Selasa, 30 Juni 2015

My Top Ten Books I've Read So Far In 2015

Source: oamul
Yeah! Sudah memasuki pertengahan tahun dan proges baca saya lumayan nih dari target 100 buku selama setahun, sampe hari ini saya sudah membaca 58 buku dan banyak diantaranya saya sangat suka dan sudah saya review :D. Awalnya mau posting Top 5 Wednesday dengan tema yang sama kemudian di posting di hari terakhir bulan Juli, eh nggak taunya The Broke and the Bookish sepemikiran sama saya XD. Jadi kali ini saya akan memposting buku-buku terbaik yang saya baca selama enam bulan pertama di tahun 2015.

Buku-buku di bawah ini saya pilih karena ketika membaca banyak rasa yang di dapat, seperti habis dibaca sekali duduk, membuat saya begadang sampai pagi, sangat membuat penasaran dengan endingnya sehingga tidak bisa berhenti membaca, page-turner banget, menangis megap-megap sampai dada sakit, mempunyai pesan moral berarti yang bisa saya dapatkan, kebanyakan berating 4 sayap ke atas. Semua membekas bagi saya, dan rasanya bahagia mendapatkan apa yang bisa membuat hati kita bungah ketika menutup buku. Inilah sepuluh buku terbaik sejauh pertengahan tahun 2015, untuk membaca reviewnya silahkan klik judul buku.

A Royal Pain by Megan Mulry | Book Review

A Royal Pain - Pacar Si Darah Biru
Penulis: Megan Mulry
Alih bahasa: Linda Boentaran
Editor: Rini Nurul Badariah
Desain sampul: Orkha Creative
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1762-5
Cetakan pertama, Juni 2015
384 halaman
Buntelan dari Linda Boentaran
Bagi Bronte Talbott remaja, semua hal yang menyangkut keluarga bangsawan Inggris, terlebih romansanya, selalu menarik diikuti. Namun dalam kehidupan dewasanya, tak usah berharap hubungan cintanya seromantis itu. Putus dari cowok yang ia kira Mr. Right membuatnya terpuruk dan tak percaya lagi pada komitmen.



Namun kemudian Max Heyworth datang ke kehidupan Bronte dengan gayanya yang sangat... yah, sempurna. Dan terlihat jelas Max berhasil menaklukkan Bronte... sampai Bronte mengetahui satu hal: Max seorang duke! Pria itu bangsawan Inggris! Bukannya gembira, Bronte malah ragu. Ia bertanya-tanya, kenapa Max tidak jujur sejak awal? Karena, jujur saja, menjadi seorang duchess tidak akan mudah...

Kamis, 25 Juni 2015

Perlukah Kita Keluar Dari Zona Nyaman Ketika Membaca? | Let's Talk

source: tumblr

Dewasa ini bisa dibilang genre bacaan saya mulai meluas, nggak melulu baca romance atau fantasy saja, genre yang paling saya suka sejak dulu bahkan sampai sekarang. Dulu saya paling malas membaca buku kalau bukan dari dua genre tadi, sudah terlalu nyaman dan tidak ingin mengambil risiko. Namun, dengan berlalunya waktu dan mengenal banyak teman dengan bacaan beragam membuat pengetahuan saya pun meningkat perihal macam-macam genre buku, saya menjadi penasaran.

Lalu, apakah kita perlu keluar dari zona nyaman ketika membaca? Jawabannya ada dua, bisa ya bisa tidak :D. Bukan berarti kita tetap membaca genre itu-itu saja merupakan hal yang buruk, ada beberapa alasan apakah kalian perlu tetap berada di zona nyaman atau lebih baik meninggalkannya. Let's Talk :D.

Rabu, 24 Juni 2015

A Million Suns (Across the Universe #2) by Beth Revis | Book Review

A Million Suns - Sejuta Matahari (Across the Universe #2)
Penulis: Beth Revis
Alih bahasa: Barokah Ruziati
Editor: Ariyantri E. Tarman
Desain sampul: Eduard Iwan Mangopang
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1338-2
Cetakan pertama, Februari 2015
480 halaman
Harga: 88k (off 25% at @HobbyBuku)
Sudah tiga bulan sejak Elder mengeluarkan Amy dari kotak krio. Kehidupan yang selama ini dikenal Amy telah berakhir. Ke mana pun menoleh, yang dilihatnya hanyalah dinding-dinding pesawat luar angkasa Godspeed. Tetapi mungkin masih ada harapan. Elder telah mengambil alih kepemimpinan. Akhirnya dia bebas mewujudkan visinya---tak ada lagi Phydus, tak ada lagi dusta.



Tetapi ketika mengetahui kabar mengejutkan tentang Godspeed, Elder dan Amy mesti bergegas menemukan kebenaran tentang pesawat ini. Mereka harus bekerja sama untuk memecahkan teka-teki yang telah dirancang ratusan tahun silam. Sementara itu, rasa tertarik di antara mereka tumbuh semakin dalam, di tengah kekacauan yang mengancam akan memecah belah para penghuni Godspeed.

Selasa, 23 Juni 2015

Grey & Jingga by Sweta Kartika | Comics Review

Grey & Jingga
Cerita & gambar: Sweta Kartika
Penyunting: Gupta Mahendra s.
Desainer grafis: Heru Lesmana
Penerbit: m&c!
Cetakan pertama, 11 Juni 2014
200 halaman
Buntelan dari @bukupediacom

Grey & Jingga adalah komik online yang berkisah tentang lika-liku romansa kampus antara Grey dan Jingga, serta teman-teman mereka.



Kisah mereka ibarat langit sore, the twilight. Jingga serupa kanvas oranye yang membentang di nirwana senja, sementara Grey adalah sekumpulan awan kelabu yang mengantar ia pulang.


Jika cinta itu mudah terucap, maka takkan ada kisah cinta yang berliku. Grey dan Jingga adalah bukti bahwa cinta adalah rasa yang sulit tersamar.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...