Kamis, 18 Desember 2014

[Book Tag] Reader Problems

Source: jorgetate
Original Tag by About to Read.
Hai guys, rehat sejenak ya dari review buku, beberapa hari ini selain pekerjaan yang sangat menyita pikiran dan tenaga, saya lumayan kewalahan dalam menuntaskan bacaan, read-a-thon, mengejar challenge goodreads, kayaknya cuma itu yang selamat, kurang lima buku, hehehehe. Minggu ini saya mencoba untuk update terus, karena buku yang saya baca belum selesai jadi belum bisa posting review. Sebagai gantinya saya main book tag lagi. Book tag kali ini seru karena mirip-mirip curhat, topiknya 'kita banget', sebagai pembaca pasti banyak banget masalah yang menghiggapi kita. Udah pengin posting dari kapan tahu tapi waktunya yang belum tepat, jadi mari kita lihat pertanyaannya dan jawaban saya :D.


Rabu, 17 Desember 2014

[Book Review] The Ghost Bride by Yangsze Choo

The Ghost Bride
Penulis: Yangsze Choo
Penerjemah: Angelic Zai Zai
Penyunting: Dyah Agustine
Desainer sampul: Ozora Rahyu
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-1637-35-7
Cetakan I, September 2014
488 halaman
Buntelan dari @penerbitmizan

"Pada suatu malam, ayahku bertanya apakah aku mau menjadi pengantin arwah..."

Li Lan, putri tunggal sebuah keluarga yang bangkrut, mendapat lamaran dari keluarga Lim yang kaya raya dan berkuasa. Namun, calon suaminya adalah lelaki yang telah meninggal secara misterius, dan pernikahan ini dilakukan untuk menenangkan arwah penasarannya. Mengerikan memang, tapi tidak ada jalan lain untuk menjamin masa depan Li Lan.

Setelah kunjungannya ke mansion keluarga Lim, Li Lan mulai dihantui oleh calon suaminya dan dia tidak bisa lagi tidur tenang. Sedikit demi sedikit, Li Lan tertarik ke dunia arwah yang tidak hanya dihuni oleh para hantu lapar dan arwah pendendam, tapi juga para iblis penjaga berwujud banteng. Li Lan harus mengungkap rahasia kelam tentang keluarga Lim dan keluarganya sendiri, jika dia tidak mau terjebak di dunia arwah selamanya.


Selasa, 16 Desember 2014

[Book Review] This is How I Do by Lia Indra Andriana

This is How I Do (Heartbreakers #3)
Penulis: Lia Indra Andriana
Editor: Mita M. Supardi
Desain cover: Amanta Nathania
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-757-6
Cetakan pertama, 2014
258 halaman
Buntelan dari Aini Wk

Bertalenta, cakep, dan terkenal. Semakin tinggi, semakin kencang angin yang berembus. Ya, begitulah yang sedang dihadapi oleh Sandro. Di tengah ketenaran dan puncak kariernya, Sandro dipusingkan dengan dua cewek yang menarik perhatiannya.


Yang satu punya wajah manis, bergaya maskulin, dan terlihat jual mahal. Namun, ada magnet kuat yang membuat Sandro merasa tertantang untuk mengenalnya lebih jauh. Lalu, yang satu lagi, punya penampilan from head to toe-nya maksimal; cantik dan feminin. Belum lagi punya talenta yang sama dengan Sandro.

Sandro hanyut dalam kebingungan. Dunianya berguncang karena masalah ini dan itu. Cerita tentang kehidupannya pun semakin dicari tahu oleh fans-nya. Tidak banyak solusi yang bisa cowok ini ambil. Karena memang semuanya punya muara yang sama; ketidakpastian.

Senin, 15 Desember 2014

[Challenge] Berkenalan dengan Taste Life Twice


Bermula dari ketidaksengajaan melihat sebuah foto teman di Instagram, di mana dia mengikuti giveaway dari @tastetwice, naluri ordo buntelan saya pun langsung tergerak. Syarat giveaway tersebut tidaklah ribet (akhir-akhir ini saya menjauhi giveaway yang terlalu banyak syarat), hanya menyuruh menunjukkan teman ketika sedang membaca, yang lebih spesifik lagi apa saja yang kita gunakan untuk menandai yang disukai di buku yang sedang kita baca. Walau saya nggak menang, tapi saat itulah saya mengetahui keberadaan Taste Life Twice.

Minggu, 14 Desember 2014

[Recommendation] Top 5 Favorite BookTubers

Rebloged from .la douleur exquise.
Hello good readers, akhirnya tergerak juga bikin postingan yang udah lama banget di pikiran, gara-gara kemaren Kang Opan nyeletuk, mendukung saya agar menjadi salah satu BookTuber, hasil dia stalking di salah satu blog, hahahaha. Saya pernah menuliskannya singkat, entah di postingan yang mana kalau saya sebenernya lebih tertarik menjadi BookTuber, bukannya Book Blogger, salah satu impian saya dari sekian banyaknya. Bahkan saya lebih sering booktubing daripada blogwalking. Tapi saya cukup minder, menjadi seorang BookTuber itu tentu harus berani tampil, punya rasa percaya diri yang tinggi, selain itu yang terpenting menurut saya adalah peralatan dan proses editingnya. Gimana mau eksis di youtube kalau untuk merekamnya saja tidak punya?

Performa atau rasa percaya diri bisa diasah pelan-pelan, seiring berjalannya waktu pasti penampilan kita akan lebih baik, bukan masalah besar sebenarnya. Kendala terbesar saya adalah saya hanya punya handphone dan camera digital, memang ada fitur videonya tapi saya meragukan kalau nanti hasilnya bakalan bagus, pasti jelek dari segi visualisasi. Ini bukan bidang saya, photoshop aja masih merangkak, apalagi mengedit sebuah video, harus belajar lebih lagi. BookTuber sebenarnya nggak jauh beda dengan Book Blogger, sama-sama sebuah komunitas yang mencintai buku. Kalau seorang Book Blogger menuangkannya ke dalam tulisan, BookTuber ini awal mulanya adalah sebuah VLog, video blogger, yang kemudian mengkhususkan channel mereka khusus buku. Di Indonesia mungkin masih jarang, tapi di luar sana baik Book Blogger maupun BookTuber sama-sama mempunyai 'taring' tersendiri.

Bibliophile

Translate