Rabu, 10 Oktober 2012

55 Reading Question

Holla, ketemu lagi nih, lumayan lama vakumnya ya, hehe, tenang udah ada beberapa review yang udah aku buat kok tapi masih di kertas, insyaallah akan segera aku pindahin ke Kutu Bokek, kangen ngisi gitu karena disibukkan dengan kerjaan dan timbunan buku *alasan klise*. Biar nggak bosan nih, aku mau menuliskan 55 Reading Question, di mana awalnya aku tahu postingan ini dari beberapa anggota BBI yang lain, karena semua pake bahasa inggris jadi menghambat diriku untuk ikut. Untungnya nih, si FJ Rean buat 55 Reading Question ini in Bahasa, jadi boleh dong aku nyontek terjemahannya, udah minta ijin loh. Kalo pengen tahu jawaban dia apa, silahkan aja berkunjung ke stew.blogdetik.com.

Inilah 55 Reading Question versi Kutu Bokek:
1. Buku favorit masa kecil
Sebenernya aku mulai baca kelas lima atau enam SD, itu aja baca majalah remaja (yeah saya emang dewasa sebelum waktunya) dan novel Mira W punya abah. SMP mulai kecanduan komik, SMA teenlit trus berkembang ke berbagai genre. Jadi, kalau ditanya buku paling berkesan waktu kecil agak malu, nggak ada buku masa kecil kayak Bobo, Ebyd Blyton dsb, adanya novel Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat karya  Mira W.
2. Buku apa yang kamu baca sekarang?
Sing_me_to_sleep

3. Buku apa yang sedang kamu pesan (untuk di pinjam) di perpustakaan?
Nggak ada, udah jarang ke perpus.
4. Kebiasaan buruk dalam membaca
Baca sambil tidur dan baca beberapa buku sekaligus, bukannya satu buku dikelarin dulu >.<
5. Buku apa yang sedang kamu pinjam di perpustakaan?
Nggak ada
6. Kamu punya e-reader (aplikasi untuk membaca buku digital atau ebook)?
Nggak punya, aku pecinta buku cetak.
7. Kamu lebih suka baca satu buku atau banyak buku dalam satu waktu?
Penggenya sih satu buku, karena udah kebiasaan jadinya beberapa buku. Tapi, kalau bukunya asik biasanya satu buku langsung tamat nggak perlu waktu yang lama ngelarinnya.
8. Apa kebiasaan membacamu berubah sejak ikutan menjadi blogger buku?
Sedikit, ada program baca bareng tiap bulan, itu yang menjadi pembeda yang biasanya baca ya baca apa yang ada.
9. Buku favorit (terbaru) yang kamu baca tahun ini?
Waduh banyak nih, tapi yang bikin aku langsung pengen baca ulang adalah buku ini

Memori

10. Buku terfavorit tahun ini?
Banyak sih ya, kayak Seri Nicholas Flamel, Mockingjay, Delirium, Divergent, tapi kalau yang paling adalah:

Memori

11. Berapa kali kamu membaca buku-buku di luar genre favoritmu?
Beberapa kalai, sejak jadi anggota BBI aku mengecap genre lain seperti klasik, Children book, dark, thriller, non fiksi, banyak pokoknya.
12. Apa saja genre favoritesmu (comfort zone, yang pasti kamu akan suka)?
Romance, Fantasy, YA, dark
13. Kamu bisa baca buku di bus yang sedang melaju?
Nggak pernah bisa di kendaraan apa pun, pusing.
14. Tempat favorit buat baca?
Tempat tidur
15. Apa saja aturan dalam meminjam bukumu?
Rawat baik-baik, jangan ada yang rusak dan yang penting jangan lupa dikembalikan.
16. Kamu pernah menandai sebuah halaman buku (dimana terakhir kamu sampai) dengan dog-ear (melipat sedikit ujung halaman)?
Pernah, biasanya buku rental karena nggak ada pembatasnya, hehe.
17. Kamu pernah mencorat-coret halaman buku-bukumu?
Kayaknya nggak pernah deh, aku suka kebersihan.
18. (Masih berhubungan dengan no. 17) termasuk mencoret-coret buku tulis?
Kalau ini sering, aku sering mencoret-coret di buku tulis untuk buat review, karena tulisanku emang kayak coretan nggak tentu arah --
19. Kamu suka membaca buku dalam bahasa apa?
Indonesia dong *cinta produk dalam negeri*
20. Apa yang membuatmu “jatuh cinta” pada buku?
Ceritanya, banyak hal yang bisa buku berikan pada kita, kisah yang romantis, sedih, mencekap, bergidik, membuat kita ketawa, terharu, sebel, semua rasa ada dalam buku.
21. Apa yang membuatmu terinspirasi untuk merekomendasikan buku pada orang lain?
Aku tahu genre kesukaan dia
22. Genre paling favorit?
Romance
23. Buku genre apa paling jarang kamu baca (tapi kamu berharap bisa membacanya)?
non fiksi
24. Buku biografi favorites?
Nggak ada, nanti deh kalau ada orang yang nulis biografi diriku, baru aku baca buku biografi.
25. Kamu pernah baca buku pengembangan diri?
Pernah, tapi lupa buku apa aja, hanya selewat.
26. Buku masak favorites?
Nggak ada, yang ada aku pengen makan itu kertas kalau lihat buku masakan.
27. Buku paling menginspirasi yang kamu baca tahun ini?

Before_i_die

Membuat aku bersyukur karena diberi kesehatan
28. Cemilan favorit saat baca?
Nggak ada #KapanKurusnya
29. Di buku apa dimana ada sebuah kasus (masalah) yang  menghancurkan mood membacamu?

1464171

Karena banyaknya tokoh yang mempunyai nama yang mirip membuat saya mumet dan kehilanggan mood untuk membacanya.
30. Berapa kali kamu setuju dengan kritikan orang pada sebuah buku?
Beberapa kali
31. Apa yang kamu rasakan saat membaca sebuah review jelek/negatif?
Kasian sih sama yang dikritik, tapi kan itu pendapat, dan kita bebas berpendapat.
32. Jika kamu fasih banyak bahasa asing, buku berbahasa apa yang akan kamu baca?
Bahasa Inggris
33. Buku paling mengintimidasi yang pernah kamu baca?
Mengintimidasi ini maksudnya apa ya? Kalau yang bikin aku geregetan sama tokoh utamanya, jawabannya adalah Dexter, iya, aku gemes banget sama dia, Kalau akun jadi Em, udah aku buang jauh-jauh itu si Dex.

13559646

34. Buku yang mengintimidasi kamu bahkan sebelum kamu mulai membacanya?

The_maze_runner

entah kenapa feeling aku buku sama buku ini bagus, udah punya dan nggak sabar untuk dibaca.
35. Puisi favorit?
Nggak ada, nggak suka puisi.
36 dan 37 (kedua pertanyaan ini seputar perpustakaan, jadi skip aja)
Okeh! aku juga jarang ke perpustakaan kok, terakhir setahun yang lalu pinjem buku untuk buat skripsi :))
38. Karakter fiksi favorite?
Simon di Memori dan Ethan di Take a Bow
39. Karakter jahat fiksi favorit?
Nggak ada, biasanya aku nggak mengganggap penting mereka
40. Buku yang suka kamu bawa untuk menye
rtai liburanmu?
Nggak ada, liburan ya liburan.
41. Waktu terlama tidak membaca buku?
Beberapa minggu saja
42. Judul buku yang tidak bisa kamu baca hingga selesai? (Tahun ini)

1464171

dari tahun kemaren g selesai-selesai nih :))
43. Apa yang bisa mengalihkan perhatianmu begitu mudah ketika kamu sedang baca buku?
Twitter
44. Film favorit yang diadaptasi dari novel?

Hunger_games

45. Film adaptasi novel paling mengecewakan?

Harry_potter_5

46. Nominal terbesar ketika membeli buku?
Nggak pernah lebih dari 300k
47. Apakah kamu sering membaca sekilas keseluruhan sebuah buku sebelum membacanya?
Iya, biasanya sinopsis di belakang sampul buku atau kalau nggak beberapa halaman awal.
48. Apa yang menyebabkan dirimu berhenti membaca sebuah buku di tengah jalan?
Nggak jelas konflik dan ceritanya.
49. Apa kamu suka menyusun rapi buku-bukumu?
Ehehehe, aku orangnya nggak bisa rapi, tapi selalu mencoba agar bukuku mendapat tempat di rak :P
50. Kamu lebih suka mana, menyimpan sebuah buku atau memberikannya pada orang lain setelah membacanya sekali?
Kalau suka ya dikoleksi kalau nggak suka dikasih atau bisa jadi modal swap.
51. Jenis buku yang kamu hindari?
Motivasi, agama, masakan
52. Judul buku yang bikin kamu marah?
Yang salah ketik, keterlaluan itu typonya.
53. Buku yang kamu kira tidak akan kamu suka tapi malah suka banget?

13012011_danur

54. Buku yang kamu kira bakal kamu suka tapi ternyata tidak?

Wings

55. Bacaan menyenangkan anti penyesalan?
Pertanyaannya binggungin deh. Bacaan menyenangkan anti penyesalah biasanya adalah buku-buku dari penulis favorit, gaya penulisan yang udah familier. Yang nggak pernah kecewa itu ketika aku baca bukunya Sitta Karina, Windry Ramadhina dan Christian Simamora, bikin nagih!

Sekian *ngos-ngosan*


Before I Die


Apa yang akan kamu lakukan jika umurmu ditargetkan tidak akan lama lagi? Berserah diri? Tetap semangat menjalani sisa hidup? Bunuh diri aja langsung? Menyerah dan menunggu waktu tanpa melakukan apa pun? Semua ada pilihannya, tergantung kita ingin menggunakan waktu sebaik mungkin atau membiarkannya berlalu tanpa arti. Pilihan yang dipilih oleh Tessa adalah membuat daftar yang inggin diwujudkannya sebelum mati.

Sepuluh hal yang inggin Tessa wujudkan sebelum ia mati:
  1. Bercinta
  2. Mengatakan 'ya' pada apa pun selama sehari penuh
  3. Obat-obatan
  4. Melanggar hukum
  5. Mengemudi
  6. Ketenaran
  7. Membuat Ibu dan Ayah rujuk
  8. Cinta 
  9. Adam tinggal bersama Tessa
  10. Lauren Tessa Walker
.....
11. Secangkir teh
12. Pedoman untuk ayah
13. Memeluk adiknya saat senja hinggap di birai jendela
....

Sepuluh tidaklah cukup, tidak akan pernah cukup. Masih banyak yang ingin Tessa lakukan dalam hidupnya.
"Berapa lama aku bisa bertahan? Aku tidak tahu. Yang kutahu hanyalah aku punya dua pilihan. Terus berlindung di bawah selimut dan melanjutkan hidup sebagai orang yang sekarat, atau kembali melaksanakan daftar keingginan dan melanjutkan hidupku."
Sejak berumur dua belas tahun Tessa divonis menderita limfoblastik leukimia (jenis kanker darah yang tumbuh cepat dimana limfoblast/sel darah putih yang belum matang terlalu yang banyak di dalam darah dan sumsung tulang) membuat dia putus sekolah dan setiap minggu harus melakukan penggobatan yang sangat menyiksa. Di umur enam belas tahun ini, dia ingin sisa hidupnya tidak sia-sia, bersama Zoey -teman yang tidak peduli dengan penyakit Tess, Tessa ingin membuat daftar dan mewujudkannya, daftar yang tidak biasa.
"Kau menggingginkan hal-hal yang manis dan indah, Tessa, tapi berhati-hatilah. Orang lain tidak selalu memberi apa yang kau ingginkan."
Salah satu buku yang membuat saya mbrebes mili. Gimana ya, sebenernya karakter Tessa tidak membuat saya bersimpati, dia cenderung memaksakan kehendak dan kadang sinis dengan dirinya sendiri, bandel dan susah diatur. Yang lebih membuat saya terharu adalah perlakuan orang-orang disekitarnya. Ayahnya, satu-satunya orang yang percaya Tessa akan sembuh. Cal, adik Tessa yang sanggat polos dan lugu, yang bertanyya tanpa basa basi "apakah kau akan segera mati?" Zoey, dia tidak peduli Tess sakit, kamu ingin melakukan sesuatu yang gila yang kamu inginkan? ayo aja, aku akan berusaha memfasilitasinya. Begitulah dia, berharap semua orang seperti dirinya, tidak mengasihinya. Ibunya, dia tidak tahu sama sekali tentang teori penyakit Tess, berkebalikan dengan ayahnya. Tapi, ketika dia bersama denggan Tessa, dia akan melakukan apa pun agar dia menjadi nyaman. Adam, salah satu yang tak pernah dipikirkan Tessa dari awal, dia laki-laki yang sangat mencintai Tessa tanpa mau tau keadaaannya. Semua perhatian orang-orang terdekatnya lah yang membuat saya terharu. Bagaimana mereka berusaha menyembuhkan Tessa, bagaimana mereka berusaha selalu ada untuk Tessa.

Bagian yang paling nyesek:
Aku hanya bercanda, tapi Ayah tidak tersenyum.
"Adam masih terlalu muda, Tessa. Kau tidak bisa bergantung kepadanya dalam segala hal. Dia mungkin membuatmu kecewa."
"Tidak akan."
"Bagaimana kalau dia membuatmu kecewa?"
"Yah, aku masih punya Ayah."
Rasanya aneh memeluk Ayah di bordes dalam kegelapan. Kami saling berpelukan lebih erat daripada yang dapat kuingat. Akhirnya ayah mengendurkan dekapannya dan menatapku dengan sangat serius.
"Ayah akan selalu hadir untukmu, Tessa. Terlepas dari apa pun yang kau lakukan, terlepas dari hal apa pun yang masih tersisa yang akan kau lakukan, terlepas dari hal konyol apa pun dalam daftar keinginanmu yang harus kau wujudkan. Kau harus tahu itu."

Tissue mana tissue.

Quote paling disukai:
"Andai aku memiliki seorang pacar. Andai dia tinggal di lemari mantel. Kapanpun aku menginginkannya, aku dapat mengeluarkannya dari lemari dan dia akan menatapku seperti yang dilakukan para pemuda dalam film, seolah-olah aku ini cantik."
Sudut pandangnya adalah orang pertama, Tessa. Membuat kita mengetahui apa yang dia rasakan, apa yang dia inginkan. Alurnya lumayan cepat, yang paling menarik tentu bagaimana Tessa mewujudkan keingginannya, membuat kita akan cepat-cepat mengetahui cara Tessa mewujudkannya. Covernya not bad lah, nggak jauh beda dari cover aslinya. Sayangnya kualitas kertasnya nggak bagus, terlalu tipis dan tulisannya agak kecil. Entah kenapa saya merasa ada yang kurang dengan terjemahannya, bukannya jelek, saya hanya merasa tidak lepas ketika membaca, ok, saya menangis di saat-saat terakhir, tapi saya rasa itu tidak cukup, saya merasa seharusnya lebih wah lagi.

Beberapa penghargaan untuk buku ini:
ALA Teens' Top Ten (2008), Branford Boase Award (2008), ALA's Top Ten Best Books for Young Adults (2008), The Inky Awards for Silver Inky (2008), Abraham Lincoln Award Nominee (2012).

Buku ini sudah difilmkan dengan judul Now Is Good yang tayang pada tahun 2012 ini. Tessa diperankan oleh Dakota Fanning dan Adam diperankan oleh Jeremy Irvine. Lita tunggu saja filmnya, semoga saja semengharukan bukunya. Berikut trailer filmnya:


4 sayap untuk mantra penolak-kematian.


Penulis: Jenny Downham
Penerjemah: Indriani Grantika
Cover: Indriani Grantika
Penerbit: Grantika Publishing
ISBN: 978-602-18147-0-3
Cetakan kedua, Juli 2012
303 halaman

Filosofi Kopi



Penulis: Dee
Penyunting: Dhewiberta
Cover: Fahmi Ilmansyah
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN: 978-602-8811-61-3
Cetakan pertama, Januari 2012

Buku Dee yang saya baca setelah Perahu Kertas, Rectoverso dan Madre. Entah kenapa sampai sekarang saya belum tertarik membaca Supernova. Perahu Kertas tergolong cerita yang biasa, yang berisi tentang kisah cinta sepasang anak muda, impian dan berbagai bumbu penyedap yang sudah tidak asing lagi. Untuk pertama kalinya membaca karya Dee, saya cukup menikmatinya. Untuk Madre, isinya hampir sama dengan Filosofi Kopi yang berisi cerita pendek, puisi atau prosa. Saya tidak terlalu suka dengan puisi atau prosa, saya sering tidak bisa memahaminya, makanya saya jarang beli atau baca buku yang berisi antologi. Cerpen yang ada dibukulah yang membuat saya mampu bertahan membaca kedua buku ini. Kalau di Madre ada dua cerpen yang sangat saya sukai, di Filosofi Kopi ini ada dua cerita yang sangat saya sukai juga dan dua cerita yang cukup menarik.

Selasa, 09 Oktober 2012

[un]affair


Cinta memang tak mengenal tempat dan waktu untuk berlabuh, dia datang sesuka hatinya kepada siapa pun itu. Di sebuah perlintasan kereta api, Bajja menemukan tambatan hatinya, seorang gadis yang berwajah sendu. Bajja begitu tertarik padanya tapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencari tahu lebih, dia melihat gadis itu hanya sepintas tanpa tahu identitasnya. Keberuntungan datang pada Bajja, suatu hari gadis itu datang ke tempat kerja Bajja dengan tujuan ingin membuat sebuah buku dari hasil tulisannya. Bajja tidak membuang kesempatan itu, langsung menyanggupi dan bertanya siapa namanya, Arra. Bajja ingin sekali tahu apa yang ditulis oleh Arra namun takut akan mengganggu privasinya, tapi bagaimana pun Bajja harus tetap membacanya selain dia bertugas mencetak dan 'merapikan'. Kenyataan pahit di dapat, buku itu dibuat untuk kekasih Arra.
"Mungkin terasa berlebihan. Aku sadar, saat itu atau pun sekarang, aku terlalu terbawa perasaan. Semu seakan begitu mudah menggiringku. Hanya sesuatu yang kecil saja, dapat melemparku dalam frame-frame lain yang tak kupahami."
Bajja kecewa, tapi dia tetap menerima Arra ketika gadis itu datang ke rumahnya, duduk di sofa usang dan merenungkan kehidupannya yang tampak dari luar banyak masalah. Bajja hanya bisa memandangnya tanpa bertanya apa yang terjadi. Dia menyediakan tempat untuk Arra, hatinya, rumahnya, sofanya. Kemudian Arra menghilang tanpa kabar, datang kembali, menghilang tanpa kabar lagi, dan terakhir yang sangat membuat Bajja terluka adalah ketika ada undangan pernikahan untuknya dari Arra. Sejak itu, Bajja ingin melupakan Arra, gadis sendu yang telah membuat hatinya kacau. Bajja belajar move on ketika mantan pacarnya datang lagi, Canta. Tapi, rasa yang dulu perneh mereka rasakan kini berubah, bagaimana pun usaha Bajja untuk melupakan Arra tidak pernah berhasil.

Pertama kali baca bukunya mas Yudhi, padahal udah beberapa kali ketemu, ihik, jadi malu. Mungkin sudah banyak yang tahu kalau mas Yudhi ini lebih familier dengan buku-buku bertemakan sejarah atau komedi, dan itu bukan cangkir teh saya, jadi maklum dong kalau saya baca buku romance pertama yang dia tulis #ngeles :D. Karena belum pernah baca bukunya yang lain, saya belum terbiasa dengan gaya penulisannya. Di buku ini deskripsinya bagus, luas, menggunakan bahasa baku namun tidak kaku. Bakat menulis cerita humor juga dia tuangkan di buku ini, contohnya adalah beli nisan satu gratis satu dan ketika Bajja ketemu Wara, ehm pasti deh langsung bikin senyum-senyum., Bajja jadi ketauan kalau dia punya selera humor. Berbeda kalau ketemu Arra, dia akan menjadi mellow, nggak banyak bicara, cenderung malu. Kalau ketemu Canta, dia bisa menjadi seorang cowok penggombal. Untuk karakter Arra, dia tidak banyak dibicarakan, sangat misterius, yang saya tahu tentang dia adalah pacarnya sering berbuat kasar padanya, seorang penyendiri dan pendiam. Selain kedua karakter utama itu, karakter lainnya tidak dijelaskan secara detail oleh penulis, penulis lebih memusatkan atau mendiskripsikan suasana. Selain karakter tokoh yangntidak dijelaskan dengan detail, settinggnya pun juga, kota sendu, kota yang sering kedatangan hujan.

Minim typo, saya suka covernya, dari ketiga pilihan yang ada di sini saya setuju dengan pengambilan cover sofa ini, sofa adalah saksi kisah cinta Bajja dan Arra, jadi pas. Sayangnya, saya agak terganggu dengan penempatan sepatu merah dan majalah, lebih enak kalau hanya sofa saja, merusak pemandangan. Kemudian saya juga agak terganggu dengan seringnya tanda "!" di akhir kalimat (tanda seru dipake sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidak percayaan, atau rasa emosi yang kuat,sumber) mungkin penulis bermaksut menegaskan, tapi ketika membacanya itu malah membuat saya terganggu. Kemudian, saya tidak terlalu suka dengan endingnya, kasihan Bajja, :(.

Bagian yang paling mengharukan menurut saya adalah ketika Arra menyobek-nyobek buku yang sudah dibuat Bajja, kemudian Bajja memperbaikinya lagi, mencoba kembali seperti semula. Bajja kebaikan deh sama Arra.
"Aku tahu ini tak salah. Aku hanya seorang manusia diantara bentangan perasaan. Terlalu kecil. Terlalu lemah. Jadi bagaimana bisa aku memilih, bila hati yang kemudian memutuskan? Bagaimana pula aku mengalah, bila otakku yang tak mau menuruti? Toh, untuk saat ini, aku kembali membela diri, aku hanya berpikir tentang kehadirannya di dekatku. Tak lebih dari itu."
Buat yang ingin tahu gimana romantisnya mas Yudhi, baca deh buku romance pertamanya ini :D

3 sayap untuk wajah sendu di kota sendu


Penulis: Yudhi Herwibowo
Editor: Anton WP
Cover: desaincoverok.com
Penerbit: bukuKatta
ISBN: 978-979-1032-78-0
Cetakan pertama, 2012
169 halaman

Senin, 08 Oktober 2012

Here, After



Pernah nonton film Crash, Valentine Days, atau film Indonesia yang berjudul Love? Bagi yang udah nonton bisa narik kesimpulan kan kesamaannya? Alur dan semua tokoh -baik tokoh utama maupun tokoh figurannya- mempunyai peranan penting dalam jalannya cerita, tokoh dalam satu cerita akan mempunyai benang merah dengan tokoh dilain cerita. Ada 10 cerita dan 10 tokoh di dalam buku ini, bisa berdiri sendiri, bisa sambung menyambung dengan cerita lainnya, Daripada bingung dengan kalimat saya, berikut isi buku ini.

1. Adi
"Cinta adalah penipuan terbesar yang diciptakan oleh umat manusia."
'Cinta' tak bisa mempersatukan mereka yang jauh. Padahal, seharusnya, itulah tugas cinta. Ia gagal mempersatukan aku dan Diana, hanya karena Diana di Jakarta dan aku di London.
Patah hati karena alasan LDR, Adi melampiaskan sakit hatinya pada acara Latin Night di bar kampusnya. Di sana dia bertemu dengan gadis ayu perpaduan Irlandia dan Spanyol, Juliet. Selain mengajarkan Adi tarian salsa secara khusus, Juliet juga memberikan obat sakit hati untuk satu malam yang terhebat.

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...