Selasa, 31 Juli 2012

Sarah's Key


Sarahs_key


Penulis: Tatiana De Rosnay
Alih bahasa: Lily Endang Joeliani
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-00-0923
Cetakan pertama, 2011
329 halaman

Paris, Juli 1942
Gadis itu bingung, gadis itu ketakutan, ada polisi Prancis (yang disinyalir mereka melakukanya atas perintah Jerman) yang sedang mencari ayahnya, ibunya cemas, ayahnya bersembunyi di gudang bawah setiap malam, dan dia pernah menguping pembicaraan kalau suatu saat akan ada pengumpulan besar-besaran, tetapi dulu ayahnya bilang hanya kaum laki-lak saja yang terancam bahaya, bukan kaum perempuan, apalagi anak-anak. Ibunya berbohong kepada polisi kalau suaminya entah pergi kemana, dan mereka menyuruh ibu dan si gadis untuk bersiap-siap ikut dengan mereka. Lalu si gadis ingat kalau adik lelakinya, Michel masih tidur, dia membangunkannya dan menyuruhnya bersembunyi di lemari yang panjang dan dalam serta tersembunyi di dinding kamar, mereka tidak akan tahu. Di lemari itu ada senter, beberapa bantal. mainan, buku-buku dan sebotol air. Adiknya tidur sambil memeluk boneka beruang kesayangannya. Dia yakin ayahnya akan tahu di mana adiknya bersembunyi kalau dia sendiri sudah keluar dari persembunyiaannya. Si gadis sangat percaya adiknya akan aman di situ, lalu dia menguncinya dari luar, dan berjanji akan menjemputnya nanti.

Tapi perkiraannya salah, si ayah menyusul mereka, meninggalkan adiknya sendirian di rumah, terkunci di lemari rahasia. Membawa kunci yang tersimpan rapat di sakunya.

Paris, Mei 2002, Enam Puluh Tahun Kemudian
Julia Jarmond, seorang wartawan Amerika yang sudah bertahun-tahun hidup dan berkeluarga di Paris. Dia ditugasi menyelidiki peristiwa enam puluh tahun yang lalu, peristiwa yang tabu dibicarakan oleh orang-orang Prancis, peristiwa yang ingin dilupakan. Peringatan ke enam puluh tahun Vel' d' Hiv', pengumpulanbesar-besaran di Velodrome d;Hiver, sebuah stadion indoor terkenal tempat diadakannya perlombaan sepeda. Tapi malam itu digunakan untuk menyekap ribuan keluarga Yahudi selama berhari-hari dalam kondisi mengenaskan, yang kemudian akan dikirim ke Auschwitz dan dimasukkan ke dalam kamar gas. Julia ditugaskan untuk menemukan orang-orang yang slamat dari peristiwa tersebut, mencari fakta apa yang sebenarnya terjadi.

Tidak mudah dalam pencariannya, orang Prancis tidak suka membicarakan peristiwa enam puluh tahun yang lalu itu. Kemudian ada temannya yang mengenalkannya kepada Guillaume, neneknya adalah salah satu yang selamat dari peristiwa itu, dia meengatakan tentang Vel' d'Hiv', yang sebenarnya adalah sebuah kode nama: Operasi Angin Musim Semi. Pemerintah Jerman meminta polisi Prancis untuk mengirimkan sejumlah orang Yahudi antara usia enam belas dan lima puluh tahun, polisi menangkapi anak-anak yang lahir di Prancis. Anak-anak Prancis. Polisi berpikir anak-anak Yahudi itu tetap saja Yahudi, akhirnya mereka mengirimkan hampir delapan puluh ribu orang yahudi ke kamp-kamp kematian. Hanya beberapa ribu yang bisa kembali dengan selamat, dan hampir tidak ada anak-anak yang selamat. Julia menyusuri tempat-tempat terjadinya kejadian, mulai dari Vel' d'Hiv' sampai ke stasiun Austerlitz.

Pencariannya buntu, tidak ada saksi mata yang benar-benar bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, sampai suatu ketika dia mengunjungi Mame, nenek dari sang suami di panti jompo, dia bercerita tentang masa lalunya dan tempat tinggalnya, apartemen yang akan di huni Julia bersama keluarganya, apartemen rue de Saintonge. Mame berkata mereka menemukan apartemen itu dengan mudah, pada akhir Juli tahun 1942, ketika ada penangkapan besar-besaran.

Seperti mendapatkan clue utama, Julia beralih mencari siapa keluarga yang dulunya tinggal di apartemen rue de Saintonge sebelum ditinggali keluarga suaminya, Dan nama keluarga itu adalah Starzynski. Ada tiga nama, kedua orang tua dan satu anak. Tapi ada yang berbeda dari data yang didapat Julia, si anak tidak pernah sampai di Drancy, dia hanya sampai di kamp penahanan di Beaune-la-Rolande. Dan dia juga mendapati foto Sarah yang usianya hanya setahun lebih muda dari anaknya sendiri. Pencariannya berubah, Julia ingin mengetahui apa yang terjadi pada anak perempuan itu, Sarah Starzynski.

"Papa," katanya, "berapa lama kita di sini?"
"Aku tidak tahu, manisku."
"Mengapa kita berada di sini?"
Gadis itu meraba tanda bintang kuning yang dijahit di depan bajunya.
"Karena ini, bukan?" ujarnya. "Semua orang di sini punya tanda ini."
Ayahnya tersenyum, senyum yang muram dan sedih.
"Ya," jawabnya. "Karena itu."
Gadis itu mengerutkan dahi.
"Tidak adil, Papa," desisnya. "Ini tidak adil."

Tidak adil, itu juga yang saya rasakan ketika membaca kisah Holocaust, buku kedua tentang kekejaman para Nazi setelah The Boy In The Striped Pyjamas. Sampai sekarang saya tidak tahu ada apa dengan orang Yahudi? Apa salah mereka? Kenapa pada tahun 1940an mereka dibasmi? Yeah ketahuan sekali kalau nilai sejarah saya memang jeblok.

Miris, sedih sekali ketika membaca bagian Sarah. Setelah kejadian itu dia berubah, tidak lagi menjadi seorang anak kecil tapi menjadi orang tanpa semangat hidup. Di kamp dia melihat ibu dan anak bunuh diri, anak-anak kelaparan, mati, ibu melahirkan seorang diri, semua hal yang tidak pantas dilihat oleh anak kecil. Terlebih dia selalu bertanya kepada ayahnya sebenarnya apa yang akan terjadi dengan mereka? Apakah mereka akan pulang dan membuka kunci lemari? Apa yang terjadi dengan adik kecilnya Michel? Dia menggenggam erat kunci itu supaya tidak hilang, supaya dia, ayah dan ibunya kembali ke pelukan Michel.
Pantang menyerah, itulah Julia, dengan masalah pribadi yang sedang melandanya dia tetap bertekad mencari Sarah, mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan dia walaupun semua keingintahuannya ini ditentang oleh suami dan keluarganya, hanya Zoe, anaknya yang mendukung pencariannya tentang Sarah, mencarinya sampai dapat.

Buku ini benar-benar menguras emosi. Bayangkan kalau kejadian itu terjadi pada diri kita, mungkin kita akan seperti Sarah, tidak punya tujuan hidup lagi, tidak punya semangat. Saya tidak bisa berhenti membacanya, narasi yang bergantian dari Sarah ke Julia, begitu terus sampai langkah Sarah berhenti, sampai cerita hanya dari bagian Julia saja. Saya seperti Julia, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana nasip Sarah selanjutnya, terus membuka halaman, terus dan terus. Miris, sedih, ngilu, berkaca-kaca, itu yang saya dapat.
Buku ini amazing! Seperti yang tertera di belakang sampul buku, Tatiana de Rosnay menawarkan kisah yang memikat, masa lalu yang tragis, masa kini yang tercabik-cabik, dan masa depan yang diubah tanpa dapat ditarik kembali. Dengan berbagai kepiluan yang terjadi di masa lalu, terbukti sampai sekarang kesedihannya masih membekas, bagi yang pernah dekat dengan kematian dan kebrutalan, bagi yang menyentuh kisah mereka.

Suka sekali dengan buku ini. Saya ingin cepat-cepat menyelesaikannya saking penasarannya dengan nasib Sarah, terlebih bagaimana nasib Michel. Saya suka penulis membuat sudut pandang dari Sarah dan Julia, kisah mereka terasa lebih dekat dan kita bisa memahami perasaannya. Walau kisah Sarah berhenti di tenggah-tenggah, itu malah membuat penasaran saya berlipat ganda. Saya juga suka sekali dengan endingnya. Tidak ada masalah dengan terjemahannya, saya membaca mengalir lancar, tidak peduli dengan typo, saya sangat menikmati membaca buku ini. Covernya tidak jelek.
Buku i

ni sudah difilmkan pada tahun 2010, di sutradarai oleh Gilles Paquet-Brenner, peran Julia dimainkan oleh Kristin Scott Thomas dan si kecil Sarah dimainkan oleh Melusine Mayance. Wajib ditonton!

Sarahs_key_movie

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=-QD094eWK6c]

4.5 sayap untuk si kecil Michel.

Minggu, 29 Juli 2012

A Tale Dark & Grimm


11974615


Penulis: Adam Gidwitz
Penerjemah: Khairil Rumantati
Penerbit: Atria
ISBN: 978-979-024-477-1
Cetakan I: Juni 2011
226 halaman

Sinopsis:
Sebelum kau membaca buku ini, kuperingatkan: cerita ini bukan untuk anak-anak. Penyihir dengan mantra keji, pemburu berdarah dingin, serta tukang roti yang memanggang anak-anak, mengintip di halaman-halamannya.
Namun, jika kau berani, ikuti petualangan Hansel dan Gretel memasuki dunia penuh sihir, teror, dan sepercik kelakar yang berkilau seperti kerikil putih di sepanjang jalannya.
Masuklah. Mungkin menakutkan dan jelas-jelas penuh darah. Tetapi, tak seperti dongeng-dongeng yang kau ketahui, yang ini sungguhan.
Dan kau tahu, dahulu kala, dongeng itu keren.

My Review:

Ceritanya tentang dua bocah -anak perempuan bernama Gretel dan anak laki-laki bernama Hansel- yang berkelana di dunia magis dan mengerikan. Cerita tentang dua bocah yang berjuang, dan gagal, lalu berhasil. cerita tentang dua bocah mencari makna berbagai hal.

Sebelumnya saya belum pernah membaca dongeng karya Grimm bersaudara, mereka saja saya tidak tahu terlebih karya-karyanya, oh mungkin tahu tapi tidak tahu kalau mereka berdualah pembuatnya. Karena penasaran saya mencari info mereka berdua di tante wiki: Grimm bersaudara merupakan kakak beradik Jakob dan Wilhelm Carl Grimm ialah dua orang akademik berkebangasaan Jerman yang terkenal karena menerbitkan kumpulan cerita rakyat dan dongeng. Mereka kemungkinan sekali merupakan pengarang novella paling masyhur dari Eropa, memungkinkan meluasnya pengetahuan kisah-kisah seperti Puteri Salju, Rapunzel, Cinderella, Hansel dan Gretel.

Lalu apa hubungannya dengan buku ini? klik klik sedikit, buku karya Adam Gidwitz ini kayak fanficnya dongeng-dongeng Grim Bersaudara, hanya saja dibuat lebih dark, atau kalo dilihat dari font yang berbeda, Gidwitz seperti sedang membacakan cerita kepada pembaca, bahasa kerennya narator. Jadi nggak salah kalau judulnya A Tale Dark & Grimm, membaca sinopsisnya saja kita sudah tahu kalau dongeng ini nggak biasa dan darah akan berceceran. Kalau dibilang buku anak-anak memang cocok tapi bagian berdarah-darahnya memang perlu pengawasan dari orang tua, tapi ada baiknya juga kalau anak-anak diperkenalkan dengan cerita yang tidak melulu 'halus' dan bahagia. Ada sembilan bab, entah ini merupakan novel atau kumpulan cerpen, yang jelas masing-masing bab bisa berdiri sendiri. Mari kita intip masing-masing bab-nya.

Johannes yang Setia
Dahulu kala, ada seorang raja yang berpesan kepada pelayannya yang setia, Johannes, sebelum dia meninggal yaitu: menyuruhnya setia kepada anaknya atau Raja Muda sebagaimana dia setia kepadanya dan menunjukkan seluruh warisan kerajaan, seluruh negeri kecuali satu ruangan. Ruangan berisi lukisan wajah puteri emas. Setelah bosan dengan berbagai kekayaan yang telah dinikmatinya, Raja Muda penasaran dengan satu ruangan yang tidak boleh disentuhnya, dia  mengamuk dan Johannes yang Setia pun tidak tega melihatnya lalu menunjukkan ruangan itu. Ruangan itu berisi lukisan seorang perempuan yang sangat cantik tapi terlihat sedih. Dia dikutuk, setiap kali menikah suaminya mati, anak-anaknya ditakdirkan untuk memiliki nasib yang lebih buruk dari kematian.

Raja langsung jatuh cinta padanya, dia pun mengumpulkan emas, sesuatu yang paling disuka Puteri, mereka menikah dan mempunyai dua anak, Hansel dan Gretel. Bagaimana dengan kutukannya? Johannes yang Setia mendengar percakapan gagak yang meramalkan kejadian-kejadian yang akan menimpa Raja-nya. Sayangnya, usaha yang dilakukannya demi menyelamatkan Rajanya dianggap penghianatan dan dia mendapat hukuman mati. Sebelum ajalnya tiba, dia menceritakan percakapan para gagak itu kepada sang Raja, hasilnya? tubuhnya menjelma menjadi batu mulai dari jantung sampai puncak kepalanya. Ada satu cara untuk membebaskan Johannes yang setia dari kutukan batu tersebut, sang Raja harus memenggal kepala anak kembarnya dan melumuri patung Johannes dengan darah mereka.

Hansel dan Gretel
Mereka kecewa dengan kedua orang tuanya lalu memutuskan kabur dari istana dan memasuki dunia luas nan liar. Keduanya memutuskan menghukum orang tuanya dengan pergi dan mencari sebuah keluarga yang baik, sebagaimana sebuah keluarga seharusnya. Mereka berjalan tak tentu arah dan kelaparan. Ketika mereka melihat rumah di tengah rawa di mana dindingnya sewarna kue coklat dan atapnya seperti lapisan gula, mereka tidak tahan memakannya. Si pemilik rumah alias si pembuat kue kasihan kepada mereka lalu meyuruh mereka tinggal dan menyediakan makanan yang enak, tidak memberi mereka tugas, membuat mereka gemuk, lalu memakannya!

Tujuh Burung Layang-Layang
Ada seorang pria yang tinggal bersama istri dan tujuh anak laki-lakinya. Sang ayah merasa kebahagiannya tidak lengkap karena dia mengingginkan seorang anak perempuan. Lalu suatu malam pintu rumah mereka diketuk dan mendapati seorang anak laki-laki dan perempuan yang bertanya apakah mereka boleh tinggal dengan mereka. Pria itu senang sekali, tidak peduli kalau sebelumnya mereka bercerita baru saja melarikan diri dari orang tua yang ingin memenggal kepala mereka dan perempuan sinting yang mencoba menyantap mereka, pria itu mengganggap Hansel dan Gretel seperti anaknya yang lain, bahkan lebih.
Ayah baru mereka sangat bahagia, tapi tidak dengan sang ibu, karena merasa sangat menyayanginya, Gretel mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena tidak bisa mematuhi perintah ayahnya ketika menyambut kedatangan Hansel dan Gretel pertama kali, tujuh anak laki-laki itu dikutuk menjadi burung. Karena merasa sangat bersalah, Gretel bersama saudaranya mencari ke tujuh burung layang-layang itu demi mengembalikan kebahagiaan si ibu, yang menyebabkan Gretel kehilangan jari tengahnya.

Kakak-Beradik
Mereka kecewa dengan orang tua, ayah mereka sendiri tega memenggal kepala mereka, perempuan pembuat kue mencoba menyantap mereka, dan ayah baru mereka bwerharap anak-anaknya menjelma menjadi burung. Mereka memutuskan hidup berdua saja, mereka tidak butuh orang tua. Mereka mengelana lagi hingga sampai di Hutan Labenwald, Hutan Kehidupan, rumah baru mereka. Sang pohon yang menyambut mereka berpesan agar mereka tidak mengambil tak lebih dari yang mereka butuhkan, menjaga keseimbangan hutan. Mereka membangun rumah dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan, mereka merasa bahagia. Sayangnya Hasel melupakan pesan si pohon, dia ketagihan berburu, banyak hewan yang mati dia menjadi gelap mata dan meniggalkan Gretel sendirian.

Senyuman Semerah Darah
Gretel mengelana sendirian, saudaranya telah mati dibunuh pemburu. Dia berhenti di sebuah desa yang terlindungi hutan lebat lainnya, hutan yang gelap, mengancam dan mati, Hutan Schwarzwald -Hutan Kegelapan. gretel tidak pergi ke hutan itu tapi ke desa yang ramai, tapi perasaannya tidak seperti suasana desa, dia sedih, kelaparan, dan menangis. lalu ada penolong, seorang perempuan yang mengundangnya masuk kerumahnya. Beberapa minggu Gretel serumah dengan wanita itu, menjalani kehidupan seperti yang lainnya, dan jatuh cinta. Dia jatuh cinta kepada pemuda yang sangat tampan, baik hati, ceria dan sangat misterius. Gretel penasaran kemana pemuda itu pergi, keluar dari desa seorang diri. Ketika hubungan mereka sudah sangat dekat, pemuda itu mengajak Gretel melihat rumahnya di hutan, hutan kegelapan. Gretel ragu, pemuda tampan itu tidak mengacuhkannya ketika berkunjung ke desa, sampai Gretel setuju pergi darinya. Gretel tidak tahu kalau dia berteman dengan kematiannya.

Tiga Helai Rambut Emas
Seorang Duke sangat senang dengan hasil buruannya, bin
atang langka, seperti setengah serigala dan setengah manusia, setengah beruang dan setengah bocah laki-laki. Dan apa yang terjadi ketika binatang itu selesai dikuliti? seorang bocah laki-laki yang telanjang dan berlumuran darah, masih bernapas. Hansel menjadi anak seorang lord dan lady, memiliki orang tua dan hidup nyaman, sayangnya dia tidak bahagia karena tidak ada Gretel, dia akan menemukan Gretel dia berjanji akan menjadi anak yang baik. Ternyata ada sesuatu yang tidak diketahui Hansel tentang ayahnya, ternyata dia gemar berjudi dan sering kalah, orang asing yang menjadi lawannya itu berkata sang lord akan mendapat kembali uangnya jika dia mau mempertaruhkan apa pun yang berdiri di depan perapian perpustakaannya, dan yang berdiri pada saat itu adalah Hansel.

Hansel telah digadaikan pada iblis, dia menyuruh Hansel untuk pergi ke neraka tiga hari lagi kalau tidak sang iblis akan membanjiri seluruh desa dengan api dan semua orang akan mati. Hansel terpaksa mematuhinya. lalu ada seorang laki-laki tua yang berkata Hansel bisa keluar dari neraka kalau dia memiliki tiga helai rambut emas Iblis.

Hansel, Gretel, dan Kerajaan yang Hancur
Hansel, Gretel, dan Sang Naga
Hansel, Grretel, dan Orang Tua Mereka

Mana cuplikan ketiga bab terakhirnya??? hehehe sebenarnya saya sudah sedikit capek menceritakannya panjang kali lebar kali tinggi review ini, selain itu ketiga cerita terakhir itu adalah pamungkas dari buku ini jadi sebaiknya dibaca sendiri. Oke, saya kasih bocoran sedikit, Johannes berhasil menemukan Hansel dan meminta mereka kembali kepada orang tuanya, dia juga mengatakan kalau kerajaan mereka kacau, ibu mereka diculik naga. Hansel pun mencari Gretel dan berusaha menyelamatkan kerajaan dan juga orang tuanya.
Tamat.
Kau, tahu, untuk menemukan hikmah tebijak seseorang harus melalui masa-masa tergelap. Dan untuk melalui masa-masa tergelap itu tak disertai pemandu. Ya, tak ada pemandu, kecuali keberanian.
Suka sekali, aroma dark-nya terasa, kebetulan saya lagi menggandrungi cerita berbau dark jadi kalau disajikan cerita berdarah-darah seperti ini antusias sekali. Covernya dark, mendukung isi cerita, sedikit berbeda dari cover aslinya, walaupun sama-sama sangat bagus. Cara Gidwitz menjadi narator pun sangat unik, membuat serita sedikit panjang dan tidak tamat-tamat tapi malah membuat penasaran dan lebih bayak darah di endingnya. Dari segi ceritanya sendiri walaupun kelam sebenarnya mengandung makna bahwa orang tua itu sangat diharapkan oleh anaknya, terlebih kasih sayang. Selain itu ikatan darah memang kuat, lihat bagaimana Hansel dan Gretel melalui petualangan mereka bersama-sama, mencari orang tua yang mereka harapkan dan menyayangi mereka, saling menjaga, percaya, dan mencintai. Ahhhh, saya jadi penasaran dengan cerita Hansel dan Gretel yang ditulis oleh Grimm bersaudara, berharap akan banyak darah lagi :).

A_tale_dark_and_grimmHansel_dan_gretel

Kesetiaan itu penting. Memahami itu penting. Tapi, tak ada yang lebih berharga selain anak. Tak ada.

4 sayap untuk Hansel dan Gretel.

Sabtu, 28 Juli 2012

The Invention of Hugo Cabret


Hugo

Penulis: Brian Selznick
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Cover: Brian Selznick
Ilustrasi isi: Brian Selznick
Penerbit: Mizan Fantasy
ISBN: 978-979-433-681-6
Cetakan I, Januari 2012
535 halaman

Sinopsis:
Kehadirannya bagaikan hantu. Hugo menyelinap dari satu bilik ke bilik lain, menyusuri lorong tak terlihat, dan mengendap-ngendap di bawah temaram lampu stasiun kota. tak seorang pun tahu, Hugo menyembunyikan sebuah rahasia besar warisan mendiang ayahnya, satu-satunya pengikat dirinya dengan masa lalu sekaligus masa depan. Namun, semua berubah ketika dia berjumpa seorang pria tua berwajah muram yang selalu berusaha menguak rahasia besar Hugo. Apa hubungannya antara pria tua itu dengan rahasia Hugo?
The Invention of Hugo Cabret, sebuah sajian unik yang bukan hanya memukau pembaca lewat jalinan kisah mengagumkan, tetapi juga menghibur lewat goresan ilustrasi yang matang dan kaya makna. Bertutur tentang rahasia yang hilang dan kekuatan mimpi, karya spektakuler ini layak disimak.

Penghargaan:
Quill Award
Finalis National Book Award
Finalis 2007 Borders Original Voices
Los Angels Times Favorite Children's Book of 2007
Publishers Weekly Best Book of 2007
Caldecott Medal 2008
New York Times Best Illustrated Book of 2011
An American Library Association Notable Children's Book
An American Library Association Best Book for Young Adults

My Review:
Buku ini Amazing!!! Baru pertama kali ini saya membaca buku dengan dua intepretasi sekaligus, ilustrasi gambar hitam putih dan tulisan. Buku ini tebal tapi dijamin sehari saja sudah selesai membacanya karena itu tadi, ilustrasinya lebih dominan dan tulisannya singkat, walau ada beberapa yang panjang. Kalu bisa, sebenarnya pengen juga membuat review ini dengan tulisan dan gambar, tapi saya payah sekali soal menggambar, biarlah dengan kata-kata saja :)

Bersetting tahun 1931 di kota Paris, Hugo Cabret seorang anak yatim piatu yang pandai memperbaiki jam tinggal di sebuah lorong stasiun, di balik jam-jam. Buku catatannya, buku yang sangat penting darinya diambil oleh kakek pemilik kios mainan yang mengira Hugo seorang pencuri dan mencuri buku itu dari seseorang. Hugo selalu membuntuti agar buku catatan tersebut kembali ke tangannya. Dia meminta seorang gadis yang pernah ditemuinya di stasiun, cucu dari kakek yang dia sebut Papa George itu tapi dia menolaknya bahkan malah menuduh Hugo lah yang seorang pencuri. Buku catatan itu adalah peninggalan almarhum ayahnya yang meninggal akibat kebakaran di museum, buku catatan itu berisi gambar-gambar tentang automaton.

Automaton adalah patung putar, seperti kotak musik atau mainan, hanya saja lebih rumit. Automaton itu bisa menulis karena dia berwujud manusia yang sedang memegang pena dan duduk di meja, benda itu bekerja bila ada kunci yang memutarnya, letakkan selembar kertas di meja, dan diyakini ada pesan yng ingin ditunjukkan oleh automaton itu. Benda itu rusak sehingga ayah Hugo membawa pulang dan mencoba memperbaikinya karena dia pembuat jam (horologis) dan pasti mesin automaton tidak jauh berbeda dengan mesin jam, sayangnya sebelum selesai ayahnya meninggal karena kebakaran. Hugo menemukan automaton tersebut dan berusaha melanjutkan usaha ayahnya dengan membaca gambar yang dibuat di buku catatannya, berharap ada pesan dari ayahnya, dia mewarisi keahlian ayahnya sebagai pembuat dan memperbaiki jam, dia berusaha menguak apa yang akan ditulis mesin itu. Bersama Isabelle, anak angkat Papa George, mereka berdua berusaha mencari tahu apa yang dirahasiakan oleh mesin automaton itu.
Kamu tahu, tidak pernah ada bagian yangberlebih dalam sebuah mesin. Jumlah dan jenis setiap bagiannya tepat seperti yang mereka butuhkan. Jadi kupikir, jika seluruh dunia ini adalah sebuah mesin yang besar, aku pasti berada di sini untuk tujuan tertentu. Dan itu berarti, kamu di sini juga untuk tujuan tertentu.

Hugo1Hugo2Hugo3Hugo4Hugo5Hugo6

Waktu tidak akan berhenti. Bahkan tidak meskipun kita sangat menginginkannya.
Bagian menguak automaton itu seru sekali, saya membayangkan visualnya pasti keren sekali. Filmnya tentu saja sudah ada, diadaptasi oleh sutradara Martin Scorsese dan diberi judul Hugo, bahkan sukses meraih 11 nominasi Oscar 2012, paling banyak dan berhasil memboyong 5 kategori untuk Best Sound Mixing, Best Sound Editing, Best Art Directions, Best Visual Effects, dan Best Cinematography. Karakter tokoh-tokohnya pun tidak berlebihan, Hugo tidak besar kepala karena menjadi pemeran utama kalau dia harus mempunyai sifat sempurna, tidak. Dia dibesarkan hanya dengan seorang ayah kemudian setelah ayahnya meninggal dia terpaksa hidup dengan pamannya yang pecandu alkohol yang tinggal di stasiun dan bertugas merawat jam-jam. Selain itu, paman Claude juga mengajarinya mencuri, dan setelah pamannya menghilang, keahlian barunya itu digunakan untuk bertahan hidup, mencari makan. Isabelle juga hanya anak angkat, membuat mereka sama-sama kuat dalam menjalani hidup dan melakukan petualangan. Dengan banyaknya ilustrasi membuat alur buku ini cepat, konfliknya tidak banyak, tapi buku ini penuh misteri, penuh sulap dan penuh tentang film. Buku ini bisa dibilang mempunyai dua genre, children book dan biografi Georges Melies.

Hugo_posterHugomovieHugomovie2






Telah lama aku ingin menulis kisah tentang Georges Melies, tetapi cerita ini baru terbentuk setelah aku membaca buku berjudul Edisin's Eve: A Magical History of The Quest for Machanical Life (Kisah Hawa Edison: Sejarah Menakjubkan tentang Pencarian Kehidupan Mekanis) karya Gaby Wood. Buku tersebut membahas koleksi automata karya Melies, yang disumbangkan kepada sebuah museum, yang di sana koleksi itu ditelantarkan di loteng yang lembab dan akhirnya dibuang. Aku membayangkan bahwa seorang bocah menemukan mesin-mesin itu di tempat sampah, dan pada saat itu, Hugo dan kisah ini lahir.
Georges Melies (1861-1938), salah satu sineas perfilman pertama di dunia,sewaktu ayahnya masih hidup, dia sering sekali mengajak Hugo nonton film, salah satunya film kesukaan ayahnya adalah A Trip To The Moon (1902), film saint-fiksi pertama di dunia dengan gambar roket yang menabrak bulan yang berwajah sehingga hanya mempunyai satu mata. Diawali dengan petualangan dan diakhiri dengan sejarah awal mula film ada.
Pembuat film George Melies memulai kariernya sebagai pesulap dan ia memiliki teater di Paris. Pekerjaannya sebagai pesulap membantunya memahami kemampuan media baru ini. Ia adalah salah satu orang pertama yang menunjukkan bahwa film tidak harus mencerminkan kehidupan nyata. Ia segera menyadari bahwa film memiliki kekuatan untuk mewujudkan mimpi. Melies mendapat banyak pengakuan karena menyempurnakan tipuan pengganti, atau efek khusus, yang memungkinkan benda-benada muncul dan menghilang di layar secara tiba-tiba, seolah-olah disulap. Hal ii mengubah tampilan film untuk seterusnya.

Triptothemoon

Perjalanan ke Bulan, film Melies yang paling terkenal, mengisahkan sekawanan petualangan yang pergi ke bulan, berperang melawan penghuni bulan, dan kembali membawa tawanan, lalu mendapat banyak pujian. Jika suatu hari kelak manusia benar-benar dapat terbang ke bulan, kita harus berterima kasih kepada Georges Melies dan film-filmnya karena membantu kita memahami bahwa jika kita memimpikan hal-hal besar, segalanya dapat tercapai. Sayangnya Georges Melies meninggal tidak lama setelah Perang Besar, dan banyak, kalau tidak semua, film buatannya hilang.
Cukup membingungkan kenapa ada dua unsur penting di dalam satu buku yaitu tentang petualangan bocah berusia 12 tahun dan sejarah film? Tidak perlu takut karena semua yang dilakukan Hugo bersama Isabelle di awal ada benang merahnya di akhir cerita. Mungkin buku ini dibuat Brian Selznick akan kerinduannya tentang awal dunia film terbentuk dan dengan bakatnya sebagai ilustrator dan desainer dia ingin menggabungkan keduanya.

4 sayap untul ilustrasinya yang keren banget.

NB: kunjungi
<a href="http://www.theinventionofhugocabret.com/index.htm,
http://www.theinventionofhugocabret.com/index.htm, </p>
http://www.theinventionofhugocabret.com/slideshow_flash.htm
http://www.theinventionofhugocabret.com/brian_speech_video.htm
dan temukan kejutannya.

Hex Hall


Hex_hall


Penulis: Rachel Hawkins
Penerjemah: Dina Begum
Cover: Jennifer Jackman
Penerbit: Ufuk Publishing House
ISBN: 978-602-9346-10-7
Cetakan pertama, Oktober 2011
420 halaman

Sinopsis:

Saat ulang tahunnya yang kedua belas, Sophie Mercer mendapati kalau dirinya ternyata seorang penyihir. Tiga tahun kemudian, akibat mantranya mengacaukan pesta dansa di sekolah, dia diasingkan ke Hex Hall, sekolah bagi anak-anak bandel Prodigium -penyhiir, peri, vampir, warlock, dan shapeshifter.

Pada akhir hari pertama berada di antara sesama remaja aneh di Hex Hall, Sophie mendapati hal yang mengesankan: naksir kepada cowok warlock ganteng, bermusuhan dengan tiga cewek yang berwajah bagaikan supermodel, terus dibuntuti hantu menyeramkan, dan tinggal sekamar dengan orang yang paling dibenci dan satu-satunya vampir di sekolah. Lebih buruk lagi, Sophie segera mengetahui kalau ada makhluk misterius yang menyerang murid-murid, dan satu-satunya teman yang dimilikinya merupakan tersangka nomor satu.

Sementara serangkaian misteri yang mengerikan mulai terungkap, Sophie bersiap-siap menghadapi ancaman yang paling besar: kelompok rahasia kuno yang bertekad untuk menghancurkan semua Prodigium, khususnya dirinya.

My Review:

Penyihir amatiran, itulah Sophie Mercer, demi menolong temannya yang menangis karena ingin berkencan dengan cowok populer di sekolah, Sophie pun melancarkan mantra cinta yang kacau balau, sialnya dia malah dikucilkan dan dikeluarkan dari sekolah. Ibunya pun mengambil langkah hebat karena Sophie bukan pertama kali ini mencelakakan orang lain karena kekuatannya, menyekolahkan Sophie di tempat yang tepat, sekolah yang jauh dari peradaban manusia, sekolah penyihir, Hecate Hall, Lembaga permasyarakatan untuk remaja Prodigium, remaja yang lain daripada yang lain.
Tujuan dari Hecate Hall adalah melindungi dan mengajar shapeshifter -makhluk yang dapat berubah wujud, penyihir, dan anak-anak peri yang telah menimbulkan risiko memaparkan kemampuan mereka, dan membahayakan masyarakat Prodigium secara keseluruhan.
Kebalikan dari Ibunya yang senang Sophie berada di tempat yang aman, dia merasa seperti dipenjara. Apalagi ayahnya sendiri yang seorang Warlock (penyihir laki-laki) juga seorang Dewan (sekelompok orang tua yang membuat semua peraturan Prodigium) yang menghukum atas kelalaiannya menggunakan kekuatan dan mengirimnya ke Hecate Hall sampai dia berusia delapan belas tahun.

Hari pertama bersekolah pun sangat menyebalkan bagi Sophie, dia hampir saja diterkam werewolf dan dihina sebagai penyihir menyedihkan, Archer, cowok yang katanya tidak keren-keren amat dan gosipnya dia melakukan Pemunahan (ritual besar melenyapkan kekuatan sihir). Sekamar dengan Jeniffer-Jenna-Talbot, seorang vampire yang dituduh membunuh teman sekamarnya sendiri, bertemu dengan trio gadis yang menyebut diri mereka sendiri Penyihir Hitam; Anna, Chaston, dan Elodie dan mengajak Sophie untuk bergabung dengan mereka. Dalam satu hari, Sophie berteman dengan orang buangan di sekolah, membuat jengkel gadis-gadis ngetop di Hecate, naksir cowok paling ganteng.

Konflik terbesar yang dihadapi Sophie adalah dia tidak tahu apa-apa tentang sihir walau dia memiliki kekuatannya, menghadapai ancaman dari L'Occhio di Dio-Mata Tuhan, sekelompok pembunuh elit yang hanya bertujuan menghancurkan seluruh Prodigium. Hampir dibunuh oleh orang yang dianggap dicintainya, dan apa yang dilakukan oleh Penyihir Hitam? Semua petualangan seru itu didapatkan Sophie berminggu-minggu kemudian, sejak menginjakkan kaki pertama kali di Hecate Hall atau lebih kerennya Hex Hall.

Pertama kali membaca agak mirip dengan Harry Potter dan Vampire Academy. Dunia sihir memang selalu menarik dan menggiurkan untuk dinikmati, apalagi tidak hanya tentang sihir saja yang dibahas, banyak makhluk mortal di dalamnya, begitulah seri Hex Hall ini. Seperti kebanyakan buku berseri, buku pertama lebih menonjolkan pengenalan tokoh dan setting, begitu pula dengan Hex Hall. Tidak banyak yang disorot, hanya beberapa orang yang memang berhubungan dengan konflik yang terjadi saja. Banyak pertanyaan tentang buku ini, Sophie yang belum benar-benar menguasai sihir, Justin, werewolf yang menyerang Sophir di hari pertamanya sekolah tidak banyak di bahas, padahal saya kira dia tokoh cowok utamanya, banyak makhluk Prodigium yang belum digambarkan dengan jelas, hanya beberapa kali disinggung, identitas ayah Sophie sendiri yang sangat samar tapi sepertinya memiliki peran penting, bahkan Sophie sendiri belum pernah bertemu ayahnya dan seperti apa dia, Acher yang juga menyimpan banyak rahasia akan identitasnya dan tiba-tiba menghilang, kelompok L'Occhio di Dio yang sepertinya pemeran antagonis di buku ini juga sedikit disinggung. Banyak yang belum terungkap, mari baca buku lanjutannya, Demonglass!

Suka covernya! Awalnya saya kira ini buku dongeng cinta-cintaan kayak Cinderella, taunya.... Covernya kayak menggambarkan dua dunia yang berbeda yang dialami si gadis, dua kebribadian. Mungkin pas, karena awalnya Sophie hidup bersama dengan manusia dan menyembunyikan identitasnya sebagai penyihir. Minim typo dan nggak ada masalah sama terjemahannya, cuman agak asing dengan kata Pemunahan dan Mata Tuhan, hehe. Ceritanya asik kok, Sophie yang sinis kadang bikin meringis, Archer yang manis tapi misterius, sangat menantikan bagaimana kisah mereka berdua, semoga saja lebih banyak rahasia-rahasia yang terbongkar, banyak konflik, banyak adegan mereka berdua #eaaa

3 sayap untuk Prodigium.


Jumat, 27 Juli 2012

Sempurna


Buku ketiga Nonier yang saya baca setelah Smash! dan Dia. Lumayan paham gaya penulisannya dia sih, biasanya si tokoh cewek tersakiti sama si tokoh cowok lalu ada cowok yang dekat hubungannya dengan si cowoknya itu menghiburnya. Namun di buku ini agak berbeda, konfliknya bukan berasal dari si tokoh utama tapi dari peran pembantunya. Dari konflik tersebut bertemulah dua tokoh utamanya, bingung ya? hehehe, langsung keceritanya saja kalau begitu.

Awang dimintai tolong oleh Uti-nya untuk mencari Watik, seorang gadis desa yang mau dinikahi oleh Nandar, suami dari saudara jauhnya Awang. Sebenarnya Awang ogah repot mengurusi masalah orang lain, karena yang menyuruh Uti mau nggak mau dia harus menjalankannya. Uti meminta agar Watik tidak mengganggu rumah tangga orang lain, semua keluarga nggak setuju kalau Nandar menikah lagi. Selain masalah itu, Uti juga berniat menjodohkan Awang dengan seseorang gadis bernama Hanum, yang ternyata teman sekolahnya dulu. Awang paling males kalo membahas masalah ini, dia belum bisa melupakan dan masih sakit hati ditinggal nikah sama mantan pacarnya, Nanda.

Kejora galau akan hubungannya dengan Dimas, dianggap pacar bukan, teman biasa juga bukan, tanpa status. Sahabatnya, Jena menyarankan untuk mencari orang lain, tapi yasudahlah. Diantara pikirannya yang kalut itu, ternyata ada yang lebih kalut lagi yaitu Watik, pembantunya. Dia mau dinikahin sama tuan takur eh orang kaya di desanya, orangtuanya berhutang sama orang itu dan ingin membayarnya dengan menikahkan Watik. Belum selesai cerita ada orang ganteng yang mencari Watik dan mengaku cowoknya! Kontan Kejora ngeles kalau Watik nggak ada dan berusaha menjauhkan Watik dari orang itu. Kejora nggak nyangka ternyata orang yang mau dinikahkan sama Watik cakep banget, sangkanya.

Males ribet dan ingin masalah cepat selesai, Awang mengaku sebagai cowoknya Watik, tidak disangka malah memperumit keadaan, Kejora selalu menghindar dan menyembunyikan Watik. Si Awang jadi nguber-nguber Kejora. Tanpa disadari mereka, pertemuan yang awalnya kesalah pahaman itu nantinya akan membuat mereka menjadi dekat. Masalah nggak sampai disitu aja, setelah Awang menjelaskan ke orangtua Kejora kalau dia datang ingin menyelesaikan masalah Watik, yang punya masalah malah menghilang bersama pacarnya. Mereka berdua mencari dan setelah ketemu Watik ternyata menghilang lagi dan nggak tau ada di mana. Watik si biang kerok nih, masalah menjadi semakin rumit. karena merasa mempunyai hutang pribadi sama Watik, kejora ingin membantu masalah Watik sampai selesai dan yang hanya bisa membantunya adalah Awang, karena dia tahu desa Watik tinggal. Di mulailah perjalanan mereka, menemui masa lalu Awang dan muncullah percikan cinta diantara mereka #jiah.
"Aku tidak mau, tapi kau tidak juga mau pergi dari kepalaku. aku sudah meyakinkan diriku sendiri kalau kau hanyalah intermezzo. Pelarian. Tak ku sangka hatiku juga kau bawa lari."
Sebenernya ceritanya cukup unik, jarang penulis menghadirkan konflik orang lain dalam ceritanya. Seperti yang saya katakan di awal, konflik orang lain ini mendekatkan kedua tokoh utamanya, menciptakan chemistry keduanya. Selain itu penulis tidak melupakan konflik tokoh utamanya sendiri, dari pencarian Watik kita akan tahu kalau ada orang yang dulu pernah dicintai Awang dan perempuan itu ingin kembali ke pelukan Awang, itu membuat Kejora sedikit cemburu dan tidak berharap padanya sehingga dia lebih memilih fokus ke Dimas, yang akhirnya berani meminta ketegasan status hubungan mereka dengan sedikit memanasi dengan adanya Awang. Walau banyak konflik ceritanya mengalir lancar kok, kita nggak akan bingung. Suka sama karakter Awang walaupun kadang dia nyebelin, tegaan sama Kejora, tidak pedulian, semaunya sendiri. Awalnya sih Kejora bukan tipenya tapi kok gadis itu nggak bisa lepas dari pikirannya? Suka tiap kali dia bilang Nosey, yang malah disebelin sama Kejora, hehe.
"Ada batasan antara orang yang suka menolong dengan orang yang suka turut campur urusan orang. kamu itu keduanya. Nosey," potong Awang.
Dari awal cerita bermula dari kesalah pahaman sampai akhir pun juga begitu. Penulis menganut open ending, kedua novel sebelumnya pun juga begitu, jadi pembaca bisa memilih sendiri endingnya seperti apa.

3 sayap untuk Nosey.


Sempurna: Sebab Mencintaimu Tak Membutuhkan Alasan
Penulis: Nonier
Editor: eNHa
Cover: Jeffri Fernando
Penerbit: Gagasmedia
ISBN: 979-780-561-1
Cetakan pertama, 2012
325 halaman

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...