Kamis, 30 Juni 2011

Prophecy of The Sisters


10809874


Penulis: Michelle Zink
Penerbit: Matahati
Penerjemah: Ida Wajdi
Penyunting: Aisyah
Korektor: Tisa Anggriani
Cetakan: I, Maret 2011
ISBN: 602-859-026-6
359 halaman
Literary award: Chicago Public Library Best of the Best (2010), Top Ten Debut YA Novels 2009 Booklist (2009), Best Villain Chapters Indigo Teen Reads Awards (2010), NYPL Stuff for the Teen Age (2010)
Setting; New York, 1890

Lia Milthorpe merasa bahwa kematian ayahnya bukan kebetulan semata, banyak kejadian aneh setelah ayahnya meninggal di Kamar Gelap, kamar yang pernah menjadi kamar pribadi ibunya. Menemukan tanda ditangannya: seekor ular yang membentuk lingkaran dan memakan ekornya sendiri dengan hufuf C ditengah-tengahnya: Jorgumand, melihat saudara kembarnya, Alice bersikap aneh dan melakukan ritual seram, menemukan buku dalam bahasa latin “Librum Maleficii et Disordinae” yang artinya Buku Kekacauan, dia yakin semua itu berhubungan satu sama lain, dia berniat mencari tahu semua keanehan itu. Atas bantuan pacarnya, James, Lia tahu kalau Buku Kekacauan itu berisi dongeng kuno mengenai malaikat atau iblis namun buku tersebut tidak utuh, ada bagian penting yang hilang.


Kisah mengenai malaikat atau iblis yang dibuang dari surga. Konon, para Pengawas telah ditipu oleh Maari untuk melanggar larangan, salah satu dari saudara kembar. Maari memulai penghianatan dengan merayu Samael, malaikat yang paling dipercayai Tuhan. Samael berjanji pada Maari, jika maari melahirkan seorang malaikat, wanita itu akan menerima semua pengetahuan yang terlarang baginya sebagai manusia. Dan Samael benar. Setelah memperistri manuasia, para malaikat yang dibuang itu, atau Pengawas, mengajarkan segala macam sihir kepada pasangan baru mereka. Setelah Pengawas memperistri manusia dan membagi pengetahuan mereka, mereka diusir, dipaksa mengembara ke delapan Dunia Lain untuk selamanya hingga waktu Malapetaka Tuhan atau Kiamat. Setelah itu mereka tidak disebut lagi para Pengawas tetapi Roh yang Tersesat. Konon, ada cara mereka untuk kembali kedunia fisik, melalui dua saudari, satu Sang Garda (kedamaian di dunia fana) dan satu lagi sang Gerbang (tempat Roh bisa lewat). Jika Roh bisa membuat jalan kedunia kita, Malapetaka Tuhan  akan dimulai dan Roh akan bertempur bersama sebanyak-banyaknya roh tersesat yang bisa mereka bawa kembali dari Dunia Lain tetapi tentara roh tidak bisa memulai pertempuran tanpa pemimpin mereka, Samael. Samael hanya bisa  melewati Gerbang jika dia dipanggil oleh salah satu saudari yang ditakdirkan memanggilnya keluar atau sang Malaikat membawa kunci-kunci menuju Neraka.
Lia berpikir kalau tanpa kunci-kunci itu sesuatu yang mengerikan akan terjadi, jika dia dan Alice berada di pihak yang berseteru maka Lia harus menemukan kunci-kunci tersebut sebelum adiknya menemukannya.
Biarkan Gerbang Malaikat mengayun membuka tanpa Kunci-Kunci, diikuti Tujuh Tulah dan Tak Kembali
Awalnya Lia berpikir kalau dia adalah sang Garda dan adiknya sang Gerbang, namun karena keanehan dalam persalinan, kelahiran sungsang, Alice lebih dekat ke jalan lahir sedangkan Lia lebih dekat dari irisan yang dilakukan dokter, oleh karena itu dia menjadi yang pertama lahir, peran mereka pun tertukar. Lia sadar kalau perannya tertukar ketika dia membaca lipatan kertas yang terselip di Buku Kekacauan, berbunyi: “Medali Kekacauan, Tanda Sang Gerbang yang Sejati” yang mengartikan kalau Lialah sang Gerbang yang sesungguhnya karena dia memiliki tanda ular melingkar di tangannya sedangkan adiknya tidak. Sang gerbang selalu memiliki tanda Jorgumand. Masalahnya, Alice tidak mau menjadi sang Garda yang hanya menjadi penjaga, pengawal, melindungi dunia dari para Roh, dia ingin menjadi sang Gerbang, satu-satunya Gerbang yang memiliki kekuatan  untuk memanggil Samael, yang mempunyai pilihan mengahadirkan atau menghancurkannya selamanya. Bisa ditebak dong pilihan Alice.
Lia tidak sendirian dalam pencarian semua keanehan yang dialaminya, dia dibantu dua teman barunya, Luisa Torelli dan Sonia Sorrensen, mereka bertiga mempunyai kesamaan yaitu bisa mengembara di atas Dataran, mempunyai tanda yang sama dipergelangan tangan mereka tapi ada yang membedakan, punya kedua sahabatnya itu tidak mengandung hufuf C seperti punya Lia, kedua temannya itu juga lahir di tanggal yang sama. Mereka pun menyelidiki peran masing-masing, mengetahui kalau masih ada dua orang lagi yang memiliki tanda seperti mereka. Mencari Kunci yang akan mengakhiri ramalan itu.
Waktu baca di sampul belakangnya ada tulisan Dark Fantasy, yaelah setiap bulan saya dicekoki cerita yang gloomy, semi horror, gothic, untungnya saja tidak kapok. Sempat kepikiran juga kedua tokoh ini kayak telenovela Cinta Paulina, sama-sama saudara kembar yang bermusuhan, hihihihi. Setahu saya kalau saudara kembar itu punya ikatan batin yang kuat, saling memiliki dan akan sangat kehilangan kalau salah satunya pergi, mungkin penulis ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Sebelumnya sudah pernah baca kisah tentang malaikat jatuh Hush, Hush yang sangat saya sukai, bedanya di cerita ini lebih condong ke ramalan kuno, akar dari cerita yang penuh teka-teki ini. Yubs, dari awal baca sampai akhir selalu bertanya kenapa, bagaimana, siapa, dimana tidak bisa berhenti sebelum menemukan jawabannya.
Masih banyak sekali pertannyaan tentang buku ini yang belum terjawab, terutama para tokohnya. Kalau Lia mungkin sedikit banyak sudah dijelaskan di buku ini, yang masih banyak pertannyaan adalah tokoh Alice, sebenarnya saya kasihan sama dia, tidak ada keluarga yang memihak dia, Ibunya saja sudah melindungi Lia sejak kecil, ayahnya dari jauh hari mencoba memecahkan ramalan untuk Lia bahkan menyuruh adiknya Henry untuk melindunginya, sedangkan Alice? Sebenarnya dia mempunyai bibi Vicoria untuk mengajarinya menjadi seorang Garda tetapi tidak mendapatkannya juga, penasaran bagaimana Alice bisa setegar itu, menurutku penulis agak pilih kasih deh :D. Ngomong-ngomong soal Henry saya mewek waktu adegan di sungai itu, kejam sekali penulis sama anak kecil yang lumpuh dan unyuuuu seperti dia, berharap sekali ada kesempatan untuk Henry, sedikit saja, adegan yang sangat
mengharukan. James juga tidak banyak diceritakan, sebenarnya berharap juga hubungannya dengan Lia lebih sering dimunculkan karena kisah mereka satu-satunya bumbu romance disini, penyegar agar tidak terkesan suram melulu hehehe. Walaupun ceritanya penuh teka-teki sampai di akhir, saya suka alurnya yang cepat jadi tidak bosan dan karena teka-teki itulah tidak bisa berhenti menyelesaikan sampai akhir, membuat penasaran, covernya juga cantik walaupun saya agak tidak suka kalau sebuah cover itu modelnya manusia, tapi masih mendinglah karena saya lihat ada beberapa edisi yang covernya malah terkesan horor. Berharap kelanjutannya cepat diterbitkan, perjalanan Lia sepertinya masih sangaatttttt panjang :)
4 sayap untuk si kembar yang nggak akur.
NB: Ini dia lanjutannya

GotgCof-cover
ada juga book trailernya
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=vf9lqhoptFQ]
sedikit tentang pengarangnya,

Mzink_08_final_web-1
Michelle Zink tinggal di New York, sangat tertarik dengan mitos dan legenda kuno. Nggak heran kenapa ceritanya juga mengandung legenda, lanjutan dari seri Gothick Fantasy, Circle of Fire akan rilis pada tanggal 3 Agustus 2011, gak sabar yah :))
untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi www.michellezink.com

Senin, 27 Juni 2011

-Gairah Cinta Viking-


penulis: Johanna Lindsey
penerbit: Gramedia
alih bahasa: Ellianti Jacob Saleh
first published: September 1980
cetakan: I, April 2011
ISBN: 978-979-22-6979-6
522 halaman

Lady Brenna Carmarham yang tomboi terpaksa menyetujui rencana perjodohannya ayahnya dengan Garrick Haardrad, putra kepala suku bangsa Viking dengan alasan takut suatu saat nanti desa mereka akan dibantai oleh mereka, dimana para lelakinya sudah sangat jarang sekali. Brenna pun dilatih sejak kecil seperti seorang pria agar bisa menjaga dirinya sendiri. Namun harapan ayahnya tidak seperti yang diinginkannya, Anselm, kepala suku bangsa Viking sekaligus ayah Garrick datang sendiri ke desa Brenna untuk memlihat gadis yang ditawarkan untuk anaknya. Bukannya datang dengan baik-baik, mereka membantai habis para warga, laki-laki dibunuh, perempuan diambil untuk dijadikan budak. Brenna sangat marah sekali karena dia tidak bisa apa-apa untuk melawan mereka, sebelumnya dia sudah menyerang tapi shock ketika para pelayannya dibantai, dia bertekat akan balas dendam kepada Anselm. Dilain pihak, Anselm terpesona akan kegigihan Brenna dalam menghadapi anak buahnya, bertarung dengan pedang seorang diri, dia berpikir kalau Brenna cocok untuk anak keduannya itu.

Garrick tidak tahu kalau dia sudah dijodohkan dan sebentar lagi akan mempunyai istri, dia tidak membutuhkan wanita karena sebelumnya pernah disakiti oleh adik sahabatnya yang lebih memilih lelaki tua banyak harta. Waktu pulang dari pelayaran, tak taunya ada pelayan baru di rumahnya, awalnya dia menganggap seperti pelayan biasa tapi karena dia sering mencoba melarikan diri dan selalu membantah, Brenna menjadi pelayan istimewa. Dia tidak rela kalau Brenna disentuh oleh orang lain, dia kagum akan harga diri dan sifat keras kepalanya, dia hanya menginginkan Brenna untuk dirinya sendiri.
Gak kaget juga sih sama kekejaman bangsa Viking karena sebelumnya udah pernah baca
Comanche Moon (Comanche, #1)
Comanche Moon (Comanche, #1) yang bercerita tentang bangsa indian america jaman dulu, ga sama persis sih cuman kesadisannya itu loh hehehe agak mirip. Pembantaian suku lain demi merebut kekeuasaan, bagaimana para lelaki di jaman itu maen serobot aja kalau ada wanita, di perkosa ga kenal tempat, poligami, yah banyak pelecehan seksual lah. Gambaran tentang jaman Viking juga dijelaskan dengan lengkap oleh penulis, desanya, orang-orangnya, bagaimana seorang istri sadar kalau suaminya gak akan puas dengan satu wanita (istri menguasai rumah, tapi sewaktu di lautan suami boleh berbuat terserah mereka). Nah, yang aku suka itu Brenna tidak mau seperti itu, kau pilih hanya aku atau tidak sama sekali, padahal Garrick tidak mau menikah dengan alasan Brenna adalah budaknya, dan di desanya itu tabu hukumnya menikahi seorang budak. Seru juga waktu Brenna berusaha kabur tapi tetep aja Garrick bisa menemukannya, kejam tapi romantis deh hehehe.
4 sayap untuk kejamnya bangsa Viking
,

Gairah Cinta Viking

11142724
penulis: Johanna Lindsey
penerbit: Gramedia
alih bahasa: Ellianti Jacob Saleh
first published: September 1980
cetakan: I, April 2011
ISBN: 978-979-22-6979-6
522 halaman

Lady Brenna Carmarham yang tomboi terpaksa menyetujui rencana perjodohannya ayahnya dengan Garrick Haardrad, putra kepala suku bangsa Viking dengan alasan takut suatu saat nanti desa mereka akan dibantai oleh mereka, dimana para lelakinya sudah sangat jarang sekali. Brenna pun dilatih sejak kecil seperti seorang pria agar bisa menjaga dirinya sendiri. Namun harapan ayahnya tidak seperti yang diinginkannya, Anselm, kepala suku bangsa Viking sekaligus ayah Garrick datang sendiri ke desa Brenna untuk memlihat gadis yang ditawarkan untuk anaknya. Bukannya datang dengan baik-baik, mereka membantai habis para warga, laki-laki dibunuh, perempuan diambil untuk dijadikan budak. Brenna sangat marah sekali karena dia tidak bisa apa-apa untuk melawan mereka, sebelumnya dia sudah menyerang tapi shock ketika para pelayannya dibantai, dia bertekat akan balas dendam kepada Anselm. Dilain pihak, Anselm terpesona akan kegigihan Brenna dalam menghadapi anak buahnya, bertarung dengan pedang seorang diri, dia berpikir kalau Brenna cocok untuk anak keduannya itu.

Garrick tidak tahu kalau dia sudah dijodohkan dan sebentar lagi akan mempunyai istri, dia tidak membutuhkan wanita karena sebelumnya pernah disakiti oleh adik sahabatnya yang lebih memilih lelaki tua banyak harta. Waktu pulang dari pelayaran, tak taunya ada pelayan baru di rumahnya, awalnya dia menganggap seperti pelayan biasa tapi karena dia sering mencoba melarikan diri dan selalu membantah, Brenna menjadi pelayan istimewa. Dia tidak rela kalau Brenna disentuh oleh orang lain, dia kagum akan harga diri dan sifat keras kepalanya, dia hanya menginginkan Brenna untuk dirinya sendiri.
Gak kaget juga sih sama kekejaman bangsa Viking karena sebelumnya udah pernah baca
Comanche Moon (Comanche, #1)
Comanche Moon (Comanche, #1) yang bercerita tentang bangsa indian america jaman dulu, ga sama persis sih cuman kesadisannya itu loh hehehe agak mirip. Pembantaian suku lain demi merebut kekeuasaan, bagaimana para lelaki di jaman itu maen serobot aja kalau ada wanita, di perkosa ga kenal tempat, poligami, yah banyak pelecehan seksual lah. Gambaran tentang jaman Viking juga dijelaskan dengan lengkap oleh penulis, desanya, orang-orangnya, bagaimana seorang istri sadar kalau suaminya gak akan puas dengan satu wanita (istri menguasai rumah, tapi sewaktu di lautan suami boleh berbuat terserah mereka). Nah, yang aku suka itu Brenna tidak mau seperti itu, kau pilih hanya aku atau tidak sama sekali, padahal Garrick tidak mau menikah dengan alasan Brenna adalah budaknya, dan di desanya itu tabu hukumnya menikahi seorang budak. Seru juga waktu Brenna berusaha kabur tapi tetep aja Garrick bisa menemukannya, kejam tapi romantis deh hehehe.
4 sayap untuk kejamnya bangsa Viking
,

Minggu, 26 Juni 2011

Diary si Bocah Tengil: Hari-Hari Sial


penulis: Jeff Kinney
penerbit: Atria
judul asli: Diary of Wimpy Kid: Dog Days, diterbitkan: Amuled Books, 2009.
penerjemah; Ferry Halim
penyunting: Jia Effendie
pewajah isi: Aniza Pujiati
cetakan: III, Maret 2011
ISBN: 978-979-024-456-6
217 halaman

Buku I: tentang Greg dan sahabatnya Rowley, serta sekolah barunya.
Buku II: Greg dengan kakaknya, Rodrick
Buku III: Greg dengan ayahnya, sekolah militernya.
Buku IV: tentang liburan musim panas Greg.

Dibuku yang berwarna kuning ini memceritakan betapa sialnya Greg waktu liburan musim panas (perasaan dia sial terus deh :p). Greg punya cara untuk mengisi liburannya yaitu dengan nongkrong di sepan TV sambil bermain video games, dengan tirai jendela tertutup dan lampu yang dipadamkan (surga dunia hihihi), tapi Mom bilang kalau itu "tidak lazim" dia menyarankan agar pergi ke kolam renang bersama Rowley. tapi Greg punya pengalaman buruk dengan janapada, dia mengajak Trista, tetangga baru mereka ke kolam renang tersebut (Greg dan Rowley berusaha mengaet karena mereka sama-sama jomblo), namun baru lima menit si cewek itu sudah kepincut sama lifeguard. Sebenarnya Greg ingin sekali menghabiskan liburan panasnya ke pantai tapi ibunya dalam "rapat keluarga" mengatakan kalau keadaan keuangan agak seret tahun ini dan tidak mampu liburan ke pantai yang artinya tidak ada liburan keluarga, dia hanya menantikan di musim panas kali ini yaitu hari ulang tahunnya dan edisi komik terakhir "Si Kecil Imut" atau "Li'l Cutie" =))

Lucunya lagi waktu Greg setuju untuk potong rambut di Salon Kecantikan Bombshell, awalnya dia "malu" pergi ke tempat Mom dan Gramma potong rambut tapi disana dia menemukan kesenangan tersendiri, ada TV dimana-mana, banyak tabloid, surat kabar, dan GOSIP, dimana cacat cela setiap orang akan kau dapatkan di Salon Kecantikan =)). Mom juga menguliahi waktu Greg atau anak-anak seusianya terlalu banyak menonton film dengan adegan kekerasan dan terlalu sering bermain video games lalu dia mengadakan "kelompok membaca" sebagai hukumannya. Mom menyuruh setiap anak membawa buku favorit masing-masing untuk didiskusikan tapi Mom bilang kalau buku yang mereka bawa bukanlah karya sastra "yang sesungguhnya" dan mereka harus memulai dengan sastra "klasik" coba tebak bukunya apa saja? *jeng jeng* Little Woman, The Yearling, Old Yeller,  dan Anne of Green Gables, LOL. tahu tidak, lama-lama kelompok "Membaca itu Menyenangkan" tinggal Greg saja (hmmmm, kayaknya saya dan Greg sehati nih, tidak suka sama klasik :D).

Hukuman yang diberikan Mom tidak itu saja, waktu Greg dan Rowley di janapada, mereka menghabiskan uang Mr. Jefferson sebanyak  $ 83, dan Mom menyuruh mereka untuk melunasi uang tersebut dengan uang mereka SENDIRI. Karena tidak punya uang, Greg membuat rencana dengan membuka usaha Layanan Pemotongan Rumput V.I.P. Seperti sifat Greg yang egois, dia menyuruh Rowley untuk bekerja sedangkan dia duduk dibawah rindangnya pohon sambil mulai menyusun rencana bisnis. tapi Rowley tidak sebodoh biasanya dia marah dan bilang kalau bisnis mereka bersifat "rekanan" jadi harus dikerjakan bersama-sama (bagoooossss), mereka pun akhirnya bertengkar.

Waktu ulang tahunnya, Greg berharap mendapatkan kado berupa seekor anjing atau telepon seluler tapi tidak digubris ibunya jadi dia berharap mendapatkan kursi santai tapi dia malah mendapatkan kado dari Mom dan Dadnya berupa "kepik" telepon seluler yang hanya ada dua tombol. yang satu untuk menelepon rumah dan yang satu untuk keadaan darurat tak lain tak bukan 911, LOL.
Waktu Greg mau berfoto di kolam renang yang disampingnya ada Heather (atau lebih tepatnya dibangku penjaga keamanan kolam, jadi Greg di bawah bangku itu) tapi ibunya tidak bisa menggunakan kamera, waktu liburan ke pantai yang seharusnya menjadi impiannya, Greg malah berlibur bersama keluarga Jefferson dengan alasan agar hubungan Greg dan Rowley membaik, dia pun mencari cara agar "dipulangkan", masih banyak kesial Greg waktu musim panas, mending baca sendiri deh biar puas =))

Ilustrasi gambarnya sama banyaknya dengan buku ketiga, petuah-petuah Mom juga banyak seperti di buku kedua. Tetap lucu, tapi saya lebih suka buku pertama dan kedua, banyak keusilan Greg dan Rodrick di buku tersebut :D. Menurutku seri Wimpy Kid ini cocok sekali dibaca oleh orang tua karena banyak tips untuk mengatasi anak-anak yang bandel, cara menghukum yang bersifat mendidik, dan bagaimana caranya mendapatkan tambahan uang untuk membayar hutang dan cocok juga untuk anak kecil yang kepingin "nakal" =))

3 sayap untuk kesialan Greg yang bertubi-tubi :)

Kita tunggu kelanjutan seri berikutnya: Diary of a Wimpy Kid: The Ugly Truth (Diary of a Wimpy Kid #5), semoga cepat diterjemahkan


dan seri terbaru yang akan terbit pada bulan 15 November 2011, Diary of a Wimpy Kid: Cabin Fever (Diary of a Wimpy Kid #6)

Selain seri Wimpy tersebut, Jeff Kinney juga menerbitkan buku Diary of a Wimpy Kid Do-It-Yourself Book yang bertujuan agar kita membuat diary jurnal kita sendiri, berisi impianmu, rahasia terbesarmu, kenalkalan-kenakalan yang pernah kau buat, dan lain sebagainya, ada halaman kosong yang bisa kita isi sendiri, intinya kayak Kinney membuat seri Wimpy, kita bisa membuat seri kita sendiri, seru kan :))

Tentang pengarang:
Jeff Kinney adalah seorang pengembang dan perancang permainan online, dan pengarang buku terlaris #1 versi New York Times. Pada tahun 2009, Jeff dijuluki sebagai salah satu dari 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia versi majalah Time. Dia menghabiskan masa kanak-kanaknya di kawasan Washington, D.C., dan pindah ke New England pada tahun 1955. Sekarang, Jeff tinggal di bagian selatan Massachusetts bersama istri dan kedua putranya. Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi www.wimpykid.com.
Untuk yang kepengen membuat avatar seperti tokoh di Wimpy Kid, coba berkunjung ke www.wimpyourself.com dan saya sudah mempraktekkannya, inilah hasilnya :)



Diary si Bocah Tengil: Usaha Terakhir



penulis: Jeff Kinney
penerbit: Atria
Judul asli: Diary of Wimpy Kid: The Last Straw, terbitan Amuled Books, 2009.
penerjemah: Ferry Halim
Penyuting: Ida Wajdi
Pewajah isi: Aniza
Cetakan: I, Mei 2010
ISBN: 978-979-1411-24-0
217 halaman

Di buku ketiga yang bersampul warna hijau ini lebih banyak bercerita tentang Greg dan ayahnya, Frank Heffley, kisah kocak bagaimana si Greg menghindar, mengelak, menagkis dari berbagai olah raga yang terorganisasi dan kegiatan "cowok" lainnya. Kenapa ayahnya sangat terobsesi sama olah raga? karena dia mempunyai seorang bos yang anak-anaknya fanatik terhadap olah raga, alasan yang konyol sekali. Ayahnya mendaftarkannya ke klub sepak bola, si Greg mendapatkan jatah menjadi penjaga gawang, bukannya menjaga dia malah berleha-leha ditengah permainan. Agar lebih disiplin lagi, ayahnya berencana mendaftarkannya ke Spag Union pada liburan musim panas, sebuah sekolah militer yang membuat Greg kalang kabut, berpikiran anak-anak yang lebih tua pasti akan menindas pada hari pertama. Dia mencoba merubah pemikiran ayahnya itu dengan ikut kegiatan pramuka, apakah berhasil?

Pernah gak kalau setiap tahun baru kalian buat resolusi? Si Greg ini punyan resolusi yaitu berusaha membantu orang LAIN untuk memperbaiki diri mereka (hahahah, seharusnya dia memperbaiki dirinya sendiri dulu). Dia memergoki anggota keluarganya yang menyimpang dari resolusi mereka, contohnya: Ibunya yang seharusnya pergi ke pusat kebugaran eh malah menghabiskan waktu dengan menonton televisi. Ayahnya, yang katannya akan menjalani program diet ketat setelah makan malam dia malah menjejalkan roto brownies di luar garasi. Adiknya, Manny, kalau dia sudah besar tidak akan pernah menyedot empeng lagi dan membuangnya ketempat sampah, tapi resolusi itu hanya bertahan satu MENIT. Si Rodrick tentu saja tidak punya resolusi di tahun baru =))

Kalau gak sial, bukan Greg namanya, natal tahun kemaren dia lagi-lagi mendapatkan hadiah natal yang tidak diharapkannya, sebuah deodoran, kamus wisata dan keranjang pakaian kotoran hadiah dari Paman Charlie. Waktu dia diantar ke sekolah sama ibunya dia lupa membawa ransel dan ibunya mengantarkan tas tersebut ke sekolah dengan pakaian olah raga padahal Greg sedang menjaga image-nya karena dia sedang naksir Holly, cewek tercantik nomer 4 di sekolah. Yang bikin ngakak waktu di gereja dan dia melihat Holly, ada keranjang untuk menyumbangkan uang untuk orang-orang yang kekuranggan, karena dia tidak punya uang dia minta kepada ibunya, dikiranya uang tersebut hanya satu dolar tapi ternyata malah DUA PULUH, dia berosaha merogoh ke dalam kerenjang untuk mengambil kembaliannya tapi sudah terlambat, lalu dia bilang "mudah-mudahan saja aku masuk surga atas sumbangan ITU" =))

Kebenciannku pada Manny belum surut juga, membaca buku ketiga ini malah menjadi, keki banget waktu baca bagian dimana dia boleh membawa segala macam mainannya ke gereja, marah ketika sandwictnya dipotong menjadi DUA bukannya EMPAT lalu ibunya jauh-jauh dari kantor pergi kesekolahnya hanya untuk memotongnya, dan waktu ibunya membuat aturan "tidak boleh bersumpah serapah" karena Manny suka meniru ucapan orang, jadi bila ada orang yang ngomong jorok, orang tersebut harus memasukkan uang ke dalam "stoples sumpah serapah" milik Manny, enak bener kan dia.

Masih tetap lucu dengan banyolah Kinney yang khas, disetiap akhir cerita pasti diselipkan kalimat yang membuat ngakak. Ilustrasi gambarnya juga lebih banyak dan besar, kadang mencapai satu halaman penuh. Masih suka covernya dan cara penulisannya yang kayak diary tapi gak suka sama kertasnya, lebih suka yang buram kayak buku pertama dan kedua. Pokoknya harus baca kalau dari pertama sudah mengikuti cerita si Greg ini =))

3 sayap untuk Greg yang konyol.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...