Kamis, 21 April 2011

Let the Right One In


Letmein



author: John Ajvide Lindqvist
Paperback, 684 pages
Published January 2011 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published 2005)
ISBN13: 9789792265729
primary language: Indonesian
original title: Låt den rätte komma in
characters: Eli, Oscar Ericsson, Hakan Begtsson
url: http://www.gramedia.com

Bersetting di daerah pinggiran Blackeberg, Stockholm, Swedia pada tahun 1981. Oskar Ericksson, anak lelaki yang berusia 12 tahun, dia sering dibully oleh teman-temannya di sekolah, selalu punya bola-pipis untuk mengatasi ketakutannya yang menyebabkan dia sering mengompol. Tidak punya teman dekat, hanya tinggal dengan ibunya di sebuah apartemen kumuh, kadang merindukan sesosok ayah tapi memilih meninggalkannya karena ketergantungan alkohol dan sering kalap kalau mabuk. Dia suka sekali mengumpulkan kliping dari koran tentang berita pembunuhan, suka mencuri pisau di toserba dekat rumahnya dan melampiaskan kekesalannya kepada teman di sekolahnya dengan menusuk-nusukkan pisau itu di sebuah pohon, menganggap kalau yang dibantai itu adalah Jonny Forsberg. Dilain pihak, ternyata ada pembunuhan keji yang sebenarnya, dimana korban digantung di sebuah pohon dengan kepala berada dibawah dan kehabisan darah. Pada waktu Oskar pergi ke lapangan bermain di tengah-tengah pekarangan apartemennya dimana dia merasa aman sekaligus sendirian, dia melihat seorang anak perempuan mungil yang memiliki rambut berwarna gelap, sepasang mata besar, mengenakan sweater merah muda, berbau apak yang sangat misterius. Malam berikutnya, dia bertemu lagi dengan gadis mungil itu, dengan bermodalkan sebuah kubik, mereka mulai berteman, bertemu di taman pada malam hari, dan selalu bertukar kode Morse di kamar, mereka bertetangga, Eli nama gadis kecil itu tinggal bersama "ayahnya," mereka mulai saling mengisi kekosongan di diri masing-masing. Pembunuhan pun terus berlanjut, korban meninggal dengan misterius dan bertanya-tanya siapa pelakunya. Hakan, lelaki tua yang mau melakukan apa saja demi perempuan yang ada bersamanya.

Jangan berharap kalau cerita ini mirip cerita vampire yang lagi booming akhir-akhir ini (Twilght, Vampire Academy, Vampire Diaries, J.R Ward) no no no kalian tidak akan menemukan cerita roman picisan seperti itu. Buku ini benar-benar sinting, awal baca sangat antusias, gloominya terasa sekali, bagaimana sepinya kehidupan Oskar, seorang anak mami yang sendirian, tidak punya teman, ingin sekali memberontak, memprotes, meminta secuil keberanian untuk melawan teman-temannya. Kemudian datanglah Eli yang memberikan angin sejuk ke dunianya, menciptakan kehidupan baru, membuat dia berani melawan temannya, namun itu hanya sebentar sampai dia tahu siapa sebenarnya Eli, kenapa dia tidak pernah keluar rumah pada siang hari, kenapa dia bisa melihat dalam gelap, tidak pernah kedinginan, semua impiannya buyar ternyata di vampire berusia 200 tahun. Awalnya sangat berharap ada romancenya sedikit saja, ya memang ada, bahkan ada adegan yang cukup vulgar (pantas kenapa di bagian belakang ada tulisan novel dewasa) tapi semakin ke belakang dan tau masa lalu Eli, tau siapa Eli lebih dalam maka kau akan sedikit kecewa, bahkan setelah tau aku sempat vacum membacanya. Ini memang bukan cerita romance, horor lebih tepatnya, pembunuhannya sadis sekali. Suka covernya, dimana ada seorang gadis berada di luar jendela, mengintip pada seorang di dalamnya, seakan meminta "boleh aku masuk?"
Aku suka sekali sama endingnya, membuat pembaca bertanya-tanya dengan pikirannya dan penulis mempersilahkan membuat ending sendiri. Novel ini pernah difilmkan, termasuk film horor paling fenomenal di Swedia (lihat lebih jelasnya: http://bit.ly/hnQOWF ).

3 sayap untuk vampire kecil yang haus darah :)

Note: hati-hati kalau ada orang dibalik pintu atau jendela dan bertanya, "Boleh aku masuk? Katakan aku boleh masuk!"

Sabtu, 16 April 2011

Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona!

Travelers_tale1



Author: Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya, Iman Hidayat
paperback, 230 pages
Published 2007 by Gagas Media
ISBN13: 9789797800949
primary language: Indonesian
original title: Travelers' Tale, Belok Kanan: Barcelona!
characters: Jusuf, Farah, Retno, Francis
goodreads: http://bit.ly/eAlxFa 

Arrrrgh suka banget sama cerita ini. Menurutku sih setengah fiksi dan non fiksi (tips travel, foto dan tokohnya). Udah ngarep baca ini dari taun kapan, anddd finally kesampaian juga, dikasih gratis lagi sama penerbitnya (cium sajadah dan gagas), jujur suka cover yang cetakan awal hehehe.



Cerita diawali dengan undangan pernikahan Francis lewat email kepada sahabatnya sejak jaman becak masih jadi tranportasi wajib di Jakarta, Jusuf dan Farah, sedangkan Retno dengan undangan langsung via pos. Cerita cintanya sih biasa, Francis suka sama Retno dan pernah nembak 2 kali tapi ditolak semua karena perbedaan agama, Farah suka sama Francis, sedangkan Ucup alias Jusuf jatuh hati sama Farah. Mungkin udah umum, yang menjadi special itu kisah mereka ke Barcelona guna menghadiri (menghancurkan) pernikahan Francis. 




Farah, awal perjalanannya dari Hoi An (Vietnam) > Amman > Budapest > Wina > Paris > Barcelona. Tujuan utamanya adalah menghentikan pernikahan Francis, demi dirinya sendiri. 
Yusuf, rute perjalanan menuju ke Barcelona adalah Cape Town > Nairobi > Abidjan > Dakkar > Marrakech > Seville > Barcelona. Datang karena ingin menghentikan Farah, demi dirinya sendiri. 
Retno, perjalanannya g terlalu panjang dari Kopenhagen > Amsterdam > Milan > Madrit > Barcelona. Datang untuk mengucapkan selamat untuk Francis. 




Francis, sesuai konsernya (dia seorang pianis) dari Kansas City > Atlanta > Miami > New York > Barcelona. Yang punya acara yang sebenernya ragu karena dia masih punya rasa sama Retno. 
Yang sangat seru itu perjalanan mereka menuju ke Barcelona (kemiskinan), dengan uang yang pas-pasan, pobia naik pesawat, backpacker wannabe dan yang paling bikin ngakak itu ceritanya si Ucup, sungguh nian dirinya, mulai dari grasslanding, evakuasi, disangka teroris, disetrum, dan gay bar. Juga kalimat andalanya "liat, sapi terbang," LOL.


274698744Tips tentang travelnya juga sangat membantu bagi pemula yang ingin berpergian, foto-fotonya juga bagus dan pas, ditambah lagi tiap quote diawal tiap bab yang tentang traveling. Sebenernya pengen kasih nilai sempurna, typo gak ada menurutku cuman kayaknya ada miss antara pengarang dibagian Retno sampai di Barcelona trus ketemu langsung sama Francis di La Rambla, trus di bab selanjutnya Francis sedang mengadakan konser dan dia melihat Retno datang atas undangannya, baru kemudian mereka bersama menuju ke La Rambla (?). Endingnya kurang banyak, terlalu cepat lah, baru aja ketemu setelah perjalanan panjang eh cuman berapa halaman aja, untuk Francis dan Retno kurasa penggarang menyerahkan kepada pembaca untuk membuat endingnya sendiri. Quote favoritku adalah bagian Faris hal. 118, "We always question life. But can life question us?" dan di tips travelling dari Retno, "Barang dapat habis dijual-beli. Tapi pengalaman tidak akan pernah habis untuk diingat dan diceritakan." 



Jadi pengen berburu karya Aditya Mulya nih, Ucup! Liat, ada sapi terbang! =))



4 sayap untuk menemani si sapi terbang :D

Selasa, 12 April 2011

Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau


10655791


"Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com"

Author: Indra Herlambang
Paperback, 344 pages
Published March 2011 by Gramedia Pustaka Utama
ISBN13: 9789792267242


Kumpulan artikel-artikel yang ditulis penulis dari berbagai majalah berisi pendapat-pendapatnya atau kalau menilik disampul belakangnya, curahan hati akan kehidupan disekitarnya. Ada 5 bab kicauannya, tentang gaya hidup, relationship, tempat tinggalnya dan keluarga.

Di Gaya Hidup, Hidup Gaya, Dan Hidup Gak Ya? menceritakan tentang teknologi, social network, langkah kaki dalam sehari, olahraga, delay, dll.

Di Single, In Relationship, Atau It's Complicated biasa aja sih tentang undangan pernikahan, putus cinta, apa salahnya dengan kesendirian.

Bab ke 3 tentang Jakarta, Indonesia, dan kesehatan jiwa, apalagi kalau bukan tentang macet, macam-macam jenis sopir, dsb.

Yang terakhir kicauan tentang keluarga, menceritakan kalau keluarga Indra pengemar jamu, kehilangan mobil, alasan masih tinggal sama ortunya, keponakanya, tentang tukang kebunya. Cerdas, sinis, dan nyinyir. Pandanganya memang kadang bertolak belakang dengan pendapat orang lain, tapi waktu meresapinya saya berpikir "benar juga ya."


Artike favorit saya ada di Quote Unquote, pendapat penulis dan orang-orang yang ditanyanya tentang drug, Pil Biru Di Hari Merah Jambu, lumayan nyengir juga tentang obat kuat itu, trus dibagian Satu Telunjuk Untuk Menjawab Banyak Pertanyaan, setuju sekali kalau diri kita sendiri itu kadang perlu sendirian (saya pernah nonton bioskop sendirian), hal 151 "...saya juga cinta diri saya. Karenanya menikmati waktu dengan diri sendiri. Berteman dengan diri sendiri. Berdialog panjang dengan diri sendiri. Buat saya bukan merupakan pilihan, tapi keharusan. Apalagi sebenarnya di ujung hidup ini ada kematian. Sesuatu yang harus benar-benar dijalani sendirian." Dibagian Kunci ketika dia lupa bawa kunci tau-tau paginya waktu bangun sudah ada di tempat tidur, ada kalimat yang membuat saya Jleb, hal. 265 "Orangtua hanya melakukan semua atas dasar cinta dan sayang. Namun terkadang ada anak yang terlalu arogan untuk bisa menerima semua itu dengan hati senang." Agak terharu di artikel Mengandalkan Mata Untuk Menghakimi Tanpa Membiarkan Hati Ikut Bicara, di hal. 309 "menilai seseorang tanpa terlebih dulu mengenalnya. Mengandalkan mata untuk menghakimi tanpa membiarkan hati ikut bicara. Padahal mata saya tidak sempurna."



Dan twit favorit saya adalah di artikel Sebuah Buku Tamu Raksasa, twitnya gini: jangan tanya apa yang negara udah kasih sama kita, tapi tanya apa yang bisa kita dapet dari negara. Dan terakhir di Jamu Termanis Di Dunia, kalimat pendek tapi kekuatan besar: My Mom's hug is better than aspirin. 
Kalau pengen baca buku yang nyinyir, sinis, cerdas dan ada "isinya" wajib baca ini.
kasih 4 sayap yang nyinyir tapi cerdas :D



Minggu, 10 April 2011

Serbuk Bintang (Stardust)





Author: Niel Gaiman
Paperback, 256 pages
Published February 2007 by PT Gramedia Pustaka Utama (first published October 1998)
ISBN: 9792226885 (ISBN13: 9789792226881)
primary language: Indonesian
original title: Stardust
characters: Tristran Thorn, Yvaine, Victoria Forster, Duustan Thorn. 



karya Neil Gaiman pertama yang saya baca, lumayan sih ceritanya gak jauh beda sama dongeng yang lain tapi kalo yang ini agak dewasa.

agak bingung sama awal cerita, ini siapa tokoh utamanya, setelah memasuki bab ke-2 baru ngeh kalo bab pertama itu menceritakan proses terciptanya Tristran hehehe.




Karena ingin mencium dan menikahi Victoria, Tristran menyanggupi tuntutan gadis itu yang apabila dia mampu membawakan bintang jatuh yang mereka lihat, mulailah petualangan Tristran ke dunia peri untuk mencari sang bintang. Didalam perjalanan dia dibantu oleh si katai yang berbulu lebat. Tentu tidak asik kalo petualangan tidak ada pemeran antagonisnya, ada tiga perempuan tua yang juga menginginkan bintang jatuh itu agar awet muda, ada juga para penguasa Stormhold, Primus, Tertius dan Septimus yang meramaikan cerita ini.




Ketika menemukan tujuannya, ternya bukan sebuah batu melainkan seorang gadis yang terkapar memakai sutra biru yang berkilap dan kakinya patah. Awalnya mereka gak akur bahkan, Yvaine, si bintang jatuh itu sempat melarikan diri. Setelah bertemu dengan Yvain apakah Tristran tetap dengan tujuan utamanya mempersembahkan bintang jatuh itu untuk Veronica yang Dikira dicintainya? baca aja hehehe
Gak terlalu suka sih, berasa kurang aja petualangan Tristran dan Yvaine, musuhnya gak terlalu menantang juga hehehehe.


3 sayap deh untuk si bintang jatuh :D.


Sabtu, 09 April 2011

Of Bees and Mist (Kabut Masa Lalu)


10519401


Author: Erick Setiawan
Paperback, 580 pages
Published February 2011 by Gagas Media (first published August 4th 2009)
ISBN: 9797804666 (ISBN13: 9789797804664)
primary language: Indonesian
original title: Of Bees and Mist
Character: Meridia, Eva, Revenna, Daniel, Gabriel, Elias

Bingung, itu kesan pertama waktu membaca Of Bees and Mist ini. Ini cerita romance, fantasy atau horor? Dari awal cerita sangat suram, kelam, terkesan horor, ada mistisnya juga. Yang membuat sangat bingung itu peranan 3 kabut yang selalu membayangi Gabriel dan Revennan, yang membuat kedua orang yang dulunya saling mencintai namun sekarang malah membenci setelah anak mereka lahir, Meridia. Hidupnya sengsara sekali, dibenci ayahnya sendiri, ibu yang sering melupakan keberadaanya, tidak punya teman, dan hanya pengasuhnya saja yg mempedulikannya. Waktu bertanya ke pengasuhnya kenapa orang tuanya saling acuh dan tidak peduli padanya, Meredia hampir mendapatkan akhir jawabanya namun tiba-tiba pengasuhnya pergi. Karena ingin menemukan akhir cerita pengasuhnya, Meridia mulai mengawasi Ayah dan Ibunya, ada 3 warna kabut yang silih berganti yaitu kuning, gading, dan biru. Ayahnya yang punya perempuan lain, Ibunya yang sering melampiaskan kemarahanya di dapur, tidak ada kebahagiaan pada Meridia. Sempat dia merasakan punya teman, Hannah, namun tidak lama dia meninggalkan Meridia dalam kesepian lagi dan dia juga sangat misterius seperti hantu. 


Cerita mulai menarik ketika Meridia bertemu dengan Daniel, yang akhirnya menjadi suaminya. Karena Gabriel tidak menyetujui, setelah menikah Meridia tinggal bersama keluarga suaminya. Mertuanya, Eva yang pilih kasih kepada kedua putrinya, lebih memanjakan Malin daripada Permony tapi disayang oleh Elias suami yang tunduk padanya. Tinggal bersama keluarga suami ternyata menjadi bencana bagi Meridia, dia seperti pembantu, mengurusi rumah, mertuanya yang pelit. Sampai suatu ketika Meridia mendengar ada suara lebah dikamar mertuanya, yang menjadi awal konflik rumah tangganya, yang kemudian selalu melihat lebah disekitar Eva dan mempengaruhi Elias. Karena tidak tahan dengan kehidupan serba ngirit, Meridia juga mendengar Eva menjelek-jelekkan dirinya, dia ingin pergi dari rumah itu. Eva tidak terima malah memfitnah balik. Merasa geram, dia membuat ultimatum meminta maaf atau pergi dari rumahnya dan Daniel. Sampai sini saja cuplijan ceritanya, konfliknya masih panjangggg (Meridia punya anak, rahasia orang tuanya, kematian Elias, kisah kedua adik Daniel). Setiap masalah selesai muncul lagi pertentangan antara Meridia dan Eva. Sebenernya inti ceritanya simple, mertua dan menantu yang gak akur tapi novel ini terasa berat untuk aku konsumsi yang biasanya dicekoki oleh novel romance. Entah kenapa aku merasa hal-hal yang aneh di novel ini hanya sebuah perumpamaan untuk mengambarkan sifat seseorang. Peranan lebah sedikit jelas ak pahami, dia itu merupakan pengaruh jahat, gampanganya kekuatannya Eva lah, jika ada lebah satu disekitarmu dan lama-lama bertambah banyak maka kau telah terkena pengaruh Eva. Yang masih bingung itu peranan 3 kabut yang mengelilingi orang tua Meridia, apakah perasaan yang saling melukai diantara mereka, rahasia antara mereka berdua yang tidak mau jujur yang akhirnya membuahkan jarak atau apa? Aku masih bingung, trus warna kabut gading, biru, kuning itu apakah punya ciri tersendiri dalam pengaruh orang yang diselubunginya? Makin mumetttt. 




Mau kasih 3 sayap saja sih karena membuat aku bingung dan typonya lumayan banyak, biasanya ak tidak terlalu peduli pada typo, disini banyak kata yang diulang, tapi sangat menikmati sekali waktu Meridia mulai memberontak Eva, mengantisipasi kalo ada Eva berarti bencana datang, dan suka sekali Noah, anaknya Meridia yang sangat patuh pada ibunya (walau pernah sekali membangkang karena pengaruh Eva). Memberikan 4 sayap karena membuat aku menikmati cerita dalam kebingungan.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...