Minggu, 30 September 2018

The Visual Art of Love by Ary Nilandari | Book Review

Judul buku: The Visual Art of Love
Penulis: Ary Nilandari
Penyunting: Zahra Hanifa
Desainer sampul: Bella Ansori Putri
Penerbit: Pastel Books
ISBN: 978-602-6716-37-8
Cetakan I, Agustus 2018
312 halaman
Buntelan dari penulisnya.
Mungkinkah rasa sayang bercampur benci bisa mengabadikan seseorang di kepalamu?

Gemina, mahasiswi Desain Komunikasi Visual, suka “mojok” di toko buku untuk membaca serial populer. Di sinilah ia bertemu IgGy, penulis Trilogi Runako, yang protes karena bukunya tidak laku.

Dunia Gemina jungkir balik begitu ia menerima tawaran IgGy untuk me-review dan mengilustrasi novelnya. Trilogi Runako menjerat Gemina dalam kehidupan pribadi sang penulis. IgGy ternyata identik dengan labirin menyesatkan terkait latar belakang keluarga, tunangan, dan rahasia yang ia tulis di notebook-nya.

Menelusuri labirin itu, Gemina mendapati sesuatu yang terperangkap di kepala IgGy. Sesuatu yang menjadikan IgGy sosok egois penuh kebencian. Sesuatu yang telah mewujud dalam novel Trilogi Runako.

Sabtu, 29 September 2018

Rahasia Sarah by Eve Shi | Book Review

Judul buku: Rahasia Sarah
Penulis: Eve Shi
Penyunting: Dion Rahman
Desainer sampul: Ulayya Nasution
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-04-7637-7
Cetakan pertama, 16 Juli 2018
248 halaman
Buntelan dari @sagirangisme
Diam-diam, Sarah menyukai Adrien sejak kuliah. Ternyata perasaannya berbalas, dan lewat pertemuan di toko buku, mereka menjalin masa depan bersama. Namun, masa lalu yang berdarah terungkap, bukan hanya mengancam masa depan mereka, tapi juga keluarga Sarah. Yulin, kakak tiri yang disayanginya, lalu Papa, ayah tiri yang masih belum bisa Sarah maafkan atas masa lalu yang merenggut nyawa ibunya.

Di tengah kepungan masa lalu yang menghantui, masa depan yang terlihat suram, dapatkah Sarah mempertahankan cintanya kepada Adrien, atau malah memilih mematikannya secara perlahan-lahan?

Rabu, 26 September 2018

Di Simpang Jalan by Titi Sanaria | Book Review

Judul buku: Di Simpang Jalan
Penulis: Titi Sanaria
Editor: Dion Rahman
Desainer sampul: Hani W & Ira Rizvi
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
ISBN: 978-602-04-7257-7
Cetakan pertama, 23 Juli 2018
400 hal.
Buntelan dari @titi_sanaria
“Kenapa, sih, lo suka banget nyiksa diri sendiri? Akhir-akhir ini lo negatif dan ini bukan lo banget, Rhe.”

"Sulit buat positif kalau suami lo nggak bisa dipercaya, Bec. Dan brengseknya, lo nggak bisa lantas berhenti mencintainya padahal udah tahu lo nggak bakal mendapatkan apa pun selain sakit hati.”

Dody dan Rhe dipertemukan oleh kehendak masing-masing orangtua. Kesan pertama saat berkenalan biasa-biasa saja, meski Rhe tahu tidak sulit bagi Dody untuk mendapatkan istri tanpa harus melalui perjodohan.

Pada pertemuan kedua, Rhe melakukan kebodohan yang disesalinya. Keisengan memancing amarah mantannya berbuntut pernyataan bersedia menikah dengan laki-laki yang belum benar-benar dikenalinya. Seperti bertaruh di meja judi, kecil kemungkinan pernikahan mereka akan berhasil. Rhe meyakini hal tersebut setelah mendapati beberapa kejanggalan dalam pernikahan mereka. Nahasnya, setelah menyadari bahwa rumah tangga yang tidak dilandasi cinta itu tidak bisa diselamatkan, dia menyesali kenyataan ini: dia sudah jatuh cinta duluan kepada suaminya.

Selasa, 25 September 2018

Cerita Mamah Muda: Me Time | Book Review

Judul buku: Me Time (Cerita Mamah Muda #2)
Penulis: Lea Agustina Citra, Ken Terate, Ruwi Meita, Mia Arsjad, Donna Widjajanto
Penyunting: Donna Widjajanto
Perancang sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020387413
Cetakan pertama, 27 Agustus 2018
272 halaman
Buntelan dari editornya.
Anak yang menangis dan bertengkar satu sama lain. Suami yang cuek. Cucian baju dan piring yang menumpuk. Lantai rumah yang lengket karena belum dipel. Belum lagi pekerjaan demi sesuap berlian yang juga meminta perhatian.

Dilanda berbagai beban itu, apa lagi yang paling dibutuhkan para mama muda selain me time? Sejenak rehat dari hiruk pikuk rumah tangga dan kehidupan.

Namun, apakah me time dapat diperoleh dengan mudah? Bagaimana kalau me time malah menggiring para mama muda kepada kepanikan baru, eksplorasi jati diri, kenangan masa lalu, jodoh kedua, atau malah melontarkannya ke masa depan?

Nikmati kisah-kisah me time yang dirangkai lima pengarang yang juga mama muda dalam antologi ini.

Senin, 24 September 2018

Kenapa Harus Beli Buku Kalau Bisa Pinjam?


Membaca buku adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan dan banyak manfaat, tapi belum menjadi kebutuhan sehari-hari, belum menjadi kebudayaan, masih kalah dibanding menonton televisi maupun bermain game. Bahkan menurut UNESCO, minat baca orang Indonesia ada diperingkat 60 dari 61 negara, tingkat literasi kita sangat rendah memang. Salah satu kendala utama dan juga saya rasakan karena harga buku mahal dan akses untuk mendapatkannya yang sulit. Belum ada pemerataan, apalagi bagi saya yang tinggal di desa.

Perpustakaan daerah atau sekolah? Bukunya tidak kekinian dan tidak menarik, tidak banyak pilihan, jadi tidak mengherankan kalau perkenalan saya dengan buku terbilang terlambat. Baru ketika saya duduk di bangku SMA saya mulai mengenal bacaan yang asik, itu pun awalnya dipinjami teman kuliah kakak yang tinggal di Jogja. Baru ketika saya kuliah di Surakarta, saya bisa melebarkan sayap, saya menyisihkan uang saku untuk membeli buku, dan seringnya pinjam di rental buku yang cukup lengkap. Kenapa harus beli buku kalau bisa pinjam? :p

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...