Rabu, 30 November 2011

Bacaan Bulan November 2011


440357816

Gambar target buku untuk bulan ini, banyak yang meleset :(
Bulan ini masih gagal mencanangkan gerakan satu hari satu buku, ada sehari nggak baca sama sekali ada sehari yang habis dua buku, hehe. Bulan ini juga gagal namatin seri Mortal Instrumen, gara-gara di goda sama buku lain dan masih ada beberapa yang belum direview. Berikut data buku yang dibaca bulan ini (kalau nggak salah), ada satu buku yang nggak tamat dibaca :)
  1. Cinta Pertama by Ivan Turgenev
  2. Hold Me Closer, Necromancer by Lish McBride
  3. [baca ulang] Winter in Devil by Lisa Kleypas
  4. Where She Went by Gayle Forman
  5. [baca ulang] Blue-Eyed Devil by Lisa Kleypas
  6. [baca ulang] Smooth Talking Strangers by Lisa Kleypas
  7. [baca ulang] The Hunger Games by Suzane Collins
  8. Saraswati by Kanti W Janis
  9. [baca ulang] Cathing Fire by Suzane Collins
  10. Kedai 1001 Mimpi by Valian Budi
  11. Beastly by Alex Finn
  12. [baca ulang] Psyco Love by Syafrina Siregar
  13. To Kill a Mockingbird by Harper Lee
  14. LO Forever by Melanie Subono
  15. Life Traveler by Windy Ariestanty
  16. Senyum by Raina Telgemeier
  17. Empat Elemen by The Hermes & Friends
  18. Bittersweet by Danielle Steel
  19. Infinetely Yours by Orizuka
  20. Komik Naif #4 by Franki Indrasmoro
  21. Atas Nama Jiwa by Nova Riayanti Yusuf
Dan buku yang nggak selesai dibaca adalah Cinta Pertama by Ryonosuke Akutagawa. Bukan cangkir tehku saja, klasik :p

Liaison Officer Forever


10401685


by Melanie Subono

Thank to kak @adia311 yang sudah ngasih buku ini secara gratis (CD agnezmo masih tersegel, tapi sebelum akhir tahun akan di buka kok, ada voucher es krim gratis soalnya, hehehe), tetep ya bukunya nggak jauh-jauh dari musik :).
Saat elo menjadi seorang LO, lo nggak bisa menolak satu dan lain hal kalau itu bukan hal ilegal hanya atas dasar pendapat pribadi.
Pasti semua orang ngebayangin kalau menjadi orang di balik sebuah konser itu enak banget terlebih artis luar negeri, bisa ketemu langsung, foto-foto, peluk-pelukan, secara mereka cakep-cakep :p. Setelah membaca buku ini, ehmmm, pikir-pikir dulu deh.
Pertama-tama apa sih Liaison Officer (LO) itu? Jawabannya ada di buku pertama OUCH !! dan sayangnya saya belum baca dan pengen banget baca :(. Tapi, setelah membaca saya memahami LO adalah orang yang mengurus semua, mulai dari datang sampai pulang keperluannya si artis. Mereka yang bertanggung jawab penuh tentang si artis itu. LO ini mempunyai kitab suci, namanya Rider (daftar keperluan si artis selama berada di negara yang mereka kunjungi). Jenis Rider pun bermacam-macam, ada Production Rider (yang menggurusi alat musik), Security Rider dan Hospitality Rider. Di bab-bab awal kita akan lebih jauh mengerti tentang tugas-tugas mereka.

Nah, yang paling seru di buku ini adalah penulis membeberkan tingkah polah si artis di belakang panggung, jangan tanya gimana performa mereka di atas panggung, pasti spektakuler dong. Di balik semua itu, mereka sangat merepotkan bagi seorang LO. Mereka mempunyai keinginan, kesukaan, dan hobi yang berbeda-beda yang tidak jarang membuat seorang LO kewalahan. Contohnya, di buku pertama yang menjadi artis paling dasyat dan ribet, Mariah Carey alias si Mimi, dia meminta setiap karpet di kamar hotel-nya diganti dengan bulu-bulu pink, hihihi bulu domba siapa yang dicabut mb XD.

Di buku kedua ini, artis yang sering nonggol adalah Saosin, My Chemical Romance, Good Charlotte, BJORK, Brandon Boyd - Incubus, BEP, Flo Rida, Pit Bull, dsb. Banyak kemauan mereka yang sangat merepotkan LO, mulai dari barang bawaannya yang berjibun, makanan, baju, sampai kebiasaan yang aneh. Berikut apa saja kelakuan mereka :)):
  • Forever The Sichest Kids: mereka meminta menu makan yang yang spesifik, karena sebagian besar dari mereka adalah vegetarian murni.
  • Andrea Corrs: dia memesan bantal yang bukan dari bulu angsa, karena dia alergi.
  • Avenged Sevenfold: band cadas ini ternyata norak juga. Band yang terkenal dengan inisial A7X ini ternyata nggak jauh beda sama ABG alay, mereka suka banget foto, di mana saja.
  • Saosin: band yang hobi banget salaman sama fansnya, mereka juga nggak ribel masalah koper, satu koper untuk rame-rame, hehehe. Mereka juga suka makanan ekstrim.
  • BEP: mereka agak ngirit juga soal koper, mereka kan beberapa anggota, koper yang dibawa hanya 100. Fergie, kalau makan dia harus diterangkan apa saja komposisi makanannya (diet bok!)
  • BJORK: Dia menjadi saingan Mimi nih dalam soal heboh dan ribet, dia hanya satu orang dan koper yang dibawa kurang lebih ada 70 koper, setdah.
  • Westlife: Mereka membawa 5 pasang baju bengkel (ingat video Uptown Girl?), di punggung baju itu terdapat nama masing-masing personil, awalnya mb Mel seneng soalnya cucian mereka sedikit, ternyata setelah dikasih tau menager Westlife, tulisan nama mereka itu terbuat dari berlian asli, alhasil mb Mel mencuci pake tangan deh :D.
  • Brandon Boyd - Incubus: Dia jorok banget, nggak pernah ganti baju.
  • Benji dan Joel - Good Charlotte: Mereka suka barang KW. Band mereka juga suka banget sama makanan Indonesia, lebih tepatnya makanan anak kos, Indomie rasa soto.
  • Lost Prophet: Suka ngebungkus makanan kayak emak-emak yang habis pulang dari kondangan.
  • G-Way, vocalis My Chemical Romance: Gila, porsi makannya nyaingin akuh!
  • Flo Rida: Dia yang menggantikan award si Mimi di buku kedua ini, apa yang dilakukannya? Saya tidak bisa menjelaskan, baca tingkahnya aja melelahkan #piuh.
Itulah beberapa kebiasaan absurd band/penyanyi tersayang kita, masih banyak lagi terlebih penulis mengkategorikannya, contohnya jawara dari segi keanehan. Well, buku ini asik banget, kapan lagi coba kita mengetahui fakta tentang mereka? Paparazi malah kalah, yang jelas ini fakta karna si penulis alias si LO yang mengalaminya sendiri. Ada satu yang sangat menggangu di buku ini, TYPO! terlebih tanda bacanya. gaya penulisannya sih enak, nyantai, kayak kita cerita pengalaman kita ke temen-temen, lebih banyak kocaknya dari pada sedih, penulis bersenang-senang di atas penderitaan sendiri. Yah cuman itu sih kekurangannya, perlu seorang editor biar rapi dikit, hehehe. Saya rasa buku ini self publishing, soalnya saya tidak mendapati orang-orang dibalik buku ini selain penulisnya sendiri. Saya nggak bosan ngebacanya, ngakak terus, ditunggu kesengsaraan LO di buku selanjutnya, penasaran siapa yang menjadi The Next Bjork and Brandon Boyd =))
Dan kalau pun dari beberapa cerita ini lo menemukan hal-hal yang enggak banget, inget aja bahwa konser dan lagu-lagu mereka keren abis.

3 sayap untuk Inem si LO :p

Selasa, 29 November 2011

Infinitely Yours


"Resensi buku ini dibuat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam Lomba Resensi Buku ReadingWalk.com"

by Orizuka
editor: Andree & Gita Romandhona
sampul: Jeffri Fernando
penerbit: Gagasmedia
cetakan I: 2011
ISBN: 979-780-508-5
294 halaman
Readingwalk: http://www.readingwalk.com/book/infinitely-yours

Jingga dan Rayan, dua pribadi yang berbeda karakter menjalani sebuah tour bersama. bagaimana caranya dua orang yang tidak pernah cocok ini bertemu dan akhirnya menggelilingi negeri gingseng bersama?

Jingga, cewek nyentrik, periang dan cuek ini mempunyai tujuan ke Korea hanya satu, bertemu kembali dengan native tour guide yang sukses mempesonanya di pertemuan sebelumnya, Kang Yun Jae.
Rayan, cowok serius, sinis, dan dingin ini mempunyai tujuan ke Korea hanya satu, untuk menyelesaikan masalah, mencari jawaban kenapa pacarnya memutuskannya dan malah ingin menikah dengan pria Korea.
Jingga sangat menyukai negeri yang terkenal dengan operasi plastiknya ini dan Rayan sangat membenci negeri yang penuh dengan boyband ini.

Karna hanya satu tujuan Rayan, dia pun tidak menyia-nyiakan waktu yang hanya seminggu di Korea untuk mencari Mariska. Dia memisahkan diri dari rombongan tournya, namun rencananya gagal untuk pergi sendirian karena Jingga tetap ngotot untuk ikut. Jingga beralasan dia tidak bisa meninggalkan rayan sendirian, karena dia adalah pasangan dalam rombongan, dia adalah tanggung jawabnya. Tentu Rayan sangat risih dengan kehadiran Jingga, hanya membuang nafas kalau melawan perkataannya, toh ada untungnya juga dia ikut, bisa sebagai penerjemah. Gara-gara mencari Mariska, mereka ketinggalan tour yang sudah terjadwal, Yun Jae pun berang lalu menyuruh mereka bertemu ke tempat yang sudah ditentukan.

Setelah menemukan jawaban yang dia cari, Jingga pun menghibur Rayan yang patah hati dengan mengajaknya berkeliling Korea, sebuah tour special, tour romantisme Korea.
Di mulai dari melihat puluhan ribu gembok cinta di N Seoul Tower, naik cabble car (kocak banget waktu Jingga menirukan adegan yang dilakukan Jun Pyo, tokoh Boys Before Flower XD), makan jajangmyeon (mi kecap kalau kata Rayan XD), membeli hoodie (kaos couple), membeli krim penghilang keriput untuk Rayan (karena dia jarang tersenyum), membeli couple ring, photosticker dengan gaya alay, menginap di Heartbeat Motel (karena rayan kehilanggan dompetnya, jadi menggunakan uang Jingga yang terbatas), ketinggalan rombongan tour lagi, dan menginap di rumah seorang pasangan kakek nenek yang mengira kalau Jingga dan Rayan adalah penggantin baru (banyak tips yang diberikan, hihihi). Seru dan kocak banget tour romantisme mereka. Gara-gara Jingga yang selalu ceria, perjalanannya pun ikut berwarna. Bahkan Rayan pun mulai tertular virus Jingga. bagaimana perjalanan mereka selanjutnya? Baca yuk :)

Mungkin novel ini memang untuk seneng-seneng, layaknya berwisata, kita ditunjukkan tempat yang jarang dikunjungi orang kalau berwisata ke Korea, Jingga menunjukkan sisi romantis yang ada di negeri yang mewajibkan setiap laki-laki melakukan wajib militer ini. Konfliknya simpel dan mudah ditebak, yang membuat seru itu adalah bagaimana Jingga membawa Rayan keluar dari kesedihannya, dengan tour romantisme itu. Serunya lagi, di tiap tingkah polah Rayan yang tidak biasa, Jingga mengabadikannya dengan memotret ekspresi Rayan dan membukukannya, penginggat semua hal yang terjadi selama di Korea. Karakter tokohnya nggak jauh beda sama yang biasa dibuat penulis, cowok yang sinis, dingin, cuek dan cewek yang ceria dan berkemauan keras. Bedanya, di sini si cowok nasipnya tidak mengenaskan seperti kebanyakan novel Orizuka, biasanya kan sengsara banget tuh, hehehe. Suka banget sama kemasan buku ini, mulai dari cover, ilustrasi di babnya, sampai daftar isi yang menggambarkan sebuah playlist berisi judul lagu yang sesuai sekali dengan isi tiap bab.
Bagian yang aku suka adalah ketika Rayan bilang, "Sekarang, kamu mau bayar pake apa?" LOL.

4 sayap untuk tour romantisme mereka. 

Empat Elemen


10496359



by The Hermes & Friends
penyunting: Jia Effendie
penerbit: The Hermes
cetakan I: Januari 2011
ISBN: 978-979-18103-6-4
205 halaman

Empedocles, seorang filsuf sicilia yang hidup di tahun 490-430 sebelum masehi mengatakan, bahwa ada empat elemen pembangun materi, yakni tanah, udara, api, dan air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau terpisahnya keempat elemen ini. Perubahan terjadi karena elemen itu saling terpisah atau saling mendekap. Kelahiran, kehidupan dan kematian dipengaruhi oleh campur tangan keempat elemen tersebut, saling berkonspirasi untuk mewujudkan keinginan kita, atau malah menjauhkannya. - Pengantar Editor
Buku ini dipersembahkan untuk membantu para korban bencana alam di Mentawa dan Merapi. Berisi 29 cerpen/puisi/prosa dari 30 kontributor yang tiap cerita memiliki unsur api, air, tanah, dan air. Sesuai tema buku ini ditujukan, kebanyakan cerita berisi cerita-cerita tentang kepedihan, kehilangan, kesedihan dan pilu. Selain untuk membantu korban yang terkena musibah, buku ini juga berpesan agar kita mencintai lingkungan agar dia tidak marah dan rusak. Ada beberapa cerita yang saya mengerti, sedikit dan tidak sama sekali, hehehe. Maklum, saya tidak suka cerita yang berat-berat. Oke, review ini akan cukup panjang karena saya akan menjelaskan secara singkat komentar tentang cerita yang ada 29, siapkan tenagamu :)
  1. Demi Api Aku Mencintainya by @yuyaone: Suka, mengagetkan di akhir cerita. Bercerita tentang Shinta yang mencintai Rahwana yang mati di tangan Sri Rama. Kerasa sekali kesedihan Shinta, betapa dia mencintai Rahwana.
  2. Karnaval by @JiaEffendie: Agak binggung dengan ceritanya, mungkin ceritanya tentang kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita mau, belajar ikhlas.
  3. Malam Itu, Saya Tak Membawa Api by @frezask: Sorry,saya tak mngerti apa maksud cerita ini.
  4. Buta by @rezaterpuji & @dinirahmi: Unik ceritanya, tapi saya binggung hehehe. Entah yang gila si ibu atau si pencerita.
  5. Gadis Api by @ksatria_cahaya: Sebuah puisi, saya tidak ahli dalam hal mencerna puisi, tapi cerita ini saya ibaratkan sebagai gunung berapi.
  6. Fluida dalam kandang by @mistchegeo: Saya mencerna si pencerita adalah air, apa lagi yang bisa menghidupkan baling-baling?
  7. Hujan dan Kedai Kopi by @seeska: Cukup ringan ceritanya, tidak mengandung pesan terselubung, hehe. Diputus oleh pacar lewat sms, tentang kenangan yang terhapus oleh hujan.
  8. Negeri Salju Abu-Abu by @9lights: Banyu, dia adalah para relawan bencana alam yang tidak pernah lelah mencari para korban yang hilang.
  9. Elegi Buat Seruni by @zeventina: seorang gadis yang sedih karena kehilangan, tapi ketika bertemu dengan anak jalanan, dia sadar ada kesedihan yang lebih mendalam di luar sana.
  10. Laila: Perempuan Berkekasihkan Ombak by @oijaw: Seorang perempuan yang merasa cintanya tak sebesar cinta selingkuhan pacarnya.
  11. Majimu by @danti25: Seorang ibu yang harus memilih menyelamatkan salah satu anaknya, dimana dua anaknya tertindih bongkahan kayu, hanya satu yang bisa diselamatkan. Aku suka cerita ini, harus memilih yang prioritas.
  12. Si Air Mungil by @iampandu: Tokoh utamanya adalah air, ia bisa menyamar jadi apa pun.
  13. Partitur Musim by @therendra: mengartikan empat elemen ke dalam empat musim.
  14. Selamat Pagi Jakarta! by @galoeh11: Jakarta yang kotor, panas, dan bau.
  15. Tiket by @tantehijau: Ibuu yang menyuruh anaknya untuk membuang tiket jackpot, karena dia tahu kalau menukarnya sama saja dengan bunuh diri.
  16. Membingkai Kenangan by @luckygs: Aku adalah anak gunung Krakatau, ceritanya unik, mengandung makna terselubung. Ternyata si pustakawati pandai merangkai kata juga :).
  17. Semua Hilang Dengan Hal-Hal Seperti Ini by @faridasusanty: Nah, muncul juga cerita dari penulis favorit saya, hehe. tetap ya ceritanya dark, seorang suami yang berselingkuh, ketika si selingkuhan ini mau membeberkan semua aksinya ke pada sang istri, si suami tidak akan membiarkan si selingkuhan mengambil apa yang dia punya.
  18. Pesan by @densapar: Bima menemukan kapsul waktu, dia menemukan kenangan Sophie, yang mencintainya.
  19. Air Mata by @arievrahman: Aku suka cerpen ini, simpel dan ngena. Mulai dari laki-laki yang melamar pacarnya, menikah, punya anak. Sampai suara lengkingan telepon yang merubah kehidupan Maria.
  20. Jika Cinta Jangan Mati by @ilaiana: Apa pun cara kita menghindari kematian, dia akan tetap selalu menang.
  21. Shunya by @putrafara: Lumayan juga cerita ini, walau sedikit membingungkan, gabungan empat elemen ke dalam satu cerita terbilang unik.
  22. Cinta Sepasang Batu dari Masa Lalu @sitttyasiah: Binggung, tentang kerinduan?
  23. Rindu by @myARTasya: seorang relawan yang mencari korban seorang anak tuna rungu di tengah letusan gunung yang sedang batuk.
  24. Sebuah Kotak dari Masa Depan by @piazakiyah: Binggung.
  25. Tanah Airku by @samdputra: Pak Darmo, tukang ojeg yang baik hati.
  26. Jiwa Ezra by @gembrit: Cukup binggung juga, reinkarnasi?
  27. Phoenix Api dan Keabadian by @aMrazing: Bara, sia api yang selalu membara, empat elemen dalam persahabatan empat orang.
  28. Senyawa by @rahneputri: Selain jago gombal, jago bikin puisi juga :)
  29. Fiksi Mini Dedi Rahyudi by @dedirahyudi: kumpulan beberapa fiksimini yang bertema empat elemen dari penulis.
Nah, kalau pengen lebih panjang lagi baca aja bukunya #pfft. Yak itulah penilaian subjektif dari saya, jadi belum tentu yang nggak saya suka berari jelek, cuman masalah selera aja. Masing-masing penulis punya ciri sendiri, ada yang penulisannya apa adanya, ada yang punya maksud terselubung di dalam cerita. saya sangat suka covernya! Buku ini bisa juga dibeli di www.hermesian.wordpress.com
3 sayap untuk tanah, air, api, dan udara

Petualangan Naif dan Mesin Waktu #4: Jerat-Jerat Waktu


Cover-komiknaif-4

by Franki Indrasmoro
story board & tinta: Suryo Nugroho & Joko Purwanto
penerbit: KPG
cetakan I: Oktober 2011
ISBN: 978-979-97-0388-8

Siapa sih yang nggak tahu sama grub band Naif? Band yang mengusung tema retro baik penampilan atau pun lagu-lagunya ini sudah tidak perlu lagi disangsingkan kalau di atas panggung. Nah, kalau di atas kertas bagaimana kiprah mereka? Saya baru tahu kalau Naif, atau lebih tepatnya Franki atau lebih dikenal dengan nama Pepeng, sang drummer, otak dibalik komik berseri ini yang tau-taunya udah seri keempat aja, hehe. Seneng banget waktu dikasih tau sama penerbit KPG kalau saya memenangkan buku ini, apalagi dipilih langsung sama penulisnya (lebih seneng lagi kalau ada tanda tanggannya) XD. Walau langsung lonjat ke komik keempat tidak membuat saya bingung, komik ini bisa berjalan sendiri walaupun lebih baik kalau membacanya secara urut. Cerita ini hanya fiksi belaka, jadi kalau ada kesamaan nama, tempat, waktu, abaikan saja :))

Cerita berawal dari Buya, manager Naif yang kelimpungan mencari anak asuhan mereka yang tiba-tiba menghilang, padahal konser mau segera dimulai. Akhirnya dia mencari naif gadungan, orang-orang yang mirip sama personel band Naif. Kocaknya, Naif gadungan ini tidak mengerti sama sekali tentang musik, yah walaupun tampangnya mirip XD. Lalu dimana Naif berada?

Jakarta, tahun 2024, David sang vocalis terlempar ke masa yang akan datang. Tau-taunya dia sudah berada di Heaven Devil Bar, tempat nongkrong anak Jakarta jaman besok, di sana dia mendapati keributan yang dilakukan oleh Jason, anaknya yang juga telah membuat sebuah band dengan nama Jasaon and The Ribs. Jason marah karena sang ayah melarangnya membentuk sebuah band, terjadilah konflik antara anak dan ayah. Setelah masalah selesai, David terlempar lagi di jaman bahulak.

Tahun 1933, David terlempar di masa penjajahan VOC. Di sana dia kembali bergabung dengan personil lainnya, Emil, Pepeng, dan Jarwo. Nggak taunya, Emil terlibat kisah cinta dengan Roekiyah, tapi sayang cinta tak terbalas. Setelah anggota band terkumpul semua mereka berencana pulang dengan radio antik yang membawa mereka melalang buana. Tapi, Emil tidak mau pulang karena ingin mengejar cintanya, terjadilah perkelahian antara Emil dan Pepeng, karena mereka harus pulang bersama-sama. Sewaktu bertengkar mereka tak sengaja menabrak radio antik dan tersedot ke masa jamannya Saung Kampret. Ada apa di sana? Baca deh :)

Seru, seru dan kocak. Selain disuguhkan dengan ilustrasi yang color full dan apik, kita juga dibawa ke masa yang bersejarah. Selain mendatangkan tokoh di masa itu, penulis juga memberi keterangan siapa mereka. Contohnya tentang Roekiyah dan Komik Saung Kampret (komik favorit penulis, buah tangan Dwi Koen). Lucunya lagi, waktu terlempar ke tempo doelu itu, bahasanya juga menggunakan ejaan van Ophuijsen, haha kocak deh pokoknya (tentu ada keterangan juga apa itu ejaan di buku). Kita nggak akan binggung waktu baca, selain bisa bikin ketawa, komik ini juga nambah pengetahuan juga, kan?

Kekurangannya? Terlalu tipis bukunya, hahaha. Nggak sampai setenggah jam saya sudah selesai bacanya. Selain itu konfliknya jadi cepet selesai, jadi yah berasa kurang, kurang tebel =))
Kita tunggu aja kelanjutannya, mau di bawa kemana lagi Naif menjelajahi waktu, baca-baca sih bakalan ada 5 seri. So, semoga lanjutannya lebih tebel dan cepet terbit :p
3 sayap untuk Jerat-jerat waktoe :)

NB: Tentang Penulis

Pepeng_naif
Franki Indrasmoro Sumbodo, lahir di Kudus 15 Januari 1976, ia lulusan D3 Fakultas Seni Rupa/Desain Grafis IKJ (1994-1999). Ketika berusia 17 tahun, pengoleksi action figure dan komik ini berhasil meraih Juara Harapan I Lomba Menggambar Kobo-Chan (Elex Media Komputindo). Setelah itu Franki digaet majalah Hai sebagai Freelance Illustrator selama dua tahun (1993-1995).
Tahun 1995 ia banting setir ke dunia musik. Selain menjadi main talent video klip band Netral, "Walah", bersama David, Jarwo, Chandra, dan Emil, Franki mendirikan Band Naif yang masih eksis sampai sekarang (walau Chandra sudah mengundurkan diri pada tahun 2003). Di band tersebut, yang mempunyai panggilan akrab Pepeng, berperan sebagai drummer. Selain penulis lagu (Posesif), ia juga yang mendesain sampul kaset/CD beberapa album Naif dan memproduseri beberapa video klip Naif.
Franki juga membuat gebrakan baru dengan menjadi konseptor dan penulis komik Petualangan Naif dan Mesin Waktu. Bisa mengenal lebih dekat lagi dengan Franki di www.frankiindrasmoro.com
Hmmm, dari sejarah dia dulu emang nggak jau-jauh dari nggambar ya :)

Rekomendasi Bulan Ini

Buku Remaja yang Boleh Dibaca Siapa Saja | Rekomendasi Teenlit & Young Adult

K urang lebih dua tahun yang lalu saya pernah membahas tentang genre Young Adult dan berjanji akan memberikan rekomendasi buku yang as...