Jumat, 31 Agustus 2012

The Notting Hill Mystery


The_notting_hill_mystery

Penulis: Charles Felix
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Cover: Aminudin Hadinugroho
Penerbit: Visi Media
ISBN: 979-065-122-8
Cetakan pertama, Juli 2012
245 halaman

Tadinya girang lihat teh cangkir lainnya, wah sapa tau tehnya lebih enak, tapi ternyata... baru mulai minum aja udah tersedak, coba diminum lagi eh malah tenggorokan gatel, apa belum dicuci ya cangkirnya? tapi enggak loh, cangkirnya bersih, mulus. Apa yang salah tehnya? kodisinya bagus kok, sebelumnya aja minum teh yang sama. Jadi kesimpulannya emang bukan teh cangkir saya, belum terbiasa sama rasa yang saya inginkan sama ketika saya memakai cangkir teh kesayangan saya.

Seperti itulah saya menuangkannya, saya kurang nyaman aja dengan buku ini, bukan salah covernya yang menurut saya lumayan, bukan salah terjemahannya yang menurut saya tidak ada masalah dan lumayan 'bersih', mungkin karna bukan genre favorit saya jadi saya kurang bisa menikmatinya. Bisa dibilang ini buku dektektif yang pertama saya baca, sama halnya yang tertera di sampul buku, buku ini adalah novel detektif pertama di dunia (diterbitkan pertama kali di Inggris pada tahun 1865), Sherlock Holmes yang kondang itu aja belum lahir. Biasanya kalu genre yang banyak mikir kayak gini saya lebih menyukai nonton filmnya, lebih mudah mencerna dan menebak siapa dalang semua kejadiannya. Sebenernya nggak asing juga, biasanya saya membaca cerita berbau pembunuhan di genre Romance Suspense, setidaknya ada penyemangat buat saya untuk terus menamatkannya :p. Tapi terima kasih sekali kepada @gila_buku yang berkenan mengirimi saya buku ini, untuk pertama kalinya mencoba membaca kisah detektif, benar-benar tantangan buat saya.
Karena saya bingung mau menceritakan bagaimana isi buku ini, saya akan mengutip salah satu paragrap di awal buku karena menurut saya sudah menjelaskan sebagian besar isi buku tanpa menebarkan spoiler, yaitu Charles Felix: 150 Tahun Misteri.
Novel ini mengambil gaya bercerita korespondensi antara seorang detektif swasta bernama Ralph Henderson yang disewa oleh pihak asuransi untuk menyelidiki misteri dibalik polis asuransi berharga ribuan poundsterling. Hal yang menarik, di dalam novel juga dimasukkan bukti-bukti pelengkap kasus, seperti denah TKP, buku harian korban, kumpulan surat pengakuan saksi, sertifikat pernikahan, catatan medis, laporan analisis kimia, hingga robekan dokumen penting. Hal-hal yang saat ii biasa kita tonton dari serial TV kabel semacam NCIS atau CSI. Metode penulisan fiksi detektif semacam ini baru populer digunakan tahun 1920. Selain memasukkan berbagai analisis medis dan kimia, Charles Felix juga memasukkan polemik tentang ilmu hipnotis yang saat itu masih diangap hal aneh, bahkan tabu.
Menjelaskan semuanya bukan?
Ketika membaca bab pembuka yang di tulis oleh Penjaga Rumah 57 di atas saya sedikit paham dan cukup bersemangat, sayangnya ketika memasuki tiap bab yang berisi surat para saksi saya melemas, saya kurang suka gaya bercerita seperti ini (padahal kalau nulis suka banget yang kayak gini) entah kenapa beberapa kali membaca cerita yang berwujud surat saya kehilangan nyawanya, padahal seharusnya lebih memperjelas makna, lebih personal, tidak adanya dialog dan banyaknya saksi tidak bisa membuat saya menebak siapa pelaku penipuan malah menambah kebingungan ceritanya, dugaan pembunuhan, belum lagi soal hipnotis yang membuat saya mengernyit ini maksudnya apaan sih? Walaupun terseret-seret saya pun memaksakan untuk mengentaskan buku ini, sekali membuka mari kita akhiri juga :D.

Mungkin buat pemanasan aja, siapa tahu nanti kalau membaca buku pure detektif tidak kaget lagi, yang penting jangan sampai kapok, hehe. Walaupun saya kurang menikmatinya buat para pecinta kisah detektif saya recommendedkan buku ini, jangan ngaku freak serial detektif kalau belum baca kisah detektif pertama di dunia.

2 sayap untuk Madame R**

Life of Pi

Sebelum ada yang bertanya kenapa buku bergenre non romance bisa nangkring di sini, saya klarifikasikan bahwa (halah) sejak tadi malam sampai pagi ini -dan saya belum juga tidur- entah kenapa mencoba berkali-kali posting tidak bisa, karena capek, deadline sebentar lagi dan bingung mau naruh di mana ini review (sebenernya udah buat wordpress lagi tapi masih bingung cara makenya) jadi untuk sementara saya taruh di sini saja. Lagian buku ini juga ada cintanya kok, cinta kepada Tuhan dan makhluk ciptaannya yang paling seksi :p. Semoga Kutu Bokek segera membaik *amin*
Penulis: Yann Martel
Alih bahasa: Tanti Lesmana
Penerbit: Gramedia
ISBN: 979-22-1106-3
Cetakan keempat: November 2007
446 halaman

Nemu buku ini di diskonan Gramedia Slamet Riyadi yang diskonnya lumayan menggiurkan, 40%, asal ambil aja karena tertarik dengan cover dan label The Man Booker Prize, menurut pengalaman sebelumnya membaca buku yang berlabel sama sangat suka, jadi tanpa pertimbangan langsung masuk kantong belanjaan. Mungkin saya memang berjodoh dengan buku ini, tidak lama setelah membelinya, teman-teman BBI memutuskan kalau bulan Agustus ini tema baca barengnya adalah 1001 books you must read before you die, dan buku ini masuk di dalamnya, menggeser calon buku 100 Tahun Kesunyian yang awalnya menjadi kandidat untuk posting bareng. Alasan lainnya adalah buku ini akan difilmkan dan rencana rilis akhir tahun ini, baca dulu bukunya baru tonton filmnya :D. Membaca sinopsisnya menginggatkan saya akan film Cast Away (2000) yang dibintangi Tom Hanks, film yang membuat saya menggangga tidak percaya dan berandai-andai kalau saya mengalami hal seperti itu mungkin saya akan lebih memilih bunuh diri, tidak sanggup membayangkan beban psikis yang dialami. Kalau di film itu Tom Hank terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni selama empat tahun, di buku ini tokoh utama terdampar di Samudra Pasifik selama kurang lebih tujuh bulan di sebuah sekoci bersama dengan Zebra, Heyna, Orang Utan Betina Kalimantan dan harimau Royal Bengal seberat 225 kg. Ada yang lebih hebat lagi nggak selain bunuh diri?
Kalau kita sudah banyak menderita dalam hidup ini, setiap tambahan penderitaan jadi terasa tak tertahankan, sekaligus tak berarti.
Dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama berjudul Toronto dan Pondicherry, bagian masa sekarang dan masa lalu. Alurnya flash back dan diambil dari sudut pandang orang pertama dan ada juga font bergaris miring yang membuat saya bingung bingung, ini siapa yang ndesel-ndesel ingin tampil. Dimulai dari "penderitaan" mengambil dua gelar sarjana di bidang kajian-kajian keagamaan dan zoologi, asal mula nama Picine Molitor Patel di mana sebagian besar orang salah melafalkannya menjadi Pissing. Hahaha, kalau orang jawa menyebutnya pesing. Geram karena panggilannya itu, tiap kali memperkenalkan diri kepada gurunya, dia akan langsung menuju ke depan kelas, menuliskan nama panjangnya kemudian nama panggilannya, Pi Patel, sebagai penegasannya lagi dia akan menulis salah satu lambang geometri dasar, diameter, phi atau 3,14 :)).

Dua cerita yang paling dominan di bagian pertama ini adalah tempat tinggal Pi dan agama yang dipeluknya. Pi adalah pemuda berumur 16 tahun, anak seorang pemilik kebun binatang di Pondicherry, salah satu wilayah kecil yang berada di India. Kebun binatang bagi Pi adalah surga dunia dan dia tidak sependapat kalau kebun binatang adalah "penjara". Dalam hal ini, setelah membaca analisis Pi saya jadi mengiyakan pendapatnya. Kalau sebenarnya binatang lebih aman dan terurus di kebun binatang, makan tepat waktu dan bila sakit ada dokternya. Apalagi dengan pendapatnya yang "binatang" paling berbahaya di kebun binatang adalah manusia. Kebiasaan manusia yang suka memberi makan sembarangan dan berbuat iseng kepada binatang bisa mencelakakan mereka. Saya tidak suka ke kebun binatang, saya tidak suka binatang, dulu waktu kecil setiap diajak piknik ke kebun binatang saya selalu males, nggak asik, manfaatnya kita memang lebih mengenal bermacam-macam binatang, hanya itu manfaatnya. Saya takut dengan binatang, apa pun itu (abaikan kalau nyamuk itu binatang). Membaca bagian Pi ketika dia hidup di kebun binatang rasanya sedikit berbeda, putra raja yang memiliki istana begitu mewah dan luas ditambah koleksi binatang yang lengkap. Membaca bagian ini akan menambah pengetahuan tentang dunia perkebun binatangan.
Aku tahu kebun binatang tidak lagi mendapat tempat di hati orang. Sama halnya dengan agama. Keduanya dijangkiti ilusi-ilusi tertentu tentang kebebasan.
Kemudian soal agama, seorang Hindu, bersekolah di sekolah Kristen, dan jatuh cinta pada sajadah. Banyaknya pandangan tentang agama di sekitar kehidupannya membuat dia penasaran, rasa ingin tahu yang tinggi memacu dia mempelajari setiap ajarannya masing-masing dan dia menemukan kedamaian di setiap agama tersebut, dia pun memeluk ketiga agama tersebut. Bagian dialog antar agama kocak dan membingungkan semua yang sedang berdebat, kecuali Pi. Saya pernah seperti Pi, dibesarkan dalam keluarga beda agama membuat saya bingung, bingung memilih mana yang benar dan mana yang harus saya yakini. Dalam hal ini, saya memilih satu agama saja :)).
Itulah pertama kalinya aku tahu bahwa orang-orang ateis adalah saudara-saudaraku juga, yang memiliki keyakinan berbeda. Setiap kata yang mereka ucapkan menunjukkan keyakinan mereka.
Memilih keraguan sebagai falsafah hidup sama halnya memilih kemandekan sebagai sarana transportasi.
"Aku tidak mengerti, kenapa aku tidak boleh jadi tiga-tiganya sekaligus? mamaji punya dua paspor. India dan Prancis. Kenapa aku tidak bisa jadi Hindu, Kristen, dan Muslim?"
Bagian dua, Samudra Pasifik, bagian yang sudah saya tunggu-tunggu dari awal membuka lembar pertama buku ini. Karena konflik politik di India membuat ayah Pi panik dan memutuskan untuk pindah, menjual semua binatang dan mencari kehidupan baru. Pada tanggal 22 Juni 1977 keluarga Pi meninggalkan Madras, Pondicherry menuju Canada dengan menumpang kapal barang Jepang berbendera Panama, Tsimtsum. Pada tanggal 2 Juli 1977 kapal mereka tenggelam, hampir menenggelamkan semuanya, binatang-binatang yang akan di jual ke negeri Paman Sam, para awak dan penumpangnya. Yang tersisa hanya sebuah sekoci, anak laki-laki berumur 16 tahun, seekor Zebra yang patah salah satu kaki, heyna yang sering lapar, Orange Juice - orang utan betina dari Kalimantan dan Richard Parker, harimau Royal Bengal, predator paling berbahaya. Bersama-sama mereka mengarungi Samudra Pasifik yang entah berujung di mana, ekosistem baru terbentuk, rantai makanan tercipta. Yang paling berkuasa adalah pemenangnya.

Bagian terakhir, baca sendiri.
Anda tidak menyadari bahwa bagi binatang-bnatang liar, kita-manusia-adalah species yang aneh dan mengerikan. Kita membuat mereka takut. Sedapat mungkin mereka menghindari kita. Perlu waktu berabad-abad untuk mengenyahkan rasa takut pada beberapa jenis binatang yang mudah dikendalikan-dijinakkan, istilahnya-tapi kebanyakan binatang tidak bisa membuang rasa itu, dan rasanya tidak akan pernah bisa. Binatang liar menyerang kita kalau merasa sangat terdesak. Mereka menyerang kalau merasa tidak ada cara lain lagi. Itulah pertahanan terakhir mereka.
Sempet bosan di awal, saya pikir cerita langsung ke intinya yaitu terdamparnya Pi di dalam sekoci bersama dengan binatang buas tersebut, dari awal kita malah disuguhi menu pembuka yang menurut saya terlalu lambat dan masih mempertanyakan apa hubungannya ketiga agama Pi dengan karamnya kapal Tsimtsum? Baru di bagian dua saya mulai bersemangat membaca kembali, menu utama! merasakan rasanya terdampar, kebas akan rasa kehilangan dan mencoba bertahan hidup baik dari alam maupun "teman seperjalanannya". Walaupun ceritanya sangat langka, penulis menuturkannya serasa nyata. Binatang tetaplah binatang, mereka tidak mempunyai akal dan rasa, mereka hanya tahu kebutuhan mereka, ketika lapar dan ada makanan mereka akan langsung melahapnya tanpa perlu berpikir. Sempat ngilu ketika penulis mendiskripsikan proses makan dan di makan di secoki itu, mungkin kalau jadi Pi saya akan lompat ke laut, tapi ketika melihat di sekeliling ada ikan hiu yang mengiringi sekoci, yeah Pi pun sudah pernah memikirkannya. Serba salah, bingung, putus asa, tidak ada pilihan kecuali menunggu waktu. Saya merasa Pi masih cukup beruntung, karena di sekoci ada bahan makanan, air, buku panduan dan peralatan memancing bahkan alat untuk merubah air laut menjadi air tawar, jadi bisa bertahan untuk beberapa waktu. Lah Tom Hanks di Cast Away? 4 tahun tanpa peralatan dan bahan makanan apa pun, sehingga dalam proses Pi mencari makan tidak terlalu membuat saya iba, karena ada yang lebih menderita dari dia. Petualangannya pun kurang banyak, sebagian besar hanya di laut terus dan usaha mencari ikan untuk bertahan hidup, ketika Pi menemukan Pulau Karnivora serasa ada angin segar. Kalau saya jadi Pi lagi, saya pun akan berteriak ke punulis cukup sekoci dengan harimau yang sewaktu-waktu bisa memakanku kapan saja, nggak usah ada petualangan macem-macem lagi.
Sebagian diriku sama sekali tidak menginginkan Richard Parker mati, sebab kalau dia mati, aku akan sendirian, putus asa, dan keputusasaan adalah musuh yang jauh lebih berbahaya daripada harimau.
Bagian yang membuat saya tertawa ketika Richard Parker mengencingi daerah teritorialnya kemudian Pi juga mengencingi sumber makanan dan teritorialnya juga. Bagian yang paling menarik adalah ketika Pi mendengar suara Prusen dari Richard Parker, menemukan chemistry di antara mereka, memberi sedikit sinyal kalau dia tidak berbahaya, memberikan harapan hidup lebih, memberikan semangat kalau Pi tidak sendirian, mengalihkan pikirannya akan kehilangan keluarganya, membuat dia sibuk untuk menunjukkan siapa penguasa sebenarnya.

Cara bercerita penulis enak, kocak dan sarkastik, dampak negatifnya saya tidak merasakan Pi sangat kehilangan keluarganya, mungkin sudah kebas dengan fakta yang ditemukan di sekoci sehingga rasa shock lebih mendominan. Saya juga tidak terlalu suka bagian terakhirnya. Suka covernya, suka terjemahannya sayangnya saya tidak suka kertasnya, saya pecinta kertas buram, hehe. Kalau ditanya apakah buku ini layak masuk ke dalam 1001 books you must read before you die, jawabannya adalah kapan lagi kita membaca cerita anak laki-laki usia 16 tahun terdampar di Samudra Pasifik, mencoba bertahan hidup dari alam dan harimau Royal Bengal seberat 225 kg dalam satu sekoci?



Buku ini sudah difilmkan dan rencananya akan rilis akhir tahun ini, tidak sabar menunggu film yang disutradarai oleh pemenang Oscar, Ang Lee karena saya agak kesusahan membayangkan satu sekoci di huni oleh keempat binatang besar-besar dan satu orang anak remaja :). 

Berikut trailer filmnya.

Buku ini cocok buat kamu yang menyukai petualangan, kisah inspiratif dan mungkin yang sedang mencari Tuhan mana yang lebih cocok.
Kalau dalam urusan percaya saja Anda tidak bisa, buat apa Anda hidup?
Jangan mengintimidasi saya dengan kesopanan Anda! Cinta sulit dipercaya, tanyakan pada siapa pun yang sedang jatuh cinta. Kehidupan ini juga sulit dipecaya, tanyakan pada ilmuwan mana pun. Tuhan juga sulit dipercaya, tanyakan pada siapa pun yang mempercayainya. Kenapa Anda tidak bisa menerima hal-hal yang sulit dipercaya?

3.5 sayap untuk PRIIIIIIIIT! PRIIIIIIT! PRIIIIIIIIT!

Historical Fiction Challenge



Semoga belum terlambat ikut challenge ini, memutuskan ikut juga baru kemaren soalnya baru nyadar kalau punya beberapa buku bergenre Historical Fiction :). Challenge ini di mulai dari bulan Agustus sampai Desember, menariknya ada tingkatan level sesuai jumlah halaman buku yang kita baca, nggak harus satu buku tapi bisa digabungin dalam satu bulan.
Berikut tingkatan level TBBR 2012 Historical Fiction Challenge yang dibuat oleh Hobby Buku
> 1000 pages/month [Historian]
> 800 pages/month [Curator]
> 600 pages/moth [Librarian]
> 400 page/moth [Collector]
> 200 pages/moth [Shopper]

Buku-buku yang ada di rak kamarku antara lain:
  1. Gone With The Wind #1 - Margaret Mitchell - 581 p
  2. Gone With The Wind #2 - Margaret Mitchell - 441 p
  3. Gone With The Wind #3 - Margaret Mitchell - 652 p
  4. Gone With The Wind #4 - Margaret Mitchell - 366 p
  5. Juliet - Anne Fortier - 705 p
  6. Water For Elephants - Sara Gruen - 506 p
  7. A Single Shard - Linda Sue Park - 196 p
  8. Hotel on the Corner of Bitter and Sweet - Jamie Ford - 398 p
  9. Kapitan Pedang Panjang - Fira Basuki - 264 p
  10. Gadis Kretek - Ratih Kumala - 274 p
  11. Maryam - Okky Madasari - 275 p
  12. 100 Tahun Kesunyian - Gabriel Garcia Marquez - 547 p
  13. Outlander - Diana Galbadon - my wishlist to buy
[Agustus 2012] 
Heuheu ternyata lumayan banyak yah, nemunya segitu coba nanti saya cari lagi di timbunan mudah-mudahan cocok dengan genre Historical Fiction, belum lagi yang Historical Romance jadi agak aman kalau mau ikut challenge ini, soalnya tiap bulan baca minimal sekali itu genre :p.

Bulan ini saya nggak produktif baca dan untungnya ada dua buku yang masuk ke genre ini yaitu:
Someone To Watch Over Me - Lisa Kleypas - 424 p
Life of Pi - Yann Martel - 446 p

Total pages untuk bulan Agustus: 870 p, i'm an Curator :)

Untuk sementara postingannya ini dulu ya, belum menentukan mau baca buku apa aja untuk bulan depan yang jelas bakalan saya update kok, dan jika ada buku non HisFic yang saya masukan di atas mohon pencerahannya, saya agak buta genre soalnya, hehe, see ya :)


Rabu, 15 Agustus 2012

Someone to Watch Over Me (Bow Street Runners #1)

Sinopsis:
Grant Morgan adalah bujangan paling didambakan di London, juga salah satu anggota Bow Street Runner yang diperhitungkan. Ketika suatu malam ia dipanggil untuk menyelidiki korban tenggelam, Grant terkejut saat mengenali korban itu sebagai Vivien Rose Duvall, wanita bereputasi buruk. Ia semakin terkejut ketika menyadari wanita itu masih hidup. Karena tak ada seorang pun yang bisa menjaga wanita itu, Grant membawa pulang Vivien untuk merawatnya, namun malah menyadari wanita itu menderita amnesia. Vivien menyadari tanda di lehernya membuktikan ada orang yang sengaja menenggelamkannya di Sungai Thames. Karena itu, ia tak punya pilihan selain memercayai pengakuan pria penyelamatnya bahwa mereka sepasang kekasih, dan menyerahkan hidupnya pada pria itu. Selagi Grant mencari penyerang Vivien, mereka berdua mendapati diri jatuh cinta, sambil berjuang tetap berada selangkah di depan orang yang menginginkan Vivien mati. 
Sudah lama nggak baca tulisan Lisa Kleypas, salah satu penulis Historical Romance favorit saya, seri paling favorit dari dia adalah Wallflowers, salah satu buku yang membuat saya menggandrungi HisRom. Kali ini Gramedia menerbitkan seri terbaru dari LK yaitu Bow Street Runners, mengintip review di Goodreads, seri ini juga mendapat rating yang tinggi. Kali ini cerita berbau thriller, penyelidikan dan sebagainya, karena Bow Street sendiri merupakan biro detekrif, apa ya nama kerennya? :)

Grant Morgan diminta menyelidiki korban tenggelam, awalnya dia mengira korban tenggelam itu sudah mati ternyata masih hidup, kagetnya lagi si korban adalah orang yang pernah menarik perhatiannya dan memfitnahnya. Korban tersebut adalah Vivien Rode Duvall, pelacur paling top dan sangat cantik. Grand membawanya pulang dan langsung memanggil dokter. Setelah dirawat dengan baik dan sadar, Grand mulai menyelidiki sedikit demi sedikit apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang ingin melenyapkan Vivien, sayangnya perempuan tersebut amnesia.

Grant tidak sepenuhnya berbohong tentang siapa Vivien, dia berkata jujur ketika bilang kalo Vivien adalah seorang pelacur kelas atas dan tidak semua orang bisa mendapatkan dirinya, Vivien yang amnesia tidak percaya, selain tidak ingat sama sekali dia juga sangat shock dengan kenyataan kalau dirinya pelacur, Lalu ketika Vivien bertanya apa hubungannya Grant dengan dirinya, Grant berbohong kalau dia adalah pelanggan atau penyewa terakhirnya. Grant berbuat seperti itu karena sakit hati, dulu dia dipermainkan oleh Vivien di suatu pesta dansa, Grant menolak ajakan Vivien namun Vivien berkata sebaliknya kepada semua orang sehingga orang-orang merasa kasihan padanya. Memanfaatkan kelemahan Vivien, Grant bertekat membuat wanita itu bertekuk lutut dan menyesali perbuatannya dulu, tapi apa yang dia dapat? Kena batunya sendiri :p

Cukup mengobati rasa kangen saya akan tulisan LK, dengan banyaknya penulis HR baru yang tidak begitu namplok di hati saya, buku ini cukup memuaskan, tulisan LK masih khas, argumen para tokohnya yang lucu dan adegan ranjangnya yang ehmmmm, hahahaha tidak bisa dilewatkan (hus! masih puasa juga). Konfliknya sendiri lumayan tidak bisa ditebak, walau tetap bagian tumbuhnya bunga cinta antara kedua tokoh utama yang paling menarik. Untuk tokohnya sendiri, Grant memang agak 'keras' dan pandai bernegosiasi, digambarkan juga masa kecilnya yang suram, betapa menyakitkan kehidupannya waktu kecil hingga dia berusaha menjadi orang yang sukses dan tergabung dengan Bow Street dan terkenal tidak pernah gagal dalam menghadapi berbagai kasus. Untuk Vivien sendiri, dia sukses memerankan amnesia karena sama sekali tidak terasa kalau dia seorang pelacur, dia malah terlihat seperti perawan yang malu-malu :p. Yeah akan ada kejutan diakhir dan serunya kalau kita mengetahuinya sendiri.

Sebagai pembuka seri, buku ini sukses membuat saya tidak sabar baca seri selanjutnya yang katanya jauh lebih bagus, oh ya saya juga sangat penasaran dengan Sir Ross Cannon, pemimin Bow Street. Semoga lebih panas!!! XDD

Someone to Watch Over Me (Sang Penjaga Hati)
by Lisa Kleypas
Penerjemah: Elliyanti Jacob Saleh
Cover: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-8651-9
424 halaman

SkripziKrezi


Skrizikrezi

Penulis: WeAreVictims
Cover: Ellina Wu
Penerbit: Gradien Mediatama
ISBN: 978-602-208-088-6
Cetakan pertama, 2012
197 halaman

Pasti yang mengambil jenjang strata di perguruan tinggi nggak akan asing dengan skripsi, satu kata itu bisa membuat kepala migren, diare, tidak tenang tidur dan gejala-gejala stress lainnya. Saya pun pernah mengalaminya, dan CUKUP satu kali saja merasakannya :p. Milih judul saja bisa berbulan-bulan dan itu belum tentu langsung di acc, belum mencari bahan referensi di mana sebagian besar buku di perpus nggak boleh dibawa pulang, jadi pustakawati mendadak deh. Trus buat kuesioner dan orang yang mau ngisi kuisioner tersebut, ribetnya minta ampun. Menghadapi pembimbing yang bukannya membantu dan mempermudah pekerjaan kita malah menambah beban dengan banyaknya revisi. Boros, dengan banyaknya kertas yang di print, membuat kaya pengusaha kertas dan membuat miskin anak kos. Deg-degan setengah modar waktu menghadapi ujian, rasanya pengen kencing di celana! Pengen nimpuk kepala dosen pembimbing ketika waktu ujian dia malah berkomentar "kamu seharusnya ganti judul saja" MAKSUDNYA APA??? TERUS SELAMA PIMBINGAN ITU NGAPAIN AJA, KENAPA NGGAK BILANG DARI DULU????? Begitulah pengalaman saya, ada nagis, sedih, dan nggak ada seneng sama sekali. Ada deng, waktu dinyatakan lulus, hehe.

Buku ini juga bercerita yang sama, pengalaman seorang mahasiswa jurusan Farmasi tingkat akhir yang dibuat stress dengan skripsinya, lebih tepatnya menghadapi dosen pembimbing. Kenapa begitu? Sejak awal baca sampai akhir, penulis senewen dengan dosen pembimbingnya. Sebenarnya ada dua bab sih, pertama tentang skripsinya dan kedua tentang praktikumnya yang diberu judul Crazy Lab. Saya hanya menemukan penulis sangat sebel dengan dosen pembimbing yang banyak maunya, maen perintah aja, suka godain cewek, pokoknya absurd deh, saya juga heran kenapa bisa ada dosen seperti itu, nggak punya wibawa sama sekali. Namanya Pak Wisnu atau biasa dipanggil PaNu. Tiap bab pendek-pendek dan ngomongin sifat PaNu itu, nggak banyak dibahas tentang skripsi penulis, kisah lucu apa kek atau kisah mengenaskan kayak saya cuman PaNu PaNu dan PaNu. Yang asik malah di bab Crazy Lab, kita jadi nambah pengetahuan tentang laboratorium kimia dan fungsinya apa. Walaupun kurang dapat ceritanya dan nggak pernah ketawa pas baca, saya suka covernya dan pengalaman orang dengan skripsinya itu emang nggak ada matinya.

2 sayap untuk PaNu

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...