Jumat, 07 Februari 2014

Kekasih


Aku selalu percaya, ada cukup cinta untuk semua orang. Dan aku akan bertemu dengan cinta yang menjadi takdirku itu suatu hari nanti.

Tapi aku tak pernah menyangka, kaulah yang kutemukan di tengah perjalanan hidupku ini.
Datang seperti sebuah kejutan, menyelinap masuk pintu hati, dan mencuri cintaku tanpa permisi.

Sesederhana itu kau memenangi hatiku.
Sesederhana itu pula aku kemudian memutuskan untuk menyebutmu milikku.
Kekasihku.

*

KEKASIH adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis kebanggaan GagasMedia: Arini Putri dan Yuditha Hardini. Keduanya mempersembahkan cerita cinta semanis dongeng sebelum tidur.

Arini Putri menghibur pembaca GagasMedia dengan dua karyanya: Rain Over Me dan Goodbye Happiness. Sedangkan Yuditha Hardini dikenal dengan debut manisnya berjudul Orang Ketiga.

Penulis: Arini Putri, Yuditha Hardini
Editor: Kinanti Atmarandy
Desain sampul: Dwi Anissa Anindhika
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-575-1
Cetakan pertama, 2012
292 halaman
Pinjem @okeyzz


The First Fairytale

Selama 20 tahun hidupnya, Kyra belum pernah berpacaran, dia adalah gadis polos yang suka menggambar, dia percaya cerita dari negeri dongeng akan dia alami juga, percaya suatu saat akan ada pangeran yang tulus mencintainya dan saat itulah dia akan jatuh cinta. Sahabatnya, Raina mengganggap kondisi Kyra sudah masuk level gawat darurat, terlalu banyak berkhayal dan standar yang ditetapkan untuk memilih cowok terlalu tinggi, kemudian dia mencomblangkan Kyra dengan Raka, senior di kampus yang masuk jajaran idola, sayangnya Kyra tidak merasakan apa-apa padanya, hanya rasa kagum.
Setiap kali aku membaca dongeng-dongeng favoritku, selalu ada cinta yang diangkat di sana. Cinta yang membuat Pangeran Tampan mati-matian mencari pemilik sepatu kaca yang tertinggal. Cinta yang membuat si Cantik dan si Buruk Rupa dapat bersatu setelah melewati berbagai rintangan. Cinta juga yang membangunkan Putri Tidur dan Putri Salju dari tidur panjangnya. Aku selalu ingin merasakannya. Aku ingin merasakan keajaiban yang dibawa oleh sesuatu bernama cinta itu. Kisah cinta semanis drama Korea, seajaib dongeng, kisah cinta pertama yang seperti itu. Apakah keinginanku terlalu tinggi?
Ketika Kyra akan menghadiri acara ulang tahun Raina, ketika dia sedang menunggu bus di halte dekat kampusnya, dia melepas high heels pemberian sahabatnya itu karena sangat menyengsarakan, menambah kesialan harinya, ketinggalan dompet dan harus berjalan kaki, berulang kali membuat dia hampir terpeleset, basah kuyup dan kemasukan pasir, tidak tahan, sambil menunggu bus-nya datang dia melepas high heels-nya. Saat itulah dia bertemu sosok pangeran yang selama ini dikhayalkannya, seorang pangeran tampan dan bertubuh tegap serta berambut hitam pendek agak ikal yang membuatnya kekurangan oksigen, yang menawarkan sandal jepit ketika Kyra lupa kalau kakinya telanjang dan langsung mau pergi ketika bus yang ditunggunya datang, akhirnya dia bertemu dengan pangerannya, Pangeran 'Sandal Jepit'.
Cinta adalah suatu perasaan yang aneh. Saat jatuh cinta adalah di mana harapan menjadi terasa sangat kabur dan tak jelas. Ada sebagian dari hati yang sangat menginginkan untuk berada di dekatnya. Namun, ada bagian lain yang justru menginginkan untuk pergi sejauh mungkin darinya sebelum tubuh menjadi semakin kaku dan dingin. Ada saat-saat di mana ingin dia menatapmu, namun begitu hal itu terwujud kau justru membuang wajahmu, mengalihkan pandangan dengan pipi merona hangat. Setelah itu kau akan tersenyum diam-diam dan menahan perasaan ingin berteriak kegirangan.
'Love is about falling, not flying. When you've falling in love, you know that someday you'll feel hurt.' 

The Last Fairytale

Sepuluh tahun Naira bersahabat dengan Kama, sepuluh tahun juga dia memendam cinta terhadap sahabatnya itu. Kama seorang playboy dan dia takut kalau perasaannya tak berbalas, dan dia gengsi kalau harus mengakui terlebih dahulu kalau punya perasaan terhadap sahabatnya yang tidak pernah serius itu. Alasan kenapa Naira jatuh cinta pada Kama adalah ketika pertama kali mereka bertemu di Sydney, Kama membuat Naira seperti Cinderella. Waktu itu sepulang kuliah Naira memakai sepatu kets putih polos dan ketika naik bus yang penuh dengan penumpang, sepenuh hati ia membuat agar kakinya tidak terinjak, apesnya doanya tidak terkabulkan, sepatu Doc Marten berwarna hitam yang berlumpur menginjak sepatu Naira tanpa ampun dan lelaki bertampang bule itu hanya mengucapkan maaf. Naira tidak bisa berbuat banyak, dia hanya mengatakan 'tidak apa-apa' tetapi dengan lirih dia tidak terima dan ngedumel dengan memakai bahasa Indonesia. Naira tidak tahu kalau lelaki tersebut memahami gumamannya. Ketika turun dari bus lelaki tersebut tiba-tiba saja membersihkan sepatunya.
"Yah, asal lo inget aja. Cinderella cuma bertahan sampai jam 12 malam. Habis itu , poof!. Doi balik lagi jadi upik abu. Satu-satunya yang bikin si pangeran itu sadar kalau si upik abu adalah Cinderella, apa coba? Sepatu kaca. Lo nggak punya sepatu kaca, Nai. Dan si Kama sibuk nyari sepatu kaca itu di kaki banyak perempuan lain. Nggak pernah di elu. Jadi ya, sudahla ya. Mari mencari laki-laki lain yang bisa mencintai lo sebagai seorang upik abu apa adanya."
Sejak saat itulah hubungan mereka menjadi dekat. Tanpa mengetahui perasaan masing-masing kalau ada rasa yang lebih diantara keduanya. Saat Naira akan menginjak umur 30 tahun, dia teringat akan janji kecil yang pernah Kama katakan, kalau mereka belum menikah sampe umur 30 tahun, Kama akan menikahinya dan Naira harus setuju. Naira tahu tawaran tersebut cenderung bercanda daripada serius tapi dia menyimpan harapan dari janji tersebut, berharap Kama masih ingat dan sebagai bukti kalau penantiannya selama ini tidak sia-sia.
Dan mencintai Kama sama rasanya seperti mencicipi cake buatannya yang terlalu banyak memakai bubuk cokelat di dalamnya ini. Walaupun manis, namun ada rasa getir pahit yang tertinggal di lidah. Beberapa suap lagi, mungkin aku akan menyerah dan berhenti mengunyah.
Aku pernah merasa diriku adalah seorang Cinderella. Namun Cinderella dengan harga diri yang tidak bisa ditawar, harga diri yang membuatnya menolak untuk memberikan kakinya kepada sang pangeran yang sudah menunggu dengan sepatu kaca. Dan Kama adalah sang pangeran yang terlalu takut untuk melihat apakah sepatu kaca yang ia pegang muat di kaki sang Cinderella. Jadi, ia pun menjauhkan sepatu kaca itu jauh-jauh dari Cinderella, takut membuat kaki Cinderella terluka sehingga Cinderella harus menjadi upik abu untuk selamanya. Mencintai namun melewatkan satu sama lain. Dan waktu sepuluh tahun barangkali membuat semuanya menjadi terlambat.
We have missed our chance on love. 
GagasDuet yang mengambil tema retelling Cinderella, dengan benang merah kisah cinta si adik dan si kakak. Walau dari sudut pandang yang berbeda, kedua cerita masih mempunyai tema utama yang sama, cinta pada pandangan pertama yang berhubungan dengan sepatu :D. Saya sangat menikmatinya. Di novella pertama memang terkesan teenlit, melihat perbedaan umur kedua tokoh utama buku ini memeang terpaut jauh, satu remaja satunya dewasa, jadi seperti ada dua sasaran yang dituju tetapi keduanya mempunyai cerita yang manis sesuai porsinya.


Beberapa kali membaca karya dari Arini Putri, bahasa yang dia gunakan dan tokoh utamanya selalu manis, baik dari ucapan atau tingkah laku, tipe cewek kalem dan nggak neko-neko. Novellanya bercerita tentang bagaimana berusaha mendapatkan apa yang kita impikan, untuk jangan menyerah akan rintangan yang ada, dalam cerita ini, penulis ingin menuturkan tentang bagaimana Kayla mengambil hati Alvin yang masih terbayang kisah cinta masa lalu.

Sedangkan untuk karya Yudhita Hardini, saya lupa apakah pernah membaca buku Orang Ketiga, saya anggap ini karya perdana dan saya sangat menikmati gaya berceritanya. Tulisannya setipe dengan Ika Natassa dan Nina Ardianti, dengan bahasa santai dan menyelipkan humor di dalamnya. Ceritanya sendiri tentang dua orang yang sama-sama jatuh cinta tetapi enggan mengatakan karena takut tersakiti. Kedua tokohnya benar-benar mirip, Naira dengan harga dirinya yang tidak ingin disakiti oleh laki-laki playboy seperti Kama dan Kama yang takut tersakiti akan perasaannya terhadap Naira, seseorang yang membuatnya merasa nyaman.

Dari dua novella di atas, saya sangat menyukai cerita kedua, bener-bener mengaduk emosi saya. Awalnya saya sebel setengah mati dengan Kama, begitu membaca bagiannya, saya jadi sebel sama mereka berdua. Mereka terlalu banyak bercanda sampai nggak bisa membedakan mana serius mana yang bergurau, yah, karena takut tersakiti tadi, misalnya ketika mereka berdua pulang dari acara ultah teman Kama, mereka sedikit mabuk dan Kama iseng menayakan perasaan Naira terhadap dirinya di mana sebenarnya pertanyaan serius, takut dipermainkan, Naira menjawab kalau dia tidak tertarik sama sekali dengan Kama, mendengar itu Kama sakit hati kemudian mengganggap pertanyaan tadi hanya bercanda. Begitu terus kalau mereka ingin mengungkapkan perasaan, kapan cocoknya coba kalau mengelak terus? Saya sebel sendiri sama mereka. Makan tuh gengsi :p


Sebelnya lagi, saya sama sekali nggak menyukai endingnya, akkkkkk kejam banget sih penulis, nggak kasihan sama Kama apa? Saya benar-benar tersentuh ketika membaca email Kama yang mengatakan kalau dialah yang pertama kali mencintai Naira, jauh sebelum insiden menginjak sepatu itu. Plissssss Yudhita, buat cerita lagi tentang Kama, di novel tersendiri, saya tersentuh akan pengorbanan dan usahanya untuk mengenal Naira, saya pengen cerita mereka happy ending, happy sesuai keinginan saya. Semoga ini nggak dianggap spoiler, happy ending-nya tiap orang itu berbeda ya *alesan*.

Yah, walau mencak-mencak ketika menutup buku ini setidaknya ada bagian di mana bisa menguras emosi saya. Buku ini adalah salah satu GagasDuet yang paling saya suka, saya suka ide retellingnya, suka ketika tokoh utamanya bertemu pertama kali. Tanpa ragu, silahkan membacanya sendiri dan apakah akan ikut mencak-mencak kayak saya :D.

3.5 sayap karena sebel sama Yudhita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...