Senin, 24 Mei 2021

Meet Me After School | TV Adaptation Review


Meet Me After School | 2018
Judul lain: Chugakusei Nikki
Sutradara: Ayuko Tsukahara, Kentaro Takemura, Toshio Tsuboi
Penulis naskah: Arisa Kaneko
Pemain: Kasumi Arimura, Kenshi Okada, Keita Machida, Yo Yoshida, Yui Natsukawa, Rina Ono
Rilis: 9 Oktober - 18 Desember 2018
Episode: 11
Saluran: TBS

Based on Junko Kawakami's manga, Chugakusei Nikki (2013)

Akkkkkkkk nemu dorama bagus lagi! Seneng banget deh, yah, walau waktu habis buat maraton setidaknya nggak kebuang percuma, saya sangat sangat puas. Nemu dorama yang diadaptasi dari manga Chugakusei Nikki ini juga nggak sengaja, saat itu lagi baca artikel tentang Ryusei Yokohama, aktor Jepang paling favorit saya saat ini, artikelnya tentang aktor muda Jepang yang lagi bersinar gitu, nah muncul lah nama Kenshi Okada, saya jadi penasaran karena dia langsung booming di drama debutnya, apalagi kalau bukan Meet Me After School ini.

Meet Me After School ini seperti perpaduan antara Majo No Jouken/ Forbidden Love dan Love and Fortune, mengambil tema age gap, kisah cinta terlarang antara murid dan guru. Kalau kalian risi dengan Love and Fortune yang terkesan sangat vulgar, kalian bisa mencoba dorama ini, minim adegan fisik, lebih fokus ke perjalanan kisah pemeran utamanya, dan yang jelas romantisssss banget walau secara tersirat. Sinematografinya indah banget. Entah deh ya, saya merasa kalau drama Jepang yang digarap borongan oleh beberapa sutradara sekaligus jatuhnya aestetik banget.


Bercerita tentang Hijiri Suenaga (Kasumi Arimura) yang bercita-cita menjadi guru sejak kecil, begitu lulus kuliah dia menerima pekerjaaan di desa terpencil, menjadi guru SMP. Hijiri terpaksa LDR dengan tunangannya, Shotaro Kawai (Keita Machida), calon potensial karena bekerja di perusahaan besar di Tokyo. Karena itulah keluarganya meminta sebenarnya Hijiri tidak perlu bekerja, langsung menikah saja. Namun, Hijiri ingin mewujudkan cita-citanya sebelum menikah.

Di sekolah barunya, kehadiran Hijiri awalnya tidak diterima, selain banyak tuntutan dari kepala sekolah, sering masuk berita gosip, ada satu murid yang sangat mengganggu, bahkan sempat menamparnya. Dia adalah Akira Kuroiwa (Kenshi Okada), pemuda canggung yang lebih banyak diam, yang enggan mengisi daftar rencana masa depan. Seorang pemuda 10 tahun lebih muda darinya, satu-satunya murid yang sampai hapal pelajaran yang dia berikan di kelas.

Semua perbuatan aneh yang dilakukan Akira bukannya tanpa alasan, dengan lantang dia mengatakan kalau jatuh cinta dengan Hijiri, benar-benar jatuh cinta. Kehadirannya sejak pertama begitu menganggu pikiran dan hatinya. Awalnya Hijiri menganggap hal tersebut hanyalah iseng, taruhan dengan temannya, tapi lambat laun ternyata serius. Akira semakin nekat dan membuat Hijiri semakin takut, takut akan perasaan yang berbalas.


Kalau dari cerita sebenarnya hampir mirip dengan Majo No Jouken, Akira yang hanya tinggal dengan ibunya, tanpa kehadiran ayah sejak kecil, pun dengan Hijiri yang memiliki tunangan. Bedanya, Meet Me After School lebih kompleks, memiliki timeline yang lebih panjang (setting mulai tahun 2015, 2018 dan 5 tahun kemudian). Sedangkan kemiripan dengan Love and Fortune adalah tentang tindakan kriminal kalau memiliki hubungan dengan seseorang yang belum legal secara usia, di sini benar-benar digambarkan secara serius.

Hubungan Hijiri dan Akira memang tidak mudah, di pandang lewat sudut manapun tetap dianggap salah. Bukannya tidak menyadari, Hijiri sudah mencoba menempis perasaanya, menolak sejak pertama Akira mengungkapkan. Namun, ketika Akira bersama teman sekelasnya di festival kembang api, dia tahu perasaanya telah berubah, pun terhadap tunangannya. Hanya ada satu orang yang mendukung pilihan Hijiri, Ritsu Haraguchi (Yo Yoshida), atasan Shotaro, yang mengganggap kita tidak bisa memilih jatuh cinta.
Tapi memang seperti itu, bukan? Ketika kamu jatuh cinta dengan seseorang, tidak ada yang benar atau salah. Apakah itu hal yang nyata, atau itu takdir, apa pun itu. Itu tidak penting. Jatuh cinta memang seperti itu. Kamu tertarik dengan orang itu dan tidak ada jalan keluar dari itu, itulah yang disebut apa itu cinta.


Chemistry antara Hijiri dan Akira nggak ada obat sama sekali! Nggak banyak sentuhan fisik, bahkan ciuman saja bisa dihitung, paling 3 kali kalau nggak salah dan itu pun kayak cuma nempel gitu, hahaha. Namun, lewat tatapan mata, gesture keduanya, kita bisa melihat kalau mereka benar-benar saling mencintai. Kalian akan tersentuh dengan sosok Hijiri, dia melakukan apa saja untuk menjadi guru, profesi yang dia benar-benar sukai, tapi masalah lalu di SMP menjadi dosa besar, dia sulit diterima di manapun. Dia benar-benar tabah dan menjadi sosok dewasa, yang tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi juga masa depan Akira. Kasumi Arimura benar-benar mampu menghidupkan sosok guru idaman, dan juga manusia biasa.

Nggak heran juga kalau Kenshi Okada langsung disorot di drama debutnya, dia cocok sekali memerankan pemuda 15 tahun yang rebel, yang belum bisa berpikir panjang, yang tidak menghiraukan konsekuensi, hanya mengikuti kata hatinya. Tatapan matanya, duh, bikin meleleh. Dia memiliki ibu yang keras, sebagai single mother dan lebih dewasa, segala rintangan yang dia lakukan untuk memisahkan Hijiri dan Akira bukan tanpa alasan. Akira masih sangat muda, dia hanya tidak ingin mengulangi kesalahannya, fokus akan masa depan. Akira menjadi pemberontak setelah hubungannya dilarang, lebih sering bertengkar dengan ibunya. Dan ibunya menyalahkan Hijiri, dia penyebab anaknya berubah.

Yang membuat saya sangat menyukai Meet Me After School ini karena cukup nyata, memang lebih kompleks, seperti hal inilah yang akan terjadi kalau di dunia nyata. Kita akan melihat berbagai sudut pandang, entah itu pihak sekolah, tunangan, ibunya Akira, teman sekolah, bahkan orang luar. Tidak mudah menjadi Hijiri, ada kalanya dia terlihat putus asa, dia sudah mencoba kehidupan baru, tapi masa lalunya selalu mengikuti, sangat berat menjadi guru dengan catatan dosa masa lalu, dia akan dianggap tidak pantas menjadi guru, padahal dia benar-benar tulus, dia menyukai para muridnya. 

Ada juga adegan Hijiri dilaporkan polisi karena dianggap menculik Akira. Di sini diperlihatkan bahwa di Jepang benar-benar serius kalau memiliki hubungan yang secara usia belum legal, walaupun sama-sama saling suka, kalau keluarga tidak setuju, kendali utama tetap ada di tangan yang lebih dewasa. Bagian Akira yang selalu membela Hijiri kalau berhubungan dengan ibunya cukup membuat tersentuh sebenarnya, seperti, salahkan dirinya, jangan Hijiri, hanya karena dia 15 tahun atau belum dewasa, semua kesalahan dilimpahkan Hijiri.

Bagian favorit saya semua yang berhubungan dengan Hijiri dan Akira, romantissss banget dan emang beneran keren, entah itu pengambilan scene atau pemandangannya, tiap lihat mereka berdua adem gitu. Apalagi pas mereka berdua mengambil foto matahari terbenam, duh, scene yang ikonik banget buat drama ini, terus adegan saling menyahut puisi itu juga memorable banget. Meet Me After School highly highly recommended! Buat kalian yang kangen nonton drama semacam Majo no Jouken atau enggan memilih Love and Fortune, Meet Me After School bisa menujadi alternatif, masuk ke dorama favorit saya sepanjang masa!




1 komentar:

  1. Aku juga suka sama dorama ini. Awalnya nonton dorama Kenshi yg pertama itu MIU 404 lihat dia di situ JD polisi kok ganteng bgt, siapa sih ini wajahnya kek Mario Maurer. cari2 dorama yg dia jadi pemeran utama ketemu ini, eh malah ada Keita machida idolaku. Awalnya .ngeship hijiri dan shottaro kebawa Baper pas shotaro patah hati n kesel sama akira. Tapi pas loncat waktu 3thn kemudian aku jadi bucin bgt ma Akira suka banget ckhemistry mereka, sayangnya akting hijiri datar banget di sini pdhal dia artis senior tp kol kuramg elkspresi ya apalagi pas suasanan sedip wajahnya ga sinkron GT jadi kurang berasa feel-nya. Kebalik aku mlah memdalami apa yg dirasakan Akira, Kenshi good banget bawain karakter akira.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...