Kamis, 31 Januari 2013

Prom Nights From Hell


Wings (Sayap Peri)


13433017


Penulis: Aprilynne Pike
Alih Bahasa: Andreas Priyo Adianto
Cover: eMTe
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-7944-3
Cetakan pertama, Januari 2012
296 halaman
Harga: 36k (48k diskon 25% di Gramedia Slamet Riyadi)


Sinopsis:
Laurel benar-benar terpesona. Itu luar biasa indah -terlalu indah untuk digambarkan dengan kata-kata. Laurel berbalik menghadap cermin lagi, matanya menelusuri kelopak yang melayang di kedua sisi kepalanya. Itu terlihat seperti sayap.

Sepasang sayap yang mirip kelopak bunga tumbuh di punggung Laurel. Sejak itu duanianya berubah. ia bertemu dengan Tamani. Pria itu melihat Laurel mengembangkan sayapnya di dekat sungai, lalu berbicara dengannya seolah sudah mengenalnya sejak lama. Tamani mengatakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Dia bilang Laurel adalah peri, sama seperti dirinya. tapi Laurel berada di dunia manusia untuk mengemban tugas penting, yaitu menjaga gerbang masuk Avalon, dunia peri, dari makhluk-makhluk jahat seperti troll. Sementara menghadapi takdirnya yang baru Laurel pun berbagi antara cintanya pada Tamani dan David, sahabat manusianya....

***

Baca bukunya udah hampir setahun yang lalu, hahahaha. Sebenernya buku ini saya tunggu banget terjemahannya karena baca beberapa review di Goodreads mengetakan kalau bukunya bercerita tentang Peri Hutan, ehehehe. Jadi langsung ngacir beli ketika tahu udah ada di toko buku terdekat. Tapi, setelah membaca beberapa halaman-mandeg-lanjut lagi-mandeg-selesein deh naggung- saya kecewa dengan buku ini. Buku ini alurnya lambat banget, lebih banyak nyeritain galaunya Laurel punya sayap baru, trus dekat sama temen sekolahnya, di rumahnya yang lama dia bertemu dengan peri, Tanami -yang di awal muncul sedikit kemudian lama banget baru muncul lagi- trus cerita sedikit sejarah tentang bagaimana Laurel bisa punya sayap. Udah ngublek itu aja. Tanami aja jarang muncul, padahal kalau dia tampil lebih banyak, saya akan jauh lebih menyukai buku ini. Setengah halaman lebih cuman ngebahas perkembangan sayap dan dari mana asalnya. Buku keduanya udah terbit juga tapi karena  kecewa dengan buku pertamanya saya urung untuk melanjutkan, nanti pinjem aja deh sama temen, toh buku ini juga akan saya swap (iya, review ini sebagai salam perpisahan gitu).

Setelah sepuluh tahun mengenyam Homeschooling, Laurel Sewell, di kota barunya Crescent City, mencoba hal yang baru dengan bersekolah di SMA umum, tapi dia tidak terlalu menyukainya. Walau tidak menyukai lingkungan dan tatapan orang padanya, Laurel bertemu cowok yang sepertinya tertarik dan selalu mengisi harinya, David. Alasan keluarga Laurel meninggalkan kota kecil lamanya, Orick, adalah ayahnya membeli toko buku di Washington Street. Kemudian ada orang yang bernama Jeremiah Barnes tertarik membeli rumah Laurel yang di Orick namun urusan itu belum selesai sampai Laurel pindah.

Suatu pagi Laurel merasakan benjolan aneh dan sangat mengganjal di tulang belikatnya. Laurel dibesarkan dengan anggapan tubuh manusia tahu bagaimana mengurus dirinya sendiri, akan memperbaiki diri sendiri bila sakit. Jadi mereka tidak pernah ke dokter. Selain itu profesi ibu Laurel adalah seorang naturopathic, seseorang yang pada dasarnya membuat obat-obatan dari tanaman. Laurel yakin benjolan tersebut hanyalah jerawat biasa yang lama-lama akan hilang sendiri.

Benar, benjolan itu hilang dengan sendirinya, tapi sesuatu yang lain telah menggantikannya, sesuatu yang panjang dan dingin. Sesuatu yang panjang dan berwarna putih kebiruan menjulang di balik kedua bahunya. Garis-garis seperti kelopak bunga muncul di titik tempat benjolan itu dulunya berada, dengan lembut membentuk lekuk bintang bersudut empat di punggungnya. Kelopak yang paling panjang -menyembul melebihi bahu dan mengintip di balik pinggangnya- panjangnya lebih dari tiga puluh senti dan selebar telapak tanganya. Kelopak-kelopak yang lebih kecil -sekitar dua puluh sentimeter- membentuk spiral di tengah, mengisi ruang yang kosong. Bahkan ada beberpa daun kecil tumbuh di titik tempat bunga yang sangat besar itu terhubung dengan kulit Laurel. Semua kelopak itu memiliki semburat berwarna biru tua di pangkalnya lalu memudar menjadi biru langit lembut di tengah dan putih di ujung. Ujung kelopak itu bergelombang dan terlihat mengerikan seperti violet Afrika yang dipelihara dengan cermat oleh ibunya di dapur. Sepertinya ada sekitar dua puluh garis mirip kelopak yang lembut, mungkin lebih. Kelopak itu hampir seperti sayap.

Kemudian Laurel meminta bantuan David untuk menyelidiki apa yang sebenarnya tumbuh di tubuhnya, dia membawa sempel kelopak bunga -bagian dari tubuhnya- tersebut yang menelitinya dengan microskop milik David. Hasilnya adalah mereka melihat sel-sel tumbuhan. Ada tumbuhan yang tumbuh di tubuh Laurel. Laurel menceritakan keanehan yang terjadi pada David, menjalani harinya dengan membawa kelopak besar di punggungnya.

Ketika Laurel mengunjungi rumah lamanya, yang sebentar lagi akan dijual ke Mr. Banes, Laurel menyusuri hutan di belakang rumah, menemukan sungai, melepas ikatan sayapnya dan menyanyikan lagu kesukaannya, meraih kebebasannya. Kemudian datang seorang laki-laki yang sepertinya sudah mengenal Laurel lama, Tamani. Awalnya Lauren ingin segera pergi dari orang asing tersebut tapi Tamani mengatakan kalau dia mempunyai semua jawaban atas pertanyaan yang beberapa hari ini mengganggu hidup Laurel. Laurel bertanya apakah benda yang tumbuh ditubuhnya, benda itu adalah bunga yang sedang mekar, tidak bertahan selamanya, akan hilang namun akan mekar lagi tahun depan. Mereka adalah sejenis. Tamani menyebutkan kalau laurel adalah tanaman, bukan manusia. Bukan sekadar tanaman, wujud mahkluk yang berevolusi paling sempurna di alam semesta, mereka adalah peri.

Laurel menyangkalnya, dia pergi meninggalkan mahkluk yang indah tersebut sendirian. Dia menelepon David dan menceritakan semuanya, kemudian mereka menyelidiki sendiri, apa sebenarnya Laurel itu. Beberapa fakta pun muncul, Laurel adalah seorang vagan, tidak pernah sakit, kulitnya selalu dingin dan dia tidak mempunyai detak jantung.

Laurel kemudian datang lagi kepada tamani untuk mencari tahu lebih banyak tentang dirinya yang sebenarnya, setelah sayapnya rontok. Laurel adalah peri Musim Gugur (ada empat jenis peri: Musim Semi, Musim Panas, Musim Gugur dan Musim Dingin), karena lahir di musim gugur dan alasan kenapa bunganya mekar di musim gugur. Dia bisa melakukan sihir yang kuat. Peri Musim Dingin yang terkuat di antara semua peri, dan yang paling jarang, hanya ada dua atau tiga di tiap generasi, dan mereka selalu menjadi pemimpin. Mereka punya kerajaan di antara tumbuhan. Anugerah terbear yang dimiliki oleh peri Musim dingin adalah kemampuan mereka menyimpan rahasia. Peri Musim Gugur adalah yang terkuat berikutnya, jumlah mereka lebih sedikit lagi. Peri Musim Gugur membuat sesuatu dari tumbuhan lain. Eliksir, ramuan cair dan ramuan tumbuk. Mereka mempunyai naluri magis terhadap tumbuhan dan dapat menggunakannya demi keuntungan kelompok, tidak semua peri bisa melakukannya. Peri Musim Panas sangat mencolok, mereka mencipotakan ilusi dan kembang api yang paling menakjubkan, hal-hal yang biasa dianggap sihir oleh manusia. Peri Musim Semi adalah yang paling lemah di antara semuanya. Dan Tanami adalah peri Musim Semi, seorang penjaga, buruh pekerja dan dia bisa melakukan mantra pemikat. Memikat Laurel agar menemuinya.

Tamani menceritakan kalau tugasnya adalah untuk mengawasi Laurel, sampai dia menghilang (pindah rumah). Laurel adalah scion, tumbuhan yang diambil dari satu tumbuhan lain dan diberikan pada tumbuhan yang lain lagi. Di ambil dari dunia peri dan di tempatkan di dunia manusia. Laurel di tempatkan di sini dua belas tahun lalu untuk menyatu dengan dunia manusia. Laurel adalah anak adopsi, dia ditemukan di depan pintu rumah lamanya. Tujuan utaman mengirim Laurel ke dunia manusia adalah untuk melindungi tanah para peri -yang sekarang mereka pijak. Tanah itu adalah wilayah yang sangat penting bagi para peri. Sangat penting jika tanah ini dimiliki oleh orang yang mengerti peran tanah itu. Itulah alasan utama Laurel ditempatkan bersama mereka, agar ibunya terikat padanya dan melupakan untuk menjual tanah itu, agar Laurel mewarisinya. Dengan keahliannya membuat lupa orang yang melihatnya, Tanami merasa aman karena rumah Laurel tidak diketahui siapa pun. Dan Tanami kaget ketika Laurel memberi tahu kalau ada orang yang ingin membeli rumah itu, hanya tinggal menandatangani saja.

Laurel mencoba membujuk ibunya agar menunda pembelian rumah itu, dan setuju. Namun, beberrapa waktu kemudian meeka dapat kabar kalau ayah Laurel dirawat di rumah sakit, ibunya memerlukan biaya yang banyak, dan dia terpaksa menetujui karena Mr. Barnes menaikkan tawaran harga untuk rumah lamanya. Laurel merasakan hal aneh pada diri Mr. Barnes. Dia mengajak David untuk menyelidikinya, dan penyelidikan itu hampir saja melenyapkan nyawa mereka.

Orang-orang yang mengincar rumah Laurel adalah para Troll. Tanami mengganggap tanah itu -rumah Laurel- sangat penting karena tanah itu adalah pintu masuk menuju dunia peri. Satu-satunya penghalang menuju gerbang Avalon. Sejak dulu para Troll ingin menguasai Avalon, tempat yang paling sempurna dari dunia, emas dan permata layaknya ranting dan batu. Avalon adalah harta karun.

Ceritanya sebenarnya menarik dan ini adalah kali pertama saya membaca dunia peri tanaman, cuman alurnya yang lambat dan terlalu lama membahas sayap Laurel membuat saya bosan. Mungkin itulah kenapa buku ini diberi judul Wings dan karena berseri, seri pertama ini lebih ingin membahas lebih dalam tentang asal mula atau jati diri Laurel sebenarnya. Selain itu dunia peri yang jeleskan tidak sebanyak yang saya harapkan, Tanami sedikit muncul dan dunia Avalon masih abu-abu. Konflik ceritanya pun kurang nendang, ada aksi heroik mengalahkan para Troll, namun tetap saja tidak cukup bagi saya. Saya berharap dunia peri lebih banyak di kupas lagi, dan semoga saja ada di buku keduanya.

Haduh, kenapa setelah membuat review ini saya malah agak enggan untuk menswapnya ya? Hehehe tidak boleh, Sulis!

2 sayap untuk Tanami yang menyilaukan :D

Rabu, 30 Januari 2013

Wishful Wednesday [16]

Ada tiga buku baru yang pengen banget saya baca, jadi postingan ini mungkin menjadi postingan yang wishlist saya paling banyak, yah itung-itung nyetor minggu kemaren yang lagi-lagi kelupaan untuk posting. Belum sempet ke toko buku jadi bersabar dulu belinya. Berikut ketiga buku yang saya idam-idamkan :D

172324491718412717214530

#1 Insurgent by Veronica Roth
Genre: Dystopia
Harga:59k
Sinopsis:
"Satu pilihan bisa mengubahmu, atau justru menghancurkanmu."
Konsekuensi pilihan yang diambilnya membuat Tris terjebak dalam faksi pengkhianat yang membunuh keluarganya. Kini, Tris harus mencoba menyelamatkan orang-orang yang disayanginya, juga dirinya sendiri, sementara benaknya dikacaukan oleh berbagai pertanyaan tentang kesetiaan, identitas, dan pengampunan.
Ketika ancaman perang dan perpecahan faksi semakin mengancam, Tris harus memutuskan, tetap pada identitasnya sebagai Dauntless atau memunculkan dirinya yang sejati. Sebagai Divergent. Sebuah identitas yang dianggap berbahaya dan dihindari semua faksi.
Lanjutan seri Divergent yang menjadi Best Fantasy Book di Goodreads Choice Award ini tak mengecewakan pembaca. Seru, menegangkan, namun juga dibumbui dengan kisah cinta, patah hati, dan filosofi menggugah tentang manusia dan kehidupan.



Sempet sakit hati waktu nggak menang kuis buku ini via twitter, hiks hiks, tapi yasudahlah belum rejekinya aja. Kenapa ngebet banget sama buku ini? Karena saya suka banget sama buku pertamanya jadi HARUS baca lanjutannya biar nggak penasaran, lagian udah kangen banget sama Tobias :D

#2 Love, Curse & Hocus Pocus by Karla M Nashar
Genre: Metropop
Harga: 58k
Sinopsis:

And what would you do, if I told you I have no intention to kiss you?”
“Kurasa... aku akan membuatmu mengubah keputusanmu itu.”
Ketika Troy Mardian dan Gadis Parasayu yang saling membenci harus terbangun dalam keadaan bugil dengan memori kabur akan pernikahan mereka, reaksi pertama mereka adalah berteriak histeris. Mereka curiga jika semua keanehan itu berkaitan dengan wanita gipsi tua yang mereka tertawai pada acara ulang tahun kantor mereka.
Untunglah mimpi dan realita yang tumpang tindih mempermainkan akal sehat mereka itu segera berakhir, dan membawa mereka kembali ke dunia nyata. Kali ini Troy dan Gadis yakin semua keanehan yang mereka alami itu telah berakhir. Setidaknya demikian, hingga tugas kantor membawa mereka ke negara para Duke dan Duchess, Inggris.
Dalam penerbangan yang melewati turbulensi ekstrem dan nyaris merenggut nyawa, keduanya dipaksa berpikir ulang tentang perasaan masing-masing.
Meskipun mereka saling membenci sejak pandangan pertama, mungkinkah berbagai peristiwa aneh tersebut justru mengubah rasa tidak suka mereka menjadi cinta?
Dan ketika Troy dan Gadis mengira hidup mereka sudah mencapai puncak kebahagiaan tertinggi, nun jauh di sana, sayup-sayup suara gemerencing lonceng perak kecil milik si gipsi misterius kembali membelah pekatnya malam...
Lalu apa kira-kira yang akan terjadi pada Troy dan Gadis kali ini?
Cring... cring... cring... Beware!









UDAH LAMA BANGET NUNGGU KELANJUTAN BUKU INI!!!!! Buku pertama membaut saya uring-uringan, rasanya pengen nyobek bagian epilognya, tapi untunglah saya mendapat kabar kalau bakal ada lanjutannya yang ternyata terbit tahun ini, kangen Troy :D

#3 The Devil In Black Jeans by aliaZalea
Genre: Metropop
Harga: 55k
Sinopsis:
Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.
Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.
Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.


Alasannya simple, aliaZalea juga salah satu penulis metropop favorit saya, karna saya emang mengoleksi buku-buku dari penulis favorit jadi haruslah punya bukunya :D

Semoga semua wishlist saya terkabul, lebih seneng lagi kalo ada yang ngasih gratis, amin :D


Wishful-wednesday2

Apa Wishlist kamu? yuk ikut meme ini, caranya:
  1. follow  Books To Share atau tambahkan di blogroll/link blogmu
  2. buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran minggu ini, mulai dari yang bakal dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist.
  3. meninggalkan link Wishful Wednesday di Mr. Linky (ada di bawah postingan mb  Astrid). Kalau mau tambahkan button Wishful Wednesday di postingan.
  4. udah tinggal blogwalking sesama blog yang ikut share wishlist :)

Selasa, 29 Januari 2013

Dunia Adin

2208208
Penulis: Sundea
Ilustrator: Triyadi Guntur W.
Penerbit: Read! Publishing House
ISBN: 978-979-3828-56-5
Cetakan pertama, September 2007
268 halaman
Harga: pinjam mbak @sinta_nisfuanna

Saya mulai suka membaca, benar-benar tertarik pada dunia baca ketika saya SMP, itu pun lebih ke komik. Sebelumnya saya tidak tertarik dengan children literatur karena merasa sudah sok dewasa, bacaan yang pernah saya enyam waktu kecil pun novel romance, novel dewasa, hahaha, dewasa sebelum waktunya. Baca Bobo aja nggak tertarik. Kemudian tahun lalu saya mencoba merambah children's literatur dalam proses perluasan genre bacaan saya, dimulai dengan meminjam buku anak dari penulis yang terkenal, Enid Blyton. Nggak tanggung-tanggung, mbak (berasa aneh penambahannya :p) Dewi meminjami saya dua boxset buku dari Enyd Blyton, seri Malory Towers dan St. Clare. Saya membaca terlebih dahulu seri Malory Towers karena banyak yang bilang bagus, keren, memorable, memicu orang untuk sekolah di asrama, tapi kesan yang saya dapat adalah cerita tentang anak-anak iri dengki, proses pendewasaan dengan berbagai drama, kata-kata atau perbuatan kasar dan saya tidak nyaman membacanya. Saya bisa bertahan membaca keenam seri tersebut namun gagal dalam seri St. Clare, hanya membaca seri pertama dan itu pun ceritanya nggak jauh beda dari Malory Towers. 

Senin, 28 Januari 2013

Blog Event: The Labours of Grey Cells


Event2

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Bagi yang suka cerita detektif pasti nggak asing dengan nama Agatha Christie dengan julukannya mother of crime ini. Bagi saya masih asing, saya sering melihat namanya di toko buku tapi belum ada keinginan untuk membacanya, entahlah, berat di novel romance :D. Nah, ada kesempatan bagi saya untuk membaca buku tante Agatha Christy yang bergenre thriller ini, kebetulan blog Sel-Sel Kelabu yang bekerja sama dengan Gramedia Pustaka Utama menyelenggarakan Blog Event: The Labours of Grey Cells, cekidot.
Event ini dibagi menjadi dua kategori: The Early Problems (untuk yang belum pernah baca/baru sekali membaca novel Agatha Christie) dan And Then There Were More (untuk penggemar lama), setiap peserta hanya boleh mengikuti satu kategori saja.
Jelas saya memilih kategori The Early Problems karena saya belum pernah membaca novelnya Agatha Christie ini, syaratnya hanya menjawab tiga pertanyaan, tiap jawaban sepanjang 200-300 kata. Berikut pertanyaannya beserta jawaban dari saya :D

Button2

Mengapa Anda menyukai cerita detektif?
Sebenernya saya nggak menyukai cerita detektif, buku bertema itu  yang udah saya baca bisa dihitung dengan jari, kecuali komik dan romance suspence :D. Tahun lalu saya mencoba membaca novel yang pure thriller tapi gagal menarik hati saya, biasanya genre ini lebih saya sukai ketika menikmati visualnya, lebih suka versi filmnya. Sebut saja seri Sherlock Holmes, saya suka banget filmnya tapi belum pernah baca bukunya. Mungkin belum mendapatkan ‘jodoh yang tepat’. Makanya, saya ingin mencoba novel karya Agatha Christie, siapa tahu saya bisa kepincut dengan berbagai analisis tokohnya dalam mengungkap sebuah kasus. Saya ingin merasakan hal yang sama ketika membaca versi cetaknya sama seperti ketika saya menonton visualnya, rasa deg-degan dan menebak siapa pelaku sesungguhnya.
Siapa tokoh favorit Anda dalam literature detektif?
Belum ada sebenernya, tapi dulu waktu suka nonton anime saya suka banget mantengin Detective Conan dan Detective Kindaichi, sampai-sampai nggak mau ketinggalan. Kalau menut saya sih Kindaichi ceritanya lebih ‘dark’ dan kadang susah di tebak, selain itu juga banyak tokoh utamanya. Beda lagi dengan Conan, kalau sama anime ini saya lebih berat ke pemeran utamanya, ngefans sama dia, kadang kasus yang dihadapi gampang kadang nggak bisa ketebak juga, yang paling di suka itu kalo pas ngupas pelaku yang merubah badan Conan dan ada pemuda bertopeng yang sangat misterius yang suka ngemut tangai bunga mawar itu :D
Mengapa Anda ingin mencoba membaca novel Agatha Christie?
Sebelumnya juga udah saya singgung, saya belum menemukan cerita detektif yang benar-benar membuat saya terpikat, saya lebih menyukai nonton filmnya. Tapi saya ingin menemukannya, dalam perluasan genre bacaan yang saya mulai tahun lalu banyak genre baru yang akhirnya menjadi favorit saya misalnya saja yang berbau dark (Hansel and Gretel), Historical Fiction (Sarah’s Key) bahkan klasik yang dulunya saya jauhi ada beberapa yang menarik buat saya. Thriller nggak jauh beda sama dark, seharusnya saya lebih bisa menyukai genre ini, dan saya harap saya menemukannya dalam novel karya Agatha Christie :D

Haduhhh dikit banget ya jawabannya? Habis udah nggak ada ide lagi, intinya saya penasaran dan pengen mencoba, semoga bisa menjadi salah satu pemenang :D

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...