Selasa, 31 Mei 2011

-Wuthering Heights-



Penulis: Emily Bronte
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, April 2011
ISBN: 978-979-22-6278-9
488 halaman

Sebenernya genre klasik bukan menu favorit saya, gak tau juga sih alasannya. Klasik, gak asik ah, hehehe. Tapi karena buku ini menjadi baca bareng sama teman-teman mau gak mau saya harus ngikut. Saya bacanya pun di akhir-akhir bulan, alias tidak terlalu antusias. Yang membuat saya sangat penasaran itu, ini buku sering menjadi acuan buku lain, maksudnya waktu saya baca Eclipse, Éclair, Mc Gregors (seri keberapa lupa) juga menyinggung sedikit tentang Wuthering Heights, kenapa buku ini sangat melegenda????
Sebenernya simple, kalau saja Mr. Earnshaw tua tidak memungut seorang gipsi kecil di pinggir jalan, maka kemelut keluarga yang sangat ruwet di buku ini tidak akan terjadi.

Awal baca bingung sama si pencerita. Diawali dengan kunjungan Mr. Lockwood ke Wuthering Heights sehubungan dengan Thrushcross Grage, rumah yang akan disewanya. Dia sangat penasaran akan penghuni rumah yang kelihatan suram dan kelam itu, mereka sama sekali tidak ramah, dia pun mengorek masa lalu mereka melalui Mrs. Dean,pelayan yang sudah 20 tahun melayani keluarga tersebut. Si pencerita pun beralih ke Mrs. Dean, kembali ke masa lalu.

Mr. Earnshaw, ayah Hindley dan Cathy pulang dari Liverpool membawa seorang bocah gipsi yang kotor, compang-camping dan diberi nama Heathcliff. Hindley sangat membenci Heathcliff karena merasa dia telah merebut kasih sayang orang tuanya, sedangkan Catherine, dia awalnya juga membenci tapi lama kelamaan menjadi akrab karena merasa cocok, mereka hiperaktif dan nakal. Kebahagian Heathcliff tidak bertahan lama, setelah Earnshaw tua meninggal, Hidley pun menjadi ahli waris dan menjadikan Heathcliff sebagai pelayan dan penjaga kuda dirumahnya sendiri, Catherine tetap berteman dengannya, semakin akrab, saling menyayangi. Sampai suatu ketika karena kenakalan mereka Catherine cedera di rumah keluarga Linton dan dia harus menginap disana selama lima minggu. Heathciff merasa marah dan merasa Catherine telah melupakannya, menganggap kalau sekarang dia lebih memilih Edgar Linton. Catherine pun punya rencana sendiri, dia akan menikah dengan Edgar karena keluarganya kaya raya sehingga nanti dia bisa membantu Heathcliff berubah menjadi terpandang juga, tapi Heathciff malah menganggap kalau Catherine menghinanya, tidak mencintainya, dia pun kabur dari rumah dan berjanji akan menjadi lebih kaya.

2 tahun berlalu dan Heathciff pun kembali dengan penampilan yang sangat berbeda, lebih santun, kaya raya dan terlihat terpelajar, Catherine juga sudah menikah dengan Edgar. Sebenernya Edgar tidak suka dengan kehadiran Heathciff tetapi karena istrinya sangat bahagia melihat teman kecilnya kembali dia pun memperbolehkan orang yang dibencinya itu menjadi tamu tetap di Thrushcross Grage. Kalau Heathcliff menjadi kaya raya, lain lagi dengan Hindley, sejak istrinya meninggal hidupnya hancur, anaknya, Hereton sama sekali terlupakan, bodoh, menjadi pelayan di rumahnya sendiri. Dia kecanduan judi dan terpaksa berhutang kepada Heathcliff. Dengan otaknya yang licik, Heathcliff mulai melancarkan balas dendam, dia menjadi pemilik Wuthering Heights setelan Hindley meninggak karena overdosis alcohol, menjadikan Hareton yang seharusnya menjadi ahli waris sebagai budak di rumahnya sendiri, dia kawin lari dengan Isabella Linton yang tergila-gila padanya walaupun sudah diperingatkan kakaknya dan Catherine kalau Heathcliff bukanlah pria yang seperti dibayangkannya, dia kejam, licik, kasar. Edgar Linton pun mengganggap Isabella bukan adiknya lagi dan melarang mereka menginjak Thrushcross Grage. Setelah menikah, Isabella menyadari bila ucapan kakanya ternyata benar, dia diperlakukan dengan kasar oleh penghuni Wuthering Heights, disuruh melayani dirinya sendiri. Dia pun berhasil melarikan diri dan melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Linton, ingin membuang kenangan Heathcliff dari kehidupannya. Catherine meninggal sewaktu melahirkan anaknya, Edgar sangat terpukul karena dia sangat mencintai istrinya, awalnya dia mengabaikan buah hatinya tapi sadar kalau dialah satu-satunya yang peninggalan istrinya, dia menamai anaknya itu seperti nama Ibunya dan dipanggil Cathy.

Isabella meninggal karena sakit dan meminta Linton agar diasuh oleh kakaknya. Edgar pun menjemput Linton dan Cathy sangat antusias karena dia akan mempunyai teman baru. Tapi kematian Isabella juga di dengar oleh Heathcliff, dia menuntut haknya atas perwalian Linton. Wuthering Heights sangat terlarang untuk Cathy, ayahnya dan Mrs. Dean selalu menyembunyikan keberadaanya, tapi Heathcliff punya cara lain untuk menarik Cathy agar pergi ke Wuthering Heights, dengan mengiming-iming kalau sepupunya yang sewaktu kecil ingin ditemuinya ada di rumah itu. Rencana Heathcliff adalah membuat dua sepupu itu jatuh cinta dan menguasai kekayaan dua keluarga itu.

Perasaan sewaktu membaca ini adalah kasihan dan jengkel. Bagaimana tidak? Sepanjang cerita isinya hanya dendam, dendam, dendam. Oh kisah cinta tentu ada walaupun juga diceritakan sangat tragis. Cinta Heathcliff kepada Catherine, sebenernya mereka saling mencintai tapi karena Heatchliff yang tidak mau bersabar dan merasa terhina karena miskin, ingin melancarkan balas dendam kepada Edgar yang sangat mencintai Catherine. Catherine kalau menurutku sangat egois, kalau sejak awal dia sudah mencintai Heathcliff seharusnya dia mengatakannya bukan malah menikahi orang lain demi meningkatkan derajadnya yang nantinya bisa merubah Heathcliff. Kalimat yang menurutku menunjukkan keegoisan Catherine ada di hal. 120, “Cintaku kepada Linton seperti dedaunan di hutan: waktu akan mengubahnya, aku sadar sekali itu, sebagaimana musim dingin mengubah pepohonan. Cintaku kepada Heathcliff menyerupai karang-karang abadi di bawah – sumber dari sedikit saja kesenangan yang terlihat, tetapi perlu….” Tokoh favoritku adalah Hareton, orang yang paling sial kalau menurut ku, sebenarnya Hidley juga sangat menyayanginya tapi caranya salah, dia tidak dididik dengan baik, tidak ada pelayan perempuan seperti Mrs. Dean yang mengajarinya, dia menjadi bodoh dan sangat penurut kepada Heathcliff tapi aku mulai sangat menyukainya pada saat cerita akan berakhir, bagaimana dia mulai membuka hatinya untuk Cathy dan dia adalah orang yang paling berduka ketika kematian Heathcliff, tokoh paling saya sebali adalah Joseph, dia itu pelayan tapi omongannya kepada orang lain, terlebih lagi majikannya sangat tidak mencerminkan kesopanan, kata-katanya begitu kasar. Cathy sangat tegar, bagaimana dia menerima perlakuan Heathcliff sewaktu berusaha menemui ayahnya yang sedang sekarat, dia tidak pantang menyerah. Linton, dia sangat lemah dan sangat pengecut. Dan yang terakhir adalah Heathcliff, walaupun dia sangat kejam, tapi aku merasa kasihan padanya, ya kasihan, dia memang berhasil membalas dendam kepada keluarga Linton dan Earnshaw tapi lalu apa yang dia dapat setelahnya??? Tetap kesepian.
Adegan paling favorit adalah ketika Cathy mulai mendekati Hareton, dia cerdik, mengupayakan segala cara agar Hareton mau untuk memafkannya karena dia sering menyebut Hareton bodoh, memandanganya, untuk memberitahu kalau dia itu adalah sepupunya.

Kalimat yang paling kasar, kejam, kasihan, rasa cinta yang diutarakan Heathcliff adalah di hal. 415, “Akan kuceritakan kepadamu apa yang aku perbuat kemarin! Aku menyuruh penjaga kuburan yang sedang mengali kuburan Linton, untuk mengali timbunan tanah diatas peti mati Catherine, dan aku membukannya. Aku berpikir dulu aku pasti sudah tak mau berpindah dari situ: sewaktu aku melihat wajahnya lagi—masih tetap sama seperti dulu! – si penjaga kuburan harus bersusah payah menyuruhku pergi; tapi dia berkata mayatnya akan berubah kalau terkena udara, jadi aku memukul peti mati sampai terlepas, dan menutupinya: bukan sisi tempat makam Linton, persetan dia!  Andai saja dia dipatri dengan timah. Dan aku menyogok si penjaga kuburan untuk mengeluarkan mayatnya kalau aku sudah dikuburkan disana, dan mengeluarkan mayatku juga; akan kuatur demikian. Jadi, pada waktu Linton menemukan kami, dia takkan tahu yang mana aku, dan yang mana Catherine!” Singkat kata, dia dimakamkan ditengah-tengah makam Catherine dan Edgar.

Yang membuat cerita ini melegenda adalah banyak orang melihat hantu Heathcliff dan Catherine bergentayangan di dekat gereja, di padang rumput, dan tentu saja di Wuthering Heights. Mungkin mereka tidak berbahagia di dunia yang fana ini, tapi berbahagia di dunia entah apa itu, hehehe. Untuk pemula pembaca klasik, Wuthering Heights ternyata asik :D
4 sayap untuk kuda poni Cathy :D

Note: hati-hati ya kalau melewati Wuthering Heights, cocok untuk uji nyali rumah itu ;p

Bacaan Bulan Mei 2011

Sebenernya pengen nulis reviewnya semua tapi apa daya sangat sok sibuk, hehehe. Kalo di Goodreads minimal aku kasih inti ceritanya sama kesan membaca buku-buku di bawah ini kok, jadi cekidot kesana aja ya :D
1. Silver Stone by Ardina Hasanbasri
2. Pillow Talk by Cristian Simamora [baca ulang]
3. Tiger Prince by Sandra Brown [baca ulang]
4. Our Story by Orizuka
5. The Journeys by Adhitya Mulya dkk
6. Karena Kita Tidak Kenal by Farida Susanty
7. Warna Langit by Kim Dong Hwa
8. Blind Date by aliaZalea
9. Permainan Kotor by Sandra Brown
10. Pesona Sang Bajak Laut by Johanna Lindsey
11. Éclair by Prisca Primasari
12. Paras Rana by Sandra Brown
13. Gadis Dengan Kaki Dari Kaca by Ali Shaw
14. A Lady Pleasure by Renne Bernard
15. A Pirates Love by Johanna Lindsey
16. Minx by Julia Quinn
17. Janji Rembulan by Julia Quinn
18. Whitney Cintaku by Judith McNaught
19. Last Tango in Paris by Robert Alley
20. 22 Hari Bercerita #2 by Indonesia Bercerita
21. Memikat Kekasih by Eloisa James
22. Memikat Badai by Johanna Lindsey
23. Bersatunya Dua Dunia by Johanna Lindsey
24. 1 Perempuan 14 Laki-Laki
25. Remember When by Winna Efendi
26. Segala Kemungkinan by Nora Robert [baca ulang]
27. Pertaruhan Nasib by Nora Robert [baca ulang]
28. Wuthering Heights by Emily Brote

[Book Review] Wuthering Heights by Emily Bronte




Penulis: Emily Bronte
Penerbit: Gramedia
Cetakan: I, April 2011
ISBN: 978-979-22-6278-9
488 halaman

Sebenernya genre klasik bukan menu favorit saya, gak tau juga sih alasannya. Klasik, gak asik ah, hehehe. Tapi karena buku ini menjadi baca bareng sama teman-teman mau gak mau saya harus ngikut. Saya bacanya pun di akhir-akhir bulan, alias tidak terlalu antusias. Yang membuat saya sangat penasaran itu, ini buku sering menjadi acuan buku lain, maksudnya waktu saya baca Eclipse, Éclair, Mc Gregors (seri keberapa lupa) juga menyinggung sedikit tentang Wuthering Heights, kenapa buku ini sangat melegenda????

Sebenernya simple, kalau saja Mr. Earnshaw tua tidak memungut seorang gipsi kecil di pinggir jalan, maka kemelut keluarga yang sangat ruwet di buku ini tidak akan terjadi.

Awal baca bingung sama si pencerita. Diawali dengan kunjungan Mr. Lockwood ke Wuthering Heights sehubungan dengan Thrushcross Grage, rumah yang akan disewanya. Dia sangat penasaran akan penghuni rumah yang kelihatan suram dan kelam itu, mereka sama sekali tidak ramah, dia pun mengorek masa lalu mereka melalui Mrs. Dean,pelayan yang sudah 20 tahun melayani keluarga tersebut. Si pencerita pun beralih ke Mrs. Dean, kembali ke masa lalu.

Mr. Earnshaw, ayah Hindley dan Cathy pulang dari Liverpool membawa seorang bocah gipsi yang kotor, compang-camping dan diberi nama Heathcliff. Hindley sangat membenci Heathcliff karena merasa dia telah merebut kasih sayang orang tuanya, sedangkan Catherine, dia awalnya juga membenci tapi lama kelamaan menjadi akrab karena merasa cocok, mereka hiperaktif dan nakal. Kebahagian Heathcliff tidak bertahan lama, setelah Earnshaw tua meninggal, Hidley pun menjadi ahli waris dan menjadikan Heathcliff sebagai pelayan dan penjaga kuda dirumahnya sendiri, Catherine tetap berteman dengannya, semakin akrab, saling menyayangi. Sampai suatu ketika karena kenakalan mereka Catherine cedera di rumah keluarga Linton dan dia harus menginap disana selama lima minggu. Heathciff merasa marah dan merasa Catherine telah melupakannya, menganggap kalau sekarang dia lebih memilih Edgar Linton. Catherine pun punya rencana sendiri, dia akan menikah dengan Edgar karena keluarganya kaya raya sehingga nanti dia bisa membantu Heathcliff berubah menjadi terpandang juga, tapi Heathciff malah menganggap kalau Catherine menghinanya, tidak mencintainya, dia pun kabur dari rumah dan berjanji akan menjadi lebih kaya.

2 tahun berlalu dan Heathciff pun kembali dengan penampilan yang sangat berbeda, lebih santun, kaya raya dan terlihat terpelajar, Catherine juga sudah menikah dengan Edgar. Sebenernya Edgar tidak suka dengan kehadiran Heathciff tetapi karena istrinya sangat bahagia melihat teman kecilnya kembali dia pun memperbolehkan orang yang dibencinya itu menjadi tamu tetap di Thrushcross Grage. Kalau Heathcliff menjadi kaya raya, lain lagi dengan Hindley, sejak istrinya meninggal hidupnya hancur, anaknya, Hereton sama sekali terlupakan, bodoh, menjadi pelayan di rumahnya sendiri. Dia kecanduan judi dan terpaksa berhutang kepada Heathcliff. Dengan otaknya yang licik, Heathcliff mulai melancarkan balas dendam, dia menjadi pemilik Wuthering Heights setelan Hindley meninggak karena overdosis alcohol, menjadikan Hareton yang seharusnya menjadi ahli waris sebagai budak di rumahnya sendiri, dia kawin lari dengan Isabella Linton yang tergila-gila padanya walaupun sudah diperingatkan kakaknya dan Catherine kalau Heathcliff bukanlah pria yang seperti dibayangkannya, dia kejam, licik, kasar. Edgar Linton pun mengganggap Isabella bukan adiknya lagi dan melarang mereka menginjak Thrushcross Grage. Setelah menikah, Isabella menyadari bila ucapan kakanya ternyata benar, dia diperlakukan dengan kasar oleh penghuni Wuthering Heights, disuruh melayani dirinya sendiri. Dia pun berhasil melarikan diri dan melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Linton, ingin membuang kenangan Heathcliff dari kehidupannya. Catherine meninggal sewaktu melahirkan anaknya, Edgar sangat terpukul karena dia sangat mencintai istrinya, awalnya dia mengabaikan buah hatinya tapi sadar kalau dialah satu-satunya yang peninggalan istrinya, dia menamai anaknya itu seperti nama Ibunya dan dipanggil Cathy.

Isabella meninggal karena sakit dan meminta Linton agar diasuh oleh kakaknya. Edgar pun menjemput Linton dan Cathy sangat antusias karena dia akan mempunyai teman baru. Tapi kematian Isabella juga di dengar oleh Heathcliff, dia menuntut haknya atas perwalian Linton. Wuthering Heights sangat terlarang untuk Cathy, ayahnya dan Mrs. Dean selalu menyembunyikan keberadaanya, tapi Heathcliff punya cara lain untuk menarik Cathy agar pergi ke Wuthering Heights, dengan mengiming-iming kalau sepupunya yang sewaktu kecil ingin ditemuinya ada di rumah itu. Rencana Heathcliff adalah membuat dua sepupu itu jatuh cinta dan menguasai kekayaan dua keluarga itu.

Perasaan sewaktu membaca ini adalah kasihan dan jengkel. Bagaimana tidak? Sepanjang cerita isinya hanya dendam, dendam, dendam. Oh kisah cinta tentu ada walaupun juga diceritakan sangat tragis. Cinta Heathcliff kepada Catherine, sebenernya mereka saling mencintai tapi karena Heatchliff yang tidak mau bersabar dan merasa terhina karena miskin, ingin melancarkan balas dendam kepada Edgar yang sangat mencintai Catherine. Catherine kalau menurutku sangat egois, kalau sejak awal dia sudah mencintai Heathcliff seharusnya dia mengatakannya bukan malah menikahi orang lain demi meningkatkan derajadnya yang nantinya bisa merubah Heathcliff. Kalimat yang menurutku menunjukkan keegoisan Catherine ada di hal. 120, “Cintaku kepada Linton seperti dedaunan di hutan: waktu akan mengubahnya, aku sadar sekali itu, sebagaimana musim dingin mengubah pepohonan. Cintaku kepada Heathcliff menyerupai karang-karang abadi di bawah – sumber dari sedikit saja kesenangan yang terlihat, tetapi perlu….” Tokoh favoritku adalah Hareton, orang yang paling sial kalau menurut ku, sebenarnya Hidley juga sangat menyayanginya tapi caranya salah, dia tidak dididik dengan baik, tidak ada pelayan perempuan seperti Mrs. Dean yang mengajarinya, dia menjadi bodoh dan sangat penurut kepada Heathcliff tapi aku mulai sangat menyukainya pada saat cerita akan berakhir, bagaimana dia mulai membuka hatinya untuk Cathy dan dia adalah orang yang paling berduka ketika kematian Heathcliff, tokoh paling saya sebali adalah Joseph, dia itu pelayan tapi omongannya kepada orang lain, terlebih lagi majikannya sangat tidak mencerminkan kesopanan, kata-katanya begitu kasar. Cathy sangat tegar, bagaimana dia menerima perlakuan Heathcliff sewaktu berusaha menemui ayahnya yang sedang sekarat, dia tidak pantang menyerah. Linton, dia sangat lemah dan sangat pengecut. Dan yang terakhir adalah Heathcliff, walaupun dia sangat kejam, tapi aku merasa kasihan padanya, ya kasihan, dia memang berhasil membalas dendam kepada keluarga Linton dan Earnshaw tapi lalu apa yang dia dapat setelahnya??? Tetap kesepian.

Adegan paling favorit adalah ketika Cathy mulai mendekati Hareton, dia cerdik, mengupayakan segala cara agar Hareton mau untuk memafkannya karena dia sering menyebut Hareton bodoh, memandanganya, untuk memberitahu kalau dia itu adalah sepupunya.

Kalimat yang paling kasar, kejam, kasihan, rasa cinta yang diutarakan Heathcliff adalah di hal. 415, “Akan kuceritakan kepadamu apa yang aku perbuat kemarin! Aku menyuruh penjaga kuburan yang sedang mengali kuburan Linton, untuk mengali timbunan tanah diatas peti mati Catherine, dan aku membukannya. Aku berpikir dulu aku pasti sudah tak mau berpindah dari situ: sewaktu aku melihat wajahnya lagi—masih tetap sama seperti dulu! – si penjaga kuburan harus bersusah payah menyuruhku pergi; tapi dia berkata mayatnya akan berubah kalau terkena udara, jadi aku memukul peti mati sampai terlepas, dan menutupinya: bukan sisi tempat makam Linton, persetan dia!  Andai saja dia dipatri dengan timah. Dan aku menyogok si penjaga kuburan untuk mengeluarkan mayatnya kalau aku sudah dikuburkan disana, dan mengeluarkan mayatku juga; akan kuatur demikian. Jadi, pada waktu Linton menemukan kami, dia takkan tahu yang mana aku, dan yang mana Catherine!” Singkat kata, dia dimakamkan ditengah-tengah makam Catherine dan Edgar.

Yang membuat cerita ini melegenda adalah banyak orang melihat hantu Heathcliff dan Catherine bergentayangan di dekat gereja, di padang rumput, dan tentu saja di Wuthering Heights. Mungkin mereka tidak berbahagia di dunia yang fana ini, tapi berbahagia di dunia entah apa itu, hehehe. Untuk pemula pembaca klasik, Wuthering Heights ternyata asik :D
4 sayap untuk kuda poni Cathy :D

Note: hati-hati ya kalau melewati Wuthering Heights, cocok untuk uji nyali rumah itu ;p

Jumat, 27 Mei 2011

Remember When

10810798
Remember When: Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta
penulis: Winna Efendi
penerbit: Gagasmedia
judul asli: Kenangan Abu-Abu (2008)
cetakan: I, Maret 2011
ISBN: 9797804879 (ISBN13: 9789797804879)
karakter: Freya, Adrian, Moses, Gia, Erik
252 halaman
goodreads: http://bit.ly/iKGPQt

Tema ceritanya suka sama pacarnya sahabat.
Sempet was-was nih bakalan suka gak sama ceritannya, soalnya waktu penulis ngadain kuis (yang akhirnya ak gak menang, hehehe) sempat cari sedikit banyak tentang reviewnya, dalam bayangan aku sih soal selingkuh, menusuk dari belakang, yah begitulah.
Ceritanya mungkin udah gak asing lagi. cerita SMA, cinta pertama, persahabatan.
Adrian tahu kalau Moses diam-diam suka sama teman sebangkunya, Freya, sedangkan dia sedang mengincar gadis terpopuler di sekolah, Anggia atau Gia, sahabat Freya. Karena hafal sifat sahabatnya itu yang akan terus memendam perasaannya, Adrian pun membuat taruhan siapa yang gagal nembak maka dia harus lari mengelilingi lapangan sebanyak 10x sambil teriak "Giaaa i loveee you" ataupun sebaliknya. 2 tahun berlalu, mereka berpacaran dengan incaran masing-masing. Adrian yang jago basket, anak paling populer disekolah berpacaran dengan Gia, cewek yang juga populer di sekolah, pintar melukis, sekretaris OSIS, pasangan perfect deh. Sedangkang Moses juga berpacaran dengan cewek paling pintar di sekolah, Freya. Lambat laun Freya merasa jenuh, bosan dengan hubungannya dengan Moses yang monoton,kesibukan Moses yang menjadi ketua OSIS, kalau pacaran selalu dibarengi dengan buku, dan pelajaran. Dia merasa iri dengan Gia yang bisa bebas bersenang-senang dengan Adrian. Waktu Adrian menjemput Freya untuk ketemuan dengan yang lain, dia menemukan kecocokan dengan cewek pendiam dan antisosial itu, suka Green Day dan komik silat kacangan. Perasaan mereka mulai beda, tapi takut untuk mengakuinya. Gia mulai merasakan perubahan sikap Adrian semenjak ibunya meninggal, dia tidak pernah konsen diajak bicara. Adrian mulai sadar kalau dia sebenernya mencintai Freya, terlebih lagi waktu ibunya meninggal hanya dia yang benar-benar mengerti perasaannya, Gia lebih menjadi sosok ibunya, malah semakin menginggatkannya kalau ibunya sudah tidak ada, merasa kasihan, bukan itu yang dibutuhkan Adrian dan Moses hanya menepuk bahunya mengisaratkan turut berduaka, seperti kebanyakan orang, bukan sebagai sahabat. Hanya Freya, karena dia juga pernah kehilangan ibunya. Karena tidak ingin melukai satu sama lain, Adrian memutuskan Gia, dan Gia bisa menebak alasannya karena Freya. Freya tidak ingin merusak persahabatan mereka, dia mengalah.
Tokoh favorit siapa? Awalnya aku benci sama Freya, dia itu kayak gak ikhlas pacaran sama Moses, kayak kepaksa tapi waktu dia mengalah akan perasaan sebenernya aku mulai menyukainya. Kalo Adrian aku suka kejujurannya untuk mengakui kalau dia sebenernya suka sama Freya dihadapan sahabatnya. Gia, aku benci, dia egois sekali kalau soal Adrian. sedangkan Moses? Kemana aja selama ini? kenapa baru tahu kalau sahabatnya suka sama pacarnya, si Erik, sahabatnya Freya aja tahu perasaan mereka. Oh ya, kalau ngomong soal Erik, dia cukup menghibur, dia orang luar yang sangat tahu hubungan keempat sahabat itu, sangat tahu perasaan Freya. kayak di hal. 111 waktu bingung beli popcorn rasa asin atau karamel, waktu Erik ditannya dia menjawab, "Alergi jagung."
Adengan paling favorit, waktu Moses pertama kali nyium Freya, dalam hati berontak, dia bilang bukan dia.
Aku juga suka kata-kata Adrian kepada Freya, romantis banget, di hal. 157,
Gue sayang lo, Freya. Mungkin klise, tapi gue nggak main-main
 sama di hal. 168, waktu Freya bilang kalau perasaan cinta Adrian itu salah dan dia menjawab,
 Mungkin. Tapi sekarang gue yakin, kalau gue emang sayang ama lo. Cuma itu yang penting.
Jujur, sebenernya aku gak terlalu suka karya Winna Efendi, di novel pertamanya AI aku memberi rating satu sayap, Refrain dua sayap dan Unbelivable tiga sayap, perasaan gak suka sama tulisannya juga tergambar waktu awal baca ini, duh bakalan sesuai harapanku gak nih? entahlah, padahal ratingnya tinggi loh di goodreads. awal bikin greget si Freya sama Si Adrian ini, kok gitu sih sama pacar sendiri? tapi makin kebelakang makin menikmati ceritanya. Sudut pandangnya dari ke-5 tokoh, jadi bisa lebih tahu, jelas perasaan masing-masing.
Typo masih ada beberapa, tapi aku suka sama endingnya, bahasanya juga romantis, selalu ngasih quote yang sesuai di tiap bab.
3,5 sayap untuk putih abu-abu

-Remember When-



Remember When: Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta
penulis: Winna Efendi
penerbit: Gagasmedia
judul asli: Kenangan Abu-Abu (2008)
cetakan: I, Maret 2011
ISBN: 9797804879 (ISBN13: 9789797804879)
karakter: Freya, Adrian, Moses, Gia, Erik
252 halaman
goodreads: http://bit.ly/iKGPQt

Tema ceritanya suka sama pacarnya sahabat.
Sempet was-was nih bakalan suka gak sama ceritannya, soalnya waktu penulis ngadain kuis (yang akhirnya ak gak menang, hehehe) sempat cari sedikit banyak tentang reviewnya, dalam bayangan aku sih soal selingkuh, menusuk dari belakang, yah begitulah.
Ceritanya mungkin udah gak asing lagi. cerita SMA, cinta pertama, persahabatan.
Adrian tahu kalau Moses diam-diam suka sama teman sebangkunya, Freya, sedangkan dia sedang mengincar gadis terpopuler di sekolah, Anggia atau Gia, sahabat Freya. Karena hafal sifat sahabatnya itu yang akan terus memendam perasaannya, Adrian pun membuat taruhan siapa yang gagal nembak maka dia harus lari mengelilingi lapangan sebanyak 10x sambil teriak "Giaaa i loveee you" ataupun sebaliknya. 2 tahun berlalu, mereka berpacaran dengan incaran masing-masing. Adrian yang jago basket, anak paling populer disekolah berpacaran dengan Gia, cewek yang juga populer di sekolah, pintar melukis, sekretaris OSIS, pasangan perfect deh. Sedangkang Moses juga berpacaran dengan cewek paling pintar di sekolah, Freya. Lambat laun Freya merasa jenuh, bosan dengan hubungannya dengan Moses yang monoton,kesibukan Moses yang menjadi ketua OSIS, kalau pacaran selalu dibarengi dengan buku, dan pelajaran. Dia merasa iri dengan Gia yang bisa bebas bersenang-senang dengan Adrian. Waktu Adrian menjemput Freya untuk ketemuan dengan yang lain, dia menemukan kecocokan dengan cewek pendiam dan antisosial itu, suka Green Day dan komik silat kacangan. Perasaan mereka mulai beda, tapi takut untuk mengakuinya. Gia mulai merasakan perubahan sikap Adrian semenjak ibunya meninggal, dia tidak pernah konsen diajak bicara. Adrian mulai sadar kalau dia sebenernya mencintai Freya, terlebih lagi waktu ibunya meninggal hanya dia yang benar-benar mengerti perasaannya, Gia lebih menjadi sosok ibunya, malah semakin menginggatkannya kalau ibunya sudah tidak ada, merasa kasihan, bukan itu yang dibutuhkan Adrian dan Moses hanya menepuk bahunya mengisaratkan turut berduaka, seperti kebanyakan orang, bukan sebagai sahabat. Hanya Freya, karena dia juga pernah kehilangan ibunya. Karena tidak ingin melukai satu sama lain, Adrian memutuskan Gia, dan Gia bisa menebak alasannya karena Freya. Freya tidak ingin merusak persahabatan mereka, dia mengalah.
Tokoh favorit siapa? Awalnya aku benci sama Freya, dia itu kayak gak ikhlas pacaran sama Moses, kayak kepaksa tapi waktu dia mengalah akan perasaan sebenernya aku mulai menyukainya. Kalo Adrian aku suka kejujurannya untuk mengakui kalau dia sebenernya suka sama Freya dihadapan sahabatnya. Gia, aku benci, dia egois sekali kalau soal Adrian. sedangkan Moses? Kemana aja selama ini? kenapa baru tahu kalau sahabatnya suka sama pacarnya, si Erik, sahabatnya Freya aja tahu perasaan mereka. Oh ya, kalau ngomong soal Erik, dia cukup menghibur, dia orang luar yang sangat tahu hubungan keempat sahabat itu, sangat tahu perasaan Freya. kayak di hal. 111 waktu bingung beli popcorn rasa asin atau karamel, waktu Erik ditannya dia menjawab, "Alergi jagung."
Adengan paling favorit, waktu Moses pertama kali nyium Freya, dalam hati berontak, dia bilang bukan dia.
Aku juga suka kata-kata Adrian kepada Freya, romantis banget, di hal. 157,
"Gue sayang lo, Freya. Mungkin klise, tapi gue nggak main-main,"
sama di hal. 168, waktu Freya bilang kalau perasaan cinta Adrian itu salah dan dia menjawab,
"Mungkin. Tapi sekarang gue yakin, kalau gue emang sayang ama lo. Cuma itu yang penting."
Jujur, sebenernya aku gak terlalu suka karya Winna Efendi, di novel pertamanya AI aku memberi rating satu sayap, Refrain dua sayap dan Unbelivable tiga sayap, perasaan gak suka sama tulisannya juga tergambar waktu awal baca ini, duh bakalan sesuai harapanku gak nih? entahlah, padahal ratingnya tinggi loh di goodreads. awal bikin greget si Freya sama Si Adrian ini, kok gitu sih sama pacar sendiri? tapi makin kebelakang makin menikmati ceritanya. Sudut pandangnya dari ke-5 tokoh, jadi bisa lebih tahu, jelas perasaan masing-masing.
Typo masih ada beberapa, tapi aku suka sama endingnya, bahasanya juga romantis, selalu ngasih quote yang sesuai di tiap bab.
3,5 sayap untuk masa putih abu-abu

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...