Selasa, 16 Juli 2019

Over the Moon by Soraya Nasution | Book Review

Judul buku: Over the Moon
Penulis: Soraya Nasution
Editor: Dion Rahman
Desainer sampul: Hayharits
Penerbit: Elexmedia
ISBN: 978-602-04-9752-5
Cetakan pertama, April 2019
416 halaman
Buntelan dari @dion_sagirang
SEBUAH HUBUNGAN ITU UJUNGNYA CUMA DUA. KALAU BUKAN JADI PASANGAN, YA JADI KENANGAN.

Sekembalinya dari Loughborough, Ajeng membawa serta ingatan menyebalkan setelah seorang asing mencuri cium darinya. Namun takdir mempertemukannya kembali dengan laki-laki lancang itu di Jakarta. Gandi Alfareza Siregar, seorang arsitek tengil yang berkat perhatiannya juga telah berhasil mencuri hatinya.

Masalahnya sekarang, Mama tidak merestui hubungan mereka. Gandi lebih memilih memperjuangkan impiannya ke luar negeri, alih-alih berkomitmen menikahi Ajeng. Saat Gandi akhirnya memutuskan untuk menikahi Ajeng lalu membawanya ke luar negeri, drama lain pun berlanjut. Mama tidak ingin putri semata wayangnya pergi jauh darinya.

Akankah Ajeng memilih Gandi dan tinggal jauh dari orangtuanya, atau malah mengakhiri hubungan mereka demi mamanya?

Ada sebuah kenangan pahit yang dialami Ajeng waktu kuliah S2 di Loughborough, seorang lelaki asing dengan lancang mencium dirinya. Sialnya, waktu dia kembali ke Indonesia, dia bertemu kembali dengan orang tersebut, Ajeng tidak bisa mengelak karena dia sosok penting yang akan menjadi bintang tamu di program baru tempatnya bekerja, Gayatri TV. Sialnya, lelaki tersebut seperti enggan untuk enyah dari kehidupan Ajeng, Gandi, seorang arsitek muda yang sukses dan menginspirasi banyak orang tak henti-hentinya mengganggu dirinya.

Tidak hanya mendapat gangguan dari Gandi, Ajeng pun dihadapi masalah dengan ibunya yang tidak pernah jera mencarikan jodoh. Berbagai jenis lelaki pernah disodorkan, terlebih tahu kalau bos Ajeng menyukai dirinya, dengan semangat ibunya ingin hubungan mereka berhasil. Pesona Gandi yang selalu membayangi Ajeng meluluhkan hatinya, hanya dia seorang yang diinginkan. Namun, hubungan mereka tak semulus yang diharapkan, banyak jalan berliku yang harus dilewati, salah satunya restu dari ibu Ajeng yang sulit diraih.
"Manusia nggak bisa mendapatkan semua yang dia mau, Gandi. Dan kamu cuma manusia biasa."
"Suatu hubungan itu ujungnya cuma dua, kalau bukan jadi pasangan, ya cuma jadi kenangan."
Perlu waktu yang cukup lama dari biasa saya membaca buku untuk melahap habis buku ini, selain mood yang lagi nggak bersahabat, buku ini sebenarnya lebih tebal dari 416 halaman, alias tulisannya kecil-kecil, coba kalau memakai ukuran font yang biasa, dijamin lebih dari lima ratus halaman. Walau begitu, sebanding dengan detail cerita yang disuguhkan penulis, buku ini tidak hanya tentang Ajeng dan Gandi, tapi bercerita tentang kehidupan di sekeliling mereka.

Dimulai dari Ajeng, dari segi pekerjaan, kita akan melihat bagaimana suka dukanya bekerja di televisi dan memimpin sebuah program talkshow. Kemudian hubungan dengan teman kerja, Ajeng cukup dekat dengan Nana, Robi dan Eve. Dari mereka bercabang lagi, bagian Nana yang segera menikah, hubungan Robi dengan pacarnya yang akan lulus kuliah, dan menempati porsi lumayan, hubungan Ajeng dengan Eve. Ada sedikit cinta segitiga, Eve mencintai Vino, sedangkan Vino menyukai Ajeng, menjadi salah satu konflik minor di awal cerita. Hubungan Ajeng dengan para sahabatnya yang memiliki sebutan Pandawa 5, serta pekerjaan ayahnya yang seorang anggota dewan.

Dari segi Gandi, kita akan dihadapi bagian perjuangannya mendapatkan hati Ajeng, dia yang sulit berdamai dengan masa lalu, masalah Ganda -saudara kembarnya, yang mau tidak mau mempengaruhi dirinya. Mimpi yang sudah dia rancang dari jauh hari, sampai pilihan yang harus dia hadapi antara masa depan dan kisah cintanya.

Kelihatannya terlalu penuh dengan segala aspek yang ingin ditunjukkan penulis, tapi keseluruhan saling berhubungan tanpa dipaksakan, sehingga cerita menjadi padu. Karena dari segala aspek tersebut, hubungan Ajeng dan Gandi berproses, hubungan mereka tidak instan, ada berbagai tahapan yang ingin ditunjukkan penulis. Kalaupun bisa dipersempit lagi, mungkin bagian detail kisah teman kerja Ajeng bisa dipangkas. Namun, semua ada alasan, misalkan saja segala aspek tadi menjadi alasan pemberat Ajeng menentukan hubungannya dengan Gandi.

Ada satu konflik yang cukup saya suka, yaitu bagian Ajeng harus memilih Gandi atau orangtuanya. Apa yang diceritakan penulis cukup realistis, mungkin kita yang membaca bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Ajeng, bahwa bakti kita terhadap orangtua adalah yang utama, kadang kita harus merelakan apa yang kita impikan demi memenuhi keinginan mereka, membahagiakan mereka.

Sedikit kekurangan, saat awal saya tidak begitu menyukai Gandi, karakternya terlalu cheesy, salah satu alasan kenapa saya sempat berhenti membaca buku ini, saya nggak tahan dengan gombalannya, hahaha. Namun setelah memasuki bagian pertengahan hingga akhir saya bisa memaklumi dirinya, yang penting karakternya konsisten.

Untuk debut, Soraya Nasution tidak terlalu buruk, kasusnya mirip seperti yang saya alami dengan tulisannya Tarina Arkand. Dari skill bisa dibilang bagus, karakter yang diciptakan sedikit manja, tapi tulisannya sangat detail dan enak untuk diikuti. Hanya saja untuk plotnya belum bisa memuaskan saya, atau mungkin pengaruh style-nya menulis, yang jelas mau suka banget tapi berasa ada yang kurang. Tentu ini selera pribadi, yang jelas saya akan mencoba membaca buku mereka selanjutnya.

Bagi kalian yang menyukai kisah cinta perkotaan alias metropop atau citylite, buku ini bisa menjadi pilihan. Memang perlu sedikit kesabaran akan halaman dan tulisannya yang kecil-kecil, tapi kalau sudah asik dengan ceritanya, bisa lupa waktu.

3 komentar:

  1. Ini cerita dari Wattpad yang dinovelkan kan, Kak? Pernah baca beberapa bab cerita ini di Wattpad. Kalau aku emang agak kurang suka juga kalau baca novel lebih dari 400 halaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ini sebenernya novel ketiga kalau nggak salah, tapi terbit duluan. Kalau aku tergantung sih, kalau seru ribuan halaman pun akan aku jabanin :)

      Hapus
  2. Kak boleh kasih rekomendasi yg vibes ceritanya kaya Gandi dan Ajeng ini? soalnya setelah baca secangkir kopi dan pencakar langit, aku langsung lanjut abca progressnya berapa persen karna rekomendasi kakak, thank u so much kak

    BalasHapus

Silahkan berkomentar, jejakmu sangat berarti untukku :*

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...