusat kehidupannya, mata pencahariannya dengan menanam berbagai sayur-sayuran dan buah-buahan yang hasilnya bisa mencukupi kehidupan menyendiri dan asing yang dipilihnya dari warga sekitar. Tidak sedikit orang yang menawar untuk lembah yang ditempatinya itu dengan harga yang mahal, bahkan ada yang menawarkan pernikahan segala. Tapi, Angel Creek tidak akan pernah dijual dengan harga berapa pun, ada senapan yangs elalu menemaninya untuk mengusir mereka yang mengingginkan lembahnya.

Kehidupan menyendirinya itu mulai terusik akan kedatangan Lucas yang juga mengingginkan lembahnya. Laki-laki yang gagah, tampan, bermata biru jelas-jelas memancarkan kemauannya yang sekeras baja. Lucas Cochran sudah terbiasa mendapatkan apa saja yang dia mau, geram Dee menolaknya. Sejak pertemuan itu, Lucas tidak akan pernah berhenti mencoba untuk mendapatkan Angel Creek dan pemiliknya sekaligus.
Hingga peristiwa berdarah itu terjadi, Kyle Bellamy (yang pernah melamar Dee) memutuskan membawa ternaknya ke tanah Dee Swan tanpa persetujuan si empunya. Di ranc Bar B sudah tidak banyak air, Bellamy merasa putus asa, takut bangkrut, takut kehilangan ranc-nya. Dee mengusir mereka dengan menembaki ternak Bellamy untuk menakut-nakutinya, Bellamy menjadi sinting, kemudian dia balik menembaki Dee dan orang-orang yang ikut bersamanya juga turut andil. Merasa tindakan Bellamy tidak adil karena menyerang perempuan yang sendirian, Luis Fronteras membangkan dari majikannya, dia pergi ke kota untuk mencari bantuan tapi ternyata tidak ada yang mau membantu dengan alasan Dee Swan terkenal tidak mau bersosialisasi dengan warga, hingga Tillie, pelayan bar, menawarkan bantuan pergi ke Double C untuk memanggil Lucas. Lucas terselomot ketika tiba di Angel Creek menemukan kondisi Dee yang berlumuran darah dan rumahnya yang penuh dengan lubang peluru. Kemarahannya tak terbendung lagi, dia membabi buta memukuli Bellamy. Sejak kejadian itu, Lucas mengambil keputusan sepihak yang nantinya akan membuat dia dibenci oleh orang yang sangat dicintainya, Dee.
Suka banget karakter Lucas, bagaimana dia sangat over protective terhadap Dee, terlebih waktu dee terluka. contohnya saja waktu Dee terjatuh dari loteng, Lucas langsung mengambil alih peternakan Dee dan sepenuhnya merawat luka-luka Dee sampai sembuh, padahal mereka belum lama berkenalan. Apalagi dengan adanya insiden berdarah di Angel Creek, Lucas langsung merawat Dee di rumahnya agar kesehatannya terpantau.Aku juga suka karakter Luis, dia mau melawan arus dan membantu Dee yang berjuang sendirian. Jnagn bertanya bagaimana kuatnya karakter Dee, dia wanita yang sangat tegar dan tangguh, bertahan hidup selama bertahun-tahun sendirian, menghalau para peternak yang mengingginkan tanahnya, tapi Dee tidak pernah menyerah karena Angel Creek adalah segalanya.
Angel Creek ini merupakan seri kedua dari Western Ladies, setahu aku seri pertama belum diterbitkan di Indonesia tapi kenapa ini duluan yak?
Berikut urutannya:
  1. A Lady of the West (Western Ladies, #1)
  2. Angel Creek (Western Ladies, #2) 
  3. The Touch Of Fire (Western Ladies, #3)
  4. Angel Creek and A Lady of the West (Western Ladies, #2, #1)
4 sayap untuk Dee yang tangguh.

Tentang Penulis:

16961
Linda Howard adalah penulis New York Times bestsellers yang lahir pada tanggal 3 Agustus 1950 di Alabama, Amerika Serikat. Buku terlarisnya antara lain Open Season, Mr. Perfect, All the Queen's Men, Now You See Her, Kill and Tell dan Son Morning. Dia menulis sejak umur 9 tahun dan pernah menjadi anggota Romance Writers of America. Sekarang dia tinggal di Alabama bersama suami dan dua golden retriever.

Angel Creek


Penulis: Linda Howard

Alih Bahasa: Pepi Smith

Penerbit: Gramedia

Cetakan: I, Juli 2011

ISBN: 978-979-22-7256-7

400 halaman



Udah lama nggak baca bukunya Linda Howard, tahu ada bukunya yang baru nggak sabar untuk melepas kangen.

Lucas Cochran kembali ke Prosper, Colorado dengan tujuan ingin menjadikan ranc-nya Double C lebih besar dan terbaik dari sekarang, masalahnya adalah kebutuhan akan sumber air yang minim. Lebih tepatnya masalah ada di Angel Creek. Angel Creek dan anak sungai yang mengalir di Double C datang dari sumber air yang sama, aliran air lebih besar yang terbagi dua dan mengalir ke sisi gunung yang berlawanan. Tapi ada satu titik tempat sungai itu terpecah, palung Angel Creek lebih rendah daripada palung anak sungai yang mengaliri Double C. Dengan demikian air yang turun dari gunung tersebut sepanjang musim kering akan mengalir ke Angel Creek dan membuat anak sungai yang lain kering hingga ketinggian airnya naik lagi dan tumpah ke palung yang lebih tinggi. Lucas hanya ingin mengklaim lembah Angel Creek yang sempit hanya untuk airnya, begitu juga dengan peternak-peternak lainnya.

Setelah kematian orang tuanya di umur yang masih muda, Dee Swan menjadikan Angel Creek sebagai jantungnya, satu-satunya peninggalan orang tuanya. Tidak hanya sebagai rumah, Angel Creek menjadi pusat kehidupannya, mata pencahariannya dengan menanam berbagai sayur-sayuran dan buah-buahan yang hasilnya bisa mencukupi kehidupan menyendiri dan asing yang dipilihnya dari warga sekitar. Tidak sedikit orang yang menawar untuk lembah yang ditempatinya itu dengan harga yang mahal, bahkan ada yang menawarkan pernikahan segala. Tapi, Angel Creek tidak akan pernah dijual dengan harga berapa pun, ada senapan yangs elalu menemaninya untuk mengusir mereka yang mengingginkan lembahnya.

Kehidupan menyendirinya itu mulai terusik akan kedatangan Lucas yang juga mengingginkan lembahnya. Laki-laki yang gagah, tampan, bermata biru jelas-jelas memancarkan kemauannya yang sekeras baja. Lucas Cochran sudah terbiasa mendapatkan apa saja yang dia mau, geram Dee menolaknya. Sejak pertemuan itu, Lucas tidak akan pernah berhenti mencoba untuk mendapatkan Angel Creek dan pemiliknya sekaligus.

Hingga peristiwa berdarah itu terjadi, Kyle Bellamy (yang pernah melamar Dee) memutuskan membawa ternaknya ke tanah Dee Swan tanpa persetujuan si empunya. Di ranc Bar B sudah tidak banyak air, Bellamy merasa putus asa, takut bangkrut, takut kehilangan ranc-nya. Dee mengusir mereka dengan menembaki ternak Bellamy untuk menakut-nakutinya, Bellamy menjadi sinting, kemudian dia balik menembaki Dee dan orang-orang yang ikut bersamanya juga turut andil. Merasa tindakan Bellamy tidak adil karena menyerang perempuan yang sendirian, Luis Fronteras membangkan dari majikannya, dia pergi ke kota untuk mencari bantuan tapi ternyata tidak ada yang mau membantu dengan alasan Dee Swan terkenal tidak mau bersosialisasi dengan warga, hingga Tillie, pelayan bar, menawarkan bantuan pergi ke Double C untuk memanggil Lucas. Lucas terselomot ketika tiba di Angel Creek menemukan kondisi Dee yang berlumuran darah dan rumahnya yang penuh dengan lubang peluru. Kemarahannya tak terbendung lagi, dia membabi buta memukuli Bellamy. Sejak kejadian itu, Lucas mengambil keputusan sepihak yang nantinya akan membuat dia dibenci oleh orang yang sangat dicintainya, Dee.

Suka banget karakter Lucas, bagaimana dia sangat over protective terhadap Dee, terlebih waktu dee terluka. contohnya saja waktu Dee terjatuh dari loteng, Lucas langsung mengambil alih peternakan Dee dan sepenuhnya merawat luka-luka Dee sampai sembuh, padahal mereka belum lama berkenalan. Apalagi dengan adanya insiden berdarah di Angel Creek, Lucas langsung merawat Dee di rumahnya agar kesehatannya terpantau.Aku juga suka karakter Luis, dia mau melawan arus dan membantu Dee yang berjuang sendirian. Jnagn bertanya bagaimana kuatnya karakter Dee, dia wanita yang sangat tegar dan tangguh, bertahan hidup selama bertahun-tahun sendirian, menghalau para peternak yang mengingginkan tanahnya, tapi Dee tidak pernah menyerah karena Angel Creek adalah segalanya.

Angel Creek ini merupakan seri kedua dari Western Ladies, setahu aku seri pertama belum diterbitkan di Indonesia tapi kenapa ini duluan yak?

Berikut urutannya:


  1. A Lady of the West (Western Ladies, #1)

  2. Angel Creek (Western Ladies, #2) 

  3. The Touch Of Fire (Western Ladies, #3)

  4. Angel Creek and A Lady of the West (Western Ladies, #2, #1)

4 sayap untuk Dee yang tangguh.



Tentang Penulis:

Linda Howard adalah penulis New York Times bestsellers yang lahir pada tanggal 3 Agustus 1950 di Alabama, Amerika Serikat. Buku terlarisnya antara lain Open Season, Mr. Perfect, All the Queen's Men, Now You See Her, Kill and Tell dan Son Morning. Dia menulis sejak umur 9 tahun dan pernah menjadi anggota Romance Writers of America. Sekarang dia tinggal di Alabama bersama suami dan dua golden retriever. 

Rainwater


Penulis: Sandra Brown

Alih Bahasa: Tantri Lesmana

Penerbit: Gramedia

Cetakan: I, April 2011

ISBN: 978-979-22-6892-8



Diawali dengan prolog sepasang suami istri berusia empat puluhan yang mencoba menawar jam saku dari emas dari laki-laki tua pemilik toko antik. Tapi laki-laki tersebut mengatakan jam itu sangat penting dan istimewa karena mempunyai kenangan yang amat dalam, dia pun mulai menceritakan asal mula jam tersebut.

Sewaktu Ella Barron sibuk melakukan aktivitas harian di pondok yang disewakannya, dia mendapat kunjungan dari Dr. Kincaid. Dia tidak datang sendirian, melainkan bersama dengan David Rainwater yang bertujuan ingin menyewa salah satu kamar di pondoknya. Untung saja pondok tersebut masih kosong satu, David pun menjadi penhuni baru melengkapi kekosongan dan meramaikan pondok Ella bersama dengan Miss Pear dan Miss Violet Dunee, Mr. Chester Hestings, pengurus rumah Margaret, dan anaknya yang mengidap idiot sarvant. Namun, hal yang mengejutkan terjadi ketika Dr Kincaid sebelum meninggalkan pondoknya bilang kalau David sedang menunggu ajal.

Tak ayal Ella pun semakin penasaran dengan penghuni barunya, dia menjadi berhati-hati dan tidak ingin kondisi David semakin memburuk, sebaliknya David ingin Ella mengganggapnya "sehat." Untuk mengisi hari-harinya, David banyak membantu Ella di pondoknya yang sebelumnya mendapat larangan keras, selain itu David juga sangat tertarik dengan kondisi anak Ella, Solly, dia yakin anak kecil itu mempunyai kelebihan apalagi sewaktu bermain kartu, Solly berhasil menjejerkan kartu domino sesuai urutan angkanya, padahal sebelumnya kartu-kartu tersebut diacak. Ella jadi bersemangat kalau Solly akan mempunyai masa depan.

Masalah muncul ketika  Brother Calvin, pendeta kulit hitam yang sering membantu Ella, datang ke pondoknya dengan tubuh babak belur. Dia bercerita kalau pemerintah dari Layanan Bantuan Kekeringan baru saja pergi meninggalkan kediaman keluarga George Pritchett, yang artinya keluarga tersebut kehilangan banyak ternak. Depresi ekonomi, kemiskinan, kelaparan sedang melanda wilayah mereka. Pada awal tahun, pemerintah federal membuat program untuk melindungi para petani, pemilik sapi perah, dan peternak dari kebangkrutan total. Kongres menyediakan dana  jutaan dolar untuk membeli ternak dari para pemilik dapi perah dan sapi pedaging yang kawanan-kawanan ternaknya sudah nyaris mati kelaparan. Agen-agen pemerintah diberi wewenang untuk membiayai maxsimal dua puluh dolar per kepala, dimana harga jauh lebih murah dari harga normal. Program ini kelihatannya cukup lumayan, ternak yang dianggap cukup sehat untuk dimakan dipotong dan diproses kemudian daging-daging kalengan itu didistribusikan kepada para tunawisma, orang yang tidak mampu. Para petani dan peternak memperoleh sedikit penghasilan, orang-orang yang kelaparan mendapatkan makanan. Sisi buruknya, ternak yang tidak terpilih untuk dijadikan daging kalengan langsung dumusnahkan dan dikuburkan dalam lubang-lubang sesudah dibeli, jumlahnya bisa keseluruhan halaman. memang benar program ini dirancang untuk menyelamatkan keluarga-keluarga yang mengalami efek ganda kekeringan serta depresi ekonomi, namun tetap saja hati ini tercabik-cabik kalau melihat hasil kerja seumur hidup dimusnahkan dengan cara sedemikian brutal. Tidak sampai itu saja penderitaan, setelah orang-orang pemerintah pergi, beberapa orang lokal datang untuk memastikan sapi-sapi yang sudah mati itu tidak diambil dagingnya oleh orang-orang di pemukiman kumuh, mereka dipimpin oleh orang kulit putih yang membawa senapan, mempunyai tanda lahir berwarna ungu di wajahnya, Conrad Ellis, ayahnya memiliki pabrik pengolahan daging, usahanya bisa merugi kalau orang-orang mendapatkan daging gratis, sehingga dia menyuruh anaknya untuk memastikan orang-orang miskin itu tidak mendapatkan daging gratis. Itulah alasan kenapa pendeta Brother Calvin babak belur.

Kejadian itu baru permulaan, ketika kedua sahabat Ella mengalami hal yang sama, David tidak bisa tinggal diam, dia bersama beberapa orang yang merasa senasip merencanakan sebuah perlawanan. Ellis mencium rencana tersebut, dia mulai meneror dan kembali mengusik kehidupan Ella.

Adegan paling mengharukan adalah ketika David berkorban untuk Solly dan waktu bilang:


Jangan meminta satu-satunya hal yang tidak bisa kuberikan padamu, Ella. Andai bisa, pasti kuberikan. Tapi, satu-satunya yang tidak bisa kuberikan padamu adalah waktu.

#peresairmata

Mungkin ini adalah satu-satunya buku Sandra Brown yang paling emosional dan sangat jauh dari cerita yang biasa dia buat. Dari awal sudah terasa sekali kesedihan baik itu dari sisi David ataupun Ella. David yang berjuang akan penyakitnya dan Ella akan kondisi anaknya. Bagaimana mereka saling mengisi kekosongan, David yang sangat memperhatikan Solly, pokoknya ceritannya sangat mengharukan, apalagi endingnya. Ahhhh mending tulisan Sandra Brown yang kayak biasanya aja deh, agak hot (hihihi), benci jadi cinta, seperti itulah, cerita ini terlalu tragis dan sedih, nggak tahan melihat kesedihan Ella dan Solly. Typo ada sedikit yang agak mengganggu yaitu Mr. Hestings ditulis Mrs. Hestings, selebihnya nyaman dibaca. Oh ya, penasaran dengan buku A Farewell to Arms yang diberikan David kepada Ella, apakah kisah di buku tersebut sama dengan kisah buku ini? Yang jelas, aku merasa ada kesamaan, apalagi waktu David bilang gini ke Ella:


Walaupun tahu akhir ceritanya sedih, itu tidak akan menghalangi keinginanku untuk menikmati keindahan ceritanya.

Seperti buku A Farewell to Arms, buku ini sedih tapi indah.

3 sayap untuk Mr. Rainwater

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...