Selasa, 16 Februari 2016

#KuisBuku Forever and Always karya Jenny Thalia Faurine


Sudah simak review dan wawancara saya dengan Jenny Thalia Faurine tentang buku terbarunya? Seru kan? Pingin baca sendiri? Buku ini juga pas dibaca saat hari Valentine, yakin bikin baper deh XD. Kalau sudah saatnya saya mengadakan #KuisBuku Forever and Always bagi pembaca setia Kubikel Romance yang berdomisili di Indonesia, akan ada satu pemenang yang beruntung mendapatkan buku ini secara cuma-cuma. Namun, sebelum itu, mari kita lihat terlebih dahulu book trailer dari Forever and Always :D


Berikut cara untuk mendapatkan buku Forever and Always:
1. Follow blog Kubikel Romance via GFC, G+ atau bloglovin
2. Follow akun twitter @JennyThaliaF, @elexmedia dan @peri_hutan
3. Share link postingan ini di sosial media yang kamu punya, boleh mention ketiga akun di atas sertakan juga hastag #ForeverandAlways
4. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter kalian, "Lebih suka mencintai atau dicintai?"

Sudah itu saja, giveaway berlangsung sampai tanggal 22 Februari 2016, pengumuman pemenang paling lambat dua hari setelah batas waktu dan akan saya umumkan di postingan ini. Semoga beruntung ya :D

*UPDATE*

Hai haloo, saatnya pengumuman pemenang :D Sebelumnya terimakasih sekali buat para peserta yang memeriahkan giveaway ini, banyak juga peminatnya, pada baper semua, LOL. Berhubung hanya satu hadiahnya, maka pemenangnya juga cuma satu, hiks. Tapi tenang aja karena akan ada giveaway lain di Kubikel Romance :)

@YukiHaura_

Selamat ya, nanti akan saya hubungi untuk konfirmasi pengiriman hadiah, buat yang lain setelah giveaway ini akan ada blog tour Kepada Gema, jadi siapa tahu keberuntungan kalian ada di buku tersebut.
Follow terus Kubikel Romance dan @peri_hutan, keduanya adalah syarat mutlak untuk mengikuti giveaway di blog ini :D

See ya!

45 komentar:

  1. twitter: @ulfaminha

    "Lebih suka mencintai atau dicintai?"

    Hmmm, sejujurnya tiada ada pilihan diantara keduanya, karena saling mencintai itulah yang paling kusuka hehe. Tapi, jika memang harus memilih, aku akan memilih mencintai. Dengan mencintai kita bisa merasan dua hal berbeda, bahagia dan juga terluka. Dan itu terjadi secara sederhana, misalnya melihat dia tersenyum kepadaku. Hatiku serasa terbang ke atas awan hehe. Dan ketika dia bersama orang lain, hatiku terasa ditikam sebuah tinjuan, sesak bagaikan sulit bernafas, hiks. Tidak apa-apa terluka, karena luka itu akan membuatku menjadi orang yang lebih kuat. Luka dan bahagia itu akan menjadi sebuah pengalaman juga kenangan. Berbeda ketika dicintai, kita tidak bisa sebahagia saat mencintai, dan mungkin akan membuat seseorang itu terluka, lalu aku merasa kecewa kepada diriku karena tak bisa mencintainya.

    BalasHapus
  2. Nama : Arum Wahyuningtyas
    Twitter : @nin9ty4z

    Jika diberi pertanyaan "lebih suka mencintai atau dicintai?" aku lebih suka dicintai.
    Karena aku pernah mencintai orang yang tidak mencintaiku, maka aku bisa belajar tentang arti cinta yang sesungguhnya. Mencintai memang indah, kita bisa merasakan berbagai rasa seperti bahagia, terluka, kesedihan, manis, dan pahit. Tetapi, jika dicintai, aku pun ingin bisa mencintainya. Karena dia adalah orang yang berjuang mendapatkan hatiku dengan sepenuh hati. Dan satu hal lagi, dicintai membuat kita merasa menjadi orang yang paling istimewa.

    BalasHapus
  3. Lebih suka mencintai atau dicintai?

    Sejujurnya lebih indah bila saling mencintai hehe...
    Tapi jika disuruh memilih, aku lebih suka DICINTAI.
    Dicintai orang lain itu berarti kita dihargai dan diinginkan, siapa yg tidak suka? Dan jika perlakuan orang lain begitu baik dan membuat kita bahagia, besar kemungkinan kita juga akan mencintai orang tersebut. Sesuai sifat manusia, jika diperlakukan baik oleh orang lain, maka dia akan membalas dengan sama baiknya, bahkan mungkin lebih.

    @nunaalia

    BalasHapus
  4. @Kimol12

    Dua-duanyaaaa...maunya sih, hihi. Kalo disuruh milih, mungkin sekarang aku lebih milih dicintai. Karena aku uda puas dan merasakan pengalaman manis, pahit, seneng, sakitnya mencintai. So, aku rasa merasa dicintai juga gak kalah penting.

    Hey, boys out there! Wherever you are, please love me right! *Maksa hahaha..

    Terima kasih.

    BalasHapus
  5. Twitter: @YukiHaura_

    Jawabannya, aku lebih suka mencintai. Meskipun aku cuma manusia biasa yang juga ingin dicintai, tapi aku tetap memilih untuk mencintai.

    Siapa, sih, yang gak tau game 'Subway Surfer'?. Nah, bagiku, mencintai itu kayak main game Subway Surfer. Kita sama sekali gak tau kapan game itu tamat, tapi kalau saatnya tiba, kita bisa aja ngeberhentiin permainan itu entah dengan kemauan sendiri atau dengan terpaksa. Meskipun saat memainkannya kadang kita ketabrak kereta atau ketabrak palang atau mungkin malah ditangkap polisi. Tapi, setelah kegagalan tersebut, kita punya pilihan mau lanjut pakai 'kunci', mau start dari awal, atau mau mengakhirinya sampai di situ aja. Semua pilihan punya resiko dan keuntungannya masing-masing, kalau milih lanjutin pakai kunci, lama-kelamaan kuncinya bisa habis, tapi skor kita yang sudah bagus masih stay dan gak berkurang. Kalau milih start dari awal, skor yang tadinya sudah tinggi akan kembali lagi jadi '0', tapi kunci yang kita punya gak akan habis. Sedangkan kalau milih 'menyudahi game'-nya, ya... kekurangannya kita gak akan merasakan sensasi 'asyik'-nya main SS lagi. Saat menyudahinya, kita punya dua pilihan: beralih ke game yang lain atau tinggalkan 'dunia game' dan kembali ke dunia nyata. Dan ya, kadang game ini membuat kita lupa dengan dunia luar. Benar, kan?

    Begitu juga saat kita mencintai seseorang. Apa kita tahu bagaimana 'ending' dari kisah cinta kita? Apakah pada akhirnya dia membalas perasaan kita atau malah memilih yang lain?. Tidak, kan?. Tapi, bila saatnya tiba, dan keadaan mengharuskan kita untuk mengakhirinya--entah karena kemauan sendiri atau pun karena terpaksa, akan muncul beberapa pilihan. Bertahan dengan menggunakan 'kunci' yang bisa kita ibaratkan sebagai 'kesabaran', mencoba move on namun pada akhirnya tetap gagal dan berusaha mencobanya dari awal lagi, atau malah mengakhirinya dengan memilih satu diantara dua cara berikut: mencoba mencintai yang lain atau menjauh dari semua hal-hal yang berbau mencintai dan memilih untuk fokus pada kehidupan pribadi seperti karir, studi, dan lain-lain. Namun, jika kita memilih untuk bertahan dan bersabar, toh lama-kelamaan kesabaran kita akan habis juga. Ada pun kalau kita memilih untuk memulainya dari awal, maka kita akan benar-benar memulai semuanya dari titik nol dan harus bersusah payah untuk mencapai 'skor' yang dulu. Atau mungkin jika kita lebih memilih berhenti berharap, maka kita akan kehilangan 'dia' meskipun setelahnya kita mungkin akan lebih bahagia. Dan mencintai pun sama seperti Subway Surfer, sama-sama membuat kita lupa akan dunia luar.

    Aku bener-bener tertohok habis-habisan pas baca review sama liat trailer Forever and Always. Seva benar-benar cerminan diriku yang sekarang. Mencintai seseorang yang bahkan lebih memilih orang lain. Sedih? Sakit? Tentu, tapi toh, aku dan Seva menikmati sensasi di tiap luka yang digoreskan oleh 'masalah' yang kami buat sendiri. Karena di tiap air mata, ada kenangan manis yang tak terlupakan.

    BalasHapus
  6. @JKhoyul

    Lebih suka mencintai, karena bila aku mencintai lebih mudah mengendalikan diri. Apakah perlu cintaku diteruskan? perlu berhenti? apakah dia tepat atau tidak untukku? bisa dikendalikan oleh diri sendiri.

    Kalau dicintai, lalu aku tak cinta balik, lebih menakutkan. Dia pendendam, aku bisa dibunuhnya. Dia tipe yang suka patah hati, dia bisa bunuh diri. kan katanya cinta bisa segalanya.

    JAdi lebih baik aku yang mencintai.

    BalasHapus
  7. Akun Twitter : @CallMe_Yanti

    Aku lebih memilih Dicintai daripada mencintai. Kenapa? Karena aku ingin menjadi orang yang pantas menerima cinta dari orang lain, untuk menerima cinta dari orang lain maka kita harus 'memantaskan diri kita' untuk dicintai, kita harus menjadi pribadi yang 'layak' untuk menerima cinta itu. Bukan karena haus akan kasih sayang, banyak orang yang mencintai kita tandanya kita adalah orang yang baik dan pantas karena cinta adalah pemberian paling agung dari Tuhan kepada kita. Beruntunglah kita yang dianugerahi rasa untuk mencintai. Dan bukankah penciptaan kita lahir dari rasa 'cinta'. Hal yang paling saya syukuri dalam hidup ketika saya sedang dilanda berbagai cobaan adalah 'dicintai oleh kedua orangtua saya', ketika tidak ada tersisa orang yang mendukung saya,akan selalu tersisa orang yang mencintai saya, merekalah orangnya, kedua orang tua saya yang selalu mendo'akan dan mendukung setiap langkah saya. Betapa bahagianya dicintai oleh orang-orang yang tidak pernah mengharap balasan dari cintanya.

    BalasHapus
  8. @herwijayanti

    Sebelumnya salam kenal ya kak, saya baru jadi salah satu followers hehe :D

    Jawaban untuk pertanyaan diatas adalah saya lebih memilih untuk mencintai. Karena ketika kita mencintai seseorang, kita akan mendapatkan proses pendewasaan diri. Orang yang mencintai akan belajar untuk mengalah dan lebih sabar untuk orang yang dicintainya. Orang yang mencintai akan belajar betapa berartinya seseorang. Orang yang mencintai akan belajar mengenai arti penolakan maupun kehilangan. Orang yang mencintai akan belajar memberi dan berbagi bukan hanya tentang menerima perasaan. Segala proses itu penting dan amat berarti. Bagi saya segala proses yang menurut orang itu menyakitkan adalah sebuah pelajaran hidup yang paling berharga, karena kita tidak memiliki sekolah khusus utnuk kehidupan bukan? Dan tahukah kamu, hadiah yang paling berharga ketika kamu mencintai seseorang? Melihat sebuah senyum yang terlukis dari orang yang kita cintai karena segala usaha kita untuk membahagiakannya.


    Salam untuk kalian yang masih berjuang mencintai seseorang dengan tulus :)

    BalasHapus
  9. @fiskafadila

    Lebih suka dicintai. Karena kalau kita merasa dicintai, kita bisa buka hati kita untuk mencintai balik orang tersebut. Kalau cocok, dapat jodoh. Sambil menyelam minum air.

    Kalau mencintai, dalam kurung kalau kita (eh saya) mulai mencintai duluan, nggak ada artinya kalau dia nggak tahu. Dan saya bukan tipe orang yang suka menunjukkan perasaan suka kepada lawan jenis. Jadi mungkin hanya bisa mencintai dalam diam, dan ujung-ujungnya move on. Ujung-ujungnya saya sendiri yang terluka. Kalau dicintai, kan saya nggak harus repot-repot move on.

    Egois ya? Tapi, begitulah kalau ditanya lebih suka mencintai atau dicintai.

    Terima kasih sudah mengadakan giveaway #ForeverAndAlways. Novel ini sudah masuk wishlistku sejak novel ini baru promo dan belum terbit. Saya berharap jawaban saya bisa mengantarkan novel ini ke tangan saya > <

    BalasHapus
  10. Lebih suka mencintai atau dicintai?

    Hmmmmmmm sebenarnya sih lebih oke lagi kalau saling mencintai, karena ga akan ada yang namanya soundtrack Dewa19 "Pupus" alias cinta yang bertepuk sebelah kaki-_-" ga akan ada yang nyesek sampai guling-guling, patah hati hingga mau bunuh diri loncat dari pohon toge atau menara sutet, apalagi yang sakit hati sampai ke mbah dukun:3

    Tapi kalau harus memilih, aku lebih memilih mencintai. Karena menurutku dicintai akan menimbulkan keegoisan. Why? Semua manusia ingin di cintai, di hargai, dan di puji, khususnya kaum hawa. Siapa sih yang ngga ingin dicintai? Apalagi yang mencintainya seperti Jirayu Laongmanee, Mario Maurer, Lee Jong Suk atau Kim Soo Hyun. Tapi merasa dicintai akan jauh berbeda dengan rasa mencintai. Dicintai biasanya hanya merasakan suatu kesenangan yang semu, tidak ada rasa yang bergejolak di dalam hati, kecuali kita mencintai orang tersebut. Mencintai membuat kita merasakan banyak perasaan. Senang, galau, frustasi, salting, blushing, melting, baper, geer, dan beraneka rasa yang lainnya. Dengan mencintai kita akan merasakan suatu sensasi yang membuat dunia kita seakan berwarna. Kita tidak perlu menolak seseorang dan membuatnya patah hati. Hanya ada dua kemungkinan ketika kita menolak suatu perasaan, seseorang itu akan membenci kita karena tak memiliki rasa yang sama atau akhirnya kita akan menyesal jika seseorang itu telah pergi, seperti lagu Maudy Ayunda cinta yang datang terlambat. Cinta yang datang terlambat awalnya karena kita dicintai namun kita tak dapat mencintai, dan akhirnya sosok yang selalu peduli dengan kita akan pergi karena tak sanggup menunggu rasa ego yang seakan tak bisa runtuh. Rasa ego yang mengatakan cinta tapi kita menutupinya (Aku baper lagiT_T)

    Mencintai jauh lebih mudah daripada dicintai right? Cuma konsekuensinya adalah kita yang patah hati, namun tak akan ada rasa penyesalan atau tak enak hati. Rasa galau, sedih, nyesek yang diri kita alami, masih jauh lebih mudah di hilangkan dari pada rasa galau, sedih, nyesek yang telah kita torehkan pada orang lain. Mencintai akan terasa lebih mudah daripada membalas perasaan orang yang tak kita cintai. Intinya mencintai juga merupakan suatu proses pembelajaran dalam hidup, di mana suatu saat kita akan berada di titik terendah akibat dari mencintai. Kita akan merasakan luka dan perasaan tegar secara bersamaan. Mencintai membuat kita belajar arti kekuatan, kesabaran dan keikhlasan. Mencintai juga membuat kita tahu arti cinta sebenarnya, mengajari cara mengalahkan rasa ego yang selalu melekat pada diri manusia. Mencintai membuat kita tahu, bahwa tak selamanya dicintai akan berujung kebahagiaan dan mencintai akan berujung penderitaan. Tapi sebenarnya, mencintai maupun dicintai merupakan hal yang sama-sama indah:') Sekian, terima kasih:)

    Twitter : @aulyarzky

    BalasHapus
  11. Tw: @dini_elfaaz

    aku milih dua-duanya hahaha. Menurutku, mencintai itu lebih asyik. Yang megang kendali atas hati kita adalah kita sendiri. Mau memperjuangkan cinta kita atau move on dari cinta itu juga dari kita sendiri. Kita yang memegang kendali. Kalaupun semisal setelah diperjuangkan, kita ditolak atau ditinggal pergi, kita masih memiliki pilihan. Mau tetap menyirami perasaan atau melepaskan.

    Sedangkan saat dicintai, ada belenggu. Ada awkward momen saat hati kita tidak memilih dia yang mencintai kita. Perhatian-perhatian kecil darinya kadang membuat jengah :v

    BalasHapus
  12. April Silalahi
    @aprlboanarges
    Link Share: https://twitter.com/aprlboanarges/status/699750811241283585

    Dicintai. Sebagai cewek lebih memilih dicintai karena kita merasakan ada seseorang yang menyayangi kita dengan tulus bahkan menerima kita apa adanya. Duh, jangan mencintai karena jika tidak terbalas sakit banget :'D

    BalasHapus
  13. Twitter : @ratnaShinju2chi

    Jika harus memilih antara mencintai dan dicintai?

    Jawab : Saya tidak akan memilih salah satu. Karena bagi saya dalam sebuah hubungan itu harus ada timbal balik. Agar hubungan itu selaras.

    Jika hanya satu posisi orang yang mencintai saja atau dicintai saja, atau hubungan satu pihak yang memiliki cinta, maka hubungan itu akan terkesan egois dan bisa jadi membuat hidup tidak harmonis. Dan Hidup dalam kepura-puraan.

    Jika menjadi orang yang mencintai, kadang kita hanya akan merasa selalu menjadi orang yang mengalah. Harus memiliki hati yang besar demi orang yang dicintai. Bahkan sering menjadi orang yang menderita.

    Jika menjadi orang yang dicintai, orang yang dicintai itu akan menjadi seorang yang egois dan suka mengatur. Selalu minta dinomor satukan, karena merasa hanya dia yang dicintai, seolah didewakan.

    Jadi saya akan memilih keduanya. Mencinta dan dicintai. Karena dengan bigitu dalam sebuah hubungan akan harmonis, ada saling pengertian karena memiliki perasaan yang sama.

    BalasHapus
  14. nama: Visca
    twitter: @Visca_Apr
    "Lebih suka mencintai atau dicintai?"
    setiap orang pasti ingin dicintai, tetapi kalo kita hanya ingin dicintai kita tidak bisa merasakan apa arti cinta sesungguhnya. kita bisa berbuat seenaknya kepada orang tersebut, kenapa? karena kita merasa dia mencintai kita jadi terserah kita dong mau ngapain aja.
    dan saya lebih memilih mencintai, karena dengan mencintai kita lebih menghargai pasangan kita, lebih memperjuangkannya dan tidak melepaskannya begitu saja

    BalasHapus
  15. Nama : melia
    Twitter :@eli_shearer

    Aku lebih memilih mencintai karena dengan mencintai maka harapan gak akan padam, serasa ada yang menghangatkan, menyemangati disetiap hari. Mencintai maka gak akan lelah karena mencintai pasti banyak cara dan pengertian. Mencintai yang tidak harus memiliki yang selalu buat kuat. Mencintai membiarkan org2 yg kita cintai bahagia...karena dengan begitu kita akan memahami arti cinta.

    BalasHapus
  16. Nama: Wika Agustina
    Twitter: @agstnwika

    Berbicara tentang mencintai dan dicintai, tidak melulu harus soal pacar atau kekasih. Jika harus memilih diantata mencintai dan dicintai, aku akan memilih mencintai. Orang tua. Merekalah yang akan aku cintai. Karena keduanya sama sama mencintaiku sehingga aku juga akan mencintai mereka seumur hidupku dan perasaan itu akan kekal selamanya. Berbeda jika kita mencintai seorang pria/wanita, jika kita sudah putus atau memiliki masalah, kita akan berhenti mencintai mereka bahkan bisa menemukan seseorang yang baru. Tetapi, dengan mencintai kedua orang tua dengan tulus, cinta itu akan kekal abadi. Dan rasa cinta kita juga akan tertuju kepada orang yang tepat karena orang tualah yang patut kita cintai melebihi apapun.

    BalasHapus
  17. Nama : melia
    Twitter : eli_shearer

    Saya lebih pilih mencintai karena dengan mencintai maka semangat dalam diri tak pernah padam. Serasa ada yang menghangatkan, menyemangati hari2 kita disaat bangun pagi. Mencintai seperti memberi pupuk dalam harapan kita. Mencintai bisa membuat kita untuk memperjuangkannya ataupun melepaskannya kalo itu untuk kebahagiaan mereka. Kekuatan cinta yang memampukan kita untuk melihat org2 yang kita cintai bahagia. Dicintai membuat kita merasa sebagai manusia utuh tetapi mencintai membuat kita memanusiakan seseorg.

    BalasHapus
  18. Nama : melia
    Twitter : eli_shearer

    Saya lebih pilih mencintai karena dengan mencintai maka semangat dalam diri tak pernah padam. Serasa ada yang menghangatkan, menyemangati hari2 kita disaat bangun pagi. Mencintai seperti memberi pupuk dalam harapan kita. Mencintai bisa membuat kita untuk memperjuangkannya ataupun melepaskannya kalo itu untuk kebahagiaan mereka. Kekuatan cinta yang memampukan kita untuk melihat org2 yang kita cintai bahagia. Dicintai membuat kita merasa sebagai manusia utuh tetapi mencintai membuat kita memanusiakan seseorg.

    BalasHapus
  19. sebenarnya sih lebih milih kalo saling mencintai. karena pasti lebih indah dan sempurna. ^^

    tapi sebagai seorang cewek aku maunya sih dicintai ya, karena hakekat seorang cewek cenderung ingin dilindungi dan dimengerti. selain itu dengan dicintai kebahagiaan kita juga lebih terjamin, karena orang yang mencintai kita pasti akan selalu berusaha menjaga perasaan kita, juga cintanya yang ia berikan untuk kita.

    @dabelyuphi

    BalasHapus
  20. Dicintai.
    Sebagai perempuan mungkin lebih baik dicintai, dilindungi, dianggap ada dan tentunya dianggap spesial biar hati kita ngga gampang terluka. :D
    Dengan dicintai, perempuan akan 'dipaksa' untuk menerima kehadiran dia, membangun perasaan dan kepercayan kepada dia yang mencintai kita. Lambat laun pastiya hati perempuan akan luluh juga, apalagi jika perhatian dia tulus dan intens.

    Dicintai itu menyenangkan, karna kita akan jadi satu-satunya di hati dia(semoga). Apalagi dicintai oleh seseorang yang kita harapkan sebelumnya, makin mudah kita untuk mencintai dia balik.

    @cahyawid

    BalasHapus
  21. Nama : Neni Arwanda
    Twitter : @NeniArwanda95

    Lebih suka mencintai atau dicintai?
    Jawabannya: Pertanyaan sulit. xixixi...Tapi aku lebih suka mencintai. Tuhan menganugerahkan rasa cinta kepada seluruh makhluknya. Dan mencintai adalah cara untuk mensyukurinya. Karena dengan mencintai kita bisa lebih hidup. Lebih mengerti bagaimana Tuhan membolak-balikkan rasa yang kita punya, bahkan terkadang sampai menghempaskannya kedasar jurang yang gelap.Dan ketahuilah, bahwa dengan mencintai seseorang bisa seolah-olah mendapat energy untuk bertahan hidup, lebih bersinar dan lebih berwarna. Karena cinta adalah sebenar-benarnya kekuatan yang setiap manusia memilikinya. Jangan takut mencintai, karena saat kamu mencintai kamu juga sedang dicintai. :)

    BalasHapus
  22. Akun twitter: @cha_ichie

    Saya lebih 'suka' mencintai. Karena saya lebih memercayai dan mengetahui perasaan saya sendiri, saya merasa memiliki kebebasan untuk melakukan itu. Dengan mencintai, saya merasa tidak mampu hidup tanpa orang lain, dan kehilangan kemungkinan merasa sendirian dengan kebutuhan saya terhadap keberadaan orang lain. Saya mencintai karena saya haus akan cinta pula. Saya mencintai karena saya lebih dulu diajarkan oleh kasih sayang ibu saya. Bagi saya yang sampai sekarang masih merasa belum layak dicintai, saya tidak memiliki harapan yang muluk untuk dicintai. Cukup mencintai, dan saya telah memberi diri saya sendiri kesempatan untuk memusnahkan pesimisme saya.

    BalasHapus
  23. Twitter: @nvandryn
    Jawaban:
    Lebih baik dicintai.
    Karena wanita selalu ingin diberi kasih sayang yang tulus oleh seseorang. Kalo sudah dicintai pasti kita juga akan mencintai karena jika kita yang mencintai seseorang belum tentu kita dicintai.

    BalasHapus
  24. Twitter : @NelyRyanti

    Jawaban
    Lebih suka di cintai
    Karena, aku pernah punya pengalaman kedua duanya, yaitu mencintai orang tapi dia tidak mencintaiku. Dan Dicintai tapi aku tidak mencintainya. Setelah mempunyai dua pengalaman itu. Aku lebih memilih dicintai, kenapa ?
    Karena lebih menyakitkan kasih tak sampai, bukannya egois, tapi dicintai akan lebih membuatku nyaman, bukan berarti aku memanfaatkan tetapi aku akan lebih mudah mencintai orang yang sudah mencintaiku terlebih dahulu. Karena terkadanga cinta datang karena terbiasa :)

    BalasHapus
  25. "DICINTAI"

    pernah baca entah dari buku atau film mana tapi kalimatnya kurang lebih begini, "posisi yang paling lemah untuk sesorang adalah orang yang mencintai." Karena ketika kau mencintai seseorang kau akan rela disakiti dan lebih mudah tersakiti. Maka aku memilih dicintai, aku enggak ingin disakiti oleh orang yang aku cintai kak. Karena putus cinta atau diselingkuhi saja sudah sakit apalagi disakiti secara fisik dan perasaan, doubel sakitnya. Lebih baik dicintai kemudian membalas mencintai. Dan mencintai maupun dicintai sewajarnya.

    Akun Twitter: @EmmaNoer22

    BalasHapus
  26. Nama : Pida Alandrian
    Akun Twitter : @PidaAlandrian92

    "Lebih suka mencintai atau dicintai?"
    > Aku lebih suka dicintai. ;)

    BalasHapus
  27. "Mencintai"

    Karena lebih baik memberi dari pada sekedar menerima.

    Dengan mencintai, kita jadi tahu/mengerti arti sesungguhnya dari cinta itu sendiri. kita jadi punya pengalaman untuk kedepannya. Kita bisa lebih dewasa. Kita juga bisa lebih menghargai perasaan orang yang mencintai kita kelak, karena kita tahu perjuangan mencintai itu seperti apa. Mencintai itu juga anugrah, karena tidak semua orang bisa merasakannya.

    Mencintai juga bebas, kapan kita mau berhenti kita sendiri yang menetukannya. Sedangkan dicintai?seringnya sih mereka bakal takut kalau suatu saat bakal berhenti dicintai.(
    Mencintai juga lebih berwarna *Nano-nnano tepatnya*.


    *Mencintai itu, kata aktif loh (Kita bebas mau milih/nawar(?) siapa aja .Sedangkan dicintai? ga bisa, mereka cuma bisa nunggu dan mempunyai kewajiban untuk membalas/menolak). #GaNyambung

    BalasHapus
  28. "Dicintai"

    Aku merasa layaknya satu-satunya orang yang paling bahagia di dunia ini. Serasa melayang di udara dan hatiku berbunga-bunga melihat dia hanya tersenyum padaku. Senyuman paling indah dan memukau. Setiap hari selalu mendapatkan surprise karena dia ingin melihatku bahagia. Dia tidak akan pernah menyakitiku dan akan selalu menjagaku. Apalagi mendengar setiap nasehat dan omelannya kalau aku lagi sakit adalah hal yang paling aku tunggu. Itu merupakan salah satu bentuk perhatiannya walaupun dengan mengomel. Dia adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan padaku. Kami akan selalu saling menjaga hingga kami berangsur-angsur menua. Aku akan selalu mendampinginya apapun yang terjadi. Terima kasih aku telah dicintai mulai SMP hingga saat ini.

    Twitter : @Agatha_AVM

    BalasHapus
  29. @RizAnNie88

    Mencintai dan dicintai itu masing.masing memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
    Saat memilih mencintai berarti dia adalah orang yang sabar. Rela berkorban untuk orang yg dicintainya. Entah terbalas atau tidak, setidaknya dia berani berusaha untuk tulus mencintai.

    Untuk dicintai berarti dia bisa mendapat perhatian dari seseorang tanpa harus capek berusaha mencari perhatian. Namun dia tidak akan merasakan indahnya cinta.

    Maka aku memilih keduanya yaitu mencintai dan dicintai, karena keduanya tidak bisa berdiri sendiri. Cinta akan memiliki makna apabila mencintai dan dicintai bersatu dalam ikatan yg tidak terpisah. Masing.masing menciptakan timbal balik untuk memaknai arti cinta yg sesungguhnya.
    Karena cinta adalah mencintai dan dicintai.

    BalasHapus
  30. twitter: @Daisy_skys

    "Lebih suka mencintai atau dicintai?"

    Mencintai .


    Hari ini aku mengecek sebuah akun instagram @xxibgdrgn , rapper nomor satu korea ,G - Dragon . Dan aku sadar satu hal . Ada 4,7 juta orang yang mencintai 1 orang.Mendukungnya, menyemangatinya , selalu memberikan love di foto yang ia upload . Aku selalu berfikir bagaimana rasanya dicintai oleh 4,7 juta fans sepertinya . Pasti ia bahagia , banyak yang memuji dan meneriakkan namanya . dia tinggal melambaikan tangan dan tersenyum maka orang orang itu langsung melambung tinggi .

    Tapi tidak semua hal yang terlihat indah selalu terasa indah .Dicintai oleh hampir 5 juta manusia tidak membuatnya bahagia , dengan orang yang seramai itu aku tahu dalam hatinya ia merasakan kekosongan . Dicintai oleh cinta yang seperti itu malah terasa menyakitkan .

    Dan aku malah merasakan kebahagian yang lebih ketika mencintai . Karena mencintai selalu menawarkan kebahagian , dicintai pun tidak menjamin hidup akan bahagia .Aku bisa menjadi secret admirer meskipun cintaku tidak terbalas .aku akan mengirim komentar manisku untuk setiap foto yang diupload idolaku dengan akhiran kata aku mencintaimu meskipun dia tidak pernah membalasnya bahkan mungkin tidak membacanya . Bahkan jika mencintai penuh kesakitan dan kekesalan , Aku akan terus melakukannya .Toh Untuk mencintai tidak dipungut biaya apa pun .

    Aku tahu kok bagaimana sakitnya ketika mencintai orang yang tidak mencintaimu . Setiap lukanya mengajarkanku untuk menjadi dewasa , tabah dan sabar .Karena memang nggak semua hal sesuai keinginan kita , tidak ada hal yang mudah didunia ini .

    Di dunia ini hal yang kita lakukan juga akan berbalik ketika Seperti bumerang. Ketika kamu mencintai suatu saat kamu juga akan dicintai . Setiap orang pasti akan mendapatkan keduanya . Tuhan itu Maha Adil kok.

    BalasHapus
  31. Nama : Intan Novriza Kamala Sari
    Akun Twitter : @inokari_
    Link tweet : https://twitter.com/Inokari_/status/700915950523015168

    Lebih suka mencintai atau dicintai?

    Mencintai.

    Saat mencintai, aku akan menjadi versi terbaik dari aku, kak Sulis. Senyum lebih sering dan lebih lebar. Jadi lebih lembut dan perhatian. Pengen tampil lebih cantik juga. Lebih rajin iya. Pengen kelihatan lebih smart dan lebih jago di bidang apapun. Pokoknya lebih dan lebih. Biar bikin si cowok yang lagi dicintai jatuh cinta balik. Nyahaha.

    Berarti perubahan-perubahan positif pas lagi jatuh cinta itu jelek dong? Sekedar modus?

    Nggak juga sih. Yang jelas, saat mencintai, semangat hidup naik berkali-kali lipat, energi positif mendesak keluar, i really love myself when falling in love kak. Versi terbaik deh.

    Kalo lagi dicintai?

    Hmm. Sebenarnya indah juga kalo yang mencintai itu sosok yang aku suka. Kalo nggak yaaa.. annoying banget. Pengen nendang sampe ke segitiga bermuda rasanyaa. wkwk

    BalasHapus
  32. @rinicipta

    Segala sesuatunya akan berjaln dengan seimbang jika keduanya saling melengkapi. Keduanya merasa mencintai dan dicintai.
    Aku memilih untuk mencintai. Ketika mencintai, kita akan berusaha untuk menunjukkan perasaan itu dengan berbagai cara. Kita lebih menghargai cinta, termotivasi juga untuk memberikan yang terbaik untuk cinta.
    Dengan mencintai, kita lebih menghargai diri kita sendiri bahwa keberadaan kita sangat berarti bagi orang lain :))

    BalasHapus
  33. Nama : Yeyen Nursyipa
    Twitter : @YeyenNursyipa

    Kamu lebih memilih mencintai atau dicintai?

    Dicintai itu kaya artis yang punya banyak fans, takutnya malah bikin aku tambah sombong, arogan kalo aku ini orang yang ‘laku’, lagi pula kalo dicintai itu berasa punya beban untuk menerima segala perhatian dan harapan mereka. Makanya aku lebih memilih mencintai. Kalo kata orang mencintai itu jauh lebih menderita daripada dicintai, itu salah. Bagiku, mencintai itu jauh lebih membahagiakan daripada dicintai.

    Sensasi saat-saat mencintai itu yang bikin bahagia. Sensasi dug-dug ser saat melihat dia tersenyum. Satu senyumnya aja itu udah bikin bahagiaaa luar biasa.. :D apalagi saat ketemu langsung sama si dia, duh badan langsung panas dingin, kaya ada ular meliuk-liuk dari perut sampe ke jantung, anehnya ga ngerasa sakit, malah cenderung nikmat.

    Ya.. walaupun pasti ada rasa cemburu dan marah saat dia dekat dengan orang lain, tapi sensasi kebahagiaan itu jauh lebih besar dari cemburu dan marah. Mencintai bukan berarti harus memiliki, toh yang saling memiliki aja belum tentu saling mencintai.

    BalasHapus
  34. @realdianmrani93

    "Lebih suka mencintai atau dicintai?"
    Aku lebih memilih dicintai. Dengan dicintai, aku akan tahu orang-orang yang mencintaiku. Dengan dicintai, aku akan belajar menghargai. Dengan dicintai, aku akan belajar mencintai. Jika bisa menjalankan logika saat jatuh cinta, aku sangat ingin mempunyai pikiran seperti ini. Daripada harus mencintai dia yang mungkin tidak pernah tahu bahwa aku mencintainya, lebih baik akubmenggunakan waktuku untuk belajar mencintai dia mencintaiku.

    BalasHapus
  35. Dicintai atau mencintai. Susah ya memilihnya, andai teori yang digunakan seperti dibunuh atau membunuh. Tapi nyatanya ini soal perasaan bukan logika.

    Aku memilih untuk mencintai, dengan itu aku tak perlu takut orang yang aku cintai akan menolak karena aku pastinya tidak akan mengungkapkan perasaanku. Aku modelnya lebih suka memendam perasaan, sangat tertutup. Aku tak perlu takut membuat orang yang aku cinta tersakiti kalau suatu saat aku berganti haluan.
    Dan aku lebih memilih mencintai karena saat ini tidak memungkinkan bagiku untuk menjalin komitmen, kalau aku dicintai, kemungkinan akan susah menolak itu artinya aku malah menggantungkan si dia, kasihan.
    Dengan mencintai orang lain, aku juga belajar bagaimana mengembangkan rasa cinta dan mencari seperti apa orang yang pantas kucintai hingga akhir hidup (ini tergantung sama berapa lama dan kuatnya aku mencintai seseorang).

    Twitter: @p_ambangsari

    BalasHapus
  36. Twitter: @APradianita

    Lebih Baik Dicintai Daripada Mencintai


    Ada banyak hal yang  kita anggap benar namun pada dasarnya itu adalah kesalahan. Begitu juga denganku. Dulu aku beranggapan bahwa akan ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan dalam batin jikalau engkau berhasil menyayangi seseorang. Hal itu timbul di benakku karena melihat betapa keluargaku menyayangiku dan tampaknya mereka merasa nyaman dengan rasa itu. Dan saat itu aku merasa bahwa mencintai dan menyayangi dalam segala aspek merupakan satu anugrah indah yang perlu dijaga dan ditata indah mungkin. Namun seiring berjalannya waktu kini aku mengerti bahwa hal itu tidak benar adanya. Kita butuh disayangi dan dicintai jika kita sudah disayang dan dicinta makan rasa mencintai akan sangat mudah tertanam dalam  diri kita, namun akan sulit untuk mencintai tanpa di sayang dan dicinta.Bayangkan saja engkau setiap hari menebar kasih dan sayang namun tak pernah dihargai dan diakui rasa kasih sayangmu itu. Bukankah itu sangat tragis. Sama tragisnya dengan film-film FTV yang alurny sedang klimaks. Memang dalam kasih sayang yang diberikan akan ada sedikit kepuasan dalam hati disaat melihat orang yang kita sayangi dan cintai bahagia tapi disini saya tidak bilang kalau kita tidak perlu dicintai dan disayangi. Oleh karena itu ini bukanlah alasan untuk bisa mengatakan lebih indah rasa mencintai dari pada dicintai.Dicintai mungkin tidak terasa begitu mengasikkan karena kita tak merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang mencintai. Sungguh indah tampaknya mereka yang membagi rasa cinta dan sayang kepada orang lain tanpa memperdulikan apakah dia mendapatkan cinta yang sama atau tidak dari orang yang dia harapkan. Percayalah menumbuhkan rasa cinta dalam diri lebih mudah seratus kali lipat dibandingkan menumbuhkan cinta dalam diri orang lain terhadap kita. Oleh karena itu apapun cerintanya dicintai jauh lebih baik dibandingkan mencintai.

    BalasHapus
  37. @ariansyahABO

    Mencintai atau dicintai? Hmmm...
    Akan lebih mudah menjawabnya kalau konteksnya mencintai (orang yang juga balik mencintai kita) atau dicintai (oleh orang yang kita cintai). Tapi bagaimana kalau sebaliknya?
    Saya akan lebih memilih mencintai. Menurut saya mencintai seseorang, bahkan walaupun itu hanya bisa dilakukan dengan diam-diam, akan lebih mudah dari dicintai oleh orang yang tidak kita cintai. Saya bukan termasuk orang yang tidak mudah untuk jatuh cinta, dan nggak-enakan. Akan sangat terasa tak nyaman kalau harus berpura-pura di depan orang yang mencintai kita (tapi tidak kita cintai).

    BalasHapus
  38. Saya lebih suka dicintai daripada mencintai. Jika saya dicintai, saya bisa belajar untuk mencintainya dan saya yakin seiring berjalannya waktu rasa cinta itu pasti akan tumbuh. Ditambah lagi dengan dicintai saya tidak perlu takut kalau cinta saya bertepuk sebelah tangan. Saya tidak perlu takut kalau perasaan saya tak berbalas karena saya sudah yakin bahwa dia mencintai saya. :)

    Terima kasih kak ^^

    @n0v4ip
    https://twitter.com/n0v4ip/status/701473439731884032

    BalasHapus
  39. Duh! Ini pertanyaan paling bikin baper deh! Kenapa? Well, karena aku sudah pernah merasakan kedua-duanya: mencintai dan dicintai. Dan ya, memang paling enak sih kalau ternyata perasaan kita bersambut ya, alias saling mencintai ^^.

    Kalau dari pengalaman pribadi, meskipun mencintai tanpa dicintai balik itu pedih dan menyakitkan, namun entah kenapa aku merasa lebih dewasa dan kuat karena hal ini. Selain itu, dengan mencintai, aku justru merasa makin produktif loh! Entah jadi makin rajin bikin puisi maupun nulis cerpen. Dan... aku juga jadi makin semangat belajar untuk pembuktian ke diri sendiri bahwa dengan jatuh cinta, maka prestasi akademisku tidak akan menjadi kendor melainkan melesat naik ^^.

    Dengan mencintai, aku belajar memberi tanpa meminta kembali. Dengan mencintai, aku belajar menghargai dan menjaga. Dengan mencintai, aku belajar merelakan dan melepaskan. Dengan mencintai, aku belajar menyembuhkan diri dan bangkit kembali. Dengan mencintai, aku perlahan-lahan beranjak dewasa.

    Nah, yang sering kualami kalau aku dicintai tanpa mencintai balik orang itu, maka segala perhatian dan perlakuan orang tersebut justru sering kali menggangguku. Aku menganggapnya terlalu cari perhatian, terlalu ingin tahu apa yang kupikirkan dan kurasakan, terlalu memata-matai aku sehingga ruang gerakku menjadi sempit dan terbatas. Sungguh aku sebenarnya kasihan sih, tapi itu yang kurasakan. Itu sebabnya aku memilih mencintai ketimbang dicintai. Aku bukan tipe cewe yang suka ngeliat cowo terlalu ngejar-ngejar dan nempel sama aku. Aku bukan tipe cewe yang senang liat cowo jadi nurut sama aku hanya karena dia ingin mengabulkan semua pintaku. Dicintai secara sepihak itu menjemukan.

    Akun twitter: @womomfey
    Share link: https://twitter.com/WoMomFey/status/701522231180955649

    BalasHapus
  40. @estiyuliastri
    https://twitter.com/estiyuliastri/status/701579368221380608

    Mencintai atau dicintai?
    Hmm aku lebih memilih dicintai aja deh. Jadi terjebak nostalgia sama kisah cinta Paras dan Jagad di Mahogany Hills. XD
    Menurutku kalau mencintai kita hanya akan mengharapkan perasaan orang lain, yg notabene belum tentu memiliki perasaan yang sama dengan kita. Berbeda dengan orang yang mencintai kita lengkap dgn segala kekurangan & kelebihan yg kita miliki. Jadi aku lebih memilih dicintai, karna cinta bisa ditumbuhkan secara perlahan kog. Tergantung kitanya mau belajar apa enggak :)
    Paras yang mencintai Jagad meskipun pria tersebut terus menerus menyakitinya dan mencintai perempuan lain..sangat mengenaskan. Namun hasil dari kesabaran Paras akhirnya berbuah manis :)

    BalasHapus
  41. "Lebih suka mencintai atau dicintai?"

    Jawab : dicintai, karena jelas dia lebih tulus.

    @nyipenengah
    link shared : https://twitter.com/NyiPenengah/status/701595639604334592

    BalasHapus
  42. Twitter: @widy4_w
    "Lebih suka mencintai atau dicintai?"

    Hmm, sebenarnya mencintai dan dicintai memang hak seorang manusia yang keduanya pasti akan dimilikinya dan keduanya juga mempunyai hubungan yang beda tipislah bila disangkut pautkan. Seumpama untuk memilih salah satu, sulit banget, emang bener tuh. Soalnya dari segi pertimbangan keduannya memiliki porsi yang sama. Tapi karena di suruh pilih diantara mencintai atau dicintai, lebih baik aku pilih "Mencintai". Kenapa? Karena dengan mencintai kita bisa berusaha sekuat tenaga, dan dengan akal sehat untuk bisa mendapatkan hati dan cinta orang itu. Dan dengan memilih mencintai itu, mungkin tak terlalu banyak membawa korban patah hati. Hanya satu orang yang bakal broken heart jika memilih mencintai, yaitu dirinya sendiri. Sedangkan kalo kamu memilih dicintai, itu malah banyak memakan korban perasaan. Misalkan orang yang cinta terhadapmu lebih dari tiga orang. Bayangkan berapa jumlah orang yang akan terluka jika kau hanya bisa memilih satu diantarannya. Tak mungkin kau pilih semua, emangnya mau serakah? Nah. Dari situlah aku lebih baik pilih Mencintai saja untuk mengurangi jumlah orang yang patah hati. Biarpun hati kita terluka, tapi kitalah satu-satunya saja yang terluka. Tidak ada yang lain. Aku tahu itu menyedihkan, tapi tak apalah...gimana kalo kamu disuruh pilih. Lebih baik satu hati yang sakit atau tiga hati yang sakit. Jawabannya ya 'lebih baik satu hati sajalah yang sakit', karena kalo mau ngobatinnya nggak perlu mengantre antre kayak yang tiga orang sakit sekaligus.

    BalasHapus
  43. Twitter: @tiarizee
    Link share: https://twitter.com/tiarizee/status/701624317386293251

    Aku sih lebih milih mencintai. Walaupun ya, memang kuakui mencintai seseorang itu resikonya besar. Apalagi saat cinta kita bertepuk sebelah tangan. Tapi, mencintai terkadang tidak seberat dicintai. Dalam mencintai, kita punya 2 pilihan, yaitu mencintai dalam diam atau mengungkapkannya. Disini kita bisa mengambil keputusan beserta konsekuensi yang akan ditanggung. Namun saat dicintai, orang yang mencintai kita pasti akan memilih diantara kedua opsi itu. Saat orang yang mencintai kita lebih memilih untuk mencintai dalam diam, kita bisa saja menganggapnya hanya sekedar teman dan bisa bebas memilih dan mencintai siapapun. Namun bagaimana nasib orang yang mencintai kita dalam diam tersebut? Melihat kita bersenang-senang dalam mencintai orang lain sedangkan ia sendiri terluka. Dan disaat orang yang mencintai kita memilih untuk memperjuangkan cintanya, orang yang dicintai pun pasti bingung. Terlebih saat kita tidak mencintainya. Apakah kita diam saja saat kita diperjuangkan? Ataupun langsung bicara blak-blakan kalau kita tidak mencintainya? karenanya, menurutku beban yang ditanggung orang yang dicintai lebih berat. Ketidakpastian yang diberikan oleh orang yang dicintai bisa saja membuat orang yang mencintai kita terluka.

    Dalam mencintai, kita pastinya tidak harus selalu mengungkapkan apa yang kita rasakan. Jadi, saat mungkin perasaan kita lambat laun menghilang, kita bisa mencari pengganti mereka dengan yang lain. Tanpa harus ada opini negatif dari sekeliling.

    BalasHapus
  44. "Lebih suka mencintai atau dicintai?"

    Dicintai. Kenapa? Karena wanita adalah makhluk kepastian. Dicintai seseorang berarti kita tau, bahwa ia telah menerima kita apa adanya, tulus tanpa cela. Tapi lebih bahagia lagi jika dicintai oleh orang yang kita cintai.
    ^_^

    https://twitter.com/uti_dendron/status/701624873362149376

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...