Rabu, 13 Juni 2012

Wishful Wednesday [3]


Hai hai, saya kembali dengan wishful wednesday, sempet vakum karena saya mencoba membuktikan beneran ampuh nggak nih meme yang satu ini? Saya tidak ingin membuat asal wishlist, saya bertujuan benar-benar ingin mewujudkannya. Dan ternyata, *hore* *hore* dari dua wishful wednesday yang saya ikuti saya berhasil mewujudkan semua :D
Postingan pertama saya berharap sekali bisa membaca Twitvortiare dan Rock n' Roll Onthel (belum ada reviewnya :p) dan postingan kedua saya sangat ingin sekali membaca Divergent, yang reviewnya juga tayang hari ini (cek ke Divergent). Rock n' Roll dan Divergent punya sendiri, sedangkan Twitvortiare hasil minjam dari @okeyzz, nunggu terbitan dari Gramedia dulu baru beli.
Untuk menyegarkan ingatan, intip Wishful Wednesday sebelumnya di:
Wishful Wednesday #1
Wishful Wednesday #2
Dan, seperti biasa saya akan memposting dua wishlist saya karena saya tidak tiap hari onlen, apalagi di hari rabu, inilah buku yang sangat ingin saya baca:


One_dayOne_day_2

One Day by David Nicholls
Yang membuat saya sangat tertarik membaca adalah covernya, saya tidak membaca sinopsisnya, hanya melihat dari covernya saya merasa berjodoh dengan buku ini. Buku ini juga sudah difilmkan dan saya ingin membaca bukunya terlebih dahulu.
dan buku kedua adalah

Juliet
Juliet by Anna Fortier
Udah lama banget pengen buku ini tapi karena harganya mahal jadi nanti-nanti dulu belinya atau nunggu buntelan *di saplak*. Alasan kenapa pengen buku ini karena saya sangat menyukai kisah Romeo and Juliet, kisah yang membuat saya berani membaca buku sad ending dan kisah yang sangat membekas buat saya. Dan sepertinya buku ini mempunyai benang merah dengan kisah tersebut, saya ingin membaca semua yang berhubungan dengan Romeo and Juliet.

Yah, itu dulu wishlist saya, tunggu posting kapan-kapan dari wishful wednesday saya, semoga sebelum ada posting yang baru tentang wishlist ini saya bisa mewujudkan kedua buku tersebut :)

Wishful-wednesday1

Dan buat yang ingin ikut meme yang diprakarsai oleh mb Astrid bisa membaca aturan maennya:

  1. follow  Book To Share atau tambahkan di blogroll/link blogmu
  2. buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran minggu ini, mulai dari yang bakal dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist.
  3. meninggalkan link Wishful Wednesday di Mr. Linky (ada di bawah postingan mb  Astrid). Kalau mau tambahkan button Wishful Wednesday di postingan.
  4. udah tinggal blogwalking sesama blog yang ikut share wishlist :)
Selamat berburu buku :))

Divergent




Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Anggun Prameswari
Penerbit: Mizan Fantasy
ISBN: 978-979-433-697-7
Cetakan I, April 2012
540 halaman       

Selamat datang di Upacara Pemilihan. Selamat datang di hari di mana kita menghormati filosofi demokratis para leluhur kita, yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk memilih caranya menjalani hidup di dunia ini. Pera penerus kita sekarang telah berusia enam belas tahun. Mereka berdiri di tebing kedewasaan dan sekarang mereka yang menentukan sendiri akan menjadi apa mereka nantinya. Para leluhur membagi dunia dalam lima faksi yang bertujuan untuk menghapus sifat-sifat yang dianggap bertanggung jawab atas kekacauan di dunia.
Amity: mereka yang tidak menyukai peperangan, memberikan  para konselor dan perawat yang penuh pengertian. Lambangnya adalah pohon.
Erudite: mereka yang tidak menyukai ketidaktahuan, menyediakan guru-guru dan para peneliti yang pandai. Lambangnya adalah mata.
Candor: mereka yang tidak menyukai kepalsuan atau menghargai kejujuran, memberikan pemimpin vocal dan bisa dipercaya di dunia hukum. Lambangnya adalah timbangan.
Abnegation: mereka yang tidak menyukai pamrih dan egoism atau tidak mementingkan diri sendiri, memenuhi kebutuhan akan pemimpin tanpa pamrih di pemerintahan. Lambangnya adalah sepasang tangan menengadah terbuka seakan hendak menolong orang berdiri dan dihiasi lingkaran.
Dauntless: mereka yang membenci kepengecutan, mereka memberikan perlindungan. Lambangnya adalah lingkaran dengan nyala api di dalamnya.
Di faksi, kita menentukan makna, menentukan tujuan, menentukan hidup.

Minggu, 10 Juni 2012

Perkara Mengirim Senja


Tidak banyak buku sastra Indonesia yang saya baca, bisa dihitung dengan kancing. Salah satunya adalah Seno Gumira Ajidarma (SGA), penulis kawakan ini ternyata banyak menuai penghargaan baik dalam maupun luar negeri! Sebut saya durhaka karena lebih sering menikmati karya pop dan barat daripada karya negeri sendiri (terlebih sastra) dimana banyak yang nggak kalah hebat. Awal tahu Perkara Mengirim Senja (PMS) dari twitter yang waktu itu ramai banget dibahas. Penasaran sekali karena judulnya begitu menarik, ada apa sih dengan senja? Setelah klik sana sini jadi nggeh kalau PMS ini dibuat sebagai tribute untuk SGA, yang ditulis oleh orang-orang yang juga mengidolakannya dan membuat cerita yang mempunyai benang merah dengan cerpen-cerpen SGA, salah satunya adalah cerpen Sepotong Senja Buat Pacarku. Ada 15 cerita yang ditulis oleh 14 penulis yang mempunyai latar belakang yang berbeda.

Sebelum masuk ke cerita, mari kita tonton dulu book trailer PMS yang dibuat oleh Faizal Reza dan ilustrasi yang keren banget dari Lala Bolang.


Dan untuk menemani membaca buku ini, para penulis membuat mixtape-nya di mana lagu-lagu tersebut sangat cocok dengan cerita yang mereka buat. Diantaranya ada lagu Tak Pernah Terpikir yang diciptakan sendiri oleh @vabyo untuk menemani membaca cerpen Gadis Kembang, ada Gosh - Inggrid Michaelson untuk cerpen Perkara Mengirim Senja, ada lagu Keliru dari Ruth Sahanaya untuk cerpen Empat Manusia, lagu Where did My Baby Go - John Legend menjadi pendamping di cerpen Senja dalam Pertemuan Hujan. Dan ada jugalagu yang tidak asing lagi kita dengarkan sewaktu sekolah dulu, Garuda Pancasila dan Hymne Guru, bisa ditebak dong lagu tersebut akan mengiringi cerpen yang mana. Untuk lagu yang lainnya bisa didengarkan di sini.

Berikut sinopsis ke-15 cerita:

Gadis Kembang by @vabyo

Bererita tentang Taya, seorang istri yang suaminya selingkuh dengan gadis kembang kampung sebelah. Banyak orang yang menggosipkan dan mengasihi dirinya akan perbuatan sang suami tapi ditanggapi Taya dengan banyak diam. Padahal, Taya tahu ada sebab kenapa suaminya berani menghianati dirinya.

Tulisannya khas Vabyo ;p, ceritanya sedih tapi dialunkan dengan kocak dan berima. Saya kasih contoh dialog yang membuat saya ngakak :p
"Saya kemarin nganter suami si Neng sama simpanannya itu. saya gemes, pengen ngejuntrungin becak, tapi nanti kalo rusak, saya juga kan yang gak bisa kerja!" Si tukang becak merancau penuh emosi.
Taya mendengus kesal. "Ya udah saya turun di sini aja, sebelum becaknya saya jungkir-balikin."

Inilah pertama kalinya Taya berjalan di atas jembatan goyang tanpa berdendang. Kausnya kusut. Pikirannya kalut.

Dan quote favorit saya adalah:
"Kasihan memang sering kali menyakitkan."
Suka efek kejut di akhir cerita sehingga menjadikan cerpen ini cerpen favorit pertama di buku ini.



Perkara Mengirim Senja by @JiaEffendie 

Ditulis dengan sudut pandang orang pertama masing-masing tokoh. Pertama adalah seorang wanita yang memotong senja dan ingin menyerahkannya ke orang yang dicintainya, sayangnya dia belum menemukan orang yang pas. Tokoh kedua adalah seorang laki-laki yang asik bercumbu dengan pacarnya tapi diganggu oleh dering telepon yang tak pernah menyerah berbunyi. Si penelopon ini menawarkan sebuah produk, menjual sepotong senja dalam amplop. Garansinya adalah sepotong senja tersebut akan dikirimkan langsung oleh si penelepon dan harganya gratis kalau dia bilang mencintainya.

Ceritanya unik dan kalimatnya indah. Bisa menebak hubungan antara kedua tokoh, tapi endingnya bener-bener Jder! Efek kejut di endingnnya benar-benar mengejutkan! Cerpen favorit kedua.


Selepas Membaca Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, Alina Menulis Dua Cerita Pendek Sambil Membayangkan Lelaki Bajingan yang Baru Meninggalkannya by @hurufkecil

Ada dua cerpen, pertama bercerita tentang suami yang sangat posesif terhadap istrinya, sampai-sampai dia meengharuskan istrinya memakai celana besi setiap hari, tujuannya agar dia tidak selingkuh.
Cerpen kedua bercerita tentang suami yang baru saja kehilangan istrinya. Dia pun mengenang dengan membuka masa lalu istrinya, tas yang terakhir dipegang oleh istrinya. Di dalamnya dia menemukan sebuah benda yang akan membuatnya meraung-raung.
Ada efek kejut di ending kedua cerpen tersebut. yang paling saya sukai adalah cerpen pertama, benar-benar tak terpikirkan sebelumnya akan berakhir seperti itu, haha pinter banget penulis 'membalas dendam'.
"Hidup adalah sembunyi. Belajarlah seni menyembunyikan! Sembunyikan rupamu! Sembunyikan hatimu! Ada lebih banyak kata-kata dalam diam."
Cerpen favorit saya yang ketiga.


 Kuman by @lalabohang

Seorang wanita mendua dengan bartender buruk rupa, dia telah terjangkit kuman cinta.

"Kau cinta sama dia?"
"Cinta setengah mati."
"Katanya kau jijik sama wajah cacat dia?"
"Iya jijik, tapi cinta setengah mati."

Lucu sekali ketika si perempuan memeriksakan jantungnya yang berdetak kencang tanpa dia suruh.
Cerpen favorit saya yang keempat.


Ulang by @putrafara

Cerpen pertama yang membuat saya berpikir keras, haha. Jujur saya bingung dan benar-benar butuh konsentrasi untuk membaca ini. Ada sedikit unsur fantasi dalam bercerita. Intinya ada seseorang yang mengajak Alina 'jalan-jalan'. Cerita ini saya kira merupakan fanfic dari cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku.





Akulah Pendukungmu by @salamatahari

Pengen tahu asal usul lahirnya Garuda Pancasila? Pengen tahu siapa ibunya? Dan mendengar percakapan foto presiden Soeharto dan wakil presiden Tri Sutrisno dengan sang Garuda? Pengen bertemu dengan salah satu murid yang mempunyai nasip dengan sang Garuda? Di cerpen ini sang Garuda akan menunjukkan kesaktiannya!

Cara berceritanya unik sekali, terlebih yang percakapan benda di dinding itu :).

"Sebetulnya tak semua pertanyaan harus ada jawabannya. Tapi ketika dijadikan soal ulangan, mau tak mau pertanyaan itu harus ada jawabannya."

 Empat Manusia by @monstreza

Ada empat bagian, pertama bercerita tentang Yani dan Purba. Kedua tentang Yani dan Hendar. Ketiga tentang  Hendar dan Susan. Keempat tentang Susan dan Purba.

Sebuah rantai makanan hubungan yang menarik. Suka sekali cara penulis menghubungkan satu tokoh dengan tokoh yang lainnya. Endingnya juga mempunyai efek kejut yang akan menjelaskan semua bagian di cerpen ini. Cerpen favorit saya yang kelima.



Saputangan Merah by @tummythumb

Seorang laki-laki yang sangat tertarik dengan seorang perempuan namun enggan menampakkannya. Dia hanya berani mengamati perempuan tersebut. Suatu pagi dia menemukan saputangan merah di genggaman tangganya, entah nyata atau tidak.

Entah ya, saya tidak menemukan yang special dari cerpen ini.



Senja dalam Pertemuan Hujan by @omemdisini

Sepasang kekasih yang cintanya dipertemukan oleh senja. Mereka sering sekali bertemu pada waktu sore hari, karena waktu yang lainnya dipergunakan sang lelaki untuk istrinya. Seorang laki-laki yang mencintai dua orang wanita.

Kerasa sekali kalau si lelaki bingung menentukan pilihan.
"Aku adalah potongan senja yang akan kau ambil untuk pacarmu. Tinggal seperempat. Tiga perempatnya telah hancur oleh hujan yang kau ciptakan."

Kirana Ketinggalan Cerita by @maradilla

Kirana mengajak Gupta untuk mengantarkannya ke stasiun. Gupta ingin bertanya kemana Kirana akan pergi? Kenapa tidak membeli tiket? Namun Kiranya menyuruhnya jangan bertanya, hanya temani saja. Hari itu Kirana ketinggalan kereta, begitu juga dengan hari selanjutnya. Gupta tetap menemani karena dia mencintai Kirana, tak perlu tanda tanya.

Bahasanya sederhana sekali, tidak puitis namun mengena. Suka sekali dengan tokoh Gupta :).




Gadis Tak Bernama by @perempuansore

Nama saya adalah Unknown, saya seorang perempuan yang manipulatif, mempunyai dua pacar, dan pekerjaan saya adalah peneliti senja. Saya marah ketika Dinas Penelitian Senja mengumumkan kalau kini senja hanya sepotong! Saya ingin membuktikannya sendiri, kenapa ada orang yang tega memotong senja demi pacarnya?

Ceritanya unik sekali, dan sepertinya pekerjaan sebagai peneliti senja sangat nikmat.
"Cinta bisa dinikmati dengan cara lain. Truhlah kata komitmen di balik behamu. Jangan melakukannya dengan terburu-buru sebelum kau tahu kau akan berkomitmen dengan siapa. Seperti jangan menikah hanya karena orangtuamu mulai resah. Atau tetanggamu yang gelisah."


 Guru Omong Kosong by @arnellism

Dikin, seorang penjaga sekolah yang tertimpa tugas dadakan, dia harus menggantikan salah satu guru yang tidak bisa mengajar hari itu. Tugas dia hanya menuliskan catatan yang dikirim guru tersebut lewat sms yang kemudian murid-murid akan mematuhinya, sayangnya Dikin tidak menyangka kalau akan ada pertanyaan dari para murid, dan dia tidak mempunyai jawaban yang diperintahkan.
Hari berikutnya, dia menemukan sebuah buku yang berjudul Kitab Omong Kosong, dan terbersit olehnya mungkin buku tersebut bisa dibagi dengan para muridnya.

Suka sekali dengan cerpen ini, dan memang tidak jarang guru mempunyai gaya mengancam agar murid menyelesaikan tugas dan hanya main perintah saja, haha tidak semuanya loh. Ide tentang menyentil dunia pendidikan membuat cerpen ini menjadi favorit saya yang keenam.


Surat ke-93 by @febyindirani

Seorang wanita yang ingin menunjukkan kerinduannya dengan terus mengirim surat sampai berpuluh-puluh, dan nyeseknya tak pernah mendapat balasan.

"Cintaku cukup terentang dari pagi hingga petang. Sedangkan jika ia harus memilih antara aku atau senja, ia pasti berpihak pada senja. Bukan karena ia tak mencintaiku, tapi karena ia malas sekaligus angkuh. Aku memilih mencintainya. Atau mungkin cinta telah memilihku. Dan jika kau mencintai hingga terasa menyakitkan, kau akan menemukan tak ada lagi kebencian, yang ada hanyalah cinta yang lebih besar."

 Bahasa Sunyi by @lukisansunyi

Tangkapan saya tentang cerpen ini adalah sepasang suami istri dalam proses perceraian, salah satunya tetap ingin mempertahankan hubungan mereka.

Ada salah satu kalimat yang menginggatkan saya akan sanggahan seorang artis tentang kasus korupsi yang melanda dirinya, trik mengelaknya membekas sekali :p.




Satu Sepatu, Dua Kecoak... by @salamatahari

Reta, seorang anak yatim piatu dan keluarganya tidak bisa menyekolahkannya, membuat Arnold tergerak untuk mengadopsi. Usia Arnold sudah cukup untuk berumah tangga, terlebih ada Reta yang membutuhkan sosok seorang ibu. Desakan keluarganya membuat dia menyerah dan mau dijodohkan. Sayangnya, pernikahan membuat Reta kehilanggan sosok bapak dan ibu.

"Lo tau, nggak sih, lengkap nggak selalu harus sepasang?"

Suka, suka, suka sekali dengan cerpen ini, endingnya benar-benar tidak bisa saya tebak, efek kejutnya benar-benar menutup manis buku ini. Ilustrasinya juga yang paling saya suka. Selain sebagai penutup, cerpen ini juga menjadi cerpen favorit saya yang ketujuh.


Kenapa banyak banget sih gambarnya? Nggak usah cerewet, suka suka saya dong XDD. Karena saya sangat jatuh cinta dengan goresan tangan Lala Bohang. Selain keindahan para penulis bercerita tentang senja, ilustrasi di buku ini benar-benar membuat saya mewajibkannya untuk menaruh dan mengoleksi di rak buku saya. Selain itu, yang paling saya sukai adalah bagaimana penulis membuat ending cerita ini, hampir semuanya mempunyai efek kejut yang tidak pernah terpikir sebelumnya (saya suka sekali menebak akhir cerita). Pasti banyak yang berkomentar, kenapa tentang selingkuh semua sih? Membaca pengantar di Tentang Senja dan Cinta yang Galau, saya sedikit memahami gaya penulisan SGA, suka sekali bercerita tentang cinta yang absurb, mencampuradukkan fiksi dan fakta, bercerita tentang kaum termajinalkan secara politik dan sosial (pelacur, kaum homo, dan preman). Jadi, saya tidak terlalu kaget dengan cerita yang tidak biasa dibuku ini, melihat mereka mentafsirkan karya-kaya dari SGA.

Nah, ngomongin tafsir menafsir, saya menemukan bagian 'kurang puas' dengan buku ini. Saya ingin tahu mereka menafsirkan dari cerpen apa saja? Memang sebagian tertulis, tapi tidak semuanya. Karena membaca buku ini saya menjadi tertarik dengan karya SGA, saya ingin membaca karyanya dan ingin menemukan benang merah apa yang ada di cerpen buatan SGA dengan cerpen-cerpen yang ada di buku ini. Dan 'kurang puas' berikutnya adalah tidak adanya profil SGA. Memang di pengantar kita akan diperkenalkan dengan SGA, tapi menurut saya kurang banyak *emang banyak maunya ini orang*, hehe. Itu aja sih, selebihnya saya sangat menyukai kumcer ini.


Buat yang suka kisah happy ending, pertanyaan yang membutuhkan jawaban, cinta yang romantis nan manis, disarankan jangan membaca buku ini.

4 sayap untuk 169 kata senja dan 105 kata cinta.




NB:

Tentang Seno Gumira Ajidarma
Lahir: Boston, 19 Juni 1958

Pendidikan Formal:
1994 – Sarjana, Fakultas Film & Televisi, Institut Kesenian Jakarta
2000 – Magister Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia
2005 – Doktor Ilmu Sastra, Universitas Indonesia               
Penghargaan yang pernah di peroleh, antara lain:
1987 – SEA Write Award
1997 – Dinny O’Hearn Prize for Literary
2005 – Khatulistiwa Literary Award   

Aktivitas dan kesibukan: Wartawan, Fotografer, Dosen, dan tentu saja Penulis 
SASTRAWAN yang satu ini sosok pembangkang. Ayahnya Prof. Dr. MSA Sastroamidjojo, guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Tapi, lain ayah, lain pula si anak. Seno Gumira Ajidarma bertolak belakang dengan pemikiran sang ayah. Walau nilai untuk pelajaran ilmu pasti tidak jelek-jelek amat, ia tak suka aljabar, ilmu ukur, dan berhitung. “Entah kenapa. Ilmu pasti itu kan harus pasti semua dan itu tidak menyenangkan,” ujar Seno. Dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, Seno gemar membangkang terhadap peraturan sekolah, sampai-sampai ia dicap sebagai penyebab setiap kasus yang terjadi di sekolahnya. Waktu sekolah dasar, ia mengajak teman-temannya tidak ikut kelas wajib kor, sampai ia dipanggil guru. Waktu SMP, ia memberontak: tidak mau pakai ikat pinggang, baju dikeluarkan, yang lain pakai baju putih ia pakai batik, yang lain berambut pendek ia gondrong. “Aku pernah diskors karena membolos,” tutur Seno.
Imajinasinya liar. Setelah lulus SMP, Seno tidak mau sekolah. Terpengaruh cerita petualangan Old Shatterhand di rimba suku Apache, karya pengarang asal Jerman Karl May, ia pun mengembara mencari pengalaman. Seperti di film-film: ceritanya seru, menyeberang sungai, naik kuda, dengan sepatu mocasin, sepatu model boot yang ada bulu-bulunya. Selama tiga bulan, ia mengembara di Jawa Barat, lalu ke Sumatera berbekal surat jalan dari RT Bulaksumur yang gelarnya profesor doktor. Lancar. Sampai akhirnya jadi buruh pabrik kerupuk di Medan. Karena kehabisan uang, ia minta duit kepada ibunya. Tapi, ibunya mengirim tiket untuk pulang. Maka, Seno pulang dan meneruskan sekolah.
Ketika SMA, ia sengaja memilih SMA yang boleh tidak pakai seragam. “Jadi aku bisa pakai celana jins, rambut gondrong.”
Komunitas yang dipilih sesuai dengan jiwanya. Bukan teman-teman di lingkungan elite perumahan dosen Bulaksumur (UGM), rumah orangtuanya. Tapi, komunitas anak-anak jalanan yang suka tawuran dan ngebut di Malioboro. “Aku suka itu karena liar, bebas, tidak ada aturan.”
Walau tak mengerti tentang drama, dua tahun Seno ikut teater Alam pimpinan Azwar A.N. “Lalu aku lihat Rendra yang gondrong, kerap tidak pakai baju, tapi istrinya cantik (Sitoresmi). Itu kayaknya dunia yang menyenangkan,” kata Seno.
Tertarik puisi-puisi mbeling-nya Remy Sylado di majalah Aktuil Bandung, Seno pun mengirimkan puisi-puisinya dan dimuat. Honornya besar. Semua pada ngenyek Seno sebagai penyair kontemporer. Tapi ia tidak peduli. Seno tertantang untuk mengirim puisinya ke majalah sastra Horison. Tembus juga. “Umurku baru 17 tahun, puisiku sudah masuk Horison. Sejak itu aku merasa sudah jadi penyair,” kata Seno bangga.
Kemudian Seno menulis cerpen dan esai tentang teater.
Jadi wartawan, awalnya karena kawin muda pada usia 19 tahun dan untuk itu ia butuh uang. Tahun itu juga Seno masuk Institut Kesenian Jakarta, jurusan sinematografi. “Nah, dari situ aku mulai belajar motret,” ujar pengagum pengarang R.A. Kosasih ini.
Kalau sekarang ia jadi sastrawan, sebetulnya bukan itu mulanya. Tapi mau jadi seniman. Seniman yang dia lihat tadinya bukan karya, tetapi Rendra yang santai, bisa bicara, hura-hura, nyentrik, rambut boleh gondrong. “Tapi, kemudian karena seniman itu harus punya karya maka aku buat karya,” ujar Seno disusul tawa terkekeh.
Sampai saat ini Seno telah menghasilkan puluhan cerpen yang dimuat di beberapa media massa. Cerpennya Pelajaran Mengarang terpilih sebagai cerpen terbaik Kompas 1993. Buku kumpulan cerpennya, antara lain: Manusia Kamar (1988), Penembak Misterius (1993), Saksi Mata (l994), Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (1995), Sebuah Pertanyaan untuk Cinta (1996), Iblis Tidak Pernah Mati (1999). Karya lain berupa novel Matinya Seorang Penari Telanjang (2000). Pada tahun 1987, Seno mendapat Sea Write Award. Berkat cerpennya Saksi Mata, Seno memperoleh Dinny O’Hearn Prize for Literary, 1997.
Kesibukan Seno sekarang adalah membaca, menulis, memotret, jalan-jalan, selain bekerja di Pusat Dokumentasi Jakarta-Jakarta. Juga kini ia membuat komik. Baru saja ia membuat teater.
Pengalamannya yang menjadi anekdot yakni kalau dia naik taksi, sopir taksinya mengantuk, maka ia yang menggantikan menyopir. Si sopir disuruhnya tidur.

Untuk tahu lebih banyak tentang SGA silahkan kesasar di http://sukab.wordpress.com/ dan di Goodreads

Sumber: di sana, di sini, di situ



Perkara Mengirim Senja
Penulis: Valiant Budi Yogi, Jia Effendie, M. Aan Mansyur, Lala Bohang, Putra Perdana, Sundea, Faizal Reza, Utami Diah K, Mudin Em, Maradilla Syachridar, Theoresia Rumthe, Arnellis, Feby Indirani, Rita Achdris.
Penyunting: Jia Efendie
Pewajah Isi dan cover: Lala Bohang
Penerbit: Serambi
ISBN: 978-979-024-502-0
Cetakan I: April 2012
188 halaman

Kamis, 31 Mei 2012

The Hobbit


2795109



Penulis: J.R.R Tolkien
Alih Bahasa: A. Adiwiyoto
Penerbit: Gramedia
ISBN: 979-686-769-2
Cetakan pertama, April 2002
348 halaman

Sinopsis:
Gara-gara Gandalf, Bilbo jadi terlibat petualangan menegangkan. Tiga belas Kurcaci mendatangi rumahnya dengan mendadak, karena mengira ia seorang Pencuri berpengalaman, seperti kata Gandalf. Terpaksa ia bergabung dalam petualangan mereka: mengadakan perjalanan panjang dan berbahaya untuk mencari Smaug, naga jahat yang telah merampas harta karun Kurcaci di masa lampau.
Dalam perjalanan, rombongannya dihadang pasukan goblin. Saat melarikan diri dari kejaran mereka, Bilbo tersesat ke gua Gollum dan menemukan cincin yang bisa membuatnya tidak kelihatan. Cincin ini sangat membantunya ketika menghadapi Smaug, juga dalam perang besar berkorbar kemudian, antara kelompok Peri, Manusia, dan Kurcaci melawan pasukan goblin dan Wrag.

My review:
Tertarik baca ini karena ada yang bilang kalau ada tokoh Peri Hutan yang jahat, wakks nggak percaya dong kalau belum di buktiin sendiri. Kedua karena akhir tahun filmnya akan rilis, jadi nggak mau nonton kalau belum baca bukunya. Saya sangat sangat menyukai film the Lord of The Ring (TLOTR), salah satu film yang membuat saya terngangga dan tidak bosan menontonnya, saya belum baca bukunya karena kadung nonton filmnya dulu (kebiasaan jelek saya kalau nonton film yang diangkat dari sebuah buku tapi belum membaca bukunya terlebih dahulu maka saya tidak berselera membaca lagi).
Sempat mandeg baca buku ini, di awal menurut saya alurnya lambat dan cukup bertele-tele, terlebih bagian perkenalan para Kurcaci, yaelah kapan ini selesainya? Trus alasan lain adalah karena nggak ada tokoh Legolas di sini jadi nggak semangat baca deh :)). Baru ketika memasuki bab Teka Teki dalam Gelap, wo-ho tidak bisa berhenti! Biar kecil Bilbo itu pinter banget ngelesnya, nyaingin saya! Saya kasih bocoran salah satu teka teki yang paling yahud:
Benda ini makan segalanya:
Burung, binatang, pohon, dan bunga;
Mengerat besi, menggigit baja;
Batu keras pun digilingnya;
Membunuh raja, menghancurkan kota,
Meruntuhkan gunung sampai rata.
Dan jawabannya adalah "Beri aku waktu! Beri aku waktu! Bilbo memang dikaruniai keberuntungan yang sangat besar.
Bilbo Baggins, dia sangat cerdik, kecerdikan yang melebihi ukuran badannya dan memiliki nasip yang sangat baik, saat kekepet dalam bahaya pun dia bisa memikirkan cara meloloskan diri dari para musuhnya yang silih berganti. Seperti salah satu judul di bab ini, Lepas dari Mulut Harimau Jatuh ke Mulut Buaya Kesasar di Kandang Singga Terjebak di Sarang Gorilla rintangan Bilbo untuk menemukan harta karun seperti nggak ada habisnya, yah memang itu inti ceritanya sih, selain menceritakan asal mula cincin dasyat itu, cincin yang nantinya berpengaruh besar pada cerita TLOTR.
Kurang sreg dengan gaya flash back-nya, contohnya ketika Thorin di tangkap para Peri, kasian banget kisah dia diceritakan ketika teman-temannya baru sadar kalau dia tidak ada di gerombolan, sedikit kehilangan efek kejut sih, itu aja, tapi kadang jadi lucu kok cara penuturannya.
Yah, buku ini memang ringan, walau sedikit membosankan di awal, petualangan Bilbo cukup seru.
Oh ya, aku kasih bukti ya kalau Peri Hutan itu nggak jahat, ada kok di halaman 197, ini saya tuliskan faktanya:
Memang yang berpesta  di waktu malam itu adalah Peri-Peri Hutan, tapi mereka bukan makhluk yang jahat. Satu-satunya kesalahan mereka hanyalah tidak percaya pada orang asing. Walaupun pengaruh sihir mereka kuat, tapi mereka selalu berhati-hati. Sifat mereka berbeda dengan Peri Tinggi dari Barat; mereka lebih berbahaya dan kurang bijaksana. Peri Hutan keturunan peri purba yang tidak pernah pergi ke dunia Peri di Barat, sedangkan Peri Cahaya, Peri Air, Peri Laut sudah pergi dan tinggal lama di barat selama berabad-abad; di sana mereka menjadi lebih indah dan lebih terpelajar. Kemampuan sihir mereka dimanfaatkan untuk membuat benda-benda indah dan ajaib, sebelum beberapa di antara mereka kembali ke Dunia Luas. Peri Hutan selalu tinggal di tempat yang terlindung dari cahaya matahari dan bulan, dan mereka lebih menyukai cahaya bintang. Mereka suka mengembara di hutan-hutan lebat yang pohonnya tinggi-tinggi, di negeri-negeri yang sekarang sudah lenyap. Mereka kebanyakan tinggal di tepi hutan. Kadangkala mereka pergi berburu atau menunggang kuda di padang luas, dalam sinar rembulan atau bintang. Sejak kedatangan manusia, Peri mencari kediaman yang lebih jauh masuk ke hutan. Tapi sebenarnya bangsa Peri makhluk yang baik.
Tuh, jadi nggak bener kalau Peri Hutan itu jahat.
Sekian review dari saya, maaf kalau ngaco dan nggak menceritakan ceritanya lebih lengkap, saya harus cepat-cepat karena dikejar Gollum, dadah.

3 sayap untuk ketiga belas Kurcaci: Balin, Dwalin, Kili, Filli, Dori, Nori, Ori, Oin, Gloin, Bifur, Bofur, Bombur, dan Thorin.

NB: Film The Hobbit akan rilis akhir tahun ini, katanya sih dibagi menjadi dua part dan agak berbeda dari bukunya. Yah, harapanya sih film garapan Peter Jackson ini sedasyat film sebelumnya, berikut trailer filmnya:
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=G0k3kHtyoqc]

Selasa, 29 Mei 2012

Vandaria Saga: Kristalisasi


Kristalisasi


Penulis: Alexia Deechen, Melody Violine, Aryo Pratomo, Harbowoputra, Andry Chang, Pratama Wirya, Rynaldo C. Hadi, Iris Aegis, Ami Raditya, Hand J. Gumulia.
Ilustrasi: Yohan Power, Ecky Oesjady, Rama Indra
Perancang sampul: Yohan Power
Pencipta hikayat: Ami Raditya
Penerbit: Gramedia
ISBN: 978-979-22-8321-1
Cetakan pertama, 2012
255 halaman

Pertama kali kenal Vandaria adalah ketika saya mengikuti kuis Tentang Vandaria yang menyebabkan saya mengulik http://www.vandaria.com/ guna memamahi sebenarnya apa Vandaria itu? Sebelumnya saya tidak pernah tahu atau mungkin lebih tepatnya belum tertarik dengan Vandaria sendiri. Bermula dari itu saya menjadi sedikit paham kalau Vandaria adalah dunia fantasi yang sangat kompleks, dunia yang bisa dikembangkan oleh siapa saja. Kemudia saya membaca kalimat sang pencipta hikayat yang ada di Vandaria Newsletter edisi pertama yang berbunyi: Saya menyimpulkan univers adalah sebuah setting dunia parallel yang cukup kompleks, dan banyak cerita lahir dari univers tersebut. Mungkin perbandingan yang paling mudah adalah Marvel Universe, di mana para Super Hero hebat, diciptakan oleh berbagai artis, namun berkomitmen dalam satu dunia, sehingga bisa bertemu (cameo) dan saling mendukung. Pada poin tersebut, saya ingat saya punya Vandaria. Sebuah univers yang sangat kompleks. Membayangkan seperti Marvel, oke, The Avengers! Mulai sedikit jelas. Belum puas, saya memcoba salah satu produk yang sudah ada, yaitu buku. Ternyata sudah ada empat cerita yang berdiri sendiri namun tetap tidak menghilangkan ciri khas Vandaria yaitu Harta Vaeran, Ratu Seribu Tahun, Takdir Elir, dan Kristalisasi.

Dan untuk mengenal lebih dekat dengan Vandaria saya mencoba mencicipi Kristalisasi terlebih dahulu, kumpulan cerpen dari para pemenang kontes cerita yang bersetting Vandaria dan penulis yang sebelumnya sudah membuat cerita bersetting Vandaria sendiri, juga tidak ketinggalan cerpen dari sang pencipta hikayat. Untuk permulaan, sepertinya saya tidak salah memilih Kristalisasi.

Di halaman awal kita akan disuguhi cerita tentang terbentuknya Vandaria dengan ilustrasi yang keren, jelas bagi pembaca pemula seperti saya ini sangat sangat membantu. Kemudia ke daftar isi, ditampilkan cukup unik dengan adanya peta, setting di mana cerita terjadi, sayangnya tidak ada halaman, hanya tahun terjadinya cerita. Kalau di lihat dari peta, mayoritas cerita terjadi di Tanah Utama, dua cerita terjadi di benua Elir (Pentagon) dan Acro (Beri kami Damai). Berikutnya ada daftar istilah umum, istilah-istilah yang merupakan ciri khas dari Vandaria sendiri.


Peta_vandaria


Masuk ke menu utama, sinopsis 10 cerpen yang ada di buku ini:

Bisikan Sang Angin by Alexia Deechen
Sangat tepat sekali cerpen ini diletakkan paling awal, cerpen yang membuat saya antusias untuk segera menuju ke cerpen selanjutnya.

Evander Evrard, komandan pasukan Isfaris bertempur melawan pasukan Edonion sampai titik darah penghabisan. Isfaris yang terkenal gigih dan kebal terhadap sihir tumbang oleh serangan ribuan frameless. Tidak ingin melihat prajuritnya mati sia-sia, dia menyuruh menyerah dan maju sendirian menantang komandan Zetoist, si penguasa angin. Tiga hari kemudian, Evander tersadar dengan tubuh penuh perban. Dia diselamatkan oleh Heleine, seorang gadis separuh frameless, seseorang yang mungkin Evander sesali karena pernah diselamatkannya.

Salah satu cerpen favorit saya, bernuansa dark, bau perangnya kerasa sekali,. Karakter tokohnya juga sangat kuat dan menarik. Saya jatuh cinta dengan Evander yang sangat pemberani, rela berkorban demi bangsanya. Selain itu tokoh lainnya juga tidak kalah menarik, Heleine yang sangat misterius, juga adik Evander yang sangat lucu, Mirea dan Rein. Rein lebih penakut padahal dia cowok sedangkan Mirea mirip seperti kakaknya, pemberani. Ada efek kejut di akhir cerita yang mungkin mudah ditebak, tapi endingnya benar-benar membuat penasaran setengah modar, ingin lanjutannya!

Padamnya Bintang-Bintang Vaeran by Melody Violine
Jujur saja, awalnya saya bingung membaca cerpen ini, yang saya tangkap adalah Vaeran menganggap Melviola bukan bintangnya lagi, terus? Saya membaca ulang. Ternyata setelah saya connect, sebenernya cerpen ini berbau fantasi romantis, walau tidak secara langsung tetap saja mendengar genre itu saya antusias untuk membaca.

Vaeran Irvaanah, si penyihir alam, meminta Charnd Darion, seorang manusia, seorang penyair, salah satu bintangnya, untuk menemaninya mengembara. Charnd mencintai Melviola, gadis pemain viola di Edenion yang menghilang lima tahun lalu. Kenangan gadis itu tidak pernah sirna, bahkan dia hafal di luar kepala surat-surat perpisahan darinya. Charnd setuju menemani Vaeran karena dia ingin menanyakan kabar Melviola, kelanjutan Vaeran akan pencarian Melviola. Tapi Charnd tidak pernah menyangka kalau Vaeran menuduh Charnd sebagai penyebab kepergiannya, penyebab padamnya bintangnya karena Charnd jatuh cinta pada Melviola.

Cinta sepihak tersirat dalam cerpen ini.
Sebenarnya gampang memahami cerpen ini. Baca saja surat dari Melviola, menjelaskan semuanya. Dari awal penuh teka-teki, kepiawaian penulis merangkai kata membuat cerita tidak bisa ditebak, kita harus jeli membacanya. Tokoh yang menarik buat saya adalah Melviola, sangat misterius, dan berharap kisah cintanya lebih banyak dibahas :p.

Cerpen ini merupakan prekuel dari Harta Vaeran yang sudah terbit terlebih dahulu. Hebat bisa membuat cerita yang sudah ada sebelumnya, ditulis oleh orang lain pula. Ada efek kejut di endingnya, pengen segera membaca Harta Vaeran!

Batu Filsuf by Aryo Pratomo
Hamon tinggal di kastil Deimos bersama gurunya. Sebulan sekali mereka mendapat kiriman anak manusia yang dipakai sebagai tumbal untuk membuat batu filsuf yang mengandung Jiwa Dunia. Batu tersebut mempunyai kemampuan mengubah sesuatu menjadi wujud lain, seperti logam menjadi emas dan memberikan kehidupan abadi bagi makhluk hidup.

Sebelumnya Hamon tidak peduli kenapa gurunya mengumpulkan batu tersebut, dia hanya ingin menjadi alkemis hebat seperti gurunya. Tapi semuanya berubah ketika hamon bertemu dengan Cecil, salah seorang calon tumbal. Ada perasaan anuh yang mendorong Hamon untuk melindungi anak itu.

Ceritanya cukup menarik, menceritakan asal mula batu filsuf (menginggatkan saya akan batu bertuahnya Harry Potter). Sayangnya endingnya membuat cerita ini terasa biasa, tidak ada efek kejut, membuat saya tidak ingin membaca lanjutannya karena saya anggap sudah tamat sampai di sini. Coba kalau cerita berakhir di bagian ini: “Yang tersisa dari apa yang sebelumnya merupakan sebuah kastil hanyalah tanah kosong.” Mungkin membuat cerita akan lebih misterius, penasaran petualangan apa yang akan dilakukan Hanom selanjutnya.

Musim Gugur by Herbowoputra
Pagi hari di awal musim gugur Lena terbagun dan mendapati seekor naga di dekat kakinya. Naga itu tidak menyeramkan seperti di cerita-cerita, Lena justru menyayanginya, mengganggapnya seperti binatang peliharaan. Kosai, nama yang langsung tercetus untuk si naga bening tersebut, naga yang bisa dipanggil dengan merapalkan sihir yang ada di buku Kematian Ia yang tidak Bisa Mati, naga yang tidak hidup tidak pula mati. Kosai pernah berkata pada seseorang di masa lalu kalau Cakram Pualam bisa menyelamatkan dirinya dengan memberikan cakram tersebut ke seekor hewan yang tertidur atau menari. Tapi, kalau salah memberikannya bisa memnyebabkan Kosai terbunuh.

Yelen harus memilih, Lena pun juga, 500 tahun berikutnya giliran Ivan.
Cerpen ini juga unik, bersetting di dua zaman yang berbeda tapi mempunyai konflik yang sama, mencari Cakram Pualam. Bagia Lena tidak ada masalah, sangat jelas. Sayangnya saya agak bingung dengan bagian Ivan, entah saya yang tidak connect lagi atau memang ceritanya membingungkan. Ivan bersama dua orang temannya mencari Cakram Pualam untuk memenangkan sebuah permainan, permainan apa? Kenapa mereka harus memilih Merah untuk Vilas si Rusa Menari dan Putih untuk Salke si Kelinci Tidur? Kenapa tidak ada Kosai yang mengikuti Ivan? Kenapa?

Nyanyian Alam by Andry Chang
Cerita yang ringan dan mempunyai pesan moral yang jelas.
Fyanei, seorang gadis yang bisa berbicara dengan tanaman mencoba mencegah temannya Geoff untuk tidak menebang pohon yang ada di lereng gunung karena bisa menyebabkan banjir dan tanah longor. Geoff percaya kalau nyanyian dan music yang selalu dilantunkan Fyanei bisa membuat subur tanaman, tapi kalau berbicara dengan pohon? Geoff tentu tidak percaya. Walau temannya sejak kecil itu tidak mempercayainya, Fyanei tetap melakukan segala upaya agar Desa Phonari, desa tempat tinggalnya tidak mengalami bencana alam.
Komen saya hanya tidak sabar menunggu petualangan apa lagi yang akan dilalui Fyanei dan Geoff J

Padang Hijau Atap Merah by Pratama Wirya
Gael Grifon, seorang manusia yang terobsesi menjadi seorang penyihir. Dia pun mencari seorang frameless untuk dijadikan gurunya. Tidak mudah, dia selalu diusir dan dicap sebagai penganggu. Bukan gael namanya kalau mudah menyerah, dengan berbagai usaha dia lakukan untuk menarik perhatian si penyihir, mulai dari mengambil kayu untuk perampian sampai dia ikhlas menjadi kelinci percobaan mantra si frmeless. Melihat usaha kerasnya penyihir Aedon pun membocorkan cara menjadi penyihir yaitu dibutuhkan pengetahuan dan kekuatan sihir. Pengetahuan bisa didapatkan dengan membaca buku-buku sihir, sedangkan untuk manusia biasa tidak mudah mendapatkan kekuatan sihir, dia harus mempunyai media yang dialiri kekuatan sihir, contohnya adalah tongkat sihir. Dan untuk kekuatan sihirnya, Gael membutuhkan jantung naga!

Cerpen ini benar-benar kocak, sifat tidak pantang menyerah dan kepolosan Gael menjadi magnet cerpen ini. Naga yang kelihatannya seram dibuat tertawa oleh Gael. Selain itu, saya pengen nguyel-nguyel si naga :p. Oh ya, frameless juga digambarkan jelas di sini. Tidak sabar menunggu kemunculan Gael Grifon di novel Telinga Rashnu :D.

Relik Agung Gallizur by Reynaldo C. Hadi
Alianor sang ahli sejarah, Rowan sang ahli relik dan sandi, Terrowin sang ahli material dan senjata, mereka adalah Sang Pencari tiga relik agung Gallizur yang tersebar di seluruh penjuru Vandaria. Mereka menemukan salah satu relik, pedang Angheu Glas (pedang yang dipakai Gallizur saat melawan Semiazas/ jendral Deimos yang keji) yang dipegang oleh seorang pemuda yang amnesia. Athalos, nama pemuda itu, bersama ketiga Sang Pencari, mereka mencari sisa relik agung Gallizur, yang tidak mudah tentunya.

Saya suka sekali dengan ide cerita ini, pencarian tiga relik, sayangnya ketika bertemu dengan Jendral Letholdus ekspetasi saya berubah. Nggak jadi deh petualangannya, malah lebih berat ke masa lalu Athalos.

Di Bawah Bulan Separuh by Iris Aegis
Saya bingung dengan cerpen ini. Yang saya tangkap hanya seorang anak kecil yang kelaparan di sudut kota Zarkand kemudian bertemu dengan lelaki tua yang diramal oleh seorang frameless kalau dia akan bertemu dengan anak kecil, seorang pencuri, kemudian dia menyerahkan sebuah benda yang berkilau sebesar cincin yang katanya milik anak kecil tersebut. Hubungan antara frameless dan manusia juga digambarkan di sini, selain itu saya tidak tahu mau dibawa kemana cerita ini.

Beri Kami Damai by Ami Raditya
Arwena adalah seorang penyair yang terkenal, seorang pengarang cerita, syair-syairnya dianggap sebagai berkah bagi angkatan bersenjata Meridiz, semangat juang para rakyat. Selalu berada di garis terdepan medan perang. Tugas Arwena adalah menceritakan perjuangan gagah berani prajurit di medan perang, menggambarkan kejadian di medan perang bagi warga ibu kota. Warga tidak tahu seperti apa sebenarnya perang itu, mereka hanya membayangkan dari syair-syair indah Arwena. Hanya ada satu orang yang tahu keadaan yang sebenarnya, Abel, tentara bayaran , sang pengawal setianya. Misi Abel kali ini adalah melindungi Arwena sampai menyelesaikan tugas terakhirnya sebagai seorang penyair.

Pesan yang sangat jelas di cerpen ini adalah tidak ada dampak baik yang dihasilkan oleh perang, hanya ada kesedihan, penderitaan, dan kehilangan.

Suka cara penulis bercerita, runtut dan tidak membuat bingung, semua dijelaskan dengan perlahan, tidak basa basi. Suka sekali dengan karakter Abel, misterius dan keren ketika di medan perang. Tidak sabar menunggu sepak terjangnya yang katanya akan menjadi tokoh sentral di komik Linimasa dan Zephyrion, Go Abel!

Pentagon by Hans J. Gumulia
Rozmerga, Sigmar, Liarra, Pangeran Althor, Panggeran Xaliber, cerita mereka berdiri sendiri namun memiliki benang merah di masa depan. Cerita ini adalah prekuel dari Chronicles of Elir (Takdir Elir, Masa Elir, dan Roda Elir) yang ditulis oleh penulis yang sama.
Sumpah, saya penasaran tingkat Deimos membaca cerpen ini, tidak sabar membaca Takdir Elir. Acungin jempol Zelaien Zaindari untuk kata penghubung cerita satu dengan cerita yang lainnya, keren!
Cerpen ini menjadi penutup yang manis untuk Kristalisasi.

Sebenarnya ada baik dan buruk ketika membaca buku ini. Baiknya adalah pilihan saya tepat memulai pengenalan dengan Vandaria, beberapa cerpen menjadi prekuel buku yang sudah terbit terlebih dahulu, sehingga akan menjadi lengkap ketika saya akan membaca seri Vandaria lainnya. Buruknya adalah saya penasaran dan nggak sabar baca cerita Vandaria lainnya, huhuhu belum punya. Kebanyakan cerpen di buku ini mendukung untuk dibuat lanjutannya dan entah itu kapan, mungkin seri Kristal Merah akan menjadi jawabannya.

Sedikit kekurangan buku ini adalah ada beberapa cerita yang cara penyampaianya kurang luwes dan berbelit-belit sehingga membuat saya bingung dan harus membaca ulang guna memahami maksudnya.
Salah satu yang khas dari Vandaria dan sangat menarik buat saya adalah Frameless, kaum yang wujudnya seperti manusia namun memiliki kemampuan merapalkan sihir secara alami. Ciri mereka adalah berkulit dan berambut pucat dan heterokrom (iris mata kiri dan kanan berbeda warna). Jadi membayangkan bagaimana kalau warna mata saya kiri dan kanan berbeda :p.

Tokoh favorit saya adalah Evander Evrard dan Abel *kibas pedang*.
Quote favorit saya adalah
Sesungguhnya tak ada satu pun yang baik dari sebuah perang.
Bagian favorit saya adalah ending tiap cerpen.
Untuk cover dan ilustrasinya, kasih jempol Gorken! Saya selalu iri dengan orang yang bisa menggambar karena saya menggambar garis lurus saja mencong, jadi saya hanya bisa menikmati karya orang lain. Suka sekali yang menjadi model cover, Abel! Dan Heleine, yah walau saya berharap sama Evander juga sih ;p tapi bener-bener keren, membuktikan kalau produk dalam negeri tidak kalah hebat dari produk luar. Ah, jadi ingin menyicipi versi komiknya juga.

Buku ini wajib dibaca buat yang ngaku pecinta fantasi.
Apakah akan ada The Avengers versi Vandaria? :D

4 sayap untuk V for Vandaria.


NB: Ingin mengenal lebih dekat dengan Vandaria?
Kunjungi saja:
Dan untuk mengetahui berita terbaru tentang Vandaria silahkan download Vandaria Newsletter secara gratis:
Vandaria Newsletter #1 (Februari 2012): Mengkristal Bersama Vandaria
Vandaria Newsletter #2 (Maret 2012): Jelajah Benua Elir
Vandaria Newsletter #3 (April 2012): Vandaria Wars AVALON
Vandaria Newsletter #4 (Mei 2012): Kristalisasi Kisah Vandaria
Vandaria Newsletter #5 (Juni 2012): Seri Kristal Merah

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...